cover
Contact Name
Muhammad Rizal
Contact Email
rizalmuhammad08@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
andisukainah@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian
ISSN : 24768995     EISSN : 26147858     DOI : -
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian adalah publikasi ilmiah hasil penelitian bidang teknologi pertanian dengan No. P-ISSN 2476 -8995 (Print) dan No. E-ISSN 2614-7858 (Online). Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Teknologi Pertanian Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian diterbitkan dua kali setahun (Februari dan November). Artikel yang dimuat berupa artikel yang merupakan hasil penelitian asli dan belum pernah dipublikasikan di media lain. Ruang lingkupnya mencakup Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Ilmu dan Teknologi Pangan, Mekanisasi Pertanian, Teknologi Industri Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian, Teknologi Hasil Perikanan, Teknologi Hasil Peternakan, Teknologi Hasil Perkebunan, Pasca Panen, Gizi dan Pangan.
Arjuna Subject : -
Articles 316 Documents
Penentuan kriteria desain pengukus singkong menggunakan Fuzzy-QFD R. Arief Firmansyah; Khoirul Hidayat
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v8i1.30237

Abstract

Krepek tette is one of the traditional chips from Pamekasan. Generally, this product is a famous souvenir from the city. This product is usually produced by a small-medium enterprise (SME). In the krepek tette industry, the steaming process is dependent on wood as fuel. The condition makes the steaming process contributes significantly to the resulting carbon footprint. To support sustainable development goals (SDGs), explicitly ensuring sustainable consumption and production pattern. The production process technology in SMEs needs to be upgraded to achieve sustainable production. One of the solutions is to re-design the steamer for the steaming process of raw cassava. To achieve a good steamer design, gathering information about customer need is a fundamental step to accomplish. The research aims to investigate criteria steamer design that meets customer needs. The survey gathered data about customer requirements and pointed to employees in the krepek tette industry located in central production, Blumbungan sub-district, Pamekasan. All qualitative data were analyzed using fuzzy logic to quantify the value of customer requirements and engineering characteristics. House of Quality, the first matrix of QFD, was used to obtain engineering characteristics priority. There was 12 attribute of customer requirements; however, one attribute failed to meet minimum customer importance weight criteria. Translating customer requirements to engineering characteristics obtain ten attributes. Using fuzzy logic to rank engineering characteristics that meet customer requirements, obtain eight attributes for the design criteria of cassava steamer. The attributes were ignition system used heat element, stainless steel, the design used modular systems, used LPG fuel, input, and output process from the same side, temperature and steam disperse equally, and used under steam pressure
Modifikasi Knapsack Sprayer Elektrik Sebagai Penabur Pupuk Padat Hermawansyah Hermawansyah; Lahming Lahming; Jamaluddin Jamaluddin
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v8i1.20877

Abstract

Pemupukan merupakan salah satu teknik budidaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan produktifitas tanaman. Pemberian pupuk padat pada tanaman yang dilakukan petani masih menggunakan cara konvensional dan membutuhkan waktu yang lama. Perkembangan knapsack sprayer elektrik penabur pupuk padat merupakan inovasi terbaru yang dapat membantu petani dalam proses pemupukan sehingga petani tidak lagi menggunakan cara yang konvensional dalam melakukan pemupukan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengukur kinerja alat yang dirancang. Penelitian ini adalah penelitian modifikasi, pada penelitian ini dilakukan modifikasi knapsack sprayer elektrik sebagai penabur pupuk padat. Data yang dihasilkan dari pengujian alat berupa data kuantitatif dan akan dianalisis secara deskriptif. Pembuatan alat terbagi atas tiga tahapan yaitu tahap pertama, pembuatan rangka dan pemasangan komponen alat. Tahap kedua, perakitan sistem kontrol. Tahap ketiga, proses pemasangan atau penggabungan rangka dan sistem kontrol alat. Knapsack sprayer elektrik dapat berfungsi dengan baik. Knapsack sprayer elektrik dapat menabur pupuk padat dengan volume 16 L dalam waktu yang singkat sehingga memberikan unjuk kerja yang efektif.
Peningkatan Hasil Belajar Pengolahan Tuna Loin Beku Melalui Model “Problem Based Learning” Erna Srifidias Titik; Muhammad Rais; Meilse Rani
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v8i1.27222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar pada kompetensi Produksi Olahan Ekspor Hasil Perikanan sub materi Pengolahan Tuna Loin beku pada siswa SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban, Program Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi). Subjek penelitian merupakan siswa kelas XI APHPi sejumlah 24 siswa. Metode penelitian dilakukan dengan tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Siklus 1 dilaksanakan secara konvensional dan siklus 2 dilaksanakan dengan model Problem Based learning dengan mengikuti langkah-langkah, yaitu (1) orientasi siswa pada masalah menggunakan video atau animasi, (2) mengorganisasikan siswa untuk belajar, (3) membantu penyelidikan individual maupun kelompok, (4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya dan (5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan model pembelajaran Problem Based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Rata - rata nilai tes tulis awal sebesar 6,29 dan mengalami kenaikan setelah menggunakan model Problem Based learning pada siklus 1 yakni 6,81 dan siklus 2 sebesar 7,79.
Pengaruh Suhu dan Waktu Penyimpanan Terhadap Stabilitas Antosianin Ekstrak Kulit Kopi Robusta Ara Nugrahayu Nalawati; Danu Indra Wardhana
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v8i1.22539

Abstract

Kopi merupakan komoditas unggulan subsektor perkebunan yang berperan sebagai sumber devisa negara. Buah kopi dengan tingkat kematangan over ripe berpotensi memiliki kandungan antosianin tinggi. Seiring perkembangan teknologi pengolahan kopi, baik skala kecil maupun skala industri akan menghasilkan produk hasil samping yaitu limbah kulit kopi. Limbah kulit kopi sebesar 35% masih dapat dimanfaatkan karena memiliki kandungan nutrisi tinggi, salah satunya polifenol berupa antosianin yang dapat digunakan sebagai pewarna alami dalam industri pangan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui stabilitas antosianin dari limbah kulit kopi dengan tingkat kematangan over ripe. Antosianin diperoleh dengan cara ekstraksi menggunakan etanol dan aquades (1:1). Ekstrak kulit kopi robusta disimpan pada 3 variasi suhu yang berbeda yaitu 4oC, 27oC, dan 50oC yang diamati setiap minggu selama 4 minggu waktu penyimpanan. Parameter yang diamati berupa kadar antosianin, retensi antosianin, pH, aktivitas antioksidan, dan kapasitas reduksi antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suhu dan lama penyimpanan mempengaruhi stabilitas antosianin ekstrak kulit kopi robusta. Semakin tinggi suhu dan lama penyimpanan, maka stabilitas antosianin ekstrak kulit kopi robusta semakin menurun. Perlakuan yang paling dapat menjaga stabilitas antosianin adalah perlakuan suhu 40C pada penyimpanan minggu-1.
Karakteristik Minuman Probiotik Kombinasi Sari Buah Nenas (Ananas comosus L.) dan Pepaya (carica papaya L.) reza arianto sultan; Lahming Lahming; Andi Sukainah
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v8i1.21344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik minuman probiotik hasil kombinasi sari buah nenas (Ananas comosus L.) dan sari buah pepaya (Carica papaya L.). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan eksperimen. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dengan perbandingan sari buah nenas dan pepaya yaitu 75% : 25%, 50% : 50%, dan 25% : 75% dengan 3 kali pengulangan. Penelitian  ini dilakukan dengan dua tahap. Tahap pertama pembuatan sari buah nenas dan pepaya kemudian tahap kedua pembuatan minuman probiotik. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah uji kimia yang meliputi pH, total asam laktat, aktivitas antioksidan, total BAL dan ALT serta uji organoleptik yang meliputi warna, rasa dan aroma. Data diolah menggunakan program SPSS versi 23, dengan metode analisis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan tes DMRT (Duncan). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbandingan konsentrasi sari buah nenas dan pepaya memberikan pengaruh nyata terhadap karakteristik minuman probiotik yang dihasilkan, sehingga ditemukan perlakuan terbaik yakni perlakuan B dengan komposisi sari buah nenas  50% dan sari buah pepaya 50% dengan nilai pH 3.96, nilai total asam laktat 2.41, aktivitas antioksidan 84.13, total bakteri asam laktat 9.06 Log CFU/ml, angka lempeng total 9.13 Log CFU/ml, tingkat kesukaan warna dengan nilai 5, aroma dengan nilai 3.82 dan rasa dengan nilai 1.92.
Pengaruh Penambahan Daun Mangrove Rhizophora apiculata dalam Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) sebagai Alternatif Pupuk dalam Budidaya Udang Ratnawaty Fadilah; Weningtyas Kismorodati; Syafruddin Syafruddin
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v8i1.31036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan daun mangrove terhadap kualitas nutrisi pupuk organik cair (POC) dan pengaruh lama fermentasi terhadap jumlah mikroba dengan penambahan jumlah bahan baku berbedadan pengaruh aplikasinya terhadap kualitas air tambak udang. Rancangan percobaan yang digunakan ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan pertama yakni penggunaan jumlah bahan baku sayuran 20% + buah-buahan 40% + ikan 40%. Perlakuan kedua yakni penggunaan jumlah bahan baku sayuran 30% + buah-buahan 30% + ikan 40%. Perlakuan ketiga yakni penggunaan daun mangrove 30% + buah-buahan 30% + ikan 40%. Tahap pertama adalah persiapan bahan dan peralatanpenelitian. Tahap kedua adalah pembuatan pupuk organic cair. Tahap ketiga adalahanalisis pengaruh POC pada air dan udang. Lalu dilakukanpengumpulan data, uji normalitas dan homogenitas, serta dilanjutkan dengan analisis sidik ragam (ANOVA) beserta uji lanjut pengaruh perlakuan. Parameter yang diamati antara lain, kadar nitrogen (%), kadar kalium (%), kadar fosfor (%), pH, jumlah bakteri, jumlah kapang/khamir, kualitas iar tambak yang terdiri dari suhu, pH, dissolved oxygen, salinitas dan identifikasi serangan WSSV pada udang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pupuk Organik Cair berbahan baku daun mangrove, buah dan ikan menunjukkan kandungan  N, P, K,  yang terbaik sekaligus mengandung Bakteri dan Kapang Khamir yang dapat berfungsi sebagai biodegradator dan penghambat mikroba pathogen pada budidaya udang.
Rancang Bangun Alat Pemanggang Ikan Bandeng (Chanos-chanos) Tipe Smart Berbasis Mikrokontroler Darmawan Darmawan; Jamaluddin Jamaluddin; Muhammad Rais
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v8i1.19326

Abstract

Ikan merupakan salah satu bahan pangan yang memiliki kandungan air serta zat gizi yang tinggi. Hal ini akan menyebabkan mikroorganisme mudah tumbuh dan menyebabkan kerusakan pada bahan pangan. Upaya untuk memperpanjang daya tahan simpan bahan pangan salah satunya yaitu melalui pemanggangan. Pemanggangan secara umum masih dilakukan secara konvensional. Permasalahan yang dialami masyarakat pada penggunaan alat pemanggan ikan konvensional dengan bara api sebagai sumber panas beresiko ketika melakukan proses pembalikan dan penambahan bara api. Penelitian ini bertujuan untuk membuat alat pemanggang ikan bandeng tipe smart berbasis mikrokontroler dan mengetahui kerja alat yang efektif. Penelitian ini merupakan rekayasa/rancang bangun, data yang dihasilkan berupa data kuantitatif dan akan dianalisis secara deskriptif. Pembuatan alat terbagi atas tiga tahapan yaitu tahap pertama, pembuatan rangka dan pemasangan komponen bahan. Tahap kedua, pembuatan sistem mikrokontroler yang meliputi jalur rangkaian, pemasangan komponen dan pengimputan bahasa program pada sistem mikrokontroler. Tahap ketiga, proses finalisasi adalah tahap penggambungan komponen mekanik dan sistem minimum. Serta alat pemanggang ikan bandeng berfungsi dengan baik. Alat pemanggan dapat memanggang ikan dengan memberikan suhu dan waku yang cukup pada ikan sehingga memberikan unjuk kerja yang efektif
Ekstraksi Daun Sirih (Piper betle L) dan Daun Salam (Syzygium polyanthum) sebagai Alternatif Pengawet Tahu Putri Pratiwi; Sri Nur Wahyuni; Nur Amalia
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v5i2.9675

Abstract

    Tahu mempunyai masa simpan yang relatif pendek. Pada kondisi normal masa simpan tahu rata-rata sekitar 1-2 hari. Jika lebih dari 2 hari rasanya akan menjadi asam dan terjadi perubahan warna, aroma dan tekstur sehingga tidak layak untuk dikonsumsi, keadaan tersebut menyebabkan perlunya proses pengawetan dalam memperpanjang masa simpan tahu. Bahan alami yang berpotensi digunakan sebagai pengawet ialah ekstrak daun sirih (Piper betle L) dan daun salam (Syzygium polyanthum) karena kedua jenis tumbuhan tersebut memiliki sifat anti mikroba. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak daun sirih dan daun salam terhadap daya simpan tahu dan perubahan mutu tahu. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancang Acak Kelompok (RAK) yang mengeksplorasi pengaruh campuran ekstrak daun sirih dan daun salam terhadap kualitas tahu. Berdasarkan tujuan, pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap subjek penelitian. Pengambilan data dilakukan dengan pengujian meliputi uji kimia seperti (pengujian kadar air, kadar protein) dan uji mikrobiologi seperti (pengujian ALT, pengujian Escherihia Coli, dan pengujian Salmonella SP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih dan daun salam dengan variasi tingkat konsentrasi berbeda (0%, 3%, 6%, 9%) berpengaruh terhadap daya simpan dan mutuh tahu.
Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Dengan Metode Stad (Student Team Achievement Divisions) Pada Mata Pelajaran Vegetatif Di Kelas X ATPH SMK Negeri 5 Jeneponto Nur Amin Mangka; Andi Sukainah; Nurmila Nurmila
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v5i2.9629

Abstract

Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas ATPH X vegetatif SMK Negeri 5 Jeneponto melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Subjek penelitian ini terdiri dari 23 siswa kelas X ATPH, menggunakan teknik pengumpulan data observasi dan tes pada akhir setiap siklus sesuai dengan materi yang diajarkan. Prosedur penelitian meliputi tahapan (a) perencanaan, (b) implementasi, (c) observasi, dan (d) refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif STAD (Student team achievement divisons) dapat meningkatkan aktivitas siswa dan hasil belajar. Hal ini dapat dilihat pada kegiatan Siklus I dan Siklus II dan hasil belajar siswa meningkat.
Pemberdayaan Anak Putus Sekolah Melalui Kakao Sambung Pucuk Arwanda Arwanda; Emi Mastura; Ulfa Aulia Syamsuri
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v5i2.9672

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan anak putus sekolah di Desa Patampanua, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng,  dalam  melaksanakan pembibitan kakao metode sambung pucuk (okulasi) persilangan dengan kakao unggul. Adapun yang menjadi latar belakang dilaksanakannya kegiatan ini yaitu adanya masalah dalam budidaya kakao yaitu serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) seperti hama Penggerek Buah Kakao (PBK) dan penyakit Vascular Streak Dieback (VSD) serta penyakit busuk buah. Sementara itu di Desa Patampanua sekitar 70% anak mengalami putus sekolah dan menjadi pengangguran. Pemberdayaan anak putus sekolah melalui penyuluhan dan pelatihan merupakan alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah budidaya kakao dan pengangguran di Desa Patampanua. Hasil yang dicapai setalah pelaksanaan dinilai dari aspek pengetahuan dan keterampilan melalui pre tes dan post tes. Pada aspek pengentahuan nilai rata-rata peserta pada pre tes yaitu 1.5 dan pada post tes yaitu 8.65. Pada aspek keterampilan Pada pelatihan pertama dari 100 bibit yang disambung pucuk hanya 30 yang berhasil tumbuh, akan tetapi pada saat pelatiahan yang kedua yaitu dari 100 bibit yang disambung 70 bibit berhasil tumbuh. Potensi sambung pucuk kakao kedepannya dapat dikembangkan melalui penyediaan jasa pembibitan kakao dan pengembangan usaha pembibitan kakao. Dengan adanya kegiatan ini mampu mengatasi masalah dalam budidaya kakao melalui sambung pucuk serta mengurangi pengangguran pada anak putus sekolah di Desa Patampanua, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng.