cover
Contact Name
Muhammad Rizal
Contact Email
rizalmuhammad08@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
andisukainah@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian
ISSN : 24768995     EISSN : 26147858     DOI : -
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian adalah publikasi ilmiah hasil penelitian bidang teknologi pertanian dengan No. P-ISSN 2476 -8995 (Print) dan No. E-ISSN 2614-7858 (Online). Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Teknologi Pertanian Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian diterbitkan dua kali setahun (Februari dan November). Artikel yang dimuat berupa artikel yang merupakan hasil penelitian asli dan belum pernah dipublikasikan di media lain. Ruang lingkupnya mencakup Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Ilmu dan Teknologi Pangan, Mekanisasi Pertanian, Teknologi Industri Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian, Teknologi Hasil Perikanan, Teknologi Hasil Peternakan, Teknologi Hasil Perkebunan, Pasca Panen, Gizi dan Pangan.
Arjuna Subject : -
Articles 316 Documents
Potensi Tape Ubi Jalar Ungu (Ipomea batatas L.) sebagai Bahan Baku Minuman Probiotik Emi Mastura; Muhammad Rais; Andi Sukainah
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 9, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v9i1.26499

Abstract

Saluran pencernaan akan rentan terkena berbagai macam penyakit apabila terlalu sering mengonsumsi makanan rendah serat dan tinggi lemak. Mengonsumsi minuman probiotik merupakan salah satu cara untuk menghidari terjadinya masalah pencernaan. Pada penelitian ini, minuman probiotik dibuat dari sari tape ubi jalar ungu yang difermentasi menggunakan Lactobacillus casei. Riset ini bertujuan untuk mengetahui potensi tape ubi jalar ungu sebagai minuman probiotik. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan penambahan L. casei yaitu K (0%), A (2%), B (4%) dan C (6%) serta 3 kali ulangan. Hasil riset menunjukkan, perlakuan terbaik yaitu penambahan L. casei 6% dengan total BAL 9.42 Log cfu/ml, ALT 9.53 Log cfu/ml, nilai pH 3.93, total asam 0.43%, antosianin 64.71% dan antioksidan 65.70%. Hasil uji organoleptik warna 2.97 (agak suka), aroma 2.99 (agak suka) dan rasa 2.35 (tidak suka). Nilai evaluasi menunjukkan bahwa minuman sari tape ubi jalar ungu berpotensi dikembangkan sebagai minuman probiotik.The digestive tract will be susceptible to various kinds of diseases if eat too often low-fiber and high-fat foods. Consuming probiotic drinks is one way to avoid digestive problems. In this study, a probiotic drink was made from purple sweet potato tape fermented using Lactobacillus casei. This research aims to determine the potential of purple sweet potato tape as a probiotic drink. The method used was Completely Randomized Design (CRD) with 4 additional treatments of L. casei, namely K (0%), A (2%), B (4%) and C (6%) and 3 replications. The results showed that the best treatment was the addition of 6% L. casei with a total LAB of 9.42 log cfu/ml, ALT 9.53 log cfu/ml, pH value 3.93, total acid 0.43%, anthocyanins 64.71% and antioxidants 65.70%. The results of the organoleptic test were 2.97 (slightly like), aroma 2.99 (slightly like) and taste 2.35 (dislike). The evaluation value shows that purple sweet potato tape drink has the potential to be developed as a probiotic drink.
Fermentasi Biji Kopi Robusta (Coffea canephora) menggunakan Aspergillus niger dalam Upaya Menurunkan Kandungan Kafein A.Mughni Sani; Andi Sukainah; Mohammad Wijaya
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 9, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v9i1.32772

Abstract

Kopi adalah komoditas pertanian yang diminati masyarakat, namun kopi mengandung kafein yang kurang baik bagi kesehatan. Pengurangan kandungan kafein dalam biji kopi dapat dilakukan melalui proses fermentasi.  Tujuan penelitian ini yaitu menurunkan kandungan kafein pada biji kopi dengan cara fermentasi menggunakan A. niger. Sistem yang diterapkan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri antara lain menambahkan A.niger sebanyak 1%, 2%, 3%, 4%, 5% dan 0% sebagai kontrol. Pengamatan dilakukan saat fermentasi dengan melakukan analisis angka lempeng total (ALT), total asam tertitrasi dan pH cairan fermentasi, sedangkan biji kopi yang telah dikeringkan dianalisis kadar air dan kadar kafein. Analisis data memanfaatkan aplikasi SPSS Versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi A. niger berpengaruh nyata terhadap ALT cairan fermentasi, nilai pH cairan fermentasi dan kadar kafein. Perlakuan terbaik yaitu dengan penambahan A. niger konsentrasi 5% dengan nilai ALT 10.8 Log cfu/ml, nilai pH 5.25 dan kadar kafein sebesar 2,77%.Coffee is an agricultural commodity that people are interested in, but coffee contains caffeine which is not good for health. Reducing the caffeine content in coffee beans can be done through the fermentation process. The purpose of this study was to reduce the caffeine content in coffee beans by fermentation using A. niger. The system applied was a Completely Randomized Design (CRD) which consisted of adding A.niger as much as 1%, 2%, 3%, 4%, 5% and 0% as a control. Observations were made during fermentation by analyzing the total plate number (ALT), total titrated acid and pH of the fermented liquid, while the dried coffee beans were analyzed for water content and caffeine content. Data analysis used SPSS Version 22 application. The results showed that the addition of A.niger concentration significantly affected the ALT of the fermented liquid, the pH value of the fermented liquid and the caffeine content. The best treatment was the addition of A.niger with a concentration of 5% with an ALT value of 10.8 Log cfu/ml, a pH value of 5.25 and a caffeine content of 2.77%.
Optimasi dan Karakterisasi Pektinase dari Isolat Bakteri Asam Laktat Asal Fermentasi Biji Kopi Robusta (Coffea Canephora) A. Dwi Asri Yanti; Jamaluddin Jamaluddin; Andi Sukainah
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 9, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v9i1.34584

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isolat Bakteri Asam Laktat (BAL) pektinolitik yang terlibat dalam fermentasi biji kopi robusta, pengaruh waktu inkubasi terhadap aktivitas BAL pektinolitik serta karakterisasi pH dan suhu enzim pektinase ekstraseluler. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dan termasuk penelitian eksperimen model Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian yang dilakukan meliputi seleksi BAL pektinolitik, penentuan waktu inkubasi optimum, pH, dan suhu optimum enzim pektinase. Isolat BAL yang dihasilkan dari fermentasi spontan biji kopi robusta ditumbuhkan pada media agar yang mengandung pektin untuk mendapatkan isolat BAL dengan kemampuan pektinolitik tertinggi. Isolat BAL pektinolitik terpilih diinkubasi pada rentan interval 0, 24, 48, 72, 96, dan 120 jam untuk mengetahui waktu inkubasi optimum serta melakukan ekstraksi enzim. Enzim yang dihasilkan kemudian dilakukan pengujian karakterisasi untuk menentukan pH maupun suhu optimumnya. Karakterisasi enzim dilakukan pada pH 3, 3.5, 4, 4.5, 5, 5.5, dan 6 dengan suhu 35oC; 40oC; 45oC; 50oC; 55oC dan 60oC. Hasil menunjukkan bahwa 6 isolat BAL indigenus yang diuji bersifat pektinolitik. Isolat yang menghasilkan pektinolitik tertinggi yaitu isolat BT48I1 dengan diameter zona bening 5.67 mm. Waktu inkubasi optimum selama 48 jam dengan nilai spesifikasi enzim 158.43 U/ml, pH optimum pada kisaran pH 3.5 (10.0511 U/ml) dengan suhu 40-45oC dan nilai kemurnian enzim yaitu 10.085 U/mg dan 10.087 U/mg.This study aims to determine the isolates of pectinolytic Lactic Acid Bacteria (LAB) involved in the fermentation of robusta coffee beans, the effect of time interaction on pectinolytic LAB activity and characterization of pH and temperature of extracellular pectinase. This type of research is descriptive and includes experimental research with Completely Randomized Design (CRD) model. The research includes the selection of pectinolytic LAB, determining the optimum incubation time, pH, and temperature of the optimum pectinase enzyme. LAB isolates produced from spontaneous fermentation of robusta coffee beans were grown on agar media containing pectin to obtain LAB isolates with the highest pectinolytic ability. Selected pectinolytic LAB isolates were incubated at intervals of 0, 24, 48, 72, 96, and 120 hours to determine the optimal incubation time and perform enzyme extraction. The enzymes produced were then subjected to characterization tests to determine the optimum pH and temperature. Enzyme characterization was carried out at pH 3, 3.5, 4, 4.5, 5, 5.5, and 6 with a temperature of 35oC; 40oC; 45oC; 50oC; 55oC and 60oC. The result showed that 6 indigenous LAB isolates tested were pectinolytic. The isolate that produced the highest pectinolytic was BT48I1 isolate with a clear zone diameter of 5.67 mm. The optimum storage time was 48 hours with the enzyme specification value of 158.43 U/ml, the optimum pH was in the range of pH 3.5 (10,0511 U/ml) with a temperature of 40-45oC and the enzyme purity values were 10,085 U/mg and 10,087 U/mg
Analisis Kualitas Nata De Nipah Melalui Penambahan Limbah Cair Tahu Sebagai Sumber Nitrogen Dian Sepriliana Syam; Patang Patang; Ratnawaty Fadilah
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 9, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v9i1.35658

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui pengaruh pemberian limbah cair tahu yang memiliki sumber nitrogen terhadap kualitas nata de nipah serta mengetahui penambahan jumlah limbah cair tahu yang baik untuk memperoleh nata de nipah dengan kualitas terbaik. Kandungan nitrogen yang cukup tinggi dalam limbah cair tahu sebesar 7,61% sangat berpotensi sebagai tempat pertumbuhan bakteri Acetobacter xylinum sebagai bakteri yang memperoleh lapisan selulosa. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen yang memakai Rancangan Acak Lengkap (RAL), menggunakan 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan yaitu: (K) pupuk ZA 0,3%, (P1) penambahan limbah cair tahu 15%, (P2) penambahan limbah cair tahu 20%, (P3) penambahan limbah cair tahu 25%. Pengujian dalam penelitian ini yaitu ketebalan, rendemen, uji kadar air, uji kadar serat, serta uji sensorik (warna, rasa, aroma, dan tekstur). Teknik analisis data memakai analisis sidik ragam (ANOVA) dengan uji lanjut Duncan menggunakan SPSS versi 22. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa sampel terbaik diperoleh pada sampel P3 yaitu penambahan limbah cair tahu 25% dengan ketebalan 1,17 cm, rendemen 61,20%, kadar air 95,55%, kadar serat 4,34%, serta uji sensorik (warna, aroma, rasa, dan tekstur) yang kebanyakan disenangi panelis.This study aims to determine the effect of giving tofu liquid waste which has a nitrogen source on the quality of nata de nipah and to find out the addition of a good amount of tofu liquid waste to obtain the best quality nata de nipah. The nitrogen content which is quite high in tofu liquid waste of 7.61% has the potential as a place for the growth of Acetobacter xylinum bacteria as bacteria that obtain a cellulose layer. This research uses a completely randomized design (CRD), using 4 treatments with 3 replications, namely: (K) 0.3% ZA fertilizer, (P1) the addition of 15% tofu liquid waste, (P2) the addition of liquid waste tofu 20%, (P3) the addition of liquid waste tofu 25%. The tests in this study were thickness, yield, moisture content test, fiber content test, and sensory test (color, taste, aroma, and texture). The data analysis technique used analysis of variance (ANOVA) followed by Duncan's further test using SPSS version 22. Based on the research, it was found that the best sample was obtained in sample P3, namely the addition of 25% tofu liquid waste with a thickness of 1.17 cm, yield 61.20%, 95.55% moisture content, 4.34% fiber content, and sensory tests (color, aroma, taste, and texture) which were mostly favored by panelists.
Analisis Keterampilan Dasar Mengajar Melalui Praktek Microteaching Pada Mahasiswa Pendidikan Teknologi Pertanian Ervi Novitasari; Khaidir Rahman; Nunik Lestari
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 9, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v9i1.44348

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat penguasaan keterampilan dasar mengajar mahasiswa Pendidikan Teknologi Pertanian melalui kegiatan microteaching. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode kualitatif menggunakan desain deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 30 mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Pertanian. Teknik analisis data menggunakan langkah reduksi, penyajian, dan penarikan data. Hasil penelitian yang diperoleh diantara lain: Keterampilan dalam membuka dan menutup kegiatan belajar mendapatkan nilai dengan kriteria sangat baik; Keterampilan dalam menjelaskan mendapatan hasil penilaian dengan kriteria baik; Keterampilan dalam memberikan penguatan dengan nilai kriteria sangat baik; Keterampilan untuk mengadakan varisi berada pada kriteria penilaian baik ; Keterampilan dalam mengelola kelas berada pada kriteria penilaian baik ;Keterampilan dalam membimbing diskusi kelompok kecil berada pada kriteria penilaian baik; dan Keterampilan dalam bertanya berada pada kriteria penilaian baik. Dari hasil analisis keseluruhan keterampilan dasar mengajar disimpulkan bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Pertanian memiliki penguasaan keterampilan yang baik dalam melakukan praktek microteaching.
Ekstraksi dan Aplikasi Gelatin Tulang Ikan Tuna pada Permen Jelly Muhammad Nur Kholis; Wendianing Putri Luketsi; Ahmad Alwy Mubarok
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 9, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v9i1.42992

Abstract

Sumber bahan utama gelatin berasal dari babi secara hukum tidak diperbolehkan dikonsumsi karena status kehalalannya bagi penduduk muslim. Sehingga diperlukan alternatif bahan baku selain babi salah satunya berasal dari tulang ikan. Saat ini masih menjadi tantangan proses ekstraksi gelatin dengan menghasilkan rendemen yang tinggi dan aplikasi dari gelatin tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama perendaman ekstraksi terhadap rendemen dan karakteristik gelatin serta mengaplikasikan gelatin pada produk permen jelly. Ektraski gelatin dilakukan dengan metode asam HCL 4% dengan variasi perendaman 12 jam, 24 jam, dan 48 jam. Karakteristik yang meliputi kadar randemen, uji proksimat kadar protein, kadar air, kadar abu, dan derajat keasaman (pH). Aplikasi gelatin dilakukan pada permen jelly dengan melakukan uji hedonik. Analisis data yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan nilai signifikan sebesar 0.05 (α=5%). Data panelis uji hedonik dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan software Microsoft Excel. Hasil penelitian gelatin dengan ekstraksi 48 jam lebih  direkomendasikan karena mampu menghasilkan rendemen terbanyak sebesar 22%, dengan tingkat keasaman (pH) 3.83, kadar air 0.081%, dan protein 85.5%. Uji hedonik menunjukkan penggunaan gelatin ikan tuna ekstraksi 48 jam pada pembuatan permen jelly pada komponen rasa dan tektur lebih disukai karena gelatin ikan memiliki aroma dan tektur yang khas dibandingkan gelatin komersial.The main raw materials for gelatin come from pork and beef. Pork is legally prohibited for consumption due to its halal status for Muslim residents. So we need alternative raw materials other than pork, one of which comes from fish bones. Currently, it is still a challenge in the gelatin extraction process to obtain high yields and applications of the gelatin. This study aims to determine the effect of extraction soaking time on the yield and characteristics of gelatin and to apply gelatin to jelly candy products. Gelatin extraction was carried out by the 4% HCL acid method with variations of soaking for 12 hours, 24 hours, and 48 hours. Characteristics which include yield content, proximal test for protein content, moisture content, ash content, and a physical test in the form of acidity (pH). Gelatin application was carried out on jelly candy by carrying out a hedonic test. The data analysis used was a completely randomized design with a significant value of 0.05 (α=5%). The collected hedonic test panelist data were analyzed descriptively using Microsoft Excel software. The results of research on gelatin with 48 hours of extraction are recommended because it is able to produce the highest yield of 22%, with an acidity level (pH) of 3.83, water content of 0.081%, and protein of 85.5%. The hedonic test showed that the use of tuna fish gelatin extracted 48 hours in the manufacture of jelly candy on the flavor and texture components was preferred because fish gelatin had a distinctive aroma and texture compared to commercial gelatin.