cover
Contact Name
Chandra Hadi Prasetiya
Contact Email
jurnal@akper-whs.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal@akper-whs.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
ISSN : 23563079     EISSN : 26851946     DOI : -
Core Subject : Health,
JMAK : Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan adalah jurnal terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) dibidang Manajemen Asuhan Keperawatan. JMAK diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovas ilmiah dibidang Manajemen Asuhan Keperawatan kepada para praktisi dan akademisi khususnya di bidang Manajemen Asuhan Keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 81 Documents
PENERAPAN SENAM OTAK TERHADAP FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA DENGAN DEMENSIA Ammy Retno Suryatika; Wijarnako Heru Pramono
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v3i1.56

Abstract

Demensia adalah kemunduran kognitif yang sedemikian beratnya sehingga mengganggu aktivitas hidup sehari-hari dan aktivitas sosial. Kemunduran kognitif pada demensia biasanya di awali dengan kemunduran memori atau daya ingat (pelupa). Fungsi kognitif merupakan modal utama manusia dalam aktifitas kehidupannya seharihari.Senam otak adalah senam ringan yang dilakukan dengan gerakan menyilang agar terjadi harmonisasi dan optimalisasi kinerja otak kanan dan kiri sehingga dapat meningkatkan fungsi kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan senam otak terhadap fungsi kognitif pada lansia dengan demensia. Desain penelitian ini adalah One Grup Pretest Post Test tanpa control, penelitian ini telah dilakukan di Panti Wredha Harapan Ibu Semarang pada tanggal 5 Desember 2018 sampai 11 Desember 2018. Alat pengumpulan data yang digunakan kuisioner Mini Mental Status Examination (MMSE). Dalam penelitian ini ditemukan 3 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Hasil penelitian ini prosentase rata-rata peningkatan fungsi kognitif pada seluruh responden adalah 5 dan hasil rata-rata per respondennya adalah 1.7 ini menunjukan bahwa senam otak efektif untuk meningkatkan fungsi kognitif pada lansia dengan demensia. Lansia yang mengalami dimensia diharapkan dapat melakukan latihan senam otak secara efektif dan teratur, dan tidak puas diri, walaupun telah terjadi peningkatan fungsi kognitif agar dapat meningkatkan kualitas hidup dan produktifitas lansia.
PENERAPAN STRATEGI PELAKSANAAN 1 PADA KLIEN SKIZOFRENIA PARANOID DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI HALUSINASI PENDENGARAN Tiya Meliana; Emilia Puspitasari Sugiyanto
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v3i1.57

Abstract

Skizofrenia adalah gangguan emosi, pikiran dan perilaku. Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan jiwa di mana klien mengalami perubahan sensori, merasakan sensasi palsu berupa suara, klien merasakan stimulus yang sebenarnya tidak ada. strategi pelaksanaan 1 membantu klien mengenal halusinasi, menjelaskan cara mengontrol halusinasi, mengajarkan klien mengontrol halusinasi dengan cara menghardik. Metode pengumpulan data menggunakan metode deskriptif yang berusaha menggambarkan objek atau subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya dengan tujuan menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek secara tepat. Penelitian ini dilakukan di RSJ Prof.Dr Soerojo Magelang di Wisma Antasena, Hasil studi kasus menunjukan klien 1 ada penurunan tanda dan gejala sebanyak 70% masalah teratasi atau sebanyak 7 tanda dan gejala dan peningkatan kempuan mengontrol halusinasi sebanyak 7 dari 7 kemampuan atau 100%, pada klien 2 ada penurunan tanda dan gejala sebanyak 70% masalah teratasi atau sebanyak 7 tanda dan gejala, peningkatan kemampuan mengontrol halusinasi sebanyak 7 dari 7 kemampuan atau 100%. Disimpulkan bahwa strategi pelaksanaan 1 halusinasi dapat menurunkan tanda dan gejala halusinasi.
PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI MEDIA BOOKLET TERHADAP PENINGKATAN PERAWATAN DIRI PASIEN KANKER DENGAN KEMOTERAPI Rima Mayang Siwi; Heny Prasetyorini
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v3i1.58

Abstract

Kanker (neoplasma ganas) merupakan sel yang tumbuh terus-menerus secara tidak terkendali, tidak terbatas, dan tidak normal (abnormal). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan melalui media booklet terhadap peningkatan perawatan diri pada pasien kanker dengan kemoterapi di Yayasan IZI Semarang. Desain penelitian adalah studi kasus dengan metode deskrptif dan rancangan yang diambil oleh One Group PreTest-PostTest. Populasi seluruh penderita 5 pasien dengan kanker pasca kemoterapi selama November-Desember 2018, sampel sejumlah 2 responden. Instrumen yang digunakan melalui kuesioner tentang peningkatan perawatan diri pasien kanker dengan kemoterapi menggunakan Indeks Katz. Penelitian yang dilakukan di Yayasan IZI Semarang pada tanggal 14-26 Desember 2018. Dari pengkajian awal kedua responden memiliki tingkat pengetahuan perawatan diri yang berbeda didapatkan data sebelum diberikan pendidikan kesehatan melalui media booklet mendapatkan hasil 11 dan 9 yaitu ketergantungan, setelah diberikan pendidikan kesehatan melalui media booklet mendapatkan hasil 13 dan 15 yaitu mandiri. Melihat hasil penelitian ini disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara perilaku perawatan diri penderita kanker dengan kemoterapi sebelum dan setelah pemberian booklet.
PENGARUH VOLUME DARAH MENSTRUASI TERHADAP PENURUNAN KADAR HEMOGLOBIN V Ririn Marwaningsih
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v3i1.59

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada wanita masih menjadi masalah yang perlu dikaji sehingga bisa dilakukan pencegahan anemia dengan harapan menurunkan prevalensi anemia pada wanita usia subur. Menorhagia merupakan salah satu penyebab anemia yang terjadi pada wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara banyaknya pengeluaran darah menstruasi dengan perubahan kadar hemoglobin. Metode: Desain penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik sample random sampling dengan 22 responden. Pengambilan data perubahan haemoglobin dilakukan pemeriksaan pre dan post menstruasi menggunakan metode Hb Sahli. Pengukuran volume darah dengan cara menimbang pembalut yang berisi darah mentruasi selama menstruasi. Data perubahan kadar haemoglobin dan volume darah dilakukan uji normalitas dengan shapiro-wilk. Analisa bivariat antara dua variable dilakukan uji independent T test. Hasil: Rata-rata volume darah selama menstruasi 79,14 cc. Rata-rata perubahan haemoglobin selama proses menstruasi 0,623 g/dL. Tidak ada pengaruh volume darah menstruasi dengan penurunan kadar haemoglobin dengan nilai p value 0,89. Simpulan: Tidak ada pengaruh volume darah menstruasi dengan penurunan kadar haemoglobin
PAIN REDUCTION TECHNIQUES : COMPARATION OF WARM COMPRESS AND RED GINGER COMPRESS IN WOMEN WITH KNEE PAIN Kristiana Prasetia Handayani; Elsa Eunike; Lindawati Lindawati
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v3i2.61

Abstract

Latar Belakang: Nyeri lutut merupakan masalah utama pada wanita usia lanjut. Nyeri lutut dapat berkurang dengan pemberian kompres air hangat dan kompres jahe merah. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan tingkat nyeri pada pemberian kompres air hangat dan kompres jahe merah pada wanita yang mengalami nyeri lutut. Metode: Desain dalam penelitian ini adalah kuantitatif eksperimental design. Jumlah sampel yaitu 48 orang wanita dengan keluhan nyeri sedang pada area lutut, dipilih dengan teknik consecutive sampling. Kelompok pertama sejumlah 24 orang diberikan kompres air hangat, dan kelompok kedua sejumlah 24 orang diberikan kompres jahe merah. Analisa data menggunakan uji Man Whitney dengan data skala nyeri setelah 3 hari perlakuan. Hasil: Hasil uji Man Whitney didapatkanp hitung 0,09 yang berarti tidak ada perbedaan tingkat nyeri pada pemberian kompres air hangat dan kompres jahe merah pada wanita dengan nyeri lutut. Simpulan: Tidak ada perbedaan efektivitas pemberian kompres air hangat dan kompres jahe merah terhadap penurunannyeri wanita dengan nyeri lutut.
PENERAPAN RELAKSASI DZIKIR TERHADAP STRESS PADA PASIEN GAGAL GINJAL DI RUANG HEMODIALISA Retno Widyastuti; Maulidta Karunianingtyas W
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v3i2.64

Abstract

Salah satu permasalahan psikologis yang paling sering ditemukan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa adalah stress. Stress yang tidak teratasi dapat mengakibatkan dampak negatif untuk pasien. Salah satu intervensi yang dapat mengurangi stress yaitu dengan teknik relaksasi. Tehnik relaksasi yang digunakan penelitian ini adalah relaksasi dzikir. Tujuan penelitian ini adalah menyusun resume asuhan keperawatan meliputi (pengkajian, diagnosis, perencanaan keperawatan, implementasi dan evaluasi) dalam pemberian terapi relaksasi dzikir terhadap stress pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dengan jumlah sampel adalah 2 responden. Penelitian ini mengukur skore stress dengan menggunakan instrument lembar observasi DASS 42 aspek penilaian dengan 14 pertanyaan tingkat stress. Pengukuran tingkat stress pada pasien 1 sebelum dilakukan relaksasi dzikir adalah 23 setelah dilakukan relaksasi dzikir adalah 15 sedangkan pada pasien 2 sebelum dilakukan relaksasi dzikir adalah 25 setelah dilakukan relaksasi dzikir adalah 17. Terdapat pengaruh pemberian relaksasi dzikir terhadap stress pada kedua responden yang awalnya mengalami stres sedang menjadi stres ringan. Relaksasi dzikir berdampak positif dalam menurunkan tingkat stress pada asiengagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Pengaruh terapi tersebut dapat mempengaruhi penurunan tingkat stress pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa.
THE EFFECT OF NATURE SOUNDS MUSIC THERAPY ON THE GLASGOW COMA SCALE ON STROKE PATIENTS Niken Setyaningrum; Nila Titis Asrining Tyas; Agnes Destika Swacahaya Wati
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v3i2.67

Abstract

Latar Belakang: Definisi stroke adalah disfungsi neurologis akut yang disebabkan oleh gangguan aliran darah yang timbul secara tiba-tiba, sehingga suplai darah ke otak terganggu. Di Indonesia 1 dari 7 orang meninggal karena stroke. Insiden stroke adalah 12,1 per 1.000 orang Indonesia. Terapi musik alami adalah salah satu jenis terapi non-farmakologis yang dapat meningkatkan nilai GCS. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa efek terapi musik suara alam pada skala koma glascow pada pasien stroke. Metode: Sebuah studi pre eksperimen kuantitatif tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian adalah 35 pasien stroke non hemoragik. Sampel akan mendapatkan terapi musik suara alam selama 3 hari dengan durasi 20 menit dengan volume 50% atau 60dB. Data akan dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Hasil tes wilcoxon adalah p = 0,000. Artinya, terapi musik suara alam memberi efek pada glascow coma scale pasien stroke. Kesimpulan: Terapi musik suara alam dapat meningkatkan GCS pada pasien stroke.
TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM UNTUK MENURUNKAN SKALA NYERI PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA Astuti Marsela Tri; Sukesi Niken
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v3i2.70

Abstract

Post sectio caesarea memberikan komplikasi seperti nyeri. Untuk penanganan nyeri dapat dilakukan berupa teknik relaksasi nafas dalam yang merupakan penatalaksanaan secara non farmakologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post operasi section caesarea. Desain dalam penelitian ini adalah studi kasus. Subjek penelitian ini dilakukan pada pasien yang mengalami nyeri post operasi section caesarea yang berada di ruang Bougenville di RSUD Tugurejo Semarang. Teknik sampling penelitian adalah mengunakan non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling yaitu sebanyak 5 responden. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui dari 5 responden sesudah dilakukan teknik relaksasi nafas dalam yang mengalami nyeri ringan sebanyak 4 dan responden yang mengalami nyeri sedang sebanyak 1. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa teknik relaksasi nafas dalam mampu menurunkan intensitas nyeri pada pasien post operasi section caesarea di RSUD Tugurejo Semarang.
PENERAPAN RELAKSASI AUTOGENIK UNTUK MENGURANGI KECEMASAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS Yulia Nur Hayati; Emilia Puspitasari Sugiyanto
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v3i2.71

Abstract

Diabetes melitus merupakan kondisi gula darah dalam tubuh tidak terkontrol akibat gangguan sensitivitas sel pankreas untuk menghasilkan hormon insulin. Tujuan studi kasus ini untuk mengetahui penerapan relaksasi autogenik untuk mengurangi kecemasan pada pasien diabetes melitus. Subyek dari penelitian ini adalah dua pasien dengan kriteria inklusi dalam studi kasus ini adalah pasien dengan diabetes melitus dan yang berusia 30-60 tahun, pasien dengan jenis kelamin laki-laki atau perempuan dan pasien diabetes melitus yang mengalami kecemasan. Hasil studi menunjukkan bahwa kedua responden didapatkan hasil pasien 1 dan 2 yang telah dilakukan relaksasi autogenik mengalami penurunan terhadap tingkat kecemasan, pada pasien 1 ada penurunan dari tanda dan gejala sebanyak 4 masalah teratasi dengan persentase 82% dan kemampuan pada pasien 2 ada penurunan tanda dan gejala sebanyak 4 masalah teratasi dengan persentase 99%. Disimpulkan bahwa relaksasi autogenik dapat mengatasi masalah kecemasan pada pasien diabetes melitus.
PERGERAKAN SENDI EKSTREMITAS BAWAH UNTUK MENINGKATKAN PERFUSI JARINGAN PERIFER PASIEN DM TIPE 2 Nurul Azizah; Endang Supriyanti
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v3i2.72

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit dengan tingginya kadar glukosa didalam darah, dimana terjadi gangguan pada pembuluh arteri perifer yang disebabkan oleh peningkatan aliran shunting darah, yang berdampak terhadap peningkatan tekanan vena pada kaki dan membentuk edema yang mempengaruhi difusi oksigen dan nutrisi. sehingga, diperlukan pergerakan sendi ekstemitas bawah untuk meningkatkan pompa otot betis dan memfasilitasi difusi oksigen dan nutrisi pada jaringan perifer. Tujuan studi kasus ini menyusun resume asuhan keperawatan (pengkajian, diagnosa keperawatan hiperglikemia, perencanaan, implementasi, evaluasi) penerapan pergerakan sendi ekstremitas bawah terhadap peningkatan perfusi jaringan perifer pada pasien DM tipe 2. Subjek penelitian sebanyak 2 responden dengan memenuhi kriteria inklusi yaitu : menderita penyakit DM lebih dari 3 tahun, nilai ABI dibawah 0,9, tidak pernah mendapatkan intervensi yang sama dari peneliti lain, Kooperatif. Implementasi yang diberikan pasien I dan II yaitu pergerakan sendi ekstremitas bawah dengan frekuensi 2 kali sehari masing-masing gerakan dilakukan 10 kali. Hasil studi kasus menunjukkan peningkatan nilai ABI pada pasien I dari 0,84 mmHg menjadi 0,9 mmHg, pada pasien 2 dari 0,83 mmHg menjadi 1,1 mmHg. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa penerapan pergerkan sendi ekstremitas bawah dapat meningkatkan perfusi jaringan perifer pada pasien DM. Sehingga pasien dianjurkan untuk melakukan gerakan sendi untuk melancarkan sirkulasi darah perifer.