cover
Contact Name
Chandra Hadi Prasetiya
Contact Email
jurnal@akper-whs.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal@akper-whs.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
ISSN : 23563079     EISSN : 26851946     DOI : -
Core Subject : Health,
JMAK : Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan adalah jurnal terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) dibidang Manajemen Asuhan Keperawatan. JMAK diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovas ilmiah dibidang Manajemen Asuhan Keperawatan kepada para praktisi dan akademisi khususnya di bidang Manajemen Asuhan Keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 81 Documents
GAMBARAN TINGKAT STRES PADA LANSIA DI PANTI WREDA OMEGA SEMARANG Habibie Habibie; Emilia Puspitasari
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.215 KB) | DOI: 10.33655/mak.v1i2.15

Abstract

ABSTRAK Stres adalah kejadian eksternal serta situasi lingkungan yang membebani kemampuan adaptasi individu, terutama berupa beban emosional dan kejiwaan. Proses menua dapat menimbulkan berbagai masalah baik secara fisik, biologis, sosial ekonomi maupun mental, Masalah mental dan emosional sama halnya dengan masalah fisik yang dapat mengubah perilaku lansia. Masalah mental yang sering dijumpai pada lansia adalah stres, depresi, dan kecemasan. Lansia yang mengalami masalah mental mulai mengalami perasaan tidak berharga, kesepian, dan kehilangan.Stres dapat di klasifikasikan dalam beberapa jenis stress,Dalam penelitian ini peneliti menggunakan 4 kategori stress untuk mengetahui gambaran tingkat stress yang di alami lansia, Metode pada penelitian ini menggunakan jenis studi kasus dengan metode pendekatan deskriptif dengan metode pendekatan studi kasus, Sampel penelitian ini sebanyak 5 orang, Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat stres pada lansia yang tinggal dip panti wreda omega semarang rata – rata pada skor 46,6 atau termasuk dalam kategori stres berat. sehingga dengan adanya hasil penelitian ini diharapkan keluarga dan orang sekitar mampu mengetahui dan mengklasifikasikan tanda dan gejala stress pada lansia,supaya dapat membantu lansia untuk menjalani masa tua dengan terjamin dan sesuai yang di harapkan oleh lansia.
KEMANDIRIAN TOILET TRAINING DENGAN PEMAKAIAN DIAPERS ANAK USIA TOODLER DI PAUD KARTINI SUKSES NGALIYAN SEMARANG Nikmatus Sa`adah; Wahyuningsih Wahyuningsih
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.053 KB) | DOI: 10.33655/mak.v1i2.16

Abstract

ABSTRAK Usiatoodler adalah usia 1-3 tahun atau batita, yang merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan anak yang sangat cepat sehingga apabila mengalami hambatan maka akan menimbulkan pengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya. Pelatihan toilet training merupakan tugas anak toodler.Toilet training adalah usaha melatih anak agar mampu mengontrol buang air kecil maupun besar yang berlangsung pada anak usia 18-24 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemandirian toilet training dengan pemakaian diapers anak usiatoodler di PAUD Kartini Sukses Ngaliyan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode studi kasus atau peneliti lapangan (field study) sampel penelitian adalah anak yang berusia 2-3 tahun di PAUD Kartini Sukses Ngaliyan Semarang yakni sebanyak 10 responden dengan tehnik Consecutive Sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner. Hasil analisa tingkat kemandirian toilet training dengan penggunaan diapers usia toodler di PAUD Kartini Sukses Ngaliyan adalah adanya tingkat kemandirian toilet training anak usia toodler di PAUD Kartini Sukses Ngaliyan sebanyak 8 anak dan yang tidak mandiri sebanyak 2 anak. Artinya terdapat hubungan penggunaan diapers dengan kemandirian toilet training pada anak usia 2-3 tahun. Melihat hasil penelitian ini maka perlu pendidikan kesehatan pada orang tua maupun guru playgroup tentang teknik toilet training yang baik dan benar pada anak usia 2-3 tahun.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN DIABETES MELITUS TENTANG PENYAKIT DIABETES MELITUS DI RSUD dr H SOEWONDO KENDAL Noor Fitriardi Ishab; Prasetiya Hadi Chandra
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.974 KB) | DOI: 10.33655/mak.v1i2.17

Abstract

ABSTRAK Salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami oleh masyarakat di Indonesia adalah penyakit Diabetes Melitus. Diabetes melitus merupakan sekumpulan gangguan metabolik yang di tandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) akibat kerusakan pada sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Untuk mengatasi masalah Diabetes Melitus sangatlah sulit salah satunnya karena faktor pengetahuan masyarakat yang masih rendah. Pengetahuan mempunyai peran besar dalam perilaku kesehatan di masyarakat. Penelitian atau mini riset analitik kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan diabetes mellitus tentang diabetes mellitus pada pasien di RSUD dr Soewondo Kendal. Pengambilan sampel menggunakan desain cross sectional dan teknik random di RSUD dr Soewondo Kendal. Hasil yang didapat menunjukkan sebagian besar pasien di RSUD dr Soewondo Kendal. memiliki tingkat pengetahuan kurang baik atau rendah tentang diabetes mellitus. Fasilitas kesehatan adalah tempat yang paling banyak untuk mendapatkan informasi kesehatan, itu disebabkan karena oleh beberapa faktor seperti usia, pendidikan, dan pekerjaan.peneliti menyarankan kepada RSUD dr Soewondo Kendal agar bekerjasama dengan dinas kesehatan dan puskesmas di kabupaten kendal untuk meningkatkan promosi kesehatan di plosok desa khususnya tentang diabetes mellitus.
UPAYA PENURUNAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA 1 FASE AKTIF DENGAN MUROTTAL AL-QUR’AN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SEMARANG Suprapti Suprapti; Maulidta Karunianingtyas Wirawati
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.944 KB) | DOI: 10.33655/mak.v1i2.18

Abstract

ABSTRAK Proses persalinan merupakan proses alamiah yang akan dialami wanita hamil yang dapat menimbulkan rasa ssakit, dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Nyeri persalinan kala 1 dapat diurangi dengan menggunakan metode farmakologi dan non farmakalogi. Murottal al-qur’an merupakan metode non farmakologi dengan distraksi audio menggunakan surat-surat dari al-qur’an yaitu surah Al-fatihah, Al-ikhlas, Al-falaq dan Annas. Mengetahui pengaruh terapi murottal terhadap penurunan intensitas nyeri persalinan kala 1 fase aktif di RSUD Kota Semarang. Desain dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu persalinan kala 1 fase aktif, ibu beragama islam, ibu mempunyai fungsi pendengaran yang baik, ibu kooperatif di RSUD Kota Semarang. Teknik pengambilan sampling menggunakan teknik non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling yaitu sebanyak 5 responden. Hasil penelitian yang dilakukan pada bulan Desember 2016 sampai Januari 2016 diperoleh hasil rata – rata sebelum diberikan terapi murottal al-qur’an adalah (8.6). Rata - rata setelah pemberian terapi murottal al-qur’an adalah (5.2). Dari hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan rerata penurunan intensitas nyeri persalinan kala 1 fase aktif sebelum dan sesudah pemberian terapi murottal al-qur’an adalah (3.4). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh murottal al-qur’an terhadap penurunan intensitas nyeri persalinan kala 1 fase aktif sebagian besar ibu bersalin mengalami nyeri sedang (60%).
EFEKTIFITAS TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM UNTUK MENURUNKAN SKALA NYERI PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA Marsela Tri Astuti; Niken Sukesi
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.826 KB) | DOI: 10.33655/mak.v1i2.19

Abstract

ABSTRAK Post section caesarea memberikan komplikasi seperti nyeri. Untuk penanganan nyeri dapat dilakukan berupa teknik relaksasi nafas dalam yang merupakan penatalaksanaan secara non farmakologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post operasi section caesarea. Desain dalam penelitian ini adalah studi kasus. Subjek penelitian ini dilakukan pada pasien yang mengalami nyeri post operasi section caesarea yang berada di ruang Bougenville di RSUD Tugurejo Semarang. Teknik sampling penelitian adalah mengunakan non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling yaitu sebanyak 5 responden. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui dari 5 responden sesudah dilakukan teknik relaksasi nafas dalam yang mengalami nyeri ringan sebanyak 4 dan responden yang mengalami nyeri sedang sebanyak 1. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa teknik relaksasi nafas dalam mampu menurunkan intensitas nyeri pada pasien post operasi section caesarea.
PENGARUH BRISK WALKING TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA HIPERTENSI KATEGORI I DI PUSKESMAS NGESREP Ayu Diana; Dyah Restuning
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.845 KB) | DOI: 10.33655/mak.v1i2.20

Abstract

ABSTRAK Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah di pembuluh darah meningkat secara kronis. Pengobatan hipertensi bisa dilakukan secara farmakologi atau dengan menggunakan obat-obatan dan pengobatan nonfarmakologi atau tanpa obat-obatan. Salah satu pengobatan nonfarmakologi untuk menurunkan tekanan darah adalah dengan brisk walking exercise. Brisk walking merupakan salah satu bentuk latihan aerobik, latihan ini merupakan bentuk latihan aktivitas sedang pada pasien hipertensi dengan menggunakan teknik jalan cepat selama 20-30 menit dengan rerata kecepatan 4-6 km/jam. Kelebihan dari latihan ini cukup efektif untuk meningkatkan kapasitas maksimal denyut jantung, membuat peredaran darah menjadi lancar, merangsang kontraksi otot, pemecahan glikogen dan peningkatan oksigen jaringan, latihan ini juga dapat mengurangi pembentukan plak melalui peningkatan penggunaan lemak dan peningkatan penggunaan glukosa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh brisk walking exercise terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi kategori I di wilayah Puskesmas Ngesrep Semarang. Desain dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan sampel menggunakan teknik Nonprobability Sampling dengan pendekatan Purpose Sampling, dengan jumlah sampel 4 orang yang ditunjuk langsung sesuai dengan tujuan dan kriteria inklusi yang sudah ditentukan. Sampel diberikan intervensi brisk walking exercise satu kali setiap hari selama 6 hari. Pengumpulan data menggunakan tensimeter sygnomanometer, stetoskop, lembar observasi kemudian diobservasi dan dianalisa dengan metode deskriptif. Hasil penelitian sebelum dan sesudah diberikan intervensi brisk walking exercise menunjukkan tekanan darah mengalami penurunan. Brisk walking exercise menurunkan reratatekanan darah sistolik sebesar 3.73 mmHg dan menurunkan rerata tekanan darah diastolik sebesar 2.86 mmHg. Kesimpulan dari penelitian ini, ada pengaruh brisk walking exercise terhadap tekanan darah dibuktikan dengan adanya penurunan nilai tekanan darah dari responden.
PENGARUH JUS MENGKUDU TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI KAMPUNG GOTONG ROYONG SEMARANG Erlin Kartikasari; Wijanarko Heru
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.992 KB) | DOI: 10.33655/mak.v1i2.21

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan darah pada tubuh manusia meningkat, dan merupakan suatu kelainan yang sulit diketahui oleh tubuh. Satu-satunya cara untuk mengetahui hipertensi adalah dengan mengukur tekanan darah. Peningkatan tekanan darah yang tidak ditangani akan menyebabkan komplikasi seperti stroke, gagal jantung, gagal ginjal, diabetes. Mengkudu merupakan terapi herbal yang mempunyai banyak kandungan salah satunya yaitu scopoletin yang berfungsi untuk memperlebar pembuluh darah dan melancarkan peredaran darah. Dalam penelitian ini mengkudu akan diolah menjadi bentuk jus mengkudu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh jus mengkudu terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain studi kasus, dengan menggunakan pendekatan one group pretest-postest. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang memiliki hipertensi grade 1 dengan usia 40 sampai dengan 50 tahun di kampung gotong royong semarang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Teknik pengambilan data dengan cara observasi menggunakan sphygmomanometer. Analisa data yang digunakan yaitu analisa data deskriptif.Hasil pengkajian sebelum dilakukan terapi, sebagian pasien mengalami hipertensi grade 1. Hasil yang didapatkan setelah pasien meminum jus mengkudu selama 3 hari yaitu terjadi penurunan tekanan darah sebanyak 10 sampai 20 mmHg pada tekanan darah sistoliknya, sedangkan pada tekanan darah diastolik seluruh pasien tidak mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena berat badan, tinggi badan, usia, jenis kelamin, yang mana karakteristik tersebut dapat mempengaruhi pendistribusian dan daya serap obat dalam tubuh. Ada pengaruh jus mengkudu terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di kampung gotong royong semarang. Pasien hipertensi dapat menggunakan jus mengkudu dalam mengatasi hipertensi yang dialami, sebagai bentuk terapi komplementer yang murah, mudah, dan dapat dilakukan secara mandiri.
PEMBERIAN AKTIVITAS BERTAHAP UNTUK MENGATASI MASALAH INTOLERANSI AKTIVITAS PADA PASIEN CHF Nadiah Nur Isnaeni; Emilia Puspitasari
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.355 KB) | DOI: 10.33655/mak.v2i1.28

Abstract

Intoleransi aktivitas merupakan ketidakcukupan energi psikologis untuk menyesaikan aktivitas kehidupan sehari-hari atau yang ingin dilakukan. Intoleransi Aktivitas ditandai dengan Sesak dalam beraktivitas berat, gangguan frekuensi dan irama jantung: aritmia (takikardia, bradiakardia), perubahan pola EKG, palpitasi. Dengan gangguan preload: edema, keletihan, peningkatan atau penurunan tekanan vena sentrat, distensi vena jugularis, murmur, kenaikan BB. Pasien dengan intoleransi aktivitas perlu dilatih aktivitas, salah satunya dengan melatih aktivitas secara bertahap dapat meningkatkan kemampuan aktivitas pasien. Tujuan studi kasus ini untuk memperoleh pembelajaran dalam mengimplementasikan prosedur pemberian aktivitas bertahap untuk mengatasi masalah intoleransi aktivitas. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Subyek penelitian ini 2 orang pasien dengan kriteria inklusi adalah Pasien CHF dengan Intoleransi Aktivitas, laki-laki dan perempuan yang mengalami CHF dengan Intoleransi Aktivitas, kesadaran komposmentis, pasien yang menjalani rawat inap, dan bersedia menjadi responden penelitian. Hasil penelitian pada pasien 1 setelah dilatih aktivitas pasien mampu berjalan dengan jarak 20 meter, pasien ke 2 mampu berjalan dengan jarak 30 meter. Ada pengaruh latihan aktivitas secara bertahap untuk mengatasi masalah intoleransi aktivitas pada pasien CHF, sehingga dengan adanya hasil penelitian ini diharapkan tenaga kesehatan khususnya perawat dapat mengaplikasikan latihan aktivitas secara bertahap untuk meningkatkan toleransi pasien CHF.
EXERCISE INTRADIALYSIS TERHADAP PENURUNAN TINGKAT FATIGUE PADA PASIEN HEMODIALISA Dyah Restuning Prihati; Marisha Dwi Pangesti
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.222 KB) | DOI: 10.33655/mak.v2i1.29

Abstract

Chronic kidney failure is that the kidneys are not functioning properly for more than three months. the worst condition of the patient undergoing hemodialysis. Hemodialysis patients experience fatigue conditions namely fatigue, fatigue, lethargy and feelings of energy loss. The purpose of this study was to determine the effect of intradyalysis exercise on fatigue levels in hemodialic patients. Research design with descriptive design and case study method. Sampling uses a nonprobability sampling technique with a purposive sampling approach. The number of 5 respondents who were given intradyalysis exercise. The measuring instrument is the Piper Fatigue Scale (PSF) with 21 items. The results of the study showed that the level of fatigue before physical exercise on average in the category of severe weakness level, with a value of 7.57. While the value of the fatigue level after two physical exercises averaged 3, 87 with a moderate level of weakness. the comparison of fatigue levels before and after the intervention on the first day experienced a decrease in fatigue level of 1.77 while on the second day there was a decrease in fatigue level of 1.71. The conclusion of this study is that intradyalysis exercise can reduce fatigue levels in hemodialysis patients.
RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS MUAL MUNTAH PASIEN KANKER DENGAN KEMOTERAPI Lasih Octaviani; Maulidta Karunianingtyas Wirawati
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.017 KB) | DOI: 10.33655/mak.v2i1.30

Abstract

Kanker adalah penyakit yang menyerang proses dasar kehidupan sel, mengubah genom sel dan menyebabkan penyebaran liar dan pertumbuhan sel-sel. Salah satu penatalaksanaan kanker adalah kemoterapi. Kemoterapi merupakan obat anti kanker yang menyebabkan sejumlah sel-sel normal dapat rusak. Efek kemoterapi ini salah satunya adalah mual dan muntah. Mual, muntah, dan ansietas akibat kemoterapi pada pasien kanker dapat dikurangi dengan efektifitas PMR (Progressive Muscle Relaxation). Relaksasi progresif adalah salah satu cara dari teknik relaksasi yang mengkombinasikan latihan nafas dalam dan serangkaian seri kontraksi dan relaksasi otot tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat relaksasi otot progresif terhadap penurunan intensitas mual muntah pada pasien kanker dengan kemoterapi. Metode pada penelitian ini menggunakan jenis studi kasus dengan metode pendekatan deskriptif dengan bentuk rancangan one group pretes-postest. Adapun jumlah respondennya adalah 2 pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum dilakukan PMR skala mual awal 3 dan 5 dan setelah dilakukan PMR turun menjadi 0 dan 3. Ada pengaruh PMR terhadap penurunan intensitas mual muntah pasien kanker dengan kemoterapi, sehingga dengan adanya hasil penelitian ini diharapkan tenaga kesehatan khususnya perawat dapat mengaplikasikan PMR ini untuk mengurangi intensitas mual muntah pasien kanker dengan kemoterapi