cover
Contact Name
Maksuk
Contact Email
maksuk@poltekkespalembang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
unitlitbang@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
ISSN : 25795325     EISSN : 26543427     DOI : -
Core Subject : Health,
JPP : Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang merupakan jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Poltekkes Kemenkes Palembang sejak tahun 2015, dengan eISSN 2654-3427 dan pISSN 2579-5325. Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (original article) dengan fokus dan scope meliputi Keperawatan, kebidanan, kesehatan gigi, Farmasi, Kesehatan Lingkungan, Gizi, Analis Kesehatan, dan kesehatan masyarakat. Jurnal ini juga telah bekerjasama dengan IAKMI, Persagi, HAKLI, PATELKI, PAFI, PPNI, PAEI dan PAKKI dalam hal membantu kemajuan ilmu kesehatan dan mendiseminasikan hasil penelitian.
Arjuna Subject : -
Articles 517 Documents
ALQAWI ADJI SAPUTRA BAYU MELLANDA AKBAR DAN KARNELI - GAMBARAN JAMUR UDARA PADA LABORATORIUM ANALIS KESEHATAN POLITEKNIK KESEHATAN PALEMBANG TAHUN 2017 ALQAWI AJI SAPUTRA; BAYU MELLANDA AKBAR; KARNELI KARNELI
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 12 No 2 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.828 KB)

Abstract

Jamur udara belum mendapatkan perhatian yang serius oleh masyarakat. Mikotoksin pada jamur dapat menyebabkan penyakit serius pada saat imunitas menurun. Beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan jamur pada Laboratorium adalah suhu dan kelembaban udara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran jamur udara pada laboratorium Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan palembang tahun 2017. Jenis penelitian yang dipakai adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh laboratorium di jurusan Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Palembang yang berjumlah 8 ruangan. Metode pemeriksaan yang digunakan untuk memeriksa jamur udara adalah metode taburan (pour plate). Hasil penelitian menunjukan bahwa 8 sampel (100%)udara laboratorium, memenuhi syarat batasan jamur udara didalam ruangJamur Udaraan berdasarkan indoor air quality: biological contaminants World Health Organization (<150 CFU/m). Hasil dari penelitian ini menunjukan rata-rata jamur udara sebesar 8.03 CFU/m , median sebesar 5.69CFU/m3, standar deviasi sebesar 4.5247 CFU/m3, nilai maksimum sebesar 16.26 CFU/m,dan nilai minimum sebesar 4.07 CFU/m3.Sebagian besar didapatkan koloni jamur yangtumbuh di media adalah Aspergillus sp., Penicillium sp., Fusarium sp., dll. Dengan demikian bagi pengelola laboratorium untuk tetap menjaga dan meningkatkan kebersihanlaboratorium secara berkala baik lingkungan maupun sirkulasi udara yang ada di laboratorium tersebut.
HUBUNGAN ANTARA USIA IBU DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU POSTPARTUM DI BPM TETI HERAWATI PALEMBANG NURUL KOMARIAH
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 12 No 2 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.057 KB)

Abstract

Masa nifas merupakan masa penting untuk diperhatikan guna menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Nifas merupakan periode kritis. Ibu postpartum akan mengalami periode emosional, ibu akan mengalami perubahan mood, cemas, pusing serta perasaan sedih bahkan jika tidak diatasi dapat terjadi depresi. Kecemasan dapat berpengaruh bagi onset laktasi ibu sehingga berkaitan dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi serta akan berpengaruh bagi perkembangan anak. Salah-satu faktor yang berkaitan dengan kecemasan yaitu usia ibu.Tujuan penelitian Untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial dan usia ibu dengan tingkat kecemasan ibu postpartum di BPM Teti Herawati Palembang Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Crossectional, waktu penelitian Oktober- November tahun 2017. Tempat penelitian dilakukan di BPM Teti Herawati Palembang. Responden penelitian yaitu semua ibu postpartum di BPM Teti Herawati yang ada pada saat penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Tehnik pengambilan sampel yaitu menggunakan purposive. Instrumennya yaitu kuesioner biodata, Zeung kuesioner dan Social support Questionnaire. Analisis data dengan distribusi frekuensi dan dengan uji statistik Chi-Square. Hasilnya yaitu tidak terdapat hubungan antara usia ibu dengan tingkat kecemasan ibu postpartum (p=0,638). Kesimpulan: tidak terdapat hubungan antara usia ibu dengan tingkat kecemasan ibu postpartum.
OPTIMALISASI POTENSI LEMAK AYAM HASIL LIMBAH PASAR DAN RUMAH TANGGA UNTUK MENGHASILKAN BAHAN TAMBAHAN SEDIAAN FARMASI GLISEROL PERMATA APRILLINA; ANITA OKTARIANI; TEGUH KURNIANTO; SONLIMAR MANGUNSONG
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 12 No 2 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.382 KB)

Abstract

Lemak ayam belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dan sering dibuang sebagai limbah potongan hewan. Limbah tersebut termasuk ke dalam limbah sampah membusuk yang dapat mencemari lingkungan. Untuk menanggulangi masalah limbah tersebut diperlukan langkah berupa pengolahan limbah lemak ayam. Penelitian ini dilaksanakan untuk pembuatan gliserin dari lemak ayam hasil limbah pasar dan rumah tangga dan selanjunya dapat dibuat sediaan krim dengan menggunakan bahan tambahan gliserin dari lemak ayam yang dihasilkan limbah pasar dan rumah tangga dalam rangka pengolahan limbah lemak ayam menjadi bahan yang lebih bermanfaat dalam kehidupan.Penelitian ini adalah eksperimental dengan metode destilasi 100 mL Limbah Cairlemak ayam dengan katalisator NaOH dalam Metanol dengan beberapa konsentrasi hingga optimum pada pemanasan 70-100C untuk memperoleh gliserol dari limbah lemak ayam.Didapatkan destilat lapisan gliserol dengan cara destilasi berulang –ulang rerata 10-15 mL. Lapisan gliserol kemudian dianalisis dengan cara kualiatif dan pengukuran indeks bias. Proses identifikasi, didapatkan rata-rata pengukuran indeks bias lapisa natas 1,3390 dan lapisan bawah 1,4585 dengan pembanding gliserol sebesar 1,4627.Proses identifikasi kualitatif dengan cara pemanasan lapisan atas dan bawah.Pada lapisan atas ketika dipananaskan berubah menjadi padat sedangkan pada lapisan bawah semula berbentuk cair dengan struktu rsedikit padat ketika dipanaskan berubah menjadi cair.Kesimpulan: Telah diperoleh gliserol dari hasil destilasi limbah lemak ayam yang dicairkan dengan katalisator NaOH dalam methanol dari 100 mL Lemak dperoleh rerata 10-15 mL gliserol dengan teridentifikasi sebagi gliserol.
PENGARUH TERAPI NYERI NON INVASIFPADA IBU POSTPARTUM BERDASARKAN EVIDACE BASED TERHADAP INTENSITAS NYERI DI BPM KOTA PALEMBANG TAHUN 2017 ELITA VASRA; SUPRIDA SUPRIDA; DIAH SUKARNI; HENDAWATI HENDAWATI
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 12 No 2 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.273 KB)

Abstract

Latar Belakang: Nyeri dapat dirasakan pada berbagai macam tingkatan mulai dari nyeri ringan-sedang sampai nyeri berat. Tingkatan nyeri yang dirasakan pasien post partum tergantung dari banyaknya sumber penyebab nyeri, toleransi pasien terhadap nyeri, dan faktor psikologis dan lingkungan Tujuan Penelitian untuk menemukan pengaruh terapi non invasif sesuai evidance based terhadap intensitas nyeri pada ibu postpartum di BPM Kota Palembang tahun 2017. Desain penelitian adalah eksperimen semu (quasi experiment). Jumlah sampel sebanyak 32 orang. Dengan masing-masing kelompok berjumlah 16 orang. Tempat penelitian di BPM Limarini dan Husniyati Palembang. Hasil Penelitian: umur ibu postpartum risiko tinggi 46,9 % (15 orang) dan rendah 53,1 % (17 orang) dan paritas tinggi 59,4 % (19 orang) dan paritas rendah 40,6% (13 orang), hasil uji Chi-square umur mempunyai hubungan terhadap intensitas nyeri (p value 0,016 < á = 0,05) dan paritas tidak mempunyai hubungan terhadap intersintas nyeri (p value 0,095<á=0,05). Intesistas nyeri ibu sebelum intervensi: sedang 71,9% (23 orang) dan berat dapat dikontrol 28,1% (9 orang). Intensitas nyeri ibu postpartum sesudah dilakukan intervensi adalah : tidak nyeri 18,8% (6 orang), ringan 65,6% (21 orang) dan sedang 15,6% (5 orang). Rata-rata intensitas nyeri sesudah intervensi 1,97 dengan SD 0,595 sedangkan sebelum 3,28 dengan SD 0,497. Hasil uji statistik didapatkan p–value 0,000 pada alpha 5% terlihat ada perbedaan yang signifikan rata-rata intensitas nyeri. Kesimpulan: Masase bertujuan untuk menstimulasi produksi endhorpin dan dinorpin yang memblokade transmisi nyeri melalui system control desenden. Sedangkan interaksi bayi merupakan media distraksi untuk mendominasi impuls yang masuk dalam system Manajemen Nyeri Non Invasive pada Ibu PostPartum (Nikmatur Rohmah) control asenden sehingga dapat menutup pintu gerbang penghantar nyeri.
PENGARUH EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum ) SEBAGAI OBAT KUMUR TERHADAP AKUMULASI PLAK MARLINDAYANTI MARLINDAYANTI
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 12 No 2 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.469 KB)

Abstract

Plak menjadi penyebab utama penyakit gigi dan mulut, terdiri dari kumpulan bakteri yang melekat dalam suatu matrik intraceluler, dapat di kurangi dengan obat kumur yang mengandung antibakteri. Anti bakteri pada daun kemangi berupa kandungan senyawa dari minyak atsiri yaitu 1,8- cineole, ß-Bisabolene dan methyl eugenol, ketiga nya memiliki sifat larut terhadap etanol dan dapat menyebabkan kerusakan membran sel bakteri. Apabila membran sel rusak maka protein dan lipid dalam bakteri akan keluar, bahan makanan untuk menghasilkan energy tidak dapat masuk sehingga mengakibatkan kematian bakteri. Penelitian ini menggunakan ekstrak daun kemangi (Ocimum Basilicum) dengan dosis 10%, 15% dan 20% sebagai obat kumur. Rumusan masalahnya Apakah ekstrak daun kemangi sebagai obat kumur dapat menurunkan akumulasi plak? Merupakan penelitian eksperimental terencana, clinical trial, dengan desain parallel the pre-post test control group design. Terdapat 3 kelompok perlakuan, 1 kelompok control positif, dan 1 kelompok control negative. Jumlah sampel 50 orang dengan kriteria inklusi (rumus ferderer).Etical clearance dari Unit Etik Poltekkes Makasar. Menggunakan uji parametric Anova. Hasilnya ada perbedaan yang bermakna PHP (personal Hygiene performed) antara control (+) dengan control (-) ekstrak 10%, dan ekstrak 15% (p<0,05) namun tidak ada perbedaan dengan ekstrak 20% (p>0,05). Ekstrak kemangi 20% paling efektif dalam menurunkan akumulasi plak karena memiliki rata- rata php terendah dan berbeda bermakna dibandingkan control (-), ekstrak 10% dan ekstrak 15% (p<0,05). Ekstrak kemangi 20% sama bagusnya dengan control (+) dalam menurunkan akumulasi plak (p>0,05). Kesimpulan Ekstrak daun kemangi dapat digunakan sebagai obat kumur dalam menurunkan akumulasi plak.
INDEKS KARIES GIGI DITINJAU DARI PENYAKIT UMUM DAN SEKRESI SALIVA PADA ANAK DI SEKOLAH DASAR NEGERI 30 PALEMBANG 2017 LISTRIANAH LISTRIANAH
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 12 No 2 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.67 KB)

Abstract

Karies gigi adalah kerusakan jaringan keras gigi yang disebabkan oleh karbohidrat jenis sukrosa dan glukosa yang dapat diragikan oleh bakteri menjadi asam. Salah satu faktor penyebab karies adalah saliva. Saliva berperan penting dalam menjaga integritas gigi. Berkurangnya aliran saliva hingga mencapai 0,7 ml/menit akan meningkatkan laju pertumbuhan karies. Penurunan aliran saliva dapat disebabkan karena beberapa faktor terutama penyakit dan konsumsi obat-obatan. Penelitian ini berjudul gambaran angka kejadian karies dengan sekresi saliva dan penyakit umum pada anak sekolah dasar negeri 30 Palembang tahun 2017. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran angka kejadian karies dengan sekresi saliva dan penyakit umum. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Metode dengan pendekatan survei. Jumlah sampel sama dengan populasi sebanyak 495 anak. Analisa data yang digunakan adalah univariate. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor DMF-T 0,7 dengan kriteria sangat rendah dan skor def-t3, 4 dengan kriteria sedang sedangkan untuk kriteria sekresi saliva tertinggi dengan kategori normal sebanyak 319 anak dan 11 anak memliki penyakit umum dengan kategori sedang gangguan fungsi fisk dan motorik dan gangguan penglihatan (rabun). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa rata-rata anak sekolah dasar negeri 30 Palembang tahun 2017 mempunyai karies gigi dengan criteria tinggi, sekresi saliva dengan criteria normal dan penyakit umum dengan kriteria sedang. Saran dari hasil penelitian ini adalah perlu dilakukan upaya promotif dan preventif oleh petugas kesehatan melalui UKGS agar siswa dapat memelihara kesehatan gigi dan mulutnya.
IDENTIFIKASI PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL CINA PADA PEMBELI DI TOKO OBAT CINA SEKITAR PASAR 16 ILIR PALEMBANG TEDI TEDI; FADLY FADLY; DAHLIA DAHLIA
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 12 No 2 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.636 KB)

Abstract

Obat Tradisional Cina sudah banyak beredar di masyarakat Indonesia dan dikenal sebagai obat yang mempunyai efek yang cepat serta khasiat yang manjur dalam pengobatan.Fakta yang beredar tentang obat tradisional Cina yang terdaftar dan tidak terdaftar ataupun tentang efek samping penggunaan obat tradisional menurunkan kewaspadaan masyarakat. Oleh sebab itu, penulis melakukan penelitian tentang identifikasi penggunaan obat tradisional cina pada pembeli di toko obat cina sekitar pasar 16 ilir Palembang, dengan tujuan mengetahui penggunaan obat untuk jenis penyakit apa, jenis sediaan yang digunakan, waktu penggunaan obat, karakteristik pembeli, dan alasan penggunaan obat pada pembeli.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan dengan cara menghitung presentase penggunaan obat tradisional cina berdasarkan data-data yang diinginkan. Data diperoleh melalui kuisioner yang telah dibuat oleh peneliti yang akan diberikan dan diisi langsung oleh responden.Berdasarkan hasil identifikasi penggunaan obat tradisional cina penggunaan obat terbanyak pada jenis penyakit kulit dengan persentase 40%, jenis sediaan yang digunakan yaitu serbuk dengan persentase 22%, untuk penggunaan obat terbanyak responden menggunakan hanya pada saat sakit saja dengan persentase 73%, kemudian karakteristik pembeli yaitu pada tingkat pendidikan SMA, berusia rata-rata 17-27 tahun, dan penghasilan dibawah Rp1.000.000,00, dan alasan penggunaan terbanyak yaitu karena obat tradisional cina berkhasiat cepat dan aman. Dapat disimpulkan bahwa obat tradisional Cina sebagian besar digunakan pada jenis penyakit kulit dengan jenis sediaan serbuk yang digunakan hanya pada saat sakit saja dan dapat digunakan oleh semua kalangan dengan alasan penggunaan karena memiliki khasiat yang lebih cepat dibandingkan dengan obat modern.
UJI AKTIVITAS SAMPO HERBAL DAN SAMPO NON HERBAL TERHADAP PERTUMBUHANN JAMUR PENYEBAB KETOMBE (Candida albicans) M NIZAR
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 12 No 2 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rambut merupakan salah satu bagian penting dari kecantikan, bagi penderitanya dapat mengurangi penampilan atau daya tarik dan membuat seseorang tidak percaya diri akibat kotornya rambut sehingga aktivitas sehari-hari dapat terganggu. Untuk mengatasi masalah tersebut, sampo dengan berbagai merk dan zat aktif seudah banyak beredar, begitu juga dengan bahan alami yang memiliki khasiat antifungi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan dengan cara mengukur diameter zona hambat pada aktivitas antijamur sampo herbal dan sampo non herbal terhadap jamur penyebab ketombe Candida albicans. Pengujian aktivitas antijamur dilakukan dengan metode difusi agar yang dibuat dengan berbagai konsentrasi dimulai dari konsentrasi 90%, 80%, 70%, 60%, dan 50%.Berdasarkan hasil pengukuran diameter zona hambat pada sampo herbal dan sampo non herbal berbagai konsentrasi, semua sampel mempunyai diameter zona hambat terhadap jamur Candida albicans. Dengan daya hambat tertinggi sampai yang paling rendah adalah Ketokonazol sebesar 39,8 mm, Zinc Pirythione sebesar 34,3 mm, Tea Tree Oil sebesar 30,1 mm, Merang sebesar 24,0 mm dan Selenium Sulfida sebesar 18,4 mm. disimpulkan bahwa semua sampel memiliki aktivitas antijamur terhadap Candida albicans. Dan zat aktif yang paling besar daya hambatnya adalah Ketokonazol.
EFEKTIFITAS EDUKASI GIZI TERHADAP PERBAIKAN ASUPAN ZAT BESI, PROTEIN, DAN KADAR HEMOGLOBIN PADA SISWAI SMA NEGERI 14 PALEMBANG MANUNTUN ROTUA
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 12 No 2 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.408 KB)

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan utama di negara berkembang termasuk di Indonesia. Anemia ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin yang dapat menimbulkan gejala lesu, lelah, lemah, letih, dan cepat lupa yang akan berakibat menurunkan prestasi belajar, olahraga, dan produktifitas kerja. Selain itu, anemia gizi besi dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga tubuh mudah terserang infeksi (Masrizal, 2007). Realita remaja sekarang kurang begitu suka mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, biasanya suka mengkonsumsi junk food dan fast food sehingga tubuh tidak mendapat asupan gizi yang bervariasi, sehingga dapat terjadinya penurunan produksi sel darah merah, sehingga mudah terjadi anemia (Fitriani, 2015). Faktor Penyebab Masalah Gizi pada Remaja (Moehji, 2003), adalah Kebiasaan makan yang buruk, pemahaman gizi yang keliru, kesukaan yang berlebihan terhadap makanan tertentu, promosi yang berlebihan melalui media massa, masuknya produk-produk makanan baru dari negara lain. Penyuluhan/pendidikan gizi merupakan proses belajar untuk mengembangkan pengertian dan sikap yang positif terhadap gizi agar yang bersangkutan dapat memiliki dan membentuk kebiasaan makan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. (Supariasa, 2012). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifas edukasi gizi terhadap asupan gizi besi, asupanprotein dan kadarhemoglobin siswa/i SMA Negeri 14 Palembang. Penelitian ini bersifat semu (Quasi Experimen) dilakukan dengan cara Pre Test – Post Test Jumlah sampel sebanyak 140 siswa/i terdiri dari kelompok perlakuan 70 siswa, pembanding 70 siswa. Kelompok perlakuan diberi edukasi gizi dan leaflet, sedangkan pembanding hanya diberi leaflet tentang gizi. Penelitian ini dilakukan selama 2 minggu, efektifitas edukasi gizi sebelum dan sesudah intervensi diuji dengan Pairedt-test Perbedaan perlakuan dan kelompok pembanding diuji dengan Independent t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan meningkatkannya zat besi (Fe) sebesar 1.177 mg, asupan protein sebesar 4.2 gram dan kadar hemoglobin 0.32 g/dl. Efektifitas edukasi gizi terhadap perbaikan asupan zat besi, asupan protein, dan kadar hemoglobin memiliki adanya perbedaan yang bermakna secara statistic (p value < 0.005)
PERBEDAAN KADAR KALSIUM, KARBOHIDRAT, PROTEIN, LEMAK, AIR DAN ABU PADA PEMPEK DITAMBAHKAN TEPUNG TULANG IKAN GABUS DAN DAYA TERIMANYA JONT MARSON; RIANI WIJAYANTI
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Sumatera Selatan menduduki peringkat pertama risiko osteoporosis, Pemanfaatan limbah tulang ikan gabus sebagai sumber kalsium pada pembuatan pempek merupakan salah satu alternatif dalam rangkamenyediakan sumber pangan kaya kalsium.Konsumsi zat kalsium masyarakat Indonesia masih sangat minim yakni 240 mg sehari, kadar konsumsi tersebut di bawah batas ideal konsumsi kalsium manusia yang ditetapkan oleh Widyakarya pang an dan Gizi LIP I (1998), yaitu 5 00 - 800 mg untuk orang dewasa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung tulang ikan gabus pada pembuatan pempek terhadap kandungan kalsium, karbohidrat, protein, lemak, kadar abu, dan kadar air, serta daya terimanya pada pemanambahan tepung tulang sebanyak 5 g, 10 g, 15 g dengan bahan baku sagu dan 5 g, 1 Og, 15 g dengan bahan baku tapioka. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan menggunakan 6 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Pengamatan mutu secara organoleptik diperoleh dari uji daya terima yang menggunakan form uji kesukaan ( hedonic scale) yang meliputi, aroma, rasa, warna, dan tekstur dan hasil analisa laboratorium.Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh penambahan tepung tulang ikan gabus terhadap kadar kalsium, karbohidrat, serta kadar abu dan penilaian organoleptik ( rasa, tekstur, aroma, dan warna) pempek tepung tulang ikan gabus.Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah dengan mengkonsumsi 10 buah pempek ukuran pempek adaan ( 20 g/bh) dari bahan baku tapioka yang ditambahkan 15 g tepung tulang ikan dapat mencukupi kebutuhan kalsium per hari untuk orang dewasa dan bahan baku saguyang ditambahkan 15 g tepung tulang ikan gabus telah disukai oleh pane/is dari aspek rasa, warna, aroma, dan tekstur. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi peluang bisnis dalam pembuatan tepung tulang ikan gabus secara komersil serta pengembangan pempek tepung tulang ikan gabus dalam jumlah besar. Untuk mendukung penelitian ini perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang uji kimia secara lengkap dan nilai gizi dari produk tersebut.

Page 2 of 52 | Total Record : 517


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20 No 1 (2025): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 19 No 2 (2024): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 19 No 1 (2024): (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 18 No 2 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 18 No 1 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 17 No 1 Juni (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 16 No 2 Desember (2021): JPP (JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG) Vol 16 No 1 (2021): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 15 No 2 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 15 No 1 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 14 No 2 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 14 No 1 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 13 No 2 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 13 No 1 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 12 No 2 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 12 No 1 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 11 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 11 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 14 (2014): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 13 (2014): Jurnal Kesehatan Vol 2 No 12 (2013): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 1 No 12 (2013): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 11 (2012): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 10 (2012): Jurnal Kesehatan More Issue