cover
Contact Name
Maksuk
Contact Email
maksuk@poltekkespalembang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
unitlitbang@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
ISSN : 25795325     EISSN : 26543427     DOI : -
Core Subject : Health,
JPP : Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang merupakan jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Poltekkes Kemenkes Palembang sejak tahun 2015, dengan eISSN 2654-3427 dan pISSN 2579-5325. Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (original article) dengan fokus dan scope meliputi Keperawatan, kebidanan, kesehatan gigi, Farmasi, Kesehatan Lingkungan, Gizi, Analis Kesehatan, dan kesehatan masyarakat. Jurnal ini juga telah bekerjasama dengan IAKMI, Persagi, HAKLI, PATELKI, PAFI, PPNI, PAEI dan PAKKI dalam hal membantu kemajuan ilmu kesehatan dan mendiseminasikan hasil penelitian.
Arjuna Subject : -
Articles 539 Documents
HUBUNGAN PNEUMONIA DENGAN TERJADINYA PENYAKIT PERIODONTAL PADA PASIEN RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT MOEHAMAD HOESIN DAN RUMAH SAKIT AK GANI PALEMBANG SUKARMAN SUKARMAN; HELIOS ADRIYOSO; ANGGI ANGGI
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi rongga mulut, terutama periodontitis dalam beberapa dekade terakhir telah menjadi bukti sebagai faktor resiko untuk pneumonia. Bakteri patogen periodontal dapat berasosiasi dengan bakteri patogen pernafasan memanfaatkan cairan creviculargingiva sebagai sumber nutrisisehingga dapat berkembang biak dan berkomunikasi dengan menggunakan sinyal biokimiawi satu dengan yang lainnya.Bakteri ini menginduksi pelepasan sitokin proinflamasi dari sel epthelial mulut dan pernapasan. Pelepasan sitokindapat memberikan adhesi mikroba baik dalam rongga mulut maupun sel epitel pernapasan, sehingga memfasilitasi terjadinya perkembangan penyakit pernapasan pada individu yang rentan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pneumonia dengan terjadinya penyakit periodontal pada pasien rawat inap dan rawat jalan di RS. Moehammad Hoesin dan RS Dr. A.K Gani Palembang. Metode yang digunakan adalah survei-analitik dengan pendekatan cross sectional.Sampel berjumlah 60 orang dengan 30 individu yang mengalami pneumonia dan 30individu yang tidak mengalami pneumonia.Data diperoleh dengan penilaian indeks perdarahan apapilla dan indeks periodontal Ramjjord kemudian dianalisis menggunakan uji statistik, yaitu Uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari uji statistik Chi-Square didapat X\itun/38.571) > XabeI (3.841) dengan P-value 0,000 maka berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pneumonia dengan terjadinya penyakit periodontal.Kesimpulan dari penelitian ini adalah individu 1 yang mengalami pneumonia memiliki faktor resiko yang lebih besar untuk penyakit periodontal daripada individu yang tidak mengalami pneumonia. Penyuluhan dibutuhkan untuk memberikan pengetahuan kepada pasien pneumonia untuk mencegah terjadinya penyakit periodontal dengan oralhygiene yang baik.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN SUKU,DAUN NANGKA,DAN DAUN CEMPEDAK DENGAN METODE DPPH SUBIYANDONO SUBIYANDONO; AAN NURHASANAH
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa pemberi elektron a tau reduktan, senyawa ini memiliki berat molekul kecil, tetapi mampu menginaktivasi berkembangnya reaksi oksidasi dengan cara mencegah terbentuknya radikal bebas. Beberapa tanaman yang memiliki potensi sebgai antioksidan alami adalah Daun sukun (Artocarpus altillis), Daun nangka (Artocarpus heterophyllus), daun cempedak (Artocarpus champeden). maka tel ah dilakukan penelitian yang bertujuan unutk mengetahui aktivitas antioksidan yang terdapat pada ekstrak daunsukun, daun nangka, dan daun cempedak dengan DP PH (2, 2-diphenyl-1-picrylhidrazyl). Penelitian dilakukan di laboratorium dengan mengujiaktivitas antioksidan yang terdapat dalam ekstrak Artocarpus Altilis.Artocarpus eterophyllus,danArtocarpus champeden. DenganmenggunakanDP PH di tinjau dari segi peredaman radikal bebas secara spektrofotometri UV-vis, di lanjutkan dengan penentuan C50.Ekstrak tanaman kemudian dibagi menjadi berbagai konsentrasiyaitu 0.125%, 0.5%.2% dan 5%. Pengukuran absorbans dilakukan pada panjang gelombang 497 nm,517 nm dan 537 nm, diukur pada setiap menit ke-5 dan menitke-60, selanjutnya di hitung %peredamannya, dilanjutkan dengan menghitungnilai IC50, yang di dapat dengan memplot konsentrasi larutan uji dengan %peredaman radikal bebas. Hasil penelitian diketahui nilai JC50 ekstrak methanol Artocarpus alltilispada menit ke-5 dan menit ke-60 yaitu 0.027087 dan 0.028624. Nilai JC50 ekstrakmethanol Artocarpus heterophyllus pada men it ke-5 dan menit ke-60 yaitu 0. 0054dan 0. 02 5171. Nilai JCS O ekstrak methanol Artocarpus champeden pada menit ke-5 dan menit ke-60 yaitu 0.258835 dan 0.016151. sedangkan eksktrak airArtocarpus alltilis pada menit ke-5 dan menit ke-60 yaitu 0. 02215 dan 0. 03 6202.Nilai JCS O ekstrak methanol Artocarpus heterophyllus pada men it ke-5 dan menitke-60 yaitu 0.044453 dan 0.041276. Artocarpus champeden pada menit ke-5 dan menit ke-60 yaitu 0.105533 dan 0.18491.
POTENSI MEDICATION ERROR AKIBAT KETIDAK-LENGKAPAN ADMINISTRATIF DAN POLIFARMASI RESEP PADA PENGOBATAN GASTRITIS PESERTA MANDIRI IN HEALTH DI APOTEK SEHAT BERSAMA SAMARLINA SIMAMORA; ARIEF WIBISANA
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6945.129 KB)

Abstract

Kejadian medication error dapat terjadi dalam penggunaan obat, mulai dari fase prescribing, fase transcribing, fase dispensing, dan fase administrasion oleh pasien .Kesalahan yang terj adi pada fase prescribing dan transcribing dapat berpotensi menjadi penyebab kesalahan pada fase dispensing. Salah satunya adalah akibat ketidak-lengkapan administrasi resep dan adanya interaksi obat akibat poli farmasi.
HUBUNGAN BERAT BADAN DENGAN ERUPSI GIGI MOLAR PERTAMA PERMANEN RAHANG BAWAH ANAK USIA 5-8 TAHUN DI KELURAHAN BUKIT LAMA PALEMBANG MUJIYATI MUJIYATI; RA ZAINUR
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas gigi anak ditentukan oleh banyak faktor terutama asupan gizi. Pertumbuhan gigi anak di mulai sejak anak dalam kandungan yang dipengaruhi oleh asupan gizi ibu yang sedang mengandung. Setelah anak lahir asupan gizi yang cukup tetap diperlukan untuk pertumbuhan gigi anak tersebut, karena pada saat itu masih berlangsung pembentukan gigi tetap yang akan muncul setelah gigi susu tanggal. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan berat badan dengan erupsi gigi molar pertama permanen rahang bawah anak usia 5 - 8 tahun di Kelurahan Bukit Lama Palembang tahun 2014. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif bersifat analitik. Waktu penelitian dilaksanakan bulan September - Desember 2014, dengan sampel penelitian berjumlah 226 orang anak usia 5-8 tahun di Kelurahan Bukit Lama Palembang. Data di ambil dengan menggunakan cara Observasi, kemudian data dianalisa dengan anilsa univariate dan bivariate menggunakan rumus Chi-Square (X2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia erupsi gigi molar pertama permanenrahang bawah pada anak adalah usia 6,4 tahun dan rata-rata berat badan anak pada saat erupsi gigi adalah 21, 16 kg. Secara statisitk membuktikan bahwa ada hubungan antara berat badan dengan erupsi gigi molar pertama permanen rahang bawah pada anak usia 5-8 tahun di Kelurahan Bukit Lama Palembang tahun 2014 (hasil uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%, diperoleh X2-hitung 12,244 > X2 tabel 1,699 (df:4) sertaP-value 0,016 <? 0,05).
STUDI KOMPARATIF FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEIKUTSERTAAN BIDAN PRAKTIK MANDIRI DALAM PROGRAM JAMINAN PERSALINAN DI KOTA PRABUMULIH DAN KABUPATEN MAURA ENIM YUNETRA FRANCISKA
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program jaminan persalinan adalah salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak. Bidan seharusnya dapat ikut berperan serta dalam program tersebut. Keikutsertaan bidan praktik mandiri dalam program jampersal dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap dan sosialisasi program. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pengetahuan, sikap, dan sosialisasi program terhadap keikutsertaan bidan praktik mandiri dalamprogram jampersal di Kota Prabumulih dan Kabupaten Muara Enim. Metode penelitian yang digunakan adalah mix method dengan pendekatan sequential explanatory. Subjek penelitian adalah bidan yang menyelenggarakan praktik mandiri di Kota Prabumulih dan Kabupaten Muara Enim. Sampel kuantitatif berjumlah 50 orang bidan, pengambilan sampel dengan menggunakan teknik samplingjenuh. Sampel kualitatifberjumlah 13 orang. Analisis data kuantitatif menggunakan uji chi square, Kruskal Wallis dan Mann whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan yang baik tidak berpengaruh positif terhadap keikutsertaan bidan praktik mandiri dalam program jam persal (p>0,05), Sikap bidan yang mendukung berpengaruh positif terhadap keikutsertaan bidan dalam program jampersal (p<0,05), sosialisasi program yang baik berpengaruh positif terhadap keikutsertaan bidan dalam program jampersal (p<0,05). Hasil analisis kualitatif didapatkan bahwa sikap bidan praktik mandiri dipengaruhi oleh faktor individu bidan, orang lain, dan objek sikap. Sosialisasi program jampersal dipengaruhi oleh agen sosialisasi, materi, sasaran, dan waktu. Simpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan tidak berpengaruh terhadap keikutsertaan bidan praktik mandiri dalam program jampersal, sikap dan sosialisasi program berpengaruh terhadap keikutsertaan bidan praktik mandiri dalam programjampersal. Sikap bidan praktik mandiri terhadap progam jampersal dipengaruhi oleh individu bidan, orang lain, dan objek sikap. Sosialisasi program jampersal dipengaruhi oleh agen sosialisasi, materi, sasaran dan waktu.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KASUS PREEKLAMPSIA PADA IBU BERSALIN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA PRABUMULIH PUJIATI PUJIATI; BILLY SETIANEGARA; IMELDA GP
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeklampsia adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, oedema, dan proteinuria yang timbul karena kehamilan. Menurut data Dinas Kesehatan Kata Prabumulih tahun 2011 terdapat 54/100. 000 kelahiran hidup atau 15 kematian ibu dari 29.486 kelahiran hidup. Dari 15 kematian ibu, terdapat 3 orang yang mengalami preeklampsia. Di Rumah Sakit Umum Daerah Kata Prabumulih 2013, sebanyak 455 kasus dari 1079 persalinan yaitu sekitar (42,47%). Mengingat masin tingginya angka kematian bayi dan ibu maternal di Indonesia maka diperlukan kajian dan evaluasi bagaimana dan kenapa ini terjadi di berbagai Rumah Sakit Daerah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kasus preeklampsia pada ibu bersalin di Rumah Sakit Umum Daerah Kata Prabumulih tahun 2014 serta berapa resiko terjadinya preeklampsia berdasarkan umur, pendidikan, paritas, status gizi dan usia kehamilan. Penelitian ini merupakan survey analitik dengan pendekatanCross Sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu bersalin dengan preeklampsia di Rumah Sakit Umum Daerah Kata Prabumulih Tahun 2014 sedangkan sampel berjumlah 94 orangberdasarkan rumus proporsi 1 sampel dansampel diambil secara insidental. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistic chi-square, dengan a 0, 05. Hasil penelitian menunjukkan adanya kecenderungan terjadinya kasus preeclampsia berat (Pvalue =0.001) dan terdapat hubunganyang signifikan antara umur (P value= 0.037; OR=2.812),pendidikan (Pvalue= 0.021; OR=3. 781), paritas (Pvalue= 0.026; OR=3.167), status gizi (Pvalue = 0.030; OR=3.000) dan usia kehamilan (P value= 0.010) dengan kasus preeklampsia di kalangan ibu yang bersalin di RSUD Prabumulih.Sehingga disarankan agar sebaiknya wanita menikah dan melahirkan pada usia 20-35 tahun.meningkatkan pendidikan ibumelalui paket A, B, C, mengendalikan kelahiran melalui keluarga berencana, memperbaiki status gizi dan meningkatkan frekuensi kunjungan kehamilan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKS BEBAS PADA REMAJA DI SMA SRIGUNA PALEMBANG HENDAWATI HENDAWATI
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Permasalahan remaja semakin hari semakin mengkhawatirkan. Masalah yang dihadapi remaja apabila tidak terselesaikan dengan baik dapat menimbulkan kenakalan pada remaja. Berbagai macam faktor yang berpengaruh pada kenakalan remaja yaitu, faktor keluarga (gaya pengasuhan orang tua,pemahaman agama, pola disiplin orang tua, serta pola komunikasi dalam keluarga. Tujuan penelitian: ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seks bebas pada remaja. Rumusan masalah pada penelitian ini apakah ada hubungan antara pengetahuan, sikap remaja, pemahaman agama, pola asuh dan lingkungan dengan perilaku seks bebas pada remaja di SMA Sriguna Palembang tahun 2013. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan desain Cross Sectional. Waktu penelitian dilaksanakan selama satu semester tahun 2013 di SMA Sriguna Palembang tahun 2013. Analisis yang digunakan analisis univariat, analisis bivariat dan multivariat. Hasil analisis pada penelitian ini adalah ada hubungan pengetahuan dengan perilaku seks bebas dengan p value 0. 002 < a 0. 05, ada hubungan sikap remaja dengan perilaku seks bebas dengan p valu 0. 000 < a 0. 005, ada hubungan tingkat pemahaman agama dengan perilaku seks bebas pada remaja dengan p value 0. 004 < a 0. 005, ada hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku seks bebas dengan p value 0. 002 < 0. 05, ada hubungan lingkungan remaja dengan perilaku seks bebas pada remaja dengan p valu 0.001 < 0. 05. Hasil analisis mulitvariat didapat faktor yang dominan adalah sikap remaja dimana OR 48.033 dengan p value = 0. 002. Saran kepada Kepala Sekolah SMA Sriguna Palembang perlu memberikan pemahaman yang lebih kepada siswa tentang sikap yang positif dalam pergaulan sehari-hari sehingga terbebas dari pergaulan bebas.
GAMBARAN KARAKTERISTIK PASANGAN USIA SUBUR DENGAN AKSEPTOR KB SUNTIK 3 BULAN DI BPS HUSNIYATI PALEMBANG REHANA REHANA; DEVI MEDIARTI; RIFA'ATUL MAHMUDA
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6008.27 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara denganjumlah penduduk yang padat. Laju pertumbuhan penduduk Indonesia cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan program pembatasan angka kelahiran. Program pembatasan angka kelahiran di Indonesia dikenal dengan program keluarga berencana (KB).Data Bidan Praktik Swasta Husniyati Palembang, jumlah pasangan usia subur yang menggunakan KB suntikan, terutama suntik 3 bulan pada tahun 2011 berjumlah 1.376 akseptor (45%)dari 3.059 akseptor, tahun2012berjumlah 1.521 akseptor(50%)dari3.043 akseptor, tahun2013 berjumlah 1.577 akseptor (57%)dari 2.767 akseptor, dan jumlah akseptor KB dari Januari-November tahun 2014 sebanyak 1. 824 akseptor ( 59% )dari3. 066akseptor. Tujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasangan usia subur dengan akseptor KB suntik 3 bulan di BPS Husniyati pada bulan Januari-November 2014. Data penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu sejumlah 95 sampel dengan desain penelitian deskriptif analitik. Hasil penelitian pasangan usia subur yang menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan yang paling ban yak terdapat pada ibu yang tidak beresiko yaitu usia 20-3 5 tahun sebanyak 115 responden (7 5 ,6% ). Sedangkan pasangan usia subur yang menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan yang paling banyak terdapat pada ibu yang tidak beresiko yaitu ibu dengan paritas ~ 2 anak sebanyak 73 responden (76,8%). Saran menganjurkan pada pasangan usia subur terutama ibu yang berusia < 20 tahun dan > 35 tahun untuk menggunakan kontrasepsi, yang berguna tidak hanya untuk mencegah dan menjarangkan kehamilan tetapi juga untuk kesehatan reproduksi ibu itu sendiri, menganjurkan pada pasangan usiasubur terutama dengan paritas yang > 3 untuk datang ke sarana pelayanan kesehatan untuk menggunakan program KB.
HUBUNGAN POLIMORFISME GEN PVULL RESEPTOR ESTROGEN ALPHA PADA KEJADIAN KARSINOMA OVARIUM EPITEL OCTARIANA OCTARIANA
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The polimorfisms of estrogen receptor a gene induce proliferation of ovarian epithelial proliferation and antiapoptosis of the cell, this alteration may cause suspectibility to the occurrence of an ovarian carcinoma. Estrogen receptor a is located on chromosome 6q24-q27 and have 14 sites ofSNPs the most abserved SNP lies in intron 1 that can be recognized by pvull. The aim of this study to analyze association between polymorphism Pvull Estrogen Receptor a gene and the Occurance of Epithelial Ovarian Carcinoma at Dr. Muhammad Hoes in hospital Palembang. Case contras study using have been conducted at hospital Dr. Muhammad Hoesin Palembang 2011, thare were 60 sample recruited and devided into two groups, case were 3 0 people and control were 30 people, who have met the inclusion criteria, how studies with PCR techniques for genotyping and allotipe analysis were performed PCR-RFLP Statistic analysis with chi-square at a =0,05. These results obtained in the TT genotype of 16, 7%, TC by 50% and CC 33,3%. Allel Tthare are 41, 7% and allel C there are 58,3%. Results obtained for genotype analysis of the value of pvalue= 0, 748, ood ratio (OR)= 1,522,for allotype pvalue=0,201, OR= 1,711 which means Ho is received. The conclutions of this study there have association between polymorphism Pvull Estrogen Receptor a gene and Epithelial Ovarian Carcinoma at Dr. Muhammad Hoesin hospital Palembang (OR =1,522 and 1, 711) but the associantion in this study was no significant (p=O, 78 andp=0,201)
PENYULUHAN MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP PERILAKU KONSUMSI MAKANAN BERGIZI SEIMBANG PADA MURID SEKOLAH DASAR MARDIANA MARDIANA; EDDY SUSANTO; HANA YUNIARTI; JILYANA EMMY ROSYADA
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan makan pada anak diantaranya sulit makan atau tidak mau makan bahkan makan makanan sembarangan.Kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya makanan bergizi seimbang bagi anak adalah salah satu faktor penyebab timbulnya kejadian kekurangan gizi pada anak.Dengan itu diperlukan adanya upaya memberikan pembelajarandalam meningkatkan kesadaran dan perilaku melalui media promosi kesehatan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan media video animasi terhadap perilaku konsumsi makanan bergizi seimbang pada murid di SDN 5 7 dan SDN 53 Palembang.Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan rancangan Pre Test-Post Test denganmenggunakan kelompok control.Sampel berjumlah 82 orang. Analisis data univariat dan bivariat, dengan uji statistik Paired Sample T-Test dan Independent Sample T-Test pada tingkat kepercayaan 9 5%.Dari uji statistik Independent Sample T-Test menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan, sikap dan tindakan murid mengenai konsumsi makanan bergizi seimbang antara kelompok perlakuan dan kelompok pembanding dengan nilai p= 0.000, p=0.001 dan p=0.002. Kesimpulan penyuluhan media video animasi berpengaruh dalam meningkatkan perilaku konsumsi makanan bergizi seimbang murid SDN 5 7 dan 5 3 Palembang

Page 3 of 54 | Total Record : 539


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20 No 2 (2025): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 20 No 1 (2025): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 19 No 2 (2024): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 19 No 1 (2024): (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 18 No 2 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 18 No 1 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 17 No 1 Juni (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 16 No 2 Desember (2021): JPP (JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG) Vol 16 No 1 (2021): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 15 No 2 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 15 No 1 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 14 No 2 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 14 No 1 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 13 No 2 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 13 No 1 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 12 No 2 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 12 No 1 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 11 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 11 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 14 (2014): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 13 (2014): Jurnal Kesehatan Vol 2 No 12 (2013): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 1 No 12 (2013): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 11 (2012): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 10 (2012): Jurnal Kesehatan More Issue