cover
Contact Name
Maksuk
Contact Email
maksuk@poltekkespalembang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
unitlitbang@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
ISSN : 25795325     EISSN : 26543427     DOI : -
Core Subject : Health,
JPP : Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang merupakan jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Poltekkes Kemenkes Palembang sejak tahun 2015, dengan eISSN 2654-3427 dan pISSN 2579-5325. Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (original article) dengan fokus dan scope meliputi Keperawatan, kebidanan, kesehatan gigi, Farmasi, Kesehatan Lingkungan, Gizi, Analis Kesehatan, dan kesehatan masyarakat. Jurnal ini juga telah bekerjasama dengan IAKMI, Persagi, HAKLI, PATELKI, PAFI, PPNI, PAEI dan PAKKI dalam hal membantu kemajuan ilmu kesehatan dan mendiseminasikan hasil penelitian.
Arjuna Subject : -
Articles 517 Documents
EFEKTIVITAS PEMBERIAN TEH DAUN KELOR TERHADAP SIKLUS MENSTRUASI DAN HEMOGLOBIN PADA REMAJA ANEMIA DI KABUPATEN SIDRAP Wilda Rezki Pratiwi
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 15 No 1 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v15i1.458

Abstract

Latar Belakang: Perempuan dalam kehidupannya akan mengalami siklus menstruasi yang terjadi secara periodik sejak menarche hingga menopause. Siklus menstruasi normalnya berlangsung antara 21 – 35 hari dengan rata-rata siklus 28 hari. prevalensi anemia defesiensi zat besi pada remaja putri ditahun pertama menstruasi sebesar 27,50 % dengan rata – rata usia pertama kali mengalami menstruasi pada usia 13 tahun.tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemberian teh daun kelor terhadap siklus menstruasi dan kenaikan haemoglobin pada remaja anemia di kabupaten sidrap. Metode: Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan pre eksperimen. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan the one group pretest-posttest design.. Pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah sampel 30 remaja anemia. Hasil: Berdasarkan hasil Mann Whitney U test pada siklus menstruasi dengan kategori Hb setelah pemberian teh daun kelor menunjukan p value 0,82 (p > 0,05) Kesimpulan: dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima artinya ada hubungan pemberian teh daun kelor terhadap siklus menstruasi dan kenaikan haemoglobin pada remaja yang anemia. Hasil penelitian ini diharapkan pemeriksaan Hb rutin dan mengkomsumsi teh daun kelor sebagai alternatif pengobatan non farmakologi sebagai upaya mencegah anemia secara dini
AKTIVITAS FISIK DENGAN TINGKAT HIPERTENSI DI PUSKESMAS KOTA PALEMBANG Lily Marleni
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 15 No 1 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v15i1.464

Abstract

Latar Belakang :Hipertensi atau yang sering disebut darah tinggi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang merupakan masalah di Indonesia. Hipertensi adalah keadaan dimana seseorang dinyatakan mengalami peningkatan tekanan darah di atas batas normal. Riskesdas (2018) menunjukkan prevalensi hasil pengukuran tekanan darah, hipertensi naik dari 25,8% menjadi 34,1%. Penelitian ini bertujuan diketahuinya Hubungan Aktivitas Fisik dengan Tingkat Hipertensi di Puskesmas Merdeka Palembang Tahun 2019. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 11 - 21 Juni 2019. Sampel penelitian sebanyak 88 responden. Hasil :Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa lebih banyak responden dengan aktivitas fisik ringan dengan hasil sebanyak 51 responden (58,0%), dan responden yang memiliki hipertensi ringan dengan hasil sebanyak 69 responden (78,4%). Kesimpulan :Hasil uji rank spearman dengan pvalue 0.000 maka disimpulkan bahwa ada hubungan antara aktivitas fisik dengan tingkat hipertensi di puskesmas merdeka palembang tahun 2019.
KONSUMSI TABLET BESI TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL TRIMESTER DUA Anjelina Puspita Sari
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 15 No 1 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v15i1.466

Abstract

Background: Pregnant women with anemia in Palembang in 2014 were 1,028 (3.0%) out of 33,309 pregnant women, the coverage of Fe1 (30 tablets) for Palembang in 2017 was 99.12%, the lowest coverage of Fe-1 in Kecamatan Ilir Timur I. This study aimed to determine the effect of iron consumption with hemoglobin level in second trimester pregnant women. Methods: This type of observational analytical study used pretest and posttest control group design. The population in this study was all pregnant women in the working area at Kecamatan Ilir Timur I of Palembang which were conducted from November 2019-January 2020. The number of samples was 16 respondents. The sampling technique is total sampling. Data analysis technique was Paired Sample T-Test analysis. Results: The results showed that the average hemoglobin levels in second trimester pregnant women after consumption of 30 iron not significant differences in mean hemoglobin level (11.96±0,67 g/dl) compared to pregnant women who had not consumed iron (12.26±0.99 g/dl) with p value =0,079 (>0,05), however, keeping hemoglobin levels within normal limits. Conclusion: Based on the results, it is recommended that Health workers continues to promote iron tablets especially pregnant women in accordance with the government program, which is 90 tablets during pregnancy.
RESEARCH GAP DAN MODEL FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT FERTILITAS: SUATU STUDI LITERATUR Muhamad Jumliadi
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 15 No 1 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v15i1.467

Abstract

Latar Belakang: pada dasarnya masalah kependudukan Indonesia berkaitan dengan tiga aspek utama yaitu, kuantitas, kualitas dan mobilitas, dari aspek kuantitas jumlah penduduk duduk dunia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan termasuk juga di Indonesia. Penyebab pertambahan penduduk yang utama karena adanya kelahiran (Fertilitas). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat fertilitas serta mengidentifikasi beberapa research gap guna untuk penelitian yang akan datang. Metode: Penelitian ini merupakan studi literature dengan menelaah 25 jurnal dengan tema yang sama. Hasil: analisis penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kesuburan beberapa literatur terdiri dari Faktor Tidak Langsung, yaitu: Pertama, Faktor Demografis (variabel kontrol); Kedua, Faktor Sosial dan Ekonomi; Ketiga, Faktor Mortalitas (kematian); Keempat, Faktor Norma; Kelima, Faktor Lingkungan (program); dan Faktor Langsung, yaitu: Pertama, hubungan seksual (intercourse), Kedua, Konsepsi (konsepsi), dan Ketiga, Kehamilan (gestasi). Terdapat gap dalam metodologi, dimana mayoritas peneliti sebelumnya mayoritas menggunakan metode kuantitatif, serta terdapat gap dalam objek penelitian, dimana mayoritas penelitian – penelitian terdahulu umumnya hanya fokus pada PUS dengan umur 15-49 (pasangan usia subur). Kesimpulan: faktor-faktor yang yang mempengaruhi tingkat fertilitas di ambil dari beberapa literature dapat disimpulkan bahwa tinggi rendahnya tingkat fertilitas di suatu daerah atau wilayah adalah hasil dari keputusan individu untuk membatasi kelahiran. Keputusan ini tidak terlepas dari interaksi proses perubahan sosial, budaya, norma, kepercayaan, ekonomi dan pertumbuhannya, urbanisasi dan modernisasi.. Kata kunci : Fertilitas, Studi Literatur
PEMBERIAN BISKUIT MAKANAN TAMBAHAN MENINGKATKAN BERAT BADAN ANAK SEKOLAH DASAR DI KOTA SIBOLGA Bibi Ahmad Chahyanto
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 15 No 1 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v15i1.468

Abstract

Latar Belakang: Program Pemberian Makanan Tambahan dalam bentuk biskuit (BMT) merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah gizi kurang pada anak usia sekolah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan berat badan anak sekolah setelah pelaksanaan program BMT di Kota Sibolga. Metode: Penelitian menggunakan desain eksperimental semu dengan rancangan one group pretest-posttest. Total responden sebanyak 203 orang dari penggabungan data hasil 2 kali program BMT pada tahun 2017 (Oktober – November) di SD Negeri 081228, 084082, dan 084083 (139 responden) dan tahun 2018 (Maret – April) di SD Negeri 081226 dan 081235 (64 responden). BMT terstandar sesuai acuan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 51 Tahun 2016 yang diberikan kepada responden sebanyak 1 bungkus (10 keping) per hari selama maksimal 36 hari. Hasil: Hari Makan Anak (HMA) dalam studi ini berkisar antara 24 – 36 hari dengan rata-rata sebesar 32.50 ± 2.73 hari. Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan (p<0,05) antara umur dengan jumlah HMA, namun tidak terdapat hubungan yang signifikan (p>0,05) antara jenis kelamin dengan jumlah HMA. Terjadi peningkatan rata-rata nilai z-score indeks IMT/U dan Berat Badan secara signifikan setelah intervensi BMT (p<0,05). Kesimpulan: Pemberian BMT mempengaruhi peningkatan Berat Badan anak sekolah dasar di Kota Sibolga.
THE QUALITATIVE STUDY OF NCP IN HOSPITAL HOPE AND PRAYER OF BENGKULU CITY Deri Andika Putra
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 16 No 1 (2021): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v16i1.489

Abstract

Background. Nutrition care practices that do not meet hospital standards cause several barriers to the needs and preferences of each patient. One of the obstacles often faced by hospitals in efforts to cure patients. The research objective is to get an overview of the role of internal and external factors in the application of nutrition care process (NCP) at the Hope and Prayer Hospital of Bengkulu City. Method. Qualitative research with a Phenomelogy approach. Phenomenology is a method carried out by researchers to find out phenomena that occur naturally. The phenomenological method emphasizes human experience and how humans interpret their experiences. Results. The process of nutrition care process (NCP) that has not been carried out optimally. In the process of implementing a dietitious NCP expect improvement in the work system between health workers and simplification of the NCP system in hospitals, and not being spared dietitically expects to be supported by hospital policies that do not burden dietitics. Conclusion. Internal factors in implementing NCP are already good, in terms of knowledge and work motivation. External factors, there are several issues regarding collaborative work among health workers in the form of authority and responsibilities as well as confusing hospital policies.
Korelasi pH Saliva dan Tindakan Pencegahan Terhadap Kejadian Karies di SD Negeri 138 Palembang Marlindayanti Marlindayanti; Sri Wahyuni; RA Zainur
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit gigi dan mulut yang paling umum adalah karies gigi. Rata-rata indeks DtviF-T penduduk Indonesia sebesar 4,6 yang berarti kerusakan gigi penduduk Indonesia mencapai 4- 5 gigi per orang, sedangkan DMF-T penduduk Sumatera Selatan berdasarkan RISKESDAS tahun 2013 sebesar 5,3 yang berarti kerusakan gigi penduduk Sumatera Selatan mencapai 5 gigi per orang. Derajat keasaman (pH) saliva turut berperan dalam proses demineralisasi permukaan gigi. Penggunaan Iluor dapat meningkatkan ketahanan struktur gigi terhadap demineralisasi dengan membantu proses rernineralisasi, sehingga dapat mengurangi aktifitas karies. Penelitian ini bertujuan rnengkaji korelasi tindakan pencegahan dan pH saliva terhadap kejadian karies pada anak di SON 138 Palembang, merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif, populasi sebanyak 350 anak, sampel diambil secara purposif sampling dengan melibatkan 316 siswa sebagai sampel. dianalisa secara univariat dan bivariat dengan anova. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pH saliva dengan kriteria rendab persentasenya 54%, Rata-rata DMF-T I, I def-t 2,9 yang artinya didalam mulut setiap anak terdapat 1 gigi tetap dan 3 gigi susu yang karies. Kesimpulan basil penelitian Tidak ada interaksi y~g signifikan (p>0,05) pH saliva dan tindakan pencegahan terhadap karies gigi tetap (DMF-T}. Tidak ada interaksi yang signifikan (p>0,05) pH saliva dan tindakan pencegahan terhadap karies gigi susu ( def-t). Ada kontribusi yang efektif (p<0,05) antara pH saliva dan tidakan pencegahan terhadap kejadian karies.
PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA DIPLOMA KEPERAWATAN DALAM MENGHADAPI PEMBELAJARAN KLINIK KEPERAWATAN yunita sari
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 15 No 2 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v15i2.505

Abstract

Latar belakang: Pembelajaran klinik merupakan bagian utama dari pendidikan keperawatan. Tujuan dari pembelajaran klinik adalah untuk dapat mengembangkan proses berfikir kritis mahasiswa serta untuk mengintegrasikan antara teori dengan praktik. Untuk dapat melakukan pembelajaran klinik dengan baik, mahasiswa perlu mempersiapkan aspek fisik dan psikologisnya. Kecemasan merupakan salah satu perasaan yang muncul yang biasa dialami oleh mahasiswa sebelum menjalani pembelajaran klinik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan tingkat kecemasan antara mahasiswa tingkat I dan II dalam menghadapi pembelajaran klinik di AKPER Yatna Yuana Lebak. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik komparasi dengan pendekatan cross sectional. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur kecemasan yaitu Hamilton Rating Scale For Anxiety (HRSA). Uji statistik bivariat dengan menggunakan T test Independent. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kecemasan yang signifikan antara mahasiswa tingkat I dan II dalam menghadapi pembelajaran klinik (p value 0,000). Kesimpulan: tingkat kecemasan mahasiswa dalam menghadapi pembelajaran klinik terdapat perbedaan. Kata kunci: kecemasan, mahasiswa, pembelajaran klinik
Makna Kehidupan Pasien Kusta Yang Telah Dinyatakan Sembuh Sri Endriyani; Achir Yani S Hamid; Novy Helena C.D
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 1 No 12 (2013): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v1i12.523

Abstract

Kusta merupakan penyakit infeksi kronis yang berdampak terjadinya kecacatan dan keterbatasan. Kondisi ini menimbulkan berbagai masalah psikososial yang dirasakan pasien. Pasien kusta yang telah dinyatakan sembuh tidak dapat lagi kembali berkumpul bersama keluarga. Stigma yang berkembangdi masyarakat meyakinibahwa penyakit kusta sangat menular dan tidak dapat disembuhkan.Mereka harus mengalami penolakan dari masyarakat. Pasien kusta yang telah dinyatakan sembuh harus menjalani hari-hari di rumah sakit tanpa mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari keluarga.Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran secara mendalam makna kehidupan pasien kusta yang telah dinyatakan sembuh. Metode penelitian kualitatif deskriptif fenomenologi terhadap 8 orang partisipan. Hasil penelitian didapatkan delapan tema, yaitu : penolakan masyarakat, merasa tidak berarti, penggunaan aspek spiritual danm emosi dalam menghadapi masalah, kehilangan sumber kebahagiaan, dukungan keluarga untuk bertahan hidup, penghargaan terhadap hidup yang diberikan Tuhan dan kebahagiaan dalam kebersamaan. Penelitian ini menyarankan dikembangkannya standar asuhan keperawatan psikososial bagi pasien kusta.
PENENTUAN KADAR LOGAM TIMBAL PADA RAMBUT SUPIR BUS RUTE TANGERANG-PADANG-SURABAYA-YOGYAKARATA DI TERMINAL PORIS TANGERANG Nurmeily Rachmawati
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 15 No 2 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v15i2.531

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Pencemaran di udara salah satunya dapat disebabkan oleh emisi buangan gas kendaraan yang dapat melepaskan zat timbal ke udara. Salah satu orang yang dapat beresiko terpapar logam timbal adalah pekerja supir bus. Pajanan logam timbal dapat terakumulasi di dalam rambut dan dapat menyebabkan efek toksisitas. Tujuan penelitan untuk mengetahui kadar logam timbal (Pb) pada rambut supir bus di tiga rute berbeda yang berangkat dari Terminal Poris, Tangerang. Ketiga rute tersebut adalah Tangerang-Padang, Tangerang-Surabaya, Tangerang-Yogyakarta. Metode : Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan jumlah korespondensi setiap rute bis sebanyak 8 orang. Penentuan kadar logam timbal pada rambut supir bus menggunakan spektrofotometer ICP-OES. Hasil : Penelitian ini memberikan hasil bahwa semua sampel rambut supir bus diketiga rute teridentifikasi logam timbal. Kadar logam timbal terbesar pada rambut supir bus rute Tangerang-Padang yaitu 2,28 mg Pb/100 g dengan masa kerja 25 tahun. Sedangkan kadar logam timbal terendah pada rambut supir bus rute Tangerang-Surabaya yaitu 0,17 mg Pb/100 g dengan masa kerja 3 tahun. Berdasarkan uji statistic analisis korelasi diperoleh nilai r = 0,82 mendekati 1 yang menunjukkan adanya korelasi positif yang kuat antara masa bekerja supir bis dengan paparan logam timbal yang terdeteksi. Kesimpulan : Seluruh supir bus diketiga rute teridentifikasi logam timbal dengan konsentrasi yang berbeda-beda dengan masa kerja yang bervariasi. Kata kunci : Logam timbal, rambut supir bis, spektrofotometer ABSTRACT Background : One of the causes of air pollution is vehicle exhaust emissions which can release lead metal into the air. One of the people who can be at risk to the exposure of lead metal is bus driver workers. Lead metal exposure can accumulate in the hair and can cause toxicity effects. The objective of this research is to determine the level of lead (Pb) in the hair of bus drivers on three different routes departing from Terminal Poris, Tangerang. The three routes are Tangerang-Padang, Tangerang-Surabaya, Tangerang-Yogyakarta. Methods : The method used in this research is experimental research with 8 correspondences for each of bus route. Determination of the level of lead metal in the bus driver's hair is using an ICP-OES spectrophotometer. Results : The results showed that all the hair samples of the bus drivers in the three routes were contaminated as lead metal. The largest concentration of lead metal in the hair of bus drivers on the Tangerang-Padang route is 2.28 mg Pb / 100 g with 25 years of working periods. Meanwhile, the lowest level of lead in the hair of bus drivers on the Tangerang-Surabaya route is 0.17 mg Pb / 100 g with 3 years working periods. Based on statistics result corelation analysis showed value r=0,82 approximately 1 indicate positif corellation between working periods and level of lead metal that detected in driver bus body. Conclusion : The samples hair of the three bus drivers was contaminated with lead metal with different concentrations in various working periods Keywords : Lead metal, bus driver’s hair, spectrophotometer

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20 No 1 (2025): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 19 No 2 (2024): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 19 No 1 (2024): (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 18 No 2 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 18 No 1 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 17 No 1 Juni (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 16 No 2 Desember (2021): JPP (JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG) Vol 16 No 1 (2021): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 15 No 2 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 15 No 1 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 14 No 2 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 14 No 1 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 13 No 2 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 13 No 1 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 12 No 2 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 12 No 1 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 11 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 11 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 14 (2014): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 13 (2014): Jurnal Kesehatan Vol 2 No 12 (2013): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 1 No 12 (2013): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 11 (2012): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 10 (2012): Jurnal Kesehatan More Issue