cover
Contact Name
Maksuk
Contact Email
maksuk@poltekkespalembang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
unitlitbang@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
ISSN : 25795325     EISSN : 26543427     DOI : -
Core Subject : Health,
JPP : Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang merupakan jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Poltekkes Kemenkes Palembang sejak tahun 2015, dengan eISSN 2654-3427 dan pISSN 2579-5325. Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (original article) dengan fokus dan scope meliputi Keperawatan, kebidanan, kesehatan gigi, Farmasi, Kesehatan Lingkungan, Gizi, Analis Kesehatan, dan kesehatan masyarakat. Jurnal ini juga telah bekerjasama dengan IAKMI, Persagi, HAKLI, PATELKI, PAFI, PPNI, PAEI dan PAKKI dalam hal membantu kemajuan ilmu kesehatan dan mendiseminasikan hasil penelitian.
Arjuna Subject : -
Articles 517 Documents
PERBEDAAN NYERI PERSALINAN PADA IBU YANG MENDAPATKAN TERAPI MUROTTAL QUR’AN DAN MUSIK KLASIK DI KLINIK BERSALIN KOTA PALEMBANG Sari Wahyuni; Nurul Komariah; Nesi Novita
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 14 No 2 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v14i2.411

Abstract

Latar Belakang: Salah satu manajemen nyeri dan kecemasan pada saat ibu mengalami nyeri persalinan dengan memberikan terapi distraksi.Tujuan penelitian untuk menganalisis perbedaan nyeri persalinan dalam persalinan antara yang mendapat terapi murottal Qur’an dan musik klasik di klinik bersalin Palembang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian intervensi dengan desain penelitian randomized matched two group design. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan comparative pain scale. Analisis data dengan anilisis univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat nyeri persalinan (pv = 0,001) pada sebelum dan setelah diberikan terapi murrotal Qur’an (pv = 0,001).Pada kelompok terapi musik klasik menunjukkan ada perbedaan tingkat nyeri persalinan (pv = 0,002)sebelum dan setelah diberikan terapi musik klasik. Kesimpulan: Terapi murotal dan terapi musik klasik dapat menurunkan nyeri persalinan, tidak terdapat perbedaan pemberian terapi murotal Qur’an dan terapi musik klasik dalam menurunkan nyeri persalinan pada ibu bersalin di klinik bersalin Palembang.
GAMBARAN SITOLOGI SERVIKS PADA PEREMPUAN HIV DI PUSKESMAS JAKARTA Arum Ambarsari
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 14 No 2 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v14i2.412

Abstract

Latar belakang: Skrining sitologi serviks belum menjadi hal yang rutin dilakukan di layanan rawat jalan HIV yang ada di fasilitas kesehatan primer di DKI Jakarta, padahal kondisi immunosupresi pada infeksi HIV diketahui dapat menyebabkan infeksi HPV yang persisten sehingga meningkatkan risiko mengalami lesi pra kanker dan kanker serviks pada wanita dengan HIV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sitologi serviks pada perempuan HIV yang mengakses layanan kesehatan di Puskesmas Kalideres Jakarta Barat. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan total sampling, menggunakan data sekunder berupa hasil papsmear pada 30 perempuan dengan HIV yang mengakses layanan di Puskesmas Kalideres yang mengikuti skrining kanker serviks pada bulan November 2017. Data karakteristik dan faktor risiko didapatkan dari rekam medis pasien dan catatan anamnesa saat menjalani skrining. Hasil: Temuan papsmear abnormal adalah 16,7% dengan 80% berupa peradangan dan 20% berupa lesi pra kanker serviks kategori ASCUS. Pada responden dengan keradangan faktor risiko yang terlihat adalah multipara (100%), CD4 <500 sel/mm3 (100%), dan jumlah pasangan seksual lebih dari satu (50%). Pada responden dengan hasil lesi pra kanker serviks memiliki faktor risiko hubungan seks di usia < 16 tahun, multiparitas, jumlah pasangan seksual lebih dari 1, dan jumlah CD4 < 500 sel/mm Kesimpulan: Prevalensi abnormalitas hapusan sitology serviks pada perempuan yang mengakses layanan di Puskesmas Kalideres cukup tinggi yaitu sebanyak 16,7% dengan prevalensi untuk lesi pra kanker serviks berupa ASCUS sebesar 3,3%. Proporsi dari faktor risiko pada kasus adalah multiparitas (100%), jumlah pasangan seksual lebih dari satu (60%) dan kadar CD4 dibawah 500 sel/mm3 (100%).
FAKTOR PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NAPZA TERHADAP KEKAMBUHAN PASIEN PENGGUNA NAPZA DI RUMAH SAKIT PROVINSI SUMATERA SELATAN Trillia Trillia; Eva Rusmini
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 14 No 2 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v14i2.413

Abstract

Latar Belakang: Penyalahgunaan NAPZA saat ini sudah menjadi permaslahan dunia, terdapat sekitar 13,2 juta pengguna narkoba di dunia. Adapun faktor penyebab penyalahgunaan NAPZA yaitu faktor kepribadian, faktor lingkungan, faktor keluarga, dan faktor teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor-fator penyebab penyalahgunaan NAPZA dengan kekambuhan pada pasien pengguna NAPZA di Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain potong lintang, jumlah sampel 33 pasien pengguna NAPZA, Analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan proporsi tertinggi pasien pengguna NAPZA di RS. Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan adalah umur 25-44 tahun (dewasa) (57,6%), pendidikan Menengah (Sma/smk) (48,5%), pekerjaan wiraswasta (51,5%), kepribadian introvert (57,6%), lingkungan tidak sehat (54,5%), keluarga harmonis (54,5%), teman sebaya pecandu (51,5%), dan kekambuhan (60,6%).Hasil uji statistik menunjukkan 2 variabel yang berhubungan dengan kekambuhan yaitu faktor lingkungan (p=0,003) dan faktor teman sebaya (p=0,008), sedangkan 2 variabel lainnya tidak berhubungan dengan kekambuhan yaitu faktor kepribadian (p=0,284) dan faktor keluarga (p=0,172). Kesimpulan: Diharapkan kepada pihak Rumah Sakit agar memperkuat program yang ada di pusat rehabilitasi, yang mampu membekali pasien untuk meningkatkan motivasi pasien penyalahguna NAPZA agar mereka tetap bertahan tanpa menggunakan NAPZA.
EDUKASI KESEHATAN TERSTRUKTUR DAN STIGMA MASYARAKAT PADA KLIEN TB PARU Verra Widhi Astuti; Astuti Yuni Nursasi; Sukihananto Sukihananto
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 14 No 2 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v14i2.416

Abstract

Latar Belakang: Stigma masyarakat merupakan salah satu penghalang keberhasilan pengendalian TB paru. Stigma masyarakat muncul akibat kesalahpahaman masyarakat mengenai TB paru dan penularannya. Hal ini mendorong tenaga kesehatanuntuk mengembangkan intervensi guna menurunkan kesalahpahaman dan pada akhirnya akan menurunkan stigma masyarakat, salah satunya adalah edukasi kesehatan terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi edukasi kesehatan terstruktur terhadap stigma masyarakat pada klien TB paru di kabupaten Bogor, Indonesia. Metode: Desain penelitian kuasi eksperimen jenis pretest and posttest with control group. Penelitian dilakukan 41 responden untuk masing-masing kelompok. Metode pengambilan sampel yaitu purposive sampling untuk memilih wilayah dengan jumlah kasus tertinggi dan responden dipilih dengan simple random sampling. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa edukasi terstruktur secara signifikan menurunkan stigma masyarakat (p value = 0,0005). Kesimpulan: Edukasi kesehatan terstruktur menurunkan stigma masyarakat. Hasil penelitian diharapkan mampu memberikan alternatif pilihan intervensi keperawatan komunitas yang dapat diberikan kepada masyarakat untuk mengurangi stigma pada klien TB paru.
PENGARUH STATUS GIZI TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI DAERAH ENDEMIK MALARIA KOTA BENGKULU Aguscik Aguscik; Ridwan Ridwan
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 14 No 2 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v14i2.417

Abstract

Latar Belakang: Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi yang dapat dibedakan antara gizi buruk, kurang baik dan lebih. Status gizi dan tingkat anemia ibu khususnya pada ibu hamil mempunyai peranan penting bagi pertumbuhan janin dalam kandungan. Status gizi pada ibu hamil dapat dijabarkan dengan pengukuran LILA di daerah endemik malaria, adanya malaria sering tumpang tindih dengan kejadian gizi buruk pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara status gizi dengan tingkat anemia pada ibu hamil di Daerah endemik malaria Kota bengkulu. Metode: Penelitian dilakukan dengan desain penelitian cross sectiona dan teknik pengambilan sampel Accidental Sampling. Jumlah sampel 40 ibu hamil yang merupakan total populasi. Data diuji denganShapiro-Wilk. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi (LILA) ibu hamil rata-rata 21,54 ±0,884(berisiko), ibu hamil menderita KEK 60% dan yang tidak beresiko KEK 40% dimana pvalue 0,003. Keseimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara status gizidengan tingkat anemia pada ibu hamil di daerah endemik malaria, kota Bengkulu.
PENGARUH LATIHAN FISIK AEROBIK TERHADAP WARNA DAN KEJERNIHAN URIN PADA PENDERITA HIPERTENSI Nurna Ningsih
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 15 No 1 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v15i1.423

Abstract

Background: Hypertension causes various complications, disability and death. One way to control blood pressure that can be done by people with hypertension is aerobic exercise. Aerobic physical exercise can risk causing dehydration, for that during physical exercise it is necessary to consider fluid intake during aerobic physical exercise so that the expected benefits are obtained. Methods: This study aims to determine the categories of color and clarity of urine before and after aerobic physical exercise in patients with hypertension. This research method is pre-experimental with one group pre-Post Design, the intervention runs fast as far as 2.25 km in 30 minutes in the work area of the Gandus Health Center, Palembang city in 2014. Sampling uses a purposive sampling technique totaling 20 respondents. Measurement of the color and clarity of urine is carried out by experts in the laboratory. Different test uses marginal homogenity. Results: Most respondents aged between 46-47 years were 75%, women 75%, mild dehydration 30%. Yellow urine before and after aerobics is 90% yellow, after 85%, while 5% urine clarity has changed from slightly cloudy to cloudy. Statistical test results found no significant differences between color (p = 0.157) and urinary clarity (p = 0.317) before and after aerobic physical exercise. Conclusion: Aerobic physical exercise with fast walking does not affect the color and clarity of urine in people with hypertension. Future researchers are expected to conduct a similar study using a control group.
INDEKS GLIKEMIK PANGAN DAN PENILAIAN STATUS GIZI PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 Eliza Eliza; Imelda Telisa; Manuntun Rotua
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 15 No 1 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v15i1.453

Abstract

Latar Belakang: International Diabetes Federation (IDF) menyatakan bahwa lebih dari 382 juta orang di dunia penderita Diabetes mellitus. Indonesia merupakan negara yang menempati urutan ketujuh di dunia dengan jumlah penderita diabetes sebanyak 10 juta jiwa. Perencanaan makan yang tidak baik menyebabkan tidak adanya keseimbangan asupan zat gizi pada penderita Diabetes mellitus. Tujuan penelitian untuk mengetahui asupan indeks glikemik pangan, status gizi dan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Sosial Kota Palembang. Metode: Jenis penelitian bersifat observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional study. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sebanyak 80 orang. Data asupan makanan responden diperoleh dengan wawancara dengan metode food record 3 x 24 jam. Lingkar pinggang diukur menggunakan pita pengukur dengan ketelitian 0,1 cm. Komposisi lemak tubuh diukur dengan menggunakan Body Index Analyzer (BIA). Pengukuran kadar glukosa darah dengan menggunakan glucometer. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 60,0% kadar glukosa darah pasien adalah hiperglikemia. Kadar glukosa darah berhubungan asupan indeks glikemik pangan (p value = 0,018), lingkar pinggang (p value = 0.000) dan komposisi lemak tubuh ( p value = 0,021) Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara asupan indeks glikemik pangan, lingkar pinggang dan komposisi lemak tubuh dengan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Sosial Palembang.
TERAPI MUSIK INSTRUMENTAL DAYAK TERHADAP PENGURANGAN NYERI HAID (DISMESNORHOE) PADA REMAJA PUTRI KOTA PALANGKA RAYA Eline Carla Sabatina Bingan
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 15 No 1 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v15i1.454

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Menstruasi pertama biasanya terjadi pada wanita usia 12-16 tahun. Nyeri saat menstruasi mengganggu aktivitas di sekolah pada hari pertama dan kedua menstruasi untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan melakukan terapi non farmakologis yaitu menggunakan terapi musik Dayak sebagai pereda Nyeri Haid (Dismenorhoe). Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh Terapi Musik Dayak terhadap pengurangan nyeri haid (Dismenorhoe) pada Remaja Putri di Kota Palangka Raya. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi- Experiment), dengan rancangan kelompok tidak diberikan intervensi sebagai kontrol dan kelompok yang diberikan intervensi. Sampel dilakukan penilaian skala nyeri sebelum intervensi dan setelah intervensi relaksasi nafas dalam. Desain penelitian ini adalah Pre-Post Test with Control Group Design (Sugiyono, 2012). Hasil : Hasil analisis statsitik bivariat menunjukkan bahwa ada Pengaruh Terapi Musik Dayak terhadap Pengurangan Nyeri Haid (Dismenorhoe) pada Remaja Putri di Kota Palangka Raya dengan nilai P Value 0,000 (α < 0,05). Simpulan : Musik Instrumental Dayak memunculkan respon relaksasi perasaan yang tenang sehingga dapat mengalihkan keadaan nyeri Haid dan dapat mengontrol rasa sakit yang di rasakan.
PROGRAM SKRINING KESEHATAN TERTENTU DI KOTA BOGOR, JAWA BARAT Mugi Wahidin; Rini Febrianti; Noor Edi Widya Sukoco
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 15 No 1 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v15i1.455

Abstract

Latar Belakang: Skrining kesehatan tertentu meliputi Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA), Pap Smear, krioterapi, dan pemeriksaan gula darah termasuk pogram deteksi dini penyakit tidak menular. Kota Bogor, Jawa Barat telah melaksanakan program skrining tersebut sejak 2010. Penelitian bertujuan untuk mengatahui gambaran program skinning kesehatan di Kota Bogor dari sisi sumber daya manusia, peralatan, dan capaian skrining. Metode: Desain penelitian cross sectional. Sumber data berasal dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas di Kota Bogor, Jawa Barat. Tempat penelitian di Kota Bogor, Jawa Barat, dilaksanakan pada Februari –November 2018. Seluruh 25 Puskesmas se-Kota Bogor menjadi populasi dan sampel dalam penelitian ini. Analisis dilakukan secara deskriptif-kuantitatif dan analisis komparatif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata SDM per Puskesmas untuk IVA, gula daraah, dan krioterapi adalah masing-masing 4,5 orang, 2,4 orang, dan 0,3. Belum ada SDM Pap smear. Rata-rata peralatan per Puskesmas untuk IVA (meja ginekologi) 1,08, speculum 10,3, Pap smear 0,28, krioterapi 0,32, dan gula darah 1,08. Capaian skrining IVA sebesar17,4% dari targettahun 2018. Rata-rata pemeriksaan IVA 890 per Puskesmas, krioterapi 4,9, pemeriksaan gula darah 837. Tidak ada pemeriksaan Pap smear. Hasil analisis komparatif menunjukkan tidak ada perbedaan rata-rata pemeriksaan IVA antarkecamatan di Kota Bogor Kesimpulan: SDM dan peralatan skrining IVA dan gula darah tesedia di semua Puskesmas, tetapi tidak untuk krioterapi dan Pap smear, capaian skrining IVA lebih rendah dari target, semua Puskesmas melakukan pemeriksaan IVA, krioterapi, dan gula darah tetapi tidak ada Pap smear. Tidak ada perbedaan rata-rata pemeriksaan IVA antar kecamatan.
PENGARUH TERAPI MUSI K TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA IBU INPARTU KALA I FASE AKTIF Sofia Mawaddah
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 15 No 1 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v15i1.456

Abstract

the time leading up to labor, especially in the first stage (when opening), the pain occurs because of the great activity in the mother's body to expel the baby. This pain is getting stronger and stronger, the handling and supervision of labor pain, especially in the first phase of the active phase is very important, because this is a determining point whether a maternity mother can undergo a normal delivery or be assisted with an action due to complications. Method: This study uses a Quasy Experiment with the design of the Two Experiment Pre-Post Test. There were 2 groups in this study, 17 in the first phase active mothers who were given Baluwung distilled music therapy and 17 in the first phase active mothers who were given aromatherapy therapy in rose essential oil. Bivariate analysis using the Mann Whitney test. Results: The study showed the intensity of pain after rose essential oil therapy in First Stage Inpartu mothers The active phase with the resulting probability was 0.623, so it was higher than the intensity of pain after music therapy for First Stage Inpartu mothers active phase. Conclusion: The provision of music therapy is more effective in reducing the intensity of pain in mothers Inpartu Kala I Active phase than the administration of rose essential oil therapy. Keywords: Music Therapy, Labor Pain, Active Phase I Stage

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20 No 1 (2025): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 19 No 2 (2024): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 19 No 1 (2024): (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 18 No 2 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 18 No 1 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 17 No 1 Juni (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 16 No 2 Desember (2021): JPP (JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG) Vol 16 No 1 (2021): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 15 No 2 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 15 No 1 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 14 No 2 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 14 No 1 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 13 No 2 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 13 No 1 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 12 No 2 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 12 No 1 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 11 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 11 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 14 (2014): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 13 (2014): Jurnal Kesehatan Vol 2 No 12 (2013): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 1 No 12 (2013): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 11 (2012): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 10 (2012): Jurnal Kesehatan More Issue