cover
Contact Name
Maksuk
Contact Email
maksuk@poltekkespalembang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
unitlitbang@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
ISSN : 25795325     EISSN : 26543427     DOI : -
Core Subject : Health,
JPP : Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang merupakan jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Poltekkes Kemenkes Palembang sejak tahun 2015, dengan eISSN 2654-3427 dan pISSN 2579-5325. Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (original article) dengan fokus dan scope meliputi Keperawatan, kebidanan, kesehatan gigi, Farmasi, Kesehatan Lingkungan, Gizi, Analis Kesehatan, dan kesehatan masyarakat. Jurnal ini juga telah bekerjasama dengan IAKMI, Persagi, HAKLI, PATELKI, PAFI, PPNI, PAEI dan PAKKI dalam hal membantu kemajuan ilmu kesehatan dan mendiseminasikan hasil penelitian.
Arjuna Subject : -
Articles 517 Documents
KORELASI HbA1c DENGAN HEMOGLOBIN DAN LAJU FILTRASI GLOMERULUS PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 KOMPLIKASI GAGAL GINJAL KRONIK DI BANJARNEGARA Anastasia Chrissanti; Dwi Novitasari; Noor Yunida Triana
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i2.1379

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melittus atau DM tipe 2 merupakan penyakit yang timbul karena adanya gangguan sekresi insulin pada sel beta pankreas atau resistensi hormon insulin. Tatalaksana diabetes mellitus yang kurang tepat akan menyebabkan kadar glukosa pasien tidak terkontrol sehingga menyebabkan komplikasi seperti neuropati diabetikum serta kondisi anemia yang merupakan masalah yang sering didapatkan penderita diabetes mellitus. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional, dengan jumlah sampel 126 rekam medis pasien DM yang dilakukan pemeriksaan HbA1c, Hb, dan serum kreatinin, serta dihitung nilai laju filtrasi glomerulus di Rumah Sakit Emanuel Banjarnegara. Metode: Pemeriksaan kadar HbA1c menggunakan metode Metode NGSP(National Glycohaemoglobin Standardization Program) yang diambil dari rekam medis pasien, nilai Hb dan serum kreatinin menggunakan metode enzimatik dan laju fitrasi glomerulus dihitung menggunakan rumus Kockcroft-Gault. Hasil: Hasil riset ini menghasilkan korelasi negatif yang signifikan antara HbA1c dengan hemoglobin ( r = - 0,810; p = 0,000) terdapat korelasi negatif yang signifikan antara HbA1c dan LFG (r = -0,591; p = 0,000), sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai kadar HbA1c bertambah tinggi maka nilai hemoglobin dan nilai LFG akan semakin rendah. Kesimpulan: Adanya hubungan bermakna antara HbA1c dengan Hb dan LFG pada penderita diabetes tipe 2 dengan gagal ginjal di Banjarnegara. Kata kunci: HbA1c, hemoglobin, LFG, diabetes mellitus, gagal ginjal kronik ABSTRACT Background: Diabetes mellitus or DM is a disease that arises due to impaired insulin secretion in pancreatic beta cells or insulin hormone resistance. Improper management of diabetes mellitus will cause the patient's glucose levels to be uncontrolled, causing complications such as diabetic neuropathy and anemia, which are the most common problems in people with diabetes mellitus. This research is a quantitative research with a descriptive correlation method, with a sample of 126 medical records of DM patients who were examined for HbA1c, Hb, and serum creatinine, and calculated the value of the glomerular filtration rate at Emanuel Hospital Banjarnegara.Methods: Examination of HbA1c levels using the NGSP (National Glycohaemoglobin Standardization Program) method taken from the patient's medical record, Hb and serum creatinine values ​​using the enzymatic method and the glomerular filtration rate calculated using the Kockcroft-Gault formula.Results: The results of this study showed a significant negative correlation between HbA1c and hemoglobin (r = - 0.810; p = 0.000) there was a significant negative correlation between HbA1c and GFR (r = -0.591; p = 0.000), so it can be concluded that the The higher the HbA1c level, the lower the hemoglobin and GFR values. Conclusion: There is a significant relationship between HbA1c and Hb and GFR in type 2 diabetes patients with kidney failure in Banjarnegara.Keywords: HbA1c, hemoglobin, GFR, diabetes mellitus, chronic renal failure
EFEKTIFITAS LATIHAN FISIK DAN YOGA DENGAN KECEMASAN LANSIA DI SAMARINDA Bachtiar Safrudin Lubis
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i2.1382

Abstract

Background: The aging process is a natural process accompanied by a decrease in physical, psychological and social conditions that interact with each other. Anxiety disorders are one of the decline in psychological conditions, anxiety disorders. The increase in stressors was exacerbated by the Covid-19 pandemic. One of the interventions that can affect anxiety is physical exercise and yoga. Objective: This study aims to determine the effect of yoga practice on anxiety levels in the elderly. Research Methods: This study uses a quasi-experimental approach with a pre-post group design without control approach. The number of samples with purposive sampling as many as 22 people. The data obtained were tested with the Wilcoxon Test. Research Results: The test results obtained a value of p = 0.000 p < (0.05), meaning that H0 is rejected, which means that there is an effect of physical exercise and yoga on anxiety in the elderly during the Covid-19 pandemic at the Tresna Werdha Nirwana Puri Samasinda Home. Conclusion: There is an effect of yoga practice on decreasing anxiety scores in the elderly.
PENGARUH AKUPUNTUR TERHADAP TEKANAN DARAH DARAH Syokumawena Syokumawena; Marta Pastari; Meilina Meilina
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i2.1388

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah penyakit degeneratif dipengaruhi oleh faktor bertambahnya usia dan dikenal sebagai silent killer. Berdasarkan data dari WHO dan International Society of Hypertension (ISH) ada 600.000.000 orang yang menderita penyakit hipertensi di dunia, sebanyak 3.000.000 jiwa yang meninggal setiap tahunnya, sedangkan sebagian besar penderita tidak mendapatkan penanganan yang memadai. Hipertensi bisa menyerang organ penting dan dapat mengakibatkan stroke, jantung koroner, penyakit ginjal serta kebutaan. Gejala penyakit hipertensi hamper tidak dirasakan oleh sebagian besar orang. Hipertensi bisa ditangani dengan terapi farmakologis, merubah gaya hidup serta terapi non farmakologi (komplementer). Akupunktur merupakan salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan dalam pengobatan hipertensi. Metode penelitian ini menggunakan Quasy-experimental dengan desain pretest-posttest dengan jumlah sampel 60 responden(1 kelompok perlakuan) dengan mengunakan teknik insidental sampling. Data ditabulasi dengan menggunakan distribusi frekuensi dan diuji menggunakan uji Paired T Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Terjadi penurunan tekanan darah pada kelompok perlakuan. Kesimpulan: Ada pengaruh terapi akupunktur terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Terapi akupunktur ini bisa dijadikan rekomendasi dalam mengatasi masalah hipertensi.
PENGARUH KEROKAN TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI Rahmad Aswin Juliansyah; Syokumawena Syokumawena
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i2.1390

Abstract

Latar Belakang. Kerokan adalah suatu metoda pengobatan dengan cara menekan dan menggeserkan benda tumpul (biasanya uang logam) secara berulang-ulang di permukaan kulit sampai terjadi bilur-bilur berwarna merah. Secara fisiologi efek kerokan terhadap tubuh adalah menyebabkan terjadinya ekspresi gen yang memproduksi enzim heme oxygenase-1 (HO-1) di organ tubuh setelah perlakuan dan beberapa hari setelah perlakuan. HO-1 adalah suatu enzim yang memiliki peran sebagai antioksidan dan antiinflamasi dan berperan terhadap pengaturan tekanan darah. Berdasarkan pernyataan diatas, penelitian ini diarahkan untuk menjawab pertanyaan sebagai berikut: apakah terdapat pengaruh kerokan terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuasi eksperimen dengan One-group pretest-posttest design, yaitu desain penelitian yang terdapat pretest sebelum diberi perlakuan dan posttest setelah diberi perlakuan, dengan besar sampel adalah 35 sampel. Sebelum perlakuan, 35 pasien hipertensi dilakukan pengukuran tekanan darah, kemudian diberi perlakuan kerokan, setelah 15 menit dilakukan perlakuan kerokan, dilakukan pengukuran tekanan darah kembali. Hasil. Hasil uji beda rerata nilai mean arterial pressure (MAP) sebelum perlakuan dengan sesudah perlakuan, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna pada rerata nilai mean arterial pressure (MAP) sebelum dan sesudah perlakuan (p=0,000) dengan penurunan sebesar 5,37 mmHg, hasil uji beda rerata nilai sistole sebelum perlakuan dengan sesudah perlakuan, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna pada rerata nilai sistole sebelum dan sesudah perlakuan (p=0,000) dengan penurunan sebesar 8,94 mmHg, Kesimpulan : hasil uji beda rerata nilai diastole sebelum perlakuan dengan sesudah perlakuan, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna pada rerata nilai diastole sebelum dan sesudah perlakuan (p=0,009) dengan penurunan sebesar 3,57 mmHg
ANALISIS KEMURNIAN EKSTRAKSI ASAM RIBONUKLEAT PADA SAMPEL DARAH MENSTRUASI Ocktariyana Ocktariyana; Dian Lestari; Asmarinah Asmarinah
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i2.1392

Abstract

Latar Belakang: Asam nukleat mengandung materi genetik dan berfungsi untuk mengatur perkembangan biologis seluruh bentuk kehidupan secara seluler. Asam nukleat yang paling umum adalah Asam deoksiribonukleat (ADN) dan Asam ribonukleat (ARN). Untuk mengeluarkan ARN dari dalam intisel maka diperlukan suatu teknik isolasi. Suatu ekstraksi asam nukleat dikatakan baik jika dari prosedur yang dilakukan bisa didapatkan asam nukleat yang murni dan utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kemurnian ekstrak asam nukleat dari sampel darah menstruasi menggunakan teknik isolasi asam nukleat. Metode: Sampel darah menstruasi dikumpulkan dengan cara ditampung pada kertas saring yang di desain khusus. Sampel akan diekstraksi menggunakan Quick-ARN Miniprep Plus Kit R1058 Zymo Research untuk isolasi ARN, selanjutnya diukur tingkat kemurnian dengan menggunakan alat nanodrop berdasarkan prinsip spektrofotometri. Data diolah secara statistic dengan menggunakan analisis deskripsi dalam disajikan dalam bentu distribusi frekuensi dan nilai rerata. Hasil: pada penelitian ini diperoleh bahwa rerata tangka kemurnian ARN sampel darah menstruasi yang ditampung pada kertas saring pada Panjang gelombang A260 / A280 adalah 2,07, dan Panjang gelombang A260 / A230 adalah 2,1. Kesimpulan: Isolasi ARN pada sampel darah menstruasi yang ditampung di kertas saring memiliki tingkat kemurnian yang optimal.
TINJAUAN COST-EFFECTIVENESS ANALYSIS PENGGUNAAN INSULIN PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS Samarlina Simamora; Sonlimar Mangunsong; Tiara Mayang Pratiwi
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i2.1459

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang membutuhkan perawatan medis terus-menerus. Prevalensi pengidap diabetes melitus terus meningkat setiap tahunnya dan pada kondisi tertentu dimana pengobatan oral sudah kurang mencukupi, maka dokter akan meresepkan insulin injeksi. Hal ini akan menyebabkan peningkatkan biaya pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung perbedaan biaya terhadap outcome terapi penggunaan insulin kerja cepat jika dibandingkan dengan kombinasi insulin kerja cepat dengan insulin kerja panjang. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan deskriptif. Data diperoleh secara retrospektif melalui penelusuran data rekam medik pasien diabetes melitus tipe 2 selama tahun 2020 di sebuah rumah sakit di Kota Palembang, dengan penentuan sampel secara probability sampling, didapatkan 161 rekam medik. Dari penelitian ditemukan bahwa terapi kombinasi jenis insulin aspart yang kerjanya cepat dan insulin detemir yang kerjanya panjang, merupakan kombinasi terapi yang paling banyak diresepkan untuk pasien diabetes melitus tipe 2. Biayanya dengan menggunakan harga e-catalog adalah sebesar 7.170.110,- .Penggunaan kombinasi kedua jenis insulin ini tidak menunjukkan outcome yang lebih baik pada kadar gula darah pasien yang diberikan kan insulin aspart secara tunggal, dengan biaya sebesar 5.457.359,-. Nilai dari rata-rata biaya pengobatan langsung dibagi dengan outcome terapi dari penggunaan insulin adalah 5.664.000,- untuk kombinasi insulin aspart dengan insulin glulisin, kombinasi insulin aspart dan insulin glargine sebesar 8.955.000,- , insulin glulisin dan insulin detemir sebesar 7.517.376,- dan insulin aspart dan insulin detemir sebesar 7.170.110 dan terakhir adalah kombinasi insulin glulisin dan insulin glargine, yaitu sebesar 6.744.674,-. Terapi insulin yang paling cost-effective adalah insulin Aspart.
PREDIKSI KASUS COVID 19 INDONESIA MENGGUNAKAN METODE NAÏVE BAYES Dafid Dafid; Veratiwi Veratiwi
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i2.1465

Abstract

Latar Belakang: Covid 19 merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan. Dampak dari covid 19 sangat signifikan bagi kehidupan masyarakat Indonesia yang terjadi hampir di semua bidang. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui laman https://www.kemkes.go.id/ per 18 November 2022, kasus penyebaran dan kasus terinfeksi oleh virus ini terus bertambah. Hal ini menjadi tantangan besar dalam menghadapi covid 19 terutama bagi pembuat kebijakan yang harus mengambil keputusan dari berbagai macam informasi yang masih belum sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi kasus covid 19 di Indonesia sehingga para pembuat kebijakan dapat mengambil keputusan yang sesuai baik itu untuk pencegahan maupun untuk penyusunan strategi dalam menangani kasus covid 19. Metode: Dalam penelitian ini bahan yang digunakan untuk kemudian diolah dan menjadi acuan adalah dataset yang dikompilasi secara time series dari covid19.go.id, kemendagri.go.id, bps.go.id, dan bnpb-inacovid19.hub.arcgis.com berupa data kasus covid-19 di Indonesia yang diupdate dalam 2 bulan terakhir. Metode yang digunakan untuk melakukan prediksi menggunakan dataset yang telah disiapkan adalah Naïve Bayes. Hasil: Prediksi yang dilakukan dengan menggunakan metode Naïve Bayes memberikan hasil prediksi dengan mengklasifikasi kasus baru yang terjadi berdasarkan variabel independen yang telah ditentukan. Nilai akurasi yang dihasilkan yaitu sebesar 89%. Kesimpulan: Metode Naïve Bayes mampu memberikan hasil prediksi dengan tepat dengan tingkat akurasi yang dihasilkan sangat tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh faktor banyaknya data yang disediakan dan juga banyaknya variabel yang digunakan untuk melakukan prediksi. Kata kunci : Covid 19, Prediksi, Keputusan
SHARED DECISION-MAKING MODEL: DECISION MAKING OF LONG-TERM CONTRACEPTION METHOD Desy Setiawati; Elga Mardani; Siti Hindun; Sari Wahyuni; Nia Clarasari Mahalia Putri
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i2.1479

Abstract

Backgroud: Family planning is an effort to increase awareness and participation in realizing a happy and prosperous small family. The efforts by the National Population and Family Planning Agency to reduce Maternal Mortality Ratio in Indonesia are by increasing family planning participation and use the Long-Term Contraception Method through fertility regulation in family planning policies implemented to assist married couple on decision making, the shared decision-making is one of model that can be used by health care providers for helping patients make a health decision. Purpose: Known the influence of shared decision-making model on decision making of long- term contraception method at the BPM and RB in Palembang City in 2020. Methods: The study uses a pre experimental design with a static group comparison design. The samples were took by accidental sampling technique, which 80 respondents were divided into 40 respondent in the control group and 40 other respondents in the experiment group. Results: Based on univariat results in the control group it was found that the majority of mothers (72,5%) chose to continue using current contraception and in experiment group there were 12 mothers (30%) who chose and had used long-term contraception. The results of statistic analysis using the Chi-Square test with a significance level of 5% obtained the results of Pearson Chi-Square p = 0,002 which means the shared decision-making model has influence on decision making of long-term contraception method at the BPM and RB in Palembang City. Conclusion: There is a significant the influence of shared decision-making model on decision making of long-term contraception method at the BPM and RB in Palembang City in 2020
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ISOFLAVON TEMPE TERHADAP TINGKAT STRESS OKSIDATIF PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus novergicus) SETELAH DIINDUKSI DENGAN DOSIS TOKSIK PARASETAMOL Muhamad Taswin; Ratnaningsih Dewi Astuti; Dewi Marlina; Ocktariyana Ocktariyana; Ade Agustianingsih
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i2.1513

Abstract

ABSTRACT Background: As a producing country and at the same time the largest consumer of tempeh in the world, Indonesia has become the largest soybean market in Asia. As much as 50% of soybean consumption in Indonesia is done in the form of tempeh. Tempe is a potential food ingredient as a hepatoprotector. The content of isoflavones in tempeh has been shown to protect rat liver function under stress conditions. Isoflavones contained in tempeh have activity as antioxidants, which can prevent oxidation reactions from occurring by working as reducing agents and protecting cell membranes from oxidation, as well as counteracting free radicals by stopping chain reactions and protecting cells from DNA activation so as to reduce cell damage. This situation has prompted the authors to investigate the effect of the isoflavone extract of tempeh on the histochemistry and histopathology of the livers of male white Wistar rats (Rattus novergicus) after being induced by toxic doses of Paracetamol. Methods: This study was an experimental study using the Randomized Posttest Only Control Group Design to determine the level of oxidative stress after administration of tempeh isoflavone extract to male white rats (Rattus novergicus) induced with a toxic dose of paracetamol. 5 groups, namely group 1 was given tempe extract 160 mg/kgBB, group 2 was given tempe extract 320 mg/kgBB, group 3 was given tempe extract 640 mg/kgBB, group 5 was given distilled water and group 6 was given 1% NaCMC solution. Each rat was treated for 14 days. On day 12, 13 and 14 rats were given paracetamol at a dose of 900 mg/kg BW in 1% NaCMC. And on the 15th day, rat blood serum was examined for levels of SGOT, SGPT and MDA. Results: It was found that tempeh at a dose of 640 mg/kgBW could significantly reduce SGOT, SGPT and MDA levels (p<0.05) compared to other doses as well as distilled water and 1% NaCMC. Conclusion: So it can be concluded that tempeh can be an alternative source of antioxidants that can protect liver cells from the effects of substances that can damage the liver. Keywords: Tempe, SGOT, SGPT, MDA
HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN STATUS PEKERJAAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Endah Tri Wahyuni; Istri Utami
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 18 No 1 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v18i1.1307

Abstract

Latar Belakang:ASI (Air Susu Ibu) merupakan asupan yang sangat penting bagi bayi. ASI mengandung kandungan gizi yang sempurna dan bermanfaat untuk bayi. Asi Eksklusif adalah pemberian ASI sedini mungkin setelah persalinan sampai bayi berumur 6 bulan. Salah satu faktor ketidakberhasilan ibu memberikan ASI Eksklusif adalah status ibu bekerja. Ibu menyusui yang bekerja seringkali mengalami hambatan lantaran singkatnya masa cuti hamil dan melahirkan mengakibatkan sebelum masa pemberian ASI Eksklusif berakhir mereka sudah harus kembali bekerja. Selain itu, pendidikan yang rendah juga seringkali dikaitkan dengan ketidakmampuan ibu menyusui dalam memberikan ASI secara Eksklusif. Tujuan dari penelitian ini unuk mengetahui hubungan pendidikan dan status pekerjaan dengan pemberian ASI Eksklusif. Penelitian ini dilakukan di Desa Sariharjo Ngaglik Sleman. Sampel berjumlah 40 ibu menyusui dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik denan pendekatan kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan dalam pendekatan kuantitatif adalah cross sectional. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pendidikan dan status pekerjaan dengan pemberian ASI Eksklusif dengan hasil uji statistik diperoleh p value 0,521<alpha (0,05), OR : 1,600 (pendidikan dengan pemberian ASI eksklusif), p value 0,003 < alpha (0,05), OR 9,208 (status pekerjaan dengan pemberian ASI Eksklusif) Kesimpulan: Ada hubungan pendidikan dan status pekerjaan dengan pemberian AS Eksklusif

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20 No 1 (2025): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 19 No 2 (2024): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 19 No 1 (2024): (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 18 No 2 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 18 No 1 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 17 No 1 Juni (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 16 No 2 Desember (2021): JPP (JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG) Vol 16 No 1 (2021): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 15 No 2 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 15 No 1 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 14 No 2 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 14 No 1 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 13 No 2 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 13 No 1 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 12 No 2 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 12 No 1 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 11 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 11 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 14 (2014): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 13 (2014): Jurnal Kesehatan Vol 2 No 12 (2013): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 1 No 12 (2013): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 11 (2012): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 10 (2012): Jurnal Kesehatan More Issue