cover
Contact Name
Maksuk
Contact Email
maksuk@poltekkespalembang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
unitlitbang@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
ISSN : 25795325     EISSN : 26543427     DOI : -
Core Subject : Health,
JPP : Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang merupakan jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Poltekkes Kemenkes Palembang sejak tahun 2015, dengan eISSN 2654-3427 dan pISSN 2579-5325. Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (original article) dengan fokus dan scope meliputi Keperawatan, kebidanan, kesehatan gigi, Farmasi, Kesehatan Lingkungan, Gizi, Analis Kesehatan, dan kesehatan masyarakat. Jurnal ini juga telah bekerjasama dengan IAKMI, Persagi, HAKLI, PATELKI, PAFI, PPNI, PAEI dan PAKKI dalam hal membantu kemajuan ilmu kesehatan dan mendiseminasikan hasil penelitian.
Arjuna Subject : -
Articles 517 Documents
DETERMINAN USIA PERTAMA KALI BERHUBUNGAN SEKSUAL PADA KELOMPOK USIA 15-24 TAHUN BELUM MENIKAH Tiara Eka Julia; Rico Januar Sitorus; Retna Mahriani
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 1 Juni (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i1.1266

Abstract

ABSTRAK Perilaku seksual dikalangan remaja merupakan permasalahan serius yang harus diatasi. Wujud perilaku seksual yang biasa di lakukan remaja adalah berhubungan seksual pranikah di usia remaja. Terdapat banyak faktor terkait dengan usia masa remaja, diantaranya adalah usia, tingkat pendidikan, kedudukan ataupun domisili. Maksud dari penelitian yaitu mengidentifikasi faktor risiko yang memengaruhi perilaku hubungan seksual pranikah oleh remaja Indoensia. Metode yang digunakan adalah penelitian analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Data yang dipakai yaitu data Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 sub survei Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR). Hasil penelitian memperlihatkan korelasi usia remaja (p=0.000; PR=1,740) dan tingkat pendidikan (p=0,003; PR=1,300) dengan usia pertama kali berhubungan seksual. Sedangkan ketiga variabel lainnya, yaitu status ekonomi keluarga, status pekerjaan dan wilayah tempat tinggal remaja tidak berhubungan signifikan (p≥0,05). Berdasarkan analisis regresi logistik faktor yang paling memengaruhi terhadap usia pertama kali berhubungan seksual pranikah remaja adalah variabel tingkat pendidikan dengan OR = 4,000 (CI 95% 3,293-8,484), artinya remaja yang memiliki tingkat pendidikan rendah mempunyai peluang 4,000 kali melakukan usia pertama kali berhubungan seksual pranikah di usia berisiko (15-19 tahun) pembanding remaja yang berusia 20-24 tahun. Dapat disimpulkan bahwa usia pertama kali remaja berhubungan seksual pranikah disebabkan oleh faktor usia dan tingkat pendidikan. Kata kunci : usia pertama kali berhubungan seksual pranikah, usia remaja, tingkat pendidikan, status ekonomi keluarga ABSTRACT Sexual behavior among adolescents is a serious problem that must be addressed immediately. One form of sexual behavior that is usually done by teenagers is to have premarital sex at a young age. There are many factors related to the age of first sexual intercourse in adolescence. The purpose of this study was to identify risk factors that influence premarital sexual behavior by adolescents in Indonesia. The method used is analytical research with a cross-sectional research design. The data used is the Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) 2017 sub-survey on Adolescent Reproductive Health. The results showed that there was a significant relationship between adolescent age (p = 0.000; PR = 1.740) and education level (p = 0.003; PR = 1.300) with age at first sexual intercourse. While the other variables, namely family economic status, employment status, and area of ​​residence of adolescents were not significantly related to the age of first sexual intercourse (p≥0.05). Based on logistic regression analysis, it is known that the factor that most influences the age at first having premarital sexual intercourse is the education level variable with OR = 4,000 (95% CI 3,293-8,484), which means that adolescents who have a low level of education have a 4,000 chance of having sex for the first time, having premarital sex at risky ages (15-19 years) compared to adolescents aged 20-24 years. It can be concluded that the age at which adolescents first had premarital sex was caused by factors of age and level of education. Keywords: age of first premarital sexual intercourse, adolescent age, education level, family economic status
Faktor Risiko Terjadinya Dimensia Pada Usia Lanjut Di Posyandu Usia Lanjut Puskesmas Kertapati Palembang Tahun 2012 Faiza Yuniati; Azhari Azhari; Yuvita Fitriana
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 1 No 12 (2013): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v1i12.1298

Abstract

Gangguan mental yang banyak terjadi pada usia lanjut adalah penurunan fungsi kognitif. Standar baku diagnosis dimensia yang dikenal yaitu Mini Mental State Examination (MMSE Test) yang menilai 5 aspek kognitif berisi tindakan yang harus dilakukan oleh usila untuk mengukur kemampuan kognitifnya. Penelitian ini adalah penelitian analitik dalam bidang Keperawatan gerontik. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi mengenai angka kejadian dimensia pada usia lanjut dan faktor yang mempengaruhinya di Posyandu Usia Lanjut Puskesmas kertapati Palembang Tahun 2012. Diagnosis Dimensia ditetapkan dengan menggunakan standar baku Mini Mental State Examination Test (MMSE Test). Test ini merupakan penilaian dari 5 aspek kognitif yang memiliki total skor sejumlah 30. Test ini berisi serangkaian test yang menuntut usia lanjut melakukan beberapa tindakan dengan tujuan untuk menilai kemampuan kognitifnya. Faktor risiko yang diduga berpengaruh terhadap dimensia yaitu umur, pendidikan, pasangan hidup, aktivitas sosial dan aktivitas mengasah otak. Analisis data dilakukan secara univariabel dan bivariabel. Pelaksanaan penelitian pada bulan Oktober 2012 di Posyandu Usila Kertapati Palembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka kejadian dimensia pada pada usia lanjut di Posyandu Usila Kertapati Palembang adalah sebesar 30%. Terdapat hubungan yang signifikan antara umur (Pvalue = 0,000), keberadaan pasangan hidup (Pvalue=0,008) dan aktivitas sosial (Pvalue=0,020) terhadap kejadian dimensia pada usia lanjut di Posyandu Usila Kertapati Palembang adalah sebesar 30% (CI= 95%). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pendidikan dan aktivitas mengasah otak dengan kejadian dimensia pada usia lanjut di Posyandu Usila Kertapati Palembang adalah sebesar 30% (CI= 95%).
Pengaruh Pelatihan Supervisi Keperawatan Melalui Peer Teaching Method terhadap Kemamampuan Supervisi Kepala Ruang Rawat Inap di RSUP dr. Moh. Hoesin Palembang Tahun 2011 Muliyadi Muliyadi; Ismar Agustin; Azhari Azhari
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 1 No 10 (2012): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v1i10.1361

Abstract

Keperawatan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan di rumah sakit. Implikasinya adalah bahwa manajemen keperawatan merupakan bagian penting dalam manajemen rumah sakit secara keseluruhan. Supervisi merupakan salah satu kegiatan penting dalam fungsi actuating pelaksanaan. Supervisi memungkinkan manajer keperawatan menemukan berbagai hambatan dan permasalahan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan di ruang perawatan. Kemampuan supervisi kepala ruangan perlu mendapat perhatian dari pihak manajemen agar kemampuan supervisi tetap dapat dipertahankan atau ditingkatkan, maka perlu diadakan pelatihan atau training dengan metode yang aplikatif. Peer teaching method merupakan metode aplikatif yang dapat digunakan dalam pelajaran androgogik atau pembelajaran orang dewasa yang secara prinsip dapat dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan atau skill tertentu penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pelatihan supervisi Keperawatan dengan kemampuan supervisi kepala ruang rawat. Desain penelitian ini adalah pra eksperimen dengan rancangan prepost test desain. Populasi penelitian ini adalah seluruh kepala ruang rawat di RSUP Dr Moh Hoesin Palembang. Sampel adalah kepala ruang rawat yang berjumlah 25 orang yang ditentukan berdasarkan simple random sampling. Penelitian dilaksanakan pada 22 September sampai 15 November 2011. Analisis bivariat dengan uji t terhadap dua kelompok berpasangan dengan tingkat signifikan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh signifikan pelatihan supervisi melalui peer teaching method terhadap pengetahuan kepala ruangan tentang supervisi (p value = 0,000) dan kemampuan supervisi kepala ruangan (p value 0,005). Disarankan bagi RSUP Dr Moh Hoesin untuk melaksanakan pelatihan supervisi berkelanjutan merumuskan standar kebijakan dan pedoman supervisi serta merumuskan standar pelayanan keperawatan dan mekanisme evaluasi untuk pelaksanaan supervisi.
Pengaruh Senam Kegel Terhadap Kejadian Inkontinensia Urin Nesi Novita; Kharisma Virgian
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia defisiensi besi ibu hamil di Indonesia masih tergolong tinggi. Salah satu faktor yang menyebabkan masih tingginya anemia defisiensi besi pada ibu hamil adalah rendahnya kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet besi. Keadaan ini mengindikasikan bahwa anemia defisiensi besi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Penelitian bertujuan mengidentifikasi kasus ibu hamil dengan anemia di Puskesmas Gandus Palembang serta menganalisis perbedaan kadar hemoglobin I dan II pada ibu hamil dengan anemia sebelum dan setelah dilakukan pemberian 90 tablet zat besi. Desain penelitian adalah eksperimental dengan model rancangan one group pre test-posttest design , dimana subjek diberikan dua perlakuan yaitu perlakuan sebelum diberikan 90 tablet zat besi (HbI) dan perlakuan sesudah diberikan 90 tablet zat besi (HbII), penelitian dilakukan pada bulan Januari – April 2009. Sampel penelitian adalah adalah ibu hamil dengan anemia di Puskesmas Gandus Palembang yang berjumlah 10 responden. Hasil penelitiananalisis univariat didapatkan bahwa dari 10 orang ibu hamil yang mengalami anemia, 1orang dengan anemia risiko tinggi (1%) dan 9 orang dengan anemia risiko rendah (90%). Setelahmendapatkan pemberian 90 tablet zat besi didapatkan 9 orang ibu hamil dengan anemia ringan (90%) dan 1 orang ibu hamil tidak anemia (10%).Hasil uji statistik dengan Uji t berpasangan didapatkan nilai ρ value = 0.002 < α = 0.05 , menunjukkan adanya perbedaan antara kadar HbI dengan kadar HbII.Rata-rata kadar Hb pada pengukuran pertama adalah 9.84 gr% dan rata-rata kadar Hb pada pengukuran kedua adalah 10.46 gr%.Pemberian tablet zat besi pada ibu hamil dapat berpengaruh terhadap kenaikan kadarhemoglobin sehingga dapat mencegah terjadinya anemia dalam kehamilan. Namun masih diperlukan pemantauan oleh tenaga kesehatan untuk mendeteksi anemia dalam kehamilan serta pengawasan yang lebih agar kepatuhan ibu hamil dapat mengkonsumsi tablet zat besi semakin meningkat.
Hubungan Usia dan Partus terhadap Penggunaan Kontrasepsi Intra Uteri Device di Wilayah Kerja Puskesmas Sidorejo Kota Lubuklinggau Tahun 2011 Nadi Aprilyadi; Yeni Elviani; Zuraida Zuraida
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negera berkembang dengan berbagai masalah. Masalah utama yang dihadapi di indonesia adalah bidang kependudukan yang masih tingginya dan pemerataan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu pemerintah terus berupaya untuk menekan laju penduduk dengan program keluarga berencana (BKKBN 2003). Salah Satu supaya untuk meningkatkan kondisi keluarga agar sejahtera adalah terus meningkatkan promosi dan motivasi program konvensional. Dari Survey prevalensi dimana IUD lebih banyak dipakai oleh kelompok umur lebih dari 30 tahun. Pada tahun 2010 di puskesmas sidorejo kota lubujlinggau tahun 2011. Menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional populasi penelitian ini adalah semua akseptor KB yang tercata sebanyak 3.767 dengan sampel sebanyak 97 responden. sebanyak 3 Orang (3,1%) menggunakan kontrasepsi IUD dan yang 94 orang (96,9%) tidak menggunakan IUD.
Hubungan Tingkat Pendidikan dan Status Pekerjaan Ibu dengan Kelengkapan Imunisasi pada Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Sumber Warasa Kota Lubuklinggau Tahun 2013 Yeni Elviani; Nadi Aprilyadi
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi adalah memberikan kekebalan tubuh pada bayi dan balita dengan suntikan atau tetasan untuk mencegah agar anak tidak aktif atau walau sakit tidak menjadi parah (kemkes,2011) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan status pekerjaan ibu dengan kelengkapan imunisasi pada bayi di wilayah kerja puskesmas sumber warasa kota lubuklinggau tahun 2013
PERFORMANCE TREATMENT INDEX (PTI) PADA KEJADIAN KARIES GIGI ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI 106 PALEMBANG Masayu Nurhayati; Tri Syahniati; Saluna Deynilisa
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v11i1.1476

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut di Indonesia merupakan masalah vang perlu diperhatikan, hal ini disebabkan oleh penyakit gigi dan mulut yang merupakan penvakit yang banyak dikeluhkan olch masyarakat, terutama anak-anak sekolah dasar. Penelitian ini berjudul Performance treatment index (PTI) pada kejadian karies gigi anak SDN 106 Palembang. Jenis Penelitian yang digunakan adalah deskriptif, dengan Populasi berjumlah 455 anak, sedangkan sampel berjumlah 400 anak, tekhnik pengambilan sample dengan cara Purposive Sampling. Dari hasil penelitian didapat PTI anak laki-laki 2,32%, anak perempuan 5,03%, PTI anak usia 7-9 tahun: 1,49% 400 anak, anak usia l0-12 Thn 2,9%, anak usia lebih dari 12 Thn : 15,78%. DMF-T anak SDN 106 didapat 375, D: 355, M: 8, F: 12. Rata-rata DMF-T anak SDN 106 berdasarkan jenis kelamin laki-laki 1,10, anak perempuan 0,68. DMF-T anak usia 7-9 Thn 0,29, usia 10-12 Thn 1,71, sedangkan anak usia lebih dari 12 Thn 1,18.
HUBUNGAN PERNIKAHAN DINI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI KABUPATEN KEPAHIANG PROVINSI BENGKULU Yetti Purnama; Rani Indah Pratiwi; Kurnia Dewiani; Deni Maryani; Linda Yusanti; Fitri Ramadhaniati
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i2.1291

Abstract

ABSTRAK Kejadian anemia pada ibu hamil di Indonesia masih mendapat perhatian serius dari pemerintah. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik tercatat sebanyak 48,9 persen ibu hamil mengalami anemia pada tahun 2018.1 Salah satu penyebab anemia pada ibu hamil adalah usia menikah dan hamil yang terlalu muda.2 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pernikahan dini dengan kejadian anemia pada ibu hamil di kabupaten Kepahiang, provinsi Bengkulu. Desain penelitian ini adalah survei anaitik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang terdaftar di buku register KIA Puskesmas Pasar Kepahiang, Kelobak, Ujan Mas, Cugung Lalang, dan Durian Depun dengan jumlah 117 orang. Hasil penelitian di kabupaten Kepahiang menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami pernikahan dini (72,6%). Selain itu, sebagian besar responden juga mengalami anemia (73,5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pernikahan dini dengan kejadian anemia pada ibu hamil dengan nilai p diperoleh 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pernikahan dini dengan kejadian anemia pada ibu hamil di kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. ABSTRACT The incidence of anemia in pregnant women in Indonesia still receives serious attention from the government. Based on data from the Central Statistics Agency, it was recorded that as many as 48.9 percent of pregnant women experienced anemia in 2018.1 One of the causes of anemia in pregnant women is the age of marriage and pregnancy that is too young.2 This study aims to determine the relationship between early marriage and the incidence of anemia in pregnant women in Kepahiang regency, Bengkulu province. The design of this study is an anaitik survey. The approach used in this study is a cross sectional approach. The samples in this study were all pregnant women who were registered in the KIA register book of the Pasar Kepahiang, Kelobak, Ujan Mas, Cugung Lalang, and Durian Depun Health Centers with a total of 117 people. The results of the study in Kepahiang district showed that most respondents experienced early marriage (72.6%). In addition, most respondents also had anemia (73.5%). The results of the bivariate analysis showed that there was a meaningful relationship between early marriage and the incidence of anemia in pregnant women with a p value of 0.000. The conclusion of this study is that there is a relationship between early marriage and the incidence of anemia in pregnant women in Kepahiang district, Bengkulu Province.
ANALISIS KUANTITAS TROMBOSIT TERHADAP PEROKOK AKTIF DAN PEROKOK PASIF PADA MAHASISWA POLITEKNIK MEDICA FARMA HUSADA MATARAM Musparlin Halid
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i2.1294

Abstract

Platelets are one of the components of blood that have a major function in blood clotting. When the platelet level is above the normal range (> 400,000/microliter of blood) it is called thrombocytosis. When the platelet level is below the normal range (<150,000/microliter) it is called thrombocytopenia. This study aims to analyze the number of platelets against active smokers and passive smokers in students of the Polytechnic Medica Farma Husada Mataram 2021. The sample of this study was the blood of students who smoked as active and passive smokers. The method used is the direct method (Rees Ecker) with units of thousand/mm3. The results showed an increase in platelet count in active smokers to 211,500/mm3 and a decrease in platelet count in passive smokers by 130,750/mm3. Thus, there is a quantitative difference in the number of platelets in active smokers and passive smokers in college students.
GAMBARAN JUMLAH TROMBOSIT PADA IBU HAMIL DI RS BHAYANGKARA KOTA PALEMBANG Olivia Andini; Diah Navianti; Ardiya Garini
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i2.1296

Abstract

Latar Belakang: Kelainan jumlah trombosit (trombositosis atau trombositopenia) dapat terjadi selama kehamilan. Trombositosis pada kehamilan akan menyebabkan gangguan aliran darah sehingga bisa menyebabkan keguguran atau persalinan prematur sedangkan trombositopenia menyebabkan perdarahan maupun memperpanjang masa perdarahan pasca persalinan yang menyebabkan anemia bahkan menjadi faktor predisposisi terjadinya infeksi nifas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jumlah trombosit pada ibu hamil di RS Bhayangkara Kota Palembang. Metode: Jenis penelitian yang digunakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Metode pemeriksaan jumlah trombosit yang digunakan adalah metode otomatis. Besar sampel adalah 45 orang ibu hamil yang diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian didapatkan rata-rata jumlah trombosit ibu hamil adalah 241.467/mm3 dengan jumlah trombosit terendah 122.000/mm3 dan jumlah trombosit tertinggi 642.000/mm3. Berdasarkan umur, 33 orang ibu hamil dengan kategori umur tidak berisiko terdapat 2 orang (6.1%) trombositopenia dan 1 orang (3.0%) trombositosis sedangkan 12 orang ibu hamil dengan kategori umur berisiko terdapat 1 orang (8.3%) trombositopenia dan 1 orang (8.3%) trombositosis. Berdasarkan usia kehamilan, 6 ibu hamil trimester I tidak terdapat jumlah trombosit abnormal, 10 orang ibu hamil trimester II terdapat 1 orang (10%) trombositopenia dan 1 orang (10%) trombositosis, sedangkan 29 orang ibu hamil pada trimester III terdapat 2 orang (6.9%) trombositopenia dan 1 orang (3.4%) trombositosis. Kesimpulan: Jumlah trombosit dari 45 ibu hamil didapatkan 3 orang (6.7%) trombositopenia, 40 orang (88.9%) jumlah trombosit normal dan 2 orang (4.4%) trombositosis. Dengan demikian, kepada masyarakat terutama ibu hamil disarankan untuk melakukan pemeriksaan trombosit selama masa kehamilan untuk menjaga jumlah trombosit dalam batas normal.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20 No 1 (2025): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 19 No 2 (2024): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 19 No 1 (2024): (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 18 No 2 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 18 No 1 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 17 No 1 Juni (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 16 No 2 Desember (2021): JPP (JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG) Vol 16 No 1 (2021): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 15 No 2 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 15 No 1 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 14 No 2 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 14 No 1 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 13 No 2 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 13 No 1 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 12 No 2 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 12 No 1 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 11 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 11 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 14 (2014): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 13 (2014): Jurnal Kesehatan Vol 2 No 12 (2013): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 1 No 12 (2013): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 11 (2012): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 10 (2012): Jurnal Kesehatan More Issue