cover
Contact Name
Maksuk
Contact Email
maksuk@poltekkespalembang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
unitlitbang@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
ISSN : 25795325     EISSN : 26543427     DOI : -
Core Subject : Health,
JPP : Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang merupakan jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Poltekkes Kemenkes Palembang sejak tahun 2015, dengan eISSN 2654-3427 dan pISSN 2579-5325. Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (original article) dengan fokus dan scope meliputi Keperawatan, kebidanan, kesehatan gigi, Farmasi, Kesehatan Lingkungan, Gizi, Analis Kesehatan, dan kesehatan masyarakat. Jurnal ini juga telah bekerjasama dengan IAKMI, Persagi, HAKLI, PATELKI, PAFI, PPNI, PAEI dan PAKKI dalam hal membantu kemajuan ilmu kesehatan dan mendiseminasikan hasil penelitian.
Arjuna Subject : -
Articles 517 Documents
UJI DAYA TERIMA NUGGET PANGGANG DENGAN SUBTITUSI JAMUR TIRAM, WORTEL, DAN TEPUNG JAGUNG SEBAGAI PRODUK SNACK SEHAT SUMBER SERAT Bifadhlika Alya; Imelda Telisa; Terati Terati
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 18 No 1 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v18i1.1310

Abstract

Background: Indonesia has a high prevalence of obesity. One of the efforts that can be done to overcome the problem of obesity is through an innovative approach to products rich in healthy dietary fiber. The types of food that can be increased in availability are oyster mushrooms, carrots, and corn flour. Methods: This research is an experimental study using a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with 3 corn flour substitution formulations F1 (50 g), F2 (60 g), F3 (70 g). Organoleptic test research subjects were 30 panelists. Results: Based on the results of organoleptic tests (color, aroma, taste, and texture) showed that the acceptance of baked nuggets with oyster mushroom, carrot and corn flour substitutions was the most preferred F1 with 159.54 kcal energy, 5.25% protein, 2.22 fat. %, 29.64% carbohydrates, and 11.59% dietary fiber in 100 grams. Fried test showed a relationship between color, aroma, taste, and texture. Conclusion: Based on the results of the research, it can be concluded that baked nuggets with the substitution of oyster mushrooms, carrots and corn flour can be used as an alternative source of fiber snacks. To supply the needs of energy, protein, fat, carbohydrates and fiber in snacks, teenagers can consume 3 pieces of baked nuggets with substitutions of oyster mushrooms, carrots and corn flour, which is 120 grams a day.
IDENTIFIKASI METALLO-β-LACTAMASE (MBL) PADA ISOLAT BAKTERI GRAM NEGATIF DI RUMAH SAKIT KOTA PALEMBANG Venny Patricia; Ahmad Yani
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 18 No 1 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v18i1.1424

Abstract

Latar Belakang: Resistensi antibiotik merupakan ancaman bagi efektifitas pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit infeksi. Antibiotik beta laktam ditemukan pertama kali sampai sekarang, angka kejadian infeksi oleh bakteri penghasil ESBL semakin meningkat diseluruh dunia. Ada 3 kelas menurut klasifikasi Ambler, diantara nya kelas B yaitu metallo-beta-lactamase (MBL) paling banyak menyebar dan banyak didominasi oleh bakteri Enterobactericeae yang merupakan bagian dari bakteri gram negatif. mengetahui prevalensi enzim Metallo beta lactamase (MBL) pada isolat bakteri gram negatif berdasarkan metode fenotif dan genotif sehingga akan didapatkan data terkait resistensi antibiotik ESBL khususnya Metallo-ꞵ-Lactamase. Metode: Penelitian ini berupa studi laboratorik dengan survei klinis secara cross sectional. Konfirmasi fenotif menggunakan Double-disk synergy test (DDST) dan Combined disk synergy test (CDST) dan secara genotif dengan mendeteksi gen IMP, VIM dan NDM. Hasil: Total 88 isolat didapatkan hasil uji DDST positif sebanyak 44(50%) isolat dan CDST sebanyak 87(98.8%) isolat. Konfirmasi MBL secara genotif didapatkan positif hanya pada gen IMP 7(7.9%) isolat, sedangkan pada gen VIM dan NDM semuanya negatif. Data secara fenotif pada sampel yang positif gen IMP, didapatkan sebagai berikut yaitu DDST positif sebanyak 4(4.5%) dan CDST positif sebanyak 7(7.9%). Sensitifitas dari perbandingan dua metode tersebut diperoleh hasil sebanyak 51.1% dan Spesifisitas sebanyak 100%. bakteri terbanyak yaitu K.pneumonia 45(51,1%) dan E.coli 31(35,2%). Sampel terbanyak sputum 34(38,6%); pus 18(20,5%) serta urine 13(14,8%). Kesimpulan: Metode konfirmasi secara fenotif yang lebih mudah dipakai yaitu menggunakan metode CDST dan masih terdapat gen positif MBL pada isolate gram negatif. Kata kunci : Fenotif, Genotif, Gram negatif, MBL
KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA BUMI DALAM KEPERAWATAN: TINJAUAN PENELITIAN Firman Dwi Cahyo; Farly Ihsan; Roulita Roulita; Nunik Wijayanti; Ristina Mirwanti
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 18 No 1 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v18i1.1525

Abstract

Background: In the face of disasters, preparedness is the key to safety. This shows that there is a need for a preparedness plan in the field of disaster nursing, especially earthquakes so that it can minimize losses that will occur. Objective: This review aims to improve a practical understanding of earthquake disaster preparedness. Method: Search articles using keywords in the Pubmed, CINAHL, Science Direct, and Official Website databases with the criteria for articles using Indonesian or English, full text available published between 2011 and 2021. The search results obtained 667 articles and obtained 7 relevant articles. Result: Earthquake preparedness plans need to be anticipated starting from the family structure which emphasizes that each individual and family personnel have a role in earthquake disaster preparedness, as well as in community and community settings which emphasize cooperation, disaster mitigation, and post-disaster recovery plans. Conclusion: Understanding, awareness, and ability related to earthquake disaster preparedness for individuals, families and the community needs to be improved through health education, training, and disaster simulations and needs to be given to the community including disaster awareness, situation and disaster risk analysis, disaster preparedness strategies, prevention, and what to do in the event of a disaster, disaster communication and triage as well as first aid during a disaster and basic life support.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN FREKUENSI KONSUMSI FAST FOOD DENGAN KEJADIAN DISMENOREA PADA REMAJA DI KABUPATEN BEKASI Tasya Putri Iranti; Afrinia Eka Sari
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 18 No 1 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v18i1.1526

Abstract

Remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju dewasa, yang dimana masa tersebut akan mengalami perubahan terutama secara biologis. Perubahan yang terjadi secara biologis pada perempuan biasanya ditandai dengan terjadinya menstruasi. Pada perempuan yang sudah mengalami menstruasi, mempunyai peluang terjadinya dysmenorrhea. Dysmenorrhea merupakan keluhan nyeri pada saat haid yang dirasakan pada bagian bawah perut hingga ke punggung bagian bawah. Dysmenorrhea cenderung terjadi lebih sering dan lebih hebat, apabila disertai dengan kondisi stres dan memiliki kebiasaan mengkonsumsi fast food. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stress dan frekuensi konsumsi fast food terhadap kejadian dysmenorrhea.
METODE KANGURU TERHADAP SUHU TUBUH BAYI PASCA IMUNISASI DPT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA PALANGKA RAYA Happy Marthalena Simanungkalit; Ketut Resmaniasih; Selvy Nice
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 18 No 1 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v18i1.1527

Abstract

Latar Belakang: Di Indonesia, setiap bayi usia 0-11 bulan wajib mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Di Provinsi Kalimantan Tengah, pada tahun 2019 data cakupan imunisasi dasar lengkap hanya 88,1 %, menurun hanya menjadi 77,2% pada tahun 2020 dengan angka cakupan imunisasi DPT-HB-Hib4 pada tahun 2020 sebanyak 53,5%. Imunisasi DPT seringkali diikuti dengan KIPI Metodologi Penelitian: Jenis penelitian quasi experimental dengan non equivalent grup design. Sampel penelitian bayi yang mendapatkan imunisasi DPT di wilayah kerja Puskesmas Kalampangan Kota Palangka Raya sebanyak 32 orang yang memenuhi kriteria inklusi Hasil : Mayoritas responden adalah ASI Eksklusif (43,8 %), DPT-3 (53,1%). Rata-rata suhu tubuh bayi kelompok Eksperimen sebelum dilakukan intervensi adalah 38,90C dan setelah dilakukan intervensi adalah 37,20C. Rata-rata suhu tubuh bayi pada kelompok kontrol sebelum dilakukan intervensi adalah 39,20C dan setelah dilakukan intervensi adalah 38,10C. Nilai rata-rata suhu tubuh bayi sesudah dilakukan intervensi pada kelompok eksperimen lebih rendah dari pada nilai rata-rata suhu tubuh setelah dilakukan intervensi pada kelompok kontrol (selisih 0,90C). Diketahui bahwa nilai Sig. (2-Tailed) sebesar 0.000 < 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh Metode Kangguru terhadap Suhu Tubuh Bayi Pasca Imunisasi DPT. Diharapkan untuk dapat menerapkan metode kanguru dalam perawatan pasca imunisasi DPT karena dapat menurunkan suhu tubuh bayi sewaktu demam karena imunisasi. Kesimpulan : Nilai Sig. (2-Tailed) sebesar 0.000 < 0.05. Ada pengaruh Metode Kangguru terhadap Suhu Tubuh Bayi Pasca Imunisasi DPT. Kata kunci : Metode Kanguru, Suhu Tubuh, Imunisasi DPT
MODEL INTERVENSI KEPATUHAN MINUM OBAT DAN KONTROL GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2: TINJAUAN SISTEMATIS Nabilla Andasari Putri; Zakky Cholisoh
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 18 No 1 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v18i1.1538

Abstract

Latar Belakang: Pengobatan oral pada pasien diabetes mellitus tipe 2 berhubungan dengan perilaku kesadaran diri dan peningkatkan kualitas hidup. Namun, ketidakpatuhan terhadap pengobatan diabetes menyebabkan komplikasi penyakit parah hingga kematian. Faktor yang menyebabkan ketidakpatuhan dibagi menjadi 2 yaitu intentional dan unintentional. Intentional adalah kondisi dimana pasien memilih untuk tidak mau patuh, sedangkan untentional adalah kondisi dimana pasien sebenarnya ingin patuh terhadap pengobatan namun tidak bisa. Mayoritas ketidakpatuhan yang terjadi penyebab intentional lebih banyak dibandingkan unintentional. Pendekatan multidisiplin tenaga kesehatan dapat mendukung keberhasilan kepatuhan dan dapat meningkatkan manajemen perawatan diabetes yang lebih efektif. Salah satu pendekatan dalam perawatan diabetes yaitu dengan melibatkan seorang apoteker. Tinjauan skrining penelitian yang dilakukan menggunakan jenis RCT, jurnal yang dipilih menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis efektivitas intervensi apoteker dalam meningkatkan kepatuhan minum obat oral pada diabetes mellitus tipe 2. Metode: Skrining penelitian di database pubmed, google schoolar, science direct dan jenis penelitian menggunakan randomized controlled trials. Kualitas penelitian dinilai dengan menggunakan CASP Randomised Controlled Trial Standard Checklist. Kriteria inklusi meliputi jurnal diambil tahun 2007-2021, pasien usia (≥18 tahun), intervensi dilakukan oleh farmasi, full text, metode intervensi berupa konseling, terdapat kelompok control dan kelompok intervensi, terdapat hasil laboratorium gula darah, jurnal yang diambil dilakukan di Asia. Kriteria eksklusi meliputi judul tidak berhubungan, duplikasi, tidak terdapat abstrack, tidak full text, metode intervensi tidak berupa konseling, melakukan intervensi bukan seorang farmasi/Apoteker, bukan pasien DM tipe 2, tipe artikel tidak RCT, tidak terdapat kelompok control, populasi anak-anak dan wanita hamil, pasien patuh terhadap pengobatan, pengobatan non oral, penelitian tidak dilakukan di Asia, tidak membahas intervensi, file tidak bisa dibuka. Diikuti pencarian kata kunci menggunakan "Type 2 diabetes mellitus" [All Fields] AND “adherence” [All Fields] AND “pharmacist counseling” [All Fields]. Hasil: Dari 466 jurnal, 8 jurnal dimasukkan dalam systematic review. Delapan jurnal meneliti asalan ketidakpatuhan pasien terkait kontrol pengobatan dan minum obat. Intervensi Apoteker diberikan dengan berbagai metode yang berfungsi untuk meningkatkan kepatuhan pada pasien. Hasil menunjukan bahwa dari semua jurnal pada kelompok intervensi yang diberikan konseling jauh lebih baik dalam peningkatan pengukuran kualitas hidup (QoL), pasien lebih mengetahui informasi terkait penyakit dan obat diabetes melitus tipe 2, perubahan gaya hidup dan pola makan, penurunan secara signifikan pada nilai kadar gula darah dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan: Intervensi apoteker dengan pemberian konseling berpotensi meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan diabetes mellitus tipe 2 yang ditandai dengan dampak peningkatan persepsi pengetahuan tentang penyakit dan pengobatan diabetes mellitus tipe 2, perubahan gaya hidup, perubahan pola makan, peningkatan kualitas hidup dan pasien bisa lebih mengontrol glukosa darah. Kata kunci : Kepatuhan, Farmasi Konseling, Diabetes Mellitus Tipe 2
HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN PREMENSTRUAL SYNDROME PADA REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI KABUPATEN BEKASI Alissa Nurbaiti; Noerfitri Noerfitri
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 18 No 1 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v18i1.1549

Abstract

Latar Belakang: Kejadian PMS merupakan gangguan yang sering terjadi pada WUS, namun dapat berdampak buruk apabila gejala dirasakan semakin berat. Bagi remaja, kejadian PMS dapat memberikan dampak dari tingkat ringan sampai berat pada aktivitas sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian premenstrual syndrome pada remaja. Metode: Studi ini merupakan penelitian cross-sectional dengan jumlah sampel 106 siswi yang dipilih secara consecutive sampling. Analisis yang dipergunakan yaitu univariate dan bivariate terhadap pengujian chi-square. Hasil: Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa pada variabel pola makan didapatkan dengan p-value 0,016 (p<0,05) berarti terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian premenstrual syndrome. Pada variabel aktivitas fisik didapatkan p-value 0,024 (p<0,05) berarti terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian premenstrual syndrome. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian premenstrual syndrome pada remaja. Peneliti memberikan saran bagi institusi diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan banding untuk penelitian berikutnya dan khususnya bagi remaja putri dalam menerapkan gaya hidup sehat, seperti pola makan dan aktivitas fisik agar dapat mencegah atau mengurangi keluhan premenstrual syndrome. Kata kunci : Pola Makan, Aktivitas Fisik, Premenstrual Syndrome
PENGARUH PERMEN KUNYAH MENGANDUNG GAMBIR (Uncaria gambir [Roxb.]) TERHADAP PENURUNAN KOLONI BAKTERI DAN PEMBENTUKAN PLAK GIGI Siti Rusdiana Puspa Dewi; Rindit Pambayun; Budi Santoso; Rini Bikarindrasari
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 18 No 1 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v18i1.1554

Abstract

Background. Dental and gum disease is a health problem faced by many countries around the world. Dental and gum diseases begin with the formation of plaque on the tooth surface, as a result of the activities of bacteria in the oral cavity. Elimination of the bacteria as caries causal has been done in many ways, one of them by using plant extracts which have anticariogenic activities, such as gambir (Uncaria Gambir [Roxb.]). The aim of this study was to determine the effect of chewing candy containing gambir on the decrease of bacterial colonies and dental plaque formation. Methods. A Pretest-Posttest Control Group Design had been conducted in SMPN 17 of Junior High School in Palembang and Province’s Health Laboratory of South Sumatera, Indonesia. The population consisted of 50 participants, divided into 5 groups. Each group was chewing with 5%, 7.5%, 10% extract-gambir candies, no chewing candies, and chewing sucrose’s candies. Data were analyzed by using SPSS vers 22. Result. The results showed that all candies containing gambir extract were able to reduce the formation of dental plaque and to decrease the bacterial colonies in saliva. The best effect of this study was 10% extract-gambir candies. Conclusion. It can be concluded that extract-gambir candies were effective in the decline of dental plaque formation and bacterial colonies.
EFEKTIVITAS SELF-INSTRUCTIONAL MODULE (SIM) DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II Abd. Gani Baeda; Rizqi Wahyu Susanti Kedua; Sri Yulianti; Muhamad Nurmansyah
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 18 No 1 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v18i1.1569

Abstract

Latar Belakang: Rendahnya pengetahuan penderita diabates mellitus berdampak pada rendahnya self care management dan kemungkinan terjadinya peningkatan komplikasi penyakit. Salah satu media untuk meningkatkan pengetahuan pasien diabetes mellitus adalah dengan memberikan informasi melalui self instructional module (SIM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas self instructional module (SIM) terhadap peningkatan pengetahuan pasien diabates melitus. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan pretest-postest group design dengan jumlah sampel 15 orang yang ditentukan secara purposive sampling. Hasil: Analisis data menunjukkan self instructional module (SIM) efektif dalam meningkatkan pengetahuan pasien diabates mellitus dengan nilai p 0,04 (p<0,05). Sebagian besar responden mengalami peningkatan pengetahuan tentang pengobatan dan komplikasi setelah pemberian modul Kesimpulan: SIM efektif dalam meningkatkan pengetahuan pasien diabates melitus.
MANAJEMEN RISIKO DALAM MENGANTISIPASI KEJADIAN BENCANA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA PALEMBANG Sarmalina Simamora; Sonlimar Mangunsong; Anayani Dalilah
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 18 No 1 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v18i1.1664

Abstract

Latar Belakang: Palembang secara histori termasuk kota yang tidak rawan bencana alam. Namun karena jumlah penduduk terus meningkat, pembangunan fisik semakin banyak, tentu ruang terbuka hijau semakin berkurang. Bencana mulai timbul, seperti banjir saat hujan lebat, dan kebakaran saat kemarau. Dalam mengantisipasi bencana, Puskemas memiliki tugas dalam melaksanakan manajemen risiko terhadap potensi bencana di Kota Palembang. Kesiapan menghadapi bencana ini sangat dipengaruhi oleh pengetahuan tenaga kesehatan dan pengelolaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengetahuan tenaga kesehatan yang diberi tanggung jawab sebagai pengelola, kebijakan yang ada di Puskesmas seperti ketersediaan SOP dan pendanaan yang berdampak terhadap aspek kesiapsiagaan Puskesmas dalam penanggulangan bencana di wilayah kerjanya masing masing. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan rancangan deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner dan wawancara terhadap 13 orang tenaga kesehatan yang Puskesmasnya ada di wilayah yang pernah terdampak bencana. Hasil: Petugas Puskesmas memiliki pengetahuan yang baik (97%), sekalipun belum tersedia kebijakan yang memadai (86%), belum ada SOP (52%), dan sumber pendanaan yang jelas (35%) di beberapa Puskesmas. Sedangkan, penilaian terhadap aspek kesiapsiagaan Puskesmas berdasarkan kegiatan wawancara termasuk dalam kategori baik: (80%). Kesimpulan: Penempatan tenaga kesehatan sebagai pengelola risiko bencana di Puskesmas sudah tepat, karena semuanya sudah memiliki pengetahuan yang baik. Hal ini akan lebih baik jika semua Puskesmas diperkuat dengan kebijakan di kota Palembang.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20 No 1 (2025): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 19 No 2 (2024): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 19 No 1 (2024): (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 18 No 2 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 18 No 1 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 17 No 1 Juni (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 16 No 2 Desember (2021): JPP (JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG) Vol 16 No 1 (2021): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 15 No 2 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 15 No 1 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 14 No 2 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 14 No 1 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 13 No 2 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 13 No 1 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 12 No 2 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 12 No 1 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 11 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 11 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 14 (2014): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 13 (2014): Jurnal Kesehatan Vol 2 No 12 (2013): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 1 No 12 (2013): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 11 (2012): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 10 (2012): Jurnal Kesehatan More Issue