Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 4 (2013): ALIBKIN"
:
12 Documents
clear
PENINGKATAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL POSITIF PADA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN BIMBINGAN KELOMPOK
Umi Chasanah;
Syaifudin Latief;
Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 4 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (204.283 KB)
The aims of the research was to increase the capabilities of positive social interaction using group guidance service. The research method was quasi-experimental with one-group pretest-posttest design.The research subjects were six student of grade X who had low positive social interaction at school. Data collecting technique used sosiometri and observation. The research result showed that student’s positive social interaction ability increased after given group guidance service, it was proved from the result of pretest and posttest obtained Z count = -2,201 and Z table = 0. Because Z count ≤ Z tables, Ho rejected and Ha received. Differences scores of positive social interaction ability before and after given groups guidance service was 42,3%. The conclusion was that there was increasing of student’s positive social interaction ability by using groups guidance service of the vocational high school.Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan kemampuan interaksi sosial positif menggunakan layanan bimbingan kelompok. Metode penelitian adalah quasi eksperimen desain one group pretest-posttest. Subyek enam siswa kelas X yang memiliki kemampuan interaksi sosial positif rendah. Pengumpulan data menggunakan sosiometri dan observasi. Hasil menunjukkan peningkatan yang ditunjukkan dari hasil pretest dan posttest yang diperoleh Z hitung = -2,201 dan Z tabel = 0. Karena Z hitung ≤ Z tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Perbedaan skor kemampuan interaksi sosial sebelum dan setelah diberikan layanan bimbingan kelompok adalah 42,3%. Kesimpulan penelitian adalah kemampuan interaksi sosial positif dapat ditingkatkan menggunakan layanan bimbingan kelompok pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Kata kunci : bimbingan dan koseling, bimbingan kelompok, interaksi sosial positif.
MENINGKATKAN PERILAKU DISIPLIN BERLALU LINTAS DENGAN MENGGUNAKAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK
Christina Damayanti;
Giyono Giyono;
Ranni Rahmayanthi Zulkifli
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 4 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (472.254 KB)
The aim of this research was to determine that traffic discipline behavior can be increased by using group counseling. Problem of this research was student’s low traffic discipline behavior. Method used quasi-experimental one-group pretest-posttest design. Subject were six students of grade XI who have low traffic discipline behavior. Data collecting techniques used traffic discipline behavior’s questionnaire. The result showed that traffic discipline behavior can be increased by using group counseling, it is proved from the result of data analysis by using Wilcoxon test, based on the result of pre-test and post-test it showed ZoutputZtable (-2,2070), thereby, Ha was accepted, it means traffic discipline behavior can be increased by using group counseling. Conclusion for this research was traffic discipline behavior can be increased by using group counseling for the students of grade XI in SMA Bina Mulya Bandar Lampung Academic Year of 2012/2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah perilaku disiplin berlalu lintas dapat ditingkatkan menggunakan konseling kelompok. Masalah dalam penelitian ini adalah perilaku disiplin berlalu lintas siswa rendah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi experiment dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian ini sebanyak enam siswa kelas XI yang memiliki perilaku berlalu lintas rendah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan angket perilaku disiplin berlalu lintas. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perilaku disiplin berlalu lintas siswa dapat ditingkatkan dengan menggunakan konseling kelompok, ditunjukkan dari hasil analisis data menggunakan uji wilcoxon, dari hasil pretest dan posttest diperoleh z outputz tabel (-2,2070), maka Ha diterima, yang artinya perilaku disiplin berlalu lintas siswa dapat ditingkatkan dengan menggunakan konseling kelompok. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah perilaku disiplin berlalu lintas dapat ditingkatkan dengan menggunakan konseling kelompok pada siswa kelas XI SMA Bina Mulya Kota Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2012/2013. Kata kunci: berlalu lintas, disiplin siswa, konseling kelompok
PENINGKATAN INTERAKSI SOSIAL SISWA DENGAN TEMAN SEBAYA MELALUI LAYANAN KONSELING KELOMPOK
Nelly Oktaviyani;
Yusmansyah Yusmansyah;
Ranni Rahmayanthi Zulkifli
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 4 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (123.657 KB)
The purpose of this study was to determined the increasing students' social interaction with peers through group counseling services. The method was used in this study is quasi-experimental with one-group pretest-posttest design. Subjects of this study were six students class VIII who have the low of social interaction with peers. Data collection techniques in this study used sociometry and observation social interaction of students with peers. Results of this study indicate that there was an increase in students' social interaction with peers through group counseling services. This is indicated by an increase in students' social interactions with peers in six eighth grade students. The conclusion of this study is that there was an increase in students' social interaction with peers through group counseling services.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan interaksi sosial siswa dengan teman sebaya melalui layanan konseling kelompok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini quasi eksperimen dengan one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak enam siswa kelas VIII yang memiliki interaksi sosial rendah dengan teman sebaya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Sosiometri dan Observasi interaksi sosial siswa dengan teman sebaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan interaksi sosial siswa dengan teman sebaya melalui layanan konseling kelompok. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan interaksi sosial siswa dengan teman sebaya pada enam siswa kelas VIII. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat peningkatan interaksi sosial siswa dengan teman sebaya melalui layanan konseling kelompok. Kata kunci : bimbingan dan konseling, interaksi sosial, konseling kelompok.
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI KONSELING SEBAYA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS
Ranni Rahmayanthi
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 4 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (72.678 KB)
The purpose of this research was to increase the motivation to learn through peer counseling. Method used in this research was experiments method with one group pretest-posttest design, the subject in this study were four high school students of class X at YP Unila which have low learning motivation. Data collection techniques used motivation questionnaire. Analysis used t test. The results obtained in the study showed that there was an increasement in motivation to study after peer counseling. In the experimental group obtained t = 5.14 and 0.05 t table with df ( 4-1 = 3 ) = 2.35 for t count t table it can be concluded that students' motivation can be enhanced with peer counseling. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar melalui konseling sebaya Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan desain one group pretest-postest, yang menjadi subjek penelitian ini adalah empat orang siswa kelas X SMA YP Unila Bandar Lampung yang memiliki motivasi belajar rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan angket motivasi belajar. Teknik analisis data menggunakan uji t. Hasil yang diperoleh dalam penelitian menunjukan bahwa ada peningkatan motivasi belajar setelah mengikuti konseling sebaya. Pada kelompok eksperimen diperoleh thitung = 5,14 dan ttabel 0,05 dengan dk (4-1 = 3 ) = 2,35 karena thitung ttabel maka dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan dengan konseling sebaya. Katakunci : bimbingan dan konseling, konseling sebaya, motivasi belajar
PENGARUH PENGELOLAAN KELAS PEDULI AGRESI/BULLYING TERHADAP PRESTASI AKADEMIK DAN PERILAKU AGRESI/BULLYING PADA SISWA SEKOLAH DASAR
Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 4 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (106.322 KB)
Karakter anak bangsa terbentuk melalui berbagai kualitas diri, seperti kemampuan bersosialisasi sesuai norma dan berprestasi. Salah satu perilaku yang tidak sesuai/menyimpang dari karakter positif bangsa adalah agresi/bullying, yang berpotensi membuat anak menjadi pelaku kriminal dan berprestasi rendah. Pendidikan dapat membentuk karakter dan watak anak bangsa; sehingga anak akan lebih bermoral, mudah beradaptasi dan mengembangkan diri secara optimal. Program pengelolaan kelas peduli agresi/bullying menciptakan situasi dan kondisi kelas yang bebas dari agresi/bullying melalui pemberian hadiah/token economy oleh guru untuk perilaku non agresi/bullying di kelas, meningkatkan empati terhadap korban, dan mendukung kelompok sebaya menentang agresivitas/bullying. Hipotesis penelitian ini adalah: ada peningkatan prestasi akademik dan penurunan perilaku agresi/bullying terhadap siswa Sekolah Dasar. Subjek penelitian sebanyak sepuluh siswa pelaku agresi/bullying dalam satu kelas. Perubahan prestasi akademik dilihat dari nilai tes harian dan pengumpulan tugas; perubahan perilaku agresi/bullying dilihat melalui observasi. Hasil analisis dengan uji Sign menunjukkan peningkatan prestasi akademik secara signifikans dengan p=0,004 (p0,05) dan penurunan perilaku agresi/bullying secara signifikans dengan p=0,002 (p0,05). Kendala penelitian ini adalah perlunya keterlibatan pihak sekolah secara keseluruhan dan orang tua; serta perlunya konseling pribadi agar hasilnya lebih optimal.Kata kunci: pengelolaan kelas peduli agresi/bullying, prestasi akademik, agresi/bullying.
FAKTOR PENGHAMBAT PELAKSANAAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING
Esty Ratna Sari;
Giyono Giyono;
Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 4 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (144.798 KB)
The purpose of this study was to determine the factors inhibiting the implementation of a guidance and counseling program. The method used in this research is descriptive method. Data collecting techniques use questionnaires implementation guidance and counseling services. The samples in this study were 22 teachers guidance and counseling. The research problem is the implementation of the guidance and counseling program is not optimal. The issue is whether the limiting factor in the implementation of guidance and counseling programs in high schools in the Metro city. These results indicate that there are several factors that inhibiting guidance and counseling program implementation: (1)preparation and counseling program is not in accordance with the basic aspects of guidance and counseling program. (2)educational background does not fit with the profession as a teacher guidance and counseling. (3)Facilities and infrastructure are the most dominant factors inhibiting the implementation of the service is to be guidance and counseling. (4)Lack of cooperation between service delivery personnel guidance and counseling school.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penghambat pelaksanaan program bimbingan dan konseling (BK). Masalah dalam penelitian ini adalah pelaksanaan program BK belum optimal. Adapun permasalahannya adalah apakah faktor penghambat pelaksanaan program BK pada SMA Negeri se-Kota Metro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Sampel dalam penelitian ini adalah 22 guru BK. Hasil penelitian ini menunjukkan ada beberapa faktor yang menjadi penghambat pelaksanan program BK, yaitu; (1)Penyusunan program BK belum sesuai dengan aspek-aspek dasar penyusunan program BK. (2)Latar belakang pendidikan tidak sesuai dengan profesi sebagai guru BK. (3)Sarana dan prasarana adalah faktor dominan yang menjadi penghambat pelaksanaan layanan BK. (4)Kurangnya kerja sama antar personalia pelaksanaan layanan BK disekolah.Kata kunci : bimbingan konseling, faktor penghambat, pelaksanaan program.
PENGGUNAAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK UNTUK MENGURANGI PERILAKU AGRESIF PADA SISWA
Yulia Malida Sari;
Yusmansyah Yusmansyah;
Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 4 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (186.783 KB)
The purpose of this this study to determine the reduction of aggressiveness by using counselling group. The method of this research is quasi experimental method teqhnique of one-group pretest-posttest design. Subject of this research are 6 aggressive students of grade VIII. The technique in gained the data of this research is by using observation handbook. The result of this research showed that the aggressiveness of student can reduce by using counselling group service, it showed from the data analysis that use wilcoxon test, from the result of pretest and posttest gained tarithmathic=-2,226 ttable= 0 so, Ho is rejected and Ha is received, it means that the aggressiveness of student can minimize by using counselling group service. Conclusion of this research is aggressiveness can reduce by using counselling group service of the students grade VIII SMPN 3 Sukadana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengurangan perilaku agresif dengan menggunakan layanan konseling kelompok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian ini sebanyak 6 siswa kelas VIII yang memiliki perilaku agresif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan pedoman observasi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku agresif dapat dikurangi dengan menggunakan layanan konseling kelompok, hal ini ditunjukkan dari hasil analisis data dengan menggunakan uji wilcoxon, dari hasil pretest dan posttest yang diperoleh Ζhitung = -2.226 Ζtabel = 0 maka, Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya perilaku agresif siswa dapat dikurangi dengan menggunakan layanan konseling kelompok. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah perilaku agresif dapat dikurangi dengan menggunakan layanan konseling kelompok pada siswa kelas VIII SMP N 3 Sukadana. Kata kunci : bimbingan dan konseling, konseling kelompok, perilaku agresif siswa
PENGGUNAAN LAYANAN INFORMASI DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR
Ema Widya Sari;
Yusmansyah Yusmansyah;
Syarifuddin Dahlan
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 4 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (245.505 KB)
The research aims determine the use of information services in increasing student learning activities. The research problem was the low of student learning activities. The research method was quasi-experimental with one-group pretest-posttest design. The research subjects were six students of grade VII who have a low learning activities. Data collecting technique observation. The research result showed that students learning activitie increased after given information service, it proved from the result of pretest and posttest obtained toutput= 8.94 and ttable 0.05= 2.015. toutputttable, thereby Ho was rejected and Ha was received, it meant that there was increasing of student’s learning activities by using group counseling. The conclusion was that there was increasing of student’s learning activities by using information services of the students grade VII SMP Wiyatama Bandar Lampung. Tujuan penelitian untuk mengetahui penggunaan layanan informasi dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa. Masalah penelitian adalah rendahnya aktivitas belajar siswa. Metode penelitan Metode penelitian adalah quasi-experiment dengan one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah enam orang siswa kelas VII yang memiliki aktivitas belajar rendah. Teknik pengumpulan data adalah observasi. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas belajar siswa di sekolah meningkat setelah diberikan layanan informasi, hal ini ditunjukkan dari hasil pretest dan posttest yang diperoleh thitung = 8.94 dan ttable 0.05= 2.015. thitungttabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat peningkatan aktivitas belajar dengan menggunakan layanan informasi pada siswa kelas VII SMP Wiyatama Bandar Lampung.Kata kunci : aktivitas belajar, bimbingan dan konseling, layanan informasi
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGUNAKAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK
Khairunnisa Khairunnisa;
Giyono Giyono;
Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 4 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (215.376 KB)
The research purpose is to improve students' motivation by using group counseling services. The method used was quasi-experimental with one-group pretest-posttest design. Subjects were six students who have low motivation in learning. Data collection techniques using Motivation Scale Learning and Observation. The results showed that students' motivation can be enhanced by using group counseling services, as evidenced from the analysis of the data using different test Wilcoxon, from the pretest and posttest results obtained zoutput ztabel (-2.207 0) then Ha is accepted, and Ho is rejected. The conclusion of this research is the motivation to learn can be improved by using group counseling services in the eighth grade students of SMPN 1 Sukadana East Lampung Academic Year 2012/2013. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan motivasi belajar siswa menggunakan layanan konseling kelompok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini eksperimen semu dengan one-group pretest-posttest design. Subjek dalam penelitian sebanyak enam siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Skala Motivasi Belajar dan Observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan dengan menggunakan layanan konseling kelompok, terbukti dari hasil analisis data menggunakan uji beda wilcoxon, dari hasil pretest dan posttest diperoleh zoutput ztabel (-2,207 0) maka Ha diterima, dan Ho ditolak. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah motivasi belajar dapat ditingkatkan dengan menggunakan layanan konseling kelompok pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sukadana Lampung Timur Tahun Ajaran 2012/2013. Kata kunci :bimbingan konseling, konseling kelompok, motivasi belajar.
PENGGUNAAN COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY TEKNIK RELAKSASI UNTUK MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN BERKOMUNIKASI
Berlina Berlina;
Giyono Giyono;
Syaifuddin Latif
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 4 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (333.598 KB)
This research aims to lower the anxiety level when students communicate with teachers using Cognitive Behavior Therapy approach to relaxation techniques. Methods used quasi experimental design one-group pretest-posttest. The subject are six grade students who experienced high anxiety when communicating with the teacher. Using data collection techniques of observation. The results obtained indicate that the anxiety students when communicating with teachers experienced a decline after administering treatment. This can be seen from the results of the calculation of the value of P (percentage increase) of -51%, meaning that the level of anxiety of students when communicating with the teacher declined 51%. The conclusions of the study, the use of approaches to Cognitive Behavior Therapy relaxation techniques can lower the anxiety level of students when communicating with the teacher. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan tingkat kecemasan siswa saat berkomunikasi dengan guru menggunakan pendekatan Cognitive Behavior Therapy teknik relaksasi. Metode yang digunakan quasi eksperimen desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian enam orang siswa kelas XI yang mengalami kecemasan tinggi saat berkomunikasi dengan guru. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kecemasan siswa saat berkomunikasi dengan guru mengalami penurunan setelah pemberian treatment. Hal ini terlihat dari hasil perhitungan nilai P (presentase peningkatan) sebesar -51%, yang artinya tingkat kecemasan siswa saat berkomunikasi dengan guru menurun sebesar 51%. Kesimpulan penelitian, penggunaan pendekatan Cognitive Behavior Therapy teknik relaksasi dapat menurunkan tingkat kecemasan siswa saat berkomunikasi dengan guru. Kata kunci: cognitive behavior therapy, kecemasan berkomunikasi, relaksasi