cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2014): ALIBKIN" : 12 Documents clear
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK Irma Hera Sukmawaty; Yusmansyah Yusmansyah; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 2 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.01 KB)

Abstract

The purpose of this research was to know the increasing of learning motivation by using group counseling. Research problem was low learning motivation. Research method was experimental method technique with one-group pretest-posttest design. Subjects are students of grade VIII SMP Muhammadiyah 3 Metro, six students. Research results obtained during mean score of 60.2 and increased to 101.3 or increased to 40%. Data gained the using learning motivation scale. It is shown from the pretest and posttest results obtained zhitung = -2.201 and ztabel 0.05 = 2.015. Because zoutput ztabel then, Ho is rejected and Ha is accepted, it means that learning motivation can be increased by using group counselling. Conclusion of this research is learning motivation can increase by using group counselling of the students grade VIII SMP Muhammadiyah 3 Metro Academic Year 2013/2014. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar menggunakan konseling kelompok. Masalah dalam penelitian ini adalah motivasi belajar rendah. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu dengan one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 3 Metro, sebanyak enam siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan skala motivasi belajar. Hasil penelitian pada saat diperoleh nilai rata-rata sebesar 60,2 meningkat menjadi 101,3 atau mengalami peningkatan sebesar 40% Hal ini ditunjukkan juga dari hasil pretest dan posttest yang diperoleh zhitung =-2,201 dan ztabel  0,05 = 2,015. Karena zhitung ztabel  maka Ha diterima, , artinya motivasi belajar dapat ditingkatkan dengan menggunakan layanan konseling kelompok. Kesimpulan dari penelitian ini adalah motivasi belajar dapat ditingkatkan dengan menggunakan layanan konseling kelompok siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 3 Metro Tahun Ajaran 2013/2014.Kata kunci: bimbingan dan konseling, konseling kelompok, motivasi belajar
PENGGUNAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENYESUAIAN DIRI SISWA DI SEKOLAH Dyah Rahayu Armanto; Yusmansyah Yusmansyah; Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 2 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.495 KB)

Abstract

The objective of this research was to find out the increase of the student’s socialization ability at school through group guidance service. The problem in this research was the students’ socialization ability at school. This study is quasi-experimental research, with non equivalent control group design. The subject in this research were 24 students. The researcher collected the data by using socialization ability scale at school. The result showed that the students’ socialization ability at school could be increased through group guidance service based on the result of data analysis using t-test. The result of posttest between experiment group and control group showed tratiottable (3,215 1,717). Therefore Ha was accepted, it mean that the students socializing ability could be increased through group guidance service.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan penyesuaian diri siswa di sekolah melalui layanan bimbingan kelompok. Masalah dalam penelitian ini kemampuan penyesuaian diri siswa di sekolah. Penelitian ini bersifat quasi eksperimental dengan jenis nonequievalent control group design. Subjek penelitian sebanyak 24 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan skala kemampuan penyesuaian diri di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan penyesuaian diri siswa di sekolah dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok, terbukti dari hasil analisis data menggunakan uji-t. Hasil analisis data post-test antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan thitung ttabel (3,215 1,717). Maka Ha diterima, artinya kemampuan penyesuaian diri siswa di sekolah dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok pada siswa.Kata kunci : bimbingan dan konseling, bimbingan kelompok, kemampuan penyesuaian diri di sekolah
MENINGKATKAN KONSEP DIRI POSITIF SISWA DENGAN MENGGUNAKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK Nanda Ardiyanta; Syaifuddin Latif; Ranni Rahmayanthi Zulkifli
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 2 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.169 KB)

Abstract

The aims of this study was to know whether positive self concept in students could be increased by using group counseling services. The method used in this research was quasi experimental one group pretest-posttest design, and stastiscally analyzed by non-parametric Wilcoxon test. The subjects of this study were 6 students, who had negative self concept in learning. The results in research showed that self confidence in students increased significantly after being given group counseling services. It was shown from the pretest and posstest results which obtained z output = -2,201 and z table 0,05= 0. Because z output ≤ z table, then Ho was ignored and Ha was accepted. It meant that there was significant increases between self concept in students before and after being given group counseling services. The conclusion was that positive self concept in students could be increased by using group counseling services.Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan konsep diri positif melalui layanan bimbingan kelompok. Metode yang digunakan adalah metode quasi eksperimen one group pretest-posttest, dianalisis dengan statistik non parametrik menggunakan uji Wilcoxon. Subyek penelitian ini enam orang siswa yang memiliki konsep diri negatif. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa konsep diri siswa mengalami peningkatan signifikan setelah pemberian layanan bimbingan kelompok. Hal ini ditunjukkan dari hasil pretest dan posttest yang diperoleh z hitung = -2,201dan ztabel = 0. Karena zhitung ≤ ztabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara konsep diri siswa sebelum dan setelah diberikan layanan bimbingan kelompok. Kesimpulan, konsep diri positif siswa dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok.Kata kunci: bimbingan dan konseling, konsep diri, layanan bimbingan kelompok.
MENINGKATKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL MELALUI TEKNIK ASSERTIVE TRAINING Aditya Ardhi Rizal; Giyono Giyono; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 2 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.45 KB)

Abstract

The research purpose is to improve students interpersonal communication by using assertive training. Method  used  was  quasi-experimental  with  one-group  pretest-posttest  design. Subjects were 15 students who have low interpersonal communication. Data collection techniques was using observation. Results showed that students communication can be enhanced by using assertive training, as evidenced from the analysis of data using wilcoxon with signification 0,01, from the pretest and posttest results obtained  ztable zvalue 6 12 then Ho is rejected. The conclusion of this research is interpersonal communication can be improved by assertive training for seventh grade students.Tujuan penelitian ini untuk melihat komunikasi interpersonal siswa dapat ditingkatkan menggunakan assertive training. Metode yang digunakan dalam penelitian ini eksperimental semu dengan one-group pretest-posttest design. Subjek dalam penelitian sebanyak lima belas orang yang memiliki kemampuan komunikasi interpersonal rendah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya peningkatan komunikasi interpersonal siswa dengan menggunakan assertive training, dilihat dari hasil analisis data menggunakan rumus wilcoxon taraf nyata 0,01, dari hasil pretest dan posttest diperoleh zhitung  ztabel   6 12 maka Ho ditolak. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah komunikasi interpersonal siswa dapat ditingkatkan dengan menggunakan teknik assertive training pada siswa kelas tujuh.Kata kunci : assertive training, bimbingan dan konseling, komunikasi interpersonal   
PELAKSANAAN BIMBINGAN BELAJAR DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR PADA SISWA SEKOLAH DASAR Rohmah, Arlia; Yusmansyah, Yusmansyah; Mayasari, Shinta
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 2 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to find the description of the implementation in guidance learning for overcoming students’ learning difficulties of grade IV and V students at SDIT Harapan Bangsa. The method is descriptive method. The data collection technic used is questionnaire of the implementation in guidance learning for overcoming students’ learning difficulties of grade IV and V.  The population of this research is 90 students and the sampling is 30 students. The result of this research described the implementation of guidance learning for overcome study difficulties in includes good category, but there are needed some remedial aspects. The suggestions in this research are given to 1) Guidance and conselling teachers are prospected in doing study guidance can consider the school condition and situation,  house environment and play spot and should participate the members of school. 2) For school is hoped can do good cooperation with guidance and counselling teacher  in helping guidance and counselling services. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan bimbingan belajar dalam mengatasi kesulitan belajar pada siswa kelas IV dan V di SDIT Harapan Bangsa. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan angket pelaksanaan bimbingan belajar dalam mengatasi kesulitan belajar pada siswa kelas IV dan V. Populasi dalam penelitian ini 90 siswa dengan sampel 30 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan belajar dalam mengatasi kesulitan belajar cukup baik meskipun perlu perbaikan pada beberapa aspek. Saran dalam penelitian ini ditujukan; (1) kepada Guru bimbingan dan konseling agar memperhatikan kondisi dan situasi sekolah, lingkungan rumah, dan tempat bermain serta mengikutsertakan personil sekolah. (2) Kepada Pihak sekolah, diharapkan dapat menjalin kerja sama yang baik dengan guru bimbingan dan konseling dalam membantu melaksanakan layanan bimbingan dan konseling.Kata kunci: bimbingan belajar, bimbingan konseling, kesulitan belajar
MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL SISWA DENGAN MENGGUNAKAN ASSERTIVE TRAINING Nuraini Indriyani; Syaifuddin Latif; Ranni Rahmayanthi Zulkifli
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 2 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.099 KB)

Abstract

The purpose of this research was to know whether there is an improvement on students social interaction by using assertive training. The method used in this research is an experimental method with one group pretest-posttest design. Subjects of this study are 8 students. Data collection techniques in this study used observation. The result of analysis showed that Zoutput Ztable (2,5364) which means that Ho is rejected and Ha is accepted. The conclusion is that there is an increase in the ability of social interaction after being given an assertive training in class XI IPS in high school Muhammadiyah 2 Bandar Lampung in 2013-2014.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan interaksi sosial siswa melalui assertive training. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat quasi eksperimental dengan jenis desain One Group Pretest-Postest. Subjek penelitian ini sebanyak 8 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa Zhitung Ztabel (2,536 4) artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan adalah terdapat peningkatan kemampuan interaksi sosial setelah diberi assertive training pada siswa kelas XI IPS SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2013-2014.Kata kunci : assertive training, bimbingan dan konseling, interaksi sosial siswa
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENYESUAIAN DIRI DI SEKOLAH MENGGUNAKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SOSIODRAMA Tio Yolanda; Syarifuddin Dahlan; Ranni Rahmayanthi Zulkifli
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 2 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.324 KB)

Abstract

The aim of this study was to know whether self adjustment of students can be increased by using group counseling with sociosdrama techniques.The method used in this research was quasi experimental one group pretest-posttest design, and stastiscally analyzed by non-parametric T- test.The subjects of this study were 30 students, who had low self adjustment in school. The results in research showed that self adjustment of students increased significantly after being given group counseling sociodramas techniques. It was shown from the pretest and posstest results which obtained t output= 15,87 and t table 0,5=2,042. Because t output ≤ t table, then Ho was ignored and Ha was accepted.It meant that there was significant increases betweenself adjustment of students before and after being given grouf counseling of sociodramas techniques. The conclusion was that self adjustment of students could be increased by using group counseling techniques sociosdrama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penyesuaian diri siswa dapat ditingkatkan melalui bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama.Metode yang digunakan adalah metode quasi eksperimen one group pretest-posttest, dianalisis dengan statistik non parametrik menggunakan uji t.Sampel penelitian ini tiga puluh  orang siswa kelas VII E.Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penyesuaian diri siswa mengalami peningkatansignifikan setelah pemberianbimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama.Hal ini ditunjukkan dari hasil pretest dan posttest yang diperoleht hitung = 15,87 dan t tabel = 2,042. Karena t hitung ≥ t tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara penyesuaian diri siswa sebelum dan setelah diberikan bimbingan kelompok teknik sosiodrama.Kesimpulan, penyesuaian diri siswa dapatditingkatkan melalui bimbingan kelompok teknik sosiodrama. Kata kunci: bimbingan dan konseling, penyesuaian diri, sosiodrama.
UPAYA MENGURANGI PERILAKU BULLYING DI SEKOLAH DENGAN MENGGUNAKAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK Dina Afriana; Yusmansyah Yusmansyah; Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 2 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.122 KB)

Abstract

The aims of this research to decrease student bullying behavior through group counseling services. Problem in this research going on bullying behavior in students at school. This research is a quasi experimental design with the type time series design. Subject in this research 10 students who have bullying behavior. Technique in gained the data of this research by using observation. The results shows that bullying behavior can be decreased by using group counseling services, as evidenced from analysis of the data by using t-test. The pretest and posttest results obtained tcountttable (6.5481.83). Then Ha is accepted, it means that bullying behavior in the school can be decreased by using group counseling services of the student grade VIII SMP Negeri 19 Bandar Lampung year 2013/2014. Tujuan penelitian ini untuk mengurangi perilaku bullying siswa melalui layanan konseling kelompok. Masalah dalam penelitian ini terjadi perilaku bullying pada siswa di sekolah. Penelitian ini bersifat quasi eksperimental dengan jenis time series design. Subjek penelitian sebanyak 10 siswa yang memiliki perilaku bullying. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Hasil penelitian menunjukkan perilaku bullying dapat dikurangi menggunakan layanan konseling kelompok, terbukti dari hasil analisis data menggunakan uji-t. Hasil pretest dan posttest menunjukkan bahwa thitung ttabel (6,548 1,83). Dengan demikian Ha diterima, artinya perilaku bullying dapat dikurangi dengan menggunakan layanan konseling kelompok pada siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Bandar Lampung tahun ajaran 2013/2014. Kata kunci : bimbingan dan konseling, konseling kelompok, perilaku bullying
UPAYA PENINGKATAN SELF-DISCLOSURE DENGAN MENGGUNAKAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA Nita Purnama Sari; Giyono Giyono; Ranni Rahmayanthi Zulkifli
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 2 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.668 KB)

Abstract

The purpose of this research was to know the improvement of self-disclosure by using group guidance for students. The method used in this research was quasi experiment with one group pretest-posttest design. Subjects in this research were six students, who had low self-disclosure. Data collection techniques use self-disclosure scale. The analysis showed that z output z table (0,031 0), then Ho was rejected and Ha was accepted, meaning that there are the improvement of self-disclosure by using group guidance for students, it is showed from the result of data analysis by using sign test. The conclusion of this research is self-disclosure could be improved by using group guidance for students. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan self-disclosure dengan menggunakan bimbingan kelompok pada siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek dalam penelitian ini sebanyak enam siswa yang memiliki self-disclosure rendah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala self-discclosure. Hasil analisis menunjukkan bahwa z hitung z tabel (0,031 0) maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya terdapat peningkatan self-disclosure dengan menggunakan bimbingan kelompok pada siswa, hal ini ditunjukkan dari hasil analisis data dengan menggunakan sign test. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah self-disclosure dapat ditingkatkan dengan menggunakan bimbingan kelompok pada siswa.  Kata kunci : bimbingan kelompok, quasi experiment, self-disclosure.
PENGGUNAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN SIKAP KEPATUHAN TERHADAP TATA TERTIB SEKOLAH Agus Purwanto; Yusmansyah Yusmansyah; Ranni Rahmayanthi
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 2 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.483 KB)

Abstract

The research problem is the lack of students’ pursuance to their school’s rules. Therefore, the research question is “Does group guidance improve the students’ pursuance to their school’s rule?”.This research is aimed to know the result of using group guidance service in improving the students’ pursuance to their school’s rules. To accomplish that aim, the researcher uses quasi experiment method with One-Group Pretest-Posttest design. The research’s subject consist of 10 students. The data collection process uses pursuance behavior scale to school’s rule. The result shows that the group guidance service can improve the students’ pursuance to their school’s rules. It can be proven by using the result of data analysis in pretest and posttest thitung= 14,92ttabel  0,05= 1,833. Hence, Ha is accepted and Ho is rejected. To sum up, the usage of group guidance service improves the students’ pursuance to their school’s rules Masalah penelitian adalah rendahnya sikap kepatuhan siswa terhadap tata tertib sekolah. Permasalahannya adalah “apakah penggunaan layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan sikap kepatuhan siswa terhadap tata tertib sekolah”. Tujuan penelitian untuk mengetahui hasil penggunaan layanan bimbingan kelompok terhadap sikap kepatuhan siswa terhadap tata tertib sekolah. Metode penelitian adalah metode kuasi eksperimen desain One-Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian sebanyak 10 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan skala sikap kepatuhan siswa terhadap tata tertib sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan sikap kepatuhan siswa terhadap tata tertib sekolah. Hal ini terbukti dari hasil analisis data pretest dan posttest  thitung = 14,92 ttabel  0,05 = 1,833. Maka Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulannya penggunaan layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan sikap kepatuhan siswa terhadap tata tertib sekolah. Kata kunci: bimbingan dan konseling, layanan bimbingan kelompok, sikap kepatuhan siswa terhadap tata tertib sekolah

Page 1 of 2 | Total Record : 12