Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4, No 2 (2015): ALIBKIN"
:
12 Documents
clear
PENGGUNAAN TOKEN ECONOMY UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI PADA ANAK USIA DINI
Irma Daniati;
Giyono Giyono;
Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 2 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (158.273 KB)
The purpose of this study was to determine that the token economy could increase the self confidence in early childhood at PAUD. The problems in this study was the lack of confidence. These research was a pre-experiment with by one-group pretest-posttest design. There were 5 unconfident children as the subjects. Data were collected using observation. The result showed that the token economy could increase the children confidence, it was prooled by the data analysis result. By using the wilcoxon text, from pretest and posttest result it obtained that zcount = -2.070 ztable = 1.645 then then Ho was rejected and Ha was accepted, which means that token economy could children increase confidence.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa token economy dapat meningkatkan kepercayaan diri pada anak usia dini di PAUD. Masalah dalam penelitian ini adalah kurang percaya diri. Penelitian ini menggunakan pre-eksperimen dengan jenis one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 5 anak yang kurang percaya diri. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa token economy dapat meningkatkan percaya diri pada anak usia dini, terbukti dari hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon, dari hasil pretest dan posttest diperoleh zhitung = 2,070ztabel = 1,645 maka maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya token economy dapat meningkatkan kepercayaan diri pada anak usia dini di PAUD.Kata kunci : economy token, percaya diri, anak usia dini
PENGGUNAAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK DALAM MENGURANGI PERILAKU MEROKOK SISWA KELAS X
Hasnan Rahman;
Giyono Giyono;
Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 2 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (161.239 KB)
The research objective was to reduce smoking behavior by using group counseling services in Class X. The method used in this study was the experimental with a one-group pretest-posttest design, and then analyzed statistically by using the non-parametric Wilcoxon test. The subject of this study were 10 students who have the smoking behavior. The results of the data analysis of the pretest and posttest on smoking behavior using different test Wilcoxon, obtained that z count = -2.913 z table = 1.645 then Ha accepted and Ho rejected, which means that there is a significant reduction in smoking behavior between the scores of students before and after the treatment is given is given treated with counseling services to the group of research subjects. It can be concluded that smoking behavior can be reduced by using group counseling services in class X SMA Negeri 4 Metro City school year 2014/2015.Tujuan penelitian untuk mengurangi perilaku merokok dengan menggunakan layanan konseling kelompok pada siswa kelas X. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat metode eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest, kemudian dianalisis dengan statistik non parametrik menggunakan uji Wilcoxon. Subjek penelitian ini sebanyak 10 siswa yang memiliki perilaku merokok. Hasil analisis data dari pretest dan posttest tentang perilaku merokok menggunakan uji beda Wilcoxon, diperoleh z hitung=-2,913 z tabel=1,645 maka Ha diterima dan Ho ditolak, yang artinya terdapat pengurangan yang signifikan antara skor perilaku merokok siswa sebelum diberikan perlakuan dan setelah diberikan perlakukan dengan layanan konseling kelompok kepada subjek penelitian. Dapat disimpulkan bahwa perilaku merokok dapat dikurangi dengan menggunakan layanan konseling kelompok pada siswa kelas X SMA Negeri 4 Kota Metro tahun ajaran 2014/2015.Kata kunci: bimbingan dan konseling, konseling kelompok, perilaku merokok
MENGURANGI KONSEP DIRI NEGATIF MENGGUNAKAN ASSERTIVE TRAINING PADA SISWA KELAS X SMA
Agnes Tiarny;
Giyono Giyono;
Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 2 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (131.237 KB)
The purpose of this study was to know whether the use of assertive training techniques can reduce negative self-concept in students. Method used was pre-experimental method with one group pretest and posttest design. Data collection techniques in this study used self-concept scale. Results which were obtained indicated that a negative self-concept in students can be reduced after activity of assertive training techniques. It was shown from the results of data analysis using the Wilcoxon test, pretest and posttest results it obtained that z output -2,805b and z table = 0.05 = 1. Because z output z table then, Ho is rejected and Ha accepted, it means that there is significant increase between the negative self-concept before and after assertive training technique. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bahwa pengggunaan teknik assertive training dapat mengurangi konsep diri negatif pada siswa. Masalah dalam penelitian ini konsep diri negatif pada siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode eksperimen dengan menggunakan one group pretest and posttest design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan skala konsep diri. Hasil yang diperoleh dalam penelitian menunjukkan bahwa konsep diri negatif siswa dapat dikurangi setelah kegiatan teknik assertive training. Hal ini ditunjukkan dari hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon, hasil pretest dan posttest yang diperoleh zhitung = -2,805b dan ztabel = 0,05 = 1. Karena zhitung ztabel maka, Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan konsep diri negatif yang signifikan antara sebelum dan setelah diberikan assertive training.Kata kunci : konsep diri negatif, teknik assertive training, bimbingan dan konseling.
HUBUNGAN ANTARA PENGASUHAN ORANG TUA DENGAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL PADA SISWA SMA
Lita Afrisia;
Yusmansyah Yusmansyah;
Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 2 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (63.692 KB)
The research objective was to determine the relationship between parenting with social interaction skill. The method was a quantitative study with a correlational design, and then was analyzed using statistical parametric product moment correlation. The research sample were 80 students. Statistical analysis showed if there was rxy = 0.749 and rtable 0,219; rxy rtable which meant that Ho rejected and Ha accepted. It showed us that parenting had a strong relationship with social interaction skill at senior high school students. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara pengasuhan orang tua dengan kemampuan interaksi sosial. Metode penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain korelasional, kemudian dianalisis menggunakan statistik parametrik korelasi product moment. Sampel penelitian sebanyak 80 siswa. Hasil analisis statistik menunjukkan rxy =0,749 dan rtabel = 0,219; rxy rtabel. maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengasuhan orang tua memiliki hubungan yang kuat dengan kemampuan interaksi sosial pada siswa SMA.Kata kunci : pengasuhan, interaksi sosial, siswa SMA
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENYESUAIAN DIRI MENGGUNAKAN TEKNIK REINFORCEMENT POSITIF SISWA KELAS 1 SD
Wiwit Wiarti;
Yusmansyah Yusmansyah;
Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 2 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (74.754 KB)
The purpose in this studi was to investigate the improvement of student adjustment at school by using positive reinforcement technique. The method used in this research was quasi experimental design with one-group pretest-posttest. Data collection techniques in this study was using research sheet instrument. Subjects of this study were six students of class 1 who has not been able to adjust. Based on the result of research there is significant difference in students who has not been able to adjust before and after implementation of positive reinforcement technique. Thus Ha is accepted, which means that the student who has not been able to adjust can be reduced by positive reinforcement technique. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan penyesuaian diri siswa di sekolah menggunakan teknik reinforcement positif. Penelitian ini menggunakan metode quai eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Subjek penelitian sebanyak enam siswa yang memiliki kemampuan penyesuaian diri rendah . Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan penyesuaian diri siswa dengan menggunakan teknik reinforcement positif. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan kemampuan penyesuaian diri siswa, hal ini membuktikan bahwa adanya peningkatan kemampuan penyesuaian diri siswa setelah pemberian teknik reinforcement positif.Kata kunci : teknik reinforcement positif, penyesuain diri, siswa
PENGGUNAAN LAYANAN KONSELING INDIVIDU DALAM MENINGKATKAN KONSEP DIRI TUNARUNGU DI ORGANISASI GERKATIN
Kanti Setyo Wilujeng;
Giyono Giyono;
Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 2 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (344.308 KB)
This reseach aimed to find information about the change of self concept to the positive way, which occurred to deaf people after being given individual counseling service. This research used quantitative method. 2 persons with deaf involved in this research. Data collecting technique was through self concept scale. Data analysis of this research was descriptive. This research concluded that there was an increasing number toward more positive self concept as much as 10, 48% for Ade and 11, 76% for Chandra. Therefore Ho was accepted, it means that the deaf self concept couldnt be increased through individual counseling.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan konsep diri ke arah yang positif yang terjadi pada diri Individu dengan keterbatasan mendengar dan berbicara atau disebut Tunarungu setelah diberikan layanan konseling individu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini dua orang penyandang Tunarungu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah skala konsep diri. Analisis data dari penelitian ini adalah deskriptif, hasil penelitian ini adalah terdapat peningkatan skor konsep diri klien ade sebanyak 10,84% dan 11,76% pada klien Chandra. Sehingga Ho diterima, maka konsep diri tunarungu tidak dapat ditingkatkan menggunakan konseling Individu.Kata kunci: bimbingan dan konseling, konsep diri, tunarungu
PENGGUNAAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK UNTUK MENGURANGI KENAKALAN REMAJA PADA SISWA KELAS VIII
Noviya Sari;
Giyono Giyono;
Ari Sofia
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 2 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (204 KB)
The purpose of this study was to determine whether the group counseling services with client-centered approach can reduce students' juvenile delinquency. Problems in this study was the juvenile delinquency. And the issue was "whether the use of group counseling services with client-centered approach can reduce juvenile delinquency?". The method in this study was a pre-experimental design with one-group pretest-posttest. Subjects of this study were 10 eighth grade students who have delinguent behavior. Data collection techniques in this study was using observations. Results of the analysis was analyzed by Wilcoxon test it obtained zcout ztabel (-2.831 1.645). So Ha was accepted and Ho was rejected. Based on the analysis and discussion it concluded that delinquency that the students can be reduced by using the group counseling service, with client centered technique.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah layanan konseling kelompok dengan pendekatan client centered dapat mengurangi kenakalan siswa remaja. Masalah dalam penelitian ini adalah kenakalan remaja. Dan permasalahan nya adalah apakah penggunaan layanan konseling kelompok dengan pendekatan client-centered dapat mengurangi kenakalan remaja?. Metode dalam penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian ini sebanyak 10 orang siswa kelas VIII yang memiliki perilaku nakal. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi. Hasil analisis dengan uji beda wilcoxon diperoleh nilai zhitung ztabel (-2,831 1,645). Maka Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan disimpulkan bahwa kenakalan yang dilakukan siswa dapat dikurangi dengan menggunakan layanan konseling kelompok teknik client centered.Kata kunci : konseling kelompok, kenakalan remaja, siswa
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGUNGKAPKAN PENDAPAT MENGGUNAKAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING SISWA KELAS XII SMA
Desti Wahyuning;
Muswardi Rosra;
Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 2 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (179.172 KB)
The purpose of this research was to increase the capability to express the opinion with using assertive training techniques. This study used quasi experimental methods research, with one-group pretest-posttest design. The research subject were 10 students. Data collection technique used observation. The result of data analysis by using the Wilcoxon test showed that zratio = -2.805 ztable = 1.645 then Ho is rejected and Ha is accepted, it meant that the capability to express the opinion of student can be improved by using assertive training techniques.Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan mengungkapkan pendapat dengan menggunakan teknik assertive training. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan jenis one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 10 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Hasil analisis data dengan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa zhitung = 2,805 ztabel = 1,645 maka Ho ditolak dan Ha diterima, itu berarti kemampuan mengungkapan pendapat siswa dapat ditingkatkan menggunakan teknik assertive training.Kata kunci : bimbingan konseling, assertive training, mengungkapkan pendapat
PENINGKATAN DISIPLIN SISWA MENGGUNAKAN KONSELING KELOMPOK PENDEKATAN BEHAVIOR SISWA SMP KELAS VIII
F. Ivana Yudiastri;
Yusmansyah Yusmansyah;
Ranni Rahmayanthi
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 2 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (127.216 KB)
The purpose of this study was to increase the students discipline at school by using group counseling service. This research was a quasi-experimental design with one group pretest-posttest design. The research subjects were 10 students who have an undiscipline behavior. The data were collected by using observation method. The result of data analysis by using the Wilcoxon test, the results of pretest and posttest, the students is an discipline in schools showed that t count = -2,831 t table = 1,645, it means that Ha was acceptable and there improvement of students discipline after being participated in group counseling using behavior approach. It means that the students discipline at school can be improved using group counseling services with behavior approach.Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan disiplin siswa di sekolah dengan cara menggunakan layanan konseling kelompok dengan pendekatan behavior. Penelitian ini bersifat quasi eksperimental design dengan jenis one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 10 siswa yang memiliki perilaku tidak disiplin. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Hasil analisis data dengan uji Wilcoxon, dari hasil pretest dan posstest kedisiplinan siswa di sekolah menunjukkan bahwa t hitung = -2,831 t tabel = 1,645, maka Ha diterima artinya terjadi peningkatan perilaku disiplin setelah mengikuti layanan konseling kelompok dengan pendekatan behavior. Artinya disiplin siswa di sekolah dapat ditingkatkan menggunakan layanan konseling kelompok dengan pendekatan behavior.Kata kunci : bimbingan dan konseling, konseling kelompok, disiplin
HUBUNGAN ANTARA PERCAYA DIRI DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA SISWA SMA
Diah Utami;
Yusmansyah Yusmansyah;
Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 2 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (109.976 KB)
Problem in this study was the lack of interpersonal communication skills of students. The aim of this study was to determine the relationship between confidence in interpersonal communication skills. Methods of the data analysis used was product moment correlation technique with SPSS 16.0. The sampling technique was using random sampling, with a population of 448 students, and obtained a sample of 90 students. Data collection tools used were scale of confidence and interpersonal communication scale. The result showed that product moment coefficient rxy = 0785. It could be concluded that there is a relationship between confidence in the ability of interpersonal communication in class XI students of SMA Negeri 8 Bandar Lapung 2015/2016 school year, which means that Ha was accepted and Ho was rejected.Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan komunikasi interpersonal pada siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara percaya diri dengan kemampuan komunikasi interpersonal. Metode analisis data menggunakan teknik korelasi Product Moment dengan bantuan SPSS 16.0. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling, dengan populasi sebanyak 448 orang siswa, sehingga diperoleh sampel berjumlah 90 orang siswa. Alat pengumpulan data menggunakan skala percaya diri dan skala komunikasi interpersonal. Hasil penelitian didapatkan nilai koefisien product moment rxy = 0.785. Maka diperoleh kesimpulan bahwa ada hubungan antara percaya diri dengan kemampuan komunikasi interpersonal pada siswa kelas XI SMA Negeri 8 Bandar Lapung tahun pelajaran 2015/2016, yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak.Kata Kunci : percaya diri, kemampuan komunikasi interpersonal, siswa