cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2018): ALIBKIN" : 12 Documents clear
Meningkatkan Kecerdasan Emosi Dengan Menggunakan Konseling Client Centered Tri Sutisna; Yusmansyah Yusmansyah; Redi Eka Andriyanto
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 2 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.217 KB)

Abstract

The problem of this research was the lowness of studentss emotional intelligence. The purpose of this research was to know the improvement of the emotional intelligence by using client centered counseling in students of class XI Senior High School 3 Bandar Lampung in academic year 2017/2018. The method of this research was a quasi experiment with the pretest-posttest design. The subjects of this research were much as five students who have low emotional intelligence. The data collection technique was using emotional intelligence scale. The results of data was analyzed from pretest and posttest of emotional intelligence using Wilcoxon test. The results of statistics analyzed was showing that Zcount = -2,023 Ztable = 0,018, p = 0,043; p 0,05, so it can be concluded that Ho was rejected and Ha was accepted. That meant the students emotional intelligence can be improved with client centered counseling.Masalah dalam penelitian ini kecerdasan emosi siswa rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kecerdasan emosi dengan menggunakan konseling client centered pada siswa kelas XI SMA Negeri 3 Bandar Lampung tahun ajaran 2017/2018. Metode penelitian ini bersifat eksperimen semu dengan pretest-posttest design. Sunjek penelitian sebanyak lima siswa yang memiliki kecerdasan emosi rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan skala kecerdasan emosi. Hasil analisis data dari pretest dan posttest kecerdasan emosi menggunakan uji beda Wilcoxon. Hasil analisis statistik menunjukkan Zhitung = -2,023 Ztabel = 0,018, p = 0,043 ; p 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Ini artinya kecerdasan emsosi siswa dapat ditingkatkan dengan konseling client centered.Kata kunci: bimbingan dan konseling, kecerdasan emosi, konseling client centered
Penggunaan Konseling Kelompok Teknik Role Playing Untuk Meningkatkan Interaksi Sosial Tara Mela Anjastuti; Syarifuddin Dahlan; Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 2 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.783 KB)

Abstract

The problem of this research was the lowness of social interaction. The aim of this research was to identify if  the social interaction could be optimized by using group counseling service  with role  playing techniques. The method used was quasi experimental method with one group pretest and posttest design. The subjects were 8 students who had low social interaction skill. Data collection techniques used observation. The results of data analysis used Wilcoxon test, showed that zoutput = - 2,521   ztabel = 1, 645.  then Ha was accepted and H0 was rejected. The conclusion of this result was social interaction can be increased by using group counseling service with role playing techniques to XI grade students of SMA Negeri 2 Gedongtataan  period 2016/2017.Masalah dalam penelitian ini adalah interaksi sosial rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa interaksi sosial dapat ditingkatkan menggunakan layanan konseling kelompok teknik role playing. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu dengan one group pretest and posttest design. Subjek penelitian sebanyak 8 siswa yang memiliki kemampuan interaksi sosial rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Hasil analisis data dengan uji wilcoxon, dari hasil pretest dan posttest  interaksi sosial menunjukkan bahwa zhitung = -2,521 dan ztabel = 1,645, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulannya adalah interaksi sosial dapat ditingkatkan menggunakan layanan konseling kelompok teknik role playing ada kelas XI SMA Negeri 2 Gedongtataan tahun ajaran 2016/2017.Kata kunci: konseling kelompok, teknik role playing, interaksi sosial
Peningkatan Motivasi Belajar dengan Menggunakan Layanan Bimbingan Kelompok Mala Sari; Muswardi Rosra; Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 2 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.368 KB)

Abstract

The purpose of this research was aimed to find out the improvement of students learning motivation through group guidance. The research used quasi experiment, one-group pretest-posttest design. The subjects of this research were six students. The data collection technique used was learning motivation scale. The results showed the students learning motivation at school could be improved through group guidance, by the result of Wilcoxon test. Statistical analysis result showed that Zhitung= -2,207 Ztabel=  1,645, then Ho was denied, Ha was accepted, it meant that students learning motivation could be improved through group guidance.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa menggunakan layanan bimbingan kelompok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen desain One-Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian sebanyak 6 orang siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan skala motivasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa di sekolah dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok,  hal ini ditunjukkan hasil  uji Wilcoxon. Hasil analisis statistik menunjukkan Zhitung= -2,207 Ztabel=  1,645, maka Ho ditolak Ha diterima, artinya bahwa motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan menggunakan layanan bimbingan kelompok.Kata kunci: bimbingan dan konseling, bimbingan kelompok, motivasi belajar
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Annisa Afiananda Rizqi; Yusmansyah Yusmansyah; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 2 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.651 KB)

Abstract

The purpose of this research was to find out the factors that influence students learning motivation. The problem of this research was students low motivation of learning. The method of this research was qualitative descriptive. The subject of this research was three students of VIII grade of SMPN 4 Natarwho have low motivation of learning. The technique of data collection used observation and interview. The data analysis used coding. The result of this research showed that the factors that influence students learning motivation were the factors of family and school environment.The factors of family were the parenting, the relation between relative, houses situation, the economy of family and the backgroundof family culture. The factors of school were the relation between teacher and students, the relation between friends, and the school facility.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar. Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar siswa. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subyek penelitian sebanyak tiga siswa kelas VIII SMPN 4 Natar yang memiliki motivasi belajar rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa adalah faktor keluarga dan faktor sekolah. Faktor keluarga meliputi pola asuh keluarga, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah, ekonomi keluarga dan latar belakang budaya keluarga. Faktor sekolah meliputi hubungan antara guru dan siswa, hubungan dengan teman sekolah serta fasilitas belajar di sekolah.Kata kunci: bimbingan konseling, konseling individu, motivasi belajar
Penggunaan Layanan Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Interaksi Sosial Siswa Merry Andani; Yusmansyah Yusmansyah; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 2 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.061 KB)

Abstract

The problem of this research was the student’s low social interaction. The problem of this research was whether group counseling service can improve social interaction in grade VIII students at SMP Negeri 4 Natar Lampung Selatan. The purpose of this study was to know that group guidance can be used to increase the student’s low social interaction in grade VIII students in SMP Negeri 4 Natar Lampung Selatan Academic Year 2016/2017. This research method was Quasi experimental with one group pretest-posttest design, and analyzed by using Wilcoxon test. The research subjects were 12 students of grade VIII in SMP Negeri 4 Natar Lampung Selatan who had low social interaction. The results showed that students' social interaction was improved after the provision of group guidance services. This was shown from the results of pretest and posttest test obtained Z output = -3.06 and Z table =1.645. Because Z output Z table then, Ho was rejected and Ha was accepted. The conclusion of this research was group guidance service can be used to increase student’s social interaction in grade VIII in SMP Negeri 4 Natar, South Lampung academic year 2016/2017.Masalah penelitian ini adalah interaksi sosial siswa rendah. Permasalahan penelitian ini adalah apakah layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan interaksi sosial pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Natar Lampung Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa bimbingan kelompok dapat  dipergunakan untuk meningkatkan interaksi sosial yang rendah  pada siswa  kelas  VIII  di  SMP  Negeri  4  Natar  Lampung  Selatan  Tahun  Ajaran  2016/2017.  Metode penelitian ini bersifat   Quasi experimental dengan desain one group pretest-posttest, dan dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon. Subyek penelitian 12 orang siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Natar Lampung Selatan yang memiliki interaksi sosial rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial siswa mengalami peningkatan setelah pemberian layanan bimbingan kelompok. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji pretest dan posttest yang diperoleh Zhitung  = -3,06 dan Ztabel  =1,645. Karena Zhitung  Ztabel  maka, Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan penelitian ini adalah layanan bimbingan kelompok dapat dipergunakan untuk meningkatkan interaksi sosial pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Natar, Lampung Selatan Tahun Ajaran 2016/2017.Kata kunci: bimbingan dan konseling, interaksi social, layanan bimbingan kelompok
Penggunaan Konseling Rational Emotif Behavior Therapy untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Pada Siswa Irsan Dewangga; Yusmansyah Yusmansyah; Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 2 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.67 KB)

Abstract

The purpose of this reseaCth was to determine the increase in self -confidence in student by using rational emotive behavior therapy techniques. This study was apre-exsperimental methods reseach, with one-grup pretest-posttest design. The research subjects were 2 students. Data collection techniques used scale. The result of data analysis by using the Wilcoxon tets showed that Zration = -1.342 ≤ Ztabel = 1.645 then Ho was rejected and Ha was accepted. It meantthat the studen’s confidence could be improved by using techniques rational emotive behavior therapy techniques.Tujuan penelitian ini untuk mengetahi peningkatan percaya diri pada siswa dengan menggunanakan teknik rational emotive behavior therapy penelitian ini menggunakan metode pre–exsperimental dengan jenis one–group pretest–posttest design. Subjek penelitian sebanyak 2 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan skala. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukan bahwa Zhitung = -1.342 ≤ Ztabel =1.645 maka Ho di tolak dan Ha di terima. Itu berarti percaya diri siswa dapat di tingkatkan dengan menggunakan teknik rational emotive behavior therapy.Kata kunci: bimbingan konseling, kepercayaan diri, rational emotive behavior therapy
Meningkatkan Partisipasi Diskusi Kelompok Belajar Menggunakan Bimbingan Kelompok Teknik Homework Assignment Dandy Prasetya; Syarifuddin Dahlan; Redi Eka Andriyanto
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 2 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.573 KB)

Abstract

The problem in this study is participation in low student group discussion. The purpose of this study is to determine the use of guidance services group homework assignment techniques to increase participation in the discussion group learning. The research method is pre experiment method with one group pretest-posttest design and analyzed with non parametric statistic using T-test. Research subjects were 25 students who participated in low, medium and high group study discussions. The results showed that there was an increase of participation in the study group discussion by using the guiding group of homework assignment technique, it is shown the result of data analysis using independent sample t-test, based on the gain score of group t output t table (26,336 2.064) then Ho is rejected and Ha accepted. conclusion there is increasing participation of student in discussion group study by using guidance group homework assignment technique.Masalah dalam penelitian ini adalah partisipasi dalam diskusi kelompok belajar siswa yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan layanan bimbingan kelompok teknik homework assignment untuk meningkatkan partisipasi dalam diskusi kelompok belajar. Metode penelitian adalah metode pre eksperimen dengan desain one group pretest-posttest dan dianalisis dengan statistik non parametrik menggunakan uji T-test. Subjek penelitian sebanyak 25 orang siswa yang memiliki partisipasi dalam diskusi kelompok belajar yang rendah,sedang dan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan partisipasi dalam diskusi kelompok belajar dengan menggunakan bimbingan kelompok teknik homework assignment, hal ini ditunjukkan hasil analisis data dengan menggunakan independent sample t-test, berdasarkan gain score kelompok t output t tabel (26,336 2,064) maka, Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan terdapat peningkatan partisipasi siswa dalam diskusi kelompok belajar dengan menggunakan bimbingan kelompok teknik homework assignment.Kata kunci: bimbingan kelompok, homework assignment, partisipasi
Penggunaan Konseling Client Centered untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa Risni Anjani; Yusmansyah Yusmansyah; Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 2 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.039 KB)

Abstract

Problems in this study was students self learning was low. The objective of this study was to determine the iprovement of students self learning by using client centered counseling on second year students. This research used pre-experimental method with one group pretest-posttes design. analyzed by using wilcoxon test. Research subject as many as 4 students who had low self learning. Technique of collecting data used self learning scale. The result showed that self learning was improved after given client centered counseling. It was showed from the result of pretest and posttest, the price ofzhit = -1,826 and ztab = 1.645 so ho was rejected and Ha wasaccepted. It means there was signifficant improvement on self. Learning after given client centered counseling at students. The conclusion of this research was client centeredcounseling couldbe used to improve self learning at students of class XI of SMANegeri 14 Bandar Lampung in academic year 2017/2018.Masalah dalam penelitian ini kemandirian belajar siswa rendah.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemandirian belajar dengan menggunakan konseling client centered pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental group pretest-posttest design kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon. Subjek penelitian sebanyak 4 siswa yang memiliki kemandirian belajar rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan skala kemandirian belajar. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemandirian belajar mengalami peningkatan setelah diberikan konseling Client Centered. Hasil analisis dengan membandingkan data posttest dan pretest, diperoleh harga zhitung = -1,826 dan ztabel = 1.645 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat peningkatan pada kemandirian belajar setelah diberikan layanan konseling client centered pada siswa. Kesimpulan penelitian ini adalah konseling client centered dapat dipergunakan untuk meningkatkan kemandirian belajar pada siswa kelas XI SMA Negeri 14 Bandar Lampung Tahun Ajaran 2017/2018.Kata kunci: bimbingan dan konseling, konseling client centered, kemandirian belajar.
Penggunaan Layanan Konseling Kelompok Teknik Assertive Training Untuk Meningkatkan Self Esteem Siswa Wahyu Farida; Syarifuddin Dahlan; Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 2 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.055 KB)

Abstract

The problem of this research was the low of students self esteem. The aims of this study was to find out whether use group counseling service assertive training technique to improve students self esteem on class X SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung in academic year 2016/2017. This research method was pre-experimental with one group pretest-posttest design. The subjects in this research were 8 students which having the low self esteem. The data collecting technique was using self esteem scale. The results of data were analyzed from pretest and posttest of self esteem using wilcoxon test. The result of statistics analyzed was showing that  the value of       Zcount = -2,350 Ztable = 1,645, so it can be concluded  that Ho was rejected and Ha was accepted. It means that group counseling service assertive training technique can be used to improve students self esteem.Masalah penelitian ini adalah self esteem siswa rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan layanan konseling kelompok teknik assertive training dapat meningkatkan self esteem pada siswa kelas X SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung Tahun Ajaran 2016/2017. Metode penelitian ini adalah pre-experimental dengan one group pretest-posttest design. Subyek penelitian sebanyak 8 siswa yang memiliki self esteem rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan skala self esteem. Hasil analisis data dari pretest dan posttest self esteem menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis statistik menunjukan nilai Zhitung = -2,350 Ztabel = 1,645, maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima. Ini artinya layanan konseling kelompok teknik assertive training dapat digunakan untuk meningkatkan self esteem siswa.Kata kunci: assertive training, konseling kelompok, self esteem
Penggunaan Informasi Bidang Studi dalam Layanan Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Pemahaman Pilihan Studi Lanjut Dwi Respita Ningsih; Syarifuddin Dahlan; Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 2 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.559 KB)

Abstract

The problem of this study was the lack of students’ understanding choice of advanced study. The problem was "is there an increasing understanding of the further study choice after the provision of information in the field of study in group guidance services in the students of Junior High School 3 Natar grade IX in the academic year 2016/2017?" This study used quasi experiment designs with time series designs. The subjects were 10 students. Data collecting techniques used a questionnaire. Data analysis used was wilcoxon test calculation. The result showed that the of the further study choice understanding can be improved by using the information in the field of study in the guidance services group, as evidenced by the results of data analysis using the calculation analysis using the test wilcoxon obtained value Zhitung -2.816 Ztabel=1,645, The analysis also showed an increase of 41%.   The conclusion of this research is an increase in advanced study understanding options in students after being given information in the field of study in group guidance services.Masalah penelitian ini kurangnya pemahaman pilihan studi lanjut siswa. Permasalahannya “apakah terjadi peningkatan pemahaman pilihan studi lanjut setelah pemberian informasi jurusan bidang studi dalam bimbingan kelompok pada siswa kelas IX SMPN 3 Natar pada tahun ajaran 2016/2017?” Penelitian ini menggunakan quasi experiment designs, time series designs. Subjek penelitian sebanyak 10 siswa. Pengumpulan data menggunakan angket. Analisis data dengan perhitungan uji wilcoxon. Hasil menunjukan pemahaman pilihan studi lanjut dapat ditingkatkan dengan informasi jurusan bidang studi dalam bimbingan kelompok, data uji wilcoxon diperoleh nilai Zhitung=-2.816Ztabel=1,645, Hasil analisis juga memperlihatkan peningkatan sebesar 41%, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulannya terjadi peningkatan pemahaman pilihan studi lanjut siswa setelah diberikan informasi jurusan bidang studi dalam bimbingan kelompok.Kata kunci: bimbingan kelompok, informasi jurusan bidang studi, pemahaman pilihan studi lanjut

Page 1 of 2 | Total Record : 12