cover
Contact Name
suhartini
Contact Email
tiensahmad1@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
direktorat@poltekkesbanten.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan)
ISSN : 23561718     EISSN : 26852195     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini menggambarkan Media informasi kesehatan scopenya meliputi; keperawatan, kebidanan, analis kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2020): November" : 18 Documents clear
ANALISIS KETUBAN PECAH DINI TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA DI RSU BUDI KEMULIAAN Dwi Ratna Prima; Prila Hasdela; Irma Sari Lubis
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 2 (2020): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v7i2.242

Abstract

Ketuban Pecah Dini (KPD) adalah keadaan pecahnya selaput ketuban, dapat terjadi pada kehamilan preterm ataupun aterm. Dalam keadaan normal 8-10% perempuan hamil aterm akan mengalami KPD. KPD terjadi pada kehamilan Prematur sebesar 1 %. Komplikasi yang timbul akibat KPD dapat terjadi infeksi maternal ataupun neonatal, persalinan prematur, hipoksia atau asfiksia, deformitas janin, meningkatnya insiden SC atau gagalnya persalinan normal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan KPD terhadap kejadian Asfiksia periode 2018 di RSU Budi kemuliaan. Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional, menggunakan data sekunder. Sampel penelitian ini sejumlah 66 bayi. Tehnik analisis dilakukan secara bivariat menggunakan rumus chi square. Hasil penelitian menujukkan bahwa dari 66 bayi yang mengalami asfiksia ada 38 (58%) yang mengalami KPD dan 28 (42%) tidak mengalami KPD. Hasil uji statistik antara hubungan ketuban pecah dini terhadap asfiksia berdasarkan usia ibu didapatkan nilai p value=0,026 < 0,05 terdapat hubungan antara usia ibu bersalin dengan kejadian asfiksia. Hubungan ketuban pecah dini terhadap asfiksia berdasarkan paritas didapatkan nilai p value= 0,107> 0,05. Hubungan ketuban pecah dini terhadap asfiksia berdasarkan Usia Kehamilan didapatkan nilai p value=0,988 > 0,05. Hubungan ketuban pecah dini terhadap asfiksia berdasarkan Infeksi didapatkan nilai p value 0,451 = > 0,05. Hubungan ketuban pecah dini terhadap asfiksia berdasarkan riwayat gawat janin didapatkan nilai p value 0,434 = > 0,05.
HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA IBU BEKERJA DI RSU BUDI KEMULIAAN Entin Sutrini; Hilma Aini Aulia
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 2 (2020): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v7i2.243

Abstract

Peran perempuan dalam dunia kerja tidak dapat diabaikan. Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2013, jumlah angkatan kerja wanita terus meningkat setiap tahunnya. Saat ini dari 114 juta jiwa (94%), 38% diantaranya adalah pekerja perempuan (43,3 juta jiwa) yang 25 juta diantaranya berada pada usia reproduktif. Kembalinya ibu bekerja merupakan salah satu faktor yang menyebabkan angka pemberian ASI menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor-faktor pemberian ASI eksklusif pada ibu yang bekerja. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan secara potong lintang. Data yang digunakan adalah data primer dengan menggunakan kuesioner dan observasi langsung. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus lemesshow berdasarkan kunjungan nifas di Poliklinik lantai 2 dan 3 RSU Budi Kemuliaan periode Mei tahun 2019 sebanyak 51 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil analisis menunjukkan jenis pekerjaan tidak memiliki hubungan dengan pemberian ASI Eksklusif melainkan keterampilan menyusui ibu sebesar 41,2% ibu cukup terampil menyusui dengan jumlah 21 responden, namun sebagian ibu mengatakan kurangnya pemahaman mengenai manajemen ASI. Hasil analisis terdapat hubungan bermakna secara statistik (P 0,04). Sehingga diperlukan keterampilan interpersonal (caring) dan keterampilan komunikasi dari tenaga kesehatan sebagai konselor ASI primer, agar ibu nyaman bayi pun sehat.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU INPARTU TERHADAP KEJADIAN PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSU BUDI KEMULIAAN PERIODE TAHUN 2019 Erina Windiany; Musdalifa Musdalifa
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 2 (2020): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v7i2.244

Abstract

Perdarahan postpartum adalah perdarahan sebanyak 500 ml atau lebih yang terjadi setelah bayi lahir. Pada tahun 2013, angka kematian ibu tertinggi di Indonesia disebabkan oleh perdarahan postpartum sebanyak 30,3%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu inpartu terhadap kejadian perdarahan postpartum di RSU Budi Kemuliaan periode tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei analitik melalui pendekatan cross sectional dengan besar sampel sebanyak 365 sampel. Pengambilan sampel menggunakan cara simple random sampling dengan menggunakan data sekunder yang diambil pada tahun 2020. Menunjukkan bahwa kejadian perdarahan postpartum di RSU Budi kemuliaan periode tahun 2019 sebanyak 11,8%. Hasil uji statistik chi square menunjukkan karakteristik ibu inpartu dengan anemia dan jenis persalinan pervaginam memiliki hubungan yang bermakna terhadap kejadian perdarahan postpartum dengan nilai p = 0,001 (p <0,05) untuk status anemia dan nilai p = 0,000 (p <0,05) untuk jenis persalinan pervaginam. Pentingnya pemantauan kesehatan ibu hamil oleh tenaga kesehatan untuk mencegah terjadinya anemia dan memberikan asuhan persalinan yang berkualitas dapat mencegah terjadinya perdarahan postpartum.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN LESI PRAKANKER SERVIKS DI PUSKESMAS PADANG PASIR KOTA PADANG Lisa Rahmawati; Mahdalena Prihatin Ningsih
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 2 (2020): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v7i2.245

Abstract

ABSTRAK Kanker serviks merupakan penyebab kematian kedua kanker pada wanita di negara negara berkembang termasuk Indonesia. Lesi prakanker serviks adalah perubahan inti sel sebelum menjadi inti sel kanker. Lesi prakanker serviks dapat berkembang menjadi kanker bila tidak dideteksi lebih awal. Wanita yang melakukan deteksi dini kanker serviks dengan metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di Puskesmas Padang Pasir pada tahun 2017 sebanyak 656 orang dan 1.225 orang pada tahun 2018. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Lesi Prakanker Serviks di Puskesmas Padang Pasir. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan desain kasus kontrol. Penelitian dilakukan pada tanggal 28 Desember 2019 sampai 11 Januari 2020. Populasi adalah seluruh wanita yang melakukan pemeriksaan IVA di Puskesmas Padang Pasir Kota Padang tahun 2018. Pada kelompok kasus terdapat 56 sampel yang diambil secara simple random sampling dan pada kelompok kontrol terdapat 56 sampel yang diambil secara systematic random sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan aktifitas seksual dini dengan lesi prakanker serviks (p=0,023, OR=2,583), tidak ada hubungan merokok dengan kejadian lesi prakanker serviks (p=0,438), ada hubungan paritas dengan kejadian lesi prakanker serviks (p=0,002, OR=3,587), tidak ada hubungan riwayat kanker serviks pada keluarga dengan kejadian lesi prakanker serviks (p=0,124), dan ada hubungan usia dengan kejadian lesi prakanker serviks (p=0,000, OR=7,222). Kesimpulan penelitian ada hubungan aktifitas seksual dini, paritas dan usia dengan kejadian lesi prakanker serviks dan tidak ada hubungan merokok dan riwayat kanker serviks pada keluarga dengan kejadian lesi prakanker serviks. Peneliti berharap peranan petugas kesehatan khususnya bidan dapat mengurangi angka kejadian aktifitas seksual dini dan jumlah paritas berisiko dengan melakukan promosi kesehatan secara personal maupun kelompok.
ANALISIS PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG TANDA BAHAYA MASA NIFAS TERHADAP PEMANFAATAN BUKU KIA DI RSU BUDI KEMULIAAN Sri Hartini Rahayu; Anik Rosita
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 2 (2020): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v7i2.246

Abstract

Masa nifas merupakan masa yang berisiko terjadinya komplikasi bagi ibu , karena alat reproduksi dalam proses pemulihan. Keluarga dan ibu nifas tidak menyadari hal tersebut karena focus perhatian mereka tertuju pada bayi baru lahir. Dukungan masa nifas sangat dibutuhkan bagi seorang ibu supaya masa nifas dapat dilalui tanpa komplikasi. Pengetahuan keluarga dan ibu nifas tentang tanda – tanda bahaya dalam pemanfaatan buku KIA sangat diperlukan agar ibu nifas dan keluarga dapat segera datang ke fasilitas kesehatan apabila mengalami tanda bahaya dalam masa nifas. Tujuan penelitian untuk menganalisis Pengetahuan Ibu nifas tentang tanda-tanda bahaya masa nifas Dalam Pemanfaatan Buku KIA di Ruang Srikandi RSU Budi Kemuliaan Periode Mei- Juni 2019. Metode Penelitian ini adalah menggunakan penelitian analitik dengan desain cross sectional Sampel penelitian sebanyak 110 orang ibu nifas. Pengumpulan data menggunakan kuesioner serta menggunakan analisis univariat dan bivariat yang diolah menggunakan sistem computer. Hasil penelitian sebagian besar Pengetahuan Ibu Dalam Pemanfaatan Buku KIA diruang Srikandi RSU Budi Kemuliaan Periode Mei-Juni 2019, memiliki pengetahuan yang baik.
PENGARUH PENDIDIKAN BENCANA GEMPA BUMI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA SMK KARYA BANGSA KOTA TANGERANG Viyan Septiyana Achmad
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 2 (2020): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v7i2.248

Abstract

Dampak bencana telah mengakibatkan banyak orang mengalami kesusahan, dan kesedihan sehingga perlu adanya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana secara psikologis dan kaitannya dengan aktivitas keseharian didalam maupun diluar rumah. Pengetahuan tentang bencana perlu dipersiapkan sejak dini kepada masyarakat yang berisiko bencana untuk menghindari atau memperkecil resiko bencana dengan salah satu upaya melalui mitigasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan bencana gempa bumi terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap siswa SMK Karya Bangsa Kota Tangerang. Metode yang digunakan yaitu quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest with control group dengan sampel sebanyak 50 orang yang diambil dengan secara purposive sampling. Hasil penelitian yaitu terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap responden sebelum dan sesudah diberikan pendidikan bencana gempa bumi. Disarankan untuk institusi perlu mengadakan pengembangan kompetensi siswa melalui pemberian pelajaran muatan lokal kegawatdaruratan bencana, kegiatan seminar dan pelatihan khusus tentang simulasi bencana gempa bumi. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian dalam bentuk desain, populasi dan sampel yang berbeda.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIBADAK KABUPATEN LEBAK TAHUN 2019 Omo Sutomo; Een Sukaedah; Tutik Iswanti
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 2 (2020): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v7i2.250

Abstract

Diare sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, kejadiannya masih menjadi penyakit utama pada bayi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Cibadak Kabupaten Lebak tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini ialah ibu yang memiliki bayi berumur 7-12 bulan sebanyak 89 orang. Sampel diambil dengan teknik proporsional random sampling. Analisis data dilakukan secara bertahap, mula-mula secara univariat bertujuan untuk memperoleh gambaran proporsi masing-masing variabel, kemudian bivariat bertujuan untuk mengetahui hubungan variabel independen dan variabel dependen. Uji statistik digunakan uji chi square. Untuk mengetahui kemaknaan hubungan digunakan nilai α sebesar 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak bayi yang menderita diare (36,0 %) dan bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif secara penuh (47,2 %). Terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada bayi (0,000), dimana ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif pada bayinya berisiko lebih dari 8 kali untuk terkena diare dibandingkan dengan ibu yang memberikan ASI eksklusif untuk terkena diare pada bayinya. Diperlukan upaya pendidikan kesehatan tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif, pencegahan dan penanganan awal diare pada bayi serta pendampingan pada ibu bayi dalam masa pemberian ASI eksklusif dengan melibatkan kader Posyandu dalam pelaksanaannya.
EFEKTIVITAS AIR PERASAN BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI L) TERHADAP MORTALITAS LARVA CULEX SP Cecep Dani Sucipto; Makhabbah Jamilatun; Ahmad Rio Fatullah
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 2 (2020): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v7i2.252

Abstract

Penyebaran filariasis berdasakan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Banten Tahun 2014 tercatat sebanyak 192 kasus filariasis. Pemberantasan Culex sp sebagai salah satu vektor penyakit filariasis dapat dilakukan dengan penggunaan larvasida. Salah satu alternatif larvasida dengan menggunkan bahan alami yaitu air perasan belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui daya bunuh air perasan belimbing wuluh serta mengetahui konsentrasi yang paling efektif membunuh larva Culex sp. Penelitian ini menggunakan 5 variasi konsentrasi yaitu 3%, 3.5%, 4%, 4.5%, 5%. Konsentrasi didapatkan dengan pengenceran air perasan belimbing wuluh dalam 100 ml aquadest, pengamatan dilakukan setelah penambahan dengan air perasan belimbing wuluh selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukan air perasan belimbing wuluh dapat membunuh larva Culex sp dalam 24 jam. Konsentrasi paling efektif pada penelitian ini adalah 5% dengan jumlah mortalitas larva 99%. Penelitian ini membuktikan air perasan belimbing wuluh dapat membunuh larva Culex sp dengan konsentrasi efektif yaitu 5%.

Page 2 of 2 | Total Record : 18