Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH PENGETAHUAN DAN MASA BEKERJA BIDAN TERHADAP PELAKSANAAN UNIVERSAL PRECAUTION PADA PERTOLONGAN PERSALINAN DI WILAYAH KOTA TANGERANG SELATAN Tutik Iswanti; R. Detty Siti Nurdiati; Herlin Fitriana K
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 5 No 1 (2018): April
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.142 KB) | DOI: 10.36743/medikes.v5i1.19

Abstract

Universal precaution merupakan bagian dari keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang sangat diperlukan dalam aktivitas pelayanan kesehatan dan secara signifikan mengurangi jumlah insiden kerja karena paparan darah. Dikota Tangerang selatan pada tahun 2015 terdapat 15 kasus kematian ibu, penyebab infeksi intrapartum (6,7%) dan kematian bayi sebanyak 37 kasus, penyebab dari infeksi sebesar 13,5% dan 10,8% karena HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan masa bekerja terhadap pelaksanaan universal precaution pada pertolongan persalinan oleh bidan. Pada penelitian ini terdapat variabel independent yaitu pengetahuan dan masa bekerja dan variabel dependent yaitu pelaksanaan universal precaution pada pertolongan persalinan. Desain penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional, berupa pengisian kuesioner dengan sampel 88 bidan. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Fisher. Hasil penelitian yang didapat adalah bidan yang mempunyai pengetahuan baik sebanyak 89,9%, masa bekerja lama sebanyak 89,8% dan melaksanakan universal precaution pada pertolongan persalinan dengan baik sebanyak 84,1%. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan terhadap pelaksanaan universal precaution dengan pvalue 0,033 dan terdapat hubungan yang bermakna antara masa bekerja terhadap pelaksanaan universal precaution dengan pvalue 0,004.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR MAHASISWA JURUSAN KEBIDANAN RANGKASBITUNG ANGKATAN TAHUN 2017 Tutik Iswanti
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 6 No 1 (2019): Mei
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.044 KB) | DOI: 10.36743/medikes.v6i1.94

Abstract

Prestasi belajar merupakan indikator yang penting untuk mengukur keberhasilan proses belajar mengajar. Tujuan dari pembelajaran adalah suatu perubahan tingkah laku yang diharapkan tercapai oleh seseorang setelah melakukan suatu proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa jurusan kebidanan angkatan tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 86 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Analisis data univariat dipaparkan dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji statistik uji fisher. Hasil yang didapat adalah mahasiswa dengan IPK kurang di Jurusan kebidanan sebesar 88,4%, lebih banyak yang dari SMA yaitu sebesar 79,1%, mahasiswa dengan jalur masuk jalur umum sebesar 80,2% dan mahasiswa dengan nilai ujian sekolah baik sebesar 51,2%. Tidak ada Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar (IPK) yaitu asal sekolah (0,681), jalur masuk (0,679) dan nilai ujian sekolah (0,315). Prestasi belajar tidak dipengaruhi oleh ketiga faktor yaitu asal sekolah, jalur masuk dan nilai ujian sekolah.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RANGKASBITUNG DESA CIJORO LEBAK TAHUN 2018 nintinjri husnida; Tutik Iswanti; Ayi Tansah
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 6 No 2 (2019): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v6i2.187

Abstract

Indikator Mellenium Develompent Goals (MDGs) adalah mengurangi kematian anak dengan target menurunkan angka kematian anak di bawah lima tahun (balita) sebesardua per tiga jumlahnya selama periode tahun 1990 sampai dengant ahun 2015 artinya menurunkan dari 97 per 1000 kelahiran hidup menjadi 32 per 1000 kelahiran hidup. Diikuti dengan indikator kesehatan dalam SDGs 2015 yang merupakan goals ketiga yaitu jaminan kesehatan dan promosi kesehatan bagi semua umur. Imunisasi adalah suatu komponen penting untuk menurunkan angka kematian anak usia bawah lima tahun. Pentingnya imunisasi dasar lengkap adalah untuk mencegah kecacatan dan kematian pada bayi / balita. Cakupan imunisasi dasar di Puskesmas sampai saat masih dibawah standar yaitu < 90 %. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan kelengkapan imunisasi dasar di Wilayah kerja Puskesmas Rangkasbitung Desa Cijoro Lebak Tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dan menggunakan kuesioner. Jumlah sampel yang di gunakan 48 responden.Data penelitian ini diambil secara primer menggunakan kuesioner.Analisis data untuk mengetahui hubungan antar variabel menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian univariat menunjukkan jumlah ibu dengan status imunisasi yang tidak lengkap. Dari hasil uji bivariat didapatkan didapatkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kelengkapan imunisasi dengan nilai OR 6.67. Saran untuk Jurusan kebidanan Rangkasbitungagar penelitian ini dapat dijadikan referensi di perpustakaan dan dapat menambah ilmu pengetahuan mengenai imunisasi dasar bayi.
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KECEMASAN PADA IBU HAMIL DI KABUPATEN LEBAK Tutik Iswanti; Nintinjri Husnida; Ayi Tansah Rohaeti; Omo Sutomo
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 8 No 1 (2021): Mei
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v8i1.232

Abstract

Latar Belakang : Kecemasan pada kehamilan apabila tidak segera ditangani dengan baik maka akan berdampak pada kondisi fisik dan psikis pada ibu dan janin yang dikandungnya. Menurut Alder et al (2017), kehamilan dengan kecemasan akan mempengaruhi lingkungan intrauterine dan perkembangan janinnya. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial terhadap kecemasan ibu hamil. Metode Penelitian : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 76 responden yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Analisis data univariat dipaparkan dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan uji statistik Chi-Square dan analisis multivariate dengan regresi logistic. Hasil : Ibu hamil dengan kecemasan sebesar 38,2%, ibu hamil yang kurang dukungan social sebanyak 30,3%, ibu hamil dengan umur beresiko sebesar 30,3%, ibu hamil dengan tingkat pendidikan rendah sebesar 34,2%, ibu hamil yang bekerja sebanyak 42,1%, ibu hamil primigravida sebanyak 34,2%, dan ibu hamil yang tidak mengikuti latihan fisik sebanyak 36,8%. Tidak ada pengaruh dukungan sosial terhadap kecemasan ibu hamil (0,887), Faktor yang mempengaruhi kecemasan ibu hamil yaitu tingkat pendidikan (0,000) dan graviditas (0,075) dan faktor yang paling mempengaruhi yaitu tingkat pendidikan (0,000). Kesimpulan : Tidak ada pengaruh dukungan sosial terhadap kecemasan ibu hamil Kata kunci : Dukungan sosial, kecemasan
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIBADAK KABUPATEN LEBAK TAHUN 2019 Omo Sutomo; Een Sukaedah; Tutik Iswanti
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 2 (2020): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v7i2.250

Abstract

Diare sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, kejadiannya masih menjadi penyakit utama pada bayi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Cibadak Kabupaten Lebak tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini ialah ibu yang memiliki bayi berumur 7-12 bulan sebanyak 89 orang. Sampel diambil dengan teknik proporsional random sampling. Analisis data dilakukan secara bertahap, mula-mula secara univariat bertujuan untuk memperoleh gambaran proporsi masing-masing variabel, kemudian bivariat bertujuan untuk mengetahui hubungan variabel independen dan variabel dependen. Uji statistik digunakan uji chi square. Untuk mengetahui kemaknaan hubungan digunakan nilai α sebesar 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak bayi yang menderita diare (36,0 %) dan bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif secara penuh (47,2 %). Terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada bayi (0,000), dimana ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif pada bayinya berisiko lebih dari 8 kali untuk terkena diare dibandingkan dengan ibu yang memberikan ASI eksklusif untuk terkena diare pada bayinya. Diperlukan upaya pendidikan kesehatan tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif, pencegahan dan penanganan awal diare pada bayi serta pendampingan pada ibu bayi dalam masa pemberian ASI eksklusif dengan melibatkan kader Posyandu dalam pelaksanaannya.
PENINGKATAN KETERAMPILAN DALAM DETEKSI DINI DENGAN SKOR PUJI ROHAYATI DAN MANAJEMEN AWAL KEGAWATDARURATAN IBU HAMIL Tutik Iswanti; Nintinjri Husnida; Darti Rumiatun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v4i2.9962

Abstract

Angka Kematian Ibu merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan kesehatan. Angka Kematian Ibu di kabupaten Lebak pada tahun 2016 yaitu terjadi 28 kasus kematian ibu. Adapun penyebab tingginya kasus kematian Ibu Hamil adalah keterlambatan dalam mendeteksi dini, terlambat memutuskan, terlambat sampai di pelayanan kesehatan dan terlambat dalam penanganan kegawatdaruratan ibu hamil. Masih tingginya ibu hamil resiko tinggi. Solusi yang dijalankan adalah Peningkatan pemahaman dan keterampilan bidan dalam pengisian formulir deteksi dini kegawatdaruratan maternal neonatal dengan skor Puji Rohayati dan diberikannya Buku saku dan Formulir Skor Puji Rohayati. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini meliputi penyegaran dan pembinaaan teknis deteksi dini dengan skor puji rochayati. Materi penyuluhan terdiri dari deteksi dini kegawatdaruratan maternal neonatal dengan skor puji rochayati. Setelah dilaksanakannya penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan bidan dalam deteksi dini kegawatdaruratan dengan skor puji rochayati.
Monitoring Baby's Motor Development Through Android-Based Baby GYM Application Nurhayati Nurhayati; Masita Masita; Husnul Khatimah; Tutik Iswanti; Jusuf Kristianto
Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 12 (2022): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v3i12.647

Abstract

Background: The process of growth and development of neonates requires a sensory-motor stimulus, one of which is the ability of parents. In total, neonates still depend on the environment, especially the family as the first environment in their lives. Touch is one of the stimulation sensations in neonates that can be done at birth by parents or family.Baby Gym can stimulate and optimize baby's growth and development from an early age. Neonatal period has four aspects of development, namely, gross motor, fine motor, personal social, and language. Baby Gym can be done by parents or those closest to the baby, but it should be done by the mother, because the baby is used to the touch his mother does.Objective: This study aims to determine the baby's motor development through the baby gym application.Methods: This type of research is a quasi-experimental design with a pretest and posttest design with a control group design. The population taken in this study were mothers who had babies aged 3-12 months at the Puskesmas in the South Tangerang City area. The sample size for this study were 31 respondents in the intervention and control groups, so that the total sample was 62 people. The sampling technique in this study used the purposive sampling method. Data analysis using Wilcoxon and Man Whitney test and multivariate analysis using multivariate multiple logistic regression.Research Results: The Wilcoxon statistical test value showed that there was a significant difference in the average motor development before and after the baby gym application intervention was given to the mother (p value = 0.000). The results of the analysis using Mann Whitney found that there was a significant effect of using the baby gym application on the motor development of infants in the intervention group compared to the control group with p = 0.000 (p < 0.005).Conclusion: there is an effect of using the baby gym application on the baby's motor development. So as to provide recommendations for the use of the Baby gym application to help stimulate the development of the baby and also to establish affection between mother and baby.
Upaya peningkatan keterampilan anak balita tentang cuci tangan efektif guna pencegahan diare di Posyandu Kampung Malabar Cibadak Lebak Tutik Iswanti; Nintinjri Husnida; Ayi Tansah Rohaeti
Jurnal Kesehatan Pengabdian Masyarakat (JKPM) Vol. 1 No. 2 (2020): 2
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/jkpm.v1i2.966

Abstract

Diarrhea is an endemic disease in Indonesia and is a potential disease of Extraordinary Events (KLB) which is often accompanied by death with CFR from 2010-2017 still quite high (>1%). One of the preventions of diarrheal disease is to maintain personal hygiene by washing hands, but it was found that only about 15% of pre-school age children washed their hands with soap before and before. This community service aims to improve the skills of children under five about effective hand washing. This community service was divided into 2 meetings with the target children under five at the Posyandu Kampung Malabar, Cibadak, Lebak. At the first meeting, counseling and stimulation of effective hand washing were given. The second meeting was to evaluate how to wash hands effectively. As many as 85% of children under five can practice effective hand washing on their own without assistance. This shows an increase in skills and is statistically proven that the intervention provided can improve skills. This service activity is effective in improving the skills of children under five who previously were still many who could do effective hand washing.
PENGARUH SENAM MARYAM TERHADAP LAMA KALA II PADA IBU BERSALIN PRIMIGRAVIDA DI KLINIK MUTIARA MEDIKA RANGKASBITUNG KABUPATEN LEBAK Tutik Iswanti; Nintinjri Husnida; Melly Halimatussa’adiah; Rasumawati
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prolonged labor in the second stage is labor that lasts more than 2 hours in primigravidas and more than 1 hour in multigravidas. Factors causing a long labor process can be influenced by three things, namely energy, birth canal and fetus. The mother's own factors will be influenced by the mother's age, parity and readiness for childbirth. The duration of labor is not easy to determine precisely because the onset of labor is often unclear and subjective. In studies of women, whose labor began spontaneously, there was wide variation in the length of labor. Maryam gymnastics is a non-pharmacological therapy, where Maryam gymnastics can affect the psychology of mothers, especially pregnant women who experience psychological changes due to their pregnancy. The aim of the research was to determine the effect of Maryam exercise on the duration of the second stage of labor in primigravida mothers. The method used was Quasy Experiment with control group, the sample size was 66 respondents (33 intervention, 33 control), the sampling technique met the inclusion criteria. The intervention method that will be carried out is that pregnant women in the third trimester with a gestational age of 28-33 weeks will be intervened with maryam exercises three times a week for four weeks. After four weeks of intervention, the length of the second stage at the time of delivery will be seen with partograph. Data analysis with T Test, it was found that the average length of the second stage in the intervention group was 1.4 hours with a p value of 0.006. This statistically shows that there is an influence of maryam exercise on the length of the second stage
Cegah Stunting melalui Deteksi Dini Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada Remaja di Desa Pasirkupa Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak Siti Rusyanti; Omo Sutomo; Tutik Iswanti
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.18437

Abstract

ABSTRACT Chronic Energy Deficiency (CED) is a lack of energy or nutritional intake that lasts for a long time. CED often occurs in pregnant women. If during this period nutritional consumption is not balanced, it will result in malnutrition. The phenomenon in society shows that even though someone knows the theory of balanced nutrition, it does not necessarily mean that they have applied the theory in their daily lives because young women are afraid of having an obese body (fat) and looking ugly to look at.The purpose of this Community Service activity is to increase the knowledge and skills of the Pasirkupa Village community, Kalanganyar District, Lebak Regency in terms of early detection of KEK cases, especially adolescents as an effort to prevent stunting and to be able to carry out early detection of KEK cases, especially adolescents as an effort to prevent stunting. The method used in community service activities is a workshop on KEK and Early Detection of KEK Incidents in young women. The results of this activity are that young women understand the importance of early detection of KEK for adolescents, they routinely come to the Posyandu to check their health as an effort to detect KEK early in adolescents and also as an effort to internalize to the community that adolescent groups must prepare their health so that they can undergo the reproductive process optimally in the future which ultimately public health will always be well maintained. The need for continuous motivation from health workers, especially village supervisors, so that adolescents are always enthusiastic about visiting the Posyandu regularly. Wider socialization is needed to the entire community, including parents of adolescents. Keywords: Early Detection of Chronic Energy Deficiency (CED), Adolescent Girls.  ABSTRAK Kurang Energi Kronis (KEK) merupakan kekurangan energi atau asupan nutrisi yang berlangsung lama. Bila masa ini konsumsi gizi tidak seimbang maka mengakibatkan kekurangan gizi. Fenomena di masyarakat menunjukkan bahwa meskipun seseorang mengetahui teori mengenai gizi seimbang belum tentu sudah menerapkan teori tersebut dalam kehidupannya sehari-hari dikarenakan remaja putri takut memiliki badan yang obesitas (Gemuk) dan terlihat jelek untuk di pandang. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat  Desa Pasirkupa Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak dalam hal deteksi dini kasus KEK khususnya remaja sebagai upaya pencegahan stunting serta dapat melakukan deteksi dini kasus KEK khususnya remaja sebagai upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat yaitu lokakarya tentang KEK dan Deteksi Dini Kejadian KEK pada remaja putri. Hasil kegiatan ini yaitu remaja putri memahami tentang pentingnya deteksi dini KEK bagi remaja, mereka secara rutin datang ke Posyandu untuk memeriksakan kesehatannya sebagai salah satu upaya deteksi dini KEK pada remaja dan juga sebagai salah satu upaya internalisasi kepada masyarakat bahwa kelompok remaja harus disiapkan kesehatannya agar dapat menjalani proses reproduksi dengan optimal di masa mendatang yang pada akhirnya kesehatan masyarakat akan selalu terjaga dengan baik. Perlunya motivasi terus menerus dari petugas kesehatan khususnya pembina desa agar remaja selalu semangat untuk mengunjungi Posyandu secara rutin. Perlu sosialisasi yang lebih luas kepada seluruh masyarakat, termasuk para orang tua remaja. Kata Kunci: Deteksi Dini Kurang Energi Kronis (KEK), Remaja Putri.