cover
Contact Name
La Ode M. Firman
Contact Email
teknobiz@univpancasila.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
teknobiz@univpancasila.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin
Published by Universitas Pancasila
ISSN : 20885784     EISSN : 26209675     DOI : -
Jurnal Teknobiz dipublikasikan sebanyak 3 (tiga) kali dalam 1 (satu) tahun yaitu pada bulan Maret, Juli dan November. Lingkup Jurnal Teknobiz meliputi bidang energi baru terbarukan, dan manufaktur. Bidang energi baru terbarukan yang dibahas mengenai sistem dan alat teknologi konversi yang mampu mengkonversi sumber energi terbarukan seperti energi tenaga air, tenaga angin, tenaga surya, biomassa, dam lain-lain untuk dapat dimanfaatkan energinya ke bidang sektor yang lain. Bidang manufaktur yang dibahas meliputi bidang material, tribologi, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 398 Documents
Perancangan Konsep Mesin Mixer dan Press Serbuk Kayu yang Portable untuk Pembuatan Papan Partikel dengan Metode VDI 2221 Bambang Sulaksono; Yani Kurniawan
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 12 No. 2 (2022): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v12i2.3621

Abstract

Mesin mixer dan press diperlukan untuk membuat papan partikel dari serbuk kayu. Pembuatan papan partikel yang dilakukan oleh Usaha Kecil Menengah (UKM) atau home industry memerlukan mesin mixer dan press yang protable. Penelitian ini bertujuan melakukan perancangan konsep mesin mixer dan press serbuk kayu yang portable. Perancangan konsep menggunakan metode Varien Deutscher Ingenieure 2221 (VDI 2221). Hasil penelitian mendapatkan rancangan mesin mixer dengan kapasitas 6 kg dengan dimensi mesin 570 x 620 x 1442 mm. Sedangkan mesin press berkapasitas 1 ton dengan dimensi 1000x500x700 mm.
Optimasi Desain Pisau Mesin Penghancur Batu Kapur Elya Heryana; Djoko Karmiadji
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 12 No. 2 (2022): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v12i2.3633

Abstract

Batu kapur merupakan salah satu mineral industri yang banyak digunakan oleh sektor industri ataupun konstruksi dan pertanian, antara lain untuk bahan bangunan, batu bangunan, bahan penstabilan jalan raya, pengapuran, dan keramik. Peningkatan produksi penghancuran batu kapur dapat dilakukan dengan cara mengoptimalkan kinerja elemen mesin yang ada. Untuk mengatasi masalah pada mesin penghancur batu kapur ini diperlukan suatu konstruksi pada komponen pisau mesin penghancur batu kapur yang mampu bekerja secara maksimal dengan cara optimasi pisau penghancur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode pengujian langsung di lapangan, serta menggunakanakan metode pengujian-pengujian non-destruktif. Pengujian yang dilakukan antara lain pengujian kekerasan, pengujian metalografi dan pengujian spectrometer. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi kekuatan pisau penghancur batu kapur yang awal mulanya hanya memiliki kekuatan selama 3-4 minggu mencapai waktu minimal 8-12 minggu. Spesifikasi daya mesin yang ada sebesar 50 HP 1455 RPM.
Optimasi Condensat Extration Plan di Lapangan X Moh Khoiruddin; iskendar iskendar
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 12 No. 2 (2022): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v12i2.3667

Abstract

Kondisi krisis harga minyak dunia yang terjadi sejak akhir tahun 2014 memberikan dampak yang signifikan terhadap kebijakan perusahaan minyak dan gas bumi dalam mengembangkan lapangan. Lapangan X memiliki reservoir dengan kandungan Gas Oil Ratio (GOR) yang tinggi. Hal ini mengindikasikan terdapat potensi kondensat untuk dapat diekstraksi dari gas alam sebelum gas dijual menuju konsumen. Condensate Extraction Plant dikembangkan di Lapangan X sejak tahun 2011 dengan kapasitas handling total sebesar 27,5 mmscfd. Seiring dengan penurunan produksi minyak dan gas bumi secara alamiah, diperlukan penyesuaian mode operasi sehingga aset yang dimiliki oleh Lapangan X dapat memberikan efisiensi yang lebih baik dibandingkan kondisi sebelumnya. Simulasi proses modifikasi plant dilakukan dengan 5 alternatif skenario proses yaitu Metode Mechanical Refrigeration Mode Operasi Seri dengan Media Pendingin Chilled Water, Metode Mechanical Refrigeration Mode Operasi Pararel dengan Media Pendingin Propana, Metode Mechanical Refrigeration Mode Operasi Seri dengan Media Pendingin Propana, Metode JT-Valves, dan Metode Turbo Expander. Evaluasi teknis dilakukan dengan simulasi menggunakan perangkat lunak Unisim, sedangkan analisa keekonomian dilakukan dengan metode levelized cost. Selain itu, dilakukan juga analisis sensitivitas keekonomian terhadap komponen harga gas, harga kondensat, CAPEX, dan OPEX. Berdasarkan hasil simulasi proses dan perhitungan keekonomian, empat alternatif proses skenario secara teknis dan ekonomis dapat dipilih untuk meningkatkan produksi kondensat. Alternatif proses skenario yang paling optimum adalah metode Mechanical Refrigeration dengan Media Pendingin Chilled Water. Berdasarkan perhitungan sensitivitas NPV dan IRR, parameter yang berpengaruh paling besar terhadap NPV dan IRR skenario proses tersebut adalah harga gas, OPEX dan harga kondensat sedangkan CAPEX memberikan pengaruh terkecil.
Kondisi Pemotongan Optimum Proses Bubut Konvensional Berbantuan Komputer Hasan Hariri
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 12 No. 2 (2022): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v12i2.3676

Abstract

Dalam proses pemesinan, faktor ekonomis memainkan peranan penting dalam menentukan laju produksi. Jika kita memotong material pada kecepatan potong dibawah batas ketentuan, maka waktu penyelesaian operasi tersebut akan naik. Jika operasi yang sama dilakukan dengan kecepatan yang sangat tinggi, maka keausan pahat akan bertambah cepat. Operator akan lebih sering mengganti pahat, dan sebagai konsekwensinya umur pahat menjadi lebih pendek juga mesin menjadi lebih sering disetting ulang. Semua itu akan membuat biaya operasi menjadi mahal. Keuntungan maksimum merupakan alasan yang cocok untuk memilih kondisi pemesinan optimum dengan kriteria biaya minimum pada laju produksi maksimum. Kondisi pemotongan optimum menjadikan keuntungan sebagai suatu fungsi tujuan sebagaimana dikemukakan oleh para peneliti. Dari analisa biaya dan produksi untuk beberapa operasi pemesinan bila tiga fungsi tujuan diperhatikan secara terpisah, maka solusi adalah optimum untuk satu tujuan tetapi tidak optimum terhadap dua tujuan lainnya. Dalam tulisan ini dibahas cara penentuan kondisi pemesinan optimum dengan menggunakan dua fungsi tujuan, yakni biaya produski dan laju produksi.
Analisis Variasi Arus Pengelasan SMAW Terhadap Sifat Mekanis Mata Tekuk Baja ST 41 Dan ST 37 Pada Perancangan Alat Penekuk Besi Behel Manual Agung Hermawan; Ade Sunardi; Riyan Ariyansah; Sinta Restuasih; Adhes Gamayel
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 12 No. 3 (2022): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v12i3.4245

Abstract

Pemilihan arus pengelasan yang mempengaruhi hasil pengelasan adalah parameter pengelasan, kualitas hasil pengelasan di pengaruhi oleh energi panas yaitu arus las. apabila pemilihan arus las yang kurang tepat maka hasil pengelasan tidak akan teratur, melebar dan tidak rata. Penelitian ini bersifat eksperimen suatu cara untuk mencari hubungan sebab akibat antara dua faktor yang saling berpengaruh. Dengan melakukan pemeriksaan dan pengujian hasil las dengan arus pengelasan terhadap sifat-sifat mekanik hasil las pada poros tekuk baja st. 37 dan st 41 pada perancangan alat penekuk behel manual dengan menggunakan jenis las SMAW DC 400 G dan memakai jenis elektroda E7016 diameter 2,6 mm
Perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Angin Menggunakan Turbin Angin Sebagai Sumber Energi Alternatif Kapasitas 800 Watt Agung pangestu; Ade Sunardi; Kasum; Ayu Nurul Hardiyanti; Adhes Gamayel
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 12 No. 3 (2022): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v12i3.4246

Abstract

Dalam kehidupan sehari – hari manusia tidak luput dari berbagai peralatan teknis yang dirancang sedemikian rupa agar dapat digunakan sebagai alat bantu manusia yang dapat memudahkan pekerjaan sehari - hari dan juga perkembangan sebuah industri yang semakin berkembang yang dimana semua itu tidak lepas dari sebuah energi. Saat ini energi utama yang sering digunakan yaitu energi fosil, seperti minyak, gas alam, batu bara, dan lain lain. Pengembangan dan pemanfaatan sumber energi yang ada dan juga berbagai faktor pencemaran akibat dari limbah yang dihasilkan oleh beberapa jenis energi menjadi sebuah perhatian khusus bagi manusia untuk memikirkan bagaimana cara mengurangi pencemaran tersebut, maka manusia diharuskan berpikir kritis untuk menangani hal tersebut. Dengan adanya sumber daya alam yang dapat diperbaharui seperti angin, matahari dan lain lain. Maka pemerintah berupaya memaksimalkan hasil alam untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat Indonesia. Dengan demikian maka dibuatlah alat untuk mengubah energi angin menjadi energi listrik, turbin angin adalah sebuah benda yang diperlukan untuk mengubah energi kinetik yang diberikan oleh angin menjadi energi listrik, tubin angin juga merupakan sebuah inovasi yang terbarukan yang dimana nantinya turbin tersebut dapat digunakan sebagai media pembangkit listrik tenaga angin
Analisis Pengaruh Kecepatan Angin Pada Pembangkit Listrik Tenaga Angin Andi Suandi; Ade Sunardi; Ida Bagus Indra; Mohamad Zaenudin; Adhes Gamayel
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 12 No. 3 (2022): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v12i3.4247

Abstract

Pengaruh energi dengan perubahan kecepatan angin pada pembangkit listrik tenaga angin (PLTA) terhadap daya yang dihasilkan dengan cara energi angin yang memutar kincir dan akan diteruskan untuk memutar kincir/baling-baling pada generator dibagian belakang sehingga menghasilkan energi listrik .Hasil pengukuran diperoleh dengan mengamati dan memperhatikan hasil pengukuran tegangan, putaran turbin dan arus dengan kecepatan minimum 2m/s dan dapat disimpulkan dengan hasil perhitungan yang dilakukan selama 3 jam 30 menit mulai pukul 11.00- 14.30 WIB, hasil yang didapat dengan tegangan sebesar 14 Volt. Dan daya angin sebesar = 6,75Watt.
Simulasi Modifikasi Gatting System Pada Proses Pengecoran Dalam Pembuatan Boggie Wheel Tank AMX-13 Menggunakan Aplikasi SolidCast Untuk Meminimalisir Cacat Penyusutan (Shrinkage) Darwan Edyanto Saragih; Djoko Wahyu Karmiadji
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 12 No. 3 (2022): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v12i3.4248

Abstract

Salah satu suku cadang yang penting dalam kendaraan jenis tank adalah perangkat roda tank yang disebut bogie wheel. Boggie wheel merupakan bagian dari sistem perangkat roda yang terdiri dari track, bogie arm, bogie bracket dsb. Bogie wheel terbuat dari material aluminium yang ditempa (forging). Saai ini proses pembuatan suku cadang bogie whell menggunakan material baja dengan proses permesinan. Akibat dari pergantian material tersebut maka kendaraan bertambah bobotnya sebesar 4 ton. Hal ini berpengaruh pada manuver kendaraan serta jumlah amunisi dan personil yang bisa diangkut oleh tank tersebut. Pada penelitian ini akan di simulasikan proses pembuatan bogie wheel dengan proses pengecoran dengan metode Gravity Die Casting. Proses ini sudah dilakukan oleh Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM) Bandung. Namun Hasilnya masih terdapar cacat shrinkage. Pada simulasi ini akan dilakukan modifikasi gatting system dan riser, temperatur tuang cor 700 0C dan waktu tuang 4,5 detik. Dari hasil modifikasi tersebut diketahui bahwa penyebab cacat penyusutan (shrinkage) pada bogie wheel adalah terjadinya dominan progresif solidifikasi dibanding directional solidcast dan tetap terjadi cacat centerline shrinkage. Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa metode gravity die casting tidak disarankan untuk pembuatan bogie wheel karena akan tetap menimbulkan cacat centerline shrinkage. Metode yang direkomendasikan untuk membuat benda ini adalah dengan proses cold working deep drawing, forging atau dengan High Pressure Die Casting.
Optimasi Parameter Pengelasan Gmaw Pada Baja Tahan Karat AISI 409 untuk Mengurangi Jumlah Spatter Fachri Ismawan; Syahbuddin Syahbuddin
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 12 No. 3 (2022): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v12i3.4249

Abstract

Tuntutan pelanggan terhadap kualitas suatu produk semakin tinggi. Dalam proses produksi knalpot sepeda motor, salah satu tuntutan pelanggan adalah tidak diinginkan adanya spatter yang menempel di permukaan body knalpot, karena akan menurunkan kualitas visual knalpot tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan parameter pengelasan yang optimal agar jumlah spatter berkurang pada knalpot sepeda motor yang menggunakan material baja tahan karat AISI 409. Optimasi menggunakan metode Taguchi dengan mengacu pada tabel orthogonal array. Parameter yang digunakan ada 4 dengan masing-masing 3 level yaitu Voltage dengan level 20V, 22V dan 25V, Arus listrik/Ampere dengan 180A, 200A dan 220A, perbandingan komposisi gas Argon dan CO2 yaitu 70:30, 60:40 dan 50:50 serta jarak nozzle welding dengan benda kerja 1mm, 1.5mm dan 2mm. Hasil optimasi menunjukkan bahwa parameter optimal adalah Voltage: 22V, Ampere: 180A, Komposisi gas Argon dan CO2 70:30 dan jarak nozzle 2mm. Parameter optimal ini diverifikasi dengan uji hipotesa terhadap rata-rata berat spatter hasil pengolahan data eksperimen Taguchi dengan parameter sebelum eksperimen. Hasil verifikasi menunjukkan berat spatter rata-rata memang berkurang. Penelitian diverifikasi ulang dengan uji hipotesa juga dengan membuat sampel ulang dengan setelan parameter adalah parameter optimal tadi, hasilnya menunjukkan tidak terlihat perbedaan signifikan berat rata-rata spatternya. Hal ini membuktikan hasil eksperimen dengan menggunakan setting optimal menunjukkan apa yang diprediksikan tercapai.
Studi Kelayakan Teknis Dan Konsep Desain Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa Dengan Kapasitas 10 MW Di Kotawaringin Barat yudi_m_s; Raharjo
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 12 No. 3 (2022): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v12i3.4250

Abstract

Sebagai bentuk upaya pemerintah untuk mendorong penggunaan energy terbarukan yang ramah lingkungan, serta untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) atau bahan bakar fosil di Indonesia yang tertuang dalam Peraturan Presiden atau PERPRES No.05/2006, serta dalam upaya mempercepat pencapaian target EBT sebagaimana diamanatkan oleh peraturan pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional (PP KEN) dan Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2017 Tentang Rencana Umum Energi Nasional (Perpres RUEN), yang berimplikasi mengurangi emisi gas rumah kaca, mengurangi impor energi fosil, memperbaiki neraca perdagangan, dan meningkatkan sumber devisa negara, karena potensinya yang sangat besar di Indonesia, salah satu sumber energi yang dapat dimanfaatkan dan belum mendapatkan banyak perhatian adalah energi biomassa yang salah satunya adalah berasal dari kayu. Sebelum tahap pembangunan perlu mengkaji dan menetukan beberapa bidang ilmu dan teknologi yang terkait dengan pembangunan tersebut seperti mengetahui pemanfaatan potensi ketersediaan bahan baku studi biomassa, menentukan teknologi konversi, menghitung kapasitas, serta penetuan lokasi. Kajian multi disiplin ilmu tersebut akan menentukan kelayakan pembangunan PLTBm. Pertimbangan aspek teknis ketersediaan sumber bahan bakar biomassa untuk Pembangkit listrik lenaga biomassa 1 x 10 MW adalah 141.436,80 Ton/Tahun, lahan yang diperlukan adalah 3.519 Ha, dari hasil studi kelayakan teknis ini bahwa PLTBm di Kotawaringin Barat menentukan jenis kayu yang terbaik adalah kayu jabon dan sebagai alternative pengganti adalah wood pellet/ pellet kayu dengan mempertimbangkan Nilai Moisture Content dan Nilai Calorific Value, karena ini akan sangat menentukan sistem pembakaran pada PLTBm. Berdasarkan perhitungan Heat Balance, konsumsi woodchip untuk PLTBm di kotawaringin barat dengan kapasitas 1 x 10 MW membutuhkan 16,37 Ton/jam atau 141.436,80 Ton/Tahun. Sedangkan konsumsi wood pellet adalah 10,34 Ton/jam atau 83.381,76 Ton/tahun berdasarkan kondisi dan teknologi proses konversi energi biomasa menjadi energi listrik menggunakan metode Direct Firing dengan menggunakan boiler tipe stocker jenis grate overfeed. Untuk Nett Power Output didesain pada daya sebesar 10 MW, sedangkan Gross Power Output didesain pada daya 12,5 MW.