cover
Contact Name
La Ode M. Firman
Contact Email
teknobiz@univpancasila.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
teknobiz@univpancasila.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin
Published by Universitas Pancasila
ISSN : 20885784     EISSN : 26209675     DOI : -
Jurnal Teknobiz dipublikasikan sebanyak 3 (tiga) kali dalam 1 (satu) tahun yaitu pada bulan Maret, Juli dan November. Lingkup Jurnal Teknobiz meliputi bidang energi baru terbarukan, dan manufaktur. Bidang energi baru terbarukan yang dibahas mengenai sistem dan alat teknologi konversi yang mampu mengkonversi sumber energi terbarukan seperti energi tenaga air, tenaga angin, tenaga surya, biomassa, dam lain-lain untuk dapat dimanfaatkan energinya ke bidang sektor yang lain. Bidang manufaktur yang dibahas meliputi bidang material, tribologi, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 398 Documents
Modifikasi Mekanisme Penggerak Pada Modul Penggerak Concentrated Solar Power Tipe Parabolic Dish dhidik mahandika; Dwi Rahmalina; Naufal Rifqi Ramadhan
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 13 No. 1 (2023): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v13i1.4848

Abstract

Energi matahari adalah sumber energi yang tidak akan pernah habis sehingga layak untuk dikembangkan. Selanjutnya masa depan, energi surya dapat dimaikan peran mendasar untuk menggantikan pembangkit bahan bakar fosil, dan untuk beralih dari karbon teknologi ke teknologi hijau. Salah satu cara untuk memanfaatkan energi matahari sebagai sumber energi adalah mengembangkan sistem Concentrated Solar Power (CSP). Untuk membuat suatu alat Concentrated Solar Power sangat diperlukan rangkaian proses manufaktur yang meliputi pembentukan dan perakitan terhadap komponen berdasarkan desain yang telah dibuat dan metode manufaktur yang digunakan adalah DFMA (Design For Manufacturing and Assembly). Setiap langkah pengerjaan tiap komponen dijelaskan pada SOP (Standard Operating Procedure), dan juga peta kerja untuk pembentukan komponen dan perakitan komponen dijelaskan pada OPC (Operation Process Chart) yang bertujuan untuk menggerakan alat Concentrated Solar Power dengan gerak altitude. Dari hasil proses manufaktur dan perakitan modul penggerak alat Concentrated Solar Power ini didapatkan menggunakan roda gigi penggerak pada Concentrated Solar Power (CSP) Tipe Parabolic Dish, roda gigi yang digunakan yaitu dengan torsi 6.86 Nm, dikarenakan pada torsi 6.86 Nm memiliki nilai yield strength yang terkecil dibandingkan dengan torsi lainnya yaitu dengan nilai yield strength 5.571 MPa. Jenis Roda Gigi pada penggerak yang digunakan yaitu Roda Gigi Lurus, dengan nilai Torsi yaitu 6.86 Nm, nilai Daya (P) yaitu 0.26 hp, Kecepatan (Np) yaitu 150 putaran/menit, Jumlah Mata Gigi Penggerak (Z1) yaitu 10, Jumlah Mata Gigi (Z2) yaitu 67, Diameter Roda Gigi (D2) yaitu 134 mm, Diameter Roda Gigi Penggerak (D1) yaitu 20 mm, Modul (M) yaitu 2 mm, Pitch (P) yaitu 6.28 mm.
Analisis Perbandingan Pemakaian Solar Cell dan Genset Sebagai Energi Alternatif Penggerak Motor Listrik Pada Pompa Air di Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Ebbit Purba; La Ode M. Firman
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 13 No. 1 (2023): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v13i1.4849

Abstract

Kebutuhan pompa dikalangan industri berperan penting dalam proses produksi, penggunaan yang meluas menyebabkan faktor permasalahan efesiensi, pengeluaran dan maintenance menjadi topik yang akan dipecahkan. Efesiensi yang dihasilkan dari kalangan peneliti sebelumnya mencapai 47%, masih dapat dikembangkan dan biaya pendapatan maupun pengeluaran belum dapat disimpulkan. Penelitian ini, meningkatkan efisiensi penggunaan solar cell pada pompa dan biaya pengeluaran diselidiki. Penerapan metode eksperimen dilakukan pada perancangan solar cell sebagai sumber data intensitas cahaya diselidiki. Melakukan analisis perhitungan daya pompa, daya solar cell, perbandingan dari segi ekonomi penggunaan solar cell dan genset. Data primer dan suplai energi genset menjadi bagian pembanding dalam penerapan metode simulasi desain. Hasil pengujian solar cell pada penelitian ini yang tertinggi pada sudut 35° sebesar 1,93 kWh/m², menunjukan bahwa efisiensi mengalami kenaikan 52.41% dibandingkan dengan peneliti sebelunya efisiensi sebesar 51.61%.
Rekayasa Parameter Pemotongan Dengan Mesin CNC Tipe Fiber Laser Cutting A1 untuk Produk Dudukan Spring Coil Nopan Diasa; Amin Suhadi; Karyadi
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 13 No. 1 (2023): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v13i1.4850

Abstract

Pengembangan proses manufaktur dilakukan secara masif untuk meningkatkan efisiensi proses produksi dan pemenuhan tuntutan produk yang semakin inovatif. Proses pemotongan memiliki fungsi penting pada bidang manufaktur dan dilakukan sebelum proses stamping. Penggunaan CNC laser cutting dapat meningkatkan kualitas pemotongan, dan waktu proses yang lebih baik. Tantangan utama dari proses pemotongan menggunakan CNC laser cutting adalah kualitas pemotongan yang relatif bervariasi antar satu material dengan material yang lain. Parameter yang terlalu banyak pada operasi laser cutting menyebabkan harus selalu ada penyesuaian untuk tiap proses pemotongan dan sangat bergantung pada keahliaan dari operator. Studi ini secara khusus fokus pada rekayasa parameter laser cutting untuk proses produksi dudukan spring coil. Tiga parameter utama dipilih yakni: peak power, cut speed dan gas pressure. Peak power yang digunakan adalah 80 & 100%, sedangkan cut speed yang digunakan adalah 1 & 2 m/menit dengan tekanan gas bervariasi antara 11, 13 dan 15 bar. Tiga jenis material digunakan yakni stainless steel 304 (SS), Cold Rolled Mild Steel Plates, Sheets and Strip (SPCC) dan Hot Rolled Mild Steel Plates, Sheets and Strip (SPHC). Terdapat 36 sampel yang diuji sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Hasil pengamatan dimensi menunjukkan parameter ideal untuk tiap material yang diproses. Untuk SS, parameter ideal diperoleh dengan cut speed 2 m/menit, peak power 100% dan tekanan gas 13 bar. Pada material SPCC parameter ideal adalah cut speed 1 m/menit, peak power 100% dan tekanan gas 15 bar. Terakhir untuk SPHC adalah cut speed 2 m/menit, peak power 100% dan tekanan gas 11 bar. Dimensi pemotongan untuk tiap jenis material menunjukkan nilai yang ideal untuk produk dudukan spring coil yang dihasilkan. Dengan demikian, rekayasa parameter proses laser cutting dapat dilakukan dengan mengacu kepada parameter tersebut.
Analisis Kualitas Blade Rotor Turbin Uap dengan Metode NDT Penetrant Testing Novriyanti; Indra Chandra Setiawan; Riki Sukma Umbara
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 13 No. 1 (2023): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v13i1.4853

Abstract

Turbin Uap banyak digunakan pada Industri bidang pembangkit listrik. Rotor Turbin Uap seringkali mengalami kerusakan dan diperlukan penggantian secara berkala. Pada penelitian ini, dilakukan analisis kualitas Rotor Turbin yang diproduksi dengan mesin CNC 5-Axis oleh PT XYZ sebagai salah satu bentuk Preventive Maintenance. Untuk memastikan Rotor yang diproduksi sesuai dengan spesifikasi, maka digunakan dua tipe pengujian NDT metode Penetrant Testing Dengan Tipe 1 Fluorescent Dye dan Tipe 2 Visible Dye, Adapun Remover yang digunakan dengan Metode A Water Washable dan Metode B Solvent Removable. Analisis dilakukan pada 35 Blade Rotor yang di inspeksi dalam 1 batch. Berdasarkan hasil pengujian, ditemukan 1 dari 35 Rotor yang menunjukkan nonrelevant indication dan diperlukan tambahan proses mechanical polishing untuk perbaikan yang di akibatkan permukaan yang kasar karena pisau pemotong mesin CNC yang tumpul. Dari hasil pengujian juga didapatkan rekomendasi dari segi lokasi bahwa untuk pengujian dalam ruangan Penetrant Testing Tipe 1 Fluorescent Dye Metode A Water Washable dapat direkomendasikan, dan untuk luar ruangan Penetrant Testing dengan Tipe 2 Visible Dye Metode C Solvent Removable yang dapat direkomendasikan.
Pengaruh Kapasitas dan Waktu Pemanasan Terhadap Analisa Perhitungan Kalor Peleburan Es Boni Junita; Ambo Itang; Ali Sucipto
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 13 No. 2 (2023): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v13i2.5283

Abstract

Kalor merupakan energi yang dapat disimpan dalam bentuk kalor sensibel dan kalor laten. Pada penelitian ini akan dilakukan analisa terhadap pengaruh waktu pemanasan dan kapasitas media atau benda penerima panas terhadap kalor sensibel dan kalor laten selama proses peleburan es. Bahan yang digunakan adalah es dengan variasi komposisi 100 gr, 200 gr, 300 gr, 400 gr dan 500 gr. Pada proses peleburan es ada variasi waktu yaitu 30 detik, 60 detik, 90 detik, dan 120 detik. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan adalah pada semua variasi kapasitas dan waktu pengujian nilai kalor sensibel terendah adalah 6,688 kj pada kapasitas benda uji 100 gr untuk waktu pengujian selama 60 detik dan nilai kalor sensibel tertinggi adalah 91,96 kJ pada kapasitas 500 gr untuk pengujian selama 120 detik. Pada nilai kalor laten terendah adalah 66,88 kJ/kg pada kapasitas benda uji 100 gr untuk waktu pengujian selama 60 detik dan nilai kalor laten tertinggi adalah 209 kJ/kg pada kapasitas benda uji 400 gr untuk waktu pengujian selama 30 detik. Hal tersebut berarti kapasitas benda uji dan waktu pengujian memperngaruhi nilai kalor laten dan nilai kalor sensibel dari benda yang diuji. Pengaruh kapasitas dan waktu pengujian akan berbanding lurus dengan nilai kalor sensibel dan nilai kalor latennya.
Pengembangan Komposit Matrik Epoxy Melalui Penambahan Penguat Serat Rami dan Fiberglass dengan Variasi 2 – 4 wt% DENNY KARDIMAN; Dwi Rahmalina
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 13 No. 2 (2023): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v13i2.5284

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik bahan komposit berpenguat serat rami dan fiberglass dengan matriks epoxy agar dapat menghasilkan keunggulan mekanik yang tepat untuk aplikasi spoiler mobil. Kebaruan pada penelitian ini merupakan upaya pembuatan komposit untuk bahan spoiler dengan komposisi matrik resin epoxy dengan penguat serat rami dan fiberglass dengan fraksi volume berat 2%, 3% dan 4%. Dua jenis penguat yaitu serat rami panjang 9 mm, dan fiberglass panjang 5 mm. Pengujian standar yang digunakan yaitu uji tarik menggunakan ASTM 638 – 03, uji tekan menggunakan standar ASTM 695 dan uji impak ASTM D 256 – 03. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kekuatan tarik tertinggi yaitu pada fraksi berat 4% (36,51 MPa), kekuatan tekan tertinggi yaitu pada spesimen fraksi berat 4% (55,29 MPa), kekuatan impak tertinggi 4 % (0,16 J/mm2). Kekuatan tekan rata-rata 52,24 MPa pada komposisi serat rami dan fiberglass panjang 9 mm dengan variasi 4%. Pendekatan pada hasil pengujian tekan sebelumnya pada bahan spoiler sebesar 47,68 MPa. Pengujian ini membuktikan bahwa fraksi berat penguat dengan 4 % masih bisa meningkatkan kekuatan tekan material komposit serat rami dan fiberglass.
Rancang Bangun Burner Peleburan Logam Tipe Gun Berbahan Bakar Liquified Petrolium Gas (LPG) Mochamad Bastomi; Muhammad Faisal; Asrul
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 13 No. 2 (2023): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v13i2.5286

Abstract

Dalam perkembangan teknologi pengecoran logam, burner yang baik adalah burner yang menghasilkan panas optimal dalam membakar tungku peleburan logam sehingga dapat mempercepat leburnya logam. Burner sebagai alat yang dapat mengatur pembakaran melakukan pencampuran antara udara dan bahan bakar sehingga dihasilkan pembakaran yang baik dan meningkatkan efisiensi pembakaran. Tujuan penelitian ini untuk merancang burner peleburan logam tipe gun berbahan bakar LPG yang mengarah pada produksi kalor yang dihasilkan pada saat pembakaran. Tahapan proses rancangan alat yaitu gambar desain alat, pemotongan bahan, dan perakitan alat hingga menjadi burner. Proses pengambilan data pada penelitian ini melakukan pengujian langsung pada burner sebagai data awal penelitian. Hasil penelitian bahwa alat pembakar tipe gun dirancang menghasilkan nilai kalor (q) sebesar 1311,35 kJ dengan rasio udara terhadap bahan bakar 1:10,17.
Perancangan dan Analisis Mesin Pencacah untuk Limbah Hasil Purging dengan Menggunakan Metode Computer Aided Engineering Mikail Tito Rendo Prawara; Perwita Kurniawan; Aditya Nugraha; Agustinus Wisnu Setiawan
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 13 No. 2 (2023): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v13i2.5288

Abstract

Plastik merupakan salah satu material yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia karena mudah dibentuk, praktis, ringan, tidak berkarat, dan tentu saja lebih ekonomis. Plastik banyak digunakan untuk produk makanan, bidang otomotif, bidang farmasi, bidang pertanian, bidang konstruksi, bidang elektronika, bidang industri hingga kosmetika. Salah satu proses yang umum digunakan yaitu proses injection molding, proses yang kurang sempurna akan mengakibatkan cacat atau kegagalan pada produk. Untuk mengurangi hasil cacat produk maka salah satu proses yang digunakan adalah proses purging pada barrel. Limbah hasil purging atau biasa disebut avalan belum dapat diolah secara maksimal seperti limbah cacat produk dan runner. Penelitian ini menghasilkan sebuah rancangan alat atau mesin pencacah untuk mencacah limbah hasil purging pada mesin injeksi molding. Mekanisme pencacahan yang digunakan menggunakan tipe gunting atau shear. Hasil analisis menunjukan pada bagian tengah poros komponen tersebut memenuhi syarat keamanan, diindikasikan dengan nilai tegangan yang terjadi akibat pembebanan sebesar 8,885.10-10 N/m² hingga 7,283.10-3 N/m², nilai tersebut jauh dibawah tegangan maksimal ijin / yield strength sebesar 5,650e+02 N/mm². Sedangkan untuk bilah pisau memiliki nilai tegangan yang terjadi akibat pembebanan sebesar 7,656.10-5 N/m² hingga 7,627.10-2 N/m², nilai tersebut jauh dibawah tegangan maksimal ijin / yield strength sebesar 2,000.102 N/mm².
Analisis Dinamika Eksplisit Pada Pelek Ring 15 Dengan Metode Simulasi Uji Impak Rojo Agung Rizqi; Rifky Rifky; Riyan Ariyansah
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 13 No. 2 (2023): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v13i2.5289

Abstract

Pelek merupakan salah satu komponen yang menopang beban kendaraan dan menerima gaya-gaya eksternal, seperti beban jalan yang tidak merata atau dampak tabrakan, pelek harus mampu mengatasi tantangan ini tanpa mengalami kegagalan struktural yang dapat mengakibatkan kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika eksplisit pada pelek ring 15 menggunakan metode simulasi uji impak. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis tegangan ekuivalen, perilaku regangan elastis dan plastis, serta performa struktural pelek ring 15 dalam menghadapi beban impak. Simulasi uji impak dilakukan menggunakan perangkat lunak ANSYS dengan menerapkan standar SAE J175. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegangan ekuivalen maksimum yang diterima oleh pelek ring 15 akibat beban impak adalah sebesar 315,71 MPa. Selain itu, regangan elastis ekuivalen maksimum yang terjadi adalah sebesar 0,004497 mm/mm, sedangkan regangan plastis ekuivalen maksimum adalah sebesar 0,025421 mm/mm. Visualisasi sebaran tegangan dan regangan menunjukkan bahwa area kritis pada pelek yang berpotensi mengalami retak atau kerusakan signifikan terletak pada area yang mengalami tegangan dan regangan tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melanjutkan penelitian dengan variasi pelek dan parameter tumbukan, serta melibatkan validasi eksperimental. Fokus pengembangan penelitian dapat diberikan pada teknik desain pelek yang lebih tahan terhadap beban impak dan analisis kegagalan pelek untuk meningkatkan keselamatan dan kinerja pelek pada kendaraan
Analisis Pengaruh Parameter Pengelasan GMAW Terhadap Struktur Mikro, Makro, Dan Nilai Kekerasan Pada ASTM A537 Dan ASTM A653 DDS Rohman Rohman; Agus Suprayitno; Muhamad Tiar
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 13 No. 2 (2023): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v13i2.5290

Abstract

Teknik pengelasan semakin banyak dipergunakan secara luas dalam proses penyambungan plat-plat besi, kontruksi bangunan dan konstruksi mesin. Salah satu metode pengelasan yang sering dipakai, yaitu pengelasan gas metal arc welding (GMAW). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui parameter terbaik pada Pengelasan GMAW terhadap struktur mikro, makro dan kekerasan Material ASTM A537 dan ASTM A653 DDS (galvanis). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan tiga (3) variasi arus 70 A, 85 A, dan 100 A, dengan dimensi ASTM A537 yaitu; 300 mm x 40 mm x 3 mm dan, ASTM A653 DDS (galvanis ) yaitu : 300 mm x 35 mm x 1,2 mm dan sambungan yang digunakan adalah T joint (fillet). Pada pengamatan struktur mikro pengelasan GMAW, perubahan struktur mikro sangat terlihat pada daerah HAZ dan logam lasan. Semakin besar input panas yang diberikan akan membuat butiran dari pearlite menjadi menyebar. Pada pengamatan struktur makro penetrasi pengelasan, variasi arus 85 A adalah yang paling baik, arus 100 A cukup baik dan arus 70 A kurang baik. Data hasil dye penetrant test terhadap hasil pengelasan, ketiga hasil pengelasan layak digunakan hal ini terlihat dari jumlah dan jenis kecacatan. Data hasil pengujian Vickers terdapat pada variasi pengelasan dengan arus 100 A yaitu sebesar 217,5 VHN. Pada daerah pengaruh panas (Heat Affected Zone), nilai kekerasan tertinggi terdapat pada pengelasan dengan arus 100 A yaitu sebesar 208,5 VHN (HAZ-1), dan 154,5 VHN (HAZ-1). Sedangkan pada daerah logam induk (base metal), nilai kekerasan tertinggi terdapat pada pengelasan dengan arus 100 A (BM-1) yaitu sebesar 197 VHN, dan arus 70 A 85 A (BM-2) yaitu sebesar 152 VHN. Data hasil pengujian makro, dan dye penentran yang terbaik pada pengelasan GMAW ini adalah variasi 85 A, kemudian akan dijadikan Welding Prosedur Spesification (WPS), dari data hasil pengujian makro, dan rupture yang terbaik pada variasi 85 A, kemudian akan dijadikan Welder Performance Qualification (WPQ).