cover
Contact Name
Hadrian Erlanda
Contact Email
hadrian2011@live.com
Phone
-
Journal Mail Official
hadrian2011@live.com
Editorial Address
-
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Human Care Journal
ISSN : 26855798     EISSN : 2528665X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Human Care akan menerbitkan artikel tentang, keperawatan, kesehatan masyarakat, kebidanan, fisioterapy, farmacologi dan analis kesehatan, ilmu kedokteran jurnal ini akan terbit 3 kali dalam satu tahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober, jurnal Human Care diterbitkan oleh Stikes Fort De Kock bekerja sama dengan organisasi profesi kesehatan dan organisasi peneliti kesehatan Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 475 Documents
CRYPTOPHTHALMOS Puji Indah Lestari
HUMAN CARE JOURNAL Vol 6, No 3 (2021): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v6i3.1359

Abstract

Introduction : Cryptophthalmos (hidden eye) is a very rare disease. In these patients there is a failure of differentiation of the eyelid structures so that there is continuous skin from the forehead through the eyes to the cheeks and the undercoat fuses with the cornea, usually accompanied by a malformation of the eyeball. This disorder is suspected to be caused by mutations in the FRAS 1 gene, a gene that involves skin epithelial morphogenesis during early embryonic development. Based on the degree of severity, Cryptophthalmos is grouped into three namely complete Cryptophthalmos, partial Cryptophthalmos and abortive Cryptophthalmos.Method: A case report of a baby girl after 4 days with her left eye not opening since birth. There was no abnormality in the right eye. The patient is the second child of two siblings with siblings, there is no abnormality in both eyes. In the left eye, the palpebral skin grew together from the forehead to the cheek, the palpebral fissure could not be identified. No eyelashes and eyebrows.Result: The patient is referred to the pediatrics department to see if this disorder is isolated or accompanied by Fraser's syndrome. Consul from the pediatrics department did not find any other congenital abnormalities.Conclusion: Cryptophthalmos is a congenital disorder that can occur isolated or accompany other syndromes. Cryptophthalmos usually occurs with ocular deformity so that the visual prognosis is not good.Keywords: Cryptophthalmos, congenital abnormalities, Fraser's syndrome.Pendahuluan : Cryptophthalmos ( Mata yang tersembunyi ) merupakan suatu penyakit yang sangat jarang terjadi. Pada pasien ini terdapat kegagalan diferensiasi dari struktur kelopak mata sehingga terdapat kulit yang berkesinambungan dari dahi melewati mata hingga pipi dan lapisan bawahnya menyatu dengan kornea, biasanya disertai dengan malformasi bola mata. Kelainan ini dicurigai terjadi akibat mutasi gen FRAS 1, yaitu suatu gen yang melibatkan marfogenesis epitelial kulit selama awal perkembangan embrio. Berdasarkan derajat keparahannya, Cryptophthalmos dikelompokkan atas tiga yaitu Cryptophthalmos komplit, Cryptophthalmos parsial dan Cryptophthalmos abortif.Metode: Laporan kasus seorang bayi perempuan usai 4 hari dengan mata kiri tidak membuka sejak lahir. Mata kanan tampak tidak ada kelainan. Pasien anak kedua dari dua bersaudara dengan saudara kandung tidak ada kelaianan pada kedua matanya. Pada mata kiri tampak kulit palpebra yang tumbuh menyatu dari dahi hingga pipi, fisura palpebra tidak bisa diidentifikasi. Bulu mata dan alis tidak ada. Hasil: Pasien dikonsulkan ke bagian anak untuk melihat apakah kelainan ini terisolasi atau disertai dengan sindrom Fraser. Konsul dari bagian anak tidak ditemukan kelainan kongenital lainnya.Kesimpulan: Cryptophthalmos merupakan kelainan kongenital yang dapat terjadi terisolasi ataupun menyertai sindroma lainnya. Cryptophthalmos biasanya terjadi disertai deformitas okular sehingga prognosa visusnya tidak baik.Kata Kunci: Cryptophthalmos, kelainan kongenital, sindroma Fraser. 
EVALUASI TATA KELOLA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DALAM PENGUAT PERAN PEMERINTAH DAERAH BENGKULU Vini Restu Insani; Jon Hendri Nurdan
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 1 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i1.1610

Abstract

The role and support of the local government (Pemda) is very important in the National Health Insurance (JKN-KIS) program to encourage Universal Health Coverage (UHC) by expanding the coverage of participation, improving service quality, and increasing compliance. One of the efforts that can be made by the Regional Government in expanding participation is to integrate the Regional Health Insurance (Jamkesda) program into the JKN-KIS program. The existence of regulatory fragmentation and disharmony of membership data turned out to provide diversity to the health capacity and governance of JKN implementation in Bengkulu Province.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERSEPSI IBU HAMIL DAN IBU NIFAS TERHADAP VAKSINASI COVID-19 DI BIDAN PRAKTEK MANDIRI (BPM) KOTA PADANG PANJANG Yessi Ardiani; Desi Andriani; Debby Yolanda
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 1 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i1.1620

Abstract

Saat ini dunia sedang menghadapi sebuah wabah yang bernama Corona Virus Disease atau yang disingkat dengan Covid-19, dan  terjadi pada akhir tahun 2019. Merebaknya pandemi Covid-19 di Indonesia berdampak terhadap pelayanan kesehatan reproduksi perempuan diantaranya pelayanan pada Ibu hamil, bersalin, Nifas dan pelayanan Keluarga Berencana (KB). Pelayanan kesehatan ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir di masa pandemi COVID-19 diselenggarakan dengan mempertimbangkan pencegahan penularan virus corona baik bagi ibu, bayi maupun tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada hubungan pengetahuan dengan persepsi ibu hamil  terhadap vaksinasi covid-19. Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan metode crosssectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu hamil dan ibu nifas di BPM Padang Panjang. Sampel dari penelitian ini diambil menggunakan teknik simple random sampling dan diambil secara proposional random sampling dengan jumlah 143 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui kusioner, kemudian dilakukan pengolahan menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan persepsi ibu hamil dan ibu nifas tentang vaksin covid-19 (p-value =0.012). Disarankan kepada petugas kesehatan khususnya bidan untuk dapat memberikan informasi secara menyeluruh kepada ibu hamil dan keluarga ibu hamil tentang kegunaan, keamanan dan semua informasi terbaru mengenai vaksin-19. Disamping memberikan informasi, bidan juga diharapkan untuk memberikan motivasi kepada ibu hamil agar ibu hamil bersedia untuk di vaksin
HUBUNGAN MOTIVASI, KOMPETENSI, DISIPLIN DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RSUD ACEH TAMIANG ros mainy
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 1 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i1.1624

Abstract

Pelayanan keperawatan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, pelayanan keperawatan bermutu maka pelayanan kesehatan rumah sakit tersebut juga bermutu. Data temuan di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Aceh Tamiang diketahui bahwa ada beberapa pasien komplain terhadap pelayanan perawat di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Aceh Tamiang. Beban kerja perawat yang tinggi menyebabkan kurang atau buruknya komunikasi antara pasien dan perawat. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan motivasi, kompetensi, disiplin dan beban kerja dengan kinerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2021. Jenis penelitian kuantitatif observasional analitik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni hingga bulan September 2021. Sampel merupakan seluruh populasi sebanyak 113 orang perawat. Pengumpulan data menggunakan data primer dan skunder. Hasil penelitian diketahui ada hubungan antara motivasi, kompetensi, disiplin, dan beban kerja dengan kinerja perawat dengan nilai p-value keseluruhan variabel 0,000 < 0,05.  Disarankan bagi direktur rumah sakit dapat membuat kebijakan dalam peningkatan kompetensi dan skill perawat,  pemerataan beban kerja sesuai dengan jenjang keilmuan serta penegakan  disiplin  yang  tegas  bagi perawat dapat meningkatkan kinerja dalam memberikan asuhan keperawatan yang sesuai standar sehingga tercapai pelayanan yang bermutu serta kepuasan bagi pasien rawat inap.
ADENOSKUAMOSA PARU DENGAN METASTASIS MILIER Scientia Senorita
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 1 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i1.1570

Abstract

Kanker paru jenis adenoskuamosa dengan metastasis milier merupakan subtipe kanker paru Karsinoma bukan sel kecil yang terdiri atas komponen adenokarsinoma dan karsinoma sel skuamosa dengan metastasis berupa nodul milier yang tersebar di seluruh lapangan paru. Kasus ini memiliki prevalensi yang sangat kecil dari seluruh kanker paru dengan angka kejadian 1 % dari seluruh kanker paru. dengan agresifitas penyakit yang cukup tinggi, dan prognosis yang buruk. Seorang laki-laki ,perokok, usia 44 tahun dirawat inap karena keluhan sesak napas, batuk, penurunan berat badan dan benjolan di atas tulang selangka kanan sejak 5 bulan yang lalu sebelum masuk rumah sakit. Pemeriksaan foto torak menunjukkan gambaran nodul milier di kedua lapangan paru. CT scan thorak dengan kontras menunjukkan gambaran massa di lobus inferior kiri dengan nodul milier di kedua paru disertai metastasis pada hepar. Hasil pemeriksaan bronkoskopi tampak massa di LAKI dan dilakukan bilasan dan biopsy intrabronkus. Pada pasien juga dilakukan TTNA dan biopsy transtorakal. Hasil pemeriksaan histopatologi dan sitologi dari Tindakan diagnosis diatas adalah adenokarsinoma dan karsinoma sel skuamosa. Pasien didiagnosis dengan adenoskuamosa paru kiri T3N3M1c ( metastasis hepar dan nodul bilateral) stage IVB PS ECOG 1. Pasien direncanakan untuk pemeriksaan mutasi EGFR.
DETERMINAN YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU BEKERJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIGO BALEH KOTA BUKITTINGGI Debby Yolanda; Sri Hayulita
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 1 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i1.1615

Abstract

Exclusive breast milk is the best food for baby growth and development at the age of 0-6 months. Given the enormous benefits of exclusive breastfeeding, the Indonesian government targets the coverage of exclusive breastfeeding to be 80%. The purpose of this study was to determine the factors associated with exclusive breastfeeding for working mothers in the Tigo Baleh Health Center Work Area, Bukitinggi City. The factors studied were knowledge, lactation facilities, attitudes, and husband's support. This study is an analytic observational study with a retrospective cross sectional design involving 42 respondents. The sample was taken by purposive sampling technique using a questionnaire. Data analysis used univariate , bivariate and multivariate analysis. The results showed that there was not a relationship between education (p-value 0.128), there was a lactation facilities (p-value 0.001), attitude (p-value 0.006), and husband's support (p-value 0.005) on exclusive breastfeeding for working mothers in the region. Tigo Baleh Public Health Center in Bukitinggi City. Multivariate analysis obtained factors that influence breastfeeding, namely lactation facilities (p-value 0.003) and attitudes (p-value 0.009). It is hoped that there will be an increase in the support of health workers to carry out health promotion, so that when working mothers return to work, these mothers already have preparations to continue to give exclusive breastfeeding so that exclusive breastfeeding for working mothers will increaseExclusive breast milk is the best food for baby growth and development at the age of 0-6 months. Given the enormous benefits of exclusive breastfeeding, the Indonesian government targets the coverage of exclusive breastfeeding to be 80%. The purpose of this study was to determine the factors associated with exclusive breastfeeding for working mothers in the Tigo Baleh Health Center Work Area, Bukitinggi City. The factors studied were knowledge, lactation facilities, attitudes, and husband's support. This study is an analytic observational study with a retrospective cross sectional design involving 42 respondents. The sample was taken by purposive sampling technique using a questionnaire. Data analysis used univariate , bivariate and multivariate analysis. The results showed that there was not a relationship between education (p-value 0.128), there was a lactation facilities (p-value 0.001), attitude (p-value 0.006), and husband's support (p-value 0.005) on exclusive breastfeeding for working mothers in the region. Tigo Baleh Public Health Center in Bukitinggi City. Multivariate analysis obtained factors that influence breastfeeding, namely lactation facilities (p-value 0.003) and attitudes (p-value 0.009). It is hoped that there will be an increase in the support of health workers to carry out health promotion, so that when working mothers return to work, these mothers already have preparations to continue to give exclusive breastfeeding so that exclusive breastfeeding for working mothers will increase
ANALISIS FAKTOR PENATALAKSANAAN KEBUTUHAN TENAGA FUNGSIONAL BIDAN TERHADAP PELAYANAN KEBIDANAN DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN TAHUN 2021 Neila Sulung; Titik Sandora
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 1 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i1.1449

Abstract

Ketersediaan sumber daya manusia kesehatan sangat mempengaruhi keberhasilan pembangunan kesehatan. Pengadaan sumber daya manusia kesehatan bertujuan untuk menetapkan jumlah dan jenis tenaga yang sesuai dengan kebutuhan.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penatalaksanaan kebutuhan tenaga fungsional bidan terhadap pelayanan kebidanan di Kabupaten Padang Pariaman tahun 2021.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif. Metode penelitian kuantitatif menggunakan desain cross sectional . Populasi dalam penelitian ini yaitu Bidan PNS yang bertugas di Puskesmas se-Kabupaten Padang Pariaman yaitu sebanyak 427 orang  dan Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 89 orang.Hasil  uji  chi-square  menunjukkan   pengadaan tenaga fungsional bidan terpenuhi (55,1%) dan  pengadaan tenaga fungsional bidan tidak terpenuhi ( 44,9%). penempatan tenaga fungsional bidan sesuai  (65,2%) dan  penempatan tenaga fungsional bidan tidak sesuai ( 34,8%). penggunaan tenaga fungsional bidan yang sesuai (61,8%) dan  penggunaan tenaga fungsional bidan yang tidak sesuai  ( 38,2%). pengembangan tenaga fungsional bidan ada peningkatan  (56,2%) dan  pengembangan tenaga fungsional bidan belum ada peningkatan ( 43,8%). pemeliharaan tenaga fungsional bidan baik  (70,0%) dan  pemeliharaan tenaga fungsional bidan tidak baik ( 29,2%). Terdapat hubungan yang bermakna antara, pengadaan, penempatan, penggunaan, pengembangan dan pemeliharan terhadap kualitas pelayanan kebidanan dengan p-value <0,05. Faktor yang paling dominan yang mempengaruhi penatalaksanaan kebutuhan tenaga fungsional bidan terhadap pelayanan kebidanan  adalah penggunaanPerencanaan kebutuhan tenaga fungsional bidan sudah di rencanakan dengan menggunakan aplikasi renbut. Pelaksanaan dari penatalaksanaan tenaga fungsional bidan tenaga sudah di tempatkan sesuai sk dan jenjang jabatan yang ada di sk, evaluasi pelaksanaan jabatan fungsional bidan sudah sesuai dengan menggunakan SKP masing masing tenaga.Kata Kunci          : Kebutuhan Tenaga Fungsional Bidan, Kualitas Pelayanan Kebidanan 
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRODUKSI AIR SUSU IBU (ASI) PADA IBU MENYUSUI VISTI DELVINA; Rahmi Sari Kasoema; Nina Fitri
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 1 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i1.1618

Abstract

ABSTRAKData Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2020 masih menunjukkan rata-rata angka pemberian ASI eksklusif di dunia baru berkisar 38 persen. Di Indonesia meskipun sejumlah besar perempuan (96%) menyusui anak. Sumatra Barat didapatkan dilakukan IMD 62,7% dengan lama IMD < 1 jam sebanyak 86,8%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Air Susu Ibu Pada Ibu Yang Menyusui Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Rimbo Data Tahun 2021. Penelitian dilakukan dengan metode Deskriptif analitik dengan pendekatan crosectional pada tanggal 10 Juli sampai 10 Agustus 2021 di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Rimbo Data, populasi dalam penelitian ini 45 orang, dan sampel penelitian sebanyak 45 orang, dengan teknik pengambilan sampel total sampling dan data di olah secara univariate dan bivariate. Hasil univariat didapatkan 55,6% makanan cukup, 51,1% pemberian ASI tidak sesuai, 57,8% tidak dilakukan perawatan payudara, 62,2% pola istirahat kurang cukup, 55,6% responden bekerja, 51,1% dukungan suami, 62,2% produksi ASI cukup. Hasil bivariate didapatkan makanan ibu (p =0,0015, OR=6), pemberian ASI ibu (p=0,019, OR=6), perawatan payudara ibu (0,000, OR=3), pola istirahat ibu (p=0,000, OR=19), dukungan suami (p=0,000, OR=22). artinya ada hubungan makanan ibu, pemberian ASI ibu, perawatan payudara ibu, pola istirahat ibu, dukungan suami dengan Produksi Air Susu Ibu Pada Ibu Yang Menyusui. Kesimpulan dari penelitian ini adanya hubungan makanan ibu, pemberian ASI ibu, perawatan payudara ibu, pola istirahat ibu, dukungan suami dengan Produksi Air Susu Ibu Pada Ibu Yang Menyusui. Disarankan pada pelayanan kesehatan untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu tentang jenis makanan yang dapat meningkatkan produksi ASI.Kata Kunci : Faktor Produksi ASI ABSTRACTAccording to World Health Organization (WHO) data in 2020, the average rate of exclusive breastfeeding in the world was only around 38 percent. In Indonesia though a large number of women (96%) breastfeed their children. West Sumatra, it was found that 62.7% IMD was performed with IMD duration < 1 hour as much as 86.8%. The purpose of this study was to determine Factors Related to Breast Milk Production for Breastfeeding Mothers in Rimbo Data Community Health Center in 2021. The type of this study was analytical descriptive method with a cross-sectional approach from 10 July to 10 August 2021 in working area of Rimbo Data Community Health Center. The population was 45 people and by using total sampling technique 45 people were chosen as the samples. The data were analyzed by univariate and bivariate. Analysis. The univariate results obtained 55.6% of the respondents had adequate diet, 51.1% of them had inappropriate breastfeeding, 57.8% of the respondents did not do breast care, 62.2% of them had insufficient rest pattern, 55.6% of respondents had a job, 51.1% of them stated that they receivedgood support from their husband, 62.2% of them had sufficientbreast milk production. Moreover, the bivariate results obtained maternal food (p = 0.0015, OR = 6), mother's breastfeeding (p = 0.019, OR = 6), maternal breast care (0.000, OR = 3), mother's rest pattern (p = 0.000, OR =19), husband's support (p=0.000, OR=22). it means that there was a relationship between mother's food, mother's breastfeeding, mother's breast care, mother's rest pattern, husband's support toward breast milk production in breastfeeding mothers. In short, there was a correlation between maternal food, maternal breastfeeding, maternal breast care, maternal rest patterns, husband's support and breast milk production in breastfeeding mothers. It is recommended that health services provide health education to mothers in order to increase breast milk production. Keywords               : Breast Milk Production Factors
PARAPNEUMONIC EFFUSION (PPE) DENGAN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) PADA PASIEN YANG DI RAWAT DI BAGIAN JANTUNG yulia helexandra
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 1 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i1.1567

Abstract

ABSTRACTParapneumonic effusion (PPE) is a pleural effusion that results from infection with pneumonia (community-acquired pneumonia or nosocomial pneumonia). All patients with pneumonia should be evaluated for the presence or absence of PPE, and thoracentesis should be performed without delay if fluid levels are more than minimal and sufficient. Pleural fluid analysis will provide valuable diagnostic information and guide therapy management. Patients with CHF can develop PPE because CHF is a risk factor for pneumonia, due to the presence of fluid in the alveoli, thus inhibiting clearance of microbes and an increased risk of bacterial infection.Keywords: Parapneumonic pleural effusion, Congestive Heart Failure, ABSTRAKParapneumonic effusion (PPE) merupakan suatu efusi pleura yang timbul akibat dari infeksi pneumonia (community-acquired pneumoni maupun nosocomial pneumonia). Semua pasien dengan pneumonia harus dievaluasi ada tidaknya PPE, dan thoracentesis harus dilakukan tanpa penundaan jika jumlah cairan lebih dari minimal dan mencukupi. Analisis cairan pleura akan memberikan informasi diagnostik yang berharga dan sebagai  panduan dalam manajemen terapi. Pasien dengan CHF dapat terjadi PPE dikarenakan CHF merupakan faktor resiko terjadi nya pneumonia yang disebabkan terdapat nya cairan pada alveolus sehingga menghambat pembersihan dari mikroba dan peningkatan resiko infeksi bakteri.Kata kunci : Parapneumonic pleural effusion, Congestive Heart Failure
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN COVID 19 henny arwina bangun
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 1 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i1.1625

Abstract

Perilaku masyarakat dalam upaya pencegahan penularan infeksi Covid-19 di Kelurahan Aur Kecamaran Medan Maimun masih kurang. Kurangnya perilaku masyarakat dalam upaya pencegahan penularan infeksi Covid-19 terkait dengan beberapa faktor meliputi jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan dan sikap. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga (KK) yang ada di Kelurahan Aur Kecamatan Medan yang berjumlah 102 KK dan sampel berjumlah 50 KK. Pengumpulan data dengan data  primer dan sekunder dan dianalisis dengan uji statistik chi Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin  (p=0,031), pendidikan (p=0,001), pengetahuan (p=0,013), dan sikap (p=0,002) berhubungan dengan perilaku masyarakat dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 di Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimun. Disarankan bagi Puskesmas di Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimun agar memberikan informasi tentang pentingnya perilaku pencegahan penularan infeksi Covid-19 melalui penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan bagi masyarakat agar lebih meningkatkan pengetahuannya mengenai COVID-19 dan bersikap positif serta dapat mengimplementasikan sikap dan perilaku pencegahan penularan COVID-19 di kehidupan sehari-hari.