cover
Contact Name
Hadrian Erlanda
Contact Email
hadrian2011@live.com
Phone
-
Journal Mail Official
hadrian2011@live.com
Editorial Address
-
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Human Care Journal
ISSN : 26855798     EISSN : 2528665X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Human Care akan menerbitkan artikel tentang, keperawatan, kesehatan masyarakat, kebidanan, fisioterapy, farmacologi dan analis kesehatan, ilmu kedokteran jurnal ini akan terbit 3 kali dalam satu tahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober, jurnal Human Care diterbitkan oleh Stikes Fort De Kock bekerja sama dengan organisasi profesi kesehatan dan organisasi peneliti kesehatan Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 475 Documents
PENGARUH PROGRAM EDUKASI TERINTEGRASI TERHADAP PERILAKU PASIEN PASCA STROKE YANG DIRAWAT DI RSUD LUBUK SIKAPING isnadi agus
HUMAN CARE JOURNAL Vol 6, No 3 (2021): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v6i3.1462

Abstract

Healthy living behavior in post-stroke patients is still relatively low so that the residual symptoms experienced by patients are quite varied. Integrated education is one of the efforts that can be given to improve patient's healthy behavior where education is provided by the collaboration of Caregiver Professionals (PPA) consisting of doctors, nurses, pharmacists and nutritionists so that patients can make the right decisions to optimize their health and improve patient safety, satisfaction patients and families. The purpose of this study was to see the effect of an integrated education program on the behavior of post-stroke patients. This type of research is a quantitative study with aresearch design Quasy Experimental Pre-Post Test One Group with a sample of 38 people. This research was conducted at Lubuk Sikaping Hospital. The data collection tool uses a questionnaire. Data analysis was carried out using thetest Wilcoxcon. The results of the study illustrate that there is a significant difference between the knowledge, attitudes and actions of post-stroke patients before and after being given integrated education with p-values  of 0.000 (knowledge), 0.000 (attitude) and 0.001 (action). It can be concluded that integrated education affects the behavior of post-stroke patients. The provision of integrated education toaccording to the clinical pathway patientsof the patient's illness requires a joint commitment to the field of nursing services in order to improve the quality of service in hospitalsKeywords: Integrated Education, Knowledge, Attitude, Action
HUBUNGAN LAMA KERJA DAN BEBAN KERJA TERHADAP KELUHAN MUSKULOSKELETAL DISORDERPADA PETANI LAKI-LAKI DI KANAGARIAN KOTO BARU KECAMATAN X KOTO Erit Rovendra
HUMAN CARE JOURNAL Vol 6, No 3 (2021): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v6i3.1397

Abstract

Frekuensi kejadian keluhan musculoskeletal sangat tinggi dikalangan pekerja. Prevalensi tertinggi keluhan muskuloskeletal di Indonesia yang terdiagnosis tenaga kesehatan adalah pada pekerjaan petani, nelayan dan buruh, yaitu sebesar 31,2%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lama kerja, sikap kerja dan beban kerja terhadap keluhan muskuloskeletal pada petani padi laki-laki. Jenis penelitian yaitu survei analitik dengan desain cross sectional. Total populasi pada penelitian ini adalah sebanyak 102 orang dan diambil secara total sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara lama kerja, sikap kerja dan beban kerja terhadap keluhan muskuloskeletal disorder. Diharapakan kepada para petani dapat melakuan straching sebelum melakukan aktivitas dan diharapkan tenaga kesehatan fisioterapi khususnya dapat memberikan edukasi terhadap petani tentang keluhan muskuloskeletal yang dialami.
PENERAPAN UJI KORELASI SPEARMAN UNTUK MENGKAJI FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS SICINCIN KABUPATEN PADANG PARIAMAN Abdi Iswahyudi Yasril; Fitria Fatma
HUMAN CARE JOURNAL Vol 6, No 3 (2021): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v6i3.1444

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu permasalahan kesehatan dunia dengan prevalensi yang selalu meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data di Puskesmas Sicincin Kabupaten Padang Pariaman kejadian diabetes melitus pada tahun 2020 terdapat 105 pasien. Tujuan penelitian ini untuk melakukan penerapan korelasi Spearman terhadap faktor yang berhubungan dengan diabetes melitus di Puskesmas Sicincin Kabupaten Padang Pariaman. Jenis penelitian ini adalah penelitian terapan (Aplication Research) dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu pasien diabetes melitus. Sampel penelitian sebanyak 105 sampel. Pengambilan sampel dengan total sampling, analisis data secara univariat dan bivariat dengan α = 0,05. Hasil analisis korelasi Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara variabel umur (p=0,009 ; r=0,245), obesitas (p=0,002 ; r=0,305), riwayat keluarga (p=0,001 ; r=0,332). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa yang paling berhubungan dengan kejadian diabetes melitus adalah riwayat keluarga dengan nilai =0,332. Diharapkan untuk tenaga kesehatan khususnya pemegang program Penyakit Tidak Menular (PTM) dapat melakukan sosialisasi dan memberikan informasi kepada masyarakat tentang faktor yang berhubungan dengan diabetes melitus
ANALISIS FAKTOR PELAKSANAAN CONTINUITY OF CARE PADA IBU TERHADAP KEJADIAN BALITA WASTING DI KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2020 ihsan kurnia; Evi Hasnita; Wenny Lazdia
HUMAN CARE JOURNAL Vol 6, No 3 (2021): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v6i3.1415

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan harus berjalansepanjang masa kehidupan manusia melalui Continuity of Care (CoC). Kejadian wasting di Kabupaten Tanah Datar belum mencapai target global menurunkan angka kejadian wasting menjadi kurang dari 5% pada tahun 2025. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap kejadian balita wasting di Kabupaten Tanah Datar tahun 2020. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian mixed methods dengan desain explanatory sequential Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Tanah Datar dengan jumlah sampel 138 ibu balita yang memiliki balita wasting dan balita dengan berat badan normal. Hasil: Hasil penelitian didapatkan   faktor yang terbentuk berpengaruh secara simultan antara lain: kelengkapan tablet ibu hamil, indeks masa tubuh ibu, pendidikan terakhir ibu dan keberlanjutan perawatan. Kesimpulan: Faktor yang berpengaruh paling dominan adalah faktor kelengkapan tablet ibu hamil. Saran: Diperlukan penyesuaian dan adaptasi dalam pelaksanaan pencegahan kejadian balita wasting dikarenakan pandemi covid-19.
HUBUNGAN PEMBERIAN NUTRISI DAN SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Pagdya Haninda Nusantri Rusdi
HUMAN CARE JOURNAL Vol 6, No 3 (2021): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v6i3.1433

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan status gizi pada balita yang digambarkan sebagai bentuk kegagalan pertumbuhan akibat gizi buruk dan kesehatan selama periode prenatal dan postnatal. Stunting muncul sebagai akibat dari keadaan kekurangan gizi yang terakumulasi dalam waktu yang cukup lama sehingga akan lebih terlihat manifestnya secara fisik di usia 24 – 59 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas Suliki Kanagarian Tanjung Bungo Kabupaten Lima Puluh Kota. Desain penelitian ini adalah kuantitatif analitik observasional, dengan desain Penelitian cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu balita di Puskesmas Suliki Kanagarian Tanjung Bungo Kabupaten Lima Puluh Kota. Pengambilan sampel menggunakan teknik Consecutive Sampling sebanyak 100 orang. Hasil analisis bivariate diperoleh p-value = 0,001 yang menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan pemberian makan dengan kejadian stunting balita, p-value = 0,002 yang menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting balita. Kesimpulan penelitian ini adalah pola asuh dalam keluarga yang berupa pemberian makanan dan sanitasi lingkungan berhubungan dengan kejadian stunting pada balita.
EFEKTIVITAS SERBUK BIJI PEPAYA (CARICA PAPAYA L. ) SEBAGAI LARVASIDA AEDES AEGYPTI yulia yesti
HUMAN CARE JOURNAL Vol 6, No 3 (2021): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v6i3.1468

Abstract

Nyamuk Aedes aegypti adalah vektor utama demam berdarah. Aedes aegypti ditemukan di daerah tropis termasuk Indonesia. Pemberian insektisida kimia berulang kali pada serangga dapat menyebabkan resistensi dan penggunaannya dapat menimbulkan bahaya bagi manusia dan lingkungan. Solusinya dapat dicapai dengan menggunakan bahan alam berbasis bioinsektisida dengan menggunakan serbuk biji pepaya (Carica papaya). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas dengan variasi konsentrasi dan waktu menggunakan serbuk biji pepaya sebagai larvasida. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan post test only group design. Penelitian ini dilakukan dengan perbedaan konsentrasi dan waktu pengamatan serbuk biji pepaya dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium STIKes Fort De Kock Bukittinggi pada Juni 2019. Dari hasil pengujian diketahui angka mortalitas larva Aedes aegypti sebanyak 25 larva yang mati dengan pemberian serbuk biji pepaya konsentrasi 1 gram selama 18 jam. Dengan angka probit Lc50 yaitu 1,393 gram dan LC99 1,589 serbuk biji pepaya. Dapat disimpulkan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi maka lama waktu pengamatan maka semakin tinggi angka kematian larva Aedes aegypti. Diharapkan penggunaan serbuk biji pepaya sebagai larvasida alami dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
AKTIFITAS FISIK DAN KOGNITIF BERPENGARUH TERHADAP KESEIMBANGAN LANSIA Irhas Syah; Rindu Febriyeni Utami
HUMAN CARE JOURNAL Vol 6, No 3 (2021): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v6i3.1443

Abstract

Abstract Keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan kesetimbangan tubuh ketika di tempatkan di berbagai posisi. Lansia banyak mengalami penurunan dan perubahan fisik, psikologi, sosial yang saling berhubungan satu sama lain sehingga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan fisik maupun jiwa pada lansia, salah satunya gangguan keseimbangan.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aktivitas fisik dan kognitif terhadap keseimbangan lansia. Jenis penelitian yang digunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Teknik Pengambilan sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah sample sebanyak 103 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang terdiri dari: Berg Balance Scale (BBS), Physical Activity Scale for the Elderly (PASE), Mini Mental State Examination(MMSE). Hasil Uji statistik aktifitas fisik didapatkan p = 0.033 (p<0.05), maka disimpulkan adanya hubungan yang signifikan antara aktifitas fisik dengan keseimbangan lansia. Hasil Uji statistik kognitif didapatkan p = 0.014 (p<0.05), disimpulkan adanya hubungan yang signifikan antara kognitif dengan keseimbangan lansia.  Keywords: aktifitas fisik, kognitif dan keseimbangan  AbstrakBalance is the ability to maintain body balance when placed in various positions. The elderly experience a lot of decline and physical, psychological, social changes that are interconnected with each other so that they have the potential to cause physical and mental health problems in the elderly, one of which is balance disorders. The purpose of this study was to determine the effect of physical and cognitive activity on the balance of the elderly. This type of research used quantitative methods with analytical descriptive design. The sampling technique used in this study was purposive sampling with a total sample of 103 people. Collecting data using a questionnaire consisting of: Berg Balance Scale (BBS), Physical Activity Scale for the Elderly (PASE), Mini Mental State Examination (MMSE). The results of the statistical test of physical activity obtained p = 0.033 (p <0.05), it was concluded that there was a significant relationship between physical activity and the balance of the elderly. Cognitive statistical test results obtained p = 0.014 (p <0.05), it was concluded that there was a significant relationship between cognitive and elderly balance.Keywords : physical activity, cognitive and balance
ANALISIS UPAYA PROMOSI KESEHATAN LINI FKTP (FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PRIMER) DALAM PENANGGULANGAN PANDEMI COVID -19 DI KABUPATEN PEKALONGAN Wahyu Ningsih; Teguh Irawan
HUMAN CARE JOURNAL Vol 6, No 3 (2021): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v6i3.905

Abstract

Promosi kesehatan di lini Fasilitas Kesehatan Tingkat Primer (FKTP) sangatlah diperlukan guna mendukung pembangunan kesehatan dan dalam hal ini secara spesifik mencegah penularan covid19  yang sampai dengan saat ini belum ada tanda-tanda menurun. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis sejauh mana upaya promosi kesehatan yang silakukan oleh lini FKTP dalam menanggulangi pandemi COVID-19 ini berdasarkan pada strategi promosi keshetaan menurut Ottawa Charter. Penelitian ini menggunakan desain penelitian exploratory research dengan pendekatan kualitatif yang didukung dengan data statistik dengan triangulasi sumber melalui indepth interview pada informan utama, dan informan pendamping untuk mencari apersepsi berbagai sumber. Instrumen penelitian menggunakan Guidence interviewing. Penelitian ini diperoleh hasil bahwa upaya promosi kesehatan yang dilakukan oleh Lini FKTP/Puskesmas dalam upaya promosi kesehatan berdasarkan kelima strategi promosi kesehatan menurut Ottawa Charter, yaitu Kebijakan berwawasan kesehatan, memperkuat lingkungan yang mendukung, mengembangkan ketrampilan individu,reorientas Pelayanan Kesehatan dan memperkuat gerakan masyarakat sudah tepat dan sesuai. Hal ini ditandai dengan pihak puskesmas sudah mengeluarkan kebijakan yang befokus pada pencegahan covid 29 dengan rekayasa lingkungan, adanya skrining awal pasien, sosialisasi luar ruang, penggunaan APD level 3 oleh tanaga kesehatan, pengurangan jam pelayanan, pembentukan Tim Gerak cepat penanggulangan covid19 tingkat puskesmas. Serta memperkuat ketrampilan individu dengan kerjasama lintas sektor (kecamatan dan desa) serta kerjasa sam dengan organisasi di masyarakat (karang taruna dan PKK)  untuk bersama-sama menangulangi penularan virus covid19. Adapun beberapa kendala yang terjadi masih muncul dari masyarakat yang kurang sara terhadap bahaya dari covid19 sehingga mereka tidak secara optimal menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar. Saran, saran dari penelitian ini yaitu memperkuat komitmen dengan masyarakat, dan melakukan evaluasi bersama terhadap apa yang sudah dilakukan sampai dengan saat ini termasuk upaya promosi keshetaan yang sudah diupayakan oleh fasilitas kesehatan guna menaggulangi penyebaran covid19 di kabupaten pekalongan.Keywords: FKTP, Promosi Kesehatan, Covid-19
PROFIL DAN OUTCOME SURGIKAL PASIEN LASERASI KANALIS LAKRIMALIS DI RS Dr. M.DJAMIL PADANG riri handayani
HUMAN CARE JOURNAL Vol 6, No 3 (2021): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v6i3.1367

Abstract

Trauma pada palpebra umumnya terjadi karena trauma tajam atau trauma tumpul pada daerah periokular. Trauma palpebra sering melibatkan laserasi kanalis lakrimalis, khususnya jika mengenai regio kantus medial.Laserasi kanalis lakrimalis merupakan diskontinuitas atau robeknya struktur dari sistem drainase lakrimal normal. Laserasi kanalis lakrimalis dapat melibatkan kanalikulus lakrimalis superior saja, kanalikulus inferior saja atau mengenai keduanya secara bersamaan.Literatur yang melaporkan mengenai epidemiologi laserasi kanalis lakrimalis sangat terbatas. Insiden trauma pada sistem drainase lakrimal terjadi sekitar 16% dari semua kasus ruptur palpebra.Laserasi kanalis lakrimalis sering terabaikan ketika dikaitkan dengan kasus pasien ruptur palpebra oleh dokter bertugas di unit gawat darurat. Hal ini mungkin dapat menjelaskan mengapa insiden laserasi kanalis lakrimalis relatif jarang. Pemahaman mengenai anatomi dari sistem drainase lakrimalis berguna dalam mendiagnosis dan memperbaiki struktur kanalikular. Penilaian praoperasi yang cermat dan operasi yang teliti diperlukan untuk mengurangi kejadian epifora dan kosmetik yang buruk pasca trauma.Tujuan utama manajemen pada kasus laserasi kanalis lakrimalis ini adalah membentuk stenting sementara pada bagian sistem kanalikular yang terkena trauma untuk mencegah resiko obstruksi dari sistem kanalikular. Prosedur surgikal bertujuan untuk melakukan anastomosis di dalam laserasi kanalikulus dan mengintubasi sistem kanalikular ini sampai terjadi re-epitelisasi. Untuk mengurangi resiko jaringan sikatrik dan menyokong epitelialisasi pada luka, dimana hal ini bisa menyebabkan keluhan tearing yang berlebihan pasca trauma, maka repair laserasi kanalis lakrimalis sebaiknya dilakukan dalam 48 jam setelah trauma.Prosedur surgikal dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu intubasi monokanalikular dan intubasi bikanalikular. Berbagai teknik operasi dan tool dapat digunakan untuk intubasi, diantaranya silicone tube, sistem intubasi Crawford (bikanalikular) dan Ritleng (bikanalikular) serta Mini Monoka stent (unikanalikular).Berhasilnya manajemen laserasi ini tergantung pada awal waktu manajemen dan akuratnya diagnosis serta teknik operasi yang baik untuk meminimalkan insiden epifora pasca trauma. Prinsip operasi adalah pendekatan yang akurat terhadap bagian ujung lumen yang terputus untuk menyokong penyembuhan mukosa. Namun, teknik operasi untuk mencapai tujuan ini bervariasi di antara para ahli rekontruksi okuloplastik.
HUBUNGAN ANTARA PELAKSANAAN TIMBANG TERIMA (OPERAN SHIFT) DENGAN KESELAMATAN PADA PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH AJIBARANG melfina yulianti
HUMAN CARE JOURNAL Vol 6, No 3 (2021): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v6i3.883

Abstract

ABSTRACTLatar Belakang : Timbang Terima adalah suatu cara untuk menyampaikan informasi kepada pasien yang mencakup tentang keadaan pasien dari perawat sebelumnya ke perawat yang akan melanjutkan tindakan keperawatan. Komunikasi dalam timbang terima memiliki peranan yang penting dalam penyampaian berbagai informasi pasien, yang seharusnya dilaksanakan sesuai dengan SPO yang berlaku pada setiap pergantian shift, karena SPO tersebut dapat menunjang tidak terjadi kesalahan tindakan atau melalaikan suatu tindakan yang akan dapat beresiko terhadap keselamatan pasien.Tujuan Penelitian: Mengetahui Hubungan Antara Pelaksanaan Timbang Terima Dengan Keselamatan Pada Pasien di Ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang.Metode Penelitian : Jenis penelitian Kuantitatif menggunakan desain deskriptif analitik dengan menggunakan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 50 responden. Teknik pengambilan sampel proportional startified random sampling, pengambilan data menggunakan kuesioner, analisa data menggunakan uji Chi-square.Hasil Penelitian : Hasil penelitian sebagian besar responden berumur 26-35 tahun berjumlah 27 responden, berjenis kelamin perempuan berjumlah 28 responden, berpendidikan D3 berjumlah 31 responden. Terdapat hubungan anatara pelaksanaan timbang terima dengan keselamatan pasien diperoleh nilai p-value = 0,000.Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara pelaksanaan timbang terima dengan keselamatan pasien diruang rawat inap RSUD Ajibarang.Kata Kunci : keselamatan pasien, timbang terima,pelaksanaan.  1Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Faultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto2Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto  PENDAHULUANBerdasarkan data yang didapatkan beberapa temuan angka insiden keselamatan pasien pada bulan januari-oktober 2019, diantaranya Kejadian Nyaris Cidera (KNC) sebanyak 35 yaitu  salah pemberian obat namun diketahui sebelum dilakukan tindakan, Kejadian Tidak Cidera (KTC) sebanyak 18 yaitu kesalahan pemberian obat pada pasien namun tidak ada reaksi apapun yang terjadi dan Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) sebanyak 5 yaitu salah pemberian obat namun ada insiden ke pasien seperti gatal-gatal.Permenkes Nomor 11 tahun 2017 juga mengatur tentang keselamatan pasien sebagai suatu sistem yang membuat pasien lebih aman, dengan tindakan untuk meminimalkan terjadinya resiko serta pencegahan terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat pelaksanaan tindakan atau seharusnya melakukan tindakan namun tidak dilakukan.METODEJenis penelitian Deskriptif Analitik. dengan menggunakan metode cross sectional. Teknik sampling menggunakan teknik proportional startified random sampling. Kriteria inklusi:Perawat yang bertugas diruang rawat inap RSUD Ajibarang,Perawat yang bersedia mengisi kuesioner, Perawat yang bersedia menjadi responden. Kriteria ekslusi: Perawat yang sedang cuti melahirkan, Perawat yang sedang cuti pelatihan, Kepala ruang dan Wakil Kepala ruang rawat inap di RSUD Ajibarang.Tempat  penelitian dilakukan diruang rawat inap RSUD Ajibarang. penelitian menggunakan kuesioner dan teknik pengumpulan data dengan cara pengisian kuesioner yang di dilakukan sendiri oleh responden.HASIL DAN PEMBAHASAN1.    Karakteristik respondenTabel 4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur, Jenis Kelamin, Pendidikan.NokarakteristikN%1.Usia17-25 tahun26-35 tahun36-45 tahun 82715 16%54%30%2.Jenis kelaminLaki-lakiPerempuanJumlah 222850 44%56%100,0%3.PendidikanD3S1NersJumlah 31171250 62%14%24%100%Berdasarkan tabel 4.1 diatas dari 50 responden di RSUD Ajibarang sebagian besar responden berumur 26-35 tahun sebanyak 27 (54,0%),  berdasarkan jenis kelamin mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 28 responden (56,0%). Berdasarkan tingkat pendidikan mayoritas responden berpendidikan D3 sebanyak 31 responden (62,0%).2.      Tabel 4.2 Distribusi Karakteristik responden  Berdasarkan Peran Perawat dalam Timbang TerimaNoPeran perawat dalam timbang terimaF (%)1.Baik3162,0%2.Cukup1938,0%3.Kurang00 Total50100,0% Timbang terimaKeselamatan pasienTotalp-ValueBaikCukupN%N%N% Baik2787,1412,9311000,000Cukup736,81263,219100 Total3468,01632,050100           Berdasarkan tabel 4.2 diatas diruang rawat inap RSUD Ajibarang peran perawat yang baik dalam pelaksanaan timbang terima sebanyak 31 responden (62,0%) Sedangkan peran perawat yang  memiliki peran cukup baik dalam timbang terima sebanyak 19 responden atau sekitar (38,0%) dari total 50 responden.Tabel 4.3 Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Peran Perawat dalam keselamatan pasien  NoPeran perawat dalam Keselamatan pasienF%1Baik3468,0%2Cukup1632,0%3Kurang00 Total50100 %Tabel 4.3 diatas peran perawat dalam keselamatan pasien diruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang dapat dilihat bahwa dari 50 responden peran perawat yang baik dalam keselamatan pasien sebanyak 34 responden atau sekitar (68,0%) Sedangkan responden yang memiliki peran cukup baik dalam keselamatan pasien sebanyak 16 responden atau sekitar (32,0%) dari total 50 responden.        Tabel 4.4 Hubungan pelaksanaan Timbang Terima dengan Keselamatan pada pasien  Tabel 4.4 menunjukan bahwa perawat yang memiliki peran baik dalam timbang terima sebanyak 27 repoden (87,1%) dan perawat yang memiliki peran cukup dalam timbang terima dan kurang mengoptimalkan keselamatan pasien sebanyak 4 responden (12,9%). Sedangkn perawat yang memiliki peran cukup baik dalam timbang terima dengan mengoptimalkan keselamatan pasien sebanyak 7 responden (36,8%), dan perawat yang memiliki peran cukup baik dengan kurang mengoptimalkan keselamatan pasien sebanyak 12 responden (63,2%).PEMBAHASANa.    Karakteristik Responden Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar responden di Puskesmas Sumpiuh 1 berumur 26-35 tahun sebanyak 27 responden (54,0%). Hal tersebut menunjukan bahwa semakin muda umur seseorang maka semakin kritis juga dalam berfikir. Hal ini tidak sejalan dengan Penelitian Nitisemito dalam (Kirana 2016), yang menyatakan bahwa usia lebih muda umumnya kurang memiliki sikap disiplin dalam bekerja dibandingkan dengan usia yang lebih tua.Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar berjenis kelamin perempuan sebanyak 28 responden (56,0%).Hal ini sesuai dengan filosofi mother instinct bahwa mayoritas perawat datang dari kaum perempuan, dimana seorang perempuan memiliki naluri merawat diri sendiri sebagaimana tercermin pada seorang ibu serta naluri yang sederhana dalam memelihara kesehatan keluarganya dan anak-anaknya. Namun hasil penelitian memperlihatkan bahwa jenis kelamin tidak memiliki hubungan dengan keselamatan pasien.Hal ini sejalan dengan penelitian Dewi (2011) yang menyebutkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan keselamatan pasien. Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar pendidikan responden tertinggi yaitu D3 sebanyak 31 responden (62,0%).Menurut Mubarok (2007)  pendidikan merupakan faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang, karena pendidikan adalah bimbingan yang diberikan seseorang kepada orang lain terhadap suatu hal agar dapat memahami Semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin mudah mereka menerima informasi, dan semaki banyak pula pengetahuan yang didapat.Hal ini sejalan dengan penelitian Bawelle (2013) yang berjudul Hubungan Pengetahuan dan Sikap Perawat dengan Pelaksanaan Keselamatan Pasien (Patient Safety) di Ruang Rawat Inap RSUD Liun Kendage Tahuna yang menyatakan bahwa semakin tinggi pengetahuan seseorang semakin baik dalam pelaksanaan keselamatan pasien.b.   Timbang terimaBerdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa dari 50 responden dalam kategori pelaksanaan timbang terima baik sebanyak 31 responden (62,0%) dan cukup baik sebanyak 19 responden (38,0%). timbang terima dilakukan oleh perawat primer keperawatan kepada perawat primer (penanggung jawab) dinas sore atau dinas malam secara tertulis dan lisan, untuk mengatasi risiko-risiko bagi keamanan pasien yang terjadi karena komunikasi yang buruk pada saat pergantian dinas (Nursalam,2014).Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Manopo (2013) Tentang Hubungan Antara Penerapan Timbang Terima Pasien dengan Perawat Pelaksana di RSU GMIM Kolaboran Amorang dimana didapatkan nilai ρ=0,000 < 0,05 hal ini menunjukan bahwa ada hubungan antara penerapan timbang terima pasien dengan keselamatan pasien.Keselamatan pasienBerdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa dari 50 responden, yang baik dalam mengoptimalkan keselamatan pasien sebanyak 34 responden atau sekitar (68%) dan cukup baik sebanyak 16 responden atau sekitar (32%) dari total 50 responden.Komunikasi yang baik yang diberikan perawat dalam pertukaran shift (operan) sangat membantu dalam perawatan pasien dan komunikasi yang buruk atau tidak efektif dapat mengakibatkan kematian atau cidera yang serius pada pasien.Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Triwibow (2016) yang berjudul Handover sebagai upaya peningkatan keselamatan pasien (patient safety) dirumah sakit, didapatkan nilai ρ= 0,04 < α= (0,05) dapat diartikan bahwa terdapat hubungan antara pelaksanaan handover dengan patient safety druang rawat inap Rumah Sakit paru Sidawangi provinsi jawa barat.d.      Hubungan antara pelaksanaan timbang terima dengan keselamatan pasienBerdasarkan hasil analisis tabel 4.2.1 dapat diketahui bahwa penelitian yang dilakukan kepada 50 perawat pelaksana diruang rawat inap RSUD Ajibarang dengan menggunakan hasil uji pearson chi square menunjukan nilai ρ= 0,000 < α= 0,005 artinya ada hubungan antara pelaksanaan timbang terima dengan keselamatan pasien diruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang.Timbang terima adalah teknik untuk menyampaikan dan menerima suatu informasi yang berkaitan dengan keadaan pasien. Timbang terima harus dilakukan seefektif mungkin dengan menjelaskan secara singkat, jelas dan lengkap tentang tindakan mandiri perawat, tindakan kolaboratif yang sudah dan belum dilakukan serta perkembangan pasien pada saat itu.Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Andi Mapanganro (2019) yang berjudul Hubungan Peran Perawat dalam timbang terima dengan upaya mengoptimalkan keselamatan pasien di Ruang Rawat Inap Rumah sakit TK II Pelamonia, didapatkan nilai ρ= 0,005 < α= 0,005. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara peran perawat dalam timbang terima dengan upaya mengoptimalkan keselamatan pasien di Ruang Rawat Inap Rumah sakit TK II Pelamonia.KESIMPULANBerdasarkan hasil dan pembahasan penelitian diatas peneliti menyimpulkan sebagai berikut: Karakteristik responden RSUD Ajibarang pada penelitian ini berusia 26-35 tahun sebanyak 27 responden (54,0%), jenis kelamin perempuan sebanyak 28 responden (56,0%), dan berdasarkan tingkat pendidikan tertinggi yaitu D3 sebanyak 31 responden (62,0%).UCAPAN TERIMAKASIHNs.Etlidawati S. Kep., M. Kep selaku pembimbingDr. Jebul Suroso S.kep Ns. M.kep selaku penguji 1Kris Linggardini, S. Kp., M. Kep selaku Penguji 2Seluruh Dosen dan staf Akademik Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah PurwokertoKedua orang tua dan orang terkasih yang telah memberikan dukungan dan do’a.Terima kasih atas support kepala direktur RSUD Ajibarang yang memberikan ijin kepada peneliti sehingga dapat melaksanakan penelitian di ruang rawat inap RSUD Ajibarang.Terima kasih kepada kepala ruangan dan perawat ruang rawat inap di RSUD Ajibarang yang telah membantu dalam proses pengumpulan data dalam penelitian ini.DAFTAR PUSTAKAAndi Mapanganro (2019). Hubungan Peran Perawat dalam timbang terima dengan upaya mengoptimalkan keselamatan pasien di Ruang Rawat Inap Rumah sakit TK II Pelamonia.Bawelle, S. (2013). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Perawat dengan Pelaksanaan Keselamatan Pasien.Dewi, M. 2011. Pengaruh Pelatihan Timbang Terima Pasien Terhadap Penerapan Keselamatan Pasien Oleh Perawat Pelaksana di RSUD Raden Mattaher Jambi. Jurnal Health & Sport, 5 (3) 646-655Kementerian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Keselamatan Pasien. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2017.Kirana, D. (2016).Hubungan sikap disiplin perawat dengan efektivitas pelaksanaan timbang terima di RSUD dr. Abdoer Rahim Situebondo. (Tesis, Universitas Jember).Mubarok, WI. (2007). Promosi Kesehatan Sebuah Pengantar Belajar Mengajar dalam Pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu.Manopo, Q. (2013). Hubungan Antara Penerapan Timbang Terima Pasien dengan Keselamatan Pasien Oleh Perawat Pelaksana di RSU GMIM Kalooran Amurang. , vol 6(1),1-5.Nursalam. (2014). Manajemen Keperawatan : Aplikasi dalam Praktek Keperawatan Profesional. Jakarta : Salemba Medika.Trwibowo, C., Sulhah., Nur (2016). Handover Sebagai Upaya Peningkatan Keselamatan Pasien (Patient safety). Keperawatan Soederman. Vol 11(2).76-80.