cover
Contact Name
Hadrian Erlanda
Contact Email
hadrian2011@live.com
Phone
-
Journal Mail Official
hadrian2011@live.com
Editorial Address
-
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Human Care Journal
ISSN : 26855798     EISSN : 2528665X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Human Care akan menerbitkan artikel tentang, keperawatan, kesehatan masyarakat, kebidanan, fisioterapy, farmacologi dan analis kesehatan, ilmu kedokteran jurnal ini akan terbit 3 kali dalam satu tahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober, jurnal Human Care diterbitkan oleh Stikes Fort De Kock bekerja sama dengan organisasi profesi kesehatan dan organisasi peneliti kesehatan Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 475 Documents
PENGARUH PEMBERIAN UAP JAHE HANGAT DAN BERKUMUR AIR GARAM TERHADAP KAPASITAS PARU PADA PENDERITA ISPA DI PUSKESMAS KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2021 Estarina Ulfa
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 1 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i1.1445

Abstract

Penyakit  Infeksi  Saluran  Pernafasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu masalah kesehatan  masyarakat  yang  penting  untuk diperhatikan. Terapi inhalasi adalah pemberian obat secara langsung ke dalam saluran napas melalui penghisapan. Terapi pemberian inhaler ini, saat ini makin berkembang luas dan banyak dipakai pada pengobatan penyakit-penyakit saluran napas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Uap Jahe Hangat dan Berkumur Air Garam Terhadap Kapasitas Paru Pada Penderita ISPA di Puskesmas Kota Bukittinggi tahun 2021. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-experimental dengan desain postest only group design. Populasi penelitian ini adalah responden dewasa sebanyak 487 dengan pengambilan sampel 20 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan analisis data menggunakan uji statistic univariat, bivariat dengan uji Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwarata-rata kapasitas paru klien yang mengalami ISPA sesudah pemberian uap jahe hangat yaitu 78,3% dan sd sebesar 3,77. Rata-rata kapasitas paru klien yang mengalami ISPA sesudah pemberian air garam yaitu 79,3% dan sd sebesar 5,57. Tidak ada perbedaan kapasitas paru antara setelah pemberian uap jahe hangat dan pemberian air garam pada klien yang mengalami ISPA. Kata Kunci : ISPA, Uap Jahe, Air Garam
HIPERKOAGULOPATI PADA COVID-19 Hari nandi Pinto
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 1 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i1.1585

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), originally named 2019-nCoV, is the first disease to be discovered in Wuhan, China. This disease is found as an outbreak of respiratory tract infection of unknown cause which may be caused by the SARS-CoV-2 virus or COVID-19. Symptoms of COVID-19 can include complaints of breathing, shortness of breath, coughing and fever. Hospitalized COVID-19 patients with severe symptoms are at risk for venous thromboembolism. Thromboembolic complications are an important problem in patients infected with COVID-19. In COVID-19 patients, laboratory abnormalities are found, including thrombocytopenia, increased D-dimers, prolonged prothrombin time, and disseminated intravascular coagulation. The data show that coagulation disorders, especially an increase in D-dimers and fibrinogen-degradation product (FDP), were found to be very high in pneumonia patients who died from COVID-19 infection. Inflammatory reactions occur in all organs of the body, damage to the microvascular system, causing abnormalities in the coagulation system manifested by vasculitis of small vessels and extensive micro thrombosis The most common parameters of abnormal coagulopathy in patients with COVID-19 infection are increased concentrations of D-dimer and FDP in severe infection DIC is a syndrome characterized by intravascular coagulation due to local damage that exacerbates coagulopathy and results in multi-organ failure. Research reports that the use of Arixta (Fondaparinux) as anticoagulant therapy in severely infected COVID-19 patients with coagulopathy has been shown to be effective and safe and there were no bleeding complications
ICE-COLD SALINE DAN EPINEPHRINE DALAM TATALAKSANA PERDARAHAN PADA TINDAKAN BRONKOSKOPI kornelis aribowo
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 1 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i1.1638

Abstract

This case report describes the management of bleeding that occurs from sampling during bronchoscopy. There are many measures to treat bleeding during sampling, namely bronchoscopy suction, iced-cold saline, vasoactive drugs, bronchoscopy tamponade, balloon tamponade, fibrin glue, bronchial tree isolation, laser coagulation, electrocautery. The choice of ice-cold saline and epinephrine in a 57-year-old male patient with lung malignancy and a cryobiopsy on bronchoscopy was the main choice in treating bleeding during the procedure.
TATALAKSANA INFEKSI TB LATEN ilham ilham
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 1 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i1.1490

Abstract

Global TB Report melaporkan 7,1 juta kasus TB baru secara global pada tahun 2019. WHO melaporkan pada tahun 2016, seperempat penduduk dunia (1,7 milyar orang) telah terinfeksi M.TB  melalui uji tuberculin dan pemeriksaan IGRA. Sebagian besar tidak bergejala, namun tetap memiliki risiko mengalami reaktivasi dan menjadi infeksius. Sekitar 90-95% orang terinfeksi M.TB akan menjadi infeksi TB laten (ITBL), sisanya 5-10% akan berkembang menjadi TB aktif. Sekitar 7-10 %. ITBL akan terjadi reaktifasi menjadi TB aktif. Penatalaksanaan ITBL merupakan suatu upaya untuk mencapai Zero TB pada tahun 2050.  Secara global Asia memiliki proporsi ITBL yang tinggi, prevalensi tertinggi di Asia Tenggara sebesar 31% dan kawasan Pasifik Barat sebesar 28%, dibandingkan dengandikawasan dunia lainnya. ACHA (The American College Health Association) menyebutkan ITBL dapat didiagnosis dan diterapi jika hasil tes tuberkulin positif dan Interferon-Gamma Release Assays (IGRA) yang dikonfirmasi dengan hasil rontgen thoraks yang normal. Center of Disease Control (CDC) tahun 2020 merekomendasikan tiga regimen pengobatan pilihan (INH dan RPT sekali seminggu selama 3 bulan, Rifampisin 3-4 bulan dan INH dan Rifampisin selam 3-4 bulan) dan 2 alternatif pengobatan (INH selama 6 bulan dan INH selama 9 bulan). Sebelum pemberian terapi ITBL harus dipastikan terlebih dahulu pasien tidak menderita TB aktif.Kata kunci : TB laten, uji tuberculin, IGRA, tatalaksana ITBL
ANALISIS BOUNDING SUAMI PASANGAN USIA SUBUR TERHADAP MOTIVASI IBU UNTUK MELAKUKAN PEMERIKSAAN IVA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG PAKU KOTA SOLOK TAHUN 2021 sri permatadewi; Evi Hasnita; Nurhayati Nurhayati
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 1 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i1.1418

Abstract

Menurut Profil Kesehatan Indonesia Presentase Wanita Usia Subur (WUS) yang melakukan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dari tahun 2014 sampai tahun 2018 sebanyak 2.747.662 orang dan ditemukan IVA positif  pada 77.969 orang. Puskesmas Tanjung Paku merupakan puskesmas dengan pencapaian IVA yang cukup rendah dengan data sasaran IVA sebanyak 3231 orang sedangkan yang melakukan pemeriksaan IVA sebanyak 13 orang (0,4%) pada tahun 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Analisis Pengaruh Bounding Suami Pasangan Usia Subur Terhadap Motivasi Ibu Untuk Melakukan Pemeriksaan Iva Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Paku Kota Soloktahun 2021. Penelitian menggunakan rancangan quasi-eksperimen dengan pendekatan two Group Pretest-postest, penelitian ini telah dilakukan di Puskesmas Tanjung Paku Kota Solok pada bulan Juli sampai Agustus 2021, sampel 60 orang yaitu ibu menjadi 2 kelompok yaitu 30 orang untuk kelompok intervensi dan 30 orang untuk kelompok kontrol. Analisis data dengan Uji T-Test Dependent Parametrik. Hasil didapatkan rata-rata pengetahuan sebelum 7,00, rata-rata pengetahuan sesudah 17,83, Rata-rata sikap sebelum 36,93, rata-rata sikap sesudah 57,20. Rata-rata perilaku sebelum 28,97, rata-rata perilaku sesudah 56,47, rata-rata pelaksanaan bounding sebelum 67,33 dan setelah meningkat menjadi 134. Rata-rata motivasi pada kelompok intervensi sebelum diberikan bounding suami 28,87, rata-rata motivasi pada kelompok intervensi sesudah diberikan bounding suami 37,63, dan perbedaan sebelum dan sesudah diberikan bounding suami 8,767. Hasil uji statistik didapatkan motivasi Intervensi (0,000) artinya p < 0,05 maka dapat disimpulkan adanya pengaruh bounding suami terhadap motivasi Ibu dalam melakukan pemeriksaan IVA di Puskesmas Tanjung Paku Tahun 2021. Kesimpulan penelitian ini adanya analisis pengaruh bounding suami pasangan usia subur terhadap motivasi ibu untuk melakukan pemeriksaan iva pada pasangan usia subur di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Paku Kota Soloktahun 2021. Disarankan Dinas Kesehatan Kota Solok untuk bisa melakukan sosialisasi tentang pemeriksaan IVA dan kanker serviks tidak hanya kepada istri namun juga melibatkan suami dalam penyuluhan tersebut.Kata Kunci       : Bounding Suami, Motivasi, Pemeriksaan IVA
ANALISIS PRIORITAS MASALAH PENYAKIT MENULAR DI KOTA BUKITTINGGI Fitri Aulia; Helda Helda; Eka Budi Satria
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 1 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i1.1518

Abstract

Sejumlah penyakit menular di Kota Bukittinggi masih menunjukkan peningkatan angka kasus maupun angka kematian. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis situasi masalah penyakit menular dan menetapkan prioritas masalah penyakit menular di Kota Bukittinggi. Penelitian ini adalah sebuah asesmen yang bersifat deskriptif. Penelitian yang dilakukan pada bulan Desember 2020-Maret 2021 ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menganalisis situasi penyakit menular melalui review dokumen Profil Kesehatan Kota Bukittinggi dan laporan Bidang Kesmas dan P2P Dinkes Kota Bukittinggi tahun 2016-2019. Pendekatan kualitatif berguna untuk menetapkan prioritas masalah penyakit menular yang dilakukan melalui wawancara mendalam dengan panel expert. Penyakit menular seperti TB, pneumonia, HIV/AIDS, diare, DBD, dan rabies masih menjadi masalah di Kota Bukittinggi. Berdasarkan hasil skoring, didapatkan pneumonia sebagai penyakit yang memiliki magnitude masalah yang paling luas. Jika dilihat dari keseriusan masalah, TB menempati urutan teratas sebagai penyakit dengan masalah yang paling serius. Walaupun begitu, TB bersama dengan malaria dianggap menjadi penyakit yang memiliki intervensi yang paling efektif. Sedangkan dari faktor kesetaraan, pneumonia menjadi penyakit yang paling tidak merata dan dari faktor pemosisian, rabies menjadi penyakit yang dianggap memiliki kapasitas yang paling rendah dalam hal kolaborasi dengan stakeholder. Secara keseluruhan, TB menjadi prioritas masalah penyakit menular di Kota Bukittinggi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG KEPUTIHAN, SIKAP DAN PERILAKU PERSONAL HYGENS TERHADAP KEJADIAN FLOUR ALBUS( KEPUTIHAN ) widya nengsih; Ainal Mardiah; Detty Afriyanti S
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 1 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i1.1457

Abstract

WHO  menyatakan bahwa 5% remaja didunia terjangkit Penyakit Menular Seksual dengan gejala keputihan setiap tahunnya.Di Indonesia sebanyak 90% wanita mengalami keputihan dan sebanyak 60% dialami oleh remaja puteri..Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang keputihan, sikap dan perilaku personal hygiens terhadap kejadian Flour Albus (keputihan).Penelitian dilakukakan pada bulan Maret – Juli 2021 di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Agam.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan jumlah sampel 60 orang yang terdiri dari siswi kelas XI dan XII. Pengambilan sampel dengan tekhnik total  sampling.Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa data dengan uji chi square. Angka kejadian keputihan pada siswi MAN 3 Agam adalah sebesar 71,7%. Mayoritas mahasiswi memiliki pengetahuan tentang keputihan yang tinggi (66,7%), memiliki sikap personal hygiene yang buruk (56,7%) dan memiliki perilaku personal hygiens yang negative (57,7%). Analisa bivariat diperoleh hasil ada hubungan antara pengetahuan tentang keputihan terhadap kejadian keputihan (nilai p= 0,000), ada hubungan sikap personal hygiene terhadap kejadian keputihan (nilai p= 0,000) dan ada hubungan perilaku personal hygiens dengan kejadian keputihan (nilai= 0,005). Berdasarkan hasil penelitian tersebut peneliti menyarankan agar siswi lebih meningkatkan wawasan dan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi termasuk tentang sikap dan perilaku tentang personal hygiens agar dapat meningkatkan kesehatan reproduksi.
PERAN RADIOLOGI KONVENSIONAL PADA SPONDILITIS ANKILOSA Oktavinayu Sari Latif; Tenta Hartian Hendyatama
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 1 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i1.1609

Abstract

ABSTRACTAnkylosing spondylitis (AS) is a type of spondyloarthritis (SpA). Chronic progressive inflammatory process in autoimmune disease like AS may lead to fibrosis and calcification leading to loss of flexibility and fusion of the spine. The structures that are often involved are spinal joints, sacroiliac joints, tendons and ligaments in the surrounding area. MRI is the best way to detect abnormalities in the structures involved in AS, but the availability of MRI is still very limited. Until recently, classical radiology was the preferred modality for AS due to its easy availability and low cost. The role of conventional radiology is to help make the diagnosis, determine the location of the involved joints, monitor the progress of AS, and determine the patient's prognosis. Conventional radiology is used to assess the structure of the spine and sacroiliac joints which are included in the diagnostic criteria such as the Modified New York Criteria and the scoring systems that are often used such as the Bath Ankylosing Spondylitis Radiology Index (BASRI), Modified Stoke Ankylosing Spondylitis Spine Score (mSASSS) and Radiographic Ankylosing Spondylitis Spine Score (RASSS) Keywords: Ankylosing Spondylitis, Conventional Radiology, BASRI, mSASSS, RASSS ABSTRAKSpondilitis Ankilosa (SA) adalah salah satu dari jenis Spondiloartritis (SpA) yang merupakan penyakit autoimun. Pada SA, terjadi proses inflamasi yang bersifat kronis progresif yang dapat menyebabkan fibrosis dan kalsifikasi sehingga mengakibatkan hilangnya fleksibilitas serta fusi dari tulang belakang. Sendi yang terlibat pada umumnya melibatkan sendi-sendi pada daerah aksial yaitu sendi tulang belakang, sendi sakroiliak, serta tendon dan ligamen pada area sekitarnya. MRI merupakan modalitas yang baik untuk mendeteksi kelainan struktur yang terlibat pada SA namun ketersediaan MRI masih sangat terbatas. Sampai dengan saat ini, radiologi konvensional merupakan modalitas pilihan pertama untuk SA karena ketersediaannya yang mudah dan harga yang murah. Radiologi konvensional berperan dalam membantu menegakkan diagnosa, menentukan lokasi sendi yang terlibat, memonitor progresivitas SA, serta menentukan prognosis dari pasien. Radiologi konvensional digunakan untuk menilai struktur tulang belakang dan sendi sakroiliak yang termasuk dalam suatu kriteria diagnosis seperti Modified New York Criteria dan sistem skoring yang sering digunakan saat ini seperti Bath Ankylosing Spondylitis Radiology Index (BASRI), Modified Stoke Ankylosing Spondilytis Spine Score (mSASSS) dan Radiographic Ankylosing Spondylitis Spine Score (RASSS). Kata Kunci:  Spondilitis Ankilosa, Radiologi Konvensional, BASRI, mSASSS, RASSS
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN LOW BACK PAIN PADA PEKERJA CETAK BATU BATA DI NAGARI PADANG SIBUSUK KABUPATEN SIJUNJUNG Silvia Elzadinita; Budi Hartono
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 1 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i1.1527

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan low back pain (LBP) pada pekerja cetak batu bata di Nagari Padang Sibusuk Kabupaten Sijunjung. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain cross sectional, dan dilakukan di Industri cetak batu bata Nagari Padang Sibusuk Kabupaten Sijunjung dari bulan Februari – Maret. Sampel terdiri dari 45 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan ujistatistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan usia responden sebagian besar adalah ≥ 35 tahun (82,2%), Pekerja perempuan hampir sama banyak dengan pekerja laki-laki 55,6%, sebagian besar pekerja bekerja dengan sikap kerja dengan risiko tinggi 88,9%. Hasil analisis factor risiko keluhan LBP menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan keluhan LBP yaitu umur (p=0,001)  dan sikap kerja (p=0,033). Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan keluhan LBP (p=1,000). Umur dan sikap kerja merupakan factor risiko keluhan LBP. Kepada pemilik Industri cetak batu bata agar mengatur waktu kerja, istirahat secara seimbang. Bagi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi melakukan pengawasan izin usaha industri rumah tangga sehingga pencegahan secara lebih dini terhadap risiko sakit akibat kerja. Bagi Puskesmas Padang Sibusuk agar melakukan pengecekan kesehatan secara berkala kepada pekerja industri rumah tangga.
EVALUASI PENERIMAAN PENGGUNA TERHADAP SISTEM INFORMASI E-PPGBM DI KABUPATEN JEMBER Dewa Ngakan Gde Wahyu Mahatma Putra; Globila Nurika
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 1 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i1.1626

Abstract

Kabupaten Jember telah menerapakan sistem informasi e-PPGBM namun hingga saat ini, tingkat penerimaan penggunanya belum dapat diketahui dikarenakan belum adanya penelitian terkait. Oleh karena itu, evaluasi tingkat penerimaan pengguna terhadap sistem informasi e-PPGBM di seluruh Puskesmas se-Kabupaten Jember perlu dilakukan. Penelitian observasional ini, menggunakan rancang bangun cross sectional. Sampel penelitian dipilih sebanyak 44 pengguna dengan teknik simple random sampling dan dianalisis dengan uji Spearman. Sistem informasi e-PPGBM dinilai mudah untuk digunakan oleh para pengguna. Hasil analisis menunjukkan hubungan positif antar variable penelitian, yaitu perceived ease of use dengan perceived usefulness (????=0,001; p-value<0,05); perceived ease of use dengan attitude toward using technology (????=0,614; p-value<0,05); perceived usefulness dengan attitude toward using technology (????= 0,726; p-value<0,05); perceived usefulness dengan behavioral intention to use (????=0,652; p-value<0,05); perceived usefulness dengan actual technology use (????=0,585; p-value<0,05); attitude toward using technology dengan behavioral intention to use (????=0,78; p-value<0,05); attitude toward using technology dengan actual technology use (????=0,492; p-value<0,05); behavioral intention to use dengan actual technology use (????=0,672; p-value<0,05) Penerimaan pengguna terhadap e-PPGBM di Kabupaten Jember sudah sangat baik. Diharapkan e-PPGBM ini dapat dijadikan gambaran awal penerimaan sistem informasi kesehatan di Indonesia dan dijadikan acuan dalam pertimbangan oleh Pemerintah untuk mengevaluasi Sistem Informasi Kesehatan di Indonesia Keywords: Evaluasi, Technology Acceptance Model, e-PPGBM, Sigizi