cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Penelitian Teknologi Industri
ISSN : 2085580X     EISSN : 26144069     DOI : -
Jurnal Penelitian Teknologi Industri (JPTI), adalah jurnal ilmiah yang bertujuan untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan pengembangan, tinjauan ilmiah, paket ilmiah dan kajian dalam bidang kimia proses dan teknologi yang dilakukan oleh para peneliti/perekayasa baik yang berasal dari Balai Riset dan Standardisasi Industri Manado maupun instansi lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 106 Documents
INDEKS KATA KUNCI Meity Tampinongkol
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 12 No.1 Juni 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33749/jpti.v12i1.6781

Abstract

Skrinning Fitokimia efektifitas ekstrak etanol buah apel reject (Malus Sylvestris) sebagai antibakteri terhadap E.Coli. Christine Phaskalyena Lomo
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 12 No. 2 Desember 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33749/jpti.v12i2.6692

Abstract

Buah Apel (Malus Sylyestris) pada umumnya dikonsumsi sebagai buah segar dan dimakan secara langsung. Jika buah apel tidak terjual semuanya di supermarket atau pasaran maka akan menjadi limbah dan terbuang percuma, padahal didalam buah apel yang sudah reject masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku minuman fungsional seperti cider apel. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji aktivitas antibakteri dalam buah apel reject dan untuk mengetahui kandungan senyawa fitokimia dan potensi aktivitas antibakteri ekstrak etanol buah apel reject (Malus Sylvestris) terhadap Escherichia coli. Ekstrasi dilakukan dengan metode maserasi dan pengujian antibakteri metode Kirby-Bauer. Hasil uji fitokimia, buah apel reject (Malus sylvestris) mengandung alkaloid, flavanoid dan tanin. Uji antibakteri memperlihatkan zona hambat tertinggi terdapat pada konsentrasi 15% dimana diperoleh rataan zona hambat 0,5 mm. Ekstrak etanol buah apel reject (Malus sylvestris) memiliki aktivitas daya hambat yang lemah terhadap pertumbuhan E. coli.
Penerapan Produksi Bersih di Sentra IKM Kelapa Terpadu Kota Bitung Jalmi Sulistyorini; Ahmad Sukron; Broerie Pojoh; Sjamsiwarni Reny Sjarif
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 12 No.1 Juni 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33749/jpti.v12i1.6594

Abstract

Sulawesi Utara terkenal sebagai Negeri Nyiur Melambai seiring banyak ditemukannya tanaman kelapa di daerah ini. Kelapa dikenal sebagai pohon kehidupan karena seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan. Sentra IKM Kelapa Terpadu Kota Bitung merupakan sentra industri yang mengolah produk kelapa dan turunannya. Saat ini produk utama yang dihasilkan adalah VCO. Industri pembuatan VCO adalah salah satu industri yang menghasilkan limbah dalam volume yang besar. Produksi bersih bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dengan meningkatkan efisiensi penggunaan bahan baku serta energi, serta mengurangi sumber-sumber pencemar. Penerapan produksi bersih dilakukan melalui tiga tahapan yaitu identifikasi aliran bahan, identifikasi potensi limbah yang dihasilkan, kemudian tahapan akhirnya yaitu penyusunan opsi produksi bersih yang dapat dilakukan di perusahaan. Identifikasi aliran bahan pada proses produksi dilakukan untuk mempermudah identifikasi keluaran bukan produk, sehingga memudahkan identifikasi potensi limbah yang dihasilkan pada setiap tahapan proses produksi. Sumber limbah padat berasal dari sabut kelapa, tempurung kelapa, ampas kelapa, serta blondo. Adapun limbah cair berasal dari air kelapa, air sisa santan serta air sisa pencucian alat dan bahan. Selama ini limbah padat yang dihasilkan belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah cair yang dihasilkan juga dibuang begitu saja dalam instalasi pengolahan limbah. Opsi penerapan produksi bersih yang dapat dilakukan yaitu reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), recycle (menggunakan kembali) dan good housekeeping (praktek operasi yang baik). Produksi bersih memberikan keuntungan tambahan berupa pemberian nilai tambah dengan pemanfaatan kembali sabut, tempurung, air kelapa, ampas kelapa, serta blondo. Selain itu juga membantu mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan pada industri, dalam hal ini sebanyak 841.556 kg limbah padat serta 658.756 liter limbah cair.
Editorial Team Vol. 12 No.2 Desember 2020 Meity Tampinongkol
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 12 No. 2 Desember 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33749/jpti.v12i2.7066

Abstract

PENENTUAN TINGKAT KETENGIKAN SECARA SPEKTROFOTOMETRI PADA PRODUK PANGAN BERWARNA MELALUI METODE EKSTRAKSI ASAM CAIR Umi Laila; Sri Indriani; Rifa Nurhayati
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 12 No.1 Juni 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33749/jpti.v12i1.6259

Abstract

Bilangan TBA (2-thiobarbituric acid) merupakan salah satu parameter dalam penentuan tingkat ketengikan produk pangan. Prinsipnya adalah malonaldehid yang merupakan komponen penyebab ketengikan direaksikan dengan reagen 2-thiobarbituric acid sehingga dihasilkan kromogen yang akan terdeteksi secara spektrofometri. Salah satu aspek visual produk pangan adalah warna. Namun, warna produk pangan menjadi salah satu faktor penginterfensi (pengganggu) pada penentuan bilangan TBA. Sementara itu, metode preparasi sampel yang digunakan untuk mengekstrak malonaldehid dengan efektivitas waktu dan tenaga yang baik adalah metode ekstraksi asam cair. Namun metode ekstraksi asam cair tersebut belum teruji dalam mengkoreksi adanya penginterensi warna produk pangan.  Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan investigasi mengenai peluang penentuan bilangan TBA pada produk pangan berwarna dengan metode preparasi sampel berupa ekstraksi asam cair disertai dengan adopsi formula untuk mengkoreksi warna produk pangan. Sampel yang dianalisis bilangan TBAnya adalah tempe bacem dalam kaleng, empal gentong dalam kaleng, dan kacang oven. Hal yang dikaji dalam penentuan bilangan TBA menggunakan metode preparasi sampel berupa ekstraksi asam cair adalah akurasi metode yang meliputi reproduktifitas dan pengulangan. Pengkajian reproduktifitas metode preparasi sampel dilakukan melalui analisis bilangan TBA sampel kacang oven yang dilakukan sesegera setelah sampel terekstrak (intraday). Sementara itu, pengkajian pengulangan dilakukan melalui analisis bilangan TBA sampel empal gentong yang juga dilakukan sesegara setelah sampel terekstrak (intraday). Pengkajian beda waktu analisis terhadap angka TBA yang dihasilkan juga dilakukan pada sampel tempe bacem dalam kaleng dan empal gentong dalam kaleng yang meliputi analisis yang dilakukan sesegera setelah sampel terekstrak yaitu pada hari yang sama dengan ekstraksi (intraday) serta analisis yang dilakukan sehari setelah sampel terekstrak (interday). Bilangan TBA yang didapat melalui metode ekstraksi asam cair dievalusi dengan membandingkannya dengan bilangan TBA yang didapat melalui metode distilasi.  Dari hasil penelitian diperoleh metode ekstraksi asam cair memberikan parameter pengulangan dan reproduktifitas yang baik jika analisis bilangan TBA dilakukan langsung setelah sampel terekstrak malonaldehidnya (intraday). Akurasi metode ekstraksi asam cair yang dilanjutkan dengan analisis TBA secara intraday tersebut didukung oleh data nilai TBA yang dihasilkan dalam kisaran yang hampir sama dengan metode distilasi.Kata kunci: bilangan TBA, malonaldehid, ekstraksi, akurasi
Authors Guidelines Meity Tampinongkol
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 12 No. 2 Desember 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33749/jpti.v12i2.7067

Abstract

PENGARUH PENAMBAHAN AIR PADA KOMPOSISI MIKROEMULSI VIRGIN COCONUT OIL TERHADAP MUTU MINUMAN ENERGI VCO Judith Henny Mandei; Nova Patra Kumolontang; Doly Prima Silaban
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 12 No. 2 Desember 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33749/jpti.v12i2.6770

Abstract

Penelitian pengaruh penambahan air pada komposisi mikroemulsi VCO terhadap mutu minuman energi VCO telah dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan mikroemulsi yang stabil melalui komposisi beberapa surfaktan, dan melihat pengaruh komposisi mikroemulsi dan rasio mikroemulsi VCO dan air  dalam menghasilkan minuman energi yang tidak berminyak dan memenuhi syarat mutu minuman energi. Penelitian menggunakan metode deskriptif untuk mendapatkan mikroemulsi VCO dan metode eksperimental untuk minuman energi VCO. Komposisi mikroemulsi menggunakan perbandingan beberapa surfaktan dan kosurfaktan, juga dicoba 1 (satu) jenis surfaktan secara tunggal. Homogenisasi pada kecepatan 1200 rpm dengan waktu 30, 40 dan 60 menit. Mikroemulsi yang stabil dengan penampakan jernih dan tidak terbentuk 2 fase, diperoleh menggunakan formula VCO : span 80 : tween 80 : etanol : air = 32 : 37,4 : 12,6 : 10 : 8 dan VCO : span 80 : tween 20 : etanol : air = 32 : 37,4 : 12,6 : 10 : 8. Mikroemulsi mempunyai ukuran partikel 121,0 – 214,7 nm dan Zeta potensial -25,08 – 38,23 mV. Waktu homogenisasi 30 menit menghasilkan ukuran partikel 121,0 nm. Minuman energi VCO diperoleh dengan menambahkan air pada mikroemulsi VCO dengan perbandingan 4:1  dan 6:1. Minuman energi VCO memiliki nilai pH 3-3,5, total padatan 18,75-24,5 °Brix, ALT < 2,0 x 102 dan nilai kalori 115-154 kalori, semuanya memenuhi syarat mutu SNI 01-6684-2002 Minuman Energi.Kata Kunci: mikroemulsi VCO, minuman energi
FIBER FOOD CONTENT AND ANALOG RICE FAVOR LEVEL WITH TALAS FLOUR AND COCONUT FLOUR Nova P Kumolontang; Mariati Edam
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 12 No.1 Juni 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33749/jpti.v12i1.6264

Abstract

Analog rice can be made from various types of flour containing carbohydrates, such as taro flour or a mixture of several types of flour. Carbohydrate content in taro flour is expected to be a food source of alternative carbohydrate food. Taro flour has high amylopectin which gives a high stickiness, for that it is necessary to add coconut flour which has fiber and amylose content so that it can produce analog rice which is preferred. The purpose of this study was to determine the effect of taro flour and coconut flour composition on food fiber content and panelist preference level of analog rice This research uses  method with experimental design that is Completely Randomized Design (CRD) with the treatment of taro flour and coconut flour as many as six levels of treatment made in the form of formulations namely A (taro flour 90%: 10% coconut flour), B (flour 85% taro: 15% coconut flour), C (80% taro flour: 20% coconut flour), D (75% taro flour: 25% coconut flour), E (70% taro flour: 30% coconut flour). The results showed that the content of insoluble food fiber ranged from 4.95 to 7.39% while the soluble food fiber ranged from 2.13 to 2.72%. Organoleptic assessment of analog rice includes color (3.41-3.68), texture (3.23-3.59), appearance (3.30-3.59) while assessment of rice from analog rice is texture (3, 41-3.66), taste (3,50-3,91), color (3,25-3,42) and odor (3,50-3,83). Analog rice made from taro flour and coconut flour contains dietary fiber, which is soluble and insoluble fiber, which is beneficial to health as well as the panelists' preference level for the best analog rice, namely composition of taro flour 75%: 25% coconut flour.Keywords: analog rice, coconut flour, taro flour
Indeks Kata Kunci Tampinongkol, Meity
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 11 No. 2 Desember 2019
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33749/jpti.v11i2.6452

Abstract

PENAMBAHAN GLUKOSA DAN PENGARUH DERAJAT BRIX UNTUK MENGHAMBAT PROSES KRISTALISASI PADA PRODUK GULA CAIR NIRA AREN Sjamsiwarni Reny Sjarif; Alim Mahawan Nuryadi; Jalmi Sulistiorini; Ahmad Sukron
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol 13. No. 1 Juni 2021
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33749/jpti.v13i1.7165

Abstract

 Proses pengolahan nira aren menjadi produk gula cair dapat dilakukan dengan penambahan glukosa dan pengaturan derata briksnya. Tujuan penelitian ini untuk memproses gula cair dari nira aren serta mengamati perubahan mutunya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif ditampilkan dalam bentuk tabel dan gambar. Penelitian dilakukan dengan dua tahapan. Pembuatan gula cair ini dari nira aren diproses dari gula madu yaitu nira yang sudah dimasak sampai 60-63°Brix dengan pH antara 5,5-6,3. Pertama dilakukan penelitian pendahuluan untuk mendaptkan °Brix dengan pengamatan fisual keadaan gula cair dan perlakuan penambahan glukosa Jumlah zat padat terlarut terdiri dari; (A = Derajat Brix) A1= 65°Brix; A2=70°Brix; A3= 75°Brix dan A4= 80°Brix. (B = Kosentrasi glukosa); Bo= kontrol ; B1= 5 %; B2= 10 %; B3= 15 % dan B4= 20%. Setelah diperoleh perlakuan yang terbaik dilakukan penelitian lanjutan untuk dilakukan uji kimia. Dari hasil analisis fisual produk gula cair diperoleh perlakuan terbaik dari pengaturan derajat brix A3 yaitu 75°Brix dimana mutu gula cair yang dihasilkan tidak berbuih/ bergas dan tidak terdapat endapan gula kristal pada pengamatan 1 bulan. Dilanjutkan tahap kedua uji kimia dimana diperoleh perlakuan terbaik A3B2 yaitu 75°Brix dengan penambahn glukosa 5%. Hasil analisis diperoleh rendemen gula cair 12,5%, pH 5,79, padatan terlarut 75,8° Brix, kadar air 29,85%, kadar abu 1,46%, gula reduksi 6,10%, jumlah gula sebagai sakarosa 61,37% dan cemaran mikroba kapang 0 kol/ml dan ALT 5,46x101. Proses pengolahan gula cair dari nira aren dengan penambahan glukosa 5% dapat memperbaiki mutu gula cair.Kata kunci: Aren, gula cair, glukosa

Page 10 of 11 | Total Record : 106