cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Penelitian Teknologi Industri
ISSN : 2085580X     EISSN : 26144069     DOI : -
Jurnal Penelitian Teknologi Industri (JPTI), adalah jurnal ilmiah yang bertujuan untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan pengembangan, tinjauan ilmiah, paket ilmiah dan kajian dalam bidang kimia proses dan teknologi yang dilakukan oleh para peneliti/perekayasa baik yang berasal dari Balai Riset dan Standardisasi Industri Manado maupun instansi lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 106 Documents
APLIKASI BAKTERI ASAM LAKTAT UNTUK MEMODIFIKASI TEPUNG SINGKONG SECARA FERMENTASI mariati edam
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 9 No. 1 Juni 2017
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.297 KB) | DOI: 10.33749/jpti.v9i1.3205

Abstract

Tepung singkong termodifikasi (mocaf) merupakan produk turunan dari tepung singkong yang menggunakan prinsip memodifikasi sel singkong dengan cara fermentasi. Proses fermentasi dilakukan secara spontan oleh bakteri asam laktat yang tumbuh sehingga menyebabkan perubahan karakteristik pada tepung yang dihasilkan.  Pada proses fermentasi, mikroba yang tumbuh menghasilkan enzim pektinolitik dan selulotik yang dapat menghancukan dinding sel singkong sehingga terjadi liberasi granula pati yang dapat menyebabkan perubahan karakteristik tepung yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama fermentasi terbaik dalam memodifikasi sel singkong sehingga dapat meningkatkan sifat fisik dan kimia dari tepung singkong.  Metode penelitian ini dilakukan adalah eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu factor yaitu lama fermentasi yang terdiri dari empat level perlakuan yaitu 0, 24, 48 dan 72 jam sebanyak dua kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisik tepung singkong termodifikasi yaitu derajat putih bernilai 96.8-97.2 dan suhu gelatinisasi yaitu 62.5 ºC. Sifat kimia tepung singkong termodifikasi yaitu pH bernilai 4.03-4.37, kadar air berkisar 7.62-8.68, kadar pati berkisar 89.1-90 serta amilosa 30.5-31.2 dan amilopektin 57.5-59.5. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa teknik memodifikasi secara fermentasi bakteri asam laktat dapat meningkatkan sifat fisik dan kimia dari tepung singkong dengan lama fermentasi terbaik yaitu 48 jam.
PENGARUH KONSENTRASI SODA ABU TUNGKU KOPRA ASAP DAN ASAP CAIR TERHADAP KUALITAS MI BASAH Shinta W Apriyani; Alim M Nuryadi; Yunita F Assah
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 11 No. 1 Juni 2019
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.541 KB) | DOI: 10.33749/jpti.v11i1.5073

Abstract

Mi merupakan makanan yang dibuat dari tepung terigu dan dikonsumsi secara luas di masyarakat karena harganya yang murah dan pembuatannya mudah. Mi basah mempunyai kadar air tinggi sehingga tidak dapat disimpan lama. Hal ini menjadikan banyak pihak berlaku curang dengan cara menambahkan bahan makanan non pangan seperti boraks atau formalin untuk mendapatkan mi basah yang kenyal dan memperpanjang masa simpan. Pada penelitian ini, digunakan soda abu tungku kopra asap sebagai bahan pengenyal dan asap cair sebagai bahan pengawet mi basah. Penelitian pertama adalah penambahan larutan soda abu ke dalam adonan mi dengan perlakuan 0, 2, 3, 4, 5 dan 10oBaume untuk kemudian dilanjutkan dengan uji kesukaan. Penambahan soda abu 4oBaume menghasilkan mi basah yang paling disukai. Penelitian dilanjutkan dengan perlakuan penambahan asap cair sebanyak 0% (A), 0,5% (B), 1% (C), 1,5% (D) dan 2% (E). Mi basah yang dihasilkan kemudian diuji kadar protein, kadar abu dan kadar airnya serta uji organoleptik dan cemaran mikrobiologinya selama penyimpanan (hari ke-1, ke-7, ke-14 dan ke-21). Dari hasil pengamatan didapat kadar protein berkisar antara 6,18-7,72%, kadar abu 1,04-1,36% dan kadar air 50,60-55,64%. Dari pengamatan fisik, sampai penyimpanan hari ke-21, mi basah masih kenyal dan tidak tumbuh jamur yang terlihat. Pada hari ke-21 jumlah ALT berkisar antara 1,59×101-1,09×102 cfu, sedangkan jumlah kapang berkisar antara 7,72×100-2,55×101 cfu, masih lebih kecil dari persyaratan SNI (2406-90) yaitu 1,0×106 dan 1,0×104 cfu. Dapat disimpulkan bahwa penambahan soda abu dan asap cair dapat menghasilkan mi basah yang kenyal dan memiliki daya simpan lama.Kata kunci: asap cair, mie basah, soda abu
Pengaruh Bahan Perendam pada Proses Pembuatan Tepung Pisang Goroho Sjamsiwarni Reny Sjarif
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Volume 7, No. 1 Desember, Tahun 2015
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.005 KB) | DOI: 10.33749/jpti.v7i2.4797

Abstract

Pisang goroho (Musa acuminate) merupakan tanaman pisang khas Sulawesi Utara yang memiliki banyak kegunaan serta kandungan kimia yang beragam yang baik untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh perendaman terhadap kualitas tepung pisang goroho. Pisang goroho dapat dibuat menjadi tepung dengan perlakuan perendaman dalam air yang ditambahkan asam sitrat 3%, garam (NaCl) 1%, dan natrium metabisulfit 0,05 %, serta blancing 5 menit pada suhu 80°C. Analisis hasil penelitian dilakukan  secara deskriptif dalam bentuk gambar dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan tepung pisang goroho pada perlakuan perendaman dengan natrium metabisulfit diperoleh kadar air 8,29%, protein 2,41%, karbohidrat 78,19%, lemak 0,86%, serat kasar 0,43% dan pH 6,64. Berdasarkan uji organoleptik pisang goroho yang direndam di dalam larutan natrium metabisulfit menghasilkan tepung dengan warna yang disukai oleh panelis dengan nilai rata-rata 3,81, yaitu agak suka sampai suka.  Kata Kunci: tepung, pisang goroho
MEMPELAJARI KANDUNGAN GIZI TEPUNG AMPAS KELAPA DARI PENGOLAHAN VIRGIN COONUT OIL (VCO) DAN MINYAK KOPRA PUTIH SEBAGAI SUMBER PANGAN FUNGSIONAL Hilda Kaseke
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 9 No. 2 Desember 2017
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.527 KB) | DOI: 10.33749/jpti.v9i2.3552

Abstract

Penelitian kandungan gizi tepung ampas kelapa dan pengolahan Virgin Coconut Oil (VCO) dan minyak kopra putih sebagai sumber pangan fungsional telah dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif eksperimental.Tujuan penelitian untuk melihat kandungan gizi tepung ampas kelapa dari VCO dan minyak kopra putih sebagai sumber pangan fungsional. Pengamatan dilakukan terhadap proksimat dari kue kelapa cook yang dibuat. Uji proksimat meliputi kadar protein, karbohidrat, kadar lemak, serat kasar, kadar abu, kadar air, vitamin A,D,E, serat pangan terlarut dan tidak terlarut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan gizi yang terdapat pada ampas kelapa dari VCO yaitu kadar serat kasar 17,6%, kadar lemak 42,7%, kadar protein 6%, karbohidrat 45%, serat pangan terlarut 7,14%, serat pangan tidak terlarut 43,8%, vitamin A < 0,5 IU/100 gram, vitamin D 10,5µ/100 gram dan vitamin E < 0,1 mg/100 gram. Kandungan gizi yang terdapat pada ampas kelapa dari kopra putih yaitu serat kasar 14,6%, kadar lemak 35,3%, kadar protein 9,0%, kadar karbohidrat 49%, serat pangan larut 4,91%, serat pangan tidak larut 29,7%, vitamin A < 0,5 IU/100 gram, vitamin D 4,93 µg/100 gram, dan vitamin E < 0,1 mg/100 gram. Ampas kelapa dari VCO dan kopra putih dapat dijadikan sebagai sumber pangan fungsional karena masih mengandung gizi.Perlakuan ampas VCO 75% adalah perlakuan terbaik.Kandungan gizi tertinggi didapatkan pada ampas VCO.Kata kunci : ampas VCO, kopra putih, kelapa cook
UJI KINERJA ALAT PENGOLAH SAGU BARUK (Arenga Microcarpa) Nicolas Tumbel
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 6, No. 1 Juni Tahun 2014
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.081 KB) | DOI: 10.33749/jpti.v6i2.3189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja alat pengolah sagu baruk dan mengetahui mutu sagu yang dihasilkan. Pengolahan dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu pemarutan batang sagu, ekstraksi, pengendapan dan proses pengeringan hingga penggilingan pati sagu. Pada uji kinerja alat pengolah sagu dalam percobaan ini diperoleh kapasitas pengolahan bahan baku yaitu sebesar 100,14 kg/jam, rendemen 13,64% dan persentase kehilangan 1,51%. Hasil pengamatan mutu sagu dari uji coba alat pengolahan sagu adalah kadar air 8,16%, kadar abu 0,08%, dan serat kasar 0,1%. Pada tepung sagu yang dihasilkan tidak ditemukan adanya benda asing, serangga serta tidak ada perubahan sifat fisik selama proses berlangsung. Untuk pengamatan keadaan pada warna, bau dan rasa adalah normal, hal ini sudah memenuhi syarat mutu Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 01-3729-1995. Kata Kunci : tepung sagu, ekstraksi, alat pengolah sagu, mutu sagu
Pembuatan Oleokimia Dari Virgin Coconut Oil (VCO) Melalui Proses Fraksinasi Dan Esterifikasi Anton Muis
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 10 No. 2 Desember 2018
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.354 KB) | DOI: 10.33749/jpti.v10i2.4491

Abstract

Virgin Coconut Oil ( VCO ) adalah minyak yang dibuat dari buah kelapa segar matang yang diproses secara mekanik atau alamiah dengan atau tanpa pemanasan dan penambahan bahan kimia dan zat aditif, salah satu produk alternatif pengembangan pengolahan VCO adalah oleokimia. Tujuan penelitan ini adalah untuk mengoptimalkan metode fraksinasi/pemisahan asam lemak dengan proses hidrolisis dan transesterifikasi. Penelitian ini akan dilaksanakan dalam dua tahap yaitu: penelitian Pendahuluan untuk menguji kemurnian asam lemak kususnya asam laurat yang dihasilkan pada penelitian sebelumnya dan melakukan fraksinasi asam lemak dengan menggunakan spining band fraksionation. Penelitian lanjutan dilakukan dengan menfraksinasi asam lemak melalui reaksi esterifikasi dan hidrolisis. Reaksi esterifikasi dilakukan dengan perlakuan jumlah katalis NaOH yaitu: 0.2 mol dan 0.02 mol dengan waktu reaksi selama 60 menit. Reaksi hidolisis dilakukan dengan perlakuan waktu hidrolisis dan jenis katalis, waktu hidrolisis yang dilakukan adalah 3, 6, 9 dan 12 jam, sedangkan jenis katalis yang gunakan adalah HCl 6N 3 ml dan H2SO4 50% dengan perbandingan 1:20 (minyak:katalis).Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa Kemurnian asam lemak pada proses fraksinasi penelitian sebelumnya belum optimal, sehingga masih perlu mengoptimalkan proses fraksinasi untuk memisahkan asam lemak. Reaksi esterifikasi dan hidrolisis yang dilakukan belum memberikan hasil yang optimal, masih perlu mengoptimalkan suhu, tekanan, jumlah dan jenis  katalis untuk bisa memutuskan rantai pada molekul trigliserida. Nilai FFA pada penelitian ini masih berada kisaran  2.1-7.2%, sedangkan spliting degree pada kisaran 1.2-2.4%. Kata Kunci: VCO, oleokimia Fraksinasi, Esterifikasi
KARAKTERISTIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK PERMEN JELLY RUMPUT LAUT Angcivioletta Moniharapon
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 8 No. 2 Desember 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.417 KB) | DOI: 10.33749/jpti.v8i2.2075

Abstract

Permen jelly adalah salah satu bentuk diversifikasi dari produk rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kimia dan organoleptik permen jelly rumput laut. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah karakteristik kimia meliputi kadar air, kadar abu, gula reduksi, kadar sukrosa dan uji logam berat. Penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan yaitu A1B1 (rumput laut  10% : gelatin 0%, kemasan polipropilen), A1B2 (rumput laut 10% : gelatin 0%, kemasan aluminium foil, A2B1 (rumput laut 10% : gelatin 5%,  kemasan polipropilene) dan A2B2 (rumput laut 10% : gelatin 5%,  kemasan aluminium foil). Data dianalisis secara dekriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik kimia dari permen jelly rumput laut dengan perlakuan menggunakan gelatin dan tanpa gelatin menghasilkan permen jelly rumput laut yang masih memenuhi standar SNI permen jelly, kecuali kadar sukrosa. Panelis menyukai permen jelly rumput laut dari semua perlakuan untuk warna, rasa, tekstur dan bau dengan skala 3-4 (suka sampai sangat suka).Kata Kunci : Permen jelly, rumput laut, gelatin, polipropilen
PENGARUH KONSENTRASI NATRIUM HIDROKSIDA, ASAM STEARAT, DAN BAHAN TAMBAHAN LAINNYA TERHADAP KUALITAS SABUN TRANSPARAN DARI VIRGIN COCONUT OIL Anton Muis
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Volume 7, No. 1 Desember, Tahun 2015
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.782 KB) | DOI: 10.33749/jpti.v7i2.4807

Abstract

Sabun adalah salah satu jenis surfaktan yang dibuat melalui reaksi penyabunan/saponifikasi, dimana minyak direaksikan dengan alkali (NaOH/KOH) menghasilkan sabun dan gliserol.Penelitiaan ini bertujuan untukformula pada pembuatan sabun transparan, menghasilkan teknologi (formula) pembuatan sabun transparan dari bahan bakuvirgin coconut oil dan menambah diversifikasi produk dari kelapa khususnya VCO menjadi  sabun yang layak/aman digunakan dan dapat dikembangkan menjadi suatu industri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang terdiri dari 2 tahap yaitu Tahap I: untuk mendapatkan kisaran konsentrasi alkali (NaOH/KOH) yang terbaik dan suhu pemanasan yang tepat dalam pembuatan sabun transparan. Konsentrasi alkali yang digunakan adalah 16.26%, 18.29%, 20.35%, 22.32%, 24.39%, 26.42%. sedangkankisaran suhu proses penyabunan yang digunakan adalah: suhu ruang, 600C dan 800C. Penelitian Tahap II untuk menghasilkan formula yang terbaik dalam pembuatan sabun transparan dengan sifat kimiafisik dan organoleptik yang baik. Pada tahap ini divariasikan konsentrasi sukrosa, alkohol, asam stearat dan gliserin serta pewarna dan pewangi. Hasil dari penelitian ini adalah pembuatan sabun transparan dapat dilakukan pada kisaran suhu saponifikasi yang  optimal adalah 70-800C.Konsentrasi Penambahan alkali (NaOH) dalam pembuatan sabun dasar dengan bahan baku minyak kelapa  (VCO) adalah 16.2624.39%.Adapun formula sabun transparan yang dapat direkomendasikan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:NaOH: 20.35- 24.39%, asam stearat:16.9-23.90%, sukrosa: 49.00-58.80%, alkahol: 23.18%, gliserin:15-25%, pewarna: 0.1-1%, dan pewangi: 0.25% -1% . Kata kunci: Sabun, VCO, Sabun Transparan
PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN PENGAWET ALAMI TERHADAP CEMARAN MIKROBA PADA PASTA TOMAT Sjamsiwarni Reny Sjarif; rosmaeni rosmaeni
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 11 No. 2 Desember 2019
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33749/jpti.v11i2.5804

Abstract

Tomat merupakan salah satu jenis buah dan sayuran dengan kadar air yang tinggi sehingga buah ini cepat mengalami kerusakan. Tomat tidak dapat disimpan dalam waktu yang relatif lama. Pengolahan tomat menjadi pasta tomat adalah salah satu alternatif cara untuk memperpanjang daya simpan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui batas waktu penurunan mutu pasta tomat khususnya cemaran mikroba angka lempeng total ALT dan kapang apabila digunakan setiap empat hari dengan kondisi wadah dibuka apabila akan digunakan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dengan perlakuan A1=suhu penyimpanan 5°C dan A2= suhu ruang,  B1= tanpa penambahan bumbu,  B2= penambahan bahan pengawet alami/bumbu (gula 12%, garam 2% dan Cuka kadar 25% sebanyak 1%,) serta Waktu penyimpanan (C) C1= 0 hari, C2= 4 hari, C3= 8 hari, C4= 12 hari, C5= 16 hari C6= 20 hari,C7= 24 hari C8=28 hari,C9= 32 hari. Dilakukan juga pengujian terhadap keadaan fisik, pH dan cemaran mikrobiologi khususnya ALT dan kapang dengan menggunakan metode deskriptif. Dari hasil penelitian yang diperoleh, penambahan bahan pengawet alami, suhu 5°C dan waktu penyimpanan berpengaruh terhadap cemaran mikrobiologi pasta tomat. Pada perlakuan A1B2C9 memenuhi syarat mutu saus tomat SNI 01-3546-2004 untuk cemaran logam. Pada suhu ruang produk pasta tomat tanpa penambahan bumbu pada perlakuan A2B1C2 mengalami pencemaran mikroba ALT dan Kapang.
FORMULASI BERAS ANALOG BERBAHAN TEPUNG TALAS DAN TEPUNG KELAPA Nova P Kumolontang; Mariaty Edam
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 11 No. 2 Desember 2019
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33749/jpti.v11i2.5755

Abstract

ABSTRAKBeras analog merupakan beras tiruan yang terbuat dari bahan baku selain beras. Pada penelitian ini digunakan tepung talas dan tepung kelapa sebagai bahan baku untuk pembuatan beras analog. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi terbaik dari karakteristik kimia beras analog yang dihasilkan. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima level perlakuan yang disusun dalam bentuk formulasi yang terdiri dari (A) tepung talas 90% : tepung kelapa 10%, (B) tepung talas  85% : tepung kelapa15%, (C) tepung talas  80% : 20% tepung kelapa, (D) tepung talas  75% : 25% tepung kelapa, (E) tepung talas 70% : tepung kelapa 30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi tepung talas dan tepung kelapa dari beras analog yaitu kadar air (5,15 – 5,62%), karbohidrat (66,49-80,7%), protein (2,10-2,48%), lemak (7,41- 20,4%), dan kadar abu (2,26-2,43%). Dari hasil penelitian dapat disimpukan bahwa tepung talas dan tepung kelapa dapat dijadikan bahan baku pengolahan beras analog serta penambahan tepung kelapa berpengaruh terhadap karbohidrat, kadar lemak, protein dan serat kasar. Kata Kunci: beras analog, tepung kelapa, tepung talas 

Page 8 of 11 | Total Record : 106