cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Penelitian Teknologi Industri
ISSN : 2085580X     EISSN : 26144069     DOI : -
Jurnal Penelitian Teknologi Industri (JPTI), adalah jurnal ilmiah yang bertujuan untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan pengembangan, tinjauan ilmiah, paket ilmiah dan kajian dalam bidang kimia proses dan teknologi yang dilakukan oleh para peneliti/perekayasa baik yang berasal dari Balai Riset dan Standardisasi Industri Manado maupun instansi lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 106 Documents
PENGARUH SUBSITUSI KAOLIN TORAGET TERHADAP GIPSUM UNTUK PROFIL DENGAN BAHAN PENGISI SERAT SABUT KELAPA Doly P Silaban; Petrus Patandung
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 11 No. 2 Desember 2019
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33749/jpti.v11i2.5574

Abstract

The effect of substituting Toraget kaolien on gypsum for profile with coconut fiber fiber filler material has been carried out. The aim of the study was to determine the effect of substitution of kaolien toraget and gypsum for profiles with coconut fiber fiber fillers.The research method used a simple Completely Randomized Design (RAL) experiment with a substitution variation of Toraget kaolien and gypsum with constant coconut fiber with a treatment consisting of: A=0:1 (kaolien 0 g and gypsum 3000 g); B=1:9 (kaolien 300 g and 2700 g gypsum); C=3:7 (kaolien 900 g and gypsum 2100 g); D=1:1 (kaolien 1500 and gypsum 1500 g); E=7:3 (kaolien 2100 g and gypsum 900 g); F=9:1 (kaolin 2700 g and 300 g gypsum); G=1:0 (kaolien 3000 g and gypsum 0 g), each treatment was added 10 g of coconut fiber (b / b), and the data was analyzed descriptively. The research was repeated 2 (two) times. The results showed that: the contents of weight were 1.21-1.28%, water absorption was 20.92-53%, flexural strength of 2.10-4.06 kg / cm², hardening time was 0.35-1.49 hours and conditions in general, it can be perfectly printed unless treatment F is imperfect and cracked, and treatment G that uses kaolien 1 part and zero parts of gypsum material does not form a profile and does not tumble and harden. The best results were obtained in treatment D with a ratio that is the ratio of kaolien and gypsum 1:1 or 1500 g kaolien and 1500 g gypsum and treatment E with a ratio of 7:3 namely kaolin 2100 g and gypsum 900 g because it can use balanced kaolien and gypsum and formed a perfect profile and no cracks and meet the profile requirements.Keywords: coconut fiber, gypsum, Kaolien
PERANCANGAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH DI SENTRA INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH KELAPA TERPADU KOTA BITUNG Ahmad Sukron; Jalmi Sulistyorini; Broerie Pojoh
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 11 No. 2 Desember 2019
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33749/jpti.v11i2.5741

Abstract

Tanaman kelapa (Cocos nucifera) merupakan salah satu komoditas pertanian utama di Provinsi Sulawesi Utara. Hal ini memberikan peluang yang sangat bagus bagi perkembangan industri pengolahan berbasis kelapa. Salah satu produk terbaru dari hasil pengolahan buah kelapa yang beberapa tahun terakhir semakin terkenal adalah virgin coconut oil (VCO). Sebagai respon terhadap hal ini, Pemerintah Kota Bitung telah mendirikan sebuah sentra industri kelapa terpadu. Namun setelah beroperasi dalam skala kecil, sentra industri ini ternyata menghasilkan air limbah dalam jumlah signifikan berupa air kelapa, air sisa santan, dan air sisa pencucian. Penelitian ini bertujuan untuk merancang IPAL yang dibutuhkan.IPAL yang dirancang terdiri atas dua alternatif. Alternatif pertama meruapakan pengembangan dari bangunan IPAL yang telah ada sementara alternatif yang ke dua merupakan rancangan yang sama sekali baru. Alternatif ke dua dirancang dengan mempertimbangkan rencana pengembangan sentra industry selama beberapa tahun ke dapan, dimana sentra industry tersebut akan mampu menghasilkan sekitar 72.000 liter VCO per bulan. Kedua alternatif menggunakan pengolahan secara biologis maupun fisika. Alternatif pertama menggunakan proses aerobic dan filtrasi, dimana kolam aerobiknya memiliki daya tampung 8,694m3. Sementara itu, alternatif ke dua juga menggunakan proses sedimentasi di samping proses aerobic dan filtrasi. Kolam aerobic pada alternatif ke dua memiliki daya tampung sebesar 275 m3. Dengan air limbah yang masuk ke system sebanyak 15 m3 per hari, kolam aerobic ini akan memiliki waktu retensi lebih dari 18 hari. Kedua alternatif juga berbeda dalam hal aliran limbah cairnya. Pada alternatif pertama, limbah cair harus dipompa terlebih dahulu dari kolam pengumpul ke kolam aerobic sebelum akhirnya mengalir dengan bantuan gravitasi. Sebaliknya, alternatif ke dua menggunakan gravitasi sepenuhnya untuk mengalirkan limbah cair yang masuk.Kata kunci : Instalasi pengolahan air limbah, kelapa, VCO
PEMANFAATAN BUAH MATOA SEBAGAI CITA RASA ES KRIM YANG BARU Alim M Nuryadi; Doly P Silaban; Supardi Manurung; Shinta Wahyu Apriani
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 11 No. 2 Desember 2019
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33749/jpti.v11i2.5636

Abstract

Matoa (Pometia pinnata Frost.) adalah buah asli dari Papua yang mempunyai cita rasa yang khas yaitu seperti rasa rambutan bercampur kelengkeng dan durian. Buah matoa selama ini hanya dikonsumsi segar dan belum banyak dijadikan makanan olahan. Es krim adalah produk pangan beku yang dibuat melalui kombinasi pembekuan dan agitasi. Mutu dan nilai gizi es krim sangat tergantung pada bahan baku dan cara penanganannya. Penambahan buah segar dapat meningkatkan nilai gizi es krim yang dihasilkan. Penelitian bertujuan untuk memanfaatkan buah matoa sebagai cita rasa es krim yang baru yaitu dengan menambahkan daging buah matoa ke dalam campuran es krim. Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan perlakuan penambahan daging buah matoa cacah sebanyak 10% (P1), 20%(P2) dan 30%(P3) serta satu perlakuan kontrol (K/blangko). Mutu es krim yang dianalisa adalah overrun dan daya leleh, serta dilakukan analisa sensoris yang meliputi uji kesukaan terhadap rasa, tekstur, warna dan aroma es krim yang dihasilkan. Es krim yang paling disukai baik dari segi rasa, tekstur, warna dan aroma adalah perlakuan penambahan daging buah matoa sebanyak 20% (P2) yaitu dengan nilai 4 (suka). Namun pada perlakuan tersebut belum dapat memberikan overrun dan daya leleh yang terbaik.
PROSES PENGOLAHAN ARANG TEMPURUNG KELAPA MENGGUNAKAN TUNGKU PEMBAKARAN TERMODIFIKASI Nicolas Tumbel; Ardi Kurniawan Makalalag
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 11 No. 2 Desember 2019
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33749/jpti.v11i2.5744

Abstract

Tungku pembakaran tempurung kelapa termodifikasi yang telah didesain memiliki spesifikasi: panjang 60 cm, diameter tungku 60 cm dan tinggi 220 cm, dengan bagian-bagian alat yang terdiri dari, tungku pembakaran (kiln), pipa saluran cerobong, thermometer, tempat memasukkan bahan, lubang pengeluaran produk dan kerangka dudukan alat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kinerja dari proses pembuatan arang tempurung kelapa dan mendapatkan kualitas arang tempurung yang baik menggunakan pembakaran tungku termodifikasi. Hasil konstruksi alat tungku pembakaran tempurung kelapa di disain secara kompak, dengan menggunakan metode pirolisis yaitu proses mendegradasi senyawa organik yang kompleks pada tempurung kelapa menggunakan pemanasan suhu tinggi tanpa oksigen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembakaran tempurung pada suhu 400 – 450 °C untuk  bobot 5 kg dengan waktu pembakaran 3 jam dihasilkan arang tempurung 625 – 650 gr, dengan rendemen 12,80 %. Pada pembakaran tempurung kelapa dengan bobot 10 kg dengan waktu pembakaran 5 jam dihasilkan arang tempurung 1,35 - 1,50 kg, dengan rendemen 14,20 %. Sementara itu, untuk pembakaran tempurung kelapa dengan bobot 15 kg dengan waktu pembakaran 7 jam dihasilkan arang tempurung 2,0 - 2,2 kg, dengan rendemen 32,67 %. Dengan mutu arang tempurung kelapa diperoleh kadar air 4,77 %, kadar abu 21,30%, zat mudah menguap pada pemanasan 950°C 13,17 %, karbon terikat 76,72%, benda asing 0,0 %, dan warna hitam yang tidak merata. Hasil pengujian dibandingkan dengan syarat mutu SNI 01-1682-1996, diperoleh dua parameter uji yang memenuhi syarat, pada kadar air dan kandungan benda asing. Dari hasil pengujian diperoleh kesimpulan untuk perlu dilakukan perbaikan demi meningkatkan kualitas arang tempurung. Antara lain kontrol nyala api untuk proses karbonisasi atau memodifikasi volume tungku pembakaran.Kata kunci: Arang tempurung kelapa, tungku pembakaran tempurung.
KARAKTERISTIK PENGERINGAN PISANG GOROHO MENGGUNAKAN ALAT PENGERING ENERGI MATAHARI METODE HIBRID Toar Daniel Malingkas; Nelly Selvia Tongkeles
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 12 No. 2 Desember 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33749/jpti.v12i2.6685

Abstract

     Penelitian ini menggunakan alat pengering dengan gabungan sumber energi panas matahari dengan metode hibrid dari biomassa arang tempurung,. Kombinasi penggunaan energi panas tersebut sebagai solusi teknologi pengeringan, karena mudah diperoleh serta belum banyak dikembangkan khususnya di daerah yang ada di provinsi Sulawesi Utara. Beranjak dari permasalahan tersebut, tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis dan mendeskripsikan perubahan suhu udara pengeringan, serta karakteristik pengeringan dari pisang goroho.     Hasil penelitian menunjukkan proses pengeringan pisang Goroho membutuhkan waktu selama 12 jam dengan perubahan suhu udara pengering pada rak bawah sampai rak atas secara berurutan berkisar antara 25.3 OC - 61.5 OC; 25 OC - 48 OC; dan 24.1 OC - 48.2 OC. Laju pengeringan yang beragam di setiap rak berlangsung pada periode laju pengeringan konstan dan menurun, hal ini terlihat pada hasil di rak bawah, serta capaian kadar air pada rak bawah hingga rak atas 9.73 %bb, 11.10 %bb dan 15.80 %bb.
PRODUKSI DAN KARAKTERISASI BIODIESEL BERBAHAN BAKU MINYAK JELANTAH Ardi Kurniawan Makalalag; Doly Prima Silaban
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 12 No.1 Juni 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33749/jpti.v12i1.6428

Abstract

Biodiesel is an alternative fuel that produced from renewable material alkyl esthers and fatty acids. This research aimed to characterize biodiesel production from used cooking oil. This research method was mixing used cooking oil and methanol with molecule weight ratio (1:4; 1:6; 1:8) by using KOH 0.75% as catalyst. Reaction temperature were (oC) 50, 60 and 70 at 80 minutes reaction time. Next, top layer was heated at 50oC for 30 minutes. Density, viscosity, acid value and yield of biodiesel were observed. Data obtained from testing result were analyzed descriptively. Biodiesel density value were (kg/m3) 898-1095; viscosity were (cSt) 6,4-8,6; Acid value were (mg KOH/g) 0,6-1,1 with biodiesel yield were (%) 76,2-81,6.Keywords: biodiesel, used cooking oil, KOH
Indeks Penulis Vol.12 No.2 Desember 2020 Meity Tampinongkol
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 12 No. 2 Desember 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33749/jpti.v12i2.7064

Abstract

ANALISA NILAI KALORI PRODUK GULA AREN PADA PENGKONDISIAN PH GULA MADU BERBEDA DENGAN MENGGUNAKAN BOM KALORIMETER Yunita F Assah
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 12 No. 2 Desember 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33749/jpti.v12i2.6615

Abstract

Gula aren merupakan salah satu produk pemanis yang memiliki jumlah kalori cukup tinggi. Kondisi asam pada bahan baku gula  dapat mempengaruhi karakteristik dari produk gula serta mempengaruhi jenis gula yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang nilai kalori yang terdapat pada 3 jenis produk gula aren, yaitu gula semut, gula cetak dan gula cair, pada pengkondisian pH gula madu yang berbeda. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan dengan perlakuan disesuaikan dengan pH gula madu, yang di ukur pada rentang pH 7.7; 5.9; 5.3; dan 4.5. Dari perlakuan pH tersebut dibuat produk gula cair, gula cetak dan gula semut. Pencatatan dilakukan terhadap kondisi pemasakan produk gula aren. Nilai kalori diukur menggunakan alat bom kalorimeter dengan merek IKA tipe C2000 Basic. Hasil pengamatan terhadap kondisi pemasakan produk gula aren menunjukkan bahwa suhu pemanasan pada pemasakan gula cair adalah 80°C, lama pemanasan 10 menit, rendemen berkisar antara 90.285-94%, dan total padatan akhir antara 75.8 – 77.5 Brix. Sementara itu, suhu pemasakan produk gula semut dan gula cetak ± 120-125°C, lama pemanasan sekitar 20-30 menit, rendemen berkisar antara 55.83 – 78%, dan total padatan akhir >93.5 Brix. Nilai kalori pada produk gula cair, gula cetak dan gula semut aren berada pada rentang 2704 – 3617 kalori/gr. Pada pengkondisian pH gula madu yang berbeda, nilai kalori dari produk gula aren memiliki selisih yang tidak terlalu jauh.Kata Kunci: Bom Kalorimeter, Gula Aren, Nilai Kalori
PLASTIK EDIBLE BERANTIOKSIDAN YANG DIEKSTRAK DARI BAWANG HITAM Shinta W Apriyani; Jalmi Sulistyorini; Alim M Nuryadi
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 12 No.1 Juni 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33749/jpti.v12i1.6446

Abstract

Biopolimer seperti polisakarida, protein dan lipida dapat dimanfaatkan sebagai bahan edible film atau edible coating, yang sering digunakan sebagai pelengkap atau pengganti kemasan tradisional. Pada edible film/coating juga sering ditambahkan active filler yang bersifat antimikroba dan atau antioksidan untuk meningkatkan kemampuannya melindungi bahan makanan yang dibungkus. Bawang hitam adalah bawang putih yang telah difermentasi dengan suhu dan kelembapan tinggi, cirinya dapat dilihat dari warnanya yang hitam, tekstur yang kenyal dan baunya yang tidak sekuat bawang putih segar. Proses fermentasi ini akan menghasilkan senyawa S-allyl sistein yang disebut sebagai antioksidan kuat. Penelitian ini ingin melihat karakteristik edible film yang ditambahkan antioksidan dari ekstrak bawang hitam. Penelitian ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu pembuatan ekstrak bawang hitam dilanjutkan dengan pembuatan edible film yang ditambahi ekstrak bawang hitam. Bawang hitam diperoleh setelah dipanaskan dalam suhu 70-80ºC selama 7 hari. Ekstrak bawang hitam yang diperoleh mempunyai aktivitas antioksidan 5 kali lebih tinggi dari bawang putih segar. Rancangan penelitian yaitu perlakuan penambahan ekstrak bawang hitam sebesar 0%, 1%, 2% dan 3% (v/v). Kemudian diuji dengan cara mengemas minyak kelapa tradisional dalam kemasan edible film untuk mengetahui kerusakan minyak selama penyimpanan. Pengemasan yang diuji adalah P0 (minyak dikemas dalam botol plastik), P1 (minyak dikemas dalam plastik klip), P2 (minyak dikemas dalam edible film tanpa penambahan bawang hitam), P3 (minyak dikemas dalam edible film penambahan bawang hitam 1%), P4 (minyak dikemas dalam edible film penambahan bawang hitam 2%) dan P5 (minyak dikemas dalam edible film penambahan bawang hitam 3%). Minyak kelapa tradisional diuji kadar air, asam lemak bebas dan bilangan peroksidanya pada hari ke-0, 5 dan 10. Edible film yang ditambahkan ekstrak bawang hitam dapat melindungi minyak kelapa tradisional dibandingkan kemasan botol plastik atau plastik klip. Dilihat dari parameter kadar air, asam lemak bebas dan bilangan peroksidanya, edible film yang ditambah ekstrak bawang hitam mempunyai beda nyata dibanding kemasan plastik.Kata kunci : asam lemak bebas, bilangan peroksida, edible film, ekstrak bawang hitam, kadar air, minyak kelapa tradisional
Indeks Kata Kunci Vol.12 No. 2 Desember 2020 Meity Tampinongkol
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 12 No. 2 Desember 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33749/jpti.v12i2.7065

Abstract

Page 9 of 11 | Total Record : 106