cover
Contact Name
Lyra Yulianti
Contact Email
lyra@sci.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lyra@si.unand.ac.id
Editorial Address
http://jmua.fmipa.unand.ac.id/index.php/jmua/index
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Matematika UNAND
Published by Universitas Andalas
ISSN : 2303291X     EISSN : 27219410     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Fokus dan Lingkup dari Jurnal Matematika FMIPA Unand meliputi topik-topik dalam Matematika sebagai berikut : Analisis dan Geometri Aljabar Matematika Terapan Matematika Kombinatorika Statistika dan Teori Peluang.
Arjuna Subject : -
Articles 858 Documents
PERBANDINGAN APROKSIMASI VARIASIONAL ANTARA DUA ANSATZ UNTUK SOLUSI SOLITON CERAH INTERSITE PADA PERSAMAAN SCHR O¨DINGER DISKRIT NONLINIER DENGAN PENAMBAHAN PARAMETER DRIVING Noverina Alfiany; Mahdhivan Syafwan; Muhafzan .
Jurnal Matematika UNAND Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.2.3.109-115.2013

Abstract

Persamaan Schr¨odinger Diskrit Nonlinier (SDNL) dengan penambahan parameter driving merupakan model persamaan yang lebih realistis dalam memodelkanfenomena perambatan serat optik. Hal yang menarik dari Persamaan SDNL ini adalaheksistensi solusi soliton yang dimilikinya. Dalam penelitian ini dikaji tentang hampiran solusi soliton cerah intersite dari persamaan SDNL dengan menggunakan metodeaproksimasi variasional (AV) untuk dua ansatz yang berbeda, katakanlah ansatz (1)dan ansatz (2). Solusi analitik dari kedua ansatz tersebut dibandingkan dengan solusinumeriknya. Diperoleh bahwa AV sangat baik dalam menghampiri solusi soliton untuknilai konstanta coupling yang semakin kecil serta nilai parameter driving yang semakinbesar. Hasil AV dari kedua ansatz juga menunjukkan bahwa hampiran solusi yang diperoleh sama bagusnya dalam menghampiri solusi numeriknya.
GRAF RAMSEY (3K2, 2P4) - MINIMAL Nadia Nadia; Lyra Yulianti; Narwen Narwen
Jurnal Matematika UNAND Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.8.1.219-223.2019

Abstract

Diberikan graf G dan H. Notasi F → (G, H) berarti bahwa pada sebarang pewarnaan merah-biru terhadap sisi-sisi graf F, terdapat subgraf G yang memuat semua sisinya merah, atau subgraf H yang memuat semua sisinya biru. Kemudian notasi F ∗ 9 (G, H) berarti bahwa terdapat pewarnaan merah-biru terhadap sisi-sisi graf F ∗, sedemikian sehingga tidak terdapat subgraf G yang semua sisinya merah dan subgraf H yang semua sisinya biru. Graf F dikatakan sebagai graf Ramsey (G, H) − minimal jika, (1) F → (G, H), (2) F ∗ 9 (G, H) dimana F ∗ := F − {e}, untuk setiap e ∈ E(F). Pewarnaan merah-biru yang tidak memuat subgraf merah G dan subgraf biru H didefinisikan sebagai pewarnaan − (G, H). Kelas yang memuat semua graf Ramsey (G, H)-minimal ditulis dengan R(G, H). Pada makalah ini akan diberikan syarat perlu untuk suatu graf yang menjadi anggota R(3K2, 2H) dengan H graf terhubung sebarang, dan mentukan graf yang menjadi anggota dari graf Ramsey (3K2, 2P4)−minimal.Diterima: Direvisi: Dipublikasikan :Kata Kunci: Graf Ramsey Minimal, Pewarnaan, 3K2
PEMODELAN KOMPETISI ANTAR BAHASA PADA KOMUNITAS MONOLINGUAL DAN BILINGUAL Tissa Putri Yunita; Mahdhivan Syafwan
Jurnal Matematika UNAND Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.5.1.108-115.2016

Abstract

Abstrak. Pada makalah ini dijelaskan tentang penurunan model kompetisi antar bahasapada komunitas monolingual dan bilingual. Model ini kemudian dibandingkan dengandata empiris penutur bahasa Gaelic di Ross and Cromarty Skotlandia untuk kasusmonoli-ngual dan data empiris penutur bahasa Melayu di Brunei untuk kasus bilingual.Dari hasil pencocokan model terhadap data, diperoleh nilai-nilai parameter yang cukupkecil yang membuat proporsi penutur bahasa Gaelic dan Melayu menurun secara signikandari tahun ke tahun sehingga terancam mengalami kepunahan.
EKSISTENSI SOLITON PADA PERSAMAAN KORTEWEG-DE VRIES Aulia Oktavia
Jurnal Matematika UNAND Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.3.1.9-16.2014

Abstract

Pada artkel ini dikaji penjelasan tentang eksistensi solusi soliton pada persamaan Korteweg-de Vries (KdV). Fokus pengkajian diutamakan pada penurunan solusisoliton, sifat-sifat persamaan KdV dengan memahami efek dispersi dan kenonlinierannya, dan interaksi dua soliton pada persamaan KdV.
PERAMALAN JUMLAH KEDATANGAN WISATAWAN MANCANEGARA KE SUMATERA BARAT MELALUI BANDARA INTERNASIONAL MINANGKABAU DENGAN MODEL SARIMA Prawati Ningsih; Maiyastri Maiyastri; Yudiantri Asdi
Jurnal Matematika UNAND Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.8.2.128-134.2019

Abstract

Jumlah kedatangan wisatawan mancanegara ke Sumatera Barat melalui Bandara Internasional Minangkabau cenderung mengalami perubahan di setiap tahunnya. Untuk mengetahui jumlah kedatangan wisatawan mancanegara di masa yang akan datang, dapat dilakukan dengan menggunakan model SARIMA. Model SARIMA merupakan model ARIMA yang mengandung unsur musiman. Model ini diaplikasikan untuk meramalkan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara pada periode Januari 2019 hingga Desember 2019. Hasil analisis data menunjukkan bahwa model SARIMA(1, 0, 1)(2, 1, 0)12 yang terbaik, dimana hasil pendugaan yang diperoleh tidak jauh berbeda dari data aktual.Kata Kunci: Wisatawan Mancanegara, Model SARIMA, Peramalan
PEMBUKTIAN BENTUK TUTUP RUMUS BEDA MAJU BERDASARKAN DERET TAYLOR Ade Putri; Radhiatul Husna
Jurnal Matematika UNAND Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.5.4.1-8.2016

Abstract

Abstrak. Pada artikel ini dibahas pembuktian bentuk tutup rumus beda majuberdasarkan deret Taylor untuk menghampiri secara numerik turunan pertama darifungsi satu variabel. Pembuktian bentuk tutup tersebut menggunakan sifat-sifat determinanmatriks Vandermonde dan beberapa manipulasi aljabar.Kata Kunci: Rumus beda maju, deret Taylor, turunan numerik, determinan matriksVandermonde
RAINBOW CONNECTION NUMBER PADA GRAF (3K6 ∗ W6, v) Fadillah Fadillah; Lyra Yulianti; Syafrizal Sy
Jurnal Matematika UNAND Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.7.3.43-46.2018

Abstract

Misalkan G = (V, E) adalah graf terhubung tak trivial. Definisikan pewarnaan c : E(G) → {1, 2, · · · , k} untuk suatu k ∈ N, dimana sisi yang bertetangga boleh diberi warna yang sama. Misalkan terdapat titik u dan v di G. Suatu lintasan-(u, v) di G dikatakan sebagai lintasan rainbow (rainbow path) jika semua sisi dalam lintasan-(u, v) tersebut memiliki warna yang berbeda. Graf G dikatakan bersifat rainbow connected terhadap pewarnaan c jika G memuat lintasan rainbow untuk setiap dua titik u dan v di G, sementara c dikatakan sebagai pewarnaan rainbow (rainbow coloring) dari G. Jika terdapat k warna yang digunakan dalam pewarnaan tersebut maka c dinamakan pewarnaan-k rainbow (rainbow k-coloring). Bilangan rainbow connection (rainbow connection number ) dari graf terhubung G, dinotasikan dengan rc(G), didefinisikan sebagai banyaknya warna minimum yang diperlukan untuk membuat graf G bersifat rainbow connected. Pada makalah ini akan ditentukan nilai bilangan rainbow connection dari graf yang merupakan hasil amalgamasi tiga graf lengkap, masing-masingnya dengan enam titik, 3K6, dengan graf roda W6, dinotasikan dengan graf (3K6 ∗ W6, v).Kata Kunci: Graf (3K6 ∗ W6, v), rainbow path, rainbow connection number
PENYELESAIAN MASALAH PEMROGRAMAN LINIER BILANGAN BULAT MURNI DENGAN METODE REDUKSI VARIABEL Pesti Novtaria; Susila Bahri
Jurnal Matematika UNAND Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.3.3.9-16.2014

Abstract

Pemrograman linier bilangan bulat merupakan bagian dari pemrograman linier dimana semua atau beberapa variabel keputusan berupa bilangan bulat. Pemrograman linier bilangan bulat murni adalah salah satu bentuk dari pemrograman linierbilangan bulat. Dalam penelitian ini akan dibahas bagaimana menyelesaikan masalahpemrograman linier bilangan bulat murni dengan menggunakan metode reduksi variabel.Penyelesaian masalah pemrograman linier bilangan bulat murni dengan menggunakanmetode reduksi variabel menghasilkan solusi optimal dengan semua variabel keputusanberupa bilangan bulat yang perhitungannya lebih mudah dan sederhana. Hal ini diperlihatkan melalui beberapa contoh yang diberikan.
PENENTUAN RAINBOW CONNECTION NUMBER PADA HASIL OPERASI CARTESIAN PRODUCT TERHADAP GRAF LINGKARAN DAN GRAF BIPARTIT LENGKAP DENGAN GRAF LINTASAN Resnita Yuri
Jurnal Matematika UNAND Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.6.1.148-152.2017

Abstract

Kata Kunci: Graf lingkaran, Graf lintasan, Graf bipartit lengkap, Rainbow connection number
BILANGAN KROMATIK LOKASI UNTUK JOIN DARI DUA GRAF Yuli Erita
Jurnal Matematika UNAND Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.2.1.23-31.2013

Abstract

Let f be a proper k-coloring of a connected graph G and = (V) bean ordered partition of V (G) into the resulting color classes. For a vertex v of G, thecolor code of v with respect to is dened to be the ordered k-tuplec(v) = (d(v; V1); d(v; V2); :::; d(v; V));where d(v; Vi) = minfd(v; x)jx 2 Vikg, 1 i k: If distinct vertices have distinct colorcodes, then f is called a locating coloring. The minimum number of colors needed in alocating coloring of G is the locating chromatic number of G, and denoted by (G). Inthis paper, we study the locating chromatic number of the join of some graphs.

Page 6 of 86 | Total Record : 858