cover
Contact Name
Berru Amalianita
Contact Email
berru@konselor.org
Phone
-
Journal Mail Official
frischa@konselor.org
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia)
ISSN : 25413163     EISSN : 25413317     DOI : -
Core Subject : Education,
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) ISSN: 2541-3317 (for electronic version) 2541-3163 (for print version). JPGI is a peer-reviewed, publishes research manuscripts in the field of education. The Focus and scope of the journals are to: 1) Provide a journal that reports research on topics that are of local and international significance across educational contexts 2) Publish manuscripts that are of local and International significance in terms of design and/or findings 3)Encourage collaboration by local and international teams of researchers to create special issues on these topics. JPGI published biannualy (May and October).
Arjuna Subject : -
Articles 408 Documents
Mengintegrasikan perspektif SDGs (tujuan pembangunan berkelanjutan) dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial untuk membangun kepedulian dan rasa tanggung jawab sosial Ekawati, Dayu; Surya Adnyani, Ni Luh; Sintya Wahyu Widyantari, Ni Putu; Susiani, Ketut
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2025): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/025727jpgi0005

Abstract

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) merupakan agenda global yang menekankan pentingnya tindakan kolektif untuk menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian dan tanggung jawab sosial kepada peserta didik sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana perspektif SDGs dapat diintegrasikan secara efektif dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah dan dokumen kebijakan pendidikan terkait implementasi nilai-nilai SDGs dalam pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi tema SDGs, seperti pengentasan kemiskinan, kesetaraan gender, dan aksi terhadap perubahan iklim, mampu meningkatkan kesadaran sosial, empati, dan partisipasi aktif siswa dalam kehidupan masyarakat. Strategi pembelajaran kontekstual, kolaboratif, dan berbasis proyek terbukti efektif dalam menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial. Dengan demikian, penguatan kurikulum IPS melalui perspektif SDGs menjadi langkah penting dalam membentuk generasi yang peduli, tangguh, dan bertanggung jawab terhadap masa depan berkelanjutan.
Integrasi pembelajaran IPS dan pendidikan sosial-emosional dalam menanggapi isu kekerasan seksual: telaah kontekstual berdasarkan SDGs 5 dan 16 Suciantari, Devi; Dewi, Melani Septia; Susiani, Ketut
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2025): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/025728jpgi0005

Abstract

Kekerasan seksual merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang berdampak luas dalam kehidupan sosial dan pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang terintegrasi dengan pendekatan Social Emotional Learning (SEL) dalam merespons isu kekerasan seksual, serta keterkaitannya dengan tujuan SDGs 5 (Kesetaraan Gender) dan SDGs 16 (Keadilan dan Perdamaian). Kajian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi IPS dan SEL mampu meningkatkan kesadaran gender, empati sosial, dan sikap anti-kekerasan pada peserta didik. IPS memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kesadaran sosial peserta didik melalui penguatan nilai-nilai kemanusiaan. Implikasi dari hasil kajian ini mendukung pentingnya reformasi kurikulum yang responsif terhadap isu-isu sosial dan kemanusiaan.
Analysis of the effectiveness of project-based learning in social studies learning to foster empathy and environmental awareness in elementary school students Ayu Erisha Putri, Ni Putu; Widi Artini, Komang Ayu; Susiani, Ketut
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2025): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/025741jpgi0005

Abstract

This research aims to apply the Project Based Learning (PjBL) learning model in Social Sciences (IPS) subjects at the elementary school level as an effort to increase students' empathy and environmental awareness to support the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) 13 related to action on climate change. This study was conducted using a literature review approach that included various scientific articles and relevant academic sources. The results of the study show that the PjBL model is effective in increasing student active participation, building concern for the environment, and developing social empathy. Through contextual projects related to environmental issues, students not only understand social studies concepts in a more meaningful way, but also internalize character values that support sustainable development. These findings reinforce the importance of integrating project-based learning approaches in social studies curricula to develop a generation that is environmentally conscious and globally competitive
Integrasi pendidikan sosial emosional untuk kesadaran lingkungan anak di sekolah dasar Sri Indrayanti, Ni Ketut; Widnyani, Wayan Ari; Susiani, Ketut
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2025): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/025742jpgi0005

Abstract

Perubahan iklim yang semakin nyata menuntut upaya kolektif lintas sektor, terutama pendidikan, untuk membentuk generasi sadar lingkungan sejak dini. Artikel ini membahas pentingnya integrasi pendidikan sosial emosional (PSE) dalam pembelajaran di sekolah dasar sebagai strategi menumbuhkan kesadaran lingkungan guna mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 13. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah terkait PSE, pendidikan lingkungan, dan implementasi Kurikulum Merdeka. Hasil analisis menunjukkan bahwa keterampilan sosial emosional, seperti empati dan tanggung jawab, berkorelasi positif dengan kesadaran lingkungan siswa. Integrasi PSE ke dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) secara tematik dan berbasis pengalaman terbukti efektif memperkuat pemahaman dan kepedulian siswa terhadap isu lingkungan. Faktor eksternal seperti pola asuh orang tua dan peran aktif guru turut mendukung keberhasilan implementasi PSE. Simpulan penelitian menegaskan bahwa penguatan PSE dalam pendidikan dasar berperan penting membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga peduli terhadap keberlanjutan bumi, sehingga mendukung tercapainya SDG 13 melalui aksi nyata di lingkungan sekolah.
Pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pembelajaran sekolah dasar kesiapan guru dan implikasi etis Edi Santosa, I Komang; Sudarsana, I Ketut; Putu Candra Prastya Dewi, Ni
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2025): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/025764jpgi0005

Abstract

Transformasi digital di pendidikan dasar pasca-COVID-19 mempercepat penggunaan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI). Penelitian ini menggunakan metode mixed-method untuk mengeksplorasi kesiapan guru serta tantangan dan solusi dalam mengadopsi AI. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner kepada 100 guru, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Hasil menunjukkan korelasi positif antara kesiapan guru dengan pelatihan dan akses teknologi. Tiga tantangan utama adalah keterbatasan infrastruktur, kurangnya pelatihan, dan kekhawatiran etis. Studi ini merekomendasikan dukungan kebijakan, pelatihan berkelanjutan, dan pengembangan panduan etis sebagai langkah krusial dalam pemanfaatan AI di sekolah dasar.
Pengaruh model project based learning berbasis profil pelajar pancasila dan motivasi belajar terhadap berpikir kreatif siswa sekolah dasar Hasibuan, Yullya Ardiny; Napitupulu, Efendi; Rahman, Arif
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2025): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/025913jpgi0005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan mengenai pengaruh model Project Based Learning (PjBL) yang diintegrasikan dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan tingkat motivasi belajar terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas V Sekolah Dasar. Hipotesis yang diajukan adalah bahwa terdapat pengaruh signifikan antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa, serta adanya interaksi di antara keduanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental) berbentuk faktorial 2×2. Sampel terdiri dari 52 siswa kelas V SD Negeri 084081 Kota Sibolga yang dibagi dalam dua kelompok: kelas eksperimen yang menggunakan model PjBL dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Instrumen penelitian meliputi tes esai untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif dan angket untuk mengukur motivasi belajar. Validitas isi instrumen dikonsultasikan dengan ahli dan diuji melalui analisis korelasi item-total, sedangkan reliabilitas diuji menggunakan koefisien Cronbach’s Alpha dengan hasil yang menunjukkan kategori tinggi. Data dianalisis menggunakan uji ANAVA dua jalur dengan bantuan SPSS versi 28. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) model pembelajaran PjBL berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa; (2) motivasi belajar juga memberikan pengaruh signifikan; dan (3) terdapat interaksi signifikan antara model pembelajaran dan motivasi belajar. Siswa dengan motivasi tinggi yang mengikuti pembelajaran PjBL menunjukkan skor tertinggi dalam kemampuan berpikir kreatif. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa PjBL yang terintegrasi dengan nilai-nilai P5 efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif, khususnya bagi siswa dengan motivasi belajar tinggi. Oleh karena itu, model ini direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran inovatif dalam mendukung pencapaian kompetensi abad ke-21 di jenjang sekolah dasar.
Peran pendidikan karakter untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam mata pelajaran agama islam rusmee sthapana Yazied, Nuralam
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2025): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/025956jpgi0005

Abstract

Kepercayaan diri memegang peranan krusial dalam mendukung keterlibatan akademik siswa, khususnya dalam konteks pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kontribusi pendidikan karakter terhadap penguatan kepercayaan diri siswa di Pondok Tahfizh Rusmee Sthapana, Thailand Selatan—wilayah dengan tantangan sosial budaya dan linguistik yang khas bagi siswa Muslim minoritas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif lapangan, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumentasi yang melibatkan guru PAI dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter seperti kejujuran, keberanian, kedisiplinan, dan tanggung jawab berhasil diinternalisasikan melalui aktivitas keagamaan harian, keteladanan guru, dan strategi pembelajaran interaktif. Guru PAI berperan tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan moral dan fasilitator emosional yang menciptakan ruang aman bagi siswa untuk mengekspresikan diri. Indikator keberhasilan yang terlihat antara lain meningkatnya partisipasi siswa dalam bertanya, berdiskusi, dan mengikuti kegiatan kelompok secara aktif. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan tantangan berupa keragaman bahasa, di mana sebagian besar siswa belum fasih berbahasa Indonesia sehingga menimbulkan hambatan komunikasi pada tahap awal. Hambatan ini diatasi melalui dukungan teman sebaya, alih kode bahasa, dan fleksibilitas guru dalam mengelola pembelajaran multibahasa. Kesimpulannya, pendidikan karakter di lembaga berbasis keagamaan dapat secara signifikan meningkatkan kepercayaan diri siswa apabila strategi yang digunakan bersifat responsif terhadap konteks budaya. Diperlukan pelatihan komunikasi antarbudaya bagi pendidik serta dukungan kelembagaan untuk memperkuat pedagogi berbasis karakter dalam ruang kelas multikultural.
Strategi pembelajaran pendidikan agama islam untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di sekolah menengah pertama Rhomadan, Syahru; Khairuddin, Khairuddin
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2025): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/026230jpgi0005

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh urgensi pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa di era abad ke-21, khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Swasta Muhammadiyah 48 Medan. Meskipun PAI esensial untuk pembentukan karakter, observasi awal menunjukkan siswa masih menghadapi kendala dalam mengaplikasikan pemikiran kritis. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya mengidentifikasi dan menganalisis strategi pembelajaran PAI yang mampu meningkatkan kompetensi tersebut. Penelitian ini mengadopsi metode kualitatif deskriptif dengan fokus pada studi lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pengajar PAI dan kepala sekolah di SMP Swasta Muhammadiyah 48 Medan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa strategi yang diimplementasikan mencakup pendekatan berbasis kasus dan metode pembelajaran aktif, seperti diskusi kelompok, sesi tanya jawab, dan presentasi. Pendekatan ini terbukti efektif dalam mendorong keterlibatan aktif siswa, merangsang penalaran, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis mereka. Meskipun ditemukan tantangan terkait manajemen diskusi dan motivasi siswa, semangat guru dan dukungan fasilitas sekolah menjadi pendorong utama keberhasilan. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa implementasi strategi berbasis kasus dan pembelajaran aktif di SMP Swasta Muhammadiyah 48 Medan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dalam PAI, meskipun perbaikan berkelanjutan diperlukan untuk mengatasi hambatan yang ada.