cover
Contact Name
Berru Amalianita
Contact Email
berru@konselor.org
Phone
-
Journal Mail Official
frischa@konselor.org
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia)
ISSN : 25413163     EISSN : 25413317     DOI : -
Core Subject : Education,
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) ISSN: 2541-3317 (for electronic version) 2541-3163 (for print version). JPGI is a peer-reviewed, publishes research manuscripts in the field of education. The Focus and scope of the journals are to: 1) Provide a journal that reports research on topics that are of local and international significance across educational contexts 2) Publish manuscripts that are of local and International significance in terms of design and/or findings 3)Encourage collaboration by local and international teams of researchers to create special issues on these topics. JPGI published biannualy (May and October).
Arjuna Subject : -
Articles 408 Documents
Pengembangan Modul Pembelajaran IPAS Berorientasi Tri Hita Karana Untuk Meningkatkan Karakter Peduli Lingkungan Siswa Kelas V Sekolah Dasar Alwi, Mijahamuddin; Sutajaya, Made; Suja, I Wayan
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 9 No. 1 (2024): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/023572jpgi0005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Berorietasi Tri Hita Karana untuk meningkatkan karakter peduli lingkungan siswa kelas V Sekolah Dasar.dalam kurikulum merdeka pembelajaran IPA dan IPS digabung menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), dengan harapan dapat memicu anak untuk dapat mengelola lingkungan alam dan sosial dalam satu kesatuan. Jenis penelitian ini adalah Research and Developmen (R&D) dengan mengacu pada mode pengembangan ADDIE. Subjek penelitian ini meliputi susbjek uji validitas Ahli Tampilan dan Ahli Materi yaitu Dosen dan Guru, susbjek keefektifan modul 10 orang siswa untuk uji coba terbatas dan 25 orang siswa pada saat uji coba lapangan. Pengumpulan data menggunakan instrumen validasi untuk ahli media dan materi serta angket respon siswa untuk uji coba terbatas dan uji coba lapangan. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kuantitatif dan teknik analisis data kualitatif. Hasil pengembangan modul menunjukkan bahwa hasi uji validitas ahli tampilan berada pada kategori “baik” dan hasil validasi berada pada kategori “Baik”. Kemudian data hasil uji coba skala kecil berada pada kategori “Baik” dengan presentase berada pada 79,4% dan data hasil uji coba lapangan berada pada kategori “ sangat Baik” dengan presentase berada pada 85,6%.  Dari hasil validasi ahli tampilan, ahli media serta angket respon siswa, maka modul pembelajaran IPAS berorietasi Tri Hita Karana untuk meningkatkan karakter peduli lingkungan siswa kelas V Sekolah Dasar yang dikembangkan telah valid, praktis dan efektif.
Elaboration of learning cycle 5E model and PJBL based on creative products and fun entrepreneurship through shutterstock application Moningka, Yudha; Aprilia, Nani; Isnaeni, Bekti
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 9 No. 3 (2024): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/023865jpgi0005

Abstract

PKK subject is a lesson about ethics, values, skills and attitudes in facing the challenges of life to obtain opportunities in various risks faced. The implementation of "Elaboration of Learning Cycle 5E Model and PjBL based on creative products and fun entrepreneurship through shutterstock application" as an effort to guide the learning process in accordance with the times of students to find business opportunities through mobile phones in the era of globalisation and industrial revolution  4.0. This descriptive research conducted at SMK Negeri 3 Penajem Paser Utara. Research subjects  were students of Livestock Agribusiness Class XI Phase F Even Semester, 2022/2023 academic year. The object research is learning by using the 5E model based on creative product projects and fun entrepreneurship. Data collection techniques through documentation and observation. Data analysis technique is descriptive analysis. The findings showed that the project contributed to improving students' understanding and practice of entrepreneurial values.
Pengembangan media literasi moderasi beragama menggunakan augmented reality di kalangan siswa sekolah menengah atas Ali, Muttaqin Kholis; Syahputra, Edy
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 9 No. 1 (2024): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/024498jpgi0005

Abstract

Peningkatan literasi moderasi beragama di kalangan siswa merupakan tantangan penting dalam pendidikan di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas media literasi moderasi beragama berbasis Augmented Reality (AR) dalam konteks pendidikan SMA. Mengingat peran teknologi dalam memperkaya pengalaman belajar, studi ini dirancang untuk mengeksplorasi potensi AR dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang moderasi beragama. Menggunakan desain quasi-eksperimental, penelitian ini melibatkan 211 siswa dari SMA Negeri 1 Tambangan, Sumatera Utara, yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Durasi intervensi adalah 8 minggu, dengan kriteria inklusi partisipan meliputi siswa yang telah mengikuti pendidikan agama selama minimal satu tahun dan tidak memiliki pengalaman sebelumnya dengan teknologi AR. Metode pengumpulan data meliputi kuesioner, observasi terstruktur, dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman literasi moderasi beragama pada kelompok yang menggunakan media AR (p < 0.001). Analisis regresi berganda mengidentifikasi frekuensi penggunaan, kemudahan penggunaan, dan kualitas konten sebagai faktor utama yang mempengaruhi efektivitas media AR. Observasi menunjukkan tingkat engagement yang lebih tinggi pada kelompok eksperimen, termasuk partisipasi aktif dan diskusi antar siswa. Analisis kualitatif mengungkapkan bahwa visualisasi konsep abstrak melalui AR membantu siswa memahami prinsip-prinsip moderasi beragama dalam konteks kehidupan nyata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media AR efektif dalam meningkatkan literasi moderasi beragama dan merekomendasikan integrasi teknologi ini dalam kurikulum pendidikan agama dan kewarganegaraan.
Efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan teknik sosiodrama untuk meningkatkan perilaku prososial peserta didik Nurmaliza, Nurmaliza; Syukur, Yarmis
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 9 No. 1 (2024): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/024642jpgi0005

Abstract

This research is based on the problem of low prosocial behavior of students. It is argued that students are more individualistic and self-centered than friends around them. The efforts made in improvingthe prosocial behavior of students are with group guidance services using sociodrama techniques.  The purpose of this study was to look at the effectiveness of group guidance services to improve the prosocial behavior of learners. The research method used is quantitative which uses Quasi Edesign with pre-test and   post-test control group design. The sample in this study was MTsN 2 Padang City students totaling 16 students with high, medium and low prosocial behavior categories. The instrument used in this study is a prosocial behavior instrument with a likert scale. The sampling technique   is used by purposive sampling. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Ranks Test and the Kolmogrof Smirnov 2 Independent Sample test with the help of SPSS version 2.0. The results of this study show that group guidance services using sociodrama techniques are effective in improving the prosocial behavior of students. The results of this study can be used as a reference in helping guidance and counseling service programs, especially using group guidance services with sociodrama techniques to improve the prosocial behavior of students.
Pengaruh penerapan program adiwiyata terhadap sikap kepedulian lingkungan pada siswa di sekolah dasar Setiawati, Ika; Susanto, Ratnawati
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 9 No. 1 (2024): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/024755jpgi0005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran sekilas tentang kesadaran lingkungan siswa kelas lima di SD Negeri Mangga Dua Selatan 05 sebagai bagian dari program Adiwiyata. Strategi penelitian kuantitatif berdasarkan kuesioner digunakan dalam penelitian ini. Sebanyak tiga puluh siswa kelas lima B menjadi populasi penelitian. Margin kesalahan 5% digunakan untuk sampel penelitian. Dalam penelitian ini, kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data. Pengujian instrumen penelitian, pengujian validitas, dan pengujian reliabilitas adalah teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini. Analisis uji persyaratan, uji linearitas, uji determinasi (uji r²), dan uji hipotesis (uji t) merupakan bagian dari proses pengujian. Sikap siswa terhadap isu lingkungan terbukti lebih tinggi di kelas yang menerapkan program Adiwiyata, dibandingkan dengan mereka yang berada di sekolah yang tidak menerapkannya. Semua kategori yang disertakan, program Adiwiyata menerima persentase rata-rata antara 66 dan 77 setelah hasilnya keluar. Sikap terhadap isu lingkungan, termasuk kepedulian, dinilai pada skala 66 hingga 77. Nilai signifikansi 0,003 < 0,05 dan hasil uji-t 3,227 > 1,70113 menunjukkan bahwa... Temuan tersebut mendukung penerimaan H_(a) dan penolakan H_o, yang menunjukkan bahwa program Adiwiyata memiliki dampak penting pada sikap kesadaran lingkungan siswa kelas lima di SDN Mangga Dua Selatan 05.
Persepsi siswa terhadap penerapan keterampilan mengajar guru Zuas, Ega Amalia; Susanto, Ratnawati
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 9 No. 1 (2024): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/024757jpgi0005

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur persepsi siswa terhadap kualitas pengajaran instruktur dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif seperti kuesioner wawancara terbuka yang disebarkan selama pertemuan wawancara langsung. Kendala dalam penelitian ini adalah guru di SD Duri Kosambi 02 belum efektif dalam mengendalikan kegiatan pembelajaran, khususnya dalam hal keterampilan mengajar. Hal ini terlihat dari metode pengajaran yang membosankan, kurangnya keterlibatan siswa, dan lingkungan belajar yang membosankan. Akibatnya, siswa menjadi kurang terlibat, kurang mau bertanya, dan tidak termotivasi dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, penting untuk melakukan penelitian tentang persepsi siswa terhadap interaksi pembelajaran dan keterampilan mengajar guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan membuatnya lebih efektif dan menyenangkan. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa siswa memiliki persepsi positif terhadap kemampuan guru untuk memulai dan menutup kelas, mengelola kelas, mengajukan pertanyaan, memberikan penguatan, menggunakan variasi dalam pengajaran, mengawasi diskusi kelompok kecil, dan mendidik kelompok kecil dan individu. Namun, terdapat perbedaan dalam persepsi terhadap penjelasan guru dan manajemen kelas, dengan beberapa siswa mengalami kesulitan memahami materi pelajaran, yang menunjukkan perlunya perhatian tambahan di area ini.
Pengaruh kegiatan ektrakurikuler terhadap minat belajar siswa di sekolah dasar Gabriella, Feronika; Halim, Abdul
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 9 No. 1 (2024): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/024824jpgi0005

Abstract

Minat  bisa diartikan juga sebagai keadaan seseorang menaruh ketertarikan kepada keinginan atau mendorong untuk belajar lebih banyak sehingga melakukan penelitian lebih lanjut. (Budi 2019). Untuk memahami apa yang dipelajari, diperlukan perhatian yang terfokus selama pembelajaran. Siswa sekarang dapat menyelesaikan tugas-tugas yang sebelumnya mustahil. Cara mereka berperilaku berubah. Seluruh kepribadian siswa baik kognitif, psikomotor, dan afektif dipengaruhi oleh perubahan perilaku tersebut.Kegiatan ekstrakurikuler atau ekstrakurikuler adalah kegiatan tambahan di luar jam sekolah yang dilaksanakan baik di dalam maupun di luar sekolah dengan tujuan untuk memperoleh lebih banyak pengetahuan, keterampilan, pengetahuan serta membantu membentuk kepribadian siswa sesuai dengan minatnya. dan bakat. . (Supiani, Muryati dan Saefulloh 2020). Menjelaskan bahwa koefisien garis regresi bernilai positif, maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh kegiatan ekstrakurikuler mempunyai pengaruh positif terhadap minat belajar siswa. Artinya semakin aktif ia mengikuti kegiatan ekstrakurikuler maka prestasi akademik siswa tersebut akan semakin baik dan sebaliknya semakin kurang aktif ia mengikuti kegiatan ekstrakurikuler maka siswa tersebut akan semakin kurang menikmati pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa hipotesis “Tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kegiatan ekstrakurikuler siswa” terhadap minat belajar siswa SD di Galatia 3 ditolak, oleh karena itu terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kegiatan ekstrakurikuler di SD . minat siswa dalam belajar. Galatia 3.
Strategi kepemimpinan kepala sekolah untuk mewujudkan merdeka belajar dalam konteks digitalisasi pendidikan kejururuan Arnov, Yoharmen; Ernawati, Ernawati; Mardizal, Jonni
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 9 No. 2 (2024): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/024897jpgi0005

Abstract

Digitalisasi pendidikan menghadirkan tantangan dan peluang baru bagi sekolah menengah kejuruan (SMK) dalam mempersiapkan lulusan yang siap kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi kepemimpinan kepala sekolah di SMKN 2 Kepulauan Mentawai dalam mendukung implementasi kebijakan Merdeka Belajar di era digital. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan staf, observasi kegiatan sekolah, serta analisis dokumen pendukung. Penelitian ini mengidentifikasi empat strategi utama, yaitu: (1) pengembangan visi kepemimpinan berbasis digital, (2) pembentukan budaya pembelajaran berbasis teknologi, (3) peningkatan kualitas dan aksesibilitas infrastruktur digital, dan (4) penerapan kepemimpinan adaptif yang responsif terhadap kebutuhan tenaga kerja di era industri 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan yang efektif dan inovatif tidak hanya meningkatkan kesiapan sekolah dalam menghadapi digitalisasi, tetapi juga memperkuat relevansi pendidikan kejuruan dengan kebutuhan pasar kerja. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan pendidikan kejuruan, terutama dalam merancang strategi implementasi Merdeka Belajar yang terintegrasi dengan digitalisasi
Pendidikan kejuruan dan tantangan globalisasi: perspektif strategi pengembangan tvet di negara berkembang Ningsih, Yullyani Sartika; Yanriko, Armizal; Jalinus, Nizwardi; Mardizal, Jonni
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 9 No. 2 (2024): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/024898jpgi0005

Abstract

Pendidikan Kejuruan dan Pelatihan Teknis (TVET) memainkan peran penting dalam mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten dan adaptif di era globalisasi. Namun, negara berkembang menghadapi berbagai tantangan dalam mengembangkan sistem pendidikan kejuruan yang relevan, termasuk keterbatasan infrastruktur, perubahan kebutuhan pasar kerja, dan dampak globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pengembangan TVET yang kontekstual, dengan mempertimbangkan dinamika ekonomi, sosial, dan politik di negara berkembang. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber akademik terbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran, kemitraan dengan industri, pengembangan soft skills, peningkatan kualitas tenaga pendidik, dan kebijakan pemerintah yang mendukung merupakan elemen kunci dalam pengembangan TVET. Strategi ini harus disesuaikan dengan kondisi lokal untuk memastikan efektivitasnya. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan merumuskan strategi pengembangan TVET yang adaptif dan berbasis bukti, yang dapat membantu negara berkembang dalam menghadapi tantangan globalisasi dan meningkatkan daya saing tenaga kerja mereka di pasar internasional. Abstrak ini juga menyertakan latar belakang data, seperti tingkat pengangguran tinggi di negara berkembang, kekurangan tenaga kerja terampil, dan dampak spesifik dari globalisasi, untuk memperkuat urgensi penelitian ini.
Pengelolaan mutu pendidikan berbasis kemitraan antara dunia usaha/industri dan sekolah menengah kejuruan (SMK) Yanriko, Armizal; Ernawati, Ernawati; Mardizal, Jonni
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 9 No. 2 (2024): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/024899jpgi0005

Abstract

Pendidikan Kejuruan dan Pelatihan Teknologi (TVET) di negara berkembang memainkan peran penting dalam pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan daya saing ekonomi. Di era perkembangan teknologi yang pesat, TVET harus mampu beradaptasi dengan perubahan di dunia industri, terutama terkait dengan digitalisasi dan otomatisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan TVET di negara berkembang dengan fokus pada kebutuhan untuk menyesuaikan kurikulum, metode pembelajaran, dan kebijakan pendidikan dengan konteks sosial, ekonomi, dan politik masing-masing negara. Meskipun demikian, masih terdapat gap dalam penelitian yang mengidentifikasi tantangan spesifik yang dihadapi oleh negara berkembang dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran TVET dan kesulitan dalam kolaborasi antara lembaga pendidikan dan industri. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka, di mana literatur dipilih berdasarkan kriteria tertentu seperti relevansi dengan topik, kualitas metodologi, dan kontribusi pada pemahaman mendalam tentang pengembangan TVET. Data dianalisis menggunakan model analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan kesimpulan utama dari literatur yang diulas. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan TVET yang efektif memerlukan kolaborasi erat antara lembaga pendidikan dan industri, pengintegrasian teknologi dalam proses pembelajaran, serta kebijakan yang responsif terhadap perubahan teknologi dan tuntutan pasar kerja. Temuan ini menyoroti pentingnya pembaruan kurikulum yang berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi sebagai langkah kunci dalam mempersiapkan tenaga kerja yang kompetitif. Penelitian ini menyarankan agar kebijakan pendidikan di negara berkembang lebih fokus pada pengembangan program TVET yang tidak hanya memadai dalam skala lokal tetapi juga relevan secara global. Implikasi dari hasil penelitian ini penting untuk meningkatkan kolaborasi antara sektor pendidikan dan industri dalam merancang kurikulum yang berfokus pada keterampilan berbasis industri dan digital, serta memperbarui kebijakan pendidikan untuk mendukung transformasi teknologi.