cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal (BNJ)
ISSN : 26548453     EISSN : 26855054     DOI : -
Core Subject : Health,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 57 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2025)" : 57 Documents clear
Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. T Umur 42 Tahun Dengan Risiko Umur, Obesitas Dan Anemia Ringan Di Puskesmas Kaliwadas Kabupaten Brebes Tahun 2024 Dewi Nur Baeti; Hafsah; Sri Mulyani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.95

Abstract

Latar Belakang: Menurut World Health Organization (WHO) penyebab kematian ibu di dunia meliputi preeklamsia, eklamsia, perdarahan, infeksi paska persalinan dan aborsi. Di ASEAN (Association Of South East Asia Nations) penyebab kematian ibu diantaranya yaitu preeklamsia, eklamsia, perdarahan dan infeksi. Di Indonesia kematian ibu disebabkan oleh perdarahan, hipertensi gestasional dan infeksi. Di Jawa Tengah kematian ibu disebabkan oleh hipertensi, perdarahan dan infeksi. Sedangkan di Puskesmas Kaliwadas tidak terdapat penyebab kematian ibu. Tujuan: Untuk mengetahui asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. T umur 42 tahun dengan risiko umur, obesitas dan anemia ringan di puskesmas kaliwadas kabupaten brebes tahun 2024. Metode Penelitian: Menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil: Berdasarkan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. T dari masa kehamilan sampai keluarga berencana ditemukan masalah kaki ibu bengkak, kehamilan dengan risiko umur, obesitas dan anemia ringan. Persalinan dengan sectio caesarea dan nifas dengan anemia sedang. Kesimpulan: Bahwa asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. T telah dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan. 
Penerapan Pengetahuan Mobilisasi Dini Dengan Tingkat Kemandirian Pasien Post Sectio Caesarea Di RSI Purwokerto Vian Putria Isma; Rahmaya Nova Handayani; Surtiningsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.96

Abstract

Pengetahuan adalah hasil mengetahui seseorang yang merasakan pada objek tertentu. Persepsi terjadi melalui panca inderaorang, termasuk indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan sentuhan. Mobilisasi dini pengertian kemampuan seseorang untuk bergerak secara bebas, mudah, dan teratur untuk memenuhi kebutuhan aktivitasnya serta Operasi caesar adalah suatu tindakan pembedahan dimana janin dilahirkan melalui sayatan pada dinding perut dan rahim. Tujuan untuk meningkatkan kemandirian pada pasien post sectio caesarea metode dengan adanya mobilisasi dini di RSI Purwokerto. Persiapan instrumen berupa leaflet, kuisoner serta lembar ceklis tentang pengetahuan tentang mobilisasi dini serta instrumen lembar observasi Activity Daily Living (ADL) untuk mengetahui tingkat kemandirian pasien post sectio caesarea. Hasil tingkat kemandirian sebagian pada 8 jam pertama ketergantungan sedang dengan jumlah 8 peserta (40,0%). Tingkat kemandirian pada 24 jam pertama seluruh dalam kategori ketergantungan ringan dengan jumlah 20 peserta (100,0%). Tingkat kemandirian paling tinggi dalam kategori ketergantungan ringan dengan jumlah 16 peserta (80,0%). Kesimpulan terjadi perubahan kemandirian pada pasien Sectio Caesarea
Kombinasi Relaksasi Benson Dan Aromaterapi Peppermint Terhadap Mual Muntah Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Dengan Spinal Anestesi Sindy, Sindy Amelia; Danang Tri Yudono; Emiliani Elsi Jerau
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.97

Abstract

Operasi caesar melibatkan pembuatan sayatan pada rahim dan dinding perut untuk melahirkan janin Operasi sesar saat ini banyak menggunakan anestesi tulang belakang karena keamanan, biaya rendah, keandalan, kemudahan penerapan, efektivitas langsung, dan kondisi bedah yang baik. Anestesi spinal menyebabkan berbagai efek samping, salah satunya ialah Postoperative Nausea and Vomiting (PONV). Relaksasi Benson sebagai teknik yang dipergunakan untuk meringankan mual pada pasien kanker, menawarkan banyak manfaat seperti meningkatkan ketenangan, meningkatkan kualitas tidur, serta mengurangi rasa khawatir. Penanganan mual serta muntah menggunakan intervensi nonfarmakologis yang efektif, salah satunya dengan memanfaatkan aromaterapi. Penelitian ini menerapkan penelitian kuantitatif dengan memanfaatkan desain pra-eksperimental yang ditandai dengan format pretest-posttest satu kelompok. Temuan penelitian ini mengungkapkan integrasi relaksasi Benson serta aromaterapi peppermint efektif mengurangi mual dan muntah pada pasien pasca operasi caesar. Hasil uji statistik memperlihatkan nilai p-value kurang dari 0,05.
Asuhan Keperawatan Pada Ny. S Dengan Diagnosa Medis Hiperglikemia Di Ruang HCU RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Melia Maida; Eza Kemal Firdaus
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.98

Abstract

Latar Belakang: Hiperglikemia terjadi ketika kadar glukosa darah meningkat melebihi kisaran normal, yaitu 80 hingga 90 mg/dl darah saat berpuasa atau 140 hingga 160 mg/100 ml darah saat tidak berpuasa. Perubahan metabolisme lipoprotein, peningkatan aktivitas protein kinase C, perubahan faktor pertumbuhan atau aktivitas sitokin, stres karbonil, aldose reduktase, stres oksidatif, hipoksia semu, hipoksia yang sesungguhnya, dan hiperglikemia, semuanya berperan. Tujuan: Salah satu tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan praktik keperawatan dalam konteks pasien hiperglikemia melalui penggunaan pendekatan keperawatan. Metode: Penilaian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, evaluasi, dan dokumentasi adalah langkah-langkah dalam proses keperawatan yang digunakan dalam metodologi penelitian ini melalui studi kasus kualitatif. Seorang pasien dengan hiperglikemia menjadi topik penelitian ini. Tanggal 6-7 Januari 2025, digunakan untuk penelitian ini di Rumah Sakit Prof. Hasil : Setelah dilakukan asukan keperawatan selama 2 hari kondisi pasien membaik, namun masalah keperawatan yang muncul belum semuanya teratasi. Kesimpulan : Selama dilakukan asuhan keperawatan 2 hari, semua masalah keperawatan belum teratasi, namun untuk kadar GDS membaik menjadi 145 mg/dL.
Skrining Kesehatan Mental Emosional Pada Remaja Menggunakan Fuzzy Inference System Haerullah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.99

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan mental merupakan keadaan kesehatan mental yang memungkinkan seseorang untuk melakukan hal yang terbaik, bisa kerja secara efektif dan berkontribusi dalam hal positif terhadap lingkungan, bahkan ketika menghadapi situasi kehidupan yang penuh dengan tekanan. Remaja termasuk salah satu kelompok umur yang rentan terhadap gangguan kesehatan mental. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengembangkan website yang mempermudah dalam melakukan skrining kesehatan mental pada remaja. Metode: Metode penelitian ini menggunakan menggunakan fuzzy inference system. Penelitian ini dilakukan di kampus, dengan objek penelitian remaja di Kelurahan Dadi Mulya, Kota Samarinda. Kesimpulan: Dengan menggunakan metode fuzzy inference system dapat diketahui gejala awal untuk remaja yang mengalami gejala kesehatan mental Normal, Borderline dan Abnormal. Mempermudah psikolog untuk mendeteksi level gejala depresi kesehatan mental pada remaja sehingga dapat meringankan tugas psikolog dan dapat mengelompokan langsung pada level tertentu. Untuk penelitian kedepan dapat digunakan metode lain sebagai perbandingan metode mana yang lebih baik.
Efektivitas Aplikasi WhatsApp sebagai Alat Bantu Pengambilan Keputusan dalam Meningkatkan Minat KB pada PUS di Puskesmas Ciamis Siti Rohmah; Siti Fatimah; Sri Heryani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan aplikasi WhatsApp sebagai alat bantu pengambilan keputusan (ABPK) dalam meningkatkan minat Pasangan Usia Subur (PUS) terhadap program Keluarga Berencana (KB) di Puskesmas Ciamis. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, yaitu one-group pretest-posttest design. Sampel penelitian terdiri dari 30 PUS yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan melalui WhatsApp dan dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif dan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam minat KB PUS setelah pemberian informasi melalui WhatsApp, dengan nilai p < 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan aplikasi WhatsApp sebagai ABPK efektif dalam meningkatkan minat KB pada PUS di Puskesmas Ciamis.
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan HIV/AIDS Terhadap Tingkat Pengetahuan Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Tempel Kabupaten Sleman Areta Maurindha; Nurul Soimah; Andri Nur Sholihah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.101

Abstract

Latar belakang : Angka kejadian HIV/AIDS di seluruh dunia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tahun 2023 DIY menemukan kasus baru HIV sebanyak 916 orang, kasus tertinggi berada di Kabupaten Sleman sebanyak 340 kasus. Kelompok usia remaja dengan kasus tertinggi pada rentang usia 20-29 tahun sebanyak 32,2%. Promosi kesehatan atau edukasi kesehatan seperti penyuluhan tentang penyakit HIV/AIDS bagi remaja sangat penting dilakukan. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penyuluhan kesehatan HIV/AIDS terhadap tingkat pengetahuan pada siswa kelas XI SMA N 1 Tempel. Metode : Penelitian ini menggunakan Eksperimental dengan desain penelitian one group pretest posttest design. Populasi kelas XI berjumlah 142 siswa, sampel yang digunakan sebanyak 59 siswa dengan teknik probability sampling kemudian dilakukan uji menggunakan wilcoxon test. Hasil : hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh penyuluhan kesehatan tentang HIV/AIDS terhadap tingkat pengetahuan siswa kelas XI di SMAN 1 Tempel dengan nilai p value = 0,001 < 0,05. Kesimpulan ada pengaruh penyuluhan kesehatan HIV/AIDS terhadap tingkat pengetahuan siswa kelas XI di SMAN 1 Tempel. Saran : Memberikan program sosialisasi HIV/AIDS pada remaja, menerapkan kegiatan esktrakulikuler yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi, bagi peneliti selanjutnya dapat menjadi kontribusi teori kemudian dikembangkan menjadi lebih sempurna.
Efektivitas Berbagai Intervensi Gizi dalam Penanggulangan Stunting pada Anak: Tinjauan Literatur Dedeng Nurkholik Sidik Permana; Nilawaty Uly; Andi Alim
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.102

Abstract

Stunting merupakan bentuk malnutrisi kronis yang berdampak serius terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan. Masalah ini memiliki penyebab yang kompleks, termasuk asupan gizi yang tidak memadai, infeksi berulang, sanitasi buruk, hingga rendahnya status sosial ekonomi. Artikel ini bertujuan untuk meninjau efektivitas berbagai intervensi gizi dalam penanggulangan stunting berdasarkan 39 artikel ilmiah yang dipublikasikan secara nasional dan internasional. Kajian ini mencakup intervensi spesifik gizi (seperti suplementasi dan makanan tambahan), serta intervensi sensitif gizi yang melibatkan sektor kesehatan, pendidikan, pertanian, dan sosial. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan berbasis komunitas, pelibatan kader kesehatan, inovasi digital seperti mHealth, edukasi gizi maternal, dan program multisektor dapat memberikan dampak signifikan terhadap penurunan prevalensi stunting, terutama jika dilakukan sejak masa pra-konsepsi dan selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Keberhasilan intervensi sangat ditentukan oleh kualitas implementasi, dukungan kebijakan, dan keterlibatan masyarakat. Oleh karena itu, strategi penanggulangan stunting perlu dilaksanakan secara terpadu, berkelanjutan, dan kontekstual agar mampu menciptakan perubahan jangka panjang yang bermakna.
Hubungan Kecemasan Pada Pre Anestesi Dengan Tekanan Darah Sebelum Tindakan Anestesi Di RS Marzoeki Mahdi Bogor Naufal Hafidh Bilhaq Nurjaman; Asmat Burhan; Wasis Eko Kurniawan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.103

Abstract

Keperawatan perioperatif  proses keperawatan yang berkaitan dengan pembedahan pasien. Fase pra operasi, fase intra operasi dan fase post operasi merupakan ketiga fase yang terdapat dalam keperawatan perioperatif. Waktu keperawatan perioperatif dimulai dari persiapan, proses sampai dengan pemulihan dari tindakan pembedahan. Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosi yang tidak menyenangkan berhubungan dengan kerusakan jaringan yang bersifat aktual dan potensial. Menurut American Association of Anestesiologist, anestesi merupakan pemberian obat yang menyebabkan hilangnya kesadaran dimana pasien tidak merespon meskipun diberikan stimulus yang menyakitkan. Tujuan Penelitian: Bagaimana hubungan kecemasan pre anestesi dengan tekanan darah sebelum tindakan anestesi pada pasien di RS Marzoeki Mahdi Bogor. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan metode survei, studi korelasional desain penelitian deskriptif restrospectif. Peneliti juga melakukan studi retrospektif dengan tujuan untuk mengidentifikasi. Karakteristik pasien pre operasi paling banyak responden memiliki usia kategori dewasa awal (26-35 tahun) sebanyak 25 responden (50,0%), lebih dari separuh responden memiliki jenis kelamin laki-laki 26 responden (52,0%). Rata-rata skor kecemasan adalah 22.42 dengan skor kecemasan terendah 16 dan skor kecemasan tertinggi adalah 27. Rata-rata tekanan darah sistolik adalah 143,26 mmHg dan rat-rata tekanan darah diastolik adalah 89,24 mmHg). Hasil uji spearman-rank didapatkan nilai p-value sebesar 0.000 (p-value < α) yang berarti ada hubungan kecemasan dengan tekanan darah sistolik pada pasien pre operasi dengan GA dan RA anestesi.
Gambaran Nyeri Tenggorokan Post Intubasi Endotrakeal Tube (ETT) Dan Laringeal Mask Airway (LMA) Dengan Anestesi Umum Di RSUD Cibabat Rayhan Fitra Ramadhan; Danang Tri Yudono; Linda Yanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.104

Abstract

Post–Operative Sore Throat (POST) menjadi salah satu keluhan yang paling sering dilaporkan pasien setelah general anestesi. Insidensi nyeri tenggorokan pasca operasi memiliki angka bervariasi sekitar 14,1%–50% pada pasien yang dilakukan ekstubasi. Tujuan: Mengetahui gambaran nyeri tenggorokan pasca operasi pada pasien yang mengalami anestesi umum dengan intubasi endotrakeal di Rumah Sakit Umum Daerah Cibabat Cimahi. Metode: penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang dilakukan dengan dengan pendekatan cross sectional. Pada penelitian ini penulis mengambil metode sampling No Random Sampling dengan teknik sampling purposive sampling. Bentuk analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisa univariat. Hasil: hasil penelitian ini menunjukan bahwa kejadian nyeri tenggorokan pasca intubasi intubasi ETT didapatkan sebanyak 15 orang tidak mengalami nyeri, 21 orang mengalami nyeri ringan, 7 orang mengalami nyeri sedang, dan 2 orang mengalami nyeri berat. Sedangkan pada intubasi LMA didapatkan 33 orang tidak mengalami nyeri, 10 orang mengalami nyeri ringan, 2 orang mengalami nyeri sedang dan tidak ada yang mengalami nyeri berat. Kesimpulan: Respon nyeri tenggorokan pasca intubasi terbanyak yaitu pada penggunaan endotracheal tube dibandingkan penggunaan laryngeal mask airway