cover
Contact Name
Sutaryono
Contact Email
sutar.on@gmail.com
Phone
+6282227110966
Journal Mail Official
sutar.on@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. Soekarno, Km.1 Klaten
Location
Kab. klaten,
Jawa tengah
INDONESIA
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi
ISSN : 20891458     EISSN : 26851229     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi is a collection of publication journals, covering a lot of common problems or issues related to the Pharmaceutical sciences, including Pharmacetics, Biopharmacy, Drug Delivery Systems, Pharmaceutical Physics, Pharmaceutical Chemistry, Pharmaceutical Technology, Pharmaceutical Biotechnology and Microbiology, Pharmacology and Toxicology, Pharmacokinetics, Clinical and Community Pharmacy, Pharmaceutical Regulation and Marketing, Herbal Medicine
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 9, No 1 (2018)" : 7 Documents clear
KARAKTERISASI KOMPLEKS INKLUSI KETOPROFEN-β-SIKLODEKSTRIN DENGAN ANALISIS FTIR DAN DSC Hidayati, Nurul; Murrukmihadi, Mimiek
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : CERATA Jurnal Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketoprofen termasuk dalam kelompok obat Biopharmaceutics ClassificationSystem (BCS) kelas II. Obat BCS kelas II bersifat sangat permiabel terhadap membranbiologis, namun menunjukkan kelarutan yang rendah dalam air sehinggamengakibatkan laju disolusinya rendah, absorbsinya kurang sempurna danbioavailabilitasnya pun rendah. Untuk meningkatkan kelarutan suatu obat yang sukarlarut dalam air salah satunya melalui kompleks inklusi sehingga dapat memperbaikikecepatan disolusi dan absorpsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuikarakteristik kompleks inklusi ketoprofen–β-siklodekstrin dengan Fourier TransformInfra Red (FTIR) dan Differential Scanning Calorimetry(DSC).Penelitian ini dilakukan dengan cara pembentukan kompleks inklusi ketoprofen–β-siklo dekstrin dengan rasio molar 1:2 menggunakan metode kneading. Hasil kompleksinklusi ketoprofen–β-siklo dekstrin kemudian dikarakterisasi dengan FTIR dan DSC.Hasil menunjukkan bahwa karakteristik kompleks inklusi ketoprofen–β-siklodekstrin dengan FTIR menunjukkan hilangnya gugus karbonil karboksilat dankarbonil keton pada ketoprofen dan karakteristik dengan DSC menunjukkan tidakmunculnya peaken dotermik yang menunjukkan telah terbentuknya kompleks inklusiketoprofen danβ-siklodekstrin.Kata Kunci : Ketoprofen, β-siklodekstrin, karakterisasi kompleks inklusi, FTIR, DSC
PENETAPAN KADAR KAFEIN PADA TEH OOLONG (Camellia sinensis) MENGGUNAKAN EKSTRAKSI REFLUK DENGAN METODE TITRASI BEBAS AIR Nur Romandhoni, Azzi; Arrosyid, Muchson
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : CERATA Jurnal Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teh merupakan minuman paling banyak dikonsumsi masyarakat setelah air.Konsumsi teh diperkirakan tidak kurang dari 120 ml setiap hari. Daun teh mengandungsenyawa kafein yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. kadar kafein dalam daunteh dipengaruhi oleh proses fermentasi dan ekstraksi daun teh. Penelitian ini merupakan penelitian laboratorium yang mengambil sampelsimplisia daun teh oolong (Camellia sinensis).Tujuan dari penelitian ini untukmengetahui kadar kafein pada teh oolong dengan ekstraksi refluk. Sampel positifmengandung kafein setelah diuji secara kualitatif menggunakan reaksimurexid.Ekstraksi dilakukan dengan metode refluk dan penentuan kadar kafein dilakukandengan metode Titrasi Bebas Air karena kafein merupakan basa lemah yang sukar larutdalam air. Kadar kafein yang didapat sebesar (1,060± 0,288)% .Kesimpulan dari penelitian ini adalah teh oolong secara kualitatif mengandungkafein, dan kadar kafein dalam teh oolong adalah (1,060 ± 0,288)%b/b.Kata Kunci : Kadar Kafein, TehOolong,Ekstraksi Refluk,Titrasi Bebas Air.
FORMULASI EKSTRAK ETANOL DAUN KATUK (Sauropus androgynuss (L.) Merr) DALAM SEDIAAN SABUN MANDI CAIR Marini, Marini; Rosyida, Anis
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : CERATA Jurnal Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun katuk (Sauropus androgynuss (L.) Merr.) mengandung senyawa kimiaflavonoid yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untukmembuat formulasi sediaan sabun mandi cair darizat aktif ekstrak etanol daun katukdengan konsentrasi 0,02 g (F1); 0,04 g (F2) dan 0,06 g (F3) yang sesuai dengan kriteriaStandar Nasional Indonesia (SNI) 06-4085-1996. Pengujian terhadap sediaan sabun cairdisesuaikan dengan syarat ketentuan SNI yang meliputi uji organoleptik, pH, tinggi dankestabilan busadan bobot jenis. Dari hasil evaluasimenunjukan bahwa pada uji organoleptik, pH serta tinggi dankestabilan busa memenuhi syarat (SNI,1996) pada konsentrasi 0,02, 0,04 dan 0,06sedangkan pada pengujian bobot jenis pada konsentrasi 0,02, 0,04 dan 0,06 tidakmemenuhi peryaratan (SNI,1996).Sehingga sediaan formulasi ektrak etanol daun katukdengan konsentrasi 0,02 gram adalah sediaan sabun cair ektrak etanol daun katuk yangterbaik.Kata Kunci : Daun katuk(Sauropus androgynuss (L.) Merr.), antioksidan, flavonoid,sabun mandi cair.
POTENSI INTERAKSI ANTIBIOTIK DENGAN OBAT PENYERTA PADA PERESEPAN PASIEN ISPA DAN PPOK Budi Santoso, Setiyo; Azalea, Metty
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : CERATA Jurnal Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dan penyakit paru obstruktif kronis(PPOK) merupakan prevalensi dominan pada penyakit gangguan pernafasan.Penyandang gangguan pernafasan merupakan kelompok terbesar yang memperolehperesepan antibiotik. Mayoritas populasi tersebut memperoleh antibiotik sebagai terapiutama. Publikasi terkait profil interaksi obat yang melibatkan antibiotik pada populasiinfeksi pernafasan tersedia secara terbatas. Penelitian inimengidentifikasi potensikejadian interaksi antibiotik dengan obat penyerta pada penderita infeksi pernafasan. Pengumpulan data secara retrospektif terhadaplembar resep penderita infeksipernafasan yang menerima pelayanan di poliklinik rawat jalan Balai KesehatanMasyarakat Wilayah Magelang. Pemilihan sampel secara interval terhadap resep selamabulan Januari hingga Desember 2017. Analisis interaksi obat menggunakan aplikasiyang tersedia secara online melalui alamathttp://www.drugs.com/druginteractions.html.Instrumen tersebut mengelompokkaninteraksi obat berdasarkan 3 kategori; major,moderate, danminor.Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 80,8% resep melibatkan antibiotikdalam terapi. Peresepan antibiotik yang berpotensi mengalami interaksi obat sebanyak2,7%. Potensi interaksi obat kategori major terjadi pada peresepan levofloksasin yangdisertai obat deksametason (0,4%) dan metilprednisolon (0,2%). Interaksi obat kategorimoderate terjadi pada peresepan; eritromisin yang disertai deksametason (1,3%),azitromisin yang disertai terfenadine (0,2%) atau salbutamol (0,6%). Hasil penelitian iniakan menambah referensi bagi klinisi dalam upaya pengendalian resistensi mikrobaterhadap antibiotik.Kata kunci : Interaksi Obat, Antibiotik, ISPA, PPOK
ANALISIS KANDUNGAN ZAT BESI (Fe) PADA DAUN KELOR (Moringa oleiferaLam.) DI DESA KEPOSONG, MUSUK, BOYOLALI DENGAN SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Arsy Annisa, Maharani; Nurhaini, Rahmi; Hana Mustofa, Choiril
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : CERATA Jurnal Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola dan gaya hidup masyarakat modern sering mengesampingkan pentingnyakesehatan, salah satunya yaitu dengan mengonsumsi makanan siap saji. Meskipunmudah diperoleh, makanan siap saji memiliki kandungan nutrisi yang rendah. Sehinggabanyak masyarakat yang kekurangan gizi, terutama zat besi (Fe), yang dapatmenyebabkan berbagai penyakit dan membahayakan kesehatan.Kelor (Moringa oleiferaLam.) telah diperkenalkan oleh WHO sebagai salah satu pangan alternatif untukmengatasi masalah gizi (malnutrisi). Salah satu kandungan gizi yang terdapat dalamkelor (Moringa oleiferaLam.) adalah zat besi (Fe).Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keberadaan zat besi (Fe) pada daunKelor (Moringa oleifera Lam.) yang tumbuh di Desa Keposong, Musuk, Boyolali.Penelitian dilakukan metode destruksi basah menggunakan microwave dan analisiskuantitatif dengan alat Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) pada panjang gelombang248,3 nm dengan nyala udara-asetilen.Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa daun kelor (Moringa oleifera Lam.)positif mengandung zat besi (Fe). Hasil pembacaan SSA untuk larutan standar Fediperoleh regresi linear y = 0,0204x + 0,0012 dengan koefisien korelasi (R) 0,997. Danhasil pembacaan sampel dari replikasi I, II dan III berturut-turut yaitu 43,836 mg/kg,77,919 mg/kg, dan 61,262 mg/kg sehingga diperoleh rata-rata kandungan zat besi (Fe)sebanyak 61,006 mg/kg.Kata kunci: Zat Besi (Fe), Daun Kelor ( Moringa oleiferaLam.), Destruksi Basah,Spektrofotometri Serapan Atom.
FORMULASI PERMEN JELLY BUNGA TURI (Sesbania grandiflora.L) DENGAN VARIASI KADAR GELATIN DAN KARAGENAN Deti Andasari, Sholikhah; Zukhri, Saifudin; Nurjanah, Prihatin
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : CERATA Jurnal Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunga Turi memiliki kandungan vitamin A, B, C, karbohidrat, protein dankandungan gizi lainnya. Bunga turi juga memiliki efek immunomodulator danantioksidan. Bunga turi dapat digunakan sebagai bahan pembuatan permen jelly. Tujuandari penelitian ini adalah untuk mengetahui perngaruh variasi gelatin dan karagenanterhadap kualitas permen jelly serta untuk mengetahui konsentrasi gelatin dankaragenan yang tepat dalam pembuatan permen jelly. Konsentrasi gelatin yang digunakan 12%, 13%, 14% dan konsentrasi karagenanyang digunakan 3,5% dan 4%. Pengujian kualitas permen jelly meliputi organoleptis,kadar air, kadar abu, dan gula reduksi. Data yang diperoleh diuji menggunakanANOVA dilanjutkan dengan uji LSD jika menunjukkan adanya beda nyata padaperlakuan.Hasil penelitian menunjukkan penambahan gelatin dan karagenan berpengaruhterhadap hasil kadar air dan kadar abu permen jelly bunga turi. Permen jelly bunga turiperlakuan terbaik berdasarkan uji kesukaan responden yaitu permen jelly denganpenambahan gelatin 12% dan karagenan 4%. Rerata kadar air 10.1014%; kadar abu1.0315%; dan gula reduksi 2.5542%. Kadar air, kadar abu, dan gula reduksi permenjelly bunga turi sudah memenuhi syarat mutu SNI 3547.2-2008, yaitu dengan kadar airmaksimal 20.0%; kadar abu maksimal 3.0%; dan gula reduksi maksimal 25.0%.Kata Kunci: Bunga Turi (Sesbania grandiflora L.), gelatin, karagenan, permen jelly
UJI EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PASTA GIGI EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK (Musaparadisiaca. L) SEBAGAI PEMUTIH GIGI Maesaroh, Imas; Nurhayati, Euis
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : CERATA Jurnal Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara empirik diketahui bahwa kulit pisang kepok kuning dapat memutihkangigi. Telah dilakukan penelitian uji efektivitas penggunaan pasta gigi ekstrak kulitpisang kepok (Musa paradisiaca L.) sebagai pemutih gigi. Penelitian ini dilakukanuntuk mengetahui formula pasta gigi ekstrak kulit pisang kepok yang efektif dalammemberikan perubahan warna pada gigi. Pada penelitian ini digunakan gigi sapisebanyak 20 buah yang dibagi dalam 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif(Formula Basis Pasta Gigi{F0}), kelompok perlakuan (Formula Pasta Gigi EkstrakKulit Pisang Konsentrasi 10%{F1} dan Formula Pasta Gigi Ekstrak Kulit PisangKonsentrasi 15% {F2}) dan kelompok kontrol positif (Pasta Gigi PembandingMerk Zact {F3}). Setiap gigi direndam dalam teh terlebih dahulu selama 7 hariuntuk menguningkan gigi. Hasil pengamatan dianalisis secara kualitatif menggunakan metode ShadeGuide kemudian dianalisis secara statistik menggunakan metode one-way anova.Dari hasil pengamatan secara kualitatif dengan alat Shade Guide, didapatkan bahwapasta gigi ekstrak kulit pisang mampu memberikan perubahan pada warna gigi. Hasil analisis secara statistik pasta gigi kulit pisang dengan konsentrasi 15%memiliki efektivitas yang signifikan sebagai bahan alami pemutih gigi.Kata kunci: Kulit pisang, Gigi sapi, Pasta gigi, Warna gigi, Shade Guide

Page 1 of 1 | Total Record : 7