cover
Contact Name
Heni Indrayani
Contact Email
jurnal.audience@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
heni.indrayani@dsn.dinus.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Audience
ISSN : 26208393     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Audience, Journal of Communication Studies is a scientific journal published by Dian Nuswantoro University. Audience journal publishes original papers, review papers, conceptual framework, analytical and simulation models, case studies, and empirical research. Audience journal aims to develop and communicate widely the development of creative media and business communication both theoretical and pragmatic. Audience journal publishes papers in the fields of journalism, mass media industries, broadcasting media issue, new media studies, media ethics, political communications, media law, strategic communications management, social marketing, political marketing, political campaign, public relations. Audience journal is published both in print and online versions. Audience journal published twice a year, in February and August.
Arjuna Subject : -
Articles 144 Documents
Komunikasi Pemasaran Terpadu Usaha Kecil Menengah Air Isi Ulang di Panti Asuhan Siti Khadijah Al-Kubro Jakarta Fatimah Fatimah
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 9 No. 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v9i1.15051

Abstract

Usaha kecil dan Menengah Panti Asuhan Siti Khadijah meliputi usaha air isi ulang, usaha ini dipicu adanya keterbatasan donatur pada anak asuh di lingkungan Panti Asuhan Siti Khadijah saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia dan dunia. Hal ini lah yang menginisiasi pengurus untuk memanfaatkan bantuan air isi ulang dari PT. INDOSIAR untuk mendapatkan uang lebih agar dapat mandiri tanpa menggantungkan dari para donator. Penjualan air isi ulang dinilai telah mencukupi kebutuhan Panti, namun disisi lain ada hal ingin memperluas jaringan usaha kecil ini lebih luas. Untuk itulah diperlukanbagaimana memanfaatkan komunikasi pemasaran Terpadu. Mengetahui strategi dalam mempertahankan UMKM air isi ulang pada lembaga nonprofit. Tujuan penelitian ini adalah memberikan pengetahuan bagaimana lembaga nonprofit mengelola usaha kecil menengahnya agar bermanfaat bagi operasional lembaga tersebut. Metode yang digunakanadalah kualitatif, desain penelitian studi kasus. Pengambilan data melalui observasi dan wawancara serta triangulasi. Pengambilan data dilakukan secara wawancara dengan pengurus pada panti asuhan Siti Khadijah Al-Kubro Jakarta. Hasil Penelitian yang didapat dengan adanya komunikasi pemasaran terpadu, membuat usaha kecil menengah mampubertahan di tengah maraknya pesaing dengan menerapkan komunikasi pemasaran terpadu menggunakan penjualan langsung, penjualan pribadi dan Word OF Mouth (WOM) mengingat panti asuhan sebagai lembaga nonprofit. Kata Kunci: Komunikasi Pemasaran Terpadu; UMKM; Panti Asuhan Siti Khadijah AlKubro
Instagram’s Usage on Spreading Awareness in Politics Among Youth During Demonstration Kezya Putri Adilah; Detta Rahmawan; Kunto Adi Wibowo
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 9 No. 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v9i1.15352

Abstract

The ever growing usage of Instagram among youths and its role in the dissemination of political information is the main focus of this research. This study aims to answer the following question: How does Instagram usage, exposure to political content and feature usage influence political awareness and indirect political participation among youth during political demonstration? This research uses a quantitative approach with a survey method. The data was collected from 120 undergraduate students from Padjadjaran University who are active users of Instagram and was analyzed using Partial Least Squares-Structural Equation Modelling (PLS-SEM). The results of this research showed that exposure to political content on Instagram has a significant influence towards indirect political participation, such as spreading political awareness. On the other hand, Instagram usage intensity and the feature usage of Instagram did not show a significant influence on political awareness nor indirect political participation. These findings indicate that youths’ political engagement on social media is more influenced by the content that they encounter compared to the frequency of the platform usage itself. Therefore, this research highlights the importance of the political content’s role in encouraging indirect political participation among youths through social media.Keywords: Instagram; Social media; Political awareness; Political participation
Strategi Kampanye dan Branding Politik Agustina Wilujeng Pramestuti Melalui Instagram dalam Meraih Suara Gen Z Kota Semarang pada Pemilihan Walikota Mazaya Chika Savitri; Nurul Hasfi
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 9 No. 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v9i1.15581

Abstract

Beberapa kepala daerah membangun branding politik melalui media sosial sebagai salah satu strategi kampanye. Salah satunya dilakukan oleh Agustina Wilujeng Pramestuti sebagai calon walikota Semarang. Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahu bagaimana branding politik Agustina Wilujeng Pramestuti melalui akun Instagramnya @agustinawilujengp untuk meraih suara Gen Z di kota Semarang dalam pilkada. Selain itu, mendeskripsikan strategi kampanye yang diterapkannya untuk Gen Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif sebagai metode penelitian dan menerapkan teori strategi kampanye dari Hafied Cangara dalam lima tahapan serta konsep model marketing politik dengan empat langkah dari Mahfudhi & Khamdiyah. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti menggunakan wawancara dengan pemilih muda Gen Z, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan jika strategi kampanye yang dilakukan oleh Agustina Wilujeng Pramesti diterapkan dalam lima langkah yaitu, menentukan komunikator sebagai penyampai pesan, menetapkan target audiens, membuat dan menyampaikan pesan kampanye, menentukan media saluran pesan, dan produksi media yang mudah diakses oleh audiens. Selain itu, branding politik yangdigunakan melalui akun Instagram menerapkan model marketing politik yaitu kebijakan, figur, partai dan presentasi diri. Dengan mengimplementasikan teori dan konsep model di atas, disimpulkan jika subyek penelitian Agustina Wilujeng Pramestuti berhasil mendapatkan suara dari Gen Z di kota Semarang. Kata Kunci: Agustina Wilujeng Pramestuti; Branding Politik; Gen Z; Instagram; Strategi Kampanye
Strategi Personal Branding Lilis Nuryani Dalam Membangun Citra Politik Di Instagram Pada Pilkada Kebumen 2024 Wafirotul Masfuah; Ulfah Rosyidah
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 9 No. 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v9i1.15803

Abstract

Perubahan demokrasi keterwakilan ke demokrasi langsung telah merubah secara fundamental bagaimana kandidat atau aktor politik berkomunikasi dengan pemilih. Menguatnya personalisasi politik sebagai konsekuensi demokrasi langsung yang ditandai dengan kecenderungan pemilih berdasarkan preferensi figur daripada partai, menyebabkan para kandidat berlomba-lomba meraih simpati pemilih dengan membentuk citra dan menaikkan popularitas. Di era media sosial, personal branding menjadi strategi penting bagi para politisi untuk meningkatkan citra publik mereka di tengah ketatnya persaingan dan semakin selektifnya publik dalam memilih kandidat. Penelitian ini mengkaji strategi personal branding yang dilakukan oleh Bupati Kebumen terpilih, Lilis Nuryani selama masa kampanye Pilkada 2024 di Instagram. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menunjukkan bahwa Lilis Nuryani cukup berhasil dalam membentuk citra politiknya di Instagram melalui strategi personal branding Circle-P; kompetensi (competency), konektivitas (connectivity), kreativitas (creativity), kontribusi (contribution), dan kepatuhan (compliance). Strategi personal branding dengan pesan yang konsisten dan beresonansi dengan pemilih terbukti mampu meningkatkan kepercayaan dan kredibilitas. Penelitian ini memiliki keterbatasan dikarenakan analisis hanya dilakukan berdasarkan unggahan konten yang diposting di instagram. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggabungkan teknik pengumpulan data yang lebih kompleks seperti wawancara mendalam dengan tim kampanye Lilis dan juga tim media sosialnya untuk mendapatkan gambaran yang lebih mendalam mengenai strategi personal branding Lilis di media sosial. Kata kunci: Citra Politik; Instagram; Media Sosial, Personal Branding; Pilkada
Stereotip Penyandang Disabilitas Dalam Pemberitaan Media Online Suaramerdeka.Com Rezandi Ciptadewa; Nurul Hasfi
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 9 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v9i2.15058

Abstract

Penelitian ini mengkaji stereotip penyandang disabilitas dalam pemberitaan media online lokal melalui studi pada Suaramerdeka.com. Permasalahan utama penelitian ini adalah bagaimana stereotip terhadap penyandang disabilitas diproduksi dan direproduksi dalam pemberitaan media online. Penelitian menggunakan paradigma kritis dengan metode Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough yang mencakup tiga dimensi analisis, yaitu teks, praktik wacana, dan praktik sosiokultural. Corpus penelitian terdiri atas empat berita yang dipublikasikan pada periode Desember 2023 hingga Januari 2024. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, wawancara mendalam dengan Redaktur Pelaksana Suaramerdeka.com pada Februari 2024, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberitaan Suaramerdeka.com mereproduksi tiga bentuk stereotip dominan, yaitu stereotip subordinasi, dikotomi normal dan tidak normal, serta sentimentalisme berlebihan. Kelompok disabilitas lebih sering diposisikan sebagai objek emosional dibanding subjek yang memiliki suara dan perspektif sendiri. Reproduksi stereotip tersebut tidak hanya terjadi pada level teks berita, tetapi dipengaruhi oleh logika media online yang mengutamakan nilai emosional dan daya tarik konsumsi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dengan mengintegrasikan Analisis Wacana Kritis Fairclough, teori strukturasi media, dan konsep hegemoni media untuk mengkaji representasi kelompok minoritas di media online lokal Indonesia.
Pengaruh Content Marketing Erspo di Instagram terhadap Keputusan Pembelian Apparel Timnas Indonesia Deni Arya Saputra; Oktaviana Purnamasari
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 9 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v9i2.15703

Abstract

Media sosial telah mengubah strategi komunikasi pemasaran dengan menempatkan konten sebagai unsur utama dalam membentuk persepsi dan perilaku konsumen. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh content marketing Erspo di Instagram terhadap keputusan pembelian apparel Tim Nasional Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatif. Data dikumpulkan melalui survei daring terhadap 125 responden yang mengikuti akun Instagram @erspo.official dan memenuhi kriteria purposive sampling. Variabel content marketing diukur berdasarkan dimensi credible, shareable, useful or fun, interesting, relevant, different, dan on brand, sedangkan keputusan pembelian diukur melalui tahapan problem recognition, information search, evaluation of alternatives, dan purchase decision. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, regresi linier sederhana, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa content marketing Erspo di Instagram berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, dengan nilai t hitung 23,59 dan R² sebesar 0,820. Temuan ini menunjukkan bahwa konten yang relevan, konsisten dengan identitas merek, informatif, dan menarik memiliki peran kuat dalam mendorong keputusan pembelian konsumen apparel berbasis identitas nasional. Penelitian ini memperkuat kajian komunikasi pemasaran digital dan memberikan implikasi praktis bagi pengembangan strategi konten merek lokal nasional.
Efektivitas Influencer Lokal dalam Strategi Promosi Pariwisata Digital di Kota Surakarta Jahid Syaifullah; Jiratallah Arram Dhani; Ali Arif Setiawan
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 9 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v9i2.16032

Abstract

enelitian ini mengkaji efektivitas influencer lokal sebagai agen promosi pariwisata digital di Kota Surakarta menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) dengan desain convergent parallel. Penetrasi internet di Pulau Jawa yang mencapai 84,69%, tertinggi di antara seluruh wilayah Indonesia (APJII, 2025), turut mendorong tingginya keterhubungan digital di kawasan Solo Raya wilayah aglomerasi perkotaan berpenduduk sekitar 6,8 juta jiwa yang mencakup Kota Surakarta dan enam kabupaten penyangganya (Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten) sehingga membuka peluang strategis bagi pelaku industri pariwisata untuk memanfaatkan influencer lokal sebagai alternatif promosi yang autentik dan berbasis kearifan budaya Jawa. Fase kuantitatif menggunakan survei terhadap 267 responden yang dianalisis dengan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui SmartPLS 4 dan IBM SPSS Statistics 26, sementara fase kualitatif menggali perspektif 18 informan melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD). Landasan teoretis mengintegrasikan Elaboration Likelihood Model (ELM), Parasocial Interaction Theory, dan Theory of Planned Behavior (TPB). Hasil SEM-PLS menunjukkan bahwa kredibilitas influencer lokal (β = 0,312; f² = 0,142; p < 0,001) dan kualitas konten digital berbasis budaya (β = 0,287; f² = 0,118; p < 0,001) merupakan prediktor terkuat minat kunjungan (R² = 0,637; Q² = 0,401). Parasocial Interaction terbukti memediasi secara parsial hubungan kredibilitas dan minat kunjungan (β = 0,076; p = 0,002). Temuan kualitatif mengonfirmasi bahwa micro-influencer lokal (10.000–50.000 pengikut) lebih efektif dibandingkan macro-influencer dalam membangun kepercayaan audiens berbasis kedekatan kultural. Triangulasi melalui matriks joint display menghasilkan model kolaborasi influencer–pengelola destinasi yang dapat dijadikan rujukan kebijakan promosi pariwisata digital di Kota Surakarta dan kawasan Solo Raya.
Nongkrong Digital Kalangan Muda Indonesia melalui Live Streaming Marapthon Season the Last Tale Melisa Oktaviani; Keren Vanesya; Emmanuella Patricia; Helen Diana Vida; Silvia Nevane Paramasari
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 9 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v9i2.16503

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena pergeseran budaya bersosialisasi kalangan muda Indonesia dari ruang fisik menuju ruang virtual melalui perkembangan media digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola euphoria nongkrong digital kalangan muda Indonesia melalui live streaming Marapthon Season the Last Tale berdasarkan empat pilar konten menurut Lon Safko dan David K. Brake (2009), yaitu komunikasi, hiburan, edukasi, dan kolaborasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis konten terhadap tayangan live streaming Marapthon Season the Last Tale selama 100 hari di platform YouTube. Data primer diperoleh melalui observasi non-interaktif terhadap tayangan live streaming serta interaksi yang terjadi antara kreator dan audiens. Data sekunder diperoleh melalui studi pustaka dan dokumentasi berupa tangkapan layar, live chat, pesan donasi, serta metrik interaksi audiens. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan studi pustaka, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, pengelompokan berdasarkan empat pilar konten, interpretasi pola interaksi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi empat pilar konten membentuk pola euphoria nongkrong digital melalui keterlibatan audiens secara berkelanjutan. Pola komunikasi terlihat melalui interaksi dua arah kreator dan audiens melalui fitur live chat dan donasi. Pola hiburan muncul melalui aktivitas spontan dan keseharian kreator yang menciptakan suasana kebersamaan virtual. Pola kolaborasi terlihat melalui kehadiran guest star yang memperluas dinamika sosial dalam tayangan, sedangkan pola edukasi hadir melalui penyampaian informasi dalam format ringan dan interaktif. Penelitian ini menegaskan bahwa live streaming Marapthon Season the Last Tale tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga mampu membangun ruang nongkrong digital yang cair, adaptif, dan interaktif bagi kalangan muda Indonesia.
Indonesian Netizen Responses to Energy Inflation Threats after the Strait of Hormuz Crisis Neneng Konety; Samuel Adiprana Wicaksono; Sesilia Rosanta; Ryenov Gilang Paluin; Deasy Silvya Sari
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 9 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v9i2.16988

Abstract

The escalation of the United States–Iran conflict through Operation Epic Fury in February 2026 paralysed the Strait of Hormuz, pushing world oil prices up and strengthening the USD against the Rupiah. This study aims to identify the spectrum of emotional responses of Indonesian netizens on platform X toward the resulting threat of energy inflation, and to explain how a macro geopolitical crisis is collectively constructed and given meaning in digital space. The novelty of the study lies in its interpretive, netnography-based approach using cyber constructivism and sensemaking theory, amid the dominance of computational sentiment classification studies on similar topics. This qualitative research analyses eleven representative posts purposively selected from a corpus of public posts containing the keywords “Selat Hormuz + Dolar”, “Hormuz + Rupiah”, and “Minyak + USD” published between 18 and 30 April 2026, with user identities anonymised. The netnographic analysis found four main themes: (1) worry and anxiety over rising fuel and basic commodity prices; (2) frustration and distrust toward government communication perceived as lacking transparency; (3) sarcasm and resignation as coping expression; and (4) rational optimism based on historical oil price trends. The discussion shows that social media functions as an arena of collective meaning construction that makes a distant geopolitical crisis feel personally close, as well as a space for articulating demands for public accountability. The study bridges digital communication studies and International Relations at the everyday level and offers practical implications for government public communication strategies in facing external economic shocks.
The Effectiveness of Community Information Group Implementation in Community Empowerment: a study in Palembang City Yanuar Luqman; Muhammad Bayu Widagdo
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 9 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v9i2.17332

Abstract

This study analyzes the effectiveness of the implementation of Community Information Group (KIM) in community empowerment in Palembang city with a focus on visualizing public messages. Different from previous research that focused more on institutional sustainability, technology access, and digital services, this study examines how message visualization links the dissemination of public information with community understanding, participation, and action. The study uses the perspectives of development communication, participatory communication, diffusion of innovation, and visual communication to analyze the process of processing, simplifying, visualizing, and disseminating government information by KIM. The study used a descriptive qualitative approach with primary data from KIM and community managers and secondary data in the form of institutional documents, literature, and information on KIM's activities. The results showed that the effectiveness of KIM is multilevel. At the dissemination level, KIM is relatively effective in delivering digital public service information, antihoak education, MSME promotion, and local programs. However, at the empowerment level, effectiveness is still moderate because increased attention and understanding has not always progressed to behavior change, sustained participation, or broader socio-economic impact. These conditions are influenced by volunteer capacity, quality of visual content, digital literacy, local government support, and institutional follow-up. This study confirms the need to combine message visualization with face-to-face communication, mentoring, institutional networking, and government response. The novelty of the research lies in the placement of KIM as an actor of visual-participatory communication as well as an analytical distinction between the effectiveness of dissemination and empowerment.