cover
Contact Name
Julaili Irni
Contact Email
julailiirni@yahoo.com
Phone
+6282276709657
Journal Mail Official
agroprimatech@gmail.com
Editorial Address
Kampus III, Fakultas Agro Teknologi Prodi Agribisnis Universitas Prima Indonesia Jl. Danau Singkarak Gg. Madrasah, Kel. Sei Agul Medan Barat
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Agroprimatech
ISSN : -     EISSN : 25993232     DOI : 10.34012
Core Subject : Agriculture, Social,
Agroprimatech merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia. Jurnal ini bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan publikasi pada bidang pertanian dan teknologi yang dapat menjadi sumber bacaan berstandar nasional. Jurnal ini berupa hasil penilitian secara kualitatif maupun kuantitatif yang terfokus pada bidang teknologi pertanian, biologi, pemberdayaan sumberdaya pertanian, budidaya pertanian, proteksi tanaman, sosial dan budaya masyarakat pertanian serta pengaturan landscape pertanian secara berkelanjutan. Agroprimatech terbit dua kali dalam setahun pada bulan April dan Oktober.
Articles 197 Documents
POTENSI UJI DAYA HAMBAT BAKTERI ASAM LAKTAT ISOLAT Lactobacillus sp. (KG61) TERHADAP Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus Komara, Dina; Turnip, Masnur; Kurniatuhadi, Rikhsan
Agroprimatech Vol. 6 No. 2 (2022): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v6i1.2990

Abstract

Bakteri asam laktat (BAL) merupakan mikroorganisme yang aman ditambahkan ke dalam pangan. Bakteri asam laktat mampu menghambat bakteri patogen. Salah satu dari kelompok bakteri asam laktat yang menghasilkan antibakteri adalah genus Lactobacillus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isolat bakteri asam laktat Lactobacillus sp. (KG61) berpotensi dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dan lama waktu inkubasi yang baik isolat bakteri asam laktat Lactobacillus sp. (KG61) dalam menghambat pertumbuhan E. coli dan S. aureus. Pengujian uji daya hambat menggunakan metode sumuran pada media Nutrient Agar (NA) dengan perlakuan inkubasi 7 hari dan 14 hari serta ciprofloxacin (kontrol positif) dan aquades steril (kontrol negatif) dengan waktu inkubasi 24 jam dan 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri asam laktat berpotensi dalam menghambat E. coli dan S. aureus yang baik pada inkubasi 14 hari dengan rata-rata zona hambat 7,76 mm dan 31,17 mm dengan kategori sedang dan sangat kuat
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DENGAN PERLAKUAN DOSIS KOMPOS RUMPUT LAPANGAN (Axonopus compressus) DAN PUPUK ENTEC Girsang, Christin Imelda
Agroprimatech Vol. 6 No. 2 (2022): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v6i1.3081

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2021 di Sibatu-batu, Kabupaten Simalungun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kompos rumput lapangan dan pupuk Entec terhadap pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L.) Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, terdiri dari dua faktor, yaitu : Faktor pertama pemberian dosis kompos rumput lapangan (K) yang terdiri dari 3 taraf yaitu K0 = tanpa perlakuan, K1= 6000 g/plot, K2 = 9000 g/plot dan dengan Faktor kedua pemberian NPK Entec yang terdiri dari 3 taraf yaitu E0 = tanpa perlakuan, E1 = 90 g/plot, E2 = 180 g/plot. Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan pemberian kompos rumput lapangan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, berat biji per sampel dan berat biji per plot. Perlakuan pemberian pupuk Entec berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, berat biji per sampel dan berat biji per plot. Perlakuan interaksi kompos rumput lapangan dan pupuk Entec berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur, bobot biji per sampel, dan bobot biji per plot. Sedangkan terhadap diameter batang dan luas daun tidak berpengaruh nyata.
KEANEKARAGAMAN GULMA PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT MASYARAKAT PADA PASAR 7 MARELAN KECAMATAN MEDAN MARELAN KOTA MEDAN Aji, Seno
Agroprimatech Vol. 6 No. 2 (2022): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v6i1.3095

Abstract

Kecamatan Medan Marelan merupakan salah satu kecamatan di Kota Medan yang mempunyai luas sekitar 44,47 km2. Pada Pasar 7 di Kecamatan Medan Marelan terdapat banyak perkebunan kelapa sawit mayarakat, dan pada perkebunan masyarakat banyak keanekaragaman jenis gulma dan luas areal perkebunan kelapa sawit seluas 1 ha. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juli 2022 dengan metode survey teknik pencuplikan sampel secara Purposive sampling. Tujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis gulma yang terdapat di perkebunan sawit masyarakat, Desa Lengau Seprang, Deli Serdang dengan pengamatan jenis gulma menggunakan metode kuadrat dengan petak contoh seluas 1 x 1 m sebanyak 5 plot. Hasil keanekaragaman gulmaditemukan16 jenis dengan total individu 633. Hasil keanekaragaman menunjukkan jenis gulma Panicum repens jumlah individu 178 dalam semua plot dan Mimosa pudica jumlah individu 1 dalam semua plot. Indeks Keanekaragaman jenis Shannon-Wiener (H′) adalah 2,001 dan menunjukkan keanekaragaman sedang; Indeks Kemerataan jenis (E) adalah 0,722 menunjukkan kemerataan tinggi, serta Indeks Kekayaan Jenis (Dmg) adalah 2,325 menunjukkan kekayaan rendah.
PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN METODE MRP (MATERIAL REQUIRMENT PLANNING) PADA PRODUK KERIPIK KENTANG (STUDI KASUS CV. CITA MANDIRI KOTA BATU, JAWA TIMUR) Yoga, Tirta
Agroprimatech Vol. 7 No. 1 (2023): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v6i2.3261

Abstract

Cita Mandiri merupakan perusahaan agroindustri berskala kecil dan menengah yang memproduksi dan memasarkan produk olahan makanan ringan atau cemilan berupa keripik, stik, opak dan sari buah. Penelitian ini bertujuan mengetahui perencanaan persediaan bahan baku dan peramalan jumlah produksi perusahaan. Metode penentuan responden yaitu purposive sampling dengan teknik key informant yaitu pemilik perusahaan. Analisis menggunakan metode peramalan berfungsi untuk optimalisasi ketersediaan bahan baku di masa yang akan datang dan MRP (Material Requirement Planning) berfungsi untuk meminimalkan harga yang dikeluarkan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan metode peramalan dengan moving averages dengan menggunakan aplikasi POM QM forWindows Versi 3, MAD (Mean Absolute Deviation) 15,6, MSE (Mean Squared Error) 530,3, dan MAPE (Mean Absolute Percent Error) 0,11. Diketahui hasil data peramalan diperoleh satu tahun sebelumnya pada bulan Januari sampai Desember 2017 untuk total produksi sebesar 258,52 kg sehingga perusahaan dapat merencanakan yang baik dalam pemenuhan persediaan bahan baku.
Ekotoksikologi Pestisida Decis 25 E, Curacron 500 EC, Score 150 EC dan Bactospein WP terhadap Lele (Clarias batrachus) dan Nila (Oreochromis niloticus) Rahayuwati, Sat
Agroprimatech Vol. 6 No. 2 (2022): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v6i2.3503

Abstract

Aplikasi pestisida pertanian yang berlebihan dan tidak tepat dapat terbawa oleh air hujan hingga ke perairan. Decis 25E yang tergolong insektisida Pyrethroid, Curacron 500 EC termasuk insektisida golongan Organofostat, Score 150 EC fungisida sistemik dan insektisida biologi Bactospein WP diuji tingkat toksisitasnya terhadap Lele (Clarias batrachus) dan Nila (Oreochromis niloticus) pada konsentrasi 0,1 ppm; 1 ppm; 10 ppm; dan 100 ppm dengan pelarut air. Decis 25E Curacron 500 EC memiliki tingkat toksisitas tinggi terhadap Lele dan Nila yang menimbulkan pendarahan pada ikan uji dari konsentrasi 0,1 hingga 100 ppm dalam waktu lebih dari 1 jam. Sehingga adanya runoff Decis 25E dan Curacron 500 EC dengan konsentrasi 0,1 ppm di perairan dapat mengakibatkan kematian pada ikan. Fungisida Score 250 EC dan insektisida biologi Bactospeine WP cukup aman terhadap ikan lele dan nila pada konsentrasi 0,1 ppm.
PENGARUH MEDIA TANAM DAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) Ati, Dominggas; Lelang, Maria Afnita; Lumban Tobing, Wilda
Agroprimatech Vol. 7 No. 1 (2023): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v6i2.3519

Abstract

Selada (Lactuca sativa L.) merupakan sayuran daun yang berumur pendek dan dapat ditanam di dataran tinggi atau dataran rendah. Kebutuhan konsumsi selada yang semakin besar, diperlukan penanganan pembudidayaan yang serius. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perbandingan media tanam dan pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2022 – Februari 2023, di rumah kaca percobaan Fakultas Pertanian Universitas Timor. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk organik cair dengan 4 aras sebagai berikut: Tanpa konsentrasi pupuk organik cair; Konsentrasi 400 ml/L air; Konsentrasi 500 ml/L air; Konsentrasi 600 ml/L air. Faktor kedua adalah media tanam (tanah : arang sekam : pupuk kandang sapi) dengan aras sebagai berikut; Tanpa media arang sekam dan pupuk kandang sapi, tanah : arang sekam : pupuk kandang sapi (1 : 2 : 3), tanah : arang sekam : pupuk kandang sapi (2 : 1 : 3), tanah : arang sekam : pupuk kandang sapi (3 : 2 : 1). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi interaksi pada perlakuan kombinasi media tanam dengan komposisi tanah : arang sekam : pupuk kandang sapi (2 : 1 : 3) dan tanpa POC untuk parameter jumlah daun pada waktu pengamatan 21 HST dan 28 HST, parameter berat segar ekonomis dan parameter berat segar total tanaman. Tanpa menggunakan perlakuan konsentrasi POC perlakuan kombinasi media dengan komposisi tanam tanah : arang sekam : pupuk kandang sapi (2 : 1 : 3) mampu memberikan unsur hara yang dibutuhkan tanaman sehingga tanaman selada dapat tumbuh dengan baik. Faktor tunggal perlakuan kombinasi media tanam tanah : arang sekam : pupuk kandang sapi (2 : 1 : 3) memberikan pengaruh nyata untuk parameter tinggi tanaman pada waktu pengamatan 21 HST, 28 HST dan 35 HST, parameter jumlah daun pada waktu pengamatan 35 HST, parameter berat segar non ekonomis dan parameter berat indeks panen. Perlakuan tunggal tanpa konsentrasi POC memberi pengaruh nyata pada parameter jumlah daun pada waktu pengamatan 14 HST sedangkan dengan konsentrasi POC memberi pengaruh nyata pada parameter jumlah daun pada waktu pengamatan 35 HST dengan konsetrasi 400 ml/L dan parameter berat segar non ekonomis dengan konsentrasi 400ml/L namun tidak berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, berat segar ekonomi, berat segar total tanam dan indeks panen.
KEANEKARAGAMAN LEPIDOPTERA DI KAWASAN PENYANGGA TANGKAHAN TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER Irni, Julaili
Agroprimatech Vol. 7 No. 1 (2023): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v7i1.3665

Abstract

Kupu-kupu merupakan salah satu serangga cantik di dunia yang dijadikan sebagai lambang keindahan karena memiliki warna dan corak sayap yang sangat menarik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keragaman kupu-kupu (lepidoptera) serta mengidentifikasi kupu-kupu yang berhasil didokumentasikan dan dilaksanakan di Tangkahan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara pada bulan Desember 2013 – Januari 2014. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan metode jelajah untuk mendapatkan sampel. Penelitian ini menggunakan 18 titik pengamatan pada hutan kering sekunder yang dimulai dari titik 1 di pondok dan berakhir dititik 18 yaitu pantai kupu-kupu serta parameter pengamatan yaitu suhu, kelembapan udara dan intensitas cahaya. Hasil yang diperoleh dari titik pengamatn tersebut ditemukan 38 spesies yang berhasil didokumentasi dan terdiri dari 5 famili yaitu Papilionidae, Nymphalidae, Riodinidae, Pieridae dan Lcyaenidae. Family Nymphalidae memiliki spesies terbanyak yaitu 16 spesies dan paling sedikit dari Family Riodinidae sebanyak 3 spesies. Intensitas cahaya yang terdapat di dalam hutan yaitu 1264 Lux sedangkan di Pantai Kupu-kupu 1850 Lux. Suhu dan kelembaban udara di hutan yaitu 98 % dan 25ºC sedangkan di Pantai Kupu-kupu yaitu 60 %dan 35 ºC.
IDENTIFIKASI JENIS-JENIS TUMBUHAN SEMAK DI AREA KAMPUS 2 UIN ALAUDDIN DAN SEKITARNYA Wahyuni, Andi Sri
Agroprimatech Vol. 7 No. 1 (2023): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v6i2.3666

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan semak yang ada di area kampus 2 UIN Alauddin dan sekitarnya. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2011 di area kampus 2 UIN Alauddin dan sekitarnya selama 3 hari dengan menggunakan metode jelajah yang dibagi dalam 13 stasiun. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis-jenis tumbuhan semak yang terdapat di area kampus 2 UIN Alauddin dan sekitarnya terdiri dari 14 jenis diantaranya adalah putri malu (Mimosa pudica), rembete (Mimosa invisa), gandarusa (Justiciandarussa), jarong (Stachytarpheta jamaicensis), kembang telekan (Lantana camara), tapak dara (Catharanthus roseus), biduri (Calatropis gigantea), terongan (Solanum torvum), sida guri (Sida rhombifolia), cabe kecil (Capsicum frutescens), beluntas (Pluchea indica), kemangi (Ocimum basilicum), kirinyuh (Eupatorium inulifolium), dan soka (Ixora coccinea).
ANALISIS KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN PAKAN BURUNG GOSONG KAKI MERAH (Megapodius reindwardt) DI TAMAN WISATA ALAM GUNUNG TUNAK Junaidi, Koko; Irni, Julaili
Agroprimatech Vol. 7 No. 1 (2023): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v7i1.3667

Abstract

Burung gosong kaki merah (Megapodius reindwart Dumont 1823) digolongkan sebagai satwa yang dilindungi berdasarkan PP No.7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Sebagai kawasan Taman Wisata Alam maka TWA Gunung Tunak berfungsi sebagai kawasan pelestarian alam (KPA) yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan konservasi yang diperuntukkan sebagai kawasan rekreasi dan pariwisata alam. Terkait dengan fungsinya tersebut maka TWA Gunung Tunak mempunyai peran yang penting dalam menunjang konservasi satwaliar khususnya burung gosong kaki merah dan terlaksananya kegiatan rekreasi dan pariwisata alam seara berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis pakan tumbuhan serta mengetahui keanekaragaman jenis pakan tumbuhan burung gosong kaki merah di TWA Gunung Tunak. Keragaman jenis tumbuhan pakan menggunakan beberapa indeks yaitu Indeks keanekaragaman spesies (Indeks Shannon-Wiener), indeks kekayaan Margalef, dan indeks kemerataan spesies (Indeks Pielou). Berdasarkan hasil pengambilan data di lapangan ditemukan 13 spesies (20%) dari 65 spesies tumbuhan yang berpotensi sebagai sumber burung gosong kaki merah. Keanekaragaman spesies berdasarkan indeks Shannon-Wiener berkisar antara 0.26 hingga 0.69 untuk tumbuhan bawah/tumbuhan merambat; 0.46 hingga 1.04 untuk tiang; serta 0.74 hingga 1.39 untuk pohon. Indeks kekayaan Margalef tumbuhan pakan burung gosong kaki berkisar antara 0.38 hingga 1.44 untuk tumbuhan bawah/tumbuhan merambat; 0.72 hingga 1.44 untuk tingkat tiang; serta 0.96 hingga 1.70 untuk pohon. Untuk indeks kemerataan spesies (Indeks Pielou) didapatkan berkisar antara 0,37 hingga 1,00 untuk tumbuhan bawah/tumbuhan merambat; 0,42 hingga 0,95 untuk tiang; serta 0,62 hingga 0,97 untuk pohon.
EKOLOGI ARTHROPODA PADA BEKAS SARANG ORANGUTAN SUMATERA (Pongo abelii) DI TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER RESORT SEI BETUNG KECAMATAN BESITANG KABUPATEN LANGKAT, SUMATERA UTARA -, Habibullah
Agroprimatech Vol. 7 No. 1 (2023): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v7i1.3668

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Taman Nasional Gunung Leuser Resort Sei Betung Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat Sumatera Utara pada bulan Januari 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman, kelimpahan, kemerataan, dominansi dan faktor fisika-kimia lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif survey. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 5 kali pengulangan. Hasil penelitian ditemukan Arthropoda yang termasuk ke dalam 23 famili, 12 ordo dan 3 kelas (Insekta, Arachinida dan Chilopoda). Kelimpahan total Arthropoda sebanyak 1700 individu. Indeks keanekaragaman pada pohon Aglaia sp. 2.37 dan pada pohon Phyllanthus 1.83. Indeks kesamaan 52%. Indeks kemerataan pada pohon Aglaia sp. 0.73 dan pada pohon Phyllanthus 0.21. Indeks Dominansi pada pohon Aglaia sp. 0.13 dan pada pohon Phyllanthus 0.21. Kisaran rata-rata suhu udara berkisar 26.40C-28.20C, kisaran rata-rata suhu sarang 25.40C-280C dan kelembaban udara rata-rata berkisar 78%-85%.