cover
Contact Name
Asep Purwo Yudi Utomo
Contact Email
aseppyu@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
aseppyu@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Sastra Indonesia
ISSN : 22526315     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Sastra Indonesia menerbitkan artikel penelitian atau artikel konseptual mengenai bahasa dan sastra Indonesia. Diterbikan oleh Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang dan Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta pengajarnya.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 2 (2021): July" : 20 Documents clear
Directive, Representative, and Expressive Actions in the Interview Rubric Article in the 2019 Edition of the Tirto.Id Online Newspaper Khairina, Anggi Miftasha Nuri; Pristiwati, Rahayu
Jurnal Sastra Indonesia Vol 10 No 2 (2021): July
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v10i2.42053

Abstract

The printed mass media is now experiencing development so that it can be accessed through the network or online with the internet. This can be studied using the language through pragmatics. In pragmatics, speech acts are a very important unit of analysis. The researcher chose the Wawancara rubric of the online news site Tirto.id to study because of the unique concept of writing news which is written based on the results of interviews with resource persons. In addition, the articles written in the Wawancara rubric of the online news site Tirto.id contain the intention of explaining, informing something, reporting, advising, and criticizing what is part of the speech act function. This study aims: (1) to analyze the function of directive, representative, and expressive speech acts contained in the discourse of the Wawancara rubric of the online newspaper Tirto.id, (2) to analyze the effects of the discourse on the Wawancara rubric of the online newspaper Tirto .id, (3) analyzing the directive, representative, and expressive speech acts that dominate the discourse of the Wawancara rubric of the online newspaper Tirto.id. This research uses theoretical and methodological approaches. From the results of this study, it is found that the functions of directive speech acts include advising, suggesting, ordering, pressing, begging, asking, inviting, challenging. Representatives include reporting, stating, mentioning, testifying, confessing, demonstrating and speculating. Expressive includes criticizing, praising, complaining, saying congratulations, saying thanks, and blaming, and apologizing. Possible effects of speech are positive, including knowing information, agreeing, thinking about, being happy, hoping to follow, supporting, believing, relieving, proud, and understanding, as well as negative effects including disappointment, disbelief, anger, displeasure, anxiety, ridicule , alert, doubt, and terrifying. The speech acts that tend to be used in writing articles in the "Interview" rubric of the online newspaper Tirto.id are representative speech acts.
Makna Kultural pada Satuan Lingual Tradisi Sesajen Pasang Tarub dalam Pernikahan Jawa Agustina, Yuyun; Syaifudin, Ahmad
Jurnal Sastra Indonesia Vol 10 No 2 (2021): July
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v10i2.42645

Abstract

Abstrak Sesajen pasang tarub Jawa merupakan salah satu tradisi yang berada di Dusun Tembi, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sesajen pasang tarub mempunyai 27 jenis sesajen dan mempunyai makna budaya yang masih berkaitan dengan kehidupan masyarakat. Penelitian bertujuan mendeskripsikan makna kultural pada nama-nama makanan sesajen pasang tarub dalam pernikahan Jawa. Data dalam penelitian ini berupa satuan lingual nama-nama makanan dalam sesajen pasang tarub Jawa. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan metode simak dan cakap. Analisis data dengan metode padan teknik dasar teknik pilah unsur penentu, sedangkan metode agih dengan teknik dasar bagi unsur langsung. Penyajian hasil analisis dengan dengan metode formal dan informal. Hasil penelitian sebagai berikut, pertama terdapat 27 jenis sesajen pada sesajen pasang tarub dalam pernikahan Jawa. Kedua, jenis sesajen tersebut terdapat nama-nama makanan dan perlengkapan sesajen kemudian, dapat diklasifikasikan dalam beberapa kategori yaitu makanan, rempah-rempah, perlengkapan sesajen, tumbuhan, sayuran, buah, bahan masakan, bunga, air, dan gula. Ketiga, satuan lingual nama-nama makanan dalam sesajen pasang tarub Jawa memiliki harapan untuk merefleksikan kembali dari manusia lahir, dewasa hingga meninggal semua direfleksikan dalam 27 sesajen. Dari penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pengembangan pelestarian tradisi budaya sesajen pasang tarub dalam pernikahan Jawa yang telah lahir dalam masyarakat, serta menambah wawasan bagi masyarakat Jawa mengenai nilai filosofi sesajen. Kata kunci: makna kultural, satuan lingual, nama makanan sesajen, pasang tarub Jawa Abstrack Javanese Tarub wedding offering is a tradion in Dusun Tembi, Sewon District, Bantul Regency, Yogyakarta Special Region. Pasang Tarub offerrings have 27 types of offerings and have cultural meanings that are still related to the life of the Tembi people. This study aims to describe the cultural meanings of Javanese Tarub cuisine names for wedding offerings. The data in this study were in the form of language units of food names on Javanese Tarub offerings. Research data collection was carried out by using simak (Observation) and cakap (Interview) methods. The data analysis used the matching method, namely the basic technique of sorting the determinant elements, while the agih method used was the direct element basic technique. The presentation of analysis results was using formal and informal methods. The results of the research are as follows : First, there are 27 types of offerings in the Javanese Tarub wedding offering. Second, in this offering there are names of foods and offerings, they can be classified into several categories, namely food, spices, offering set, plants, vegetables, fruit, cooking ingredients, flowers, water and sugar. Third, the lingual unit of the name of the food in the Javanese Tarub offerings has the meaning of reflection from human birth, adulthood until death, which is reflected in the 27 offerings. From the results of this research, it is hoped that it can be useful for the development of the preservation of the Javanese Pasang Tarub wedding offerings that have been born in the community, as well as broadening the Javanese people’s insight about the philosophical value of offerings. Keywords: Cultural meaning, language unit, offering names, pasang tarub jawa
Nilai-Nilai Humanisme dalam Puisi Bertema Palestina Karya Helvy Tiana Rosa Karim, Ahmad Abdul; Hartati, Dian
Jurnal Sastra Indonesia Vol 10 No 2 (2021): July
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v10i2.43918

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui nilai-nilai humanisme dalam buku Puisi-puisi yang Melepuh di Mataku karya Helvy Tiana Rosa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan semiotika Aart Van Zoest. Serta teknik yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik baca catat. Peneliti membaca secara keseluruhan puisi. Lalu menandai beberapa frasa hingga kata yang mengandung nilai-nilai humanisme. Hasil penelitian yaitu ditemukan lima puisi yang mengandung nilai-nilai humanisme, di antaranya “Semoga Bersanding di Surga”, “Razan”, “Untuk Palestina dari Sudaramu Indonesia”, “Negeri yang Terbelah”, dan “Nyanyian Duka Turakhan Muslim”, pada kelima puisi tersebut ditemukan dominasi pola kalimat tidak lengkap, dominasi makna kalimat denotasi, dan temuan sebelas majas, diantaranya majas pararelisme, majas pleonasme, majas personifikasi, majas metafora, majas retorika, majas hiperbola, majas repitisi, majas simbolik, majas klimaks, majas sinisme, dan penggunaan majas sarkasme. Sedangkan isotopi yang digunakan pada lima puisi tersebut yaitu isotopi gerakan, isotopi manusia, dan isotopi persepsi pandang. Aku lirik dalam kelima puisi tersebut didominasi oleh sudut pandang perempuan. Selain itu, puisi-puisi tersebut merupakan sebuah refleksi nyata dalam merespons pembantaian manusia yang terjadi di Palestina.
Satuan Lingual pada Tradisi Manten Tebu di Pabrik Gula Pangkah Kabupaten Tegal: Kajian Etnolinguistik Aulia, Rizki Anti; Mardikantoro, Hari Bakti
Jurnal Sastra Indonesia Vol 10 No 2 (2021): July
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v10i2.43976

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan bentuk dan makna kultural satuan lingual pada tradisi Manten Tebu di pabrik gula Pangkah, Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan pendekatan teoretis yang berfokus pada kajian etnolinguistik dan pendekatan metodologis menggunakan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan metode simak dan metode cakap. Metode analisis data menggunakan metode agih dan metode padan. Penyajian hasil analisis data menggunakan metode formal dan metode informal. Hasil penelitian menunjukkan adanya 45 data satuan lingual. Data tersebut dikategorikan berdasarkan penamaan dan bentuk formal bahasa. Berdasarkan penamaan data meliputi, peralatan dan perlengkapan, bahan sesajen, bahan makananm, serta tahapan dan rangkaian acara. Berdsarkan bentuk formal bahasa diklasifikasikan menjadi 4 bentuk, yakni kata, frasa, klausa, dan wacana. Satuan lingual yang ditemukan pada bentuk kata berjumlah 25 data yang berketegori monomorfemis dan polimorfemis. Satuan lingual yang ditemukan pada bentuk frasa berjumlah 14 data. Satuan lingual yang ditemukan pada bentuk klausa berjumlah 4 data. Sementara itu, satuan lingual yang ditemukan pada bentuk wacana berjumlah 2 data. Satuan lingual pada tradisi Manten Tebu memiliki makna kultural yang terkandung dan merupakan cerminanan masyarakat setempat yang berupa nilai-nilai dan ajaran baik serta doa dan harapan untuk memohon keselamatan, kelancaran, dan keberkahan. This study aims to analyze and explain the form and cultural meaning of the lingual unit in the Manten Tebu tradition at the Pangkah sugar factory, Tegal Regency. This research uses a theoretical approach that focuses on ethnolinguistic studies and methodologically uses descriptive qualitative. The data collection method uses the listening method and proficient method. Methods of data analysis using the split method and the equivalent method. Presentation of the results of data analysis using formal methods and informal methods. The results showed that there were 45 lingual unit data. The data are categorized based on naming and the formal form of the language. Based on the naming of data includes, tools and equipment, offering materials, food ingredients, as well as stages and series of events. Based on the formal form, the language is classified into 4 forms, namely words, phrases, clauses, and discourses. The lingual units found in the word form consist of 25 data which are categorized as monomorphemic and polymorphemic. The lingual units found in the form of the phrase total 14 data. The lingual units found in the clause form are 4 data points. Meanwhile, the lingual units found in the form of discourse amount to 2 data. The lingual unit in the Manten Tebu tradition has a cultural meaning and is a reflection of the local community in the form of good values ​​and teachings as well as prayers and hopes to ask for safety, fluency, and blessings.
Strategi, Jenis Tindak Tutur dan Pola Tutur Pencemaran Nama Baik di Media Sosial Rosyida, Khansa Amira; Siroj, Muhammad Badrus
Jurnal Sastra Indonesia Vol 10 No 2 (2021): July
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v10i2.46672

Abstract

Abstrak Penilitian ini membahas bahasa pada kasus pencemaran nama baik, kasus yang penulis ambil adalah kasus pencemaran nama baik Siwi Widi oleh akun @digeeembok di Twitter, penelitian ini menggunakan pendekatan teoretis yaitu linguistik forensik dengan memanfaatkan subdisiplin analisis pragmatik dengan teori tindak tutur serta strategi bertutur. Sedangkan pendekatan metodologis dalam penelitian ini merupakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa penggalan unggahan tweet yang dilaporkan atas pencemaran nama baik SW pada akun @digeeembok di twitter dari tanggal 9 Desember 2019 sampai Februari 2020. Metode dan teknik dalam pengumpulan data pada penelitian ini merupakan metode simak. Metode analisis data pada penelitian ini adalah metode heuristik dan normatif. Metode dan teknik yang digunakan untuk menyajikan hasil analisis data adalah metode formal dan informal. Hasil dari penelitian ini ditemukannya pola bahasa pencemaran nama baik dengan menggunakan teori tindak tutur, strategi bertutur serta FTA dan ditemukan tindak tutur ilokusi, strategi bertutur BSs dan bald on record yang digunakan dalam tuturan akun @digeeembok yang dilaporkan mencemarkan nama baik SW Kata kunci: Pencemaran nama baik, linguistik forensik, pola bahasa pencemaran nama baik Abstract This study discusses language in the case of defamation, the case that the author takes is the case of defamation of Siwi Widi by the @digeeembok account on Twitter, this study uses a theoretical approach, namely forensic linguistics by utilizing the sub-disciplinary pragmatic analysis with speech act theory and speech strategy. While the methodological approach in this research is a qualitative descriptive approach. The data in this research is in the form of a snippet of uploaded tweets that were reported on the defamation of SW on the @digeeembok account on twitter from December 9, 2019 to February 2020. The methods and techniques in data collection in this study are the observation method. The data analysis method in this research is the heuristic and normative methods. The methods and techniques used to present the results of data analysis are formal and informal methods. The results of this study found patterns of defamation language using speech act theory, speech strategy and FTA and found illocutionary speech acts, BSs speaking strategies and bald on record used in the speech of the @digeeembok account which reportedly defame SW. Keywords: Defamation, forensic linguistics, defamation language patter
Representasi Fenomena Kontrol Sosial Gosip dalam Film Pendek “Tilik” (Kajian Sosiologi Sastra) Heppiyani, Ike; Supriyono, Supriyono; Hufad, Achmad
Jurnal Sastra Indonesia Vol 10 No 2 (2021): July
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v10i2.47268

Abstract

Film pendek “tilik” menjadi hal yang banyak dibicarakan di dunia maya oleh warganet Indonesia, dalam film ini terdapat banyak sekali hal yang dapat dikaji dan menarik perhatian, salah satunya mengenai fenomena bergosip yang ditampilkan dalam hampir setiap bagiannya, yang merepresentasikan realitas kehidupan masyarakat Indonesia khususnya masyarakat desa yang kuat interaksi sosialnya. Sehingga tujuan adanya penelitian ini adalah untuk mengkaji dialog-dialog dari pemerannya yang mencerminkan salah satu bentuk kontrol sosial non formal yakni desas-desus atau gosip. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan menggunakan analisis sosiologi sastra untuk menghubungkan isi dari film dengan realitas fenomena masyarakat yang ada. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan : pertama, bahwa terdapat hubungan yang erat antara karya sastra dengan kehidupan masyarakat yang sesungguhnya, dilihat dari aktivitas gosip yang telah menjadi fenomena masyarakat terutama kaum perempuan. Kedua, gosip yang terjadi dalam kehidupan masyarakat memiliki fungsi untuk mempengaruhi individu agar sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku.
Indonesian Sastra Liar: Political Strategies of Social Movements in Indonesia Sulton, Agus
Jurnal Sastra Indonesia Vol 10 No 2 (2021): July
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v10i2.47553

Abstract

This paper presents asastra liarstrategy in the beginning of 20th century in Indonesia. Those literature texts were created by the Marxism organizations. It aimed to be anti-government, anti-colonialism, anti-imperialism, and anti-capitalism propaganda. The historical methods used in this paper are divided into some phases: heuristic, source critics, interpretation, and historiography. As the result, this paper finds some propaganda strategies and politics used by the Left movement organizations in Dutch East Indies (Indonesia) to oppose the Dutch government and give education to the kromoor poor people. They did it in order to make Dutch East Indies an independence country, free from The Kingdom of Netherlands’ intervention, as soon as possible.
The The Feminism Perspective in the "Si Parasit Lajang" Novel by Ayu Utami: A Feminist Standpoint Theory Nancy C. M. Hartsock Studies Nugroho, Azis; Suseno, Suseno; Prabaningrum, Dyah
Jurnal Sastra Indonesia Vol 10 No 2 (2021): July
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v10i2.48329

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bentuk-bentuk perspektif feminisme dalam novel Si Parasit Lajang karya Ayu Utami menggunakan kajian feminist standpoint theory Nancy C. M. Hartsock. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Si ParasitLajang karya Ayu Utami. Data dalam penelitian ini adalah data-data berupa kutipan yangterdapat dalam novel Si Parasit Lajang karya Ayu Utami. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini mencakup dua hal, yakni teknik pengumpulan data dan Teknik analisis data. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan teknik catat dengan menandai informasi-informasi penting yang berkaitan dengan pokok penelitian. Sedangkandalam menganalisis data, teknik yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif denganmendeskripsikan data-data berupa kutipan mengenai perspektif feminisme dalam novel Si Parasit Lajang karya Ayu Utami menggunakan kajian feminist standpoint theory Nancy C.M. Hartsock.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat bentuk-bentuk perspektif feminisme yang ditemukan. Bentuk-bentuk perspektif feminisme, antara lain (1) standpoint(sudut pandang): standpoint tokoh ‘saya’ tentang simbol status dalam masyarakat, standpointtokoh ‘saya’ tentang pola hidup sederhana, standpoint tokoh ‘saya’ tentang kemewahan; (2)situated knowledge (pengetahuan tersituasi): situated knowledge tokoh ‘saya’ terhadap rezimmiliter pada masa pemerintahan Soeharto, situated knowledge tokoh ‘saya’ terhadap duniayang hierarki, situated knowledge tokoh ‘saya’ terhadap seksualitas, situated knowledgetokoh ‘saya’ terhadap perkawinan dan poligami; dan (3) sexual division of labour(pembagian pekerjaan berdasarkan jenis kelamin): eksploitasi wanita.Kata Kunci: perspektif feminisme; feminist standpoint theory Nancy C. M. Hartsock; novelSi Parasit Lajang karya Ayu Utami; standpoint; situated knowledge; sexual division of labour.Abstract: The purpose of this study is to examine the forms of feminism perspective in the Si Parasit Lajang novel by Ayu Utami using a feminist standpoint theory of Nancy C. M. Hartsock. The data source in this research is Ayu Utami's novel Si Parasit Lajang. The datain this study are data in the form of quotations contained in the novel Si Parasit Lajang by Ayu Utami. The techniques used in this study include two things, namely data collection techniques and data analysis techniques. The data collection techniques used were reading and note-taking techniques by marking important information related to the subject of the research. Meanwhile, in analyzing the data, the technique used is descriptive analysis technique by describing the data in the form of quotations regarding the the forms offeminism perspective in the Si Parasit Lajang novel by Ayu Utami using a feminist standpoint theory of Nancy C. The results show that there are form of feminism perspective found. The form of feminism perspective, there are (1) standpoint (point of view): the standpoint of the "me" character regarding status symbols in society, the standpoint of the "me" character about a simple lifestyle, the standpoint of the "me" character about luxury; (2) situated knowledge: situated knowledge of the 'me' figure towards the military regime during the Soeharto era, the situated knowledge of the 'me' figure towards the world that is hierarchical, the situated knowledge of the 'me' character towards sexuality, the situated knowledge of the 'me' figure against marriage and polygamy; and (3) sexual division of labor (division of work based on sex): exploitation of women.Keywords: feminism perspective; feminist standpoint theory Nancy C.M. Hartsock; the Si Parasit Lajang novel by Ayu Utami; standpoint; situated knowledge; sexual division of labor.
Kemampuan Berbicara melalui Kegiatan Berpidato Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Angkatan 2018 Universitas Mahaputra Muhammad Yamin Solok Putri, Mega
Jurnal Sastra Indonesia Vol 10 No 2 (2021): July
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v10i2.48337

Abstract

Abstrak Salah satu kemampuan berbahasa yang harus dikuasai seorang mahasiswa adalah kemampuan berbicara. Kompetensi berbicara adalah salah satu komponen dalam tujuan pembelajaran. Berdasarkan pembelajaran berbicara mahasiswa bahasa indonesia, masih banyak yang belum bisa menerapkan metode berbicara secara baik. Mereka juga menganggap berbicara sulit, padahal sebenarnya mereka belum menguasai materi atau bahan yang akan mereka bicarakan. Salah satu yang dapat melihat atau mengukur kemampuan berbicara adalah dengan berpidato karena kegiatan ini memerlukan persiapan yang matang dan konsep yang jelas agar kegiatan berpidato dapat terlaksana dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berbicara pada mata kuliah pengajaran keterampilan berbicara mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia UMMY Solok. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif sedangkan populasi dan sampel adalah mahasiswa angkatan 2018 berjumlah 8 orang. Hasil penelitian ini adalah dapat dikelompokkan kemampuan berpidato mahasiswa yang memperoleh nilai 88,9 dengan kualifikasi Baik Sekali (BS) diperoleh 4 orang mahasiswa dengan persentase 50%, nilai 83,3 dengan kualifikasi Baik (B) diperoleh 1 orang dengan presentase 12,5%, nilai 72,2 dan 66,7 dengan kualifikasi Lebih Dari Cukup (LDC) diperoleh 3 orang dengan presentasi 37,5%. Kata Kunci: Kemampuan, Berbicara, Berpidato Abstract This research is motivated by the ability to speak is one of the language skills that must be mastered by a student because speaking competence is one of the components in the learning objectives. Based on learning to speak Indonesian students, there are still many who have not been able to apply the speaking method properly. They also think that speaking is difficult, when in fact they have not mastered the material or material they are going to talk about. One that can see or measure speaking ability is by giving speeches because this activity requires careful preparation and clear concepts so that speech activities can be carried out properly. This study will describe the speaking ability in the speaking skills teaching course for Indonesian Language Education students at UMMY Solok. This type of research is quantitative using a descriptive method while the population and sample are students from the 2018 batch of 8 people. The results of this study are that the students' speaking abilities can be grouped with a score of 88.9 with a Very Good qualification (BS) obtained by 4 students with a percentage of 50%, a score of 83.3 with a Good qualification (B) obtained by 1 person with a percentage of 12.5%. , scores of 72.2 and 66.7 with more than adequate qualifications (LDC) were obtained by 3 people with a presentation of 37.5%. Keywords: Ability, Speaking, Speech
Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Minat Baca Siswa Sekolah Dasar Fahmy, Zulfa; Utomo, Asep Purwo Yudi; Nugroho, Yusro Edy; Maharani, Annisa Tetty; Liana, Novi Izmi; Alfatimi, Nailul Akhla; Wuryani, Titi; Kesuma, Rossi Galih
Jurnal Sastra Indonesia Vol 10 No 2 (2021): July
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v10i2.48469

Abstract

Minat baca ialah keinginan yang kuat disertai dengan usaha-usaha seseorang untuk membaca. Minat baca tidak tiba-tiba muncul dari dalam diri seseorang. Namun, minat baca timbul dari dorongan dan lingkungan yang tepat. Pandemi covid-19 telah membatasi dorongan dan lingkungan yang menumbuhkan minat baca siswa sekolah dasar. Maka dari itu, penelitian ini berfokus pada minat baca siswa sekolah dasar pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pandemic covid-19 terhadap minat baca siswa sekolah dasar. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Artinya peneliti membaca seluruh data yang terkumpul, lalu menginterpretasikannya berdasarkan data, teori, dan fenomena-fenomena yang terekam selama proses pengumpulan data. Didapatkan hasil penelitian bahwa pada masa pandemi covid-19, minat baca siswa sekolah dasar mengalami penurunan. Hal ini terbukti dari hasil penelitian bahwa siswa sekolah dasar cenderung menganggap biasa aktivitas membaca. Selain itu, aktivitas baca yang dilakukan cenderung hanya karena tugas guru, disuruh orang tua. Durasi membaca siswa juga hanya sebatas 10 s.d. 30 menit. Hal ini terjadi karena terjadi adanya keterbatasan-keterbatasan selama pandemi. Ini mengakibatkan bahwa siswa mulai menganggap bahwa aktivitas membaca adalah rutinitas biasa saja, tanpa ada motivasi dan perasaan bahagia ketika melakukannya.

Page 1 of 2 | Total Record : 20