cover
Contact Name
Menati Fajar Rizki
Contact Email
mei.prodihumas@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
communicology@unj.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi
  • http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/communicolo
  • Website
ISSN : 23391480     EISSN : 25809172     DOI : -
Core Subject : Social,
Communicology: Jurnal Komunikasi published by prodi DIII Hubungan Masyarakat UNJ. Starting in 2017, Published 2x year, on July and December.
Arjuna Subject : -
Articles 178 Documents
Interaksionisme Simbolik Pasangan Suami-Isteri Ketika Berada di Media WhatsApp (WA) Puri Kusuma Dwi Putri
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4 No 1 (2016): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 4 No 1 Desember 2016
Publisher : DIII Prodi Humas Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/communicology.041.04

Abstract

Komunikasi antarpribadi secara intensif antara pasangan suami-isteri sudah bukan menjadi suatu hal yang penting dalam kehidupan rumah tangga ketika kehadiran media sosial semakin banyak, maju dan berada di genggaman individu modern. Sering dijumpai bahwa pada waktu pasangan (suami atau isteri) lebih banyak untuk chatting dengan teman-teman melalui media sosial salah satunya dengan WhatsApp (WA). Walaupun telihatnya chatting melalui handphone dengan Pria Idalam Lain (PIL) atau Wanita Idaman Lain (WIL), hal itu tentunya menimbulkan kecemburuan, konflik hingga perceraian dengan pasangan Tulisan ini menggunakan study literature. Teori interaksi simbolik (Symbolic Interaction Theory) menekankan pada hubungan antara simbol dan interaksi yang diberi nama Mind, Self, and Society, gejala perubahan sosial dari perspektif teori interaksi dapat dilihat bahwa pasangan suami-isteri yang semakin dalam berinteraksi melalui WA dengan PIL atau WIL akan membuat ketahanan keluarga terancam dan kepercayaan keduanya dapat menurun, serta kontribusi teori komunikasi dalam perspektif teori interaksi yakni Mead menyebut looking-glass-self dan konsep diri yang dihasilkan melalui interaksi. Kata kunci: media sosial, chatting, WhatsApp, pasangan Intensive interpersonal communication between husband and wife has no longer become an important part domestic life following the advancement social media in the life the modern individual. Often found that when a couple (husband or wife) has more time to chat with friends using social medias. WhatsApp (WA) is one of them. In other case, chatting with affairs would cause jealousy, conflict or even divorce. The research of this paper uses literature study. Symbolic Interaction Theory emphasizes the relationship between symbols and interaction named Mind, Self, and Society. Symptoms of social change from perspective interaction theory tell that the couples who are increasingly interacting with affairsvia WhatsApp would have their marriage threatened. Moreover, the contribution of communication theory in theperspective of interaction theory of Mead mentioned the looking-glass-self and the concept of self are generated through interaction. Keywords: social media, chat, WhatsApp, couple
Komodifikasi Penderitaan dalam Film Surat kecil Untuk Tuhan Zakina Zakina
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4 No 1 (2016): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 4 No 1 Desember 2016
Publisher : DIII Prodi Humas Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/communicology.041.05

Abstract

Industri hiburan dan beragam media telah banyak menampilkan tentang penderitaan orang lain yang diangkat ke permukaan sebagai sisi humanis dan bertujuan untuk menggugah emosi dan perasaan yang melihatnya bahkan sampai ditindaklanjuti dengan tindakan tertentu. Contoh, potret pengemis di jalanan, lukisan ibu-ibu tua yang berdagang dipasar kumuh, wanita pekerja yang sedang menggendong buah hatinya dan seterusnya. Kemiskinan dan potret sosial lainnya pastinya selalu bisa menggetarkan hati sanubari penikmatnya dalam beragam tindakan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Makalah ini menyoal “Bagaimana Representasi dan Komodifikasi Penderitaan dalam Film Surat Kecil Untuk Tuhan?”. Dengan bahasan meliputi: analisis struktur naratif Film Surat Kecil Untuk Tuhan; representasi dan komodifikasi penderitaan dalam Film Surat kecil Untuk Tuhan; dan kaitan Film Surat Kecil Untuk Tuhan dengan industri budaya sebagai media pembentukan citra? Kesimpulannya, realitas yang dikemas sebagai produk hiburan dalam industri budaya dapat dijadikan media pembelajaran. Dengan refresentasi dan komodikasi penderitaan di sisi lain realitas itu sendiri dengan maksud agar penonton juga dapat sama-sama memetik hikmah atas pengalaman hidup yang dialami para tokohnya. Kata Kunci: Representasi, Komodifikasi, Film, Industri Budaya, dan Citra.
ANALISIS STRATEGI PERENCANAAN PESAN PADA AKUN INSTAGRAM E-COMMERCE @thekufed Dhita Widya Putri; Maulida De Mormes
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4 No 1 (2016): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 4 No 1 Desember 2016
Publisher : DIII Prodi Humas Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/communicology.041.06

Abstract

Instagram merupakan media sosial yang memiliki kekuatan visual. Dengan kekuatannya ini, banyak pihak baik individu maupun organisasi menggunakannya untuk menarik perhatian masyarakat dari informasi yang disampaikan. PT. Hood Digital Asia (Kufed) dengan akun Instagram nya, @thekufed merupakan salah satu perusahaan e-commerce yang memiliki strategi sendiri dalam perencanaan pesan pada akun Instagram @thekufed. Penelitian ini ingin mengungkapkan bagaimana strategi perencanaan pesan pada akun Instagram @thekufed. Metode yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Dalam pembahasan penelitian ini menghasilkan beberapa strategi yang digunakan oleh Kufed dalam perencanaan konten pesan pada akun Instagramnya antara lain Instagram @thekufed digunakan sebagai teaser, pendekatan melalui community building, bekerja sama dengan influencers untuk produksi konten dan kurasi produk, serta perancangan cerita untuk memperkuat konten visual dengan strategi emotionless. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah strategi yang dirancang oleh tim Kufed sudah dilakukan dengan maksimal karena strategi tersebut didasari oleh konsep, karakter, dan tujuan yang ingin dicapai oleh Kufed dalam periode pre-launching seperti saat ini. Kata Kunci: Strategi, perencanaan pesan, media baru, media sosial, Instagram Instagram is a social media that has a visual power. Together with, many parties both individuals and organizations use Instagram to get some information they want to convey. For instance, PT. Hood Digital Asia (Kufed) who created @thekufed account to develop their messages that will be delivered to their publics. They used their own strategy by adjusting the characters and the concepts with their targets. Therefore, this study explored about how @thekufed designed their messages strategy. The researcher used qualitative method with descriptive approach to examine Kufed’s message plan and strategy, such as teaser, community building, collaboration with influencers for content production and curation of products, as well as planning the story to strengthen the visual content with emotionless. The conclusion is Kufed has implemented the message strategy based on its concept and character. Keywords:Strategy, planning messages, new media, social media, Instagram, awareness
KOMUNIKASI KELUARGA SEBAGAI PENUMBUH KEMANDIRIAN BELAJAR ANAK S Bekti Istiyanto; Ragil Yusasi
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5 No 1 (2017): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 5 No 1 Juli 2017
Publisher : DIII Prodi Humas Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/communicology.051.01

Abstract

Learning is the need of every human being. By studying then humans can find the ease or solution to the problems it faces. Nowadays learning is not necessarily in formal places like school, but developing with the independent learning process that can take place anywhere. Therefore self-learning requires encouragement to be able to maintain continuity. This is where the role of family communication is considered very important in maintaining the independence of learning children who choose to learn not in formal places or homeschooling. This study used a qualitative approach with informants selected purposively from families that carry out self-learning process for their children. Data collection using observation techniques, in-depth interviews and literature review. The results showed that: family communication is a major basis for the implementation of children's learning process. The more harmonious family communication that is established, the better the independent learning process will be done by their children. Family harmony factors also foster closeness between parents and children; Family communication used in fostering children's learning interest in the early learning process is more applying the process of modeling or imitation; The form of communication applied in an independent learning process that adopts from the Rumah Inspirasi model is a type of primary and circular communication pattern. Primary communication pattern is done in the form of daily conversation in the education process. While the pattern of circular communication by encouraging the child to ask more questions, open out what is in the minds of children so that children have the courage to speak.
METODE EVALUASI SPECIAL EVENT Mochammad Kresna N
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5 No 1 (2017): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 5 No 1 Juli 2017
Publisher : DIII Prodi Humas Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/communicology.051.02

Abstract

Seitel (2011) menyatakan bahwa setiap program yang dilakukan oleh Public Relations harus dimulai dan diakhiri dengan riset. Namun, seringkali proses evaluasi event yang menjadi program dalam rangkaian kegiatan public relations menjadi hal yang terlewatkan. Hal ini tercermin dari pernyataan Dodi M. Gozali, dikatakan bahwa penelitian dianggap oleh perusahaan tidak bermanfaat bahkan dikatakan sebagai pemborosan dan dinilai sebagai alat untuk membeberkan kelemahan sendiri. Ukuran sukses atau tidaknya sebuah special event hanya berdasarkan dari target jumlah pengunjung saja. Apabila target pengunjung tercapai dan berjalan lancar maka acara tersebut terbilang sukses. Terkadang penyelenggara kurang memperhatikan aspek-aspek lain terkait dengan kenyamanan pengunjung. Seperti kurang optimalnya pelayanan fasilitas yang tersedia. Akibatnya, pengunjung bisa saja mengurungkan niat untuk datang kembali apabila diadakan pada tahun selanjutnya. Penulis memaparkan metode yang relatif efektif dan efisien untuk dilakukan dengan impact yang cukup signifikan dalam melakukan evaluasi sebuah event. Penjelasan tidak hanya tentang metode yang digunakan namun juga mencakup bagaimana mengimplementasikannya dengan data yang valid untuk evaluasi program special event public relations.
STRATEGI KOMUNIKASI IKATAN WANITA GEMUK INDONESIA SEBAGAI WADAH MOTIVASI WANITA PLUS SIZE Yolanda Stellarosa; Desy Iwanti
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5 No 1 (2017): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 5 No 1 Juli 2017
Publisher : DIII Prodi Humas Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/communicology.051.03

Abstract

Media Features beautiful as an ideal body shape which is slim, not fat with a flat stomach. There are various beauty concepts which have been adopted by the mass media which stick in the public's mind. This often leads to acts of discrimination and bullying, which happened to a plus body size woman. Plus size women federation community (KAGUMI) has become a place for self expression and help for women of plus size to increase their confidence. This research aims to determine the communication strategy of Kagumi as a place to motivate and increase self confidence of their members. This research uses qualitative method; interviewees are the founder and members of Kagumi. The data obtained were analyzed using interactive analysis techniques including reduction, data presentation and conclusion. Results of this research show that the community role of Kagumi is a place to motivate through a credible communicator in conveying motivational messages can be quotes, words of wisdom which contain positive values for life, using inspirational stories through social media facebook, television, tabloids and offline activities. Obstacles encountered in the implementation of the communication strategy are self control from members, cyber crime and the spread of the message on a large scale in media which is contrary to the purpose of Kagumi.
KESESUAIAN PENGETAHUAN KOMPETENSI MAHASISWA DI DUNIA KERJA Marisa Puspita Sary; Maulina Larasati; Vera Wijayanti
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5 No 1 (2017): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 5 No 1 Juli 2017
Publisher : DIII Prodi Humas Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/communicology.051.04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana PKL prodi DIII Hubungan Masyarakat FIS UNJ dapat menambah kemampuan untuk mengamati, mengkaji serta menilai antara teori dengan praktik yang terjadi dilapangan, sehingga dapat meningkatkan kualitas kompetensi mahasiswa di dunia kerja khususnya di bidang kehumasan. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kompetensi. Kompetensi merupakan suatu karakteristik yang mendasar dari seseorang individu, yaitu penyebab yang terkait dengan acuan kriteria tentang kinerja yang efektif. Penelitian ini menggunakan teknink pengambilan data Focus Group Discussion (FGD) kepada mahasiswa Prodi D III Humas FIS UNJ yang telah mengikuti PKL semester 104. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum mahasiswa memiliki motivasi untuk mendapatkan pengalaman di dunia kerja. Kesulitan saat melaksanakan tugas PKL secara umum, yaitu ketika mengerjakan tugas menulis berita dan pada awalnya belum memiliki kepercayaan diri. Mata Kuliah yang mendukung pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan tugas yang diberikan diantaranya; Fotografi, Komunikasi Bisnis, Komunikasi Organisasi, Interview, Produksi Media PR, Media Massa Kontemporer, Penulisan Naskah Kehumasan, Public Speaking, Desain Grafis, MC & Protokoler dan Teknik Lobi Negosiasi. Kemampuan yang harus ditingkatkan pada mahasiswa rata-rata menjawab kemampuan menulis berita / press release dan kemampuan public speaking. Pembimbing lapangan memberikan arahan dan mengapresiasi hasil kerja serta kedisiplinan mahasiswa.
INTERAKSI DAN HUBUNGAN PARASOSIAL DALAM AKUN MEDIA SOSIAL SELEBRITI INDONESIA Nuria Astagini; Veronica Kaihatu; Yugo Dwi Prasetyo
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5 No 1 (2017): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 5 No 1 Juli 2017
Publisher : DIII Prodi Humas Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/communicology.051.05

Abstract

Interaction and parasocial relationships are one-way relationships formed through the media. This type of relationship can be seen through various social media accounts owned by celebrities. Fans interactions with their idol celebrities in social media will lead to the formation of positive and negative parasocial relationships. This study was conducted to see how the relationship and parasocial relationship that exists between the fans with the celebrities in social media. Through observation on social media accounts owned by several celebrities in Indonesia, and in-depth interviews conducted with informants; It is known that various comments given by fans is a description of a parasocial interaction. Fans who always comments on every updated information uploaded by their idol, shows a parasocial relationship. This relationship is a picture of emotional attachment from the fans. The interaction and parasocial relationship in social media are closely related to the concept of hyperreality. All things related to a particular celebrity may be rendered artificially, so the fans will eventually form identification of the celebrity with hyperrealitas or reality that is different from the actual reality.
Sebuah Tantangan Literasi Era Media Digital Reza Praditya Yudha
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5 No 2 (2017): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 5 No 2 Desember 2017
Publisher : DIII Prodi Humas Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konten negatif menjadi hal umum yang ditemui di media sosial. Belum teratasi, justru media tersebut banyak menjadi rujukan sumber media massa. Padahal, literasi media sudah dipraktekkan dan mengutarakan bahaya konten negatif. Dua fenomena menarik adalah; pola kemunculan konten negatif yang diprediksi memuncak tiap pilkada ternyata tidak berakhir bahkan setelah pemimpin daerah terpilih. Fenomena kedua, masyarakat bukan hanya menjadi penikmat, justru makin berani eksis sebagai artis di media sosial. Penelitian bertujuan menganalisa penggunaan media serta implikasinya pada pranata bermedia. Penting untuk menentukan ketepatan strategi literasi media berdasarkan karakter publik Indonesia yang masif, reaktif, dan plural. Penelitian berada pada ranah kajian literatur, menganalisis strategi komunikasi massa, serta disajikan secara deskriptif kualitatif. Model Elaboration Likelihood yang menjelaskan rute sentral atau periferal atas pemrosesan dan pengatribusian pesan oleh publik digunakan sebagai landasan teori. Hasil penelitian, rute sentral publik dimotivasi alasan benefit ekonomi dan sosial. Sedangkan aspek ability rute tersebut tidak sinergi akibat rendahnya kompetensi dan kemampuan publik untuk bersikap kritis. Sedangkan rute periferal dibentuk oleh kemudahan, interaksi yang lebih luas dan real time dalam media sosial. Peneliti menyimpulkan, literasi memerlukan materi etika dan implikasinya dalam kehidupan sosial. Misalnya dengan menunjukkan dampak dan relevansi penggunaan media pada situasi sosial. Selain itu akses publik untuk mencari kebenaran, memberi umpan balik, dan berdiskusi perlu dibuka lebar sehingga publik bisa berfikir kritis tanpa intervensi dan doktrinasi.
PERAN EWOM DALAM MEMBENTUK BRAND ATTITUDE DAN PURCHASE INTENTION PADA BRAND ROLLOVER REACTION Intan Syafira Gustia; Amelia Natasha Hilal; Sarah Annida Hanifa Hanum; Nabila Cyrilla; Nadia Kirana Paramita
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6 No 2 (2018): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 6 No 2 Desember 2018
Publisher : DIII Prodi Humas Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Communicology.0602.02

Abstract

ABSTRACT The purpose of this paper is to examine how user-generated positive social electronic word-of-mouth (eWOM) via Instagram affects brand attitude and, consequently, influences purchase intention of Rollover Reaction Lip Cream. The spending patterns of consumers, particularly decision-makers, have been affected to a substantial degree by the strong presence of brands on the web. eWOM, one among the shape of net product reviews, exercises extensive influence not only on the consumers’ attitude towards the brand but also impacts their buying intentions. A survey-based empirical study was conducted to examine the influence of social eWOM on brand attitude and purchase intention of consumers. Structural equation modeling (SEM) was applied using data collected from 120 respondents comprising users of Instagram. The research established that user-generated positive eWOM on social networking site, Instagram has an influence on Brand attitude and Purchase intention, and Brand attitude was found to be the biggest influence on purchase intention. Keywords: Brand attitude, Purchase intention, Instagram, Online Shop, Social eWOM ABSTRAK Electronic Word Of Mouth adalah salah satu pendekatan pemasaran yang digunakan pada era media sosial saat ini. Cepatnya arus informasi membuat konsumen melakukan transaksi informasi mengenai brand yang mereka gunakan atau mereka sukai dengan bentuk interaksi online.Tujuan penelitian ini untuk melihat interaksi Electronic Word Of Mouth yang positif dari pengguna sosial media Instagram berdampak pada brand attitude dan juga purchase intention terhadap brand Lipcream Rollover Reaction. EWOM tidak hanya mempengaruhi sikap pengguna terhadap merek lipstik lokal ini tetapi juga mempengaruhi keinginan membeli para konsumen. Penelitian yang berdasarkan survei ini dilakukan untuk melihat dampak dari social eWOM terhadap brand attitude dan purchase intention Lip Cream merek Rollover Reaction. Structural Equation Modelling (SEM) digunakan untuk mengoleksi data 120 responden yang merupakan pengguna Instagram. Riset ini menemukan bahwa sosial eWOM positif dari pengguna instagram memiliki pengaruh terhadap brand attitude. Social eWOM positif juga memengaruhi purchase decision dari produk Lip Cream Rollover Reaction. Dari hasil temuan kami, ternyata brand attitude memiliki pengaruh terbesar terhadap purchase decision. Kata Kunci: Instagram, eWOM, Brand attitude, Purchase intention, Social eWOM

Page 3 of 18 | Total Record : 178


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 13 No. 2 Desember 2025 Vol. 13 No. 1 (2025): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 13 No. 1 Juli 2025 Vol. 12 No. 2 (2024): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 12 No. 2 Desember 2024 Vol. 12 No. 1 (2024): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 12 No. 1 Juli 2024 Vol. 11 No. 2 (2023): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 11 No. 2 Desember 2023 Vol. 11 No. 1 (2023): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 11 No. 1 Juli 2023 Vol. 10 No. 2 (2022): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 10 No 2 Desember 2022 Vol 10 No 2 (2022): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 10 No 2 Desember 2022 Vol 10 No 1 (2022): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 10 No 1 Juli 2022 Vol 9 No 2 (2021): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 9 No 2 Desember 2021 Vol 9 No 1 (2021): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 9 No 1 Juli 2021 Vol 8 No 2 (2020): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 8 No 2 Desember 2020 Vol 8 No 1 (2020): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 8 No 1 Juli 2020 Vol 7 No 2 (2019): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 7 No 2 Desember 2019 Vol 7 No 1 (2019): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 7 No 1 Juli 2019 Vol 6 No 2 (2018): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 6 No 2 Desember 2018 Vol 6 No 1 (2018): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 6 No 1 Juli 2018 Vol 5 No 2 (2017): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 5 No 2 Desember 2017 Vol 5 No 1 (2017): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 5 No 1 Juli 2017 Vol 4 No 1 (2016): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 4 No 1 Desember 2016 Vol 3 No 1 (2015): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 3 No 1 Desember 2015 Vol 2 No 1 (2014): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 2 No 1 Desember 2014 Vol 1 No 1 (2013): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 1 No 1 Desember 2013 More Issue