cover
Contact Name
Menati Fajar Rizki
Contact Email
mei.prodihumas@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
communicology@unj.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi
  • http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/communicolo
  • Website
ISSN : 23391480     EISSN : 25809172     DOI : -
Core Subject : Social,
Communicology: Jurnal Komunikasi published by prodi DIII Hubungan Masyarakat UNJ. Starting in 2017, Published 2x year, on July and December.
Arjuna Subject : -
Articles 178 Documents
Aktivitas Public Relations Di Mall Ciputra World Surabaya Monika Teguh; Anandari Priska; Bungin Burhan
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8 No 1 (2020): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 8 No 1 Juli 2020
Publisher : DIII Prodi Humas Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Communicology.013.01

Abstract

Peningkatan industri pusat perbelanjaan atau mall menjadi salah satu sektor penopang pertumbuhan perekonomian Indonesia. Maraknya mall memberikan kesempatan untuk para pelaku bisnis memasarkan produknya dan para konsumen untuk melakukan pembelian secara nyaman, sehingga perputaran ekonomi dapat terdorong. Perkembangan pusat perbelanjaan di Indonesia terjadi di berbagai kota salah satunya di kota Surabaya. Kini kota Surabaya menjadi kota yang memiliki mall terbanyak kedua setelah Jakarta. Salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya yang berstandar high class mall adalah Ciputra World Surabaya. Ciputra World Surabaya mengusung sebuah konsep yaitu “The Magnificent World of Lifestyle”, untuk menggambarkan citranya sebagai pusat perbelanjaan yang tidak hanya mengakomodasi aktivitas shopping, melainkan dapat menjadi family mall yang menyajikan kualitas terbaik dalam hiburan, makan, dan rekreasi Dalam mempertahankan citranya tersebut, Ciputra World Surabaya mengandalkan aktivitas public relations yang menjadi salah satu kunci kesuksesan perusahaan. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas public relations yang dilaksanakan oleh mall Ciputra World Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas public relations yang dilakukan oleh mall Ciputra World Surabaya terbagi menjadi tiga jenis yaitu corporate public relations, stakeholder relations dan marketing public relations. Diantara ketiga jenis aktivitas tersebut, yang paling dominan dilaksanakan adalah corporate public relations dan marketing public relations. Sedangkan aktivitas stakeholder relations masih belum banyak dilakukan dan membutuhkan pengembangan kedepannya.
Analisis Kemampuan Public Speaking Kepala Sekolah Tingkat Smp Negeri Di Kota Banda Aceh Nadia
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8 No 1 (2020): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 8 No 1 Juli 2020
Publisher : DIII Prodi Humas Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Communicology.013.03

Abstract

Penelitian ini berjudul “Analisis Kemampuan Public Speaking Kepala Sekolah Tingkat SMP Negeri di Kota Banda Aceh”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kemampuan public speaking kepala sekolah dalam menyampaikan pidatonya saat rapat bersama guru dan karyawan dan saat menjadi pembina upacara pada upacara bendera Hari Senin di sekolah. Penelitian ini menggunakan teori retorika Aristoteles, dengan menetapkan beberapa kriteria untuk menilai kemampuan public speaking kepala sekolah dalam sebuah pidato yang didasarkan pada asumsi retoris logos, pathos, dan ethos. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data untuk penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap lima informan yang ditetapkan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria informan dalam penelitian ini adalah merupakan kepala sekolah SMP Negeri di Kota Banda Aceh, telah menjabat sebagai kepala sekolah minimal selama dua tahun, dan pernah menjadi instruktur/pembicara pada forum pertemuan kepala sekolah SMP tingkat provinsi dan atau tingkat nasional minimal satu kali. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelima informan menyampaikan pidato dengan menggunakan bahasa/istilah/kata yang santun, bertutur kata secara rapi dan mudah dipahami, dapat menghidupkan suasana dan berinteraksi dengan baik dengan audiens, memiliki wawasan yang luas dalam menyampaikan pidatonya, dan mengenal dengan baik siapa audiens mereka. Komunikasi non verbal yang ditunjukkan kepala sekolah secara keseluruhan juga bersifat positif, terbuka, dan tidak menjaga jarak dengan audiens. Kepala sekolah juga menggunakan metode ekstemporan dalam menyampaikan pidatonya saat rapat bersama guru dan karyawan dan saat menjadi pembina upacara pada upacara bendera Hari Senin di sekolah. Kata Kunci: Public Speaking, Teori Retorika, Kepala Sekolah
Hiperealitas Media Pada Pemilihan Umum Indonesia Tahun 2019 Genny Gustina Sari
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8 No 1 (2020): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 8 No 1 Juli 2020
Publisher : DIII Prodi Humas Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Communicology.013.06

Abstract

Pemilihan Umum (Pemilu) Indonesia tahun 2019 bisa jadi merupakan pemilu yang paling banyak menyita perhatian publik. Pada tahun 2014 silam, Prabowo Subianto dan Joko Widodo juga telah berhadapan dalam pemilihan presiden yang dimenangkan oleh pihak Joko Widodo sebesar 53.15 % suara. Pemilu tahun 2019 kali ini diwarnai carut marut pemberitaan, mulai dari debat masing-masing pasangan calon, debat para pendukung, hasil hitung yang berbeda pada masing-masing lembaga survey. Masing-masing calon mengklaim kemenangan pihaknya, media menunjukkan keberpihakan secara terang-terangan. Hal ini menimbulkan kegaduhan dimana-mana, masyarakat dibuat binggung, disini terjadi hiperealitas dimana yang di dalamnya merupakan sebuah kepalsuan yang berbaur dengan kenyataan; masa lalu berbaur dengan masa kini; fakta bersimpang siur dengan rekayasa; tanda melebur dengan realitas; dusta bersenyawa dengan kebenaran. Kategori kebenaran, kepalsuan, keaslian, isu-isu, dan realitas seakan-akan tidak berlaku lagi didalam dunia seperti itu. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan, penulis mencoba menganalisis gambaran hiperealitas media dalam kasus pemilu 2019. Objek penelitian ini adalah dokumen cetak dan online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilu 2019 merupakan pemilu terparah dengan hiperelitas media yang sangat tinggi. Kecurangan disiarkan secara nyata dimana masing-masing pihak merasa benar dengan data yang direkayasa. Masyarakat mau tidak mau dipaksa menerima, mengkonsumsi dan mengkonstruksi sendiri informasi yang diterima. Hiperealitas media pada pemilu 2019 sangat berpotensi merusak kesatuan bangsa.
Konstruksi Berita Politainment Anggota DPR RI Mulan Jameela dan Krisdayanti di Media Online Indah Suryawati
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8 No 1 (2020): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 8 No 1 Juli 2020
Publisher : DIII Prodi Humas Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Communicology.013.02

Abstract

The success of fourteen artists to become members of the Indonesian Parliement 2019-2024 drew the attention of national media, including online media. However, some online media deliberately package this event in the form of politainment news. This is seen in the news about Mulan Jameela and Krisdayanti on Tribunnews.com and Detik.com. This research aims to find out the news construction of Mulan and Krisdayanti politainment news when officially appointed as a member of the Indonesian Parliament 2019-2024. The research method used is the Framing Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki. Pan Kosicki's framing device is divided into four large structures : syntactic structure, script structure, thematic structure, and rhetorical structure. The object of the research was the news texts Mulan and Krisdayanti as members of the Indonesian Parliament in Tribunnews.com and Detik.com in the October 2019 period. The results showed that the cognitive tools used by Tribunnews.com and Detik.com in coding information and interpreting events about Mulan and Krisdayanti as members of the Indonesian Parliament are constructed differently. The construction of Tribunnews.com and Detik.com tends to be more profitable for Krisdayanti than Mulan. The most highlighted side is the clothing choices used by Mulan and Krisdayanti, their relationship with each other's life partners to cases they have faced before. The success of Mulan and Krisdayanti in the Indonesian Parliement 2019-2024 was not so highlighted.
Dampak Komodifikasi Terhadap Tari Tradisi Sebagai Media Komunikasi Diana Apria
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8 No 1 (2020): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 8 No 1 Juli 2020
Publisher : DIII Prodi Humas Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Communicology.013.08

Abstract

Salah satu fungsi tari adalah menjadi media komunikasi antara pencipta tari dengan para audiens. Dewasa ini, tari bukan hanya sebagai media komunikasi sang pencipta tari, melainkan menjadi sebuah barang komoditas. Hal ini dikarenakan industri budaya yang telah berubah menjadi "hubungan masyarakat" tanpa memerhatikan pihak yang memproduksinya. Penelitian ini berfokus pada dampak komodifikasi terhadap tari tradisi sebagai media komunikasi yang membahas tentang fenomena tari Bedhaya di Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan studi dokumen terkait dengan tari Bedhaya. Data dianalisis menggunakan teori industri budaya dan teori komunikasi budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Bedhaya pada zaman dahulu hanya dapat dinikmati oleh elit dan orang-orang kerajaan (Keraton), tetapi dewasa ini dapat ditampilkan di mana saja dan dinikmati oleh siapa saja. Di Jakarta, tari Bedhaya ditampilkan di pesta pernikahan dengan nuansa tradisional Jawa untuk menyambut tamu undangan. Tari Bedhaya yang ditampilkan pada upacara pernikahan bukanlah Bedhaya Ketawang, yang hanya ditampilkan pada upacara kenaikan raja di Istana, tetapi versi lain dari Bedhaya di layar komersial yaitu Bedhaya Ela-ela.
Perencanaan dan Manajemen Komunikasi dalam Membangun Citra Pelayanan Jasa Outsourcing Abdul Kholik
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8 No 1 (2020): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 8 No 1 Juli 2020
Publisher : DIII Prodi Humas Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Communicology.013.07

Abstract

Communication aims to obtain common ground between the actors of communication. Interactions that occur between outsourcing employees and clients certainly contain quite complex communication phenomena. Clients certainly expect excellent service from outsourcing employees. The general problem formulation in this research is to examine how far the influence of communication planning and management can influence the image of outsourcing services. The theory is based on the Management by Objective Theory pioneered by Peter Drucker. The principle behind Management by Objective (MBO) is to ensure that every employee has a clear understanding of the goals or objectives of the organization, just as they understand their roles and responsibilities in achieving those goals. The results of research carried out produce that there is a significant influence related to the influence of planning and communication management on the image of outsourcing services. The mean on the effect of communication planning is slightly higher with a range of 0.1 compared to communication management. But both of them have almost the same mean values ​​of 3.84 and 3.74. Keywords: Communication, Management by Objective, Outsourcing, Brand Image
Strategi Humas KPAI dalam Melaksanakan Tugas Pengawasan pada Kasus Bullying Terhadap Guru, Januari-April, 2019 wina puspita sari; Fildzah Hani Mufidah
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8 No 1 (2020): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 8 No 1 Juli 2020
Publisher : DIII Prodi Humas Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Communicology.013.04

Abstract

ABSTRACT November 2018, there was 1 report on the occurrence of bullying against teachers, then at the beginning of 2019, precisely January-April increased to 4 reports, the authors were interested in reviewing how the KPAI Public Relations Strategy can reduce the increase in bullying rates in carrying out supervisory tasks in bullying cases against teachers. This study aims to identify the KPAI Public Relations strategy in Carrying Out Supervision Tasks towards increasing cases of bullying against teachers. This research uses a qualitative research approach with descriptive methods. The author uses various sources in collecting data such as interviews, observations, and documentation involving 1 key informant and 2 informants. KPAI's Public Relations Strategy in Carrying Out Supervisory Tasks in the Case of Bullying Against Teachers, namely: strategy of publicity in the form of press conferences, strategy of persuations with cooperation built with various other parties such as regional Child Protection Commission (KPAD), Integrated Service Center for Empowering Women and Children (P2TP2A), and the Regional Technical Implementation Unit (UPTD), strategy of argumentation in the form of Publication in Social Media and Preaching to the Mass Media positively as a rival, and strategy of image by displaying environmental and social concern as an institution that is fast and responsive to every the case that was filed in the complaint. The conclusion of this research is that KPAI Public Relations uses the publicity and publication of the KPAI Public Relations Strategy in monitoring bullying cases against teachers. Publication on Social Media and News on websites, press conferences. While the role and efforts of KPAI Public Relations Guard the case & summarize the recommendations, Cooperate with other parties, and give a reprimand. Keywords: PR Strategy, Bullying, Teachers. ABSTRAK November tahun 2018, masuk 1 laporan terjadinya bullying terhadap guru, lalu di awal tahun 2019 tepatnya Januari-April meningkat menjadi 4 laporan, maka penulis tertarik untuk mengkaji bagaimana Strategi Humas KPAI dapat menekan naiknya angka bullying dalam melaksanakan tugas pengawasan pada kasus bullying terhadap guru. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi Humas KPAI dalam Melaksanakan Tugas Pengawasan terhadap meningkatnya kasus bullying terhadap guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. penulis menggunakan berbagai sumber dalam pengumpulan data seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan 1 key informan dan 2 informan. Strategi Humas KPAI dalam Melaksanakan Tugas Pengawasan pada Kasus Bullying Terhadap Guru, yaitu : strategy of publicity berupa kegiatan konferensi pers, strategy of persuations dengan kerjasama yang dibangun kepada berbagai pihak lain seperti Komisi Perlindungan Anak daerah (KPAD), Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), strategy of argumentation berupa Publikasi di Sosial Media dan Pemberitaan kepada Media massa secara positif sebagai tandingan, dan strategy of image dengan menampilkan kepedulian terhadap lingkungan dan sosial sebagai lembaga yang cepat dan tanggap akan setiap kasus yang masuk di pengaduan. Kesimpulan dari penelitian ini Humas KPAI menggunakan publisitas dan publikasi Strategi Humas KPAI dalam pengawasan kasus bullying terhadap guru. Publikasi di Sosial Media dan Pemberitaan di website, konferensi pers. Sedangkan peran dan upaya Humas KPAI Mengawal kasus & merangkum rekomendasi, Bekerjasama dengan pihak lain, dan Memberikan teguran. Kata Kunci: Strategi Humas, Bullying, Guru.
Analisis Wacana Kritis Berita ‘Tentang Social Distance, Cara Pemerintah Cegah Penyebaran Virus Corona’ Di Detik.com Silmi Alfaritsi; Dewi Anggraeni; Abdul Fadhil
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8 No 1 (2020): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 8 No 1 Juli 2020
Publisher : DIII Prodi Humas Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Communicology.013.010

Abstract

Mass media has an important role to construct the community about the discourse that is built or events that occur. Event packed into discourse through production so well that people believe in the news. mass media also has a role to channel information and public education. This is caused by journalists producing texts, discourses that have been disconnected by the mass media have a high value of trust in the perspective of the community. Whereas the concept of truth presented by the media is not true truth, but rather something that society considers as truth or the mass media that determines truth. In this study, researchers sought to uncover how a discourse was produced so as to construct social patterns of society, and see how the ideology contained in the discourse, as well as how the results of the context of the news discourse produced to the public. This study analyzes 1 news and 8 other news as material for analysis of social distance as a step to prevent the spread of the corona virus with a qualitative approach and the Teun A. Van Dijk analysis method. In the process of analysis of this study revealed that the production of text in the coverage of "About Social Distance, How the Government Prevents the Spread of Corona Virus" on detik.com has topics that tend to support the term social distance. The plot and style of the news are made as supporttopics. Ideology contained in the production of the text is a government tool to construct the community in the effort to handle and pandemic birus corona and as a public servant to provide education in dealing with the corona virus. Then there are impacts that occur related to the context of social reporting. Impacts that occur such as the pros and cons of social distance, economic decline, social behavior is greatly changed, changes in the teaching and learning system in education, disruption of religious ritual activities. Keywords: Social Distance, Text Production, Social Cognition, Social Context, Critical Discourse Analysis
Diffusion Innovations of the Ministry of Social Affairs of the Republic of Indonesia in Disseminating Innovation of the E-Warong Program Nadya Caesarany; Garry Vardy Karwur; Devia Rosalina
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7 No 2 (2019): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 7 No 2 Desember 2019
Publisher : DIII Prodi Humas Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Communicology.012.010

Abstract

This research aims to find out and to depict the public relations activities in spreading the information of E-Warong program, as well as to discover the obstacles in running the aforementioned public relations activities. A descriptive-qualitative method is used to depict and to describe the examined objects according to the real facts in the field by using interviewees as the source of data. The data is presented using primary and secondary data through in-depth interview, documentation of activities, references related to the research, and data from the internet. The data analysis procedure used is qualitative data with interactive model from Metthew B. Miles and Michael Huberman. The results show that the public relations activities performed by the public relations team of the Ministry of Social Services in spreading the information include the following steps: 1) planning and decision-making in spreading the information of the E-Warong Program; 2) informing and performing the information spreading of E-Warong Program; 3) evaluating the performed information-spreading activity of E-Warong Program. Less appropriate selection of the communication channel for target audiences can be an obstacle faced during the means of information spreading of the E-Warong Program. In the end, the information spreading activity performed by the Ministry of Social Services ran well enough even though there were some flaws in the execution. Keywords: Public Relations activities, Spreading the Information
Perilaku Komunikasi Digital Native dalam Pengungkapan Identitas Keagamaan di Media Sosial Instagram sofia aunul
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7 No 2 (2019): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 7 No 2 Desember 2019
Publisher : DIII Prodi Humas Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Communicology.012.01

Abstract

The development of information technology in the past ten years has influenced communication behavior. Digital natives are a generation who are used to using gadgets in their daily lives since they were small. The emergence of social media applications such as: Facebook, Instagram, WhatsApp and others are accompanied by mobile communication devices. make someone share communication content easily simultaneously with other people both personally and in bulk (broadcast). Their self-disclosure of religious identity is demonstrated through social media applications. This study uses descriptive qualitative method that will observe the behavior of their cpmmunication for self-disclosure of their religious identity. Keywords: Communication behavior, religious identity, digital natives

Page 6 of 18 | Total Record : 178


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 13 No. 2 Desember 2025 Vol. 13 No. 1 (2025): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 13 No. 1 Juli 2025 Vol. 12 No. 2 (2024): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 12 No. 2 Desember 2024 Vol. 12 No. 1 (2024): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 12 No. 1 Juli 2024 Vol. 11 No. 2 (2023): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 11 No. 2 Desember 2023 Vol. 11 No. 1 (2023): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 11 No. 1 Juli 2023 Vol. 10 No. 2 (2022): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 10 No 2 Desember 2022 Vol 10 No 2 (2022): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 10 No 2 Desember 2022 Vol 10 No 1 (2022): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 10 No 1 Juli 2022 Vol 9 No 2 (2021): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 9 No 2 Desember 2021 Vol 9 No 1 (2021): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 9 No 1 Juli 2021 Vol 8 No 2 (2020): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 8 No 2 Desember 2020 Vol 8 No 1 (2020): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 8 No 1 Juli 2020 Vol 7 No 2 (2019): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 7 No 2 Desember 2019 Vol 7 No 1 (2019): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 7 No 1 Juli 2019 Vol 6 No 2 (2018): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 6 No 2 Desember 2018 Vol 6 No 1 (2018): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 6 No 1 Juli 2018 Vol 5 No 2 (2017): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 5 No 2 Desember 2017 Vol 5 No 1 (2017): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 5 No 1 Juli 2017 Vol 4 No 1 (2016): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 4 No 1 Desember 2016 Vol 3 No 1 (2015): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 3 No 1 Desember 2015 Vol 2 No 1 (2014): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 2 No 1 Desember 2014 Vol 1 No 1 (2013): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 1 No 1 Desember 2013 More Issue