cover
Contact Name
Ahmad Taufiq
Contact Email
jurnalpusair@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpusair@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL SUMBER DAYA AIR
ISSN : 19070276     EISSN : 2548494X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Sumber Daya Air (JSDA) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Water, and Water resources as well as related topics. All papers are peer-reviewed by at least two referees. JSDA is managed to be issued twice in every volume. The Scope of JSDA is: the fields of irrigation, environmental quality and water, swamp, beach, water building, water supply, hydrology and geotechnical fields, hydrology and water management, water environment, coastal fields, fields of cultivation and sabo fields.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2015)" : 7 Documents clear
UPAYA PENGEMBANGAN DAN PENDAYAGUNAAN SUMBER AIR DI PULAU KECIL SUPIORI PAPUA Heni Rengganis
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jsda.v11i1.111

Abstract

Wilayah Kabupaten Supiori merupakan gugusan pulau-pulau kecil yang terdiri atas pulau Supiori dan pulau-pulau kecil lainnya. Pulau ini memiliki sejumlah sumber air berupa mata air yang lokasinya tersebar hampir di seluruh kecamatan. Potensi sumber air di wilayah ini, secara kuantitas sangat berlebih jika hanya digunakan untuk kebutuhan air bersih penduduk saja. Penelitian pemanfaatan dan pengembangan pendayagunaan sumber air dilaksanakan dengan survei lapangan dan dilanjutkan dengan pengukuran serta evaluasi pengembangan dan pendayagunaan khususnya mata air. Sebagian besar sumber air di Pulau Supriori berpotensi untuk dikembangkan. Selain dipakai untuk kebutuhan industri pariwisata dapat juga digunakan untuk industri yang menggunakan air sebagai bahan baku utama, seperti air minum dalam kemasan. Tujuan penelitian adalah mendapatkan gambaran tentang pemanfaatan sumber air di pulau kecil Supiori Papua untuk berbagai kebutuhan dan kemungkinan pemanfaatan sebagai air baku air minum dalam kemasan. Sasarannya adalah agar pemerintah daerah setempat dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sumber-sumber air yang dapat dipertahankan keberlanjutannya. Salah satu sumber air yang dapat dimanfaatkan yaitu sumber air Mastrip dengan debit 40 l/s - 812 l/s. Meskipun jauh dari permukiman penduduk, tetapi lokasi ini mudah dijangkau dari arah laut. Potensi ini diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi masyarakat Kabupaten Supiori, karena selama ini air minum dalam kemasan yang beredar di Papua berasal dari daerah Jawa Timur.
Delineasi Wilayah Rawan Banjir Berdasarkan Aplikasi Model Hidrodinamik Serta Analisis Kerugian Lahan Sawah Di Das Citarum Hulu Adang Hamdani
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jsda.v11i1.112

Abstract

Banjir di wilayah DAS Citarum tidak hanya merusak permukiman penduduk dan merusak tanaman padi pada sentra produksi padi nasional di wilayah pantura Jawa Barat tetapi juga infrastruktur lain dengan tingkat kerugian yang tidak sedikit. Upaya penanganan dan manajemen banjir di kawasan DAS sebenarnya sudah lama dilaksanakan, namun peta wilayah rawan banjir sebagai peta kerja yang berbasis citra beresolusi tinggi berbasis model hidrodinamik (berdasarkan rata-rata air dengan debit yang dinamis) belum tersedia. Oleh karena itu peta potensi wilayah rawan banjir di DAS Citarum Hulu dengan pendekatan tersebut merupakan sebuah keharusan yang sangat mendesak. Penelitian ini betujuan menganalisis karakteristik debit sungai dan debit banjir Citarum Hulu, menyusun peta rawan banjir di DAS Citarum Hulu, Jawa Barat pada skenario periode ulang banjir 2 dan 25 tahunan. Debit banjir periode ulang dihitung berdasarkan frekuensi Gumbel. Pemodelan banjir dan genangan dilakukan berdasarkan aplikasi Model Hidrodinamik HEC RAS yang dikembangkan oleh US Army Corp of Engineers (2002). Hasil analisis menujukkan bahwa pada kejadian banjir periode ulang 25 tahunan meliputi 350.06 ha area permukiman, 24.25 ha areal industry dan 1877.46 ha lahan padi sawah dengan kedalaman antara 1.25 sampai 2 meter.
Pemanfaatan Air Limbah Domestik Dan Industri Sebagai Air Baku Irigasi Syamsul Bahri
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jsda.v11i1.113

Abstract

Hasil penelitian sebelumnya menyatakan tiga jenis air limbah yang telah diolah, yaitu air limbah domestik, industri kertas tanpa B3 dan industri pengolahan susu cair direkomendasikan menjadi air irigasi, karena memenuhi kriteria dari Food and Agriculture Organization. Selanjutnya perlu penelitian skala laboratorium pemanfaatan air limbah sebagai air baku irigasi dengan objek percobaan tanaman padi (Oryza sativa L.). Tujuan dari penelitian ini adalah a) Mengetahui kombinasi pengaruh faktor jenis air limbah (industri kertas, domestik, industri pengolahan susu cair), pemupukan dan konsentrasi air limbah terhadap padi fase vegetatif dan generatif b) Mengetahui pengaruh persen konsentrasi air limbah sebagai air irigasi terhadap obyek percobaan padi fase vegetatif dan generatif. Berdasarkan hasil penelitian ternyata pengaruh yang paling signifikan terhadap pertumbuhan padi, baik fase vegetatif (tinggi tanaman, laju pertumbuhan, jumlah anakan) dan pertumbuhan generatif (jumlah malai, berat gabah basah dan kering) adalah faktor pemupukan. Pemanfaatan air limbah industri kertas, domestik dan industri pengolahan susu pada konsentrasi tepat, baik dengan pemupukan ataupun tidak, telah mempengaruhi parameter kenaikan tinggi tanaman, laju pertumbuhan, jumlah anakan, jumlah malai, berat gabah basah, dan berat gabah kering dibandingkan dengan kontrolnya.
Analisis Kekeringan Di Beberapa Negara Eropa Dengan Menggunakan Data Dari Model Iklim Global Dan Di Indonesia Menggunakan Data Hujan Samuel Jonson Sutanto
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jsda.v11i1.109

Abstract

Kekeringan terparah di Eropa terjadi pada tahun 1976 dan tahun 2003, dengan kerugian yang ditimbulkan tidaklah sedikit. Beberapa kajian yang pernah dilakukan mengindikasikan bahwa aliran panas yang terjadi pada tahun-tahun tersebut menyebabkan naiknya intensitas kekeringan yang terjadi. Oleh karena itu kajian ini dilakukan untuk melihat hubungan antara aliran panas dengan kekeringan, serta korelasinya dengan perubahan iklim dan muka air tanah. Analisis dilakukan dengan data dari hasil simulasi model iklim global dan data pengamatan di lapangan. Kajian ini menggunakan indeks kekeringan SPI (Standardized Precipitation Index) dan SPEI (Standardized Precipitation Evaporation Index) untuk mengetahui besaran kekeringan. Hasil dari kajian ini menyimpulkan bahwa tidak turunnya hujan yang terjadi pada musim semi dan diperpanjang hingga musim panas merupakan salah satu penyebab naiknya suhu udara ekstrem dan menyebabkan kekeringan dengan korelasi negatif R2=0.7-0.8. Hasil yang hampir sama juga diperoleh dari studi yang dilakukan di Indonesia. Kekeringan yang di analisis dengan metode SPEI indeks memberikan hasil analisis kekeringan yang berbeda daripada metode SPI jika terjadi perbedaan suhu udara yang cukup nyata. Dalam studi ini terdapat perbedaan indeks hingga 0.5 antara SPEI dan SPI. Dengan adanya pemanasan global dan terus meningkatnya suhu udara di masa yang akan datang, maka bukan tidak mungkin intensitas dan jumlah kejadian kekeringan yang terjadi akan semakin meningkat.
Model Eutrofikasi 2-Dimensi Berlapis Waduk Cirata Eko Harsono
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jsda.v11i1.114

Abstract

Badan air Waduk Cirata yang berada di Kabupaten Cianjur, Bandung, dan Purwakarta Provinsi Jawa Barat, telah terjadi eutrofikasi karena limbah budidaya ikan jaring apung. Model eutrofikasi 2-dimensi berlapis telah dikembangkan untuk mempelajari sejauh mana sebaran petak karamba jaring apung berpengaruh pada eutrofikasi, dan optimasi jumlah petak karamba jaring apung tiap kabupaten sesuai dengan status trofik yang diinginkan di badan air Waduk Cirata. Kalibrasi dan validasi model menggunakan data 4 titik observasi konsentrasi khlorofil-a pada tiga variasi elevasi muka air waduk menunjukkan hasil perhitungan sesuai dengan observasi. Simulasi model menunjukkan, pola sebaran jumlah petak karamba jaring apung per segmen telah meyebabkan 20 30% luas area Waduk Cirata berstatus eutrofik. Optimasi diperoleh alternatif 1: jika diinginkan persentase luas oligotrofik semua lapisan waduk Cirata 100%, maka jumlah petak karamba jaring apung tiap segmen dari sebaran petak karamba jaring apung yang ada saat ini dikurangi 80%, sehingga alokasi jumlah karamba jaring apung Kabupaten Cianjur, Bandung dan Purwakarta adalah 8.710 petak, 5.756 petak dan 534 petak; dan alternatif 2: jika diinginkan persentase luas eutrofik semua lapisan air Waduk Cirata 0%, maka jumlah karamba jaring apung tiap segmen dari sebaran petak karamba jaring apung saat ini dikurangi 30%, sehingga alokasi jumlah karamba jaring apung Kabupaten Cianjur, Bandung dan Purwakarta adalah 29.745 petak, 19.381 petak dan 1.874 petak
Cover JSDA Mei 2015 COVER JSDA Mei 2015
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.22 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v11i1.399

Abstract

-
Informasi Hidrologi Pada Jaringan Nasional Di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Dan Sulawesi Wulan Seizarwati
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jsda.v11i1.110

Abstract

Dalam rangka mendukung pengelolaan sumber daya air, perlu disusun informasi hidrologi yang didukung oleh pengelolaan data yang baik. Penyusunan informasi hidrologi ini dilakukan pada 32 dari 48 pos jaringan nasional yang tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Informasi hidrologi yang disajikan terdiri dari karakteristik DAS, tren, banjir rencana, debit andalan, dan koefisien limpasan. Tingkat keandalan luas DAS menunjukkan 23 dari 32 pos masuk kategori baik (level 1), 6 pos masuk kategori meragukan (level 2), 2 pos perlu dikaji ulang (level 3), dan 1 pos perlu diperbaiki (level 4). Tingkat keandalan data untuk analisis banjir rencana menunjukkan 3 pos masuk kategori andal (level 1), 19 pos masuk kategori kurang andal (level 2), dan 10 pos tidak dapat dianalisis (level 3). Tingkat keandalan data untuk analisis debit andalan dan koefisien limpasan menunjukkan hampir seluruh pos masuk kategori andal (level 1). Karakteristik hidrologi di tiap pulau berbeda beda. Pulau Sumatera dan Kalimantan umumnya memiliki ketersediaan air yang cukup tinggi, sedangkan debit banjir rencana cukup rendah. Sebaliknya, Pulau Jawa dan Sulawesi umumnya memiliki ketersediaan air yang cukup rendah, sedangkan debit banjir rencana cukup tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa analisis karakteristik hidrologi yang andal, seperti banjir rencana, debit andalan, koefisien limpasan, dan lain - lain dalam suatu DAS, sangat dipengaruhi oleh tingkat keandalan data hidrologi yang ditunjukkan dengan periode yang panjang dan menerus.

Page 1 of 1 | Total Record : 7