cover
Contact Name
Ahmad Taufiq
Contact Email
jurnalpusair@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpusair@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL SUMBER DAYA AIR
ISSN : 19070276     EISSN : 2548494X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Sumber Daya Air (JSDA) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Water, and Water resources as well as related topics. All papers are peer-reviewed by at least two referees. JSDA is managed to be issued twice in every volume. The Scope of JSDA is: the fields of irrigation, environmental quality and water, swamp, beach, water building, water supply, hydrology and geotechnical fields, hydrology and water management, water environment, coastal fields, fields of cultivation and sabo fields.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2015)" : 8 Documents clear
Pengaruh Infrastruktur Sanitasi Terhadap Fecal Coliform Di Dua Inlet Kanal Banjir Timur Yuliya Mahdalena Hidayat
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jsda.v11i2.102

Abstract

Air limbah yang dibuang langsung ke badan air menyebabkan lingkungan perairan tercemar oleh mikroorganisme pathogen di antaranya fecal coliform. Telah dilakukan penelitian pengaruh infrastruktur sanitasi terhadap fecal coliform yang ada di Sungai Cipinang dan Sungai Sunter. Data fecal coliform di Sungai Cipinang dan di Sungai Sunter diperlukan untuk analisa korelasi dengan kondisi sanitasi, menggunakan metode product moment pearson. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa Fecal coliform di Sungai Cipinang berkisar antara 40.000 120.000 Jml/100mL dan di Sungai Sunter 16.000 110.000 Jml/100mL telah jauh melebihi jumlah yang dipersyaratkan dalam PP 82/2001 yang berkisar antara 100 2.000 Jml/100mL untuk Kelas I Kelas IV, hal ini berindikasi pula telah tercemarnya kedua inlet Kanal Banjir Timur tersebut. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa fecal coliform di Sungai Cipinang dan fecal coliform di Sungai Sunter signifikan dipengaruhi oleh terbatasnya infrastruktur sanitasi. Fecal coliform dapat merupakan petunjuk adanya pencemaran limbah domestik di sungai akibat pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi pembangunan infrastruktur sanitasi yang memadai. Tinginya pertumbuhan penduduk tanpa diimbangi dengan pembangunan infrastruktur sanitasi memungkinkan sebagai penyebab penurunan kualitas air sungai. Pesatnya pertumbuhan penduduk hendaknya di imbangi dengan penyediaan infrastuktur sanitasi untuk mencegah tercemarnya badan air.
Two Simple Methods To Analyze Design Flood Hydrograph Using Discharge Data Only: Study Case Rhone Downstream Samuel Jonson Sutanto
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jsda.v11i2.107

Abstract

Hilir sungai Rhone mempunyai berbagai macam permasalahan dalam bidang sumber daya air dengan salah satu diantaranya adalah banjir. Permasalahan banjir dapat diatasi dengan adanya perencanaan yang baik dan pekerjaan pengendalian banjir, akan tetapi kegiatan penanggulangan banjir memerlukan data hidrograf banjir rencana dimana data tersebut sangat sulit diperoleh. Metode yang sangat umum digunakan untuk mendapatkan hidrograf banjir rencana, misalkan metode hujan-limpasan, memerlukan data hidrologi yang cukup banyak. Oleh karena itu dalam makalah ini akan ditampilkan perbandingan dari dua buah metode untuk mendesain hidrograf banjir rencana dengan cara yang mudah dan memerlukan data yang sedikit. Dua buah metode tersebut adalah metode grafis dan metode hidrograf banjir sintetik. Hasil analisis dari kedua buah metode tersebut menunjukkan bahwa kedua metode tersebut mudah digunakan, sederhana dan hanya memerlukan data debit. Perbandingan dari kedua metode tersebut menunjukkan bahwa metode grafis memberikan hasil yang lebih baik daripada metode hidrograf banjir sintetik baik dari segi bentuk dan puncak hidrograf banjir.
Inovasi Ekoteknologi Daur Ulang Untuk Perbaikan Kualitas Air Tercemar Limbah Domestik Menggunakan Teknologi Saringan Tetes Bertingkat Dan Beraerasi Eko Winar Irianto
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jsda.v11i2.103

Abstract

Meningkatnya kebutuhan air baku untuk domestik dan industri menyebabkan terjadinya krisis air baku dan berdampak mengurangi daya dukung DAS. Perbaikan kualitas air yang telah tercemar air limbah menggunakan ekoteknologi berupa lahan basah buatan menjadi alternatif menanggulangi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah melakukan inovasi teknologi penerapan lahan basah buatan untuk memperbaiki kualitas air dan menghemat penggunaan hemat lahan. Metoda penelitian dimulai dari studi perbandingan berbagai teknologi daur ulang yang sudah ada, perencanaan, pembuatan dan pengujian prototip. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan unit Anaerobic Upflow Clarifier (AUC) dan SaTtira (Saringan Tetes Bertingkat dan Beraerasi) mampu meningkatkan kualitas air hasil pengolahan, yaitu dapat meningkatkan kapasitas pengolahan masing-masing COD, BOD, Total Nitrogen, Total Fosfat, Deterjen dan Residu Tersuspensi masing-masing 75%, 79%, 95%, 83%, 95% dan 98%. Penggunaan media arang aktif dan zeolit pada Unit SaTtira dapat berfungsi sebagai proses biofiltrasi dan penukar ion. Hal tersebut ditunjukkan dengan diturunkannya kadar logam berat yaitu Fe, Mn, Cr, Zn dan Cu masing-masing dapat diturunkan 73%, 86%, 36%, 29% dan 95%. Selain itu, pemanfaatan teknologi SaTtira juga dapat menghemat penggunaan lahan sebesar 25% bila dibandingkan penggunaan teknologi lahan basah konvensional secara seri.
COVER JSDA Nov 2015 COVER JSDA Nov 2015
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (916.954 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v11i2.397

Abstract

-
Tambahan Bangunan Pengendali Dasar Sungai Untuk Menjaga Stabilitas Dasar Sungai Batang Kuranji Sumatera Barat Slamet Lestari
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jsda.v11i2.108

Abstract

Studi ini dilakukan untuk mengetahui kebutuhan bangunan tambahan pada sistem pengendali dasar sungai. Penelitian dilakukan pada segmen Sungai Batang Kuranji mulai dari Bendung Nago sampai Bendung Intake PDAM ( 8,5km) dengan menggunakan model matematik / numerik. Analisis stabilitas dasar sungai dilakukan dengan mengacu pada debit banjir tahunan, sedangkan identifikasi detail kondisi hidraulik di sekitar bangunan pengendali dasar sungai dilakukan dengan menggunakan debit banjir periode ulang 100 tahunan. Hasil analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa untuk menjaga stabilitas dasar Sungai Batang Kuranji diperlukan 5 buah bangunan pengendali dasar sungai baru, yaitu pada jarak : 411 m, 671 m, 1.041 m, 1.692 m, dan2.170 m dari Bendung Nago ke arah hilir, dengan masing-masing elevasi atas mercu : +76,00; +74,00; +71,50; +61,00; dan +51,50. Kelima bangunan tambahan ini akan berfungsi secara optimum jika dibangun dalam waktu bersamaan.
Kendali Mutu Data Hujan Harian Dalam Satu Tahun Di Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Mulat Yuningsih
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jsda.v11i2.104

Abstract

Data hujan yang tersedia tidak selamanya berada dalam kondisi baik, hal ini menuntut adanya proses kendali mutu. Metode kendali mutu data hujan pada umumnya melibatkan riwayat data panjang sebagai dasar penentuan kategori data, sedangkan untuk data dengan rentang waktu satu tahun belum tersedia metode yang tepat. Jika data historis tidak tersedia, perlu dibangun suatu model kendali mutu untuk data hujan harian dengan rentang waktu satu tahun. Metode penelitian ini melalui 2 tahapan utama, yaitu: penilaian terhadap kondisi di lapangan dan pendeteksian terhadap kondisi data. Penilaian kondisi lapangan meliputi kinerja alat atau pos, kondisi lingkungan, dan manusia. Hasil analisis lapangan berupa nilai Quality Control 1 (QC 1) yang menggambarkan kondisi pos hujan dan proses pendeteksian terhadap kategori data berupa analisis spasial dan temporal menghasilkan nilai Quality Control 2 (QC 2) yang menunjukkan kondisi data. Berdasarkan nilai kedua QC ini, maka ditarik kesimpulan mengenai kondisi data secara umum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada analisis QC 1, kondisi pos cenderung dipengaruhi oleh faktor manusia. Hal ini ditunjukkan oleh kondisi pos di mana 2 dari 5 pos yang diteliti berada dalam kelas meragukan disebabkan oleh kesalahan pengamat. Hasil analisis QC 2 menunjukkan hanya 2 dari 33 pos yang dianalisis berada dalam kateori meragukan dan sisanya berada dalam kategori baik.
Kajian Data Debit Di Das Comal Study Of Accuracy Discharge Data In The Comal Catchment Desi Windatiningsih
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jsda.v11i2.105

Abstract

Ketersediaan data hidrologi yang kontinyu dan berkualitas baik sangat diperlukan dalam pengelolaan SDA serta analisis hidrologi untuk perencanaan. Tetapi pada kenyataannya data hidrologi khususnya data debit yang ada belum tersedia dalam kualitas yang baik. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu cara untuk menilai kualitas data debit, salah satunya yaitu dengan membuat kajian akurasi data debit. Metode pengecekan kualitas data debit yang dilakukan pada kajian ini yaitu dengan pendekatan perbandingan hidrograf, analisis tebal aliran pos duga air dibandingkan dengan total hujan pada pos hujan yang ada di pos duga air tersebut, analisis lengkung debit dan analisis data muka air. Berdasarkan hasil kajian dari akurasi data debit pada DAS Comal ini menunjukkan bahwa kualitas data debit pada K. Comal-Kecepit, K. Comal-Sukowati dan K. Comal Jatirejo belum baik, hal ini ditunjukkan dari kondisi data debit yang tidak kontinyu, sebagian data debit yang meragukan, data tebal aliran lebih besar atau sama dengan data hujan tahunan serta hasil lengkung debit yang menyebar, sehingga masih perlu dilakukan pengkajian kembali pada data DAS Comal, mulai dari pengecekan ke lapangan, pengecekan data muka air, data debit, luas DAS serta pengkinian lengkung debit dengan menggunakan metode grafis sampai muka air banjir yang terjadi.
Pemilihan Indeks Enso Sebagai Indikator Untuk Deteksi Dini Kekeringan Pada Padi Sawah Elza Surmaini
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jsda.v11i2.106

Abstract

Salah satu pendekatan yang dapat digunakan mendeteksi dini dampak kekeringan adalah menggunakan indeks El-Nio Southern Oscillation (ENSO). Indeks ENSO telah banyak digunakan sebagai alat penting dalam pengelolaan ketahanan pangan di berbagai negara. Terdapat beberapa indeks yang digunakan untuk mendefinisikan ENSO, namun tidak ada konsesus diantara para pakar tentang indeks yang terbaik untuk mendeteksi kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk memilih indeks ENSO yang paling akurat untuk deteksi dini kekeringan pada pertanaman padi sawah pada musim kemarau (MK)1 dan MK2. Kerusakan tanaman padi akibat kekeringan diukur menggunakan Indeks Dampak Kekeringan Padi (IDKP). Telekoneksi antara ENSO dengan kekeringan padi dianalisis menggunakan persamaan regresi polynomial antara sepuluh indeks ENSO dengan IDKP. Terlebih dahulu, diuji hubungan antara faktor perantaranya. Pertama, asosiasi antara beberapa indeks ENSO dengan SPI sebagai indeks kekeringan meteorologis. Kedua, asosiasi antara SPI dan IDKP sebagai indeks kekeringan agronomis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan IDKP dengan indeks ENSO dapat dijelaskan dengan baik melalui faktor perantaranya yaitu SPI. Indeks ENSO yang dapat menggambarkan kekeringan dengan baik adalah indeks Nio 3.4 pada lag 2. Lag 2 menunjukkan bahwa indeks Nio 3.4 Bulan Maret dan Juni dapat digunakan untuk deteksi dini kekeringan padi pada MK1 dan MK2.

Page 1 of 1 | Total Record : 8