cover
Contact Name
Ahmad Taufiq
Contact Email
jurnalpusair@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpusair@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL SUMBER DAYA AIR
ISSN : 19070276     EISSN : 2548494X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Sumber Daya Air (JSDA) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Water, and Water resources as well as related topics. All papers are peer-reviewed by at least two referees. JSDA is managed to be issued twice in every volume. The Scope of JSDA is: the fields of irrigation, environmental quality and water, swamp, beach, water building, water supply, hydrology and geotechnical fields, hydrology and water management, water environment, coastal fields, fields of cultivation and sabo fields.
Arjuna Subject : -
Articles 236 Documents
KORELASI NILAI SONDIR terhadap PARAMETER GEOTEKNIK dan rembesan pada PONDASI TANGGUL FASE E, KALIBARU, JAKARTA UTARA Pulung Arya Pranantya; Emi Sukiyah; Edi Prasetyo Utomo; Hendarmawan H
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2153.085 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v14i2.177

Abstract

Tembok sisi luar waduk pada rancangan fase Darurat tanggul laut NCICD merupakan rencana pengamanan kawasan DKI Jakarta dari banjir ROB. Banjir yang terjadi merupakan rangkaian dari besarnya curah hujan di bagian hulu dan naiknnya muka air laut di bagian hilir. Diantara penyebab tersebut juga terdapat fenomena land subsidence yang memberi dampak terhadap banjir. Tanggul sisi luar tersebut masih memiliki beberapa alternatif jensi tanggul yang akan dibangun, diantaranya adalah tembok laut, sheet pile, spun pile bahkan timbunan tanah biasa. Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai kemungkinan tanggul timbunan untuk pengamanan banjir Ketersediaan data untuk perhitungan adalah tiga buah titik sondir di sekitar kawasan muara Kalibaru. Dari data tersebut, didapatkan parameter masing masing litologi sehingga analisis dapat dilanjutkan menjadi analisis rembesan dan stabilitas. Berdasarkan perhitungan tersebut, dapat juga diprediksi mengenai bahaya piping atau erosi buluh di dasar timbunan. Bahaya piping di dasar tanggul terjadi pada material pasir pada saat ketinggian muka air laut existing dan saat ketinggian muka air laut bertambah dua meter tanpa menggunakan sheet pile. Berdasarkan korelasi tiga titik lokasi data sondir di daerah penelitian terhadap Grafik Robertson 1990 didapatkan lima lapisan tanah berturut-turut dari atas ke bawah adalah: lempung lanauan, pasir lanauan, lanau pasiran, pasir lanauan, dan pasir.
IDENTIFIKASI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP SERI DATA HUJAN DI PULAU JAWA Wanny Kristyanti Adidarma
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 5, No 1 (2009)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1147.354 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v5i1.427

Abstract

The identification of climate change impacts on rainfall (annual, seasonal and monsoon rainfall) wasstudied using hundreds of rainfall data ranging from 1916-2006. The existence of trend in annual andseasonal rainfall series was detected by Statistical Test, namely Mann-Kendall and the Difference of TwoPopulations in monsoon series using Mann-Whitney.The results of the test showed that annual and seasonal rainfalls in most of the studied area had decreasedwhere others had increased. The monsoon rainfall showed a significant difference in frequency distributionparticularly in the months March-April-May (MAM) and December-January-February (DJF).
Penentuan Laju Sedimen Pada Rencana Waduk Jatibarang Segel Ginting
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1195.639 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v6i1.382

Abstract

Rencana Waduk Jatibarang yang berada di Sungai Kreo digunakan untuk tujuan pembangkit listrik, pengendalian banjir dan penyediaan air domestik. Dengan tujuan yang multiguna tersebut, maka perlu dilakukan desain secara seksama supaya waduk bisa bekerja dengan baik sesuai dengan perencanaan. Umumnya waduk sering mengalami masalah sedimentasi sehingga berdampak pada nilai ekonomis waduk bersangkutan. Untuk itu, maka pada rencana Waduk Jatibarang perlu melakukan suatu perencaan awal untuk menentukan besarnya jumlah sedimen yang masuk. Berbagai metode pendekatan untuk menentukan jumlah sedimen yang masuk pada rencana Waduk Jatibarang digunakan, baik secara pengukuran langsung maupun secara tidak langsung. Ada lima metode yang digunakan untuk menentukan laju sedimen yang masuk ke waduk yaitu berdasarkan erosi lahan, empiris pengukuran sedimen, model statistik data pengukuran sedimen, aplikasi persamaan sedimen dan model matematis. Hasil dari berbagai pendekatan tersebut menunjukkan bahwa sedimen yang masuk ke rencana Waduk Jatibarang bervariasi tergantung dari setiap metode, namun secara kuantitas menunjukkan nilaisedimen berkisar antara 20.051 sampai 80.440 ton/tahun, namun laju sedimen yang dihasilkan berdasarkan konsep model statistik data pengukuran sebesar 39.754,9 ton/tahun atau 0,76 mm/tahunlebih dapat dipercaya dibandingkan dengan konsep yang lainnya.
Hujan rancangan berdasarkan analisis frekuensi regional dengan metode tl-moment Segel Ginting; William M Putuhena
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1695.309 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v12i1.160

Abstract

The designstorm wereestimated by applying the regional frequency analysis provides benefits to a datasetwith limited amount of data has many advantages. Minimum data used in calculating the amount of design stromhas a very large error for higherreturn period. Therefore, the regional frequency analysis was used based on TL-moments method. There arethree types of probability distributions used in this study, namely the Generalized Extreme Value (GEV), Generalized Pareto (GPA) and the Generalized Logistic (GLO). Two of the three typesprobability distributions are the best choice by the TL-moment ratio diagrams which are Generalized Extreme Value, and Generalized Logistic. Ananother analysis wasconducted by the Z test and the Generalized Extreme Value (GEV) gives the best results. Therefore, the designs strom which was estimated based on the regional frequency analysis in Jakarta watersheds using the Generalized Extreme Value (GEV) has been determined.
Kajian Data Debit Di Das Comal Study Of Accuracy Discharge Data In The Comal Catchment Desi Windatiningsih
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jsda.v11i2.105

Abstract

Ketersediaan data hidrologi yang kontinyu dan berkualitas baik sangat diperlukan dalam pengelolaan SDA serta analisis hidrologi untuk perencanaan. Tetapi pada kenyataannya data hidrologi khususnya data debit yang ada belum tersedia dalam kualitas yang baik. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu cara untuk menilai kualitas data debit, salah satunya yaitu dengan membuat kajian akurasi data debit. Metode pengecekan kualitas data debit yang dilakukan pada kajian ini yaitu dengan pendekatan perbandingan hidrograf, analisis tebal aliran pos duga air dibandingkan dengan total hujan pada pos hujan yang ada di pos duga air tersebut, analisis lengkung debit dan analisis data muka air. Berdasarkan hasil kajian dari akurasi data debit pada DAS Comal ini menunjukkan bahwa kualitas data debit pada K. Comal-Kecepit, K. Comal-Sukowati dan K. Comal Jatirejo belum baik, hal ini ditunjukkan dari kondisi data debit yang tidak kontinyu, sebagian data debit yang meragukan, data tebal aliran lebih besar atau sama dengan data hujan tahunan serta hasil lengkung debit yang menyebar, sehingga masih perlu dilakukan pengkajian kembali pada data DAS Comal, mulai dari pengecekan ke lapangan, pengecekan data muka air, data debit, luas DAS serta pengkinian lengkung debit dengan menggunakan metode grafis sampai muka air banjir yang terjadi.
Penerapan model kendali mutu data hidrologi dalam rangka peningkatan kualitas data Mirwan Rofiq Ginanjar; Sri Mulat Yuningsih
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2270.724 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v13i2.218

Abstract

Planning and management of water resources are dependent on the quality of hydrological data. Hydrological data plays an important role in hydrological analysis. The availability of good and qualified hydrological data is one of the determinants of the results of hydrological analysis. However, the facts indicate that many of the available data do not fit their ideal state. To solve this problem, a hydrological data quality control model should be established in order to improve the quality of national hydrological data. The scope includes quality control of rainfall and discharge data. Analysis of the quality control of rainfall data was conducted on 58 rainfall stations spread on the island of Java. The analysis shows that 41 stations are good categorized, 14 stations are in moderate category and 3 stations are badly categorized. Based on these results, a light improvement scenario was performed, good category Station increased to 46 stations, moderate category decreased to 11 stations and bad category reduced to 1 Stations. Quality control of discharge data analysis was conducted on 14 discharge stations spread on Java Island. Analyzes were performed for QC1, QC2 and QC3 then got final QC value. The results on the final QC show no stations for good category, 2 stations for moderate categories and 12 stations for bad category. Based on the results of the analysis, a light improvement scenario was performed with the result of bad category increased to good category 5 stations, bad category increased to moderate 7 stations, and moderate category 1 stations.
Upaya Revitalisasi Situ Di Perkotaan Suatu Tinjauan Pengelolaan Kualitas Situ Cangkring, Kota Tangerang Bambang Priadie
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2276.936 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v7i1.373

Abstract

There has been a decreasing in the number and function of situ in the urban areas, particularly in the Greater Jakarta area, due to land use change, water pollution, as well as the growth of aquatic weeds thathave an impact on decreasing capacity of a situ as flood control. The study was conducted in Situ Cangkring, Tangerang City, consist of : bathymetry measurement, water quality, plankton, trophic status, aquatic weeds,and evaluation criteria for quality assessment of situ. Analysis method of bathymetry and morphology measurement was using Garmin 60CSx GPS with MapSource data input, calculation of water volume using the Surfer and Global Mapper, where as water quality and plankton refers to the SNI and Standard Methods. Study results: based on bathymetry map the area of Situ Cangkring was about 5.65 Ha and water volume of 108,900 m3. The area of Situ Cangkring was not decline, but there are changes in distribution and amount of aquatic weeds cover. The water quality was Class IV, diversity index of plankton was heavily polluted, dominated plankton were Chlamydomonas and Euglena; trophic status: Eutrophic Hypereutrophic.There are some water channels through into Situ Cangkring, with only one outlet. The quality value of Situ Cangkring based on computation of morphology, water quality, and aquatic weeds condition was 170. Thisvalue indicates that Situ Cangkring was disturbed lake category with recommendations need of revitalization. Suggested revitalization are : domestic waste water control in the western part, improvements of outlet channel in the northern part, and the control of aquatic weeds by mechanical and biological methods.
MENENTUKAN KEDALAMAN AIR TANAH DENGAN PENGUKURAN GEOLISTRIK DI DAERAH TONGA, PADANG LAWAS, SUMUT Adang S. Saweli
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1787.516 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v10i1.142

Abstract

Dalam rangka pemanfaatan air tanah sebagai air baku untuk memenuhi kebutuhan air, di Daerah Tonga dan sekitarnya yang termasuk Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas, Provinsi Sumatera Utara telah dilaksanakan penelitian air tanah yang berupa pengukuran geolistrik tahanan jenis. Maksud pengukuran geolistrik adalah untuk menduga penyebaran jenis batuan dan gejala-gejala geologi yang terjadi di bawah permukaan secara lateral dan vertikal berdasarkan sifat listrik batuan. Tujuannya adalah untuk menentukan lokasi pengeboran uji (exploration well) dalam rangka pemanfaatan air tanah untuk memenuhi kebutuhan air baku. Air tanah yang berupa akuifer dari hasil pengukuran geolistrik mempunyai nilai tahanan jenis antara 0,42 - 15,00 ? di dalam endapan pasir. Di gudang logistik dilakukan pengeboran uji sampai 150 m di titik VES.1 untuk air tanah kedalaman 17,00 34,00 m dan lebih dari 70 m, sedangkan Mess di titik VES.9 untuk air tanah kedalaman antara 11,90 52,30 m dan lebih dari 60 m. Ada dua hasil interpretasi untuk nilai tahanan jenis lebih kecil daripada 5 ?m, bisa akuifer kualitas payau asin atau berupa lapisan serpih. Sesudah dilakukan pengeboran uji untuk menentukan kuantitas air tanah, perlu dilakukan juga pemompaan uji sumur dan analisis kualitas airnya.
ANALISIS KEBERLANJUTAN UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR DI ZONA HULU SUNGAI CITARUM DENGAN MODEL MULTI DIMENSIONAL SCALLING A. Yusuf, Iskandar
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Pusat Litbang Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jsda.v12i1.293

Abstract

Sungai Citarum merupakan sungai terbesar di Provinsi Jawa Barat, tingginya fungsi dan manfaat sungai ini telah dibangun tiga waduk kaskade raksasa: Saguling-Cirata-Jatiluhur yang menghasilkan 1.650 MW dan mengairi sawah irigasi teknis lebih dari 240.00 ha melalui Saluran Tarum Barat, Tarum Timur dan Tarum Utara. Berbagai upaya dalam penataan peraturan-perundangan serta penataan institusi atau lembaga pelaksananya berbagai program pemerintah yang melakukan pengendalian pencemaran air (PPA) dalam rangka pemulihan kualitas air sungai Citarum. Berbagai hasil studi telah disajikan yang menyatakan parahnya tingkat pencemaran air sungai Citarum disebabkan telah terlampauinya daya tampung beban pencemara air (DTBPA), namun disisi lain perizinan pembuangan air limbah terus berjalan tanpa menghiraukan kondisi faktualnya. Untuk mengetahui rencana solusi pemulihan kualitas air sungai Citarum dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan pelaksanaan pengelolaan kualitas air khususnya upaya PPA di Sungai Citarum dengan metode Multi Dimensional Scalling yang meliputi dimensi: Kebijakan, Teknis, Ekonomi, Sosial-Budaya, Penegakan Hukum dan Dukungan Pemangku Kepentingan. Adapun hasil kajian untuk kondisi eksisting tahun 2015 bahwa semua dimensi kurang berkelanjutan, namun untuk perkiraan tahun 2030 dan 2050 dimensi teknis meningkat signifikan mencapai status sangat berkelanjutan yang diikuti oleh dimensi lainnya mencapai status cukup berkelanjutan. Hasil analisis ada indikasi bahwa dimensi teknis dapat dikembangkan lebih mudah dari pada lainnya dan yang tersulit adalah dimensi ekonomi. Untuk meningkatkan status berkelanjutan yang lebih efektif perlu memacu atribut-atribut sensitif hasil dari analisis leverage dengan memperhatikan pula keseimbangan atribut lainnya pada setiap dimensi.
MODEL HIDROLOGI DAS ITN I Kustamar Kustamar
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.047 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v5i2.468

Abstract

Physical spatial factors of watershed such as topography, soil types and land use show a prominentcontribution in the distributed water shed modeling. One of the difficulties encountered is the change oftopographical information in map form into data that can be read by model program. In the process ofanalyses, physical spatial factor of water shed is divided into grid system consisting of rectangular cellsgroups. In each cell, surface run off discharge ,including its direction, is determined based on the depths byapplying a one dimension unsteady flow concept whereas direction is determined by using information onfour points of the cells. Water depth of the surface run off can be calculated by using both a vertical watermovement model and land use area condition. The model has been tested using the available data of Lesti(East Java) watershed. From calibration and verification processes, this so called Hydrological Model ofITN 1 has been successfully applied with very good reliability.

Page 11 of 24 | Total Record : 236