cover
Contact Name
Ahmad Taufiq
Contact Email
jurnalpusair@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpusair@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL SUMBER DAYA AIR
ISSN : 19070276     EISSN : 2548494X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Sumber Daya Air (JSDA) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Water, and Water resources as well as related topics. All papers are peer-reviewed by at least two referees. JSDA is managed to be issued twice in every volume. The Scope of JSDA is: the fields of irrigation, environmental quality and water, swamp, beach, water building, water supply, hydrology and geotechnical fields, hydrology and water management, water environment, coastal fields, fields of cultivation and sabo fields.
Arjuna Subject : -
Articles 236 Documents
Estimasi Laju Erosi Pada Beberapa Daerah Tangkapan Air Waduk Di Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo Dengan Sistem Informasi Geografi Sri Mulat Yuningsih; Bayu Raharja; Irfan Sudono; Fauzi Fauzi
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2137.286 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v8i1.355

Abstract

Soil affected by erosion will be carried by the flow of surface water into the river and would enter into the reservoir. This causes siltation of reservoirs that have done studies to estimate the amount of erosion rate in this case performed on Dawuhan Reservoir Catchment Area, Gondang Reservoir, and Nglambangan Reservoir, Bengawan Solo River Basin. One method often used in measuring the level of vulnerability to erosion is a method of USLE (Universal Soil Loss Equation). Erosion prediction with USLE method can also use GIS in its calculations. Geographic Information System (GIS) is a spatially-based technologies that are very popular today. Utilization of GIS-based spatial modeling pixels as a tool in predicting erosion can help the accuracy of the data generated, especially on lands that have a complex topography. The results of the analysis can be concluded greatest erosion rate occurred in the catchment areas of Nglambangan Reservoir with 75,327.93 tons / year with erosion rate27,18 tons/Ha/year. The rate of erosion found on the location of the second largest Gondang Reservoir with a total annual erosion rate of 7,347.77 tons / year with erosion rate 3,08 tons/Ha/year.
Identifikasi Keberadaan Cekungan Air Tanah Ciomas, Bogor, Berdasarkan Hasil Pendugaan Geolistrik Tatang Padmawidjaja
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2260.777 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v6i2.413

Abstract

Geoelectric research to estimate soil water basins and aquifers have been conducted in the area Ciomas District, Bogor Regency. The geology in this location including the Bogor Basin and Bogor linemen, with rocks that occupy it is Volcanic of Quaternary rocks of the Formation of Bojongmanik. Formation of Bojongmanik consists of coarse sand to fine clay and calcareous rocks. Resistivity shows the boundary curves at depths greater than 200 meters which indicate the boundary between areas of conductive and resistive. The resistivity has a value smaller than 10 ohm m of sandy clay material as a mineral deposit groundwater. Based on resistivity data is that the area Ciomas is rare soil water aquifer that is trapped in the layers of clay and layers which in impermeable.
Pengaruh Ukuran Sampel Makrozoobentos Bioindikator Terhadap Penilaian Tingkat Pencemaran Air Sungai Syamsul Bahri
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.671 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v10i2.135

Abstract

Di Indonesia telah banyak dilakukan penelitian tentang biomonitoring atau bioasesmen dengan makrozoobentos untuk menilai kualitas air sungai. Penelitiannya bersifat aplikatif dari metode yang digunakan di daerah sub-tropik, termasuk di antaranya penggunaan angka hitung tetap untuk proses sub-sampling. Tujuan penelitian ini adalah i). Mendapatkan perkiraan angka jumlah makrozoobentos representatif ketika sampling dari sungai dengan metode mengaduk-aduk dasar sungai dengan kaki, ii). Mendapatkan angka hitung tetap yang digunakan untuk proses sub-sampling, iii). Mengetahui penyimpangan penilaian tingkat pencemaran air sungai, akibat kesalahan dalam penentuan besaran angka hitung tetap makrozoobentos hasil sub-sampling secara random terhadap hasil sensus. Manfaat penelitian adalah menjadi acuan dalam memprediksi angka jumlah makrozoobentos representatif yang diambil menggunakan alat Dip-net dari dasar sungai dan acuan penggunaan angka hitung tetap untuk proses sub-sampling secara random. Penelitian eksperimental ini menggunakan desain acak sempurna satu faktor perlakuan, yaitu variasi jumlah individu makrozoobentos terhadap jumlah genusnya. Berdasarkan hasil penelitian i). Prakiraan angka jumlah makrozoobentos representatif dari sampel yang diambil dari sungai dengan teknik diaduk-aduk dengan kaki adalah lebih besar dari 500 individu, ii). Angka hitung tetap organisme makrozoobentos untuk proses sub-sampling secara random berkisar antara 200 - 500 individu, iii). Bila menetapkan angka hitung tetap di bawah 200 individu, maka akan terjadi penurunan penilaian kelas kriteria kualitas air.
Simulasi Kebutuhan Air untuk Tanaman Padi Pada Skenario Perubahan Iklim di Daerah Aliran Sungai Lembang-Sumani Sugeng Nugroho; Rudi Febriamansyah; Eri Gas Ekaputra; Dodo Gunawan
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1311.892 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v15i1.423

Abstract

Dampak perubahan iklim sangat signifikan berpengaruh pada sektor pertanian, mengingat keberlangsungan pertanian bergantung mutlak dengan kondisi iklim. Perubahan iklim yang terjadi pada suatu wilayah sangat tergantung sensitivitas faktor lokal dalam merespon perubahan iklim global yang terjadi, sehingga sangat penting untuk melakuakn koreksi data perubahan iklim global dengan data observasi di lokasi. CDFDM merupakan salah satu metode koreksi bias yang dapat digunakan untuk melakukan koreksi tersebut. Kebutuhan air untuk tanaman dan irigasi dihitung dengan model CROPWAT. Hasil analisis menujukan proyeksi unsur iklim di lokasi penelitian menunjukan pada umumnya mengalami peningkatan. Peningkatan terbesar dialami curah hujan hingga 47.5% pada tahun 2040 jika iklim berubah dengan skenario RCP8.5 dan rata-rata mengalami peningkatan antara 18-20% pada tahun 2020-2040, baik pada skenario RCP4.5 dan RCP8.5. Suhu udara akan mengalami peningkatan antara 4-6% pada tahun 2020-2040 pada skenario RCP4.5 dan RCP8.5. Sedangkan peningkatan suhu udara terbesar per dekade terbesar sekitar 8.1% pada tahun 2040 pada skenario RCP8.5. Proyeksi kebutuhan air untuk tanaman secara umum mengalami peningkatan seiring dengan semakin tingginya proyeksi curah hujan dan suhu udara, kecuali untuk lokasi penelitian Sumani, yang mengalami defisit kebutuhan curah hujannya sehingga diperlukan air irigasi, pada musim tanam bulan Mei-Agustus.
PENELITIAN KUALITAS AIR PADA MATA AIR YANG ADA DI DALAM DAN DI LUAR TUBUH BENDUNGAN JATILUHUR PURWAKARTA-JAWA BARAT Rahmadi Herman Santosa
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 5, No 1 (2009)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.763 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v5i1.463

Abstract

An Acencer water spring with a discharge of 2 4 L/sec. was observed at the underground correlationtunnel of the hydro-electric generator room of the Jatiluhur Dam. Unfortunately this spring was neverutilized. Whereas actual condition of this spring water is of such good quality that Dr. Basuki Hadimulyono,former Director General of the R&D Agency for Ministry of Public Works had assigned the head of theExperimental Station for Water Resources Environment, Research Center of Water Resources, to conduct aresearch on the possible water use. Based on in-situ research, a water spring was not only found inside thedam body but also outside. This water spring generates a discharge of 3 5 L/sec. Results of the researchconcluded that with indicated water discharge, both sources can be utilized continuously without disturbingother parts of the dam body. However, water quality has to be treated in order to meet the drinking watercriteria particularly regarding the excessive content of Manganese and E-Coli
Cover JSDA Mei 2014 COVER JSDA Mei 2014
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.327 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v10i1.403

Abstract

-
PENGELOLAAN BANJIR BERBASIS MASYARAKAT (STUDI KASUS: KABUPATEN BOJONEGORO) Oky Subrata
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2093.111 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v8i2.368

Abstract

Aspek utama pengelolaan banjir berbasis masyarakat di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur adalah kesiapsiagaan dan tanggap darurat. Pengelolaan banjir ini merupakan kegiatan non struktural yang dilaksanakan di dua desa yaitu Kedung Sumber dan Semen Pinggir. Banjir yang terjadi di kedua desa tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Desa Kedung Sumber berada di Hulu Kali Pacal dengan banjir bandangnya sedangkan Desa Semen Pinggir di Hilir Kali Pacal dan merupakan pertemuan dengan Sungai Bengawan Solo dengan banjir genangannya. Makalah ini menyajikan kegiatan pengelolaan banjir yang menerapkan dua metode pendekatan sosial yang berbeda. Desa Kedung Sumber menerapkan Participatory Rural Appraisal (pedesaan), sedangkan Desa Semen Pinggir menerapkan Participatory Urban Appraisal (perkotaan). Kegiatan pengelolaan banjir ini terdiri dari identifikasi sejarah banjir, pembuatan peta ancaman banjir dan jalur evakuasinya, pembentukan organisasi siaga bencana, pembuatan prosedur tetap evakuasi korban banjir dan pengelolaan stasiun hujan telemetri yang mengirim SMS sebagai awal sistem peringatan dini banjir. Kesimpulan antara lain menunjukan bahwa metode pendekatan sosial yang tepat diperlukan dalam pelaksanaan survei sosial dan pelibatan masyarakat sebagai narasumber dan pelaku utama menjadi kunci keberhasilan kegiatan. Ada dua kelemahan dari kegiatan ini. Pertama, belum adanya evaluasi terhadap organisasi siaga bencana yang didirikan. Kedua, penekanan kegiatan diutamakan pada alat peringatan dini yang hanya berlaku di musim penghujan.
Model kematian biota air sebagai fungsi waktu kontak pada air limbah deterjen dan gagasan sederhana pengendaliannya Yuliya Mahdalena Hidayat
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1408.476 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v12i2.60

Abstract

Wastewater is a residual from detergents usage that has negative impact to the environment, such as aquatic biota toxid. The Model of aquatic biota mortality as a function of detention time for the wastewater detergent concentration was eliminated by secondary data. Model is selected by election of trendline type that have highest determination coefficient, while simple idea of the detergent pollution control technique was analized from previous research and some other aspect. Result showed that aquatic biota mortality with perception time can be expressed with second order polynominal model. Damage of the vital aquatic biota organ such as cell membran, liver and heart, and also water quality degradation is allegedly caused of organisms mortality as a due to detergent increased in water bodies. A very high detergent concentration, is endangering biota in water bodies. Usage of environmentally friendy detergens, and also wastewater treatment for detergent before entering the water bodies, is expected to protecting more aquatic biota so that ecosystem can maintained. Individual detergent screening technique (TPDI) idea expected acceptable and exploted by public as one of the detergent pollution control.
IDENTIFIKASI LEVEL KERENTANAN PROVINSI BALI DENGAN METODE PAIRWISE COMPARISON Huda Bachtiar
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1621.533 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v9i1.359

Abstract

Identifikasi kerentanan di Provinsi Bali telah dilakukan menggunakan metode perbandingan berpasangan. Metode ini berdasarkan proses analisis hirarki, yaitu membandingkan suatu elemen objek dengan pembobotan untuk mengklasifikasikan suatu level. Parameter yang ditinjau dalam identifikasi kerentanan ini adalah tata guna lahan, infrastruktur, elevasi, kemiringan, dan kerentanan total. Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengevaluasi level kerentanan terhadap parameter yang ditinjau. Identifikasi level kerentanan total tahun 2012 menunjukkan daerah Bali Selatan (Denpasar) memiliki level tinggi karena besarnya populasi penduduk dan lengkapnya fasilitas infrastruktur pendukung pariwisata, sedangkan level rendah terdapat di daerah Bali Utara. Pada tahun 2030, level tinggi dari kerentanan total di Kota Denpasar meluas karena meningkatnya jumlah penduduk dan rencana pengembangan tata guna lahan. Selain itu, level kerentanan di Kabupaten Badung berubah dari level rendah menjadi level moderat karena adanya perluasan area pariwisata. Berdasarkan hasil simulasi dapat diketahui wilayah dengan tingkat kerentanan paling tinggi, yaitu wilayah yang memiliki genangan paling luas. Dalam hal ini, deliniasi wilayah-wilayah tersebut harus tampak jelas pada peta sehingga dapat diterapkan dalam rencana tata ruang kota/wilayah.
Model Eutrofikasi 2-Dimensi Berlapis Waduk Cirata Eko Harsono
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jsda.v11i1.114

Abstract

Badan air Waduk Cirata yang berada di Kabupaten Cianjur, Bandung, dan Purwakarta Provinsi Jawa Barat, telah terjadi eutrofikasi karena limbah budidaya ikan jaring apung. Model eutrofikasi 2-dimensi berlapis telah dikembangkan untuk mempelajari sejauh mana sebaran petak karamba jaring apung berpengaruh pada eutrofikasi, dan optimasi jumlah petak karamba jaring apung tiap kabupaten sesuai dengan status trofik yang diinginkan di badan air Waduk Cirata. Kalibrasi dan validasi model menggunakan data 4 titik observasi konsentrasi khlorofil-a pada tiga variasi elevasi muka air waduk menunjukkan hasil perhitungan sesuai dengan observasi. Simulasi model menunjukkan, pola sebaran jumlah petak karamba jaring apung per segmen telah meyebabkan 20 30% luas area Waduk Cirata berstatus eutrofik. Optimasi diperoleh alternatif 1: jika diinginkan persentase luas oligotrofik semua lapisan waduk Cirata 100%, maka jumlah petak karamba jaring apung tiap segmen dari sebaran petak karamba jaring apung yang ada saat ini dikurangi 80%, sehingga alokasi jumlah karamba jaring apung Kabupaten Cianjur, Bandung dan Purwakarta adalah 8.710 petak, 5.756 petak dan 534 petak; dan alternatif 2: jika diinginkan persentase luas eutrofik semua lapisan air Waduk Cirata 0%, maka jumlah karamba jaring apung tiap segmen dari sebaran petak karamba jaring apung saat ini dikurangi 30%, sehingga alokasi jumlah karamba jaring apung Kabupaten Cianjur, Bandung dan Purwakarta adalah 29.745 petak, 19.381 petak dan 1.874 petak

Page 10 of 24 | Total Record : 236