cover
Contact Name
Fransisca Iriani Rosmaladewi
Contact Email
fransiscar@fpsi.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmishs@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
ISSN : 25796348     EISSN : 25796356     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (P-ISSN 2579-6348 dan E-ISSN 2579-6356) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu Sosial (seperti Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi), Humaniora (seperti Ilmu Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa), dan Seni (seperti Seni Rupa dan Design). Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 723 Documents
MENGGAMBAR MANDALA SEBAGAI SARANA INDIKATOR POTENSI DEPRESI PADA REMAJA
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.11952.2022

Abstract

Depresi adalah gangguan mental yang sering muncul dengan suasana hati sedih, hilang rasa senang atau minat, dan energi berkurang sehingga akan mengganggu aktivitas maupun kegiatan sehari-hari. Gangguan depresi mengalami peningkatan selama masa remaja, dan mulai teriadi di usia 15 tahun. Tanpa perawatan yang efektif, depresi dapat menyebabkan kondisi yang lebih parah termasuk psikosis, melukai diri sendiri bahkan tindakan bunuh diri. Oleh karena itu, diperlukan asesmen awal dalam mendiagnosis gangguan depresi. Salah satu alat dasar untuk screening yang dapat digunakan untuk mendiagnosis gangguan depresi adalah metode proyektif. Metode proyektif yang digunakan adalah mandala yaitu kegiatan menggambar bebas di dalam lingkaran. Penelitian sebelumnya menggunakan mandala sebagai alat asesmen terhadap wanita yang mengalami kanker payudara, serta sebagai pre-test post-test dalam menurunkan kecemasan dan depresi pada wanita dewasa awal dengan systemic lupus erythematosus (Elkis-Abuhoff et al., 2009; Trisnaramawati, 2019). Penelitian ini bertujuan menggambar mandala sebagai sarana untuk melihat indikator potensi depresi pada remaja. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratori, dengan jumlah partisipan sebanyak 93 orang berusia dari 15-17 tahun. Kuesioner Beck Depression Inventory II (BDI-II) digunakan sebagai screening untuk mendapatkan gambaran tingkat depresi pada partisipan. Gambar mandala diklasifikasi berdasarkan empat karakteristik, yaitu (a) ukuran lingkaran, (b) letak/posisi gambar, (c) bentuk lingkaran, dan (d) tekanan garis pada lingkaran. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mandala belum dapat digunakan sebagai alat dasar screening terhadap gejala depresi. Namun ada kemungkinan mandala lebih tepat digunakan sebagai terapi bukan sebagai asesmen. Walaupun dalam penelitian ini terdapat perbedaan persentase kelompok severe (berat) dan none (minimal) depresi, namun pembedaan tersebut belum menunjukkan konsistensi, dan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
ANALISIS VISUAL KARAKTER HERO DENGAN SKIN LEGEND PADA “MOBILE LEGENDS:BANG BANG”
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.12936.2022

Abstract

ABSTRACTMobile Legends: Bang-Bang has become successful games that has stayed in the top rate category in mobile gaming industry. The success of this game is based on the good preparation and execution in every line. One of the features that can be maximized by Moonton as Mobile Legends’ publisher is skin hero feature. Skin hero is successfully made as commercial asset in the profitable game. In fact that there are several players ready to spend millions of Indonesian Rupiahs to get the rare skin. Rare skin, by definition is hard to get and visually pleasing to the eyes from the perspective of illustration, animation and action effect in the game. Skin Hero that has that kind if rarity and greatness is considered as legendary tier. Only seven from hundreds of heroes in the game own this rare skin. To study the concept and the structure applied by Moonton in designing the visual of skin legend, this research analyzes the character visual of the skin legend using descriptive qualitative method and character design study developed by Hiroyoshi Tsukamoto which is Manga Matrix. This research applies a character design method to break down the character visual in the fame and in doing so, this research finds that hero character and skin legend have their several benefits from composition, shape, costumes and personality that are well made. In conclusion, this research can be useful to give recommendations for game developers to use Manga Matrix as an alternative strategies to design game character. Keywords: Game, Mobile Legends, Manga Matrix, Character Design ABSTRAKMobile Legends: Bang-Bang menjadi game yang terbilang sukses dan sama sekali belum beranjak dari kategori top rate dalam platform perangkat mobile. Kesuksesan dari game ini tentu didasari pada kesiapan dan eksekusi matang di segala lini. Salah satu fitur yang bisa dimaksimalkan moonton selaku publisher game ini adalah fitur skin hero. Skin hero berhasil dijadikan sebagai asset komersil dalam game yang tentunya menghasilkan keuntungan besar, faktanya beberapa kalangan pemain yang rela menghabiskan uang jutaan rupiah untuk memperoleh skin yang mereka anggap langka, visual ilustrasi yang menarik, animasi dan efek action dalam gamenya. skin hero yang memiliki kedigdayaan tersebut adalah skin hero dalam tier legend. Skin ini hanya dimiliki oleh tujuh dari serratus enam hero yang ada dalam game. Dalam rangka untuk mempelajari struktur konsep yang diterapkan oleh Moonton dalam merancang visual dari karakter hero dengan skin legend, pada penelitian ini dilakukan analisis visual karakter dengan skin legend menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan pendekatan desain karakter yang dikembangkan oleh Hiroyoshi Tsukamoto yaitu Manga Matriks. Penelitian ini telah telah menerapkan sebuah metode perancangan karakter untuk mengurai sebuah visual karakter game dan menemukan bahwa visual karakter hero dengan skin legend memang memiliki kelebihan tersendiri secara komposisi visual bentuk, kostum dan personality yang cukup terkonsep dengan baik, maka wajar saja jika skin legend pada game mobile legends sangat digemari. Atas dasar hasil tersebut Penelitian ini juga memberikan Rekomendasi  pada game developer untuk menggunakan manga matrix sebagai salah satu strategi alternatif dalam merancang karakter game. Kata kunci: Game, Mobile legends, Manga Matriks, Desain Karakter
KESEPIAN, KECERDASAN SOSIAL DAN HARGA DIRI PADA REMAJA DI MASA PANDEMI COVID-19
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.15819.2022

Abstract

ABSTRACT The COVID-19 pandemic has affected almost every aspect of life, including people's daily activities, especially groups of children and adolescents due to the implementation of physical distancing, which also affects the social life of adolescents, where many activities are carried out online, include online learning. Due the pandemic, adolescents cannot socialize normally, and makes them feel a social shackles and feel alone. This study aims to see the effect of self-esteem on the relationship between social intelligence and loneliness in adolescents during online learning in Covid-19 pandemic. This research is a non-experimental descriptive quantitative research. Participants in this study were adolescents in Indonesia, age 15-21 years old, 68 participants. The measuring instruments used in this study were the UCLA Loneliness scale Version 3, the Tromso Social Intelligence Scale, and the Modified Rosenberg Self Esteem scale. This study uses correlation analysis and linear regression analysis. The results showed that there was a relationship between social intelligence and loneliness sig <0.01, then in the regression test, the results showed p = 0.245> 0.05, which means that self-esteem did not affect the relationship between social intelligence and loneliness. In this study, it was found that research participants had high scores of loneliness, but also high scores of social intelligence and high scores of self-esteem. this could happen because they experience distance separation from their social environment which makes participants feel lonely, feel alone, bored, feel that their social relationships are not as expected which is then perceived as lonely.Keywords: Adolescents, Loneliness, Self-Esteem, Social Intelligence ABSTRAKPandemi COVID-19 telah mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan, termasuk aktivitas sehari-hari masyarakat, terutama kelompok anak-anak dan remaja akibat penerapan physical distancing, yang juga berdampak pada kehidupan sosial remaja, dimana banyak aktivitas dilakukan secara online, salah satunya yaitu pembelajaran online. Akibat pandemi, remaja tidak dapat bersosialisasi secara normal, dan membuat mereka merasa terbelenggu secara sosial dan merasa sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh harga diri terhadap hubungan kecerdasan sosial dengan kesepian pada remaja selama pembelajaran online di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif non eksperimental. Partisipan dalam penelitian ini adalah remaja berusia 15-21 tahun, 68 partisipan. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah UCLA Loneliness scale Version 3, Tromso Social Intelligence Scale, dan Modified Rosenberg Self Esteem scale. Penelitian ini menggunakan analisis korelasi dan analisis regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kecerdasan sosial dengan kesepian sig < 0,01, kemudian pada uji regresi diperoleh hasil p = 0,245 > 0,05 yang artinya harga diri tidak berpengaruh terhadap hubungan antara kecerdasan sosial dengan kesepian. Dalam studi ini, ditemukan bahwa peserta penelitian memiliki skor kesepian yang tinggi, tetapi juga skor kecerdasan sosial dan harga diri yang tinggi. Hal ini bisa terjadi karena mereka mengalami pemisahan jarak dari lingkungan sosialnya yang membuat partisipan merasa sepi, merasa sendiri, bosan, merasa bahwa hubungan sosialnya tidak seperti yang diharapkan yang kemudian dirasakan sebagai kesepian. Kata Kunci: Harga Diri, Kecerdasan Sosial, Kesepian, Remaja
IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA PADA PEMILIHAN KUWU DI KABUPATEN INDRAMAYU TAHUN 2021
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.13523.2022

Abstract

Indonesia has the lowest government in rural areas which is called village administration. In Indramayu Regency, the village administration is led by a Kuwu. Kuwu is elected by the villagers through the kuwu election mechanism. The election of village heads has been regulated in Law Number 6 of 2014 concerning Villages. In 2021 the Indramayu Regency Government will hold Kuwu elections for 171 villages. The election for kuwu in Indramayu Regency must refer to Law Number 6 of 2014 but its implementation is faced with the conditions of the Covid-19 pandemic. How is the implementation of Law Number 6 of 2014 concerning Villages in the Kuwu election in Indramayu Regency? This is the problem that is discussed and used in this article. The aim is to find out the implementation of Law Number 6 of 2014 concerning Villages in the Kuwu election in Indramayu Regency during the Covid-19 pandemic. These problems have been researched using empirical legal research methods through observations and interviews. The results showed that the Indramayu Regency government modified the implementation of Law Number 6 of 2014 concerning Villages in the Kuwu election in Indramayu Regency according to the Covid-19 pandemic conditions. The results of this study contribute to the development of village government laws and research programs organized by Tarumanagara University
DAMPAK KEGIATAN MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM) MAGANG DAN STUDI INDEPENDEN DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI MAHASISWA
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.16163.2022

Abstract

Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM), merupakan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi, yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Pada program studi Teknik Informatika dan Desain Interior, kegiatan magang/praktik kerja telah dilaksanakan mahasiswa, dalam kurun waktu 6 – 12 bulan pada perusahaan atau organisasi yang menjadi mitra program studi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kegiatan magang dan studi independen dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa. Responden yang telah mengisi kuesioner berjumlah 227 mahasiswa, terdiri dari 158 mahasiswa peserta magang dan studi independen dan 69 mahasiswa yang belum mengikuti magang dan studi independent. Kegiatan magang dan studi independen sangat membantu meningkatkan kompetensi mahasiswa baik secara hard skill maupun soft skill. Kegiatan magang dan studi independen juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa belajar secara langsung (experiential learning) di tempat kerja/industri yang dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja setelah lulus dari perguruan tinggi.
PERSPEKTIF DOSEN, MAHASISWA, TENDIK MENGENAI IMPLEMENTASI MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA DI UNIVERSITAS TARUMANAGARA
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.16072.2022

Abstract

Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) telah disosialisasikan terutama kepada dosen dan mahasiswa Universitas Tarumanagara, sejak ditetapkan oleh Kemendikbudristek pada bulan Januari 2020.  Kurikulum MBKM ini juga telah diimplementasikan selama lebih dari 1,5 tahun di Universitas Tarumanagara sejak semester ganjil 2020/2021.  Pada akhir tahun 2021, Ditjen Diktiristek menugaskan 110 Perguruan Tinggi Swasta termasuk Universitas Tarumanagara, untuk melaksanakan penelitian mengenai kebijakan MBKM. Satu Tim Peneliti ditugaskan oleh Universitas Tarumanagara melaksanakan tugas dari Ditjen Diktiristek tersebut. Dalam pelaksanaan tugas ini, penelitian juga ditujukan untuk memahami perspektif dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan (tendik) terhadap kebijakan dan implementasi MBKM tersebut.  Partisipan penelitian adalah dosen, mahasiswa, dan tendik Universitas Tarumanagara. Data dikumpulkan melalui survei elektronik yang dirancang, dan disebarluaskan oleh Ditjen Diktiristek melalui SPADA (Sistem Pembelajaran Daring). Data yang digunakan dalam tulisan ini adalah data pada tanggal 23 Desember 2021 yang diberikan oleh Ditjen Diktiristek kepada LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) Universitas Tarumanagara, terdiri atas 298 dosen, 3.994 mahasiswa, dan 136 tendik Universitas Tarumanagara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 50% dosen, mahasiswa, dan tendik mengetahui sebagian besar isi kebijakan MBKM, terutama melalui sosialisasi yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi. Lebih dari 50% partisipan memilih Sosialisasi Kemendikbud, Kanal Perguruan Tinggi, dan Sosialisasi Perguruan Tinggi sebagai tiga media informasi yang dapat meningkatkan pemahaman mengenai MBKM. Partisipan menyatakan bahwa kedelapan kegiatan MBKM sudah ada sebelumnya.  Lebih dari 50% partisipan menjawab dua semester untuk melaksanakan kegiatan MBKM di luar perguruan tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat dinyatakan bahwa sekitar 50% dosen, mahasiswa, dan tendik di Universitas Tarumanagara telah memiliki perspektif yang sejalan dengan Kebijakan MBKM yang telah ditetapkan oleh Kemendikbudristek. Diskusi-diskusi di tingkat dosen merekomendasikan kemandirian dalam menjalankan MBKM bagi perguruan tinggi yang dinilai mampu oleh Kemendikbudristek.The Kampus Merdeka Independent Learning Curriculum (MBKM) has been socialized, specifically to lecturers and students of Universitas Tarumanagara since its stipulation by the Ministry of Education and Culture and Research and Technology in 2020. This curriculum was also implemented for more than 1.5 years at Universitas Tarumanagara, from the beginning of semester 2020/2021.  At the end of 2021, the Directorate General of Higher Education assigned 110 private universities, including Tarumanagara University, to conduct research regarding MBKM policies. One Research Team was assigned by Universitas Tarumanagara to fulfill the task assigned by the Directorate General of Higher Education and Research and Technology, as well as to understand the perspectives of lecturers, students, and education staff on the MBKM policy and implementation. Research participants include lecturers, students, and staff at Tarumanagara University. Data was collected through an electronic survey designed and administered by the Directorate General of Higher Education and Research and Technology through SPADA (Online Learning System). The data used in this paper is from December 23, 2021 which was handed by the Directorate General of Higher Education and Research and Technology to the LPPM (Institute for Research and Community Service) of Universitas Tarumanagara, consisting of 298 lecturers, 3,994 students, and 136 staff of Universitas Tarumanagara. The result shows that about 50% of lecturers, students, and staff knew most of the contents of the MBKM policy, especially through socialization carried out by the university. More than 50% of participants chose Socialization by the Ministry of Education and Culture, University Channel, and Socialization by the University as the three information media that can improve the understanding of MBKM. Participants stated that the eight MBKM activities had existed before. More than 50% of participants chose to dedicate 2 semesters to carry out MBKM activities outside university activities. Based on the results of this study, it can be stated that about 50% of the lecturers, students, and staff at Universitas Tarumanagara already possess a perspective that is in line with the MBKM Policy that has been set by the Ministry of Education and Culture and Research and Technology. Discussions among the lecturers recommended independence in implementing MBKM for universities deemed capable by the Ministry of Education and Culture and Research and Technology.
STRATEGI MEDIA KOMUNIKASI VISUAL SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN KESADARAN TENTANG CABIN FEVER BAGI REMAJA DI JAKARTA
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.12688.2022

Abstract

The Covid-19 Pandemic around Indonesia causes a big impact for those who are required to have outdoor activities. Besides economics affected by the pandemic, education is also affected due to the changes in teaching and learning, especially for the teenager who needs an education. This pandemic also causes some new rules from the government called Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) that makes people have to do their activities at home. This condition triggers some unusual feeling known as cabin fever. Cabin fever is a term to show a feeling of sadness, loneliness, fear, boredom, confusion, and depression excessively. Needs to know that cabin fever is not a mental disorder or mental illness either. However, the impact and symptoms that people experience can be harmful if they do not take action immediately.  Furthermore, cabin fever is not applied to people who look at this positively and do activities that are useful for them or for those whom doing some exercises, looking for new hobbies, maintaining good eating habits, and doing other useful activities. The methods of this research is a focus group to discuss and interview teenagers in Jakarta with the age range between 14-16 years old. These interviews are used virtual meetings because it is not possible did face to face interviews during pandemic. The purpose of this research is to find a media strategy for visual communication as an effort to build awareness about cabin fever among teenagers in Jakarta.
PENERAPAN PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA TINGKAT FAKULTAS DI UNIVERSITAS
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.16052.2022

Abstract

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) telah dilaksanakan di Universitas Tarumanagara sejak tahun 2020. Pelaksaan program MBKM ini telah dituangkan dalam Kurikulum Operasional MBKM di masing-masing Prodi. Pada dasarnya MBKM memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menempuh pembelajaran di luar program studi di dalam Perguruan Tinggi selama 1 (satu) semester dengan bobot 20 sks. Selain itu mahasiswa juga berkesempatan untuk mengikuti program MBKM di luar Perguruan Tinggi selama 2 semester dengan bobot 40 sks. Permasalahan muncul ketika masing-masing Fakultas memiliki berbagai variasi model untuk melaksanakan MBKM, sehingga teknis pelaksanaan kegiatan MBKM menjadi beragam. Atas permasalahan penelitian ini berupaya untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam mengimplementasikan MBKM ditingkat Fakultas. Serta mengetahui upaya dan perbaikan apa saja yang telah dilakukan untuk mendukung MBKM. Pendekatan penelitian adalah kualitatif dengan metode survei kepada mahasiswa Universitas Tarumanagara dan focus group discussion kepada para pengelola Fakultas di Universitas Tarumanagara. Hasil survei menunjukan herja sebanyak 2.199 atau 58.21 % mahasiswa Universitas Tarumanagara lebih memili Magang/Praktik Kerja dalam Program MBKM. Sebanyak 1.620 mahasiswa atau 42.88% peningkatan soft-skill dari kegiatan MBKM sebagai bekal bekerja setelah lulus. Sebanyak  2.044 mahasiwa atau 54.10% mahasiswa meraih manfaat mengikuti kegiatan MBKM dalam pengembangan kompetensi/ketarambil sebagai bekal bekerja setelah lulus. Hasil FGD memaparkan bahwa secara umum Fakultas sudah menerapkan kegiatan MBKM di dalam Kurikulum seperti melakukan pembelajaran Lintas Prodi pada semester 5 sebanyak 20 sks. Kedua, memberikan ruang melaksanakan MBKM berupa magang, wirausaha, proyek kemanusiaan, penelitian, proyek independent, membangun desa, pertukan pelajar, dan asistensi mengajar di satuan Pendidikan pada semester 6 sebanyak 20 sks. Ketiga, melakukan konversi atau penyetaraan nilai atas kegiatan kemahasiswaan yang mendukung MBKM dengan bobot sks sesuai dengan capaian pembelajaran yang diperoleh mahasiswa. Namun kendala yang dihadapi lebih banyak mengarah kepada kesiapan mitra industri dalam mengakomodir kegiatan MBKM sesuai dengan capaian pembelajaran yang harus diraih mahasiswa.  The Independent Learning Campus Independent Program (MBKM) has been implemented at Tarumanagara University since 2020. The implementation of this MBKM program has been stated in the MBKM Operational Curriculum in each Study Program. MBKM provides an opportunity for students to take learning outside the study program within the University for 1 (one) semester with a weight of 20 credits. In addition, students also have the opportunity to take part in the MBKM program outside of Higher Education for two semesters with a weight of 40 credits. Problems arise when each Faculty has a variety of models for implementing MBKM, so the technical implementation of MBKM activities varies. This research seeks to discover the obstacles faced in implementing MBKM at the Faculty level and know what efforts and improvements have been made to support MBKM. The research approach is qualitative with a survey method to Tarumanagara University students and focuses group discussions to Faculty managers at Tarumanagara University. The survey results show that as many as 2,199 or 58.21% of Tarumanagara University students prefer Internships/Work Practices in the MBKM Program. There were 1,620 students or a 42.88% increase in soft skills from MBKM activities to work after graduation. A total of 2,044 students, or 54.10%, benefited from participating in MBKM activities in developing competencies/skills as a provision for work after graduation. The results of the FGD explained that, in general, the Faculty had implemented MBKM activities in the curriculum, such as conducting cross-study learning in semester five as many as 20 credits. Second, providing space for implementing MBKM in internships, entrepreneurship, humanitarian projects, research, independent projects, village building, student exchanges, and teaching assistance in the Education unit in semester six as many as 20 credits. Third, convert or equalize the value of student activities that support MBKM with credits weighted according to the learning achievement obtained by students. However, the obstacles faced are more directed to industrial partners' readiness to accommodate MBKM activities by the learning achievements that students must achieve.
PENGARUH STRES DAN RESILIENSI TERHADAP KETERLIBATAN ORANG TUA DALAM MERAWAT ANAK AUTISM SPECTRUM DISORDER SELAMA MASA PANDEMIK COVID-19
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.12072.2022

Abstract

Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan kelompok gangguan perkembangan otak yang ditandai dengan perilaku stereotip dan defisit dalam komunikasi serta interaksi sosial, biasanya tampak sebelum anak berusia tiga tahun. Dalam situasi pandemik COVID-19, penanganan anak-anak dengan autisme dapat menjadi tantangan bagi orang tua. Banyak orang tua yang tidak dapat menutupi rasa stres, cemas, takut, putus asa, tidak mampu, dan panik dalam situasi pandemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres dan resiliensi terhadap keterlibatan orang tua yang memiliki anak Autism Spectrum Disorder. Karakteristik partisipan adalah orang tua yang memiliki dan merawat anak Autism Spectrum Disorder di masa pandemik COVID-19. Partisipan sebanyak 71 orang. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur stres adalah The Parenting Stress Scale (PSS), lalu alat ukur yang digunakan untuk mengukur resiliensi adalah Resilience Quotient Test (RQ Test), sementara alat ukur yang digunakan untuk mengukur keterlibatan orang tua adalah Family Involvement Questionnaire (FIQ). Uji ANOVA yang dilakukan menunjukkan pengaruh negatif antara stres dan keterlibatan orang tua (t = -.8.925, n = 71, p = .000). Uji Moderasi yang dilakukan menunjukan resiliensi memiliki peran yang signifikan dalam menurunkan tingkat stres terhadap keterlibatan orang tua.
PENGARUH INTERIOR RUMAH TINGGAL TERHADAP KREATIVITAS BELAJAR SELAMA PANDEMI COVID-19
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.17326.2022

Abstract

Pandemi Covid-19 yang telah mewabah seluruh dunia termasuk Indonesia sejak awal tahun 2020 telah memberikan tantangan sendiri bagi dunia pendidikan secara umum dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memberikan parameter desain tata ruang dalam pada area belajar atau ruang belajar yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran daring mahasiswa di rumah tinggal. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan metode kuantitatif melalui kuesioner Evaluasi Post Occupancy Evaluation. Jumlah sampel yang ditentukan adalah 20 responden dengan subjek penelitian mahasiswa usia 18-23 tahun jurusan desain yang melakukan pembelajaran daring di rumah tinggal masing-masing. Mahasiswa yang menempati suatu ruang tertentu dengan variabel desain ruang belajar dan privasi dalam melakukan kegiatannya. Parameter dalam penelitian ini yaitu bagaimana peran interior dan pengaruh suasana ruang terhadap proses belajar yang dapat meningkatkan kreativitas mahasiswa. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa fungsi dan desain dari ruang belajar tidak mengalami perubahan yang signifikan dari sistem pembelajaran luring menjadi daring. Tetapi proses perubahan yang mempengaruhi aktivitas dan perilaku mahasiswa sebagai pengguna. Desain interior yang memiliki pencahayaan, penghawaan dan penataan furnitur akan memberikan perilaku yang baik. Furnitur yang telah ada dalam area dan ruang belajar mahasiswa dapat tetap digunakan dengan penunjang furnitur belajar yang memiliki warna primer yang menarik dan dapat meningkatkan konsentrasi serta semangat dalam belajar. Bagi mahasiswa jurusan desain, apabila mood dan semangat belajar sudah didapatkan kreativitas dan konsentrasi dalam menghasilkan ide. Furnitur ‘Tawa Cabinet’ sebagai salah satu solusi desain dalam meningkatkan kreativitas belajar mahasiswa.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni More Issue