cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmstkik@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
ISSN : 25796402     EISSN : 25796410     DOI : -
Jurnal ini memuat artikel ilmiah dalam bidang Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Setiap artikel yang dimuat telah melalui proses review. Jurnal Muara diterbitkan dalam rangka mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat Nasional. Jurnal Muara ini juga dapat menjadi wadah publikasi bagi para mahasiswa (S1, S2 maupun S3) dan dosen di lingkungan perguruan tinggi. Jurnal ini dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (DPPM - UNTAR).
Arjuna Subject : -
Articles 373 Documents
ANALISIS VALUE ENGINEERING PADA PERENCANAAN FONDASI DI TANAH LUNAK DENGAN MENGGUNAKAN PERBAIKAN TANAH METODE VACUUM Anthony Kesumah
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v6i2.13128

Abstract

Indonesia is an area that is dominated by soft soils. Soft soils are the type of soil that is less supporting for construction work. Failures of construction on soft soils actually have often occurred in Indonesia and in other countries. Therefore, construction planning on soft soils must be considered both in terms of design and implementation so that the work can be carried out properly. Moreover, cost, time, and safety aspects must also be considered. In order to get appropriate performance, cost, and time results, Value Engineering (VE) method can be applied in the initial design stage. This study is intended to find a better alternative method for construction on soft soil. Results of the study shows that direct construction without vacuum has a lower cost with the difference of Rp. 2,605,156,860.00. Moreover, the bored pile production time is 11 months faster using direct construction. The vacuum method gives advantages to the soil condition becomes more stable and also gives an opportunity to cut the bored pile length for cost efficiency. However, the soil stability after improvement is not significantly different. Moreover, the cost efficiency of cutting the bored pile length is smaller than the cost of vacuum works. Based on the comparison information above, the coefficient of function, cost coefficient, and value coefficient calculated. The calculation result shows that the coefficient value for the direct construction alternative is 1.0649, so it can be concluded that the direct construction alternative is better than performing the soil improvement first with vacuum method. Keywords: Soft Soils, Value Engineering, Vacuum, Bored Pile Abstrak Indonesia merupakan daerah yang didominasi oleh tanah lunak. Tanah lunak merupakan jenis tanah yang kurang mendukung untuk suatu pekerjaan konstruksi. Kegagalan konstruksi pada tanah lunak sudah sering terjadi di Indonesia maupun di negara lain. Oleh karena itu, perencanaan konstruksi pada tanah lunak harus diperhatikan baik dari segi desain maupun segi pelaksanaan sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik. Selain itu, pertimbangan dari segi biaya, waktu, dan tingkat keamanan juga tetap harus diperhatikan. Untuk mendapatkan hasil pekerjaan dengan kinerja, biaya, dan waktu yang sesuai, dapat diterapkan metode Value Engineering (VE) pada tahap perencanaan proyek. Penelitian ini dimaksudkan untuk mencari alternatif metode mana yang lebih baik jika konstruksi fondasi berada pada tanah lunak. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa konstruksi langsung tanpa vacuum menghasilkan selisih biaya yang lebih murah yaitu sebesar Rp. 2.605.156.860,00. Selain itu waktu penyelesaian pekerjaan fondasi bored pile lebih cepat 11 bulan jika dilakukan konstruksi langsung. Metode vacuum memberikan keuntungan dimana kondisi tanah menjadi lebih stabil dan juga memberikan efisiensi pemotongan panjang bored pile. Tetapi, kestabilan yang diberikan tidak terlalu signifikan perbedaannya. Selain itu, efisiensi biaya dari pemotongan panjang bored pile lebih kecil dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan untuk vacuum. Dari informasi perbandingan di atas, dihitung koefisien fungsi, koefisien biaya, dan koefisien nilai. Hasil perhitungan menunjukkan koefisien nilai sebesar 1,0649 untuk alternatif konstruksi langsung sehingga dapat disimpulkan bahwa alternatif konstruksi langsung lebih baik dibandingkan dengan melakukan perbaikan tanah metode vacuum terlebih dahulu.
ANALISIS KEKUATAN TARIK SAMBUNGAN PLAT ALUMINIUM AA 5083 PADA PADA PROSES SPOT WELDING Sobron Yamin Lubis; Sofyan Djamil; Rosehan Rosehan; Harley Anugrah; Kevin Raynaldo
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v6i2.13298

Abstract

Spot welding is a method of electrical resistance welding in which two or more metal sheets are clamped between two electrodes and at the same time an electric current is applied so that the surface of the material reaches the welding temperature and then the material is fused. The purpose of the study was to determine the tensile strength of the 5083 aluminum plate connection in the spot welding process. This research was carried out experimentally as for the plate material that is connected is aluminum AA 5083 which has a thickness of 1 mm. Before welding is carried out, it is necessary to determine the variation of parameters, namely the welding current of 1.75 volts, 2.20 volts, 2.28 volts and the welding time for 1 second, 1.5 seconds, and 2 seconds. The spot welding process is carried out by varying these parameters, with the shape of the connection that occurs is overlapping. After the splicing process, then the specimen is tested for connection strength through a tensile. From the results of the study, it was obtained that the greater the electric current used, the greater the electric power used and it can be seen that the longer the welding time, the greater the electric power used. Keywords: Spot welding, tensile strength, AA 5083. aluminum Abstrak Las titik (spot welding) merupakan salah satu cara pengelasan resistansi listrik di mana dua atau lebih lembaran logam di jepit di antara dua elektroda dan pada saat yang bersamaan arus listrik di alirkan sehingga permukaan material mencapai temperatur pengelasan kemudian material bersatu. Penelitian di laksanakan bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik sambungan plat alumunium 5083 pada proses spot welding. Penelitian di lakukan secara eksperimen, adapun bahan plat yang di sambung adalah aluminium AA 5083 yang memiliki ketebalan 1 mm. Sebelum pengelasan di lakukan, maka di tentukan terlebih dahulu variasi parameter yaitu arus pengelasan yang terdiri dari 1,75 V, 2,20 V, 2,28 V dan waktu pengelasan selama 1 s, 1,5 s, 2 s. Proses spot welding di lakukan memvariasikan parameter tersebut, dengan bentuk sambungan adalah tumpang tindih. setelah proses penyambungan, kemudian spesimen di lakukan pengujian kekuatan sambungan melalui uji tarik.Hasil penelitian di peroleh bahwa jika tegangan arus listrik semakin besar di gunakan, maka semakin besar daya listriknya, dan semakin lama waktu pengelasan maka daya listrik yang di gunakan semakin besar.
PENJADWALAN PROYEK PERUMAHAN X BINTARO DENGAN METODE LINE OF BALANCE YANG DISEMPURNAKAN Andreas Timothy; Onnyxiforus Gondokusumo
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v6i2.16927

Abstract

In a project with repetitive activities, traditional scheduling methods like barchart are considered less effective to be used. So it would be better if using a special scheduling method . The commonly used method is line of balance and flowline. In its application, the two methods have several obstacles, both from a technical and visual perspective. Technically, the line of balance method will arrange workers with shifted time that is not effective. Visually, the flowline method cannot directly inform the duration of a project. This research will be using line of balance scheduling method and an enchanced line of balance scheduling method, which is improved both from a technical and visual perspective. Technically, the preparation is done using 3 steps; (1) Line of Balance (LOB) formulation, (2) interruption calculation, and (3) First-Come First Serve (FCFS. While visually, duration-distance chart (DD-Chart) is used to combine the advantages of the two existing methods, which is line of balance and flowline. This study uses housing project X in Bintaro to be the object of research with a total of 6 housing units. Based on the result of the research, the duration of the project with line of balance method is 353 days, and 336 days with enhanced repetitive scheduling method. The reduction of the project duration keeps using the same amount of man-days. Keywords: LOB; scheduling; FCFS; DD-Chart;  repetitive scheduling Abstrak Pada suatu proyek dengan pekerjaan berulang (repetitive), penjadwalan dengan metode biasa seperti barchart tidak efektif untuk digunakan. Sehingga lebih baik digunakan suatu metode penjadwalan yang khusus. Metode yang digunakan biasanya adalah metode line of balance dan flowline. Pada penerapannya, kedua metode tersebut terdapat beberapa kendala baik dari segi teknis maupun visual. Dari segi teknis, metode line of balance akan menyusun pekerja dengan adanya waktu geser yang tidak efektif. Sedangkan dari segi visual, metode flowline tidak dapat secara langsung menginformasikan durasi dari suatu proyek. Pada penelitian ini, akan dikaji suatu metode penjadwalan dengan metode line of balance dan metode line of balance yang disempurnakan baik dari segi teknis dan visual. Secara teknis, penyusunan dilakukan dengan menggunakan 3 langkah; (1) Formulasi Line of Balance (LOB), (2) Perhitungan interupsi, dan (3) First-Come First-Serve (FCFS). Sedangkan secara visual,  digunakan grafik duration-distance chart (DD-Chart) untuk mengkombinasikan keunggulan dari dua metode yang sudah ada, yaitu line of balance dan flowline. Penelitian ini menggunakan proyek perumahan X di Bintaro untuk dijadikan obyek penelitian dengan jumlah unit sebanyak 6 unit rumah. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh durasi penjadwalan sebesar 353 hari dengan metode line of balance, serta 336 hari dengan metode line of balance yang disempurnakan. Pengurangan durasi tersebut tetap menggunakan jumlah orang-hari yang sama.
EFECTIVITY OF UNIT WALL FINISHING WITH STICK ON WALL METHOD IN CATTLEYA TOWER SAKURA GARDEN CITY APARTMENT PROJECT, EAST JAKARTA Muhammad Rafky; Maryo Inri Pratama; Ika Bali; B.M.A.S. Anaconda Bangkara
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v6i2.18148

Abstract

In building construction, interior wall finishing work usually uses conventional methods, namely plastering and nat grout. At Cattleya Tower Sakura Garden City Apartment, East Jakarta, the unit wall finishing uses a more modern method: Stick on wall. The Stick on wall method uses alternative finishing materials other than plaster and nat grout as a hebel wall covering made of large boards covered with thick paper which must be glued with a glue-like material to the hebel walls. The use of this method in the apartment case aims to speed up the project construction process because 90% of the units in Cattleya Tower have been sold, so the completion of the project must be realized immediately. This study was conducted to evaluate the effectiveness in terms of cost and time of the Stick on wall finishing method compared to the plastering and nat grout method. By calculating using the SNI method and considering other aspects such as transportation from the supplier to the project site, it is known that wall finishing work using stick on wall is 0.74% cheaper than wall finishing work using plaster and nat grout. As for the comparison of work time, work using stick on wall is 74.58% faster than wall finishing work using plaster and nat grout with a difference in working time of 52 days. Keywords: Stick on wall; wall finishing; plastering cost; nat grout Abstrak Dalam konstruksi bangunan, pekerjaan finishing dinding interior biasanya menggunakan metode konvensional yaitu plesteran dan nat grout. Di Cattleya Tower Sakura Garden City Apartment, Jakarta Timur, finishing dinding unit menggunakan metode yang lebih modern: Stick on wall. Metode Stick on wall menggunakan bahan finishing alternatif selain plaster dan nat grout sebagai penutup dinding hebel yang terbuat dari papan besar yang dilapisi kertas tebal yang harus direkatkan dengan bahan sejenis lem pada dinding hebel. Penggunaan metode ini pada kasus apartemen tersebut bertujuan untuk mempercepat proses konstruksi proyek karena di Cattleya Tower tersebut unit yang telah terjual sebesar 90%, sehingga penyelesaian proyek tersebut harus segera direalisasikan. Studi ini dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas dari segi biaya dan waktu dari metode pekerjaan finishing dinding Stick on wall dibandingkan dengan metode plesteran dan nat grout. Dengan menghitung menggunakan metode SNI dan mempertimbangkan aspek lain seperti transportasi dari pemasok ke lokasi proyek, diketahui bahwa pekerjaan finishing dinding menggunakan stick on wall lebih murah 0,74% dibandingkan pekerjaan finishing dinding menggunakan plesteran dan nat grout. Sedangkan untuk perbandingan waktu pengerjaan, pekerjaan menggunakan stick on wall lebih cepat 74,58% dibandingkan pekerjaan finishing dinding menggunakan plesteran dan nat grout dengan selisih waktu kerja adalah 52 hari.
EVALUASI KONDISI RUAS JALAN TOMANG RAYA DENGAN AKJ UNTUK MENCAPAI JALAN BERKESELAMATAN Niluh Putu Shinta Eka Setyarini; Falah Isag Taubi
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v6i2.18453

Abstract

Along with the increase in population, the number of vehicles continues to increase from year to year, while the length of roads cannot catch up significantly, this results in traffic jams. If congestion is not reduced, it will cause stress and physical fatigue, reduce productivity, which will eventually result in traffic accidents. Indonesia has a much higher death rate compared to ASEAN countries. Traffic accidents are influenced by three main factors, namely human factors, vehicles and roads. In an effort to improve road safety and reduce accident fatality rates, direct observations are carried out using the Road Safety Audit (AKJ) form on roads that are already operating on Jalan Tomang Raya, which are targeted to obtain recommendations and follow-up, to improve road safety during the operation phase. and maintenance, as well as preventing the recurrence of traffic accidents. Keywords: Accident; Road Safety; AKJ; Jalan Tomang Raya Abstrak Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka jumlah kendaraanpun terus meningkat dari tahun ke tahun, sedangkan panjang ruas jalan tidak dapat menyusul secara signifikan, hal ini mengakibatkan terjadinya kemacetan lalu lintas. Kemacetan apabila tidak dikurangi akan menyebabkan stres dan lelah fisik, mengurangi produktifitas yang akhirnya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Indonesia memiliki tingkat kematian yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara ASEAN. Kecelakaan lalu lintas dipengaruhi tiga faktor utama yaitu faktor manusia, kendaraan, dan jalan. Dalam upaya meningkatkan keselamatan jalan dan mengurangi angka fatalitas kecelakaan maka dilaksanakan observasi langung dengan mengunakan formulir Audit Keselamatan Jalan (AKJ) pada ruas jalan yang sudah beroperasi di jalan Tomang Raya, yang ditargetkan untuk mendapatkan rekomendasi dan tindak lanjut, untuk meningkatkan keselamatan jalan selama fase operasi dan pemeliharaan, serta mencegah terulangnya kembali kecelakaan lalu lintas.
INTERVENSI ILUMINANSI DAN OTOMATISASI ON/OFF LAMPU RUANG KELAS UNTUK MENCAPAI KENYAMANAN VISUAL DAN HEMAT ENERGI Endah Setyaningsih; Yohanes Calvinus; Joni Fat; Fransisca Iriani Roesmaladewi
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v6i2.22721

Abstract

the quality of room lighting are the level of lighting/illuminance, light color, and glare. The classroom as a place for learning and teaching requires quality lighting. This study uses a classroom for case studies, namely at Perti Tomang Islamic Vocational School, West Jakarta, but is limited in terms of illuminance. Based on measurements, the illuminance of this classroom does not meet SNI room lighting standards. For this reason, illumination interventions are needed in the classroom, in the form of increased lighting. Improved lighting has an impact on increasing the use of electric power, for this reason efforts are needed to save energy. The problem is how to increase lighting and save energy at the same time. The purpose of this study was to determine the number of classroom lamps so that they achieve illuminance according to SNI, but still achieve energy saving. The research method is to make a classroom model with lighting that meets SNI and there are automation on/off room lights. The step is in the form of a simulation using dialux software, so that the number of lights that must be added can be known. The method for saving energy is by installing an on/off automation system for classroom lights. The results obtained from this study are an increase in average illuminance from 213.8 lux to 350 lux and is in accordance with SNI, so that visual comfort can be achieved. The on/off automation intervention was carried out by installing 3 motion sensors with the Doppler effect microwave sensor type in the classroom. The lights will turn on if there is movement of students or teachers entering the room, and the lights will turn off if there are no students or teachers. Thus, the lamp is not continuously lit for 10 hours. Based on this intervention, 14,004 KWH of electrical energy can be saved for 1 (one) month. Keywords: intervention; illuminance; light on/off automation; visual comfort; energy saving Abstrak Kenyamanan visual adalah rasa nyaman dari indra penglihatan seseorang terhadap pencahayaan ruangan yang berkualitas. Parameter yang menentukan pencahayaan ruang berkualitas yaitu tingkat pencahayaan/iluminansi, warna cahaya, dan kesilauan. Ruang kelas sebagai tempat belajar, memerlukan pencahayaan yang berkualitas. Penelitian ini menggunakan ruang kelas untuk studi kasus, yaitu di SMK Islam Perti Tomang Jakarta Barat, namun dibatasi tentang iluminansi. Berdasarkan hasil pengukuran, iluminansi rata-rata ruangan kelas ini, belum memenuhi standar pencahayaan ruang sesuai SNI. Untuk itu diperlukan intervensi iluminansi pada ruang kelas, berupa peningkatan pencahayaan. Peningkatan pencahayaan berdampak pada peningkatan penggunaan daya listrik, untuk itu diperlukan usaha penghematan energi. Permasalahannya adalah bagaimana melakukan peningkatan pencahayaan dan sekaligus hemat energi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan jumlah lampu ruang kelas sehingga mencapai iluminansi sesuai SNI, namun hemat energi. Metoda penelitian adalah membuat model ruang kelas dengan pencahayaan yang memenuhi SNI dan ada otomatisasi on/off lampu ruang. Langkahnya berupa simulasi dengan menggunakan software dialux, sehingga dapat diketahui jumlah lampu yang harus ditambahkan. Metode untuk penghematan energi berupa pemasangan sistem otomatisasi on/off lampu ruang kelas. Hasil penelitian adalah adanya peningkatan iluminansi rata-rata dari 213,8 lux menjadi 350 lux yang telah sesuai SNI, sehingga kenyamanan visual dapat tercapai. Intervensi otomatisasi on/off, dilakukan dengan pemasangan berupa 3 sensor gerak dengan tipe sensor gelombang mikro efek Doppler pada ruangaan kelas. Lampu akan menyala jika ada gerakan siswa atau guru yang memasuki ruangan, dan lampu akan mati jika tidak ada siswa atau guru. Jadi lampu tidak terus menerus menyala selama 10 jam.  Adanya intervensi ini, terjadi penghematan energi listrik sebesar 14,004 KWH selama 1 (satu) bulan.
PENERAPAN ASPEK HEALING ENVIRONMENT PADA DESAIN RUMAH SAKIT DARURAT BENCANA Theresia Budi Jayanti; Irene Syona Darmady
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v6i2.22771

Abstract

The COVID-19 pandemic is also known as worldwide epidemic disease, the public is already familiar with it. The pandemic label on a disease triggers the government to prepare plans and possibly take emergency procedures to protect society. Due to insufficient emergency procedures, so it has an impact on the capacity of hospitals, which has filled its capacity and resulted in a lack of inpatient facilities. Not only pandemic, when a natural disaster occurs, it also causes infrastructure damage in the area that experiences it, so that other alternative places are needed, such as an emergency hospital and additional inpatient rooms. Besides, patients who are affected by the disaster experience trauma and stress because of the events that occurred, which can hinder the patient's recovery. Based on this, attention to patient psychology through a healing environment aspect approach is needed, considering that patients spend more time in the inpatient rooms. This study discusses the application of healing environment to emergency mobile hospital design so that it can help accelerate patient healing. This research uses qualitative methods with case studies and variabels related to psychological and architectural aspects. The result of this research is an emergency mobile hospital design that can accelerate the patient's healing process. The design results focus on inpatient rooms with an approach of form, material, structure, color, layout and the application of healing environment aspects in the inpatient rooms. Keywords: emergency mobile hospital, healing environment, hospital facilities Abstrak Pandemi COVID-19 disebut juga sebagai wabah penyakit mendunia yang sudah tidak asing lagi didengar oleh masyarakat. Label pandemi pada suatu penyakit memicu pemerintah untuk mengaktifkan rencana kesiapsiagaan dan mungkin mengambil prosedur darurat untuk melindungi masyarakat. Dikarenakan prosedur keadaan darurat tidak cukup, sehingga berdampak pada kapasitas rumah sakit yang sudah memenuhi kapasitasnya dan mengakibatkan kurangnya fasilitas ruang rawat inap. Tidak hanya pandemi, pada saat terjadi bencana alam juga menyebabkan kerusakan infrastruktur di daerah yang mengalaminya, sehingga diperlukan tempat alternatif lainnya seperti rumah sakit darurat dan ruang rawat inap tambahan. Selain itu pasien yang terkena musibah mengalami trauma dan stress karena peristiwa yang terjadi, sehingga dapat menghambat kesembuhan pasien. Berdasarkan hal tersebut, perhatian terhadap psikologi pasien melalui pendekatan aspek healing environment sangat diperlukan. Mengingat pasien lebih banyak menghabiskan waktunya didalam ruang rawat inap. Tulisan ini membahas penerapan healing environment terhadap desain rumah sakit darurat bencana sehingga dapat membantu mempercepat penyembuhan pasien. Studi menggunakan metode kualitatif dengan variabel penelitian terkait aspek psikologi dan aspek arsitektur. Hasil penelitian berupa arahan aspek desain rumah sakit darurat bencana yang dapat mempercepat proses penyembuhan pasien. Arahan aspek desain berfokus pada ruang rawat inap dengan pendekatan bentuk, material, struktur, warna, organisasi ruang serta penerapan aspek healing environment pada ruang rawat inap.
Cover JMSTKIK Vol. 6., No. 2 (OKTOBER 2022) LPPM UNTAR
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover JMSTKIK Vol. 6., No. 2 (OKTOBER 2022)
Kata Pengantar JMSTKIK Vol. 6., No. 2 (OKTOBER 2022) LPPM UNTAR
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata Pengantar JMSTKIK Vol. 6., No. 2 (OKTOBER 2022)
Redaksi JMSTKIK Vol. 6., No. 2 (OKTOBER 2022) LPPM UNTAR
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Redaksi JMSTKIK Vol. 6., No. 2 (OKTOBER 2022)