cover
Contact Name
Sunu Bagaskara
Contact Email
sunu.bagaskara@yarsi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
melok.roro@yarsi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Journal Psikogenesis
  • Jurnal-Online-Psikogenesis
  • Website
Published by Universitas Yarsi
ISSN : 23033177     EISSN : 25977547     DOI : -
Jurnal Psikogenesis is a semiannualy publication produced by Fakultas Psikologi Universitas YARSI since 2012 (e-ISSN: 2597-7547, p-ISSN: 2303-3177). The journal reflects the wide application of all aspects of psychology related to health. It also addresses the social contexts in which psychological and health processes are embedded. The main emphasis of the journal is on original research, theoretical review papers, meta-analyses, and applied studies.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2019): Desember" : 9 Documents clear
Hubungan antara Pengendalian Diri, Harga Diri, dan Adiksi Game Online pada Pemain Game Online di Indonesia Defryansyah Amin
Jurnal Online Psikogenesis Vol 7, No 2 (2019): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v7i2.1133

Abstract

Objektif. Studi ini bertujuan untuk melihat gambaran hubungan antara harga diri, pengendalian diri, dan adiksi game online pada pemain game online di Indonesia.Metode. Total dari 230 pengguna game online Total partisipan sebanyak 230 partisipan termasuk 147 laki-laki (63,91%) dan 83 perempuan (36,08%), dengan rata-rata umur 20-24 tahun berpartisipasi dalam penelitian dan diminta untuk mengisi self report menggunakan kuesioner online. Kuesioner yang digunakan terkait data demografi dan karakteristik sampel, alat ukur adiksi game online (dimodifikasi dari alat ukur Internet Addiction dari Young, 1998), alat ukur harga diri (Rosenberg Self Esteem Scale), dan Alat ukur self control (Brief Self Control Scale). Hasil. Penelitian bertujuan untuk melihat gambaran hubungan antara ketiga variabel, yaitu harga diri, pengendalian diri, dan adiksi game online. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa variabel Self control memiliki hubungan negatif yang signifikan terhadap adiksi game online (r= -.508, p= .00**) Variabel self esteem memiliki hubungan positif yang signifikan terhadap self control (r= 0,488, p= 0,00**). Sedangkan untuk variabel self esteem tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap adiksi game online (r= .320, p=.102*). Jika ditinjau dari persentase pengaruh tiap variabel self esteem dan self control terhadap variabel adiksi game online, didapatkan nilai korelasi kedua variabel self esteem dan self control sebesar R2=0,267, p0,05**. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa bahwa 26,7% varians dari adiksi game online dapat dijelaskan oleh variabel self esteem dan self control dan 73.3% varians dari adiksi game online dijelaskan oleh faktor lain.
Efektivitas Self Monitoring untuk Meningkatkan Perilaku On-Task pada Anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder Ezra Dessabela Isnannisa; Rini Hildayani
Jurnal Online Psikogenesis Vol 7, No 2 (2019): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v7i2.757

Abstract

Salah satu fitur utama anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah kesulitan dalam mempertahankan perhatian. Hal itu berdampak pada kemampuan anak untuk mempertahankan perilaku on-task pada situasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas penerapan teknik self monitoring dalam meningkatkan perilaku on-task pada anak dengan ADHD. Penelitian ini menggunakan single subject design dengan desain penelitian A-B. Partisipan dalam penilitian ini merupakan anak laki-laki berusia 9 tahun dengan ADHD predominantly inattentive. Penerapan self monitoring disertai pula dengan pembuatan self graph dan pemberian reinforcement. Evaluasi hasil penelitian dilakukan dengan membandingkan data saat sebelum dan setelah pemberian intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mempertahankan perilaku on-task yang signifikan, yaitu 25-35% sebelum pemberian intervensi menjadi 75-90% dari total durasi belajar selama 60 menit setelah pemberian intervensi.
Pengaruh Knowledge Sharing Behavior terhadap Perilaku Inovatif di Tempat Kerja pada Karyawan PT X dan PT Y Arum Etikariena
Jurnal Online Psikogenesis Vol 7, No 2 (2019): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v7i2.1126

Abstract

Inovasi dibutuhkan perusahaan guna tetap bertahan menghadapi persaingan di dunia usaha. Inovasi di perusahaan sendiri dilakukan oleh karyawan, sehingga penting bagi perusahaan untuk mengetahui hal-hal yang berpengaruh terhadap pengembangan inovasi individu. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan kapasitas inovasi adalah knowledge sharing behavior. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh knowledge sharing behavior terhadap perilaku inovatif di tempat kerja. Respondennya adalah karyawan PT X dan Y sejumlah 214 orang. Pengukuran knowledge sharing behavior menggunakan knowledge sharing behavior scale yang berjumlah 17 item. Perilaku inovatif di tempat kerja diukur menggunakan innovative work behavior scale berjumlah 9 item. Hasil utama penelitian menunjukkan bahwa knowledge sharing behavior berpengaruh secara siginifikan terhadap perilaku inovatif di tempat kerja (b = .69, t(214) = 13.99, p .01). Knowledge sharing behavior juga dapat secara signifikan menjelaskan proporsi varians skor perilaku inovatif di tempat kerja (R2 = .48, F = 195.61). Hal ini berarti bahwa 48% variasi skor perilaku inovatif dapat dijelaskan oleh skor knowledge sharing behavior. 
Motif Bekerja dan Pengelolaan Pendapatan pada Perempuan Menikah yang Bekerja di Dalam Rumah Tangga Dual Earner: Studi Awal pada Perempuan Berprofesi sebagai Dosen Entin Nurhayati
Jurnal Online Psikogenesis Vol 7, No 2 (2019): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v7i2.1190

Abstract

Perempuan menikah dan bekerja, dengan sejumlah penghasilan yang diperolehnya, sedikit banyak berpengaruh terhadap bagaimana ia memporisiskan diri di dalam keluarga. Akses terhadap keputusan-keputusan keluarga, perasaan turut memberi andil pada setiap capaian keluarga, merupakan sedikit hal yang berubah ketika perempuan memiliki kontribusi ekonomi pada keluarga. Tulisan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai motif yang mendasari perempuan bekerja dan bagaimana sebuah keluarga dual earner mengelola penghasilan yang digunakan untuk keluarga. Dua tema yang menurut penulis penting dalam memaknai penghasilan perempuan, sehingga memahaminya dapat bermanfaat dalam menjelaskan dinamika pengaruh penghasilan terhadap akses membuat keputusan atau power sharing di dalam keluarga. Studi ini dilakukan dengan metode fenomenologis, dan pengambilan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur. Wawancara dilakukan terhadap 5 orang perempuan bekerja sebagai dosen tetap perguruan tinggi swasta di Jakarta. Responden telah menikah, berpendidikan tinggi (S2), mempunyai anak dan tinggal serumah dengan suami. Hasil wawancara dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah dari Miles dan Huberman (1994). Hasil wawancara menunjukkan empat macam motif bekerja yaitu (1) sudah menjadi cita-cita, (2) rasa aman, (3) aktualisasi diri, dan (4) hasil proses sosialisasi. Sedangkan untuk pengelolaan keuangan diperoleh tiga macam pola yaitu (1) terdapat pembagian pos-pos pengeluaran antara suami dan istri, (2) pendapatan suami sebagai sumber utama pembiayaan kebutuhan keluarga, dan (3) pendapatan istri sebagai sumber utama pembiayaan kebutuhan keluarga. Dari ketiga macam pengelolaan motif keuangan tersebut, tampak responden merasa nyaman dan tidak menjadikan kontribusi finansial ini sebagai sarana bargaining dengan pasangan di dalam keluarga. Barangkali hal ini berasal dari motif bekerja yang bersifat intriksik, namun demikian hal ini masih perlu penggalian lebih lanjut.
Penerapan Token Economy dan Teknik Prompting untuk Meningkatkan Keterampilan Berpakaian pada Remaja dengan Disabilitas Intelektual Taraf Sedang Amanda Anggriani Kinasih; Ike Anggraika
Jurnal Online Psikogenesis Vol 7, No 2 (2019): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v7i2.761

Abstract

Anak dengan disabilitas intelektual memiliki masalah dengan fungsi adaptif, salah satunya ialah kemampuan bina diri. Salah satu kemampuan bina diri yang penting untuk dikuasai oleh anak adalah berpakaian secara mandiri, terutama bila anak sudah menginjak usia remaja, agar anak tidak lagi bergantung pada orang dewasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan berpakaian pada anak dengan disabilitas intelektual melalui program modifikasi perilaku. Keterampilan berpakaian diukur dengan durasi yang dibutuhkan anak untuk selesai mengenakan pakaian dengan tepat. Desain penelitian ini menggunakan single case experimental A-B design. Partisipan dari penelitian ini ialah seorang anak perempuan berusia 14 tahun 11 bulan dengan disabilitas intelektual level moderate. Teknik yang digunakan dalam program modifikasi perilaku ini ialah token economy serta prompting. Intervensi mencakup 3 sesi baseline, 15 sesi intervensi, serta 3 sesi follow-up. Data  dianalisis dengan membandingkan durasi yang dibutuhkan anak untuk berpakaian secara tepat sebelum dan setelah intervensi dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat penurunan durasi berpakaian yang signifikan, yakni hampir 6 kali lebih cepat yaitu dari total 65 menit (tahap baseline) hingga total 11 menit (tahap follow-up) untuk 5 jenis pakaian. Hal tersebut menandakan bahwa anak lebih terampil dalam mengenakan pakaian tanpa bantuan dari orangtua.
Peran Family Sense of Coherence terhadap Resiliensi Keluarga yang Memiliki Anak Tunanetra Ditinjau dari Perspektif Ibu Alabanyo Brebahama; Aisyah Uswatun Nisa; Melok Roro Kinanthi
Jurnal Online Psikogenesis Vol 7, No 2 (2019): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v7i2.1132

Abstract

Tunanetra menempati urutan pertama penyandang disabilitas di Indonesia. Anak yang mengalami ketunanetraan seringkali mengalami hambatan-hambatan dalam perkembangan maupun pendidikannya. Keluarga juga dapat mengalami dampak seperti pekerjaan ekstra dalam mengasuh anak yang mengalami tunanetra terutama orangtua. Kondisi ini dapat menjadi masa krisis bagi keluarga. Namun, ada keluarga yang tetap resilien dan bangkit setelah mengalami masa krisis. Keluarga yang dapat resilien erat kaitannya dengan family sense of coherence. Family sense of coherence membuat keluarga dapat memandang sebuah masalah sebagai tantangan dan bukan sebagai hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana peran family sense of coherence terhadap resiliensi keluarga yang memiliki anak tunanetra ditinjau dari perspektif ibu. Sampel dalam penelitian ini adalah 37 ibu yang berdomisili di DKI Jakarta dan daerah penyangga ibu kota (Tangerang, Bekasi, dan Depok) yang memiliki anak tunanetra dengan usia anak 0-20 tahun. Penelitian ini menggunakan alat ukur Family Sense of Coherence Scale dan Walsh Family Resilience Questionnaire yang telah diadaptasi. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa family sense of coherence memiliki peran yang signifikan terhadap resiliensi keluarga dari perspektif ibu sebesar 52.3%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pembuatan program untuk keluarga yang memiliki anak tunanetra dan anak yang mengalami ketunanetraan.
Fenomena School of Crime dalam Kasus Tindak Pidana Berulang: Studi Kasus di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Jember Panca Kursistin Handayani
Jurnal Online Psikogenesis Vol 7, No 2 (2019): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v7i2.865

Abstract

Previous research on the effects of imprisonment or correctional practices on increasing recurrent crime is not clear enough. Mentioned in previous studies, although it was found data that people who have been imprisoned will tend to become recidivists (repeating their crimes) with a percentage of ± 7-13%, but it cannot be ascertained how far the likelihood of recurring crimes is really caused by imprisonment. Based on these questions, this study aims to explore the phenomenon of the School of Crime in Class IIA Jember Lapas. The choice of location of the study is based on the incidence of recurrent crime which is quite high in the correctional institution. The results of this study are expected to provide an overview of other factors beyond guidance that are often not detected by the Lapas, so that efforts to anticipate and change the atmosphere in guidance can be done to overcome this phenomenon.The qualitative method with the Phenomenology Case Study approach was used for this purpose, with the FGD and in-depth interviews as the main data collection methods. The research subjects used were 9 recidivist prisoners (6 for FGDs and 3 for in-depth interviews). Analysis of the data used is Interpretative Phenomelogical Analysis (IPA) which is used to make conclusions about the themes of the research findings.The results of the study found that: First, prisons provide an opportunity to learn about characters that are considered better, as well as strategies and methods used in committing crimes from fellow prisoners. Secondly, prisons also provide an opportunity to add social networks to friendship and connections, which later has the potential as a supporting factor or risk factor for the formation of repetition of crime after the prison is released. Third, criminal tendencies and family problems become risk factors or protective factors for the formation of recurrent crime
Pengembangan Alat Ukur Mindful Parenting untuk Orang Tua dari Remaja di Indonesia Grin Rayi Prihandini
Jurnal Online Psikogenesis Vol 7, No 2 (2019): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v7i2.783

Abstract

Pengasuhan orang tua memiliki dampak terhadap perkembangan anak.Pada anak remaja, pengasuhan orang tua memiliki fungsi penting dalam melindungi remaja dari perilaku berisiko dan kenakalan remaja.Pengasuhan yang berlandaskan kesadaran penuh pada anak dirasa penting untuk diterapkan oleh orang tua untuk menurunkan kemungkinan masalah pada remaja.Tujuan dari penelitian ini adalah merancang alat ukur mindful parenting yang reliabel, valid, dan sesuai dengan teori yang digunakan.Penelitian ini melibatkan sejumlah 402 responden untuk mengisi kuesioner sebanyak 60 aitem.Pada akhirnya alat ukur ini menghasilkan 30 aitem terpilih yang reliabel dan valid dalam mengukur konstruk mindful parenting (CR = 0,93; r= 0,362 p0,01; one tailed).Hal ini menunjukkan bahwa instrumen ini dapat digunakan untuk mengukur mindful parenting di Indonesia.Lebih lanjut, pada penelitian selanjutnya, dapat dilakukan uji coba kembali terhadap aitem terpilih pada  partisipan yang lebih banyak dan beragam agar makin menggambarkan populasi di Indonesia.
Pengaruh Kepribadian Tangguh terhadap Perilaku Kerja Inovatif pada Karyawan PT X Arum Etikariena
Jurnal Online Psikogenesis Vol 7, No 2 (2019): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v7i2.1127

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh kepribadian tangguh terhadap perilaku kerja inovatif pada karyawan perusahaan BUMN yang bergerak pada bidang manufaktur kapal. Sebagai BUMN, perusahaan X memiliki peranan penting untuk mendukung program kerja pemerintah, inovasi diperlukan agar dapat memproduksi barang secara efisien dengan kualitas terbaik. Terdapat 121 responden dalam penelitian ini. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan Skala Perilaku Kerja inovatif (2000) dan Dispositional Resilience Scale-15 (2007). Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah korelasi Pearson Product Moment dan simple regression. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kepribadian tangguh secara signifikan berhubungan dengan perilaku kerja inovatif (r = 0.40; p 0.01). Dengan hasil ini, analisis lanjutan menunjukkan bahwa kepribadian tangguh memiliki pengaruh sebesar 16.6% pada munculnya perilaku kerja inovatif (R2=0.16, F(1,120)=26.44, p0.01). Hasil tersebut memiliki arti bahwa 16.6% perilaku kerja inovatif dipengaruhi oleh kepribadian tangguh, dan 83.4% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.

Page 1 of 1 | Total Record : 9