Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengembangan Alat Ukur Mindful Parenting untuk Orang Tua dari Remaja di Indonesia Grin Rayi Prihandini
Jurnal Online Psikogenesis Vol 7, No 2 (2019): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v7i2.783

Abstract

Pengasuhan orang tua memiliki dampak terhadap perkembangan anak.Pada anak remaja, pengasuhan orang tua memiliki fungsi penting dalam melindungi remaja dari perilaku berisiko dan kenakalan remaja.Pengasuhan yang berlandaskan kesadaran penuh pada anak dirasa penting untuk diterapkan oleh orang tua untuk menurunkan kemungkinan masalah pada remaja.Tujuan dari penelitian ini adalah merancang alat ukur mindful parenting yang reliabel, valid, dan sesuai dengan teori yang digunakan.Penelitian ini melibatkan sejumlah 402 responden untuk mengisi kuesioner sebanyak 60 aitem.Pada akhirnya alat ukur ini menghasilkan 30 aitem terpilih yang reliabel dan valid dalam mengukur konstruk mindful parenting (CR = 0,93; r= 0,362 p0,01; one tailed).Hal ini menunjukkan bahwa instrumen ini dapat digunakan untuk mengukur mindful parenting di Indonesia.Lebih lanjut, pada penelitian selanjutnya, dapat dilakukan uji coba kembali terhadap aitem terpilih pada  partisipan yang lebih banyak dan beragam agar makin menggambarkan populasi di Indonesia.
Pengaruh persepsi keterlibatan ayah dan harga diri terhadap kesejahteraan psikologis pada remaja awal Grin Rayi Prihandini; Lia Mawarsari Boediman
Jurnal Ecopsy Vol 6, No 2 (2019): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.416 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v6i2.6560

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat peran keterlibatan ayah dan harga diri dalam memengaruhi kesejahteraan psikologis remaja awal. Remaja awal dianggap sebagai masa yang penting karena banyak perubahan yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis dirinya. Kesejahteraan psikologis dianggap dapat menentukan arah perkembangan dari remaja dan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal diri seseorang. Peneliti ingin melihat peran dari keterlibatan ayah sebagai faktor eksternal dan harga diri sebagai faktor internal dalam memengaruhi kesejahteraan psikologis dirinya. Penelitian dilakukan pada 300 orang remaja awal yang berusia 12-15 tahun dari tiga SMP di Jakarta dan Depok. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen Reported Father Involvement Scale (RFIS), Rosenberg’s Self-Esteem Scale (RSES), dan Ryff’s Scale of Psychological Well-Being (RPWB). Analisis regresi berganda yang dilakukan menunjukkan hasil bahwa terdapat pengaruh dari keterlibatan ayah dan harga diri remaja awal terhadap kesejahteraan psikologis dirinya. Keterlibatan ayah dan harga diri secara bersama-sama berpengaruh terhadap kesejahteraan psikologis remaja awal.
Pengembangan Alat Ukur Sense of Coherence untuk Mahasiswa di Indonesia Prihandini, Grin Rayi
ANFUSINA: Journal of Psychology Vol. 4 No. 2 (2021): ANFUSINA: Journal of Psychology
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajp.v4i2.13442

Abstract

Mahasiswa dihadapkan dengan berbagai tantangan dalam menjalani perannya di masyarakat. Dalam menjalani perannya tersebut, mahasiswa rentan terhadap stres yang diakibatkan oleh berbagai sumber seperti kewajiban akademis, non akademis, hubungan interpersonal, dan lingkungan. Berbagai sumber stres tersebut bisa memengaruhi kondisi kesehatan mental yang berkaitan dengan kemampuan untuk menghadapi stres dan tetap sehat secara fisik dan mental. Kondisi tersebut disebut sebagai sense of coherence yang merupakan pandangan seseorang terhadap hidupnya. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang alat ukur sense of coherence yang reliabel, valid, dan sesuai dengan teori yang digunakan. Penelitian ini dilakukan pada 158 mahasiswa untuk mengisi kuesioner sejumlah 33 aitem. Pada akhirnya alat ukur ini menghasilkan 23 aitem terpilih yang reliabel dan valid untuk mengukur konstruk sense of coherence (a=0,890; r= -0,143; p<0,05; one tailed). Hal ini menunjukkan bahwa instrumen ini dapat digunakan untuk mengukur sense of coherence pada mahasiswa di Indonesia. Diharapkan dengan pengembangan alat ukur sense of coherence untuk mahasiswa, dapat dijadikan instrumen untuk mengetahui sense of coherence dan menjadi dasar dalam melakukan intervensi terhadap kondisi mental mahasiswa. Untuk pengembangan instrumen yang lebih baik, pada penelitian selanjutnya bisa dilakukan pada populasi yang lebih luas dari segala perguruan tinggi agar semakin menggambarkan populasi mahasiswa di Indonesia.
Maukah Anda Mengerjakan Tugas Yang Lebih Sulit? Melihat Pengaruh Jenis Umpan Balik Terhadap Performa Dalam Mengerjakan Tugas (Task Performance) Prihandini, Grin Rayi
ANFUSINA: Journal of Psychology Vol. 5 No. 2 (2022): ANFUSINA: Journal of Psychology
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajp.v5i2.15714

Abstract

Our performance in carrying out tasks can be different for each task. This is experienced by college students, where performance in completing assignments in certain courses can be different from other courses. In the process, students receive feedback from lecturers regarding their performance in completing the task, which is then expected to be a way of correcting mistakes and show an improved performance. Even so, previous studies have seen that effect of feedback on performance is still inconsistent. Feedback intervention theory shows that feedback on performance can be seen from a person's motivation to do tasks at a higher level of difficulty. This research is an experimental study with a randomized-blocked two group design (post-test only). This study replicate previous research. The aim of the study was to see the effect of the type of feedback (positive and negative) on performance as seen from the motivation to do task at a higher level of difficulty. The results of the analysis of the chi square test were significant χ2 (1, n = 60) = 8.864, p <0.05. This shows that there is a difference in the task performance between the group that receive positive feedback and the group that receive negative feedback. The results of the study are in line with previous research that there is an effect of the type of feedback on college students’ task performance. The implications of this research can be applied to the field of education in providing feedback to college students regarding their task performance.Keywords: feedback; task-performance; college students
Pengaruh Religiositas Terhadap Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja Akhir Irza Elfriza, Teuku; Patricia Lunanta, Lita; Rayi Prihandini, Grin
Journal of Comprehensive Science Vol. 3 No. 10 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v3i10.2378

Abstract

Pengaruh Dukungan Sosial Suami Terhadap Kepuasan Pernikahan Istri pada Pasangan Dewasa Awal di Jawa Barat Tahun 2025 M Ridho Akbar Aq; Grin Rayi Prihandini
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v6i1.3564

Abstract

This study aims to examine the influence of husband's social support on wife's marital satisfaction among early adult couples in West Java. The phenomenon of high divorce rates, particularly within the first five years of marriage, provides the background for the importance of conducting this research. The research method employed a non-experimental quantitative approach with a causal-comparative design. Research participants involved 138 wives aged 20-40 years who had been married for less than five years and resided in West Java. Data collection utilized two instruments: the Marital Satisfaction Scale based on the ENRICH model with 36 statement items and the Social Support Scale based on Sarafino's theory with 24 statement items. Data analysis techniques employed simple linear regression to test the research hypothesis. Analysis results indicated that husband's social support significantly influenced wife's marital satisfaction with an F value of 39.550 and a significance level of 0.000. The correlation coefficient showed a value of 0.475 with a coefficient of determination of 22.5 percent, indicating that husband's social support could explain a quarter of the variation in wife's marital satisfaction. Social support encompassing emotional, appraisal, instrumental, and informational dimensions proved to be a protective factor that strengthened the quality of marital relationships. This research provides practical contributions to the development of marital counseling intervention programs and strengthens the theoretical foundation regarding the importance of social support in the context of intimate relationships among early adult couples.
Development of a Multiple Intelligences-Based Interest and Aptitude Instrument for Elementary School Students Sitti Rahmah Marsidi; Grin Rayi Prihandini; Rully Afrita Harlianty; Ezik Firman Syah
About the Journal Vol 15, No 2 (2026): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v15i2.26205

Abstract

Interest and aptitude are essential aspects in developing students’ potential from an early age. Elementary school represents the initial phase for shaping children’s potential and character. However, the availability of valid and comprehensive instruments to identify students’ interests and aptitudes at an early stage remains limited. The development of students’ interests and aptitudes aligns with national education goals to optimize learners’ potential. Accurate identification enables educators and parents to direct students’ development in a more systematic manner as preparation for future education. This study aimed to examine the psychometric properties of the Interest Blank scale based on Multiple Intelligences theory in identifying elementary school students’ interests and aptitudes. A quantitative approach was employed through reliability analysis, item discrimination analysis, and construct validity using Exploratory Factor Analysis (EFA), followed by Confirmatory Factor Analysis (CFA). The participants consisted of 367 elementary school students in grades 4–6. The study involved 367 elementary school students in Grades 4–6, recruited using a non-probability sampling technique with a convenience sampling approach, in which the entire target population at the research site was included (total sampling). The results indicated that three dimensions met the reliability criterion (α > 0.70), while the remaining five dimensions were below the recommended threshold. Most items demonstrated adequate discrimination (r ≥ 0.30), although several items still require evaluation. Factor analysis showed that the data were suitable for analysis; however, the empirical structure did not fully replicate the eight-factor Multiple Intelligences model. Furthermore, the CFA results indicated that the proposed model did not achieve a satisfactory fit. These findings suggest that the Interest Blank scale has potential for further development through refinement of items and construct structure.Minat dan bakat merupakan aspek penting dalam pengembangan potensi siswa sejak usia dini. Jenjang Sekolah Dasar (SD) menjadi fase awal pembentukan potensi dan karakter anak. Namun, ketersediaan instrumen yang valid dan komprehensif untuk mengidentifikasi minat dan bakat siswa sejak dini masih terbatas. Pengembangan minat dan bakat sejalan dengan tujuan pendidikan nasional untuk mengoptimalkan potensi peserta didik. Identifikasi yang tepat memungkinkan pendidik dan orangtua mengarahkan pengembangan potensi secara lebih terencana sebagai bekal pendidikan selanjutnya. Penelitian ini bertujuan menguji kualitas psikometrik skala Interest Blank berbasis teori kecerdasan majemuk dalam mengidentifikasi minat dan bakat siswa. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui analisis reliabilitas, daya beda aitem, dan validitas konstruk menggunakan Exploratory Factor Analysis (EFA) dan analisis lanjutan yaitu confirmatory factor analysis (CFA). Subjek penelitian berjumlah 367 siswa SD kelas 4–6 yang diperoleh melalui teknik non-probability sampling dengan pendekatan convenience sampling, serta melibatkan seluruh populasi sasaran (total sampling) di lokasi penelitian. Hasil menunjukkan tiga dimensi memenuhi kriteria reliabilitas (α > 0,70), sedangkan lima dimensi lainnya masih di bawah batas yang direkomendasikan. Sebagian besar aitem memiliki daya beda memadai (r ≥ 0,30), meskipun beberapa masih perlu evaluasi. Analisis faktor menunjukkan data layak dianalisis, tetapi struktur empiris belum sepenuhnya mereplikasi model delapan kecerdasan majemuk. Hasil uji CFA menunjukkan model yang diajukan belum fit. Temuan ini menunjukkan skala Interest Blank berpotensi dikembangkan lebih lanjut melalui penyempurnaan aitem dan struktur konstruk.
EFEKTIVITAS PSIKOEDUKASI BERBASIS MINI DRAMA DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN TERHADAP BULLYING PADA SISWA SEKOLAH DASAR Grin Rayi Prihandini; Sitti Rahmah Marsidi; Jatayu Hadi Prakoso; Lisna Hikmawaty
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 5 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i5.3954

Abstract

Elementary school is the formal education children receive after their family environment. At this age, children begin to develop their self-concept and it influences how they socialize with others. In the school environment, children begin to socialize through friendships with peers. Within these friendships, potential conflicts arise, and the resulting behavior can lead to bullying. Bullying cases occurring in elementary schools require attention because the psychological impacts can disrupt optimal individual development, even into adulthood. Therefore, an intervention program is needed to address this issue. This activity aims to improve elementary school students' understanding of bullying and prevent such behavior. The activity involved 31 students in grades 1-3 at SDIT Global Prima, Bekasi. The activity took the form of psychoeducation through mini-dramas and discussions related to bullying. The Wilcoxon Signed-Rank Test results showed a significant difference between pretest and posttest scores regarding understanding of bullying (Z = -3.286, p < 0.05). The mean rank value indicated that 19 participants experienced an increase in their pretest-posttest scores. This means that most participants showed an increase in their scores after the intervention. An effect size of 0.59 indicates that the intervention had a moderate impact. This indicates that the mini-drama-based psychoeducational activity had a significant practical impact on improving students' understanding of bullying. Overall, these findings support the effectiveness of the intervention in preventing bullying by strengthening students' understanding.
Efektivitas Edukasi Partisipatif Berbasis 3R dalam Meningkatkan Sikap Pro-Lingkungan pada Remaja: Penelitian Kamalia; Arbania Fitriani; Grin Rayi Prihandini; Ida Saidah; Ety Nurhayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas edukasi partisipatif berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam meningkatkan sikap pro-lingkungan pada remaja pesantren. Intervensi dirancang dengan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman yang mengintegrasikan ceramah interaktif, pemantik visual reflektif, dan praktik daur ulang botol plastik, serta sesi refleksi bersama. Kegiatan dilaksanakan pada 29 santri di Pesantren Inggris Bogor dengan desain one-group pretest–posttest. Pengukuran sikap pro-lingkungan dilakukan menggunakan instrumen New Ecological Paradigm (NEP) yang telah tervalidasi lintas budaya (Dunlap et al., 2002). Hasil uji paired sample t-test menunjukkan adanya peningkatan sikap pro-lingkungan yang signifikan setelah peserta mengikuti intervensi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan partisipatif dan berbasis pengalaman efektif dalam memperkuat internalisasi nilai dan orientasi ekologis dibandingkan pendekatan berbasis informasi semata. Secara praktis, kegiatan ini menawarkan model intervensi sederhana namun berbasis bukti yang dapat direplikasi pada komunitas pendidikan berbasis nilai kolektif, seperti pesantren, guna memperkuat fondasi psikologis pro-lingkungan pada remaja.
Perbedaan Body Dissatisfaction Berdasarkan Jenis Kelamin pada Remaja Akhir Pengguna Media Sosial Instagram di Jakarta Sahnaz Alayda Hamid Yahya; Grin Rayi Prihandini
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 2 (2026): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i2.2406

Abstract

This study aimed to examine the differences in body dissatisfaction based on gender among late adolescent Instagram users in Jakarta. The phenomenon of body dissatisfaction among late adolescents has become increasingly prevalent due to the widespread use of visual-based social media, particularly Instagram, which encourages individuals to engage in social comparison regarding their physical appearance. This study employed a quantitative method with a comparative research design. The population consisted of late adolescents aged 18–21 years who were Instagram users and resided in Jakarta. A purposive sampling technique was used to recruit 200 participants, consisting of 100 males and 100 females. The research instrument was the Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire (MBSRQ) developed by Cash and Pruzinsky (2002). Data were analyzed using an Independent Samples t-test after fulfilling the assumptions of normality and homogeneity. The results showed a t-value of -4.427 with a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference in body dissatisfaction based on gender among late adolescent Instagram users in Jakarta. Female late adolescents demonstrated higher levels of body dissatisfaction than males. Therefore, the research hypothesis stating that there is a significant difference in body dissatisfaction based on gender among late adolescent Instagram users in Jakarta was accepted.