cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ijocs@unissula.ac.id
Editorial Address
Gang Mlati 8 Ds. Mlaten Mijen Demak 59583
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Community Services
ISSN : -     EISSN : 26848619     DOI : 10.30659/ijocs
Core Subject : Humanities, Social,
Indonesian Journal of Community Services (e-ISSN: 2684-8619) is a biannual scientific multidisciplinary journal published by UNISSULA Press, Department of Research and Community Services Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Indonesia. It is in the national level that covers a lot of common problems or issues related to community services. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2020): May 2020" : 10 Documents clear
Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana (Prb) STIKes WCH Bekerja Sama dengan SMA/SMK Malang Yahmi Ira Setyaningrum; Guritan Indra Sukma
Indonesian Journal of Community Services Vol 2, No 1 (2020): May 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.2.1.92-100

Abstract

AbstrakGempa merupakan bencana alam yang sering terjadi di Malang Raya. Gempa menimbulkan berbagai dampak negatif yang merugikan baik material maupun non material. Gempa tidak dapat dihindari, tetapi dapat diminimalkan risiko kerugian melalui suatu pelatihan pengurangan risiko bencana (PRB). Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan remaja dalam menghadapi bencana gempa bumi melalui pelatihan PRB. Metode penelitian dengan quasi eksperimen rancangan the group pretest-posttest. Hasil implikasi pelatihan PRB terhadap siswa SMA/SMK menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai definisi gempa, potensi gempa, usaha PRB sebesar 55 poin. Pengetahuan siswa sebelum pelatihan rata-ratanya 42, setelah mengikuti pelatihan meningkat menjadi 97. Kesadaran remaja terhadap  PRB juga meningkat sebesar 64%. Kesadaran siswa sebelum pelatihan sebesar 18%, setelah pelatihan kesadaran menjadi 63%. Kesiapsiagaan remaja ketika terjadi bencana juga akan meningkat dari 18% menjadi 89%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelatihan PRB mampu meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kesiapsiagaan remaja SMK/SMK di Malang dalam menghadapi bencana gempa bumi. Kata kunci: gempa; bencana; pelatihan; pengurangan; risiko.  Abstract Earthquake is a disaster that frequently occurs in Malang. The earthquake has caused  undesireble impacts not only material but also non material loss. Earthquakes cannot be avoided, but the risks of loss can be minimized through  disaster risk reduction training ( PRB).  The training target is enhancing knowledge and preparedness of teenages in facing disaster through PRB training. The method  carried out is by quasi experimentdesign using pre-test and post-test. The implication result of PRB training to  high school and vocational highschool  students shows there is enhnced  knowledge on disaster definition, disaster potentials recognition, and  disaster risk reduction effort as much as  55 point. Students knowledge before training  is 49 for the average.after the training it becomes 97. The students’ awareness on disaster risk reduction improves 64 % .The students’ awareness before is 18 % and  it becomes  63% after the training. The teenagers’ preparedness when a disaster occurs improves  18 % to become 89%. Based on the research it can be concluded that disaster risk reduction training PRB could enhance knowledge, awareness and preparedness of high school and vocational high school students in facing disaster especially earthquake. Keywords: earthquake; disaster; training; reduction; risk
Peningkatan Pemahaman Risiko Penyakit Tidak Menular pada Remaja melalui Deteksi Dini dengan Pemeriksaan Komposisi Tubuh di SMK PGRI 2 Surakarta (Increased Understanding of the Risk of Non-Communicable Diseases in Adolescents through Early Detection by Examination of Body Composition in SMK PGRI 2 Surakarta) Aryanti Setyaningsih; Nastitie Cinintya Nurzihan
Indonesian Journal of Community Services Vol 2, No 1 (2020): May 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.2.1.11-18

Abstract

Abstrak Remaja merupakan kelompok kesehatan prima namun rentan karena mengalami perubahan perilaku berisiko sehingga akan menentukan status kesehatan pada saat dewasa. Salah satu permasalahan kesehatan yang meningkat pada remaja adalah meningkatnya penyakit tidak menular pada remaja, misalnya obesitas, hipertensi, diabetes dan hiperkolesterolemia. Remaja perlu mendapatkan pemaparan mengenai penyakit tidak menular perlu diberikan kepada remaja guna meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja mengenai risiko, dampak, dan deteksi dini penyakit tidak menular pada remaja. Oleh karena itu, perlu diberikan pendidikan kesehatan sebagai dasar penerapan hidup sehat dan cara deteksi dini yang dapat dilakukan oleh remaja guna pencegahan penyakit tidak menular pada remaja. Kegiatan ini dilaksanakan di di SMK 2 PGRI Surakarta yang dilakukan selama 2 hari pada Bulan Juli 2019. Metode kegiatan adalah pendidikan kesehatan dan pemeriksaan komposisi tubuh dengan pengukuran indeks massa tubuh. Tiga puluh dua siswa mengikuti kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan penyakit tidak menular dan kemampuan siswa dalam memahami status gizi mereka melalui pengukuran komposisi tubuh sebagai bagian dari deteksi dini penyakit tidak menular. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan kesadaran peserta kegiatan dalam melakukan pencegahan terhadap penyakit tidak menular remaja.  Kata kunci: Deteksi Dini; Pendidikan Kesehatan; Pengetahuan; PTM; Remaja Abstract Adolescents are a prime health group but are vulnerable because they experience changes in risky behavior that will determine their health status as adults. One of the increasing health problems in adolescents is the increase in non-communicable diseases in adolescents, such as obesity, hypertension, diabetes, and hypercholesterolemia. Adolescents need to get exposure to non-communicable diseases to increase awareness and understanding of the risks, impacts, and early detection of non-communicable diseases in adolescents. Therefore, it is necessary to provide health education as a basis for implementing a healthy lifestyle and early detection that can be done by adolescents to prevent non-communicable diseases in adolescents. This activity was carried out at SMK 2 PGRI Surakarta which was conducted for 2 days in July 2019. The method of the activity was health education and examination of body composition by measuring body mass index. Thirty-two students participated in this activity. Evaluation results show an increase in knowledge of non-communicable diseases and the ability of students to understand their nutritional status through measurement of body composition as part of early detection of non-communicable diseases. Thus, it can be concluded that there is an increase in the knowledge and awareness of participant activities in the prevention of adolescent non-communicable diseases. Keywords: Early Detection; Health Education; Knowledge; Non-Communicable Disease; Adolescent
Pemeriksaan Kesehatan Gratis sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Dhika Juliana Sukmana; Hardani Hardani; Irawansyah Irawansyah
Indonesian Journal of Community Services Vol 2, No 1 (2020): May 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.2.1.19-26

Abstract

AbstrakPenyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit yang bersifat kronis dan tidak ditularkan dari orang ke orang. Prevalensi PTM terus mengalami peningkatan seiring dengan perubahan pola hidup masyarakat kearah yang kurang seimbang. Faktor risiko PTM di Provinsi NTB antara lain adalah hipertensi, obesitas dan diabetes. Kurangnya pengetahuaan dan kesadaran terhadap bahaya PTM menyebabkan deteksi dini berbasis pelayanan kesehatan kurang efektif. Hal ini juga disebabkan oleh enggannya masyarakat memeriksakan diri selama belum merasa sakit. Penanggulangan faktor resiko PTM dan pencegahan berbasis masyarakat menjadi salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk menekan resiko atau angka kematian akibat PTM. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tes kesehatan secara berkala sebagai upaya deteksi dini PTM. Kegiatan ini kemudian dilakukan dengan dua metode, yaitu diskusi dan praktik langsung untuk memeriksa kesehatan peserta. Secara keseluruhan, hasil pemeriksaan kesehatan cukup baik dengan rata-ata hasil pemeriksaan normal. Hanya saja dari kegiatan ini dijumpai dua peserta dengan hasil gula darah diatas 300 mg/dL. Dengan adanya kegiatan semacam ini, masyarakat menjadi semakin sadar akan pentingnya tes kesehatan secara berkala untuk deteksi dini PTM.  Kata Kunci: PTM, Pemeriksaan Kesehatan, Gula Darah, Asam Urat.Abstract Non-communicable Diseases (NCD) are a chronic and not transmitted from preson to person. The prevalence of NCDs seems to be increased along with life style change into unbalance style. Risk factors of PTM in NTB are hypertension, obesity and diabetes. Less of knowledge and awareness to NCD’s risk lead early detection and prevention based on health facilities to be less effective. This is also caused by the reluctance of people to check themselves before they feel sick. Management of PTM risk factors and community-based prevention is a solution that can be done to reduce the risk or mortality rate due to PTM. This community service activities aims to increase people awareness due to the importance of periodicly doing medical check-up in order to screen NCDs. We conduct this activity in two methods, discussion and practically check people health status. Overall, the result was fine. But, two of the participant have blood glucose more than 300 mg/dL. By this community services, peoples become aware about the importance of medical check-up in early detection of NCD.  Keywords : NCD; Medical Check Up; Blood Glucose; Uric Acid.
Program Agroschooling pada Siswa Sekolah Dasar SD 01 Manang untuk Meningkatkan Minat terhadap Bidang Pertanian Wahyu Adhi Saputro; Fachruddin Edi Nugroho Saputro
Indonesian Journal of Community Services Vol 2, No 1 (2020): May 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.2.1.68-79

Abstract

AbstrakJumlah penduduk yang semakin meningkat diikuti dengan selarasnya kebutuhan pangan namun tidak diikuti dengan peningkatan sektor pertanian di Indonesia ditunjukkan dengan semakin berkurangnya minat anak muda di bidang pertanian. Permasalahan mengenai penurunan minat anak muda di pertanian hakikatnya menjadi perhatian khusus dari berbagai pihak karena menjadi faktor penghambat pertumbuhan pembangunan pertanian. SD Negri 01 Manang merupakan mitra yang tepat untuk diberikannya kurikulum pendidikan anak yang diselipkan arti penting pertanian sehingga dari masa kanak-kanak potensi pertanian untuk masa depan tertanam dalam pola pikir mereka. Solusi mengenai model edukasi pertanian sejak dini dirasa sangat tepat menarik minat anak-anak dan disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan dan kesenangan setiap anak sehingga dampaknya dapat meminimumkan dampak ketidaktertarikan generasi muda terhadap bidang pertanian. Program Agroschooling memiliki tujuan untuk mengenalkan kepada anak-anak sekolah dasar mengenai pentingnya dunia pertanian dan pengelolaan lingkungan alam sekitar. Metode yang diberikan dalam program agroschooling anak-anak SD menonton secara virtual video tentang pertanian, kemudian ditanyai dengan beberapa pertanyaan di kuesioner dengan bantuan mahasiswa mengenai cita-cita dan kesukaan di bidang pertanian. Acara dilanjutkan dengan penanaman tanaman di ikuti dengan pertanyaan kuesioner untuk menanyai apakah ada yang ingin berganti cita-cita setelah mengikuti program Agrochooling. Data-data tersebut di analisis menggunakan linkert dan diinputkan dalam rating scale. Selain itu digunakan analisis before dan after untuk melihat peningkatan anak-anak yang ingin bekerja di sektor pertanian sebelum dan sesudah diadakan program Agroshcooling. Survei awal membuktikan bahwa sebanyak 0% dari siswa dan siswi SD yang bercita-cita ingin bekerja di sektor pertanian. Peningkatan persentase keinginan bekerja para siswa dan siswi di SD 01 Manang di bidang pertanian terjadi sebanyak 15,38% setelah diadakannya program Agroschooling. Persepsi para siswa dan siswi terhadap kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai agroschooling masuk ke dalam kategori  baik. Harapannya akan adanya kelanjutan pengabdian dengan survey ketertarikan siswa terhadap pertanian.  Kata kunci: Pertanian; Agroschooling AbstractIncreasing population followed by harmonious food needs but not followed by an increase in the agricultural sector in Indonesia is shown by the decreasing interest of young people in agriculture. The problem regarding the decline of young people's interest in agriculture is of particular concern to various parties because it is a factor inhibiting the growth of agricultural development. SD Negri 01 Manang is the right partner for child education curriculum which is tucked in the importance of agriculture so that from childhood childhood the potential of agriculture for the future is embedded in their mindset. The solution regarding the agricultural education model from the beginning is felt to be very appropriate to attract the interests of children and adapted to the needs, abilities and enjoyment of children so that the impact can minimize the impact of the young generation's disinterest in agriculture. The method given in the agroschooling program for elementary school children watched a virtual video about agriculture, then was asked a number of questions in the questionnaire with the help of students about their ideals and preferences in agriculture. The program was followed by planting plants followed by questionnaire questions to ask if anyone wanted to change their goals after joining the Agrochooling program. The data is analyzed using linkert and entered in the rating scale. Also used before and after analysis to see the increase in children who want to work in the agricultural sector before and after the Agroshcooling program was held. The Agroschooling Program aims to introduce elementary school children about the importance of agriculture and the management of the surrounding natural environment. Initial survey prove that as many as 0% of elementary school students want to work in the agricultural sector. The increase in the percentage of students wanting to work at SD 01 Manang in agriculture occurred as much as 15.38%. The perception of students and students of community service activities regarding agroschooling into the good category. The hope is that there will be continued service by surveying student’s interest in agriculture  Keywords: Agriculture; Agroschooling
Pengadaan Brosur Dwibahasa bagi Obyek Wisata Desa Menari, Ngrawan, Getasan Kabupaten Semarang Idha Nurhamidah; Hartono Hartono; Sugeng Purwanto
Indonesian Journal of Community Services Vol 2, No 1 (2020): May 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.2.1.27-37

Abstract

AbstrakTujuan PKM ini yaitu pengadaan Brosur Dwibahasa Obyek Wisata Desa Menari, yang terletak di Desa Ngrawan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah dalam rangka peningkatan layanan wisata pada tingkat international. Hal tersebut dilakukan mengingat semakin meningkatnya animo pengujung obyek wisata tersebut baik dalam maupun manca negara. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah menggali informasi sebanyak-banyanknya melalui wawancara mendalam dengan Ketua Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Ki Tanu Wijaya, yaitu Bapak Trisno, yang akrab dipanggil Kang Tris. Wawancara meliputi informasi terkait dengan paket-paket yang tersedia dan bisa dinikmati oleh wisatawan baik domestic maupun manca negara. Hasil wawanara dikemas menjadi Brosur Dwibahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Brosur tersebut telah dicetak edisi mewah dan sudah dapat dipakai sebagai sarana penyebaran informasi oleh bagian marketing Obyek Wisata Desa Menari, Getasan Kabupaten Semarang untuk para calon wisatawan.  Kata kunci: brosur dwibahasa; desa menari; layanan wisata,  Abstract This community service on issuing Bilingual Brochure on “Desa Menari” Tourist Destination, located at Ngrawan Village, Getasan District, Semarang Regency, Central Java aims at promoting tourism services at international level. This was done in response to the increasing numbers of  both domestic and foreign visitors. The method employed was to explore as much as possible any information through in-depth interview with the Chair of Ki Tanu Wijaya Pokdarwis (Tourism Awareness Club), namely Mr. Trisno, best-known as Kang Tris. The interview focused on any information related to tourism packages available for enjoyment by both domestic and foreign visitors. The results of the interview were then presented in a bilingual brochure of Indonesian and English languages. The brochure has been printed and is ready for marketing use to attract potential visitors to enjoy Desa Menari Ngrawan Village, Getasan District, Semarang Regency.   Keywords: bilingual brochure; desa menari; tourism services
Pembentukan Kader Kesehatan Jiwa Sekolah dan Pelatihan Penanganan Masalah Psikososial di SD N Krapyak Semarang (Establishment of School Health Care and Training of Psychosial Problem Services in SDN Krapyak Semarang) Mariyati Mariyati; Khusnul Aini; Nana Rohana
Indonesian Journal of Community Services Vol 2, No 1 (2020): May 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.2.1.46-54

Abstract

AbstrakMasalah psikososial pada anak di sekolah mengalami peningkatan. Salah satunya adalah Sekolah Dasar Negeri (SD N) Krapyak Kota Semarang. Penyebab munculnya masalah psikososial di sekolah tersebut diantaranya kecanduan teknologi seperti gadget, kekerasan seperti bullying, tantangan pembelajaran, dan gangguan perilaku (membolos, mencontek dan tidak disiplin). Sesuai permasalahan yang dihadapi SD N Krapyak Kota Semarang maka pentingnya pembentukan kader kesehatan jiwa di sekolah. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pembentukan kader kesehatan jiwa bertujuan untuk mendeteksi masalah psikososial siswa secara dini, mengatasi masalah psikososial yang terjadi pada siswa, dan merujuk masalah psikososial siswa yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Kegiatan dalam program PKM bekerjasama dengan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Kegiatan dalam Program PKM ini antara lain: 1) membentuk kader kesehatan jiwa di Sekolah, 2) menjelaskan masalah- masalah psikososial yang sering terjadi pada siswa, 3) mengajarkan cara mengatasi masalah psikososial yang terjadi pada siswa, dan 4) melatih cara merujuk siswa yang memiliki masalah psikososial yang kompleks 5) monitoring dan evaluasi program. Hasil dalam kegiatan- kegiatan tersebut adalah terdapat 15 siswa dan 10 guru sebagai kader kesehatan jiwa di sekolah, hasil deteksi dini didapatkan beberapa masalah psikososial di sekolah yaitu kecemasan, gangguan citra tubuh, harga diri rendah situasional, keputusasaan, dan koping tidak efektif. Selanjutnya, kader kesehatan sekolah melakukan penanganan dengan pendampingan. Kegiatan monitoring dan evaluasi juga dilakukan untuk memastikan kader kesehatan jiwa di sekolah berjalan dengan baik.  Kata Kunci: kesehatan jiwa; psikososial; sekolah  AbstractPsychosocial problems in children at school have increased. One of them is Krapyak State Elementary School (SD N) Semarang City. The causes of the emergence of psychosocial problems in the school include technological addictions such as gadgets, violence such as bullying, learning challenges, and behavioral disorders (ditching, cheating and undisciplined). The Community Service Program (PKM) for forming mental health cadres aims to detect students 'psychosocial problems early, overcome psychosocial problems that occur in students, and refer to students' psychosocial problems that require further treatment. Activities in the PKM program in collaboration with the School Health Efforts (UKS). Activities in the PKM Program include: 1) forming mental health cadres in schools, 2) explaining psychosocial problems that often occur to students, 3) teaching how to overcome psychosocial problems that occur in students, and 4) training how to refer students who have complex psychosocial problems 5) program monitoring and evaluation. The results of these activities are that there are 15 students and 10 teachers as mental health cadres in schools, the results of early detection found several psychosocial problems in schools namely anxiety, body image disturbances, low situational self-esteem, hopelessness, and ineffective coping. Furthermore, school health cadres handle with assistance. Monitoring and evaluation activities are also carried out to ensure mental health cadres in schools run well. Keywords: mental health; psychosocial; school
Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS) dan Tekanan Darah kepada Masyarakat Maria Karolina Selano; Veronica Ririn Marwaningsih; Niken Setyaningrum
Indonesian Journal of Community Services Vol 2, No 1 (2020): May 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.2.1.38-45

Abstract

AbstrakDiabetes mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronis yang paling banyak dialami oleh penduduk di dunia. Penyakit DM menempati urutan ke-4 penyebab kematian dinegara berkembang. Salah satu jenis penyakit DM yang paling banyak dialami oleh pendudukan di dunia adalah DM tipe 2 (85-95%), yaitu penyakit DM yang disebabkan oleh terganggunya sekresi insulin dan resistensi insulin. Peningkatan jumlah kasus DM tipe 2 tersebut berdampak pada peningkatan komplikasi yang dialami pasien DM tipe 2. Komplikasi tersering yang dialami pasien DM tipe 2 adalah neoropati perifer (10-60%) yang akan menyebabkan ulkus diabetic. Menurut American Diabetes Association (ADA) bahwa  salah satu faktor risiko terjadinya diabetes mellitus adalah faktor risiko yang dapat diubah meliputi obesitas berdasarkan IMT ≥25 kg/m2 atau lingkar perut ≥ 80 cm pada wanita dan ≥ 90 cm pada laki – laki, kurang aktivitas fisik, hipertensi, dislipidemi dan diet tidak sehat. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan skrining awal penderita hipertensi dan penderita diabetes mellitus serta sebagai upaya peningkatan kesadaran masyarakat terkait deteksi dini penyakit hipertensi dan diabetes mellitus. Metode yang dilakukan dengan melakukan pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS) dan tekanan darah kepada masyarakat. Hasil evaluasi telah teridentifikasi 18 orang (13,84 %) memiliki gula darah sewaktu (GDS) > 180 mg/dl, sedangkan hasil pemeriksaan tekanan darah didapatkan 20 orang (15,38 %) memiliki tekanan darah > 120/80 MmHg. Kata kunci : Diabetes Mellitus; Hipertensi; Pemeriksaan GDS; Pemeriksaan Tekanan Darah AbstractDiabetes mellitus (DM) is one of the most common chronic diseases experienced by people in the world. DM disease ranks 4th place in the cause of death in developing countries. One of the most common types of DM disease experienced by occupation in the world is DM type 2 (85-95%), which is DM disease caused by disruption of insulin secretion and insulin resistance. The increase in the number of cases of type 2 DM has an impact on the increased complications experienced by patients with type 2 DM. The most common complication experienced by type 2 DM patients is peripheral neoropathy (10-60%) which will cause diabetic ulcers. According to the American Diabetes Association (ADA) that one of the risk factors for diabetes mellitus is a risk factor that can be changed include obesity based on BMI ≥25 kg/m2 or abdominal circumference ≥ 80 cm in women and ≥ 90 cm in men, lack of physical activity , hypertension, dyslipidemia and unhealthy diet. The purpose of this community service activity is to conduct initial screening of hypertension sufferers and people with diabetes mellitus and as an effort to increase public awareness related to early detection of hypertension and diabetes mellitus. The method is carried out by checking blood sugar (GDS) and blood pressure to the public. The evaluation results have identified 18 people (13.84%) have blood sugar when (GDS)> 180 mg / dl, while the results of blood pressure examination found 20 people (15.38%) have blood pressure> 120/80 MmHg. 
Meneguhkan Nilai Keindonesiaan melalui Program Deradikalisasi Anak Usia Dini di Kampung Karanggading Kota Magelang Joko Tri Nugraha; Retno Dewi Pramodia Ahsani; Nike Mutiara Fauziah
Indonesian Journal of Community Services Vol 2, No 1 (2020): May 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.2.1.80-91

Abstract

AbstrakKegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilatarbelakangi oleh keterlibatan kaum muda dan terlebih anak-anak dalam pusaran ideologi radikalisme. Anak muda yang menganut ideologi radikalisme merupakan isu yang harus dicermati di tengah bonus demografi yang tengah berlangsung di negeri ini tidak terkecuali pada salah satu daerah di Kota Magelang yaitu di Kampung Karanggading. Adapun tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meneguhkan nilai keindonesiaan melalui kegiatan bermain sambil belajar dan kegiatan cinta lingkungan sebagai upaya meningkatkan rasa cinta tanah air, budaya,  keagamaan dan lingkungan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini diantaranya dengan beberapa tahapan program dongeng nusantara bagi anak, program outbond, belajar dan bermain bagi anak dan program bersih lingkungan bagi anak. Hasil kegiatan pengabidan kepada masyarakat ini diantaranya kegiatan dongeng nusantara, outbond dan kerjabakti menumbuhkan budaya anti kekerasan dan radikalisme dan masyarakat Kampung Karanggading, khususnya anak-anak mendapatkan pemahaman nilai-nilai nasionalisme dalam kehidupan mereka sehari-hari. Kata kunci: nasionalisme; deradikalisai; anak usia dini.  Abstract This Community Service Activity is motivated by the involvement of young people and especially children in the impact of radical ideology. Young people who adhere to the ideology of radicalism are an issue that must be observed in the midst of the demographic bonus that is taking place in this country, not least in one area in the Magelang City, in Kampung Karanggading. The purpose of this community service is to strengthen the value of Indonesianism through play activities while learning and loving activities in an effort to increase the patriotism, culture, religion and environment. The methods used several stages of the Indonesian fairytale program for children, outbound programs, learning and playing for children and a clean environment program for children. The results of community service activities include the folklore activities of the archipelago, outbound and collaborative work fostering a culture of anti-violence and radicalism and the people of Kampung Karanggading, especially children get an understanding of the values of nationalism in their daily lives. Keywords: nationalism; deradicalization; early childhood.
Optimalisasi Peran Pendamping Desa terhadap Pencegahan Fraud Pemerintah Desa di Kabupaten Demak Provita Wijayanti; Indri Kartika; Kiryanto Kiryanto; Zainal Alim Adiwijaya; Muhammad Ja'far Shodiq; Mutoharoh Mutoharoh; Nisa' Uzlifat Nashruah
Indonesian Journal of Community Services Vol 2, No 1 (2020): May 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.2.1.55-67

Abstract

AbstrakPemerintah desa melaksanakan tugas pengelolaan dan pertanggungjawaban dana desa berdasarkan UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa. Dalam pelaksanaan sistem pengawasan dan tata kelola pemerintah desa, perangkat desa dibantu oleh pendamping dan pengawas desa yang meliputi auditor Inspektorat Kabupaten, anggota Badan perwakilan desa dan pendamping desa. Pendamping dan pengawas desa memiliki peran penting dalam pendampingan pencegahan fraud dana desa yang terjadi di pemerintahan desa. Populasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan seluruh pendamping desa di Kabupaten Demak. Teknik insidental sampling digunakan dalam pengabdian ini dan diperoleh 51 orang pendamping desa di kabupataen demak yang menjadi mitra dalam program pengabdian masyarakat oleh tim dosen akuntansi FE UNISSULA. Data mengenai persepsi peran pendamping pemerintah desa serta peran sistem pengendalian internal terhadap pencegahan fraud diperoleh melalui pembagian kuesioner tertutup dengan skala likert 1-5. Hasil pengujian regresi linier berganda menunjukkan bahwa peran pendamping pemerintah desa berpengaruh positif terhadap pencegahan fraud sedangkan sistem pengendalian internal tidak berpengaruh terhadap pencegahan fraud.AbstractThe village government carries out the task of village funds managing, and supervising based on Law number 6/2014 of Villages. In implementing supervision and governance system, village officials are assisted by village assistants and supervisors that containing the District Inspectorate auditor, members of the village representative body and village assistants. Village assistants and supervisors have an important role in assisting fraud prevention on village funds, which could potentially occur in village government. The population in this community service activity is the whole village assistants in Demak Regency. Incidental sampling technique was used so that resulted in 51 village assistants in Demak Regency who became partners in the community service program held by the accounting team of Faculty of Economic Universitas Islam Sultan Agung. Data on the perception of the village assistant’s role as well as the internal control system role on fraud prevention were obtained through the distribution of closed questionnaires using the Likert scale of 1-5. The results of multiple linear regression tests indicate that the role of village government assistants has a positive effect on fraud prevention while the internal control system has no effect on fraud prevention.
Penyuluhan hukum Pendaftaran Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) di Kota Semarang melalui Sistem Online Single Submission (OSS) Amin Purnawan; Akhmad Khisni; Siti Ummu Adillah
Indonesian Journal of Community Services Vol 2, No 1 (2020): May 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.2.1.1-10

Abstract

Penyuluhan Hukum dan Pendampingan tentang Pendaftaran Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) di Kota Semarang melalui Sistem Online Single Submission (OSS) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 ini, berangkat dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa problematika pelaksanaan pendaftaran legalitas usaha UMKM melalui Sistem OSS di Kota Semarang, terutama karena kurangnya sosialisasi dan edukasi kepada pelaku UMKM. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan hukum dan pendampingan kepada sejumlah 35 pelaku UMKM di Kecamatan Semarang Selatan. Tingkat antusiasme peserta cukup tinggi dimana peserta banyak mengajukan pertanyaan seputar legalitas usaha dan berminat untuk mengurus legalitas usahanya. Ada salah satu peserta yang membagikan pengalamannya mengurus legalitas usahanya dan manfaat yang telah dirasakan dalam meningkatkan pertumbuhan usaha. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum pelaku UMKM untuk mengurus legalitas usahanya. Metode peningkatan kesadaran hukum dengan memberikan penyuluhan dan pendampingan. Adapun materi sosialisai meliputi UU No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM dan Perda No. 13 Tahun 2013 tentang Pemberdayaan UMKM; Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik/Online Single Submission (OSS). Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah sebagai salah satu pelaku pembangunan ekonomi di daerah perlu diberdayakan melalui pengembangan sumber daya manusia, dukungan permodalan, produksi dan produktifitas, perlindungan usaha, pengembangan kemitraan, jaringan usaha dan pemasaran serta legalitas usahanya melalui Online Single Submission (OSS). Hasil penyuluhan dan pendampingan menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran hukum UMKM untuk mengurus legalitas usahanya. Kata Kunci: Izin Usaha; Pendaftaran; Penyuluhan Hukum; Sistem OSSAbstractLegal Counseling and Assistance on the Registration of UMKM Business Legality in Semarang through the Online Single Submission System (OSS) based on PP Number 24 of 2018 departs from the results of research showing that the problematic implementation of the registration of the legality of MSME businesses through the OSS System in Semarang City, mainly due to lack dissemination and education to SMEs. Implementation of community service in the form of legal counseling and assistance to a number of 35 SMEs in the South Semarang District. The level of enthusiasm of the participants was quite high where participants asked many questions about the legality of the business and were interested in taking care of the legality of the business. There was one participant who shared his experience taking care of the legality of his business and the benefits that have been felt in promoting business growth. This community service aims to increase the legal awareness of SMEs to take care of the legality of their business. Methods of increasing legal awareness by providing counseling and assistance. The socialization material includes Law No. 20 of 2008 concerning UMKM and Perda No. 13 of 2013 concerning Empowerment of MSMEs; Government Regulation Number 24 of 2018 concerning Online Single Submission (OSS) Licensing Services. Micro, Small and Medium Enterprises as one of the economic development actors in the regions needs to be empowered through human resource development, capital support, production and productivity, business protection, partnership development, business and marketing networks and business legality through Online Single Submission (OSS). The results of counseling and mentoring showed an increase in understanding and legal awareness of MSMEs to take care of the legality of their business.Keywords: Business Legality; Legal Education; OSS System; Registration

Page 1 of 1 | Total Record : 10