Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Asupan Karbohidrat dan Obesitas pada Guru Wanita Usia Subur Nurzihan, Nastitie Cinintya
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (State Health Polytechnic of Malang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.402 KB) | DOI: 10.31290/jiki.v(3)i(1)y(2017).page:60-63

Abstract

Abstrak: Prevalensi obesitas telah meningkat pesat di seluruh dunia dan pentingnya mempertimbangkanperan diet dalam pencegahan dan pengobatan obesitas diakui secara luas. Peran diet karbohidratdalam menurunkan berat badan telah mendapat perhatian besar mengingat epidemi obesitas saat ini.Jenis penelitian adalah survei analitik dengan rancangan cross sectional. Lokasi penelitian di UPTPendidikan Jebres, Surakarta, Jawa Tengah. Subjek penelitian adalah guru wanita usia subur denganrentan usia 22-49 tahun di 18 sekolah dasar. Besar sampel penelitian adalah 110 orang. Pemilihansubjek penelitian menggunakan teknik probability sampling dengan simple random sampling. Hasilanalisis bivariat menunjukkan asupan karbohidrat tidak secara signifikan terkait dengan obesitas(OR=0,961; 95% CI= 0,21-4,29) dan asupan karbohidrat memiliki hubungan negatif dengan obesitas(p=0,958). Asupan protein tidak berperan dengan obesitas pada wanita usia subur
Pengaruh Substitusi Tepung Bit Merah Terhadap Aktivitas Antioksidan dan Daya Terima Pada Cookies Tepung Tempe Permatasari, Oktavina; Nastitie Cinintya Nurzihan; Arwin Muhlishoh
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 2 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v13i2.121

Abstract

This research is an experimental study that aims to make a cookies formulation of tempeh flour substituted with red bit flour. The experimental design used was a completely randomized design with subtitution of red bit flour to tempeh flour cookies with different concentrations. The process of making cookies includes mixing flour, mixing margarine, egg, refined sugar then process to mixer, molding, and baking using the oven. The organoleptic test (preference) involved 30 semi-trained panelists. Tempe flour cookies with substitution of red bit flour with 4 formulations, formulation 1 with 0% concentration (control), formulation 2 with 12% substitution of red bit flour, formulation 3 with 15% red bit flour substitution, and formulation 4 with 18% red bit flour substitution. %. The results of the organoleptic assessment scores by panelists were analyzed using Excel 2010 and SPSS with descriptive tests. Based on the results of the analysis, it was found that cookies formulation 2 was the most preferred by panelists in terms of taste, color, smell, and texture. Based on the test of antioxidant activity of cookies formulation 2 30690 µg/mL, its means that it still potential as an antioxidant substance weak as classified. ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk membuat formulasi cookies tepung tempe yang disubstitusi dengan tepung bit merah. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan perlakuan penambahan tepung bit merah pada cookies tepung tempe dengan konsentrasi yang berbeda. Proses pembuatan cookies meliputi pencampuran tepung, pengocokan margarin, telur, gula halus dengan mixer, pencetakan, dan pemanggangan menggunakan oven. Uji organoleptik (kesukaan) melibatkan 30 panelis semi terlatih. Cookies tepung tempe dengan substitusi tepung bit merah dengan 4 formulasi yaitu formulasi 1 konsentrasi 0% (kontrol), formulasi 2 dengan 12% substitusi tepung bit merah, formulasi 3 dengan substitusi tepung bit merah 15%, dan formulasi 4 dengan susbtitusi tepung bit merah 18%. Hasil skor penilaian organoleptik oleh panelis dianalisis menggunakan Excel 2010 dan SPSS dengan uji deskriptif. Berdasarkan hasil analisis didapatkan cookies formulasi 2 adalah yang paling disukai oleh panelis dari segi rasa, warna, aroma, dan tekstur. Berdasarkan hasil uji aktivitas antioksidan cookies formulasi 2 yaitu 30690 µg/mL yang artinya masih berpotensi sebagai zat antioksidan namun tergolong sangat lemah.
Analisis Uji Proximat, Karoten Total dan Organoleptik Roti Manis dengan Substitusi Tepung Bit Merah Nurzihan, Nastitie Cinintya; Oktavina Permatasari; Aryanti Setyaningsih
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 2 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v13i2.221

Abstract

The Exploring the potential of local food ingredients is carried out as an effort to achieve national food security. The high use of flour as a raw material in the food industry requires the import of wheat-based flour that does not grow in tropical climates such as Indonesia. Efforts to reduce dependence on wheat flour need a source of flour from local food ingredients. One of the tubers that can be used in making flour is red beet which is commonly used as a natural dye. Lack of utilization of red beet which resulted in the abundance of red beet. Sweet bread is one type of food that is very popular with various levels of society by modifying the substitution of wheat flour with red beet flour. The research was conducted with an experimental type of research using a randomized design with 3 treatment groups. The results showed that there was a significant difference in the substitution of red beet flour with concentrations of 0%, 15% and 30% and the results of the proximate test showed that there was no significant difference in the nutritional value of protein, while there was a significant difference in the total carotene content in sweet bread with substitution. red beet flour. Based on the results of the study, it was found that the optimization of the use of red beet as flour can be done as a potential local food alternative. ABSTRAK Penggalian potensi bahan pangan lokal dilakukan sebagai upaya dalam pencapaian ketahanan pangan nasional. Tingginya penggunaan tepung sebagai bahan baku dalam industri pangan mengharuskan adanya import tepung terigu yang berbasis gandum yang tidak tmbuh di wilayah iklim tropis seperti halnya Indonesia. Upaya dalam mengurangi ketergantungan dengan tepung terigu perlu adanya sumber tepung dari bahan pangan lokal. Salah satu umbi yang dapat digunakan dalam pembuatan tepung adalah bit merah yang biasa digunakan sebagai pewarna alami. Kurangnya pemanfaatan bit merah yang mengakibatkan melimpahnya bit merah. Roti manis menjadi salah satu jenis makanan yang sangat digemari berbagai lapisan masyarakat dengan melakukan modifikasi pada substitusi tepung terigu dengan tepung bit merah. Penelitian dilakukan dengan jenis penelitian eksperimental menggunakan rancangan acak kelompok 3 perlakuan. Hasil menunjukkan bahwa adanya perbedaan nyata pada substitusi tepung bit merah dengan konsentrasi 0%, 15% dan 30% serta hasil uji proksimat diketahui bahwa tidak ada perbedaan secara signifikan nilai gizi protein, sedangkan ada perbedaan secara signifkan pada kandungan total karoten pada roti manis dengan substitusi tepung bit merah. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa optimalisasi penggunaan bit merah sebagai tepung dapat dilakukan sebagai alternatif pangan lokal yang berpotensi.
Pengaruh Penyuluhan Media Ular Tangga Terhadap Pengetahuan 13 Pesan Umum Gizi Seimbang Pada Remaja Nurzihan, Nastitie Cinintya; Prasetyo, Budi; Irmawanti, Zuhria
Jurnal Dunia Gizi Vol 3, No 2 (2020): Edisi Desember
Publisher : Study Program of Nutrition, Public Health Faculty, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdg.v3i2.4722

Abstract

Latar Belakang; Timbulnya masalah kekurangan dan kelebihan gizi disebabkan oleh pola makan yang kurang baik, konsumsi makanan yang tidak mengacu pada pedoman gizi seimbang. Pengetahuan diberikan melalui pendidikan tentang gizi seimbang yang dapat mencegah masalah gizi terjadi di masa remaja. Salah satu cara yang efektif memberikan informasi adalah dengan melakukan permainan ular tangga. Tujuan; untuk mengetahui perngaruh penyuluhan media ular tangga terhadap pengetahuan gizi seimbang pada remaja. Metode: Penelitian dengan quasi eksperiment dengan rancangan pre-test dan post-test dengan kelompok berjumlah 4 orang. Hasil; Pada kelompok perlakuan hampir semua responden mengalami peningkatan skor pengetahuan, sedangkan pada kelompok kontrol skor tingkat pengetahuan bervariasi. Hasil analisis dengan menggunakan wilcoxom signed rank test pada kelmpok perlakuan (p0.05) menunjukkan terdapat perubahan pengetahuan pada kelompok perlakuan setelah diberikan edukasi dengan media ular tangga gizi. Sedangkan pada kelompok kontrol (p0.05) menunjukkan tidak terdapat perubahan pengetahuan pada kelompok kontrol. Hasil uji mann whitney u test setalah dilakukan interbensi didapatkan nilai signifkan 0.002 (p0.05) menunjukkan terdapat perbedaan signifikan hasil post test antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kesimpulan; diharapkan penyuluhan dengan media ular tangga berpengaruh terhadap pengetahuan gizi seimbang pada remaja. 
Peningkatan Pemahaman Risiko Penyakit Tidak Menular pada Remaja melalui Deteksi Dini dengan Pemeriksaan Komposisi Tubuh di SMK PGRI 2 Surakarta (Increased Understanding of the Risk of Non-Communicable Diseases in Adolescents through Early Detection by Examination of Body Composition in SMK PGRI 2 Surakarta) Aryanti Setyaningsih; Nastitie Cinintya Nurzihan
Indonesian Journal of Community Services Vol 2, No 1 (2020): May 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.2.1.11-18

Abstract

Abstrak Remaja merupakan kelompok kesehatan prima namun rentan karena mengalami perubahan perilaku berisiko sehingga akan menentukan status kesehatan pada saat dewasa. Salah satu permasalahan kesehatan yang meningkat pada remaja adalah meningkatnya penyakit tidak menular pada remaja, misalnya obesitas, hipertensi, diabetes dan hiperkolesterolemia. Remaja perlu mendapatkan pemaparan mengenai penyakit tidak menular perlu diberikan kepada remaja guna meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja mengenai risiko, dampak, dan deteksi dini penyakit tidak menular pada remaja. Oleh karena itu, perlu diberikan pendidikan kesehatan sebagai dasar penerapan hidup sehat dan cara deteksi dini yang dapat dilakukan oleh remaja guna pencegahan penyakit tidak menular pada remaja. Kegiatan ini dilaksanakan di di SMK 2 PGRI Surakarta yang dilakukan selama 2 hari pada Bulan Juli 2019. Metode kegiatan adalah pendidikan kesehatan dan pemeriksaan komposisi tubuh dengan pengukuran indeks massa tubuh. Tiga puluh dua siswa mengikuti kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan penyakit tidak menular dan kemampuan siswa dalam memahami status gizi mereka melalui pengukuran komposisi tubuh sebagai bagian dari deteksi dini penyakit tidak menular. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan kesadaran peserta kegiatan dalam melakukan pencegahan terhadap penyakit tidak menular remaja.  Kata kunci: Deteksi Dini; Pendidikan Kesehatan; Pengetahuan; PTM; Remaja Abstract Adolescents are a prime health group but are vulnerable because they experience changes in risky behavior that will determine their health status as adults. One of the increasing health problems in adolescents is the increase in non-communicable diseases in adolescents, such as obesity, hypertension, diabetes, and hypercholesterolemia. Adolescents need to get exposure to non-communicable diseases to increase awareness and understanding of the risks, impacts, and early detection of non-communicable diseases in adolescents. Therefore, it is necessary to provide health education as a basis for implementing a healthy lifestyle and early detection that can be done by adolescents to prevent non-communicable diseases in adolescents. This activity was carried out at SMK 2 PGRI Surakarta which was conducted for 2 days in July 2019. The method of the activity was health education and examination of body composition by measuring body mass index. Thirty-two students participated in this activity. Evaluation results show an increase in knowledge of non-communicable diseases and the ability of students to understand their nutritional status through measurement of body composition as part of early detection of non-communicable diseases. Thus, it can be concluded that there is an increase in the knowledge and awareness of participant activities in the prevention of adolescent non-communicable diseases. Keywords: Early Detection; Health Education; Knowledge; Non-Communicable Disease; Adolescent
Asupan Karbohidrat dan Obesitas pada Guru Wanita Usia Subur Nastitie Cinintya Nurzihan
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (State Health Polytechnic of Malang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v(3)i(1)y(2017).page:60-63

Abstract

Abstrak: Prevalensi obesitas telah meningkat pesat di seluruh dunia dan pentingnya mempertimbangkanperan diet dalam pencegahan dan pengobatan obesitas diakui secara luas. Peran diet karbohidratdalam menurunkan berat badan telah mendapat perhatian besar mengingat epidemi obesitas saat ini.Jenis penelitian adalah survei analitik dengan rancangan cross sectional. Lokasi penelitian di UPTPendidikan Jebres, Surakarta, Jawa Tengah. Subjek penelitian adalah guru wanita usia subur denganrentan usia 22-49 tahun di 18 sekolah dasar. Besar sampel penelitian adalah 110 orang. Pemilihansubjek penelitian menggunakan teknik probability sampling dengan simple random sampling. Hasilanalisis bivariat menunjukkan asupan karbohidrat tidak secara signifikan terkait dengan obesitas(OR=0,961; 95% CI= 0,21-4,29) dan asupan karbohidrat memiliki hubungan negatif dengan obesitas(p=0,958). Asupan protein tidak berperan dengan obesitas pada wanita usia subur
DEMONSTRASI PENGENALAN VARIASI MENU DIET DIABETES MELLITUS BAGI PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 Zuhria Ismawanti; Nastitie Cinintya Nurzihan; Nining Prastiwi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i1.56-62

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a disease that can be caused by an unhealthy lifestyle. DM treatment has four pillars in its management, namely education, DM diet management, physical activity and drug management. The recommended DM dietary arrangement is almost the same as the recommended diet in general, namely balanced nutrition in accordance with calorie needs, however DM sufferers will emphasize eating regularity in terms of eating schedules, types of food and amount of food. Based on these problems, it is necessary to demonstrate the introduction of variations in the diabetes mellitus diet menu for type 2 diabetes mellitus sufferers.This activity is carried out to increase knowledge about the variety of diabetes mellitus diet menus in type 2 diabetes mellitus sufferers.Pre-test and post-test are carried out to determine the level of understanding of the demonstration which are given. The method used was to provide a demonstration of introduction to the variation of the diabetes mellitus diet menu for people with type 2 diabetes. As many as 25 people participated in this activity from beginning to end. Based on the results of the evaluation using the post test value, it shows that there is an increase in knowledge and skills regarding the variation of the type 2 DM diet, so as to prevent complications of type 2 DM.
SOSIALISASI BAHAN MAKANAN LOKAL PENGGANTI NASI PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS BESERTA KELUARGANYA DI KECAMATAN GAMBIRSARI Arwin Muhlishoh; Hanugrah Crisdian Ardya Crisdian; Nastitie Cinintya Nurzihan; Oktavina Permatasari
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i3.990-993

Abstract

Pada penyandang diabetes mellitus jenis karbohidrat yang dikonsumsi dapat mempengaruhi kadar gula darah. Jenis karbohidrat suatu makanan dapat diketahui berdasarkan indeks glikemik makanan tersebut. Hasil studi pendahuluan diketahui mayoritas penderita diabetes mellitus di wilayah Kecamatan Gambirsari hanya mengerti sumber karbohidrat hanyalah nasi. Sedangkan nasi memiliki indeks glikemik yang tinggi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mensosialisasikan bahan makanan lokal pengganti nasi kepada pasein dan keluarga. Metode yang dilakukan adalah sosialisasi. Target/sasaran dari pemberian sosialisasi adalah pasien dan keluarga pasien DM yang berada diwilayah kerja Puskesmas Gambirsari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan secara daring dengan sasaran pasien dan keluarga pasien diabetes mellitus menggunakan metode sosialisasi dengan video yang dapat di lihat melalui youtube. Perubahan tingkat pengetahuan dan sikap peserta di evaluasi dengan menggunakan pre-test dan post-test. sosialisasi diikuti oleh 30 orang responden dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan. Sosialisasi bahan pangan lokal melalui daring dan dibantu penggunaan video dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap responden sebanyak 20% .
Upaya Perubahan Perilaku Makan Pada Penderita Hipertensi Melalui Konseling Gizi di Wilayah Puskesmas Gambirsari, Surakarta Arwin Muhlishoh; Nastitie Cinintya Nurzihan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah kondisi dimana tekanan darah sistolik ≥140 mmHg atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Manajemen penangan dan pencegahan hipertensi salah satunya dapat dilakukan dengan intervensi non farmakologis berupa terapi diet. Agar terapi diet tersebut berhasil perlu adanya peningkatan kesadaran, ketaatan diet atau perubahan perilaku diet/makan yang dapat dicapai melaui konseling gizi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan agar penderita hipertensi yang berada diwilayah kerja Puskesmas Gambirsari dapat merubah perilaku makan menjadi lebih sehat, sehingga dapat membantu menurunkan tekanan darah. Metode yang dilakukan adalah memberikan konseling gizi. Target/sasaran dari pemberian konseling gizi adalah penderita hipertensi yang berada diwilayah kerja Puskesmas Gambirsari. Pasien hipertensi yang mendapatkan konseling adalah sebanyak 39 orang yang terdiri dari 20 orang perempuan dan 19 orang laki-laki, dengan usia <50 Tahun sebanyak 10 orang dan ≥50 Tahun sebanyak 29 orang; BMI 18,5 – 22,9 sebanyak 10 orang, BMI 23 – 24,9 sebanyak 7 orang dan BMI ≥25 sebanyak 22 orang; dengan kategori Hipertensi I (140 – 159 / 90 – 99 mmHg) sebanyak 25 orang dan Hipertensi II (≥160/100 mm Hg) sebanyak 14 orang. Hasil pengamatan yang dilakukan setelah konseling diberikan, terjadi perubahan perilaku makan yaitu berupa penurunan tingkat konsumsi garam (Natrium) pada pasien dengan tingkat konsumsi natrium tinggi (≥2300 mg) yang awalnya sebanyak 78% menurun menjadi 51% Pemberian konseling pada pasien hipertensi. Pelaksanaan upaya perubahan perilaku makan pada penderita hipertensi melalui konseling gizi dapat meningkatkan kesadaran dan adanya perubahan perilaku makan pada penderita hipertensi yang berupa penurunan tingkat konsumsi natrium yang terlihat dari hasil pengamatan sebelum dan setelah kegiatan.
RELATIONSHIP OF SUGAR, SALT, AND FAT CONSUMPTION TO RATIO OF WAIST TO HIP AND BLOOD GLUCOSE LEVELS IN TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS Zuhria Ismawanti; Nastitie Cinintya Nurzihan; Oktavina Permatasari
Jurnal Gizi Prima (Prime Nutrition Journal) Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Gizi Prima (Prime Nutrition Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jgp.v7i1.358

Abstract

Background: Diabetes Mellitus (DM) is a chronic hyperglycemia condition that can affect all body systems. This situation is caused due to factors that inhibit insulin work or the amount decreases. Being overweight is also closely related to daily food intake, significantly contributing calories, such as sugar, salt, and fat. An indicator that can determine central obesity is the waist-to-hip ratio. Research Methods: This type of research is a cross-sectional study with an analytic observational study design. The sampling technique uses purposive sampling, and the total is 161 respondents. This research is in Gambirsari Public Health Center, Surakarta, Indonesia, in April 2020. Data on the Consumption of sugar, salt, and fat respondents used a Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire form and 24-hour food recall. Research Result: Test data analysis using Pearson using SPSS 23 software. Sugar consumption (p = 0.004, r = 0.229), salt (p = 0.001, r = 0.454), fat (p = 0.021, r = 0.181) indicates a relationship to the waist-to-hip ratio. Conclusion: Based on statistical analysis, it was found that there was a significant relationship between sugar, salt, and fat intake and the waist-to-hip ratio