cover
Contact Name
Titi Susanti
Contact Email
titisusanti@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
titisusanti@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan
ISSN : 25979981     EISSN : 25980009     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Focusing on archives management, records management, and information and documentation management as it is viewed from the Indonesian perspective, Diplomatika provides a platform for the presentation, analysis, and criticism of provocative work, publishing articles that transcend disciplines and advance the study of archival science and information science.
Arjuna Subject : -
Articles 78 Documents
Penerapan Peraturan Gubernur DIY Nomor 43 Tahun 2021 Sebagai Dasar Hukum Pengelolaan Arsip Keputusan Sekretaris DPRD DIY Fitri Susiani
Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan Vol 5, No 2 (2022): March
Publisher : Program Studi Kearsipan, DBSMB SV UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/diplomatika.80953

Abstract

Arsip Keputusan Sekretaris DPRD DIY yang berada di bagian Pembentukan Produk Hukum dan Pengkajian Sekretariat DPRD DIY merupakan arsip dinamis aktif yang memiliki unsur penting dalam penentuan status hukum suatu masalah di internal Sekretariat DPRD DIY. Penelitian ini memiliki intensi untuk mengetahui, mengkaji, dan menganalisis pengelolaan arsip Keputusan Sekretaris DPRD DIY yang ditinjau dari Peraturan Gubernur DIY Nomor 43 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Arsip Dinamis. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipasi, wawancara secara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dalam pengelolaan arsip Keputusan Sekretaris DPRD DIY terdapat prosedur pengelolaan yang belum diterapkan sesuai dengan Peraturan Gubernur DIY Nomor 43 Tahun 2021. Pertama, pengelolaan arsip belum menerapkan alih media arsip dalam rangka pemeliharaan arsip. Kedua, pengelolaan arsip belum menerapkan pemusnahan dan penyerahan dalam rangka penyusutan arsip. Hal ini disebabkan karena belum adanya kebijakan alih media arsip, belum adanya jadwal retensi arsip sebagai pedoman penyusutan arsip, dan kurangnya sumber daya manusia pengelola arsip.
Strategi Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Tarakan dalam Penyelamatan Arsip Coronavirus Disease Alifia Cahyaningtyas Aritra; andi asari; Kusubakti Andajani
Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan Vol 6, No 1 (2022): September
Publisher : Program Studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi, DBSMB SV UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/diplomatika.68285

Abstract

Arsip pandemi Covid-19 merupakan salah satu memori kolektif bangsa yang perlu diselamatkan, lembaga kearsipan memiliki peran penting dalam upaya penyelamatan arsip pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Tarakan dalam penyelamatan Arsip Pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Tarakan telah melakukan upaya penyelamatan Arsip Pandemi Covid-19 dengan lima tahapan sesuai dengan pendapat Anton (2020), yaitu : (1) persiapan; (2) pendataan dan identifikasi; (3) penataan dan pendaftaran; (4) penilaian; dan (5) penyerahan arsip Pandemi Covid-19 kepada Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Tarakan.
Persepsi Mahasiswa Terhadap Layanan Online Aplikasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pada Biro Administrasi Umum Akademik dan Kemahasiswaan IAIN Kudus Triana Ratnasari
Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan Vol 6, No 1 (2022): September
Publisher : Program Studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi, DBSMB SV UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/diplomatika.83121

Abstract

Instansi pendidikan tinggi Agama Islam menyediakan Pelayanan Terpadu Satu Pintu pada Biro Administrasi Umum Akademik dan Kemahasiswaan IAIN Kudus secara Online dalam mendukung sistem manajemen mutu perguruan tinggi yang ditujukan bagi mahasiswa, dosen dan pegawai. Penelitian ini bertujuan menjelaskan sejauh mana perkembangan layanan online aplikasi PTSP pada Biro AUAK IAIN Kudus, khususnya layanan Subbag Administrasi Akademik dan Subbag Kemahasiswaan dan Kerjasama. Layanan mahasiswa menjadi penting untuk diteliti, bagaimana sesungguhnya tingkat kepuasan pengguna karena persepsi mahasiswa (pengguna) diperlukan sebagai masukan dalam pengembangan layanan PTSP ke depannya. Penelitian ini mengidentifikasi layanan mahasiwa antara sebelum dan sesudah diimplementasikannya layanan online aplikasi PTSP tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif.  Tujuan dari penelitian ini mendeksripsikan tingkat kepuasan mahasisws terhadap layanan online yang merupakan layanan berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang mendukung mahasiswa secara mandiri. Hasil yang diperoleh menunjukkan pengguna layanan online PTSP menyatakan puas.
Analisis Pelayanan Arsip Statis di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Suhardo Suhardo
Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan Vol 6, No 1 (2022): September
Publisher : Program Studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi, DBSMB SV UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/diplomatika.83187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami mekanisme pelayanan publik kearsipan oleh perpustakaan dan kantor arsip Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kajian ini juga bermaksud untuk mengkaji upaya Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY dalam meningkatkan pelayanan arsip dan kendala yang menghambat perencanaan pelayanan arsip. Metode penelitian kualitatif dalam kajian ini berdasarkan pengumpulan data, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menerapkan teknik analisis data interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, display data, dan verifikasi. Kajian ini menyimpulkan bahwa pelayanan publik yang diberikan oleh Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah DIY sudah sesuai dengan standar pelayanan yang berlaku. Beberapa contoh standar layanan antara lain peminjaman arsip, reproduksi arsip, penyuluhan pengguna arsip, dan penelusuran arsip. Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah DIY juga telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan pelayanan kearsipan dengan melakukan akuisisi-pengolahan-penerbitan arsip, pengelolaan sumber daya manusia, dan peningkatan fasilitas pelayanan. Kajian ini juga menyadari bahwa untuk meningkatkan penyampaian arsip secara optimal, diperlukan peningkatan manajemen sumber daya manusia dan fasilitas pelayanan bagi perpustakaan daerah dan kantor arsip DIY.
Analisis Pengelolaan Arsip Dinamis Sebagai Bahan Informasi Yang Autentik: Studi Kasus Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tulungagung Ninit Febrianty; Nurul Setyawati Handayani
Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan Vol 6, No 1 (2022): September
Publisher : Program Studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi, DBSMB SV UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/diplomatika.83459

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengelolaan arsip dinamis di Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tulungagung yang terdiri dari penciptaan/penerimaan, penggunaan, pemeliharaan, dan penyusutan serta pemusnahan arsip. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengelolaan arsip dinamis di Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tulungagung, dan mengetahui kendala dalam proses pengelolaan arsip dinamis, serta solusi yang tepat untuk mengatasi kendala tersebut. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa proses pengelolaan arsip dinamis di Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tulungagung sudah sesuai dengan Peraturan KPU RI Nomor 11 Tahun 2014, namun masih terdapat beberapa kendala yakni kekurangan tenaga arsiparis dan fasilitas atau sarana prasarana kearsipan yang belum memadai. Untuk mengatasi beberapa kendala tersebut, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tulungagung melakukan digitisasi arsip dengan proses pemindaian (scanning), lalu arsip digital tersebut disimpan pada folder komputer.
Peran Pameran Arsip Virtual Sebagai Sumber Pengetahuan di Tengah Pandemi Covid-19: Studi Kasus Kreativitas Mahasiswa Kearsipan (KERTAS)
Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan Vol 6, No 1 (2022): September
Publisher : Program Studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi, DBSMB SV UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/diplomatika.83517

Abstract

Salah satu prinsip dan tujuan mendasar dari kearsipan adalah memberikan akses dan ketersediaan pada masyarakat terkait layanan kearsipan. Dalam memenuhi kewajiban ini dengan membantu masyarakat untuk memahami fungsi arsip melalui sebuah pameran. Pada kenyataannya, sejak awal tahun 2020 dunia termasuk Indonesia dihadapkan pada situasi Pandemi COVID-19. Di mana dampak dari situasi ini mempengaruhi aktivitas manusia dan mengharuskan adanya pembatasan secara sosial. Menanggapi situasi ini diperlukan adanya upaya masif dalam menyediakan pameran sebagai program publik kearsipan. Tantangan yang dihadapi dari Pandemi COVID-19 tentu berhubungan dengan peran dan keberhasilan tujuan pameran arsip itu sendiri. Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan suatu upaya dengan mendorong inovasi teknologi dan rangkaian acara atau program yang ditawarkan melalui pameran arsip virtual. Oleh karena itu, subjek dalam penelitian ini adalah divisi acara, artistik, kurasi, dan desain dokumentasi dari Kreativitas Mahasiswa Kearsipan (KERTAS) yang berhubungan langsung dengan studi kasus penelitian. Secara khusus, penelitian ini juga menganalisis objek terkait pemanfaatan website pameranarsip.sv.ugm.ac.id, instagram @kertas_ugm, dan kanal youtube dari pameran arsip virtual KERTAS. Dalam studi kasus penelitian ini akan menelaah terkait virtual reality tours (konsep 3D mapping) sebagai inovasi dan program yang diberikan melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis dua tingkat, yakni secara fisik dan manusia. Di mana metode ini menganalisis pada aspek visualisasi dan pengalaman bagi pengunjung pameran. Berdasarkan hasil analisis wawancara, observasi, dan analisis dua tingkat dapat diketahui bahwa aspek fisik konsep 3D mapping dan program KERTAS khususnya fungsi dan tujuan pameran arsip virtual sebagai sumber pengetahuan dapat tercapai, namun dari aspek manusia masih perlu dioptimalkan. Mengingat pengunjung sebagai tolak ukur keberhasilan dalam sebuah pameran harus diperhatikan. Dapat disimpulkan bahwa penyelenggaraan pameran arsip virtual tidak hanya mengedepankan aspek fisik saja, namun aspek manusia sebagai pengunjung dan penikmat pameran juga harus dipertimbangkan dan menjadi perhatian khusus dalam implementasinya.
Pengelolaan Arsip Di Era Digital:Mempertimbangkan Kembali Sudut Pandang Pengguna Putranto, Widiatmoko Adi
Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan Vol 1, No 1 (2017): September
Publisher : Program Studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi, DBSMB SV UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/diplomatika.28253

Abstract

AbstractThe quick and significant development of information technology in the digital era essentially affects records and archives management. This paper aims to discuss how archives should be aware and understand the social dimension in the challenges and possibilities of managing records and archives in the digital era, including the dynamic of perspectives and behaviours of both internal and external users. In response to the development of information technology, archives put emphasizes mostly in the technical dimension of infrastructure availability and the standard or policy compliance. However, people factor often plays significant role in the transition of management model or system. The best implementation of a standard needs a more holistic approach by considering the users point of view as well as collaboration with various stakeholders in explaining the benefits and functions of the new management system. By putting emphasizes on people factor when conducting training and developing policy, users’ resistance can be minimized while users’ enthusiasm can be achieved to accelerate the positive result in the adaptation of the new system and trends.IntisariPerkembangan teknologi informasi di era digital yang cepat dan signifikan mempengaruhi secara esensial pengelolaan arsip. Tulisan ini bertujuan untuk mendiskusikan bagaimana institusi kearsipan harus menyadari dan memahami dimensi sosial di dalam berbagai tantangan dan kemungkinan yang ada dalam pengelolaan arsip di era digital, termasuk dinamika sudut pandang dan perilaku dari pengguna internal maupun eksternal. Sebagai respon dari perkembangan teknologi informasi, kebanyakan institusi kearsipan memberikan penekanan pada dimensi teknis seperti ketersediaan infrastruktur ataupun memenuhi standar dan kebijakan. Padahal, faktor manusia kerap memainkan peran penting dalam transisi model atau sistem pengelolaan. Implementasi terbaik dari suatu standar membutuhkan pendekatan yang lebih holistik dengan mempertimbangkan sudut pandang pengguna dan juga kolaborasi dengan berbagai pihak terkait dalam menjelaskan manfaat dan fungsi dari sistem pengelolaan yang baru. Dengan menaruh penekanan pada faktor manusia pada saat melakukan pelatihan ataupun merumuskan kebijakan, resistensi pengguna dapat diminimalisir dan pada saat bersamaan antusiasme pengguna dapat dicapai untuk mempercepat hasil positif dari adaptasi pada sistem dan tren terbaru. 
Tantangan Sistem Keamanan Rekod Elektronik di Era Disrupsi Digital Azmir, Aviazka Firdhaussi; Mayesti, Nina
Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan Vol 5, No 2 (2022): March
Publisher : Program Studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi, DBSMB SV UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/diplomatika.76948

Abstract

Perkembangan teknologi dan informasi di era disrupsi digital berimbas pada meningkatnya kebutuhan manusia akan informasi. Sebagai konsekuensi dari ledakan informasi, banyak bisnis yang berinvestasi pada teknologi untuk mengelola peningkatan jumlah dokumen atau rekod di organisasinya. Namun kemudahan mengakses rekod elektronik dan fleksibilitas dalam pengubahan, pendistribusian, hingga penggandaan dokumen, memiliki tantangan terutama pada sistem keamanan rekod yang dapat disebabkan oleh kesalahan internal maupun eksternal. Sehingga perlu untuk mengetahui apa saja tantangan terkait sistem keamanan rekod elektronik yang dihadapi oleh pengelola rekod maupun arsiparis di era disrupsi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur. Ditemukan bahwa tantangan sistem keamanan rekod elektronik di era disrupsi digital diantaranya adalah menjaga aksesibilitas rekod, keamanan terkait transfer data atau distribusi rekod, menjaga keaslian atau otentisitas rekod, keamanan terkait preservasi rekod, keamanan lokasi penyimpanan, dan keamanan terkait pencegahan terhadap fraud atau pencurian. Dengan mengetahui tantangan yang ada diharapkan pengelola rekod dapat menangkap peluang yang ada untuk mengatur strategi dalam menjaga keamanan, memberikan pengawasan dan meminimalisir risiko yang dapat terjadi.
Arsip adalah Tempat: Definisi, Paradigma, dan Kepemilikan Pratama, Raistiwar
Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan Vol 5, No 2 (2022): March
Publisher : Program Studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi, DBSMB SV UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/diplomatika.78407

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil riset mengenai salah satu, dari 13 makna menurut Richard Pearce-Moses (2005), keluasan makna lema “arsip”. Riset ini bermetodekan kajian pustaka terhadap thesaurus, glosarium, dan standar deskripsi. Riset berhasil menguraikan keragaman peralihan paradigma tempat simpan arsip dan keragaman pendekatan kepemilikan. Paragdima tempat simpan arsip mengalami tiga ragam peralihan karena ia tidak lagi pasif menyimpan saja namun juga aktif memastikan ketergunaan arsip selama mungkin. Pertama, dari wadah simpan ke cara simpan. Kedua, dari tempat ke fungsi. Ketiga, dari bangunan ke kegiatan. Selama repositori, depot, dan peladen hanya berupa wadah, tempat, dan bangunan; maka temu kembali, konversi dan migrasi, serta akses berkelanjutan pun sulit terjadi. Maka dari itu ketersediaan akses berkelanjutan sebagai hasil dari kerja dwitunggal pengolahan untuk menyusun sarana bantu kembali merupakan kerja menyeluruh dari pelbagai bentuk tempat penyimpanan arsip. Pada akhirnya setiap kerja pengolahan merupakan upaya menyediakan akses secepat dan semudah mungkin baik bagi para penelusur maupun bagi masyarakat luas. Demikian pula, empat pendekatan kepemilikan sejatinya merupakan kepemilikan akses bersama atau kepemilikan terhadap informasinya; bukan hanya kepemilikan mediumnya dan kelengkapannya. Apakah arsip diserahkan kepada lembaga kearsipan, tetap berada di penciptanya, dikelola pihak ketiga, atau dimiliki bersama; kepemilikan sejati adalah kepemilikan lanjutan terhadap akses.
Digitisasi Sebagai Upaya Preservasi Arsip Musik Klasik Populer di Yayasan Irama Nusantara Mediteranio, Bimosakti Sabili; Damayani, Ninis Agustini; Kusnandar, Kusnandar
Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan Vol 5, No 2 (2022): March
Publisher : Program Studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi, DBSMB SV UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/diplomatika.79014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindak preservasi yang dilakukan Yayasan Irama Nusantara dalam melestarikan arsip musik klasik populer Indonesia. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode pendekatan studi kasus sebagaimana yang telah dipaparkan oleh Robert K. Yin. Hasil dari penelitian ini mencakup tahapan dari aktivitas digitisasi arsip musik di Yayasan Irama Nusantara yang dimulai dari tahapan pra-digitisasi (sebelum aktivitas digitisasi dilakukan), tahapan digitisasi (saat aktivitas digitisasi tersebut dilakukan) hingga tahapan pasca-digitisasi (setelah aktivitas digitisasi tersebut dilakukan). Tahapan upaya preservasi tersebut dimulai dari tahap pencarian bahan digitisasi hingga tahap mengunggah hasil digitisasi tersebut ke database Yayasan Irama Nusantara. Hasil penelitian tersebut kemudian diolah menggunakan activity theory sebagaimana yang telah dipaparkan Erjö Engeström. Kesimpulan dari penelitian ini, Yayasan Irama Nusantara merupakan satu-satunya yayasan non-profit yang menyediakan layanan streaming gratis terhadap koleksi digitisasi yang mereka miliki, layanan streaming tersebut dapat diakses langsung di situs terkait, yakni iramanusantara.org. Lebih lanjut, sudah sepatutnya para stakeholder bertugas untuk mendukung penuh upaya preservasi yang dilakukan oleh Yayasan Irama Nusantara tersebut, baik itu berupa dukungan secara materiil dan imateriil.