cover
Contact Name
IDEL WALDELMI
Contact Email
idelwaldelmi@unilak.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
idelwaldelmi@unilak.ac.id
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan
ISSN : 25986449     EISSN : 25804111     DOI : -
Jurnal Diklat Review (Online ISSN: 2598-6449| Print ISSN : 2580-4111) published by Komunitas Manajemen Kompetitif. This journal published thrice in April, Agustus dan December. It contain the articles such as scientific papers (research and non-research), analytical studies, theoretical applications and reviews of management issues. The publication of this journal aims to increase the quantity and quality as well as its spread with the science of communication among the intellectuals, practitioners, students and observers of HR management problems.
Arjuna Subject : -
Articles 534 Documents
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Metode Jigsaw Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Materi Induksi Elektromagnetik Kelas IX Di SMP Budhi Luhur Pekanbaru Darmaweny, Darmaweny
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 2 No. 2 (2018): Pemberdayaan Masyarakat dan Inovasi Pembelajaran: Perspektif Pengabdian dan Pen
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6.095 KB) | DOI: 10.35446/diklatreview.v2i2.254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA pada materi Induksi Elektromagnetik dengan penerapan metode pembelajaran kooperatif Jigsaw Learning di kelas IX di SMP Budhi Luhur Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan sebanyak dua putaran (Siklus). Setiap putaran dilakukan dengan empat tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IX di SMP Budhi Luhur Pekanbaru dengan total 26 siswa yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Data yang diperoleh berupa hasil belajar sains yang diperoleh dari tes dan lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi tes, observasi dan dokumentasi. Dari hasil pada siklus pertama hasil belajar siswa menjadi 40% dengan klasifikasi tidak aktif. Sedangkan pada siklus II siswa dalam hasil belajar meningkat menjadi 60% dengan klasifikasi sangat aktif. Situasi ini menunjukkan bahwa peningkatan proses pembelajaran IPA dengan penerapan pembelajaran kooperatif metdod Jigsaw Learning pada mata pelajaran IPA pada siswa kelas IX di SMP Budhi Luhur Pekanbaru dapat dikatakan sepenuhnya berhasil.
Penerapan Layanan Informasi bagi Siswa dalam Menghadapi Berbagai Jenis Ujian di Sekolah Menengah Winoto, Winoto
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 2 No. 1 (2018): Manajemen Pendidikan dan Pelatihan: Inovasi, Tantangan, dan Penguatan Keilmuan
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.608 KB) | DOI: 10.35446/diklatreview.v2i1.262

Abstract

Menghadapi ujian bagi siswa sekolah menengah menjadi pengalaman tersendiri dan menjadikan mereka terkadang kurang siap. Melalui peneran penelitian tindakan kelas diperoleh hasil menunjukkan bahwa peran BK sebagai tempat informasi dan penyaluran siswa materi cerdas dalam menghadapi ujian dan peran BK sebagai tempat informasi dan penyaluran siswa, melalui model pembelajaran informasi dan penyaluran terus mengalami peningkatan. Fleksibel terkesan antara siswa dengan guru BK dalam berinteraksi satu sama lain, guru BK lebih leluasa untuk menampung berbagai keluhan yang dirasakan oleh siswa.
Meningkatkan Kinerja Guru melalui Pemberian Motivasi Berkelanjutan di SMP N 3 Kampar Kiri Tengah Yasir, M
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 2 No. 1 (2018): Manajemen Pendidikan dan Pelatihan: Inovasi, Tantangan, dan Penguatan Keilmuan
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.996 KB) | DOI: 10.35446/diklatreview.v2i1.263

Abstract

Guru berperan aktif dalam program belajar mengajar, dalam proses transfer pengetahuan kepada guru menjadi bagian penting untuk mendapatkan perhatian dan juga dorongan serta pembentukan budaya kerja. Guru selain sebagai petugas yang memberikan pengetahuan juga sebagai individu yang perlu tetap terus memiliki motivasi dalam bekerja. Semangat kerja yang naik turun menjadi bagian permasalahan dalam menghasilkan kinerja guru dalam mengajar. Melalui metode pemberian motivasi secara berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan kinerja guru tersebut. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode tindakan kelas, dengan menggunakan guru sebagai objek penelitian dan juga dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian motivasi secara berkelanjutan dalam bentuk mengevaluasi dalam rapat setiap bulan memberikan dampak positif terhadap kinerja guru dalam menjalankan aktifitas tugas hariannya di sekolah.
Penerapan Metode Diskusi Informasi dalam Meningkatkan Kemampuan Memahami Pewarisan Sifat Mariyam, Mariyam
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 2 No. 1 (2018): Manajemen Pendidikan dan Pelatihan: Inovasi, Tantangan, dan Penguatan Keilmuan
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.507 KB) | DOI: 10.35446/diklatreview.v2i1.264

Abstract

Hasil belajar menjadi target yang harus dicapai oleh peserta didik, dalam hal ini guru sebagai pihak yang memberikan pelajaran memiliki tanggung jawab untuk memastikan peserta didik mendapatkan hasil belajar yang baik. Pada pelajaran ilmu pengetahuan alam, di SMP Negeri 4 Siak Hulu dalam belajar topik pewarisan sifat masih mengalami kesulitan memahami konsep yang diajarkan. Selama ini sudah diterapkan metode ceramah namun hasilnya juga masih belum optimal. Apakah dengan penerapan metode diskusi informasi dapat meningkatkan pemahaman siswa tersebut. Melalui metode penelitian tindakan kelas dilakukan dengan langkah siklus satu hingga siklus tiga dan dianalisis secara deskriptif kepada siswa kelas IX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perubahan pemahaman yang nyata dalam hal peningkatan kemampuan memahami pewarisan sifat pada mahluk hidup melalui penerapan metode diskusi informasi. Guru memberikan informasi dalam sebuah diskusi terarah yang diberikan kepada siswa dengan tanya jawab kepada siswa secara aktif.
Meningkatkan Disiplin Diri Sendiri terhadap Peraturan Sekolah melalui Metode Layanan Informasi pada Siswa SMP Negeri 4 Siak Hulu Yenni, Nofri
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 2 No. 1 (2018): Manajemen Pendidikan dan Pelatihan: Inovasi, Tantangan, dan Penguatan Keilmuan
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6.095 KB) | DOI: 10.35446/diklatreview.v2i1.265

Abstract

Sekolah menengah menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter siswa. Pembentukan karakter ini dilakukan dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan pada level sekolah menengah yakni menanamkan pemahaman terhadap ilmu pengetahuan yang berlaku. Berbagai persoalan yang terjadi di sekolah menengah seperti kedisiplinan siswa pada diri sendiri untuk dapat mematuhi aturan sekolah menjadi sebuah persoalan yang perlu mendapatkan perhatian. Tugas utama guru bimbingan konseling adalah membentuk karakter siswa dalam bersikap seperti mendisiplinkan diri pada diri sendiri. Selama ini metode pemberian sanksi telah diterapkan, namun masih terkesan belum efektif. Pada penelitian ini diajukan model layanan klasik dalam rangka menumbuhkan pemahaman kepada siswa akan arti pentingnya mendisiplinkan diri dengan kasus pada mematuhi aturan sekolah. Melalui metode penelitian tindakan kelas untuk guru bimbingan konseling, yakni dengan menerapkan tiga siklus layanan dengan penerapan metode layanan informasi atau format klasikal. Data diambil dari kasus siswa yang melanggar aturan sekolah dan data dianalisis dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan metode layanan informasi mampu meningkatkan disiplin diri sendiri pada siswa kelas VIII yang melanggar aturan, dimana memberikan penjelasan dan turut mendengarkan alasan ketidakdisiplinan siswa menjadi acuan dalam memberikan solusi dari masalah yang mereka rasakan. Sehingga siswa merasa mendapatkan perhatian dan sadar akan arti pentingnya disiplin pada diri sendiri.
Meningkatkan Kemampuan Nalar Memecahkan Masalah melalui Metode Tanya Jawab pada Siswa Kelas VII SMP N 6 Siak Hulu Budiani, Welas
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 2 No. 1 (2018): Manajemen Pendidikan dan Pelatihan: Inovasi, Tantangan, dan Penguatan Keilmuan
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.465 KB) | DOI: 10.35446/diklatreview.v2i1.266

Abstract

Kemampuan memecahkan masalah bagi siswa menjadi sebuah kemampuan dalam pelajaran matermatika. Pelajaran matematika memang sesungguhnya di desain untuk pemecahan masalah yang dialami dalam kehidupan. Metode kuantitatif yang digunakan dalam memberikan berbagai persoalan, dimana persoalan sosial diformulasikan ke dalam bentuk persamaan dan pertidaksamaan dan kemudian dipecahkan secara matematik. Namun dalam kenyataannya, siswa di SMP N 6 Siak Hulu masih belum mampu menalarkan konsep matematika yang menjadi acuannya. Kemampuan memahami masalah, kemudian menformulasikan masalah sosial ke dalam persamaan atau pertidaksamaan matematis juga masih lemah, apalagi kemampuan dalam memecahkan masalahnya. Selama ini metode pemberian tugas sudah sering dilakukan dan berdampak kepada tugas selesai dikerjakan, namun siswa belum mampu memecahkan masalah secara nalar. Pada artikel ini ditawarkan metode tanya jawab dalam rangka meningkatkan nalar pemecahan masalah siswa. Metode penelitian tindakan kelas digunakan untuk melihat perubahan penerapan metode tanya jawab kepada peningkatkan kemampuan nalar siswa memecahkan masalah dan diterapkan kepada siswa kelas VII sebanyak 27 orang tahun 2017 dan data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan metode tanya jawab, kemampuan siswa menalar masalah dan memecahkan masalah semakin meningkat, walaupun masih belum maksimal, namun perubahan yang terjadi sudah mampu meningkatkan daya nalar siswa dalam memecahkan masalah.
Meningkatkan Kemampuan Menulis Cerita Pendek Melalui Penerapan Metode Penugasan pada Siswa Kelas IX SMP Negeri 6 Siak Hulu Khotijah, Khotijah
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 2 No. 1 (2018): Manajemen Pendidikan dan Pelatihan: Inovasi, Tantangan, dan Penguatan Keilmuan
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.09 KB) | DOI: 10.35446/diklatreview.v2i1.267

Abstract

Kemampuan menulis menjadi kemampuan yang diharapkan bagi siswa khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Menulis sebagai kemampuan untuk mencurahkan buah pikiran dan bentuk kemampuan dalam menyampaikan ide dan gagasan melalui tulisan. Bagi siswa kemampuan menulis cerita pendek menjadi ajang pelatihan yang mana siswa dapat menyampaikan apa yang mereka pikirkan dan mereka rasakan kepada publik. Artikel ini membahas mengenai upaya meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek melalui metode penugasan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas dengan menerapkan prosedur penelitian dan objek penelitian adalah siswa kelas IX SMP Negeri 6 Siak Hulu Tahun 2016. Teknik analisis data dengan menggunakan tekni deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan metode penugasan yakni siswa diberikan tugas di sekolah dan di rumah untuk menulis atau menuliskan cerita yang mereka alami untuk dijadikan cerita pendek. Hal ini dimaksudkan adalah agar siswa diberikan kebebasan untuk mengekspresikan buah pikir mereka ke dalam bentuk tulisan. Hal ini berdampak kepada kemampuan siswa dalam menghasilkan karangan cerita pendek. Siswa lebih bebas meluahkan dengan bahasa mereka sendiri ke dalam bentuk tulisan dan juga menyampaikan maksud dari tulisan kepada khalayak ramai.
Penerapan Metode Diskusi dalam Meningkatkan Kemampuan Menemukan Persamaan Linier pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Siak Supriyanto, Supriyanto
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 2 No. 1 (2018): Manajemen Pendidikan dan Pelatihan: Inovasi, Tantangan, dan Penguatan Keilmuan
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.886 KB) | DOI: 10.35446/diklatreview.v2i1.268

Abstract

Siswa sebagai sasaran keberhasilan pembelajaran membutuhkan caapian dalam pembelajaran. Pada mata pelajaran matematika kompetensi dasar persamaan dan pertidaksamaan khususnya pada persamaan linier, siswa diharapkan mampu menemukan persamaan linier dalam sebuah persoalan untuk dapat dipecahkan permasalahanya. Melalui penerapan metode diskusi diharapkan siswa dapat menemukan persamaan linier yang dimaksud. Metode penelitian tindakan kelas digunakan dalam artikel ini dengan menerapkannya pada siswa kelas VII SMP Negeri 4 Siak Hulu pada Tahun 2017. Data dikumpulkan menggunakan tes dan wawancara dan data dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui metode diskusi, dimana siswa bertanya kepada guru dari apa yang telah dijelaskan guru, kemudian guru memberikan penjelasan tentang apa yang ditanyakan siswa dan hal ini pada gilirannya akan berdampak kepada peningkatan kemampuan siswa dala menemukan persamaan linier pada mata pelajaran matematika dan nantinya akan dicarikan model solusi pemecahan masalahnya.
Metode Penelitian Tindakan Solusi Bagi Masalah Sosial Suroto, Bambang; hadiyati, Hadiyati; Novita, Novita; Pailis, Eka Armas; Waldelmi, Idel; Fatkhurahman, Fatkhurahman
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 1 No. 1 (2017): Fondasi Keilmuan dan Praktik Kewirausahaan
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.932 KB) | DOI: 10.35446/diklatreview.v1i1.269

Abstract

Social science has a uniqueness in overcoming various problems faced and scientific development. Various problems in social sciences such as education, economics and business, policy and environmental problems become the latest phenomenon and its development requires wisdom in providing solutions to existing conditions. Through library research research methods and also data taken in documentation and also analyzed using a qualitative approach. The results show that through action research can improve the ability of scientists to solve social problems and this method of action also provides its own color in shaping and making social science more real in science.
Meningkatkan Kemampuan Guru Menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal melalui Workshop di SD Negeri 009 Sialang Kubang Sudiyono, Y
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 2 No. 2 (2018): Pemberdayaan Masyarakat dan Inovasi Pembelajaran: Perspektif Pengabdian dan Pen
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.674 KB) | DOI: 10.35446/diklatreview.v2i2.279

Abstract

Guru sekolah dasar menjadi bagian penting dalam rangka meningkatkan pencapaian usaha mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru berperan aktif dalam memberikan materi pelajaran, namun guru juga dituntut untuk mampu memahami kondisi nyata dari peserta didik khususnya dalam hal menetapkan kriteria ketuntasan minimal. Usaha yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kemampuan guru tersebut tidak terlepas dari kebijakan yang diambil kepala sekolah untuk mengikutsertakan guru dan memfasilitasi guru dalam berbagai kegiatan. Pada penelitian ini, kepala sekolah membuat kebijakan dengan mengadakan kegiatan Workshop yang diberikan kepada guru sekolah dasar khususnya SD Negeri 009 Sialang Kubang. Pertanyaan penelitian yang diajukan apakah dengan diberikannya workshop tentang penetapan kriteria ketuntasan minimal mampu meningkatkan kemampuan guru dalam pengetahuan menetapkan kriteria minimal tersebut. Melalui metode penelitian tindakan sekolah dengan survey yang dilakukan kepada guru peserta pada workshop sebanyak 12 orang dan data dikumpulkan dengan cara menyebarkan kuesioner dan juga dianalisa dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian tindakan kelas menunjukkan bahwa setelah dilakukannya workshop penilaian dilakukan kepada guru peserta dengan membandingkan sebelumnya mengikuti workshop, maka diperoleh informasi bahwa terjadi peningkatkan kemampuan guru sebesar 23% guru dalam menetapkan kriteria ketuntasan minimal. Hal ini membuktikan bahwa pelaksanaan workshop yang diberikan kepada guru mampu meningkatkan kemampuannya dalam menetapkan kriteria ketuntasan minimal di sekolah.

Page 7 of 54 | Total Record : 534


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 3 (2025): JURNAL DIKLAT REVIEW Vol. 9 No. 2 (2025): Inovasi Pengembangan UMKM, Penguatan SDM, dan Transformasi Berbasis Teknologi u Vol. 9 No. 1 (2025): Penguatan Pendidikan, Pemberdayaan Masyarakat, dan Transformasi UMKM di Era Ber Vol. 8 No. 3 (2024): Penguatan Literasi Keuangan, Inovasi UMKM, dan Transformasi Pembelajaran pada E Vol. 8 No. 2 (2024): Pemberdayaan UMKM, Inovasi Pendidikan, dan Penguatan Kapasitas Masyarakat dalam Vol. 8 No. 1 (2024): Kolaborasi Inovasi, Edukasi, dan Pemberdayaan Menuju Penguatan Kapasitas Masyar Vol. 7 No. 3 (2023): Inovasi Sosial dan Penguatan Kapasitas Menuju Pembangunan Berkelanjutan Vol. 7 No. 2 (2023): Penguatan Layanan Publik dan Inovasi Masyarakat untuk Pertumbuhan Riil Vol. 7 No. 1 (2023): Transformasi Digital, Penguatan Kapasitas, dan Akselerasi Pemberdayaan Masyarak Vol. 6 No. 3 (2022): Penguatan Kompetensi, Pendidikan, dan Pemberdayaan untuk Mendorong Kemandirian Vol. 6 No. 2 (2022): Kolaborasi Pendidikan, Pelatihan, dan Pemberdayaan untuk Penguatan Kapasitas Ma Vol. 6 No. 1 (2022): Penguatan Kapasitas Masyarakat melalui Inovasi Pelayanan, Pendidikan, dan Pembe Vol. 5 No. 3 (2021): Inovasi Pelatihan, Pemberdayaan, dan Adaptasi Masyarakat pada Masa Pandemi Vol. 5 No. 2 (2021): Penguatan Kompetensi, Pendidikan, dan Pemberdayaan Masyarakat di Era New Normal Vol. 5 No. 1 (2021): Inovasi Layanan Publik dan Penguatan Pemberdayaan melalui Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2020): Penguatan Pelayanan Publik dan Inovasi Riil melalui Pengabdian Masyarakat dan P Vol. 4 No. 2 (2020): Pemberdayaan Masyarakat dan Penguatan SDM melalui Pengabdian, Edukasi, dan Kine Vol. 4 No. 1 (2020): Penguatan Pelayanan Publik dan Pendidikan melalui Pengabdian serta Inovasi Berb Vol. 3 No. 3 (2019): Penguatan Kapasitas Masyarakat dan Sektor Publik melalui Pengabdian dan Pelatih Vol. 3 No. 2 (2019): Peran Pengabdian Masyarakat dalam Mendorong Inovasi dan Daya Saing SDM Vol. 3 No. 1 (2019): Penguatan Pelayanan Publik dan Pendidikan melalui Pengabdian Masyarakat dan Ino Vol. 2 No. 3 (2018): Pemberdayaan Berbasis Pengabdian dan Inovasi Pembelajaran: Refleksi Penguatan K Vol. 2 No. 2 (2018): Pemberdayaan Masyarakat dan Inovasi Pembelajaran: Perspektif Pengabdian dan Pen Vol. 2 No. 1 (2018): Manajemen Pendidikan dan Pelatihan: Inovasi, Tantangan, dan Penguatan Keilmuan Vol. 1 No. 3 (2017): Inovasi Pembelajaran dan Penguatan Manajemen Pendidikan serta SDM Vol. 1 No. 2 (2017): Perkembangan Manajemen Terapan dalam Pendidikan, Keuangan, dan SDM Vol. 1 No. 1 (2017): Fondasi Keilmuan dan Praktik Kewirausahaan More Issue