cover
Contact Name
laelatus Syifa Sari Agustina
Contact Email
laelatussyifa.sa@staff.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wacana@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Gedung D Fakultas Kedokteran UNS Jl. Ir. Sutami no. 36A, Kota surakarta (solo), Jebres, Jawa Tengah, 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
WACANA
ISSN : 20850514     EISSN : 27161625     DOI : https://doi.org/10.13057/wacana.v12i1
Wacana adalah wadah pengembangan psikologi di indonesia khususnya dibidang indegenous yang memuat naskah-naskah ilmiah penelitian empiris. Psikologi dalam ranah indegenous mengkhususkan diri pada studi yang mengangkat seni, etnis, budaya, nilai-nilai kepercayaan, spiritualitas, agama dan kearifan lokal yang saling mempengaruhi proses sosial dan proses individual serta hubungan intra dan/atau inter kelompok dan lingkungan. Kajian dalam bidang-bidang psikologi lainnya dapat dimuat dalam Wacana sepanjang memiliki relevansi dengan psikologi khusunya bidang indegenous.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2009)" : 6 Documents clear
PENGARUH RUTINITAS, KONFLIK PERANAN, IKLIM DUKUNGAN SOSIAL DAN OTONOMI PEKERJAAN TERHADAP STRESS KERJA DENGAN KEYAKINAN DIRI (SELF EFFICACY) SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (Studi Pada Karyawan Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta) Arista Adi Nugroho
Wacana Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.071 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v1i1.65

Abstract

The goal of this research was to examined (1) influence factor of routine, conflict of role, climate of  social support and job autonomy significant toward job stress employees in psyche hospital Surakarta.  (2) examined influence conflict of role, climate of  social support and job autonomy significant toward job stress employee in psyche hospital Surakarta with self efficacy as moderating variable. Data was collected from 150 employees in psyche hospital Surakarta with purposive random sampling method. The data is analyzed with some test, such as validity and reliability test with cronbach’s alpha. Assumption classic test used normality test, heteroskedastisitas, multikolinieritas and autocorrelation. Hypothesis test with used multiple regression linier analysis, determination coefficient (R2), significance t and significance F. The result of the research shows that (1) the effect positive and significance between job routine and conflict of role toward job stress (2) the effect negative and significance between climate of social support and job autonomy toward job stress employees and than to decrease climate of social support and job autonomy therefore job stress can increasing job stress employees  (3) increasing self efficacy of employees because job routine and conflict of role condition increasing with decrease climate of social support and job autonomy therefore job stress can decreasing or no happened (4) the effect positive and significance between routine, conflict of role, climate of  social support and job autonomy according to simultaneous toward job stress employees (5) the effect positive and significance between routine, conflict of role, climate of  social support and job autonomy with moderating self efficacy according to simultaneous toward job  stress employees.   Keyword : routine, conflict of role, climate of  social support, job autonomy, job stress, self efficacy  
GAMBARAN KASUS PSIKOLOGI ANAK DI KLINIK TUMBUH KEMBANG ANAK RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA Suci Murti Karini; Sri Wahyu Herlinawati; Annang Giri Moelyo
Wacana Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.892 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v1i1.66

Abstract

Salah satu aspek tumbuh kembang anak adalah perkembangan psikologis. Telah dilakukan penelitian di Klinik Tumbuh Kembang Anak RSUD Dr. Moewardi terhadap kasus-kasus psikologi pada anak. Disain penelitian adalah deskriptif retrospektif terhadap catatan medik kasus-kasus psikologi anak yang datang di Unit Rawat Jalan pada Klinik Tumbuh Kembang Anak RSUD Dr. Moewardi Surakarta dari April 2002 hingga Maret 2006, kemudian dibandingkan dengan kasus serupa pada tahun 2001. Hasil penelitian pada sebanyak 212 anak menunjukkan bahwa laki-laki lebih banyak (63,7%), lebih banyak pada anak berusia lebih dari 5 tahun (56,5%), dan kasus dari luar kota Surakarta (56,6%). Sebanyak 99 subjek datang atas keinginan sendiri, berbeda dengan data tahun 2001 di mana kasus terbanyak adalah rujukan dari dokter anak. Jenis gangguan berupa gangguan intelektual (24,5%), gangguan perkembangan (47,2%), gangguan psikologis disertai manifestasi fisik (6,1%), dan gangguan tingkah laku 22,2%). Gambaran status perkembangan mental menunjukkan sebanyak 85 subjek normal dan 15 subjek abnormal, berbeda dengan data tahun 2001 di mana 64,5% perkembangan mentalnya abnormal. Kata kunci : tumbuh kembang anak
PENGEMBANGAN MODUL INTERVENSI MENGENAI PERLAKUAN ORANG TUA YANG MENGHAMBAT PERKEMBANGAN REMAJA DAN MEMICU KONFLIK DALAM HUBUNGAN ORANGTUA DAN REMAJA (Suatu studi di lembaga kursus Sony Sugema Bandung) Rin Widya Agustin
Wacana Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.94 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v1i1.67

Abstract

Karakteristik perkembangan remaja yang meliputi perubahan biologis pubertas, perubahan kognitif dan perubahan sosial memunculkan perilaku yang dipandang orang tua sebagai perilaku ketidakpatuhan, melawan dan menentang orang tua. Untuk menangani “ketidakpatuhan” ini, orang tua cenderung berusaha mengawasi dengan lebih ketat, mengendalikan dengan lebih kuat dan memberi lebih banyak tekanan agar remaja tidak melarikan diri dan lepas dari genggaman. Perlakuan orang tua yang dilandasi oleh pandangan negatif terhadap karakteristik normal perkembangan remaja ini, menghambat perkembangan remaja  dan memicu konflik dalam hubungan orang tua – remaja. Kondisi ini merupakan permasalahan yang perlu dilakukan segera upaya untuk mengatasinya. Peneliti  tertarik untuk melakukan kegiatan asesmen guna mendapatkan gambaran aktual yang lebih jelas mengenai perlakuan orang tua ini. Hasil asesmen akan dijadikan dasar analisa kebutuhan belajar orang tua agar dapat memperbaiki perlakuannya terhadap remaja. Selanjutnya, penelitian ini bertujuan menyusun suatu modul intervensi dalam rangka memenuhi kebutuhan belajar orang tua tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kuantitatif. Kegiatan asesmen dilakukan dengan teknik kuesioner mengenai perlakuan orang tua terhadap remaja. Perlakuan tersebut berdasarkan konsep teori yang digunakan merupakan kesalahan karena menghambat pencapaian kecakapan tugas perkembangan remaja dan memicu konflik dalam hubungan orang tua dan remaja. Indikator kesalahan orang tua dalam kuesioner dilihat dari masing-masing karakteristik perkembangan remaja. Populasi penelitian ini adalah orang tua remaja pada lembaga kursus Sony Sugema Bandung, dengan karakteristik orang tua (usia dibawah 50 tahun) remaja (usia 16 sampai 21 tahun). Sampel diperoleh dengan cara accidental sample, dimana peneliti menggunakan seluruh populasi, kepada seluruh populasi diberikan kuesioner, responden yang mengembalikan kuesioner dugunakan sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden orang tua melakukan kelima indikator kesalahan perlakuan terhadap beberapa karakteristik perkembangan remaja, pada tingkat kadang-kadang dan agak sering melakukan. Berdasarkan kebutuhan belajar berupa menyadari kesalahan perlakuan, menyadari pentingnya memberikan perlakuan yang tepat (sesuai isi pokok kesalahan perlakuan) dan belajar cara memberikan perlakuan yang tepat, maka TIU intervensi adalah meningkatnya kemampuan orang tua dalam memberikan perlakuan kepada remaja yang membantu perkembangan remaja dan tidak memicu konflik dalam hubungan orang tua dan remaja. TIK intervensi adalah orang tua mampu memahami karakteristik perkembangan remaja, mampu memahami perasaan – emosi remaja, mampu mendengarkan remaja, mampu memberikan batasan yang masuk akal kepada remaja, dan mampu memberikan pilihan yang memadai kepada remaja. Kelima TIK intervensi dirancang dalam bentuk pelatihan dengan beberapa tahapan pelatihan.
MEMBINA KELUARGA HARMONIS DALAM MENCIPTAKAN MASYARAKAT MADANI Lilik, Salmah
Wacana Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.892 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v1i1.68

Abstract

Dalam pembangunan bangsa di era globalisasi ini Indonesia tidak terlepas dari pengaruh-pengaruh dari negara-negara lain yang baik dibidang ekonomi, budaya, informasi, media massa, hiburan, barang, jasa, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Dalam hal ini antara daerah atau negara satu dan lainnya adalah bagian dari perkembangan yang lebih luas, serta berhubungan satu sama lain. Dr. Suyatno Kartodirjo menyatakan bahwa dalam globalisasi prosesnya sedemikian kompleks dan cepat perkembangnnya yang dapat mendorong perubahan ide-ide, lembaga-lembaga, pranata-pranata dan nilai-nilai social budaya. Adapun dampak globalisasi termasuk pula dalam perubahan perilaku, gaya hidup, struktur masyarakat, yang menuju kearah persamaan global, dengan menembus batas etnik, agama, daerah, wilayah dan negara. Dampak globalisasi dapat bersifat positif maupun negatif,; dampak yang positif membutuhkan dukungan dari masyarakat yang berupa nilai sikap dan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan baru yang yang dikehendaki. Dan akan menyebar keseluruh penjuru dunia. Dengan adanya pengaruh globalisasi maka terdapat perseran peran wanita yang dahulu karena wanita memeliki kemampuan reproduksi maka wanita dalam hal ini bertugas/ bekerja dalam rumah tangga, berfungsi sebagai ibu rumah tangga; konsep perbedaan biologis antara pria dan wanita yang berdampak pula pada dunia kerja. Hal ini dipandang sangat merugikan bagi peranan dan kedudukan wanita di masyarakat. Permasalahan dalam masyarakat yang muncul adalah Kemitra sejajaran pria dan wanita yang harmonis belum terwujud. Karena salah persepsi terhadap kemitraan dan kesejajaran pria dan wanirta maka masing-masing pasangan melangkah sesuai dengan keinginan masing-masing, mencari pelampiasan atas ketidak adilan dan ketidakpuasan yang dirasakan dalam hidup. Salah satu sebabnya adalah persepsi kemitra scjajasan pria dan wanita yang kurang tepat atau salah akan memicu berbagai macam konflik-konflik seperti konflik peran, krisis harga diri, selingkuh dan bahkan tidak jarang pula dengan diikuti keluarga pecah serta anak/ remaja berperilaku delikuen yang menjadikan permasalahan bagi masyarakat yang mengakibatkan kekejaman, perilaku tak bermoral muncul dan tingkat kejahatan meningkat. Oleh karena itu pemerintah dalam pembangunan bangsa, salah satu aspek yang menjadi sasaran yang penting adalah sosialisasi kemitra sejajaran pria dan wanita yang akan mencoba meletakkan kembali persepsi kemitra sejajaran pria dan wanita. Dengan menciptakan keluarga harmonis dan madani yang mampu membentuk masyarakat madani sebagai wadah pembentukan generasi penerus.
EFEKTIVITAS PELATIHAN MOTIVASI INTRINSIK TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI KARYAWAN . Hardjono; Aditya Nanda Priyatama; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.223 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v1i1.64

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat efektivitas pelatihan motivasi intrinsik terhadap komitmen organisasi karyawan. Motivasi intrinsik merupakan suatu  bentuk motivasi yang berasal dari dalam diri individu dalam menyikapi suatu tugas dan pekerjaan yang diberikan kepada individu dan membuat tugas dan pekerjaan tersebut  mampu memberikan kepuasan batin bagi diri individu sendiri. Populasi penelitian ini di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Sampel penelitian sejumlah 36 orang yang tersebar di setiap fakultas. Teknik analisis data yang akan dilakukan menggunakan teknik analisis uji beda t-test. Hasil penelitian menunjukkan mean pretest sebesar 107.0278 dan mean posttest sebesar 110.6389. signifikansi sebesar 0,003 dengan t hitung sebesar 3,146 dan db sebesar 35. t tabel didapatkan sebesar 2,042. artinya Ho ditotal dan Ha diterima. Terdapat  perbedaan yang positif komitmen organisasi antara sebelum dilakukannya pelatihan dan sesudah dilakukannya pelatihan motivasi intrinsik. Kata Kunci: Pelatihan Motivasi Intrinsik, Komitmen Organisasi
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PELATIHAN BELAJAR EFEKTIF TERHADAP PENGGUNAAN STRATEGI SELF-REGULATED LEARNING SISWA SMA Nugraha Arif Karyanta; Aditya Nanda Priyatama; Arista Adi Nugroho
Wacana Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.4 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v1i1.69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas penerapan metode belajar efektif terhadap penggunaan strategi Self-Regulated Learning Siswa SMA.  Self-Regulated Learner adalah siswa yang secara metakognitif, motivasional dan behavioral merupakan peserta aktif dalam proses belajar mereka sendiri (Zimmerman, 1989).  Menurut sudut pandang ini, siswa yang efektif menjadi sadar akan relasi fungsional antara pola pikir dan tindakan mereka (sering disebut sebagai strategi) dan hasil-hasil sosial dan lingkungan (Zimmerman & Martinez-Pons, 1988).  Winne (1997) beranggapan bahwa siswa dapat mempelajari bentuk-bentuk baru dari SRL di mana saja, termasuk dalam ruang-ruang kelas mereka.  Lebih jauh lagi, Zimmerman (1989) menyebutkan bahwa siswa dapat diajar atau disarankan untuk menjadi lebih self-regulated learners dengan mendapatkan strategi-strategi efektif dan dengan meningkatkan persepsi atas efikasi diri mereka. Modul pelatihan belajar efektif yang diberikan kepada siswa SMU yang dikembangkan oleh penulis meliputi pengembangan sikap mental positif terhadap belajar, pengembangan keterampilan dalam mengikuti pelajaran di kelas terutama kemampuan mendengarkan dan mencatat, mengembangkan kemampuan membaca efektif, meningkatkan daya ingat, meningkatkan kemampun mengikuti ujian, penguasaan keterampilan manajemen waktu, dan pengaturan lingkungan belajar yang mendukung.  Pemberian pelatihan belajar efektif kepada siswa diharapkan akan menumbuhkan dan meningkatkan penggunaan strategi self regulated-learning siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pemberian perlakuan berupa penerapan model pelatihan belajar efektif.  Penerapan model pelatihan belajar efektif tersebut diharapkan dapat memiliki peran positif terhadap penggunaan strategi Self-Regulated Learning siswa.  Strategi Self-Regulated Learning di ukur dengan skala strategi Self-Regulated Learning yang diberikan sebelum perlakuan (pre-test) dan sesudah perlakuan (post-test).  Uji beda mean dilakukan dengan teknik paired sample t test dengan bantuan program SPSS versi 15.  Sampel penelitian sebanyak 31 orang siswa SMA Negeri I Karanganyar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor strategi Self-Regulated Learning sebelum perlakuan (pre-test) dan sesudah perlakuan (post-test), thitung > ttabel (13,474 >  2,042), dengan taraf signifikansi 0,000. Kata kunci: Model Pelatihan Belajar Efektif, Strategi Self-Regulated Learning

Page 1 of 1 | Total Record : 6