cover
Contact Name
laelatus Syifa Sari Agustina
Contact Email
laelatussyifa.sa@staff.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wacana@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Gedung D Fakultas Kedokteran UNS Jl. Ir. Sutami no. 36A, Kota surakarta (solo), Jebres, Jawa Tengah, 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
WACANA
ISSN : 20850514     EISSN : 27161625     DOI : https://doi.org/10.13057/wacana.v12i1
Wacana adalah wadah pengembangan psikologi di indonesia khususnya dibidang indegenous yang memuat naskah-naskah ilmiah penelitian empiris. Psikologi dalam ranah indegenous mengkhususkan diri pada studi yang mengangkat seni, etnis, budaya, nilai-nilai kepercayaan, spiritualitas, agama dan kearifan lokal yang saling mempengaruhi proses sosial dan proses individual serta hubungan intra dan/atau inter kelompok dan lingkungan. Kajian dalam bidang-bidang psikologi lainnya dapat dimuat dalam Wacana sepanjang memiliki relevansi dengan psikologi khusunya bidang indegenous.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2019)" : 11 Documents clear
Pemberdayaan Komunitas Melalui Metode Partisipatory Rural Appraisal Kesehatan Psikologis Lansia : Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga Rohmaningtyas Hidayah Setyaningrum; Rahmah Saniatuzzulfa; Rini Styowati
Wacana Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.804 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v11i1.136

Abstract

AbstrakPentingnya keberadaan lansia dalam keluarga memberikan konsekuensi terhadap perlindungan dan peningkatan pelayanan kesehatan lansia yang holistik. Proses penuaan yang dapat menimbulkan penurunan kondisi fisik, sosial-ekonomi, dan psikis membuat peran lansia dalam keluarga menjadi terganggu. Fokus utama penelitian ini adalah untuk memberdayakan komunitas melalui teknik Partisipatory Rural Appraisal untuk memecahkan permasalahan keluhan psikologis lansia sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan lansia yang hidup di dalam keluarga. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) sekaligus wawancara pada kader lansia dengan membentuk kelompok diskusi dari Pengurus PKK, Kader Posyandu Lansia Bahagia Abadi X dan Sari Mandiri 07, Ketua RW/RT di Gonilan, Sukoharjo. Hasilnya sebanyak 15 lansia merasakan keluhan fisik, 6 lansia mengalami perubahan pola makan, 6 lansia sulit konsentrasi, 14 lansia mengalami perubahan pola tidur, Dari diskusi PRA penanganan yang diusulkan adalah konsultasi ke dokter, makan bergizi, minum vitamin, tetap belajar, konsultasi ke psikolog atau psikiater, refreshing, reuni, tetap beraktivitas, istirahat, dan saling berkunjung. Disarankan perlunya pendampingan deteksi dini gangguan psikologis lansia untuk mengurangi masalah psikologis yang dialami  lansia.Kata kunci: Participatory Rural Appraisal; Kesehatan Psikologis Lansia; Kesejahteraan Keluarga, Psikoedukasi
MOTIVASI BERPRESTASI DITINJAU DARI HARDINESS, IKLIM SEKOLAH, DAN PERSEPSI TENTANG HARAPAN ORANG TUA (STUDI PADA SISWA OLIMPIADE DI SMA N 3 SEMARANG) Rini Setyowati; Rifqi Charis Pratama; Tsoraya Dina Taufiq
Wacana Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.694 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v11i1.141

Abstract

ABSTRAKDunia pendidikan di Indonesia beberapa tahun belakangan telah mengalami perkembangan pesat. Pendapat pemerintah mengenai penurunan tajam pendidikan di tanah air, sehingga program olimpiade dibuat sebagai upaya peningkatan mutu. Adanya program olimpiade, meningkatkan motivasi berprestasi pada siswa. Motivasi berprestasi dipengaruhi secara internal dan eksternal. Faktor yang mempengaruhi di antaranya adalah hardiness, iklim sekolah, dan persepsi tentang harapan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hardiness, iklim sekolah, dan persepsi tentang harapan orang tua dengan motivasi berprestasi; hubungan antara hardiness dengan motivasi berprestasi; hubungan antara iklim sekolah dengan motivasi berprestasi; hubungan antara persepsi tentang harapan orang tua dengan motivasi berprestasi pada siswa kelas olimpiade di SMA N 3 Semarang.Sampel pada penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas olimpiade sejumlah 54 siswa dengan merujuk pada penelitian populasi. Instrumen yang digunakan adalah skala hardiness (r=0,823), skala iklim sekolah (r=0,862), skala persepsi tentang harapan orang tua (r=0,915), dan skala motivasi berprestasi (r=0,920). Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara hardiness, iklim sekolah, dan persepsi tentang harapan orang tua dengan motivasi berprestasi (Fhitung=6,094 > Ftabel=3,18, p=0,001<0,05; r=0,517). Uji parsial pada penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan signifikan positif antara hardiness dengan motivasi berprestasi (r= 0,319, p= 0,021 < 0,05), terdapat hubungan signifikan positif antara iklim sekolah dengan motivasi berprestasi (r= 0,484, p= 0,000 < 0,05), dan tidak terdapat hubungan signifikan antara persepsi tentang harapan orang tua dengan motivasi berprestasi (r= 0,067, p= 0,637 < 0,05). Nilai koefisien determinasi R2= 0,268 artinya hardiness, iklim sekolah, persepsi tentang harapan orang tua secara bersama-sama memberi sumbangan 26,8% terhadap motivasi berprestasi dengan sumbangan 6,04% dari hardiness, 19,97% dari iklim sekolah, dan 0,79% dari persepsi tentang harapan orang tua. Hipotesis keempat pada penelitian ini tidak terbukti karena adanya pengaruh dari variabel lain yang tidak diteliti. Kata kunci: hardiness, iklim sekolah, persepsi tentang harapan orang tua, motivasi berprestasi, siswa olimpiade
Gambaran Pengasuhan dan Penyesuaian dalam Keluarga Pada Orangtua Siswa SD dan SMP Titin Suprihatin; Erni Agustina Setiowati; Ali Bowo Tjahjono
Wacana Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.979 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v11i1.132

Abstract

Abstrak. Keterampilan dalam pengasuhan dan penyesuaian dalam keluarga sangat dibutuhkan oleh orangtua agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Penelitian ini fokus pada orangtua khususnya Ibu yang memiliki anak dan remaja yang masih bersekolah. Sebanyak 261 orangtua siswa SD dan SMP di Kota Semarang dilibatkan sebagai responden dalam penelitian ini. Alat ukur yang digunakan adalah Parenting and Family Adjustment Scale (PAFAS). Skala pengasuhan terdiri dari 28 aitem dengan reliabilitas Alpha Cronbach 0,627 dan skala penyesuaian dalam keluarga terdiri dari 12 aitem dengan reliabilitas Alpha Cronbach 0,791. Latar belakang pendidikan orangtua diketahui 13% lulusan perguruan tinggi, 36% lulusan SMA, 20% lulusan SMP, dan 28% lulusan SD, 3% tidak mengisi pertanyaan mengenai pendidikan orangtua. Latar belakang pekerjaan orangtua diketahui 43% sebagai ibu rumah tangga, 33% sebagai buruh atau karyawan swasta, 18% wiraswasta, 2% sebagai PNS, dan 4% tidak mengisi pertanyaan tentang pekerjaan. Berdasarkan hasil pengukuran diketahui 99,5% responden memiliki pengasuhan dalam kategori tinggi. 8,3% memiliki penyesuaian dalam keluarga yang rendah, 77,8% memiliki penyesuaian dalam keluarga yang sedang, dan 13,9% memiliki penyesuaian dalam keluarga yang tinggi. Berdasarkan hasil uji beda menggunakan anava diketahui tidak terdapat perbedaan pengasuhan dilihat dari pendidikan dan pekerjaan orangtua, nilai F = 1,368 pada p = 0,190 ( p>0,05).Kata Kunci: pengasuhan; penyesuaian dalam keluarga; orangtua
Perbedaan Psikoedukasi “TAPIS” Melalui Metode Latihan Gugus Tugas dan Presentasi Terhadap Pengetahuan Internet Sehat dan Aman Pada Orangtua Irma Ari Noviyanti; Lisnawati .
Wacana Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.232 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v11i1.137

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai perbedaan Psikoedukasi TAPIS melalui metode latihan gugus tugas dan presentasi terhadap pengetahuan internet sehat dan aman pada orangtua. Subjek pada penelitian ini adalah orangtua wali murid kelas VIII MTs “X” Sleman sebanyak 40 orang yang terdiri dari 28 orang perempuan dan 12 orang laki-laki, yang memiliki pengetahuan internet sehat yang rendah berdasar hasil studi pendahuluan. Desain penelitian eksperimen yang digunakan adalah between subjects factorial design 2x2. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan tes prestasi yang dibuat oleh peneliti. Hasil penelitian diuji menggunakan uji statistik Two Way Anova dan Mann-Whitney U. Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pengetahuan internet sehat dan aman yang diberikan psikoedukasi menggunakan metode latihan gugus tugas dan presentasi, ditunjukkan dengan nilai p = 0.550 (> 0.05).Kata kunci: Latihan Gugus Tugas; Orangtua; Pengetahuan Internet Sehat dan Aman; Presentasi; Psikoedukasi “TAPIS”
Pelatihan Fathering untuk Meningkatkan Keterlibatan Ayah dalam Pengaushan Anak Usia 3-5 Tahun An Nisaa Nur Citra Dien; Lucia R.M. Royanto; Efriyani Djuwita
Wacana Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.944 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v11i1.142

Abstract

ABSTRAK Kerjasama ayah dan ibu sebagai orangtua memiliki peran penting dalam memberikan stimulus yang optimal terhadap perkembangan anak.  Namun, dalam kultur patriaki di Indonesia, seringkali terdapat pandangan yang memisahkan peran ayah dan ibu dalam pengasuhan. Ayah cenderung hanya berperan sebagai pencari nafkah, sementara tugas-tugas domestik termasuk pengasuhan anak lebih sering ditempatkan pada perempuan. Padahal, dalam berbagai penelitian keterlibatan ayah memiliki dampak positif tehadap perkembangan anak. Sebaliknya, ketidakhadiran ayah dalam fisik maupun psikologis anak berdampak negatif pada perkembangan anak. Kondisi  ini memicu peneliti untuk membuat intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan ayah pada pengasuhan anak khususnya usia 3-5 tahun.Program intervensi yang dilakukan adalah pelatihan fathering dengan metode participatory training. Pelatihan ini juga mengacu pada teori three-steps change model yang dikemukakan oleh Lewin. yaitu perubahan perilaku melalui tahap unfreezing, moving, dan refreezing.Penelitian ini merupakan penelitian quasi-exeperimental dengan disain penelitian pretest-posttest nonequivalent group design. Pretest akan dilakukan sebelum pelatihan dimulai, sedangkan posttest dilakukan langsung setelah selesai pelatihan dan seminggu setelah pelatihan. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan pelatihan fathering terhadap peningkatan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak usia 3-5 tahun ditunjukkan dengan nilai uji signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05). Hasil intervensi ini dapat digunakan untuk mengembangakan modul pelatihan sejenis selanjutnya.  Kata kunci:  (Keterlibatan Ayah, Fathering, Pelatihan)
PERSEPSI TERHADAP KEBERFUNGSIAN KELUARGA DAN JUVENILE DELINQUENCY PADA REMAJA SISWA SMA Achmad M. Masykur; Erien Ratna Kustanti
Wacana Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.768 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v11i1.133

Abstract

Abstrak. Masa remaja pada hakikatnya merupakan masa mempersiapkan diri untuk bisa berfungsi sepenuhnya di tengah masyarakat. Keluarga menjadi bagian yang sangat penting dalam  memandu remaja menjalani tugas perkembangan menuju masa dewasa. Penelitian ini hendak mengkaji keberfungsian keluarga yang dipersepsikan oleh remaja  serta hubungannya dengan kecenderungan juvenile delinquency. Pendekatan yang akan digunakan adalah dengan menggunakan studi kuantitatif dengan metode analisis regresi. Subjek yang berpartisipasi dalam penelitian ini berjumlah 286 siswa dari sebuah SMA di Kota Semarang. Sedangkan variabel yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah variabel Keberfungsian Keluarga yang diungkap dengan menggunakan skala Family Assesment Device (60 item dengan koefisien alpha 0,858) serta variabel Kecenderungan Juvenile Delinquency yang diungkap dengan Skala Kenakalan Remaja (dengan 34 item dengan koefisien alpha 0,912). Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hubungan negatif dengan angka koefisien korelasi sebesar -0,472 (p=0,000) yang artinya terdapat korelasi negatif yang sangat signifikan antara Keberfungsian Keluarga dengan kecenderungan Juvenile Delinquency pada remaja. Semakin bagus persepsi keberfungsian keluarga, maka akan semakin rendah kecenderungan Juvenile Delinquency.. Sedangkan sumbangan efektif yang diberikan variabel Keberfungsian Keluarga terhadap Kecenderungan Kenakalan Remaja adalah sebesar 22,2 %, dan sisanya, 77,8%, diberikan oleh variabel lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini. Kata kunci: Fungsi Keluarga,  juvenile delinquency, remaja
Ketahanan Keluarga (Studi Kasus: Perempuan Yang Hamil Pranikah) Christiana D. A. Leimena; Dinar Wulandari; Firstita Prawiro; Rahayan S. Pramest; Renny R. Suprapto; Su’ad Jauharoh; Novi N. Afianti
Wacana Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.055 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v11i1.138

Abstract

Abstrak.Keluarga yang kuat merupakan keluarga yang saling memahami peran masing-masing anggota, memiliki sikap dinamis dalam menghadapi perubahan dan senantiasa belajar dari kesalahan. Pernikahan yang disebabkan karena kehamilan pranikah sering menimbulkan berbagai konsekuensi negatif baik bagi diri sendiri maupun bagi keluarga kedua belah pihak. Ketidaksiapan secara mental dan ekonomi mengakibatkan pernikahan yang diawali dengan hamil pranikah rentan terhadap perpisahan. Penelitian ini bertujuan memberikan edukasi pada keluarga hamil pranikah untuk meningkatkan ketahanan keluarga. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus oleh partisipan berjumlah dua orang yang menjalani pernikahan yang disebabkan oleh hamil pranikah. Pengumpulan data melalui wawancara dan observasi menemukan bahwa ketahanan keluarga bagi keluarga hamil pranikah diperlukan adanya kesadaran diri, penerimaan kedua pihak, dukungan keluarga besar, komunikasi, asertivitas, regulasi emosi, rules yang jelas dalam keluarga, manajemen keuangan, religiusitas dan spiritualitas, rutinitas dan ritual. Pentingnya kesadaran bagi keluarga hamil pranikah untuk memiliki faktor-faktor tersebut diharapkan mampu untuk menjaga ketahanan keluarga. Kata kunci: hamil pranikah, ketahanan keluarga, resiliensi
Hubungan Antara Keterlibatan Ayah Dan Kesejahteraan Psikologis Pada Remaja Endah Puspita Sari; Indraswari Kartika Wulan
Wacana Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.33 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v11i1.134

Abstract

AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara keterlibatan ayah dengan kesejahteraan psikologis pada remaja. Subjek penelitian ini adalah 125 remaja berusia 14 sampai 17 tahun. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara keterlibatan ayah dengan kesejahteraan psikologis pada remaja. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode skala. Skala kesejahteraan psikologis diadaptasi dari 18-item Ryff Multidimensional Measure of Well-being dari Clarke, Marshall, Ryff, dan Wheaton (2001), sedangkan skala keterlibatan ayah menggunakan Inventory of Father Involvement dari Hawkins, Bradford, Christiansen, Palkovitz, Day, dan Call (2002). Dari hasil analisis data diperoleh nilai r = 0,386 dengan p = 0,000 (p ˂ 0,01). Artinya, terdapat hubungan positif antara keterlibatan ayah dengan kesejahteraan psikologis pada remaja.Kata kunci: kesejahteraan psikologis, keterlibatan ayah, remaja
Peristiwa Apa Yang Mendekatkan Anak Dengan Tuhannya? Perspektif Psikologi Islam Ikhwanisifa .; Reni Susanti
Wacana Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.773 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v11i1.139

Abstract

Abstrak Konsep Tuhan merupakan perwujudan keimanan seseorang terhadap Tuhannya. Konsep Tuhan adalah perpaduan kesan yang terpisah mengenai hal-hal yang berkenaan tentang Tuhan yang sudah bisa didapatkan dari masa kanak-kanak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang peristiwa apa yang mendekatkan anak dengan Tuhannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Psikologi Indijinus dengan memberikan pertanyaan terbuka, “ Peristiwa apakah yang mengingatkanmu tentang Tuhanmu?”. Responden dalam penelitian ini adalah 200 siswa kelas 6 Sekolah Dasar Islam Terpadu di Pekanbaru. Data diolah dengan menggunakan Nvivo 8.0. Berdasarkan hasil analisis didapatkan empat tema besar berkaitan dengan peristiwa yang mendekatkan anak dengan Tuhan yaitu cobaan (43%), ibadah (33,5%), nikmat (9,5%), dan tidak beribadah (3%). Hasil ini menunjukkan bahwasanya representasi mental konsep Tuhan pada anak dapat digambarkan dalam bentuk aspek evaluatif anak tentang Tuhannya. Evaluasi tersebut terbagi atas dua penilaian yakni penilaian positif dan negatif. Penilaian positif meliputi ibadah dan nikmat, sedangkan penilaian negatif meliputi cobaan dan kesalahan.   Kata kunci :  Anak, Konsep Tuhan, Peristiwa
Kesejahteraan Anak dan Remaja pada Keluarga Bercerai di Indonesia: Reviu Naratif Sari Dewi, Kartika; Soekandar, Adriana
Wacana Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.307 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v11i1.135

Abstract

Abstrak. Kesejahteraan anak dan remaja merupakan bagian tak terpisahkan dari kesejahteraan keluarga, yang dikaitkan dengan kesehatan mental individu. Pada struktur keluarga tidak utuh akibat perceraian, anak dan remaja beresiko tinggi mengalami problem kesehatan mental, seperti depresi dan gangguan penyesuaian. Masih sedikit studi yang mengungkapkan faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan anak dan remaja pada keluarga bercerai secara komprehensif di Indonesia. Reviu naratif ini bertujuan untuk mengungkap faktor-faktor yang berkaitan dengan kesejahteraan anak pada keluarga pasca perceraian di Indonesia. Pencarian literatur pada Google Scholar dan Portal Garuda menggunakan kata kunci “kesejahteraan anak” atau “kesejahteraan remaja, dan “keluarga bercerai” atau “perceraian” mengungkapkan  42 artikel dengan total partisipan 1.671 anak dan remaja (M = 15,66). Temuan studi ini mengungkapkan bahwa indikator kesejahteraan anak dan remaja adalah (a) afek (positif-negatif); (b) pemenuhan kebutuhan; (c) kemampuan diri, (d) indikator kepribadian, dan (e) indikator relasi sosial. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan anak dan remaja pasca perceraian adalah (1) keberfungsian keluarga; (2) modalitas ibu; (3) modalitas personal anak; (4) kondisi perceraian orangtua; (5) dukungan sosial; (6) struktur keluarga; (7) kualitas interaksi orangtua-anak. Pengaruh faktor kualitas interaksi orangtua-anak terhadap kesejahteraan keluarga dianggap lebih besar daripada pengaruh struktur keluarga itu sendiri. Dukungan sosial, khususnya orang terdekat dan teman sebaya merupakan faktor protektif sosial terhadap kesejahteraan anak dan remaja pada keluarga bercerai, selain keberfungsian keluarga tersebut pasca perceraian orangtua. Kata kunci: kesejahteraan; anak; remaja; keluarga bercerai; Indonesia

Page 1 of 2 | Total Record : 11