Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Stereotype Threat ditinjau dari Self-Efficacy pada Resimen Mahasiswa (Menwa) Wanita di Universitas “X” saniatuzzulfa, rahmah; Nur Fitria, Julia
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 15, No 1 (2019): Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.608 KB) | DOI: 10.32528/ins.v15i1.1700

Abstract

Resimen wanita merupakan kelompok minoritas dalam organisasi Menwa di Perguruan Tinggi. Kegiatan dalam Menwa yang tergolong lebih banyak melibatkan aktivitas fisik ini, seringkali dianggap bahwa kegiatan ini lebih layak diperuntukkan untuk kaum laki-laki. Hal tersebut menyebabkan resimen wanita banyak merasakan adanya ancaman stereotip (stereotype threat) dari masayarakat ketika mengikuti kegiatan ini. Ancaman stereotip yang dirasakan ini dapat menyebabkan beberapa dampak psikologis, seperti kecemasan atau bahkan penurunan semangat dalam melakukan kewajibannya sebagai anggota Menwa. Salah satu faktor yang berkaitan dengan stereotype threat adalah kepercayaan diri (self-efficacy). Self-efficacy yang tinggi mampu membuat individu percaya akan kemampuan dirinya, mampu menyesuaikan dirinya dengan ancaman yang mengintai dirinya, meningkatkan kreativitas dan kebebasan dalam memilih hal-hal yang dinilai baik untuk dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk meilhat hubungan antara self-efficacy dengan stereotype threat pada resimen wanita. Penelitian dilakukan pada 40 orang resimen wanita yang dipilih dengan menggunakan total populasi yang ada. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala self-efficacy dan skala stereotype threat. Analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana menghasilkan nilai p=0,000 (p<0,05) dengan nilai Fhitung>Ftabel (46,022>4,09). Artinya terdapat hubungan antara self-efficacy dengan stereotype threat. Nilai r2 sebesar 0,548, menunjukkan bahwa self-efficacy memberikan sumbangan efektif sebesar 54,8% pada stereotype threat.
Pengaruh Pendampingan Deteksi Dini Gangguan Psikologis Terhadap Kemampuan Regulasi Emosi Pada Caregiver Lansia Di Kelurahan Gonilan, Sukoharjo setyowati, rini; Saniatuzzulfa, Rahmah; Setyaningrum, Rohmaningtyas Hidayah
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 15, No 1 (2019): Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.49 KB) | DOI: 10.32528/ins.v15i1.1595

Abstract

Penelitian  ini bertujuan  untuk  mengetahui pengaruh pendampingan deteksi dini gangguan psikologis terhadap kemampuan regulasi emosi pada  caregiver  lansia.  Penelitian   ini  mempergunakan  desain  non randomized one group pretest-post test design. Subjek dalam penelitian  ini adalah 16 orang caregiver lansia berjenis perempuan yang berasal dari posyandu lansia di Kelurahan Gonilan,  berusia  39-57 tahun.  Subjekyang tergabung menjadi satu kelompok menerima perlakuan berupa pendampingan deteksi dini gangguan psikologis.   Perlakuan  terdiri  dari  2  pertemuan diberikan  selama  2 minggu dengan  durasi antara 150 menit hingga 180 menit setiap pertemuan. Alat ukur yang digunakan adalah skala kemampuan regulasi emosi ( r=0,915), wawancara, observasi, evaluasi proses dan hasil.  Pretest disajikan  sebelum  perlakuan dan posttest  disajikan  setelah  perlakuan. Hasil  analisis uji beda menggunakan wilcoxon t (Zhitung=-2.463 dan p=0,0085<0,05) menunjukkan perbedaan signifikan antara sebelum dan setelah pemberian perlakuan.  Dengan   demikian   dapat disimpulkan  bahwa  pendampingan deteksi dini gangguan psikologis berpengaruh terhadap kemampuan regulasi emosi pada caregiver lansia.
PERAN DUKUNGAN SOSIAL PADA STRES AKULTURATIF MAHASISWA ASING DI UNIVERSITAS SEBELAS MARET Ramania, Bernadeta Pramesi; Andayani, Tri Rejeki; Saniatuzzulfa, Rahmah
Indigenous Vol. 4 No. 2, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i2.6530

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran dukungan sosial pada stres akulturatif  mahasiswa asing di Universitas Sebelas Maret (UNS). Populasi dalam penelitian kuantitatif ini berjumlah 111 mahasiswa. Subyek dalam penelitian ini berjumlah dengan menggunakan teknik incidental sampling dan snowball sampling. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan skala stres akulturatif (reliabilitas 0,913) dan skala dukungan sosial (reliabilitas 0,855). Hasil teknik analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa dukungan sosial berperan pada stres akulturatif secara signifikan ditunjukkan dengan nilai Fhitung > Ftabel (8,451>4,05), nilai p 0,006 (p<0,05) dan koefisien korelasi (R) sebesar -0,394. Sumbangan efektif variabel prediktor terhadap variabel kriterium adalah -15,5%. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa, dukungan sosial memiliki peran negatif sebanyak 15,5% pada tingkat stres akulturatif pada mahasiswa asing yang sedang menempuh studi di UNS.
Relevansi antara self efficacy dengan kecemasan sebelum bertanding pada atlet futsal putri Aliyyah, Aliyyah; Wicaksono, Bagus; Saniatuzzulfa, Rahmah; Mukholid, Agus
Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Vol 6 No 1 (2020): Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.965 KB) | DOI: 10.29407/js_unpgri.v6i1.14080

Abstract

The athletes performance will be excellent with the support of healthy mind. Psychological state such as anxiety must be lessened to achieve the desired performance. Several previous studies suggest that anxiety is closely related to self-efficacy. Positive self-efficacy helps the athletes in controlling their anxiety. This study aims to determine the relationship between self-efficacy and anxiety before the match. The research involves 44 female futsal athletes of Sebelas Maret University in Surakarta. To measure the variables in this study, the anxiety scale before the match (reliability = 0.927) and self-efficacy scale (reliability = 0.859) are used. Hypothesis test result of r = -0.334 shows that there is a negative and significant relationship between self-efficacy and anxiety before the match, which means the lower self-efficacy, the higher athletes’ anxiety before the match (P = 0.023; p <0.05). This research is limited to female futsal athletes. Further studies are expected to involve male athletes and other sports.
Konsep diri dan motivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pada remaja panti asuhan “x” Tanri Fatma Utami; Rahmah Saniatuzzulfa
Cognicia Vol. 9 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v9i2.16623

Abstract

The low number of high school graduates in Purworejo who continue their education to college is caused by the students’ concerns about the high cost of education and lack of student confidence in their abilities. One of those who experienced this was an orphanage teenager. Teenagers in orphanages are teenagers who are deliberately entrusted by their parents to get a decent life and education. This study aims to determine the relationship between self-concept and motivation to continue education to college. The sample recruitment was determined using cluster random sampling method and found 81 teenage orphanages as participants. The instruments used are the Motivation Scale Continuing Education to Higher Education with 43 (a = 0.930) and the Self Concept Scale with 25 (a = 0.870). The results of a simple regression analysis showed that there is a significant positive relationship between self-concept and motivation to continue education to college (F = 105.700; p < 0.05; r = 0.756). SE contributed 57,632% of the motivation to continue their education to college.   Keywords: Motivation to continue study to the college, orphanage teenager, self-concept
Hubungan Electronic Word of Mouth dan Hedonic Shopping Motivation dengan Perilaku Konsumtif Produk Make Up pada Mahasiswi Ayu Kusumaningrum; Bagus Wicaksono; Rahmah Saniatuzzulfa
JURNAL PSIKOLOGI Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v14i1.4698

Abstract

Perkembangan tren make up mendorong mahasiswi ikut membeli produk make up terbaru tanpa mempertimbangkan kebutuhan. Hal ini ditambah adanya electronic word of mouth di internet dan hedonic shopping motivation dari dalam diri individu yang mendorong munculnya perilaku konsumtif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan electronic word of mouth dan hedonic shopping motivation dengan perilaku konsumtif terhadap produk make up. Penelitian dilakukan pada 61 mahasiswi Psikologi Universitas Sebelas Maret yang dipilih menggunakan simple random sampling. Instrumen penelitian ini adalah skala perilaku konsumtif, skala electronic word of mouth, dan skala hedonic shopping motivation. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis regresi ganda.Hasil penelitian menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05), artinya terdapat hubungan positif yang signifikan antara electronic word of mouth dan hedonic shopping motivation dengan perilaku konsumtif terhadap produk make up. Secara parsial, terdapat hubungan positif yang signifikan antara  electronic word of mouth dengan perilaku konsumtif terhadap produk make up (p=0,000 < 0,05) dan terdapat hubungan positif yang signifikan antara hedonic shopping motivation dengan perilaku konsumtif terhadap produk make up (p=0,006 < 0,05). Nilai R2 sebesar 0,381, menunjukkan bahwa electronic word of mouth dan hedonic shopping motivation secara bersama-sama memberikan sumbangan efektif sebesar 38,1% pada perilaku konsumtif terhadap produk make up.
Penerimaan dan Kualitas Hidup Caregiver dengan Kekambuhan pada Pasien Rawat Jalan Skizofrenia Medina Hayati; Rin Widya Agustin; Rahmah Saniatuzzulfa
Philanthropy: Journal of Psychology Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/philanthropy.v5i2.3171

Abstract

Abstract. Relapse is a state of recurrence and worsening symptom experienced by patient. Acceptance and quality of life of caregivers can affect their attitude toward patient and might be affecting the possibility of schizophrenia relapse. This study intended to seek the correlation between caregiver s acceptance and quality of life with relapse of schizophrenia outpatient in Surakarta Regional Psychiatric Hospital that involved 35 caregivers with incidental sampling technique. The measurement used on this study are BPRS for assessing schizophrenia relapse (α = 0,908), Caregiver Acceptance Scale (α = 0,934), and Caregiver Quality of Life Scale (α = 0,960). This study used multiple linear regression analysis to analyze the output. Based on the data showed that the level of acceptance and quality of life perceived by caregivers didn t affect the likelihood of relapse of schizophrenia outpatient in Surakarta Regional Psychiatric Hospital.Keywords: Acceptance, Caregiver, Schizophrenia Relapse, Quality of LifeAbstrak. Relapse merupakan keadaan muncul kembali dan bertambah parah simptom yang dialami oleh pasien skizofrenia. Penerimaan dan kualitas hidup dari caregiver dapat mempengaruhi sikapnya dalam merawat pasien sehingga mungkin mempengaruhi kemungkinan terjadinya relapse. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penerimaan dan kualitas hidup caregiver dengan relapse pada pasien rawat jalan skizofrenia di RSJ Daerah Surakarta yang melibatkan 35 caregiver dengan teknik incidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah Skala Relapse Skizofrenia (α = 0,908), Skala Penerimaan Caregiver (α = 0,934), dan Skala Kualitas Hidup Caregiver (α = 0,960). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji regresi linear berganda. Berdasarkan hasil data penelitian menunjukkan bahwa tingkatan penerimaan dan kualitas hidup dari caregiver tidak memiliki pengaruh terhadap munculnya relapse pada pasien rawat jalan skizofrenia di RSJ Daerah Surakarta.Kata Kunci: Caregiver, Kualitas Hidup, Penerimaan, Relapse Skizofrenia
Stereotype Threat ditinjau dari Self-Efficacy pada Resimen Mahasiswa (Menwa) Wanita di Universitas “X” rahmah saniatuzzulfa; Julia Nur Fitria
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 15, No 1 (2019): Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ins.v15i1.1700

Abstract

Resimen wanita merupakan kelompok minoritas dalam organisasi Menwa di Perguruan Tinggi. Kegiatan dalam Menwa yang tergolong lebih banyak melibatkan aktivitas fisik ini, seringkali dianggap bahwa kegiatan ini lebih layak diperuntukkan untuk kaum laki-laki. Hal tersebut menyebabkan resimen wanita banyak merasakan adanya ancaman stereotip (stereotype threat) dari masayarakat ketika mengikuti kegiatan ini. Ancaman stereotip yang dirasakan ini dapat menyebabkan beberapa dampak psikologis, seperti kecemasan atau bahkan penurunan semangat dalam melakukan kewajibannya sebagai anggota Menwa. Salah satu faktor yang berkaitan dengan stereotype threat adalah kepercayaan diri (self-efficacy). Self-efficacy yang tinggi mampu membuat individu percaya akan kemampuan dirinya, mampu menyesuaikan dirinya dengan ancaman yang mengintai dirinya, meningkatkan kreativitas dan kebebasan dalam memilih hal-hal yang dinilai baik untuk dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk meilhat hubungan antara self-efficacy dengan stereotype threat pada resimen wanita. Penelitian dilakukan pada 40 orang resimen wanita yang dipilih dengan menggunakan total populasi yang ada. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala self-efficacy dan skala stereotype threat. Analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana menghasilkan nilai p=0,000 (p0,05) dengan nilai FhitungFtabel (46,0224,09). Artinya terdapat hubungan antara self-efficacy dengan stereotype threat. Nilai r2 sebesar 0,548, menunjukkan bahwa self-efficacy memberikan sumbangan efektif sebesar 54,8% pada stereotype threat.
Pengaruh Pendampingan Deteksi Dini Gangguan Psikologis Terhadap Kemampuan Regulasi Emosi Pada Caregiver Lansia Di Kelurahan Gonilan, Sukoharjo rini setyowati; Rahmah Saniatuzzulfa; Rohmaningtyas Hidayah Setyaningrum
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 15, No 1 (2019): Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ins.v15i1.1595

Abstract

Penelitian  ini bertujuan  untuk  mengetahui pengaruh pendampingan deteksi dini gangguan psikologis terhadap kemampuan regulasi emosi pada  caregiver  lansia.  Penelitian   ini  mempergunakan  desain  non randomized one group pretest-post test design. Subjek dalam penelitian  ini adalah 16 orang caregiver lansia berjenis perempuan yang berasal dari posyandu lansia di Kelurahan Gonilan,  berusia  39-57 tahun.  Subjekyang tergabung menjadi satu kelompok menerima perlakuan berupa pendampingan deteksi dini gangguan psikologis.   Perlakuan  terdiri  dari  2  pertemuan diberikan  selama  2 minggu dengan  durasi antara 150 menit hingga 180 menit setiap pertemuan. Alat ukur yang digunakan adalah skala kemampuan regulasi emosi ( r=0,915), wawancara, observasi, evaluasi proses dan hasil.  Pretest disajikan  sebelum  perlakuan dan posttest  disajikan  setelah  perlakuan. Hasil  analisis uji beda menggunakan wilcoxon t (Zhitung=-2.463 dan p=0,00850,05) menunjukkan perbedaan signifikan antara sebelum dan setelah pemberian perlakuan.  Dengan   demikian   dapat disimpulkan  bahwa  pendampingan deteksi dini gangguan psikologis berpengaruh terhadap kemampuan regulasi emosi pada caregiver lansia.
Smartphone Addiction Ditinjau dari Subjective Well Being, Kecemasan Sosial, dan Materialisme pada Mahasiswa Di Universitas “Y” Rahmah Saniatuzzulfa; Alifa Nur Wijiyanti
Psycho Idea Vol 17, No 2 (2019): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.528 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v17i2.4029

Abstract

Di zaman milineal ini, segala sesuatu dapat diakses melalui satu genggaman tangan, yakni melalui smartphone. Berbagai informasi, hiburan, dan sarana komunikasi dapat mudah diakses dengan beragam aplikasi yang ditawarkan pada smartphone. Berbagai keuntungan yang diperoleh sari smartphone ini seringkali membuat para penggunanya sulit melepaskan dirinya dari smartphone. Penggunaan berlebih pada smartphone yang dapat menyebabkan berbagai dampak negatif seringkali disebut dengan smartphone addiction. Smartphone addiction dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain subjective well being, kecemasan sosial, dan materialisme. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat hubungan subjective well being, kecemasan  sosial, dan materialisme dengan smartphone addiction pada mahasiswa di universitas "Y". Subjek penelitian berjumlah 361 mahasiswa. Metode penggumpulan data menggunakan skala smartphone addiction, skala subjective well being, skala kecemasan sosial, dan skala materialisme. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda yang menghasilkan nilai p<0,005 dengan nilai Fhitung > Ftabel (18,757>2,70). Artinya terdapat hubungan antara subjective well being, kecemasan sosial, dan materialisme dengan smartphone addiction pada mahasiswa di universitas "Y". Nilai r2 sebesar 0,365 menunjukkan bahwa subjective well being, kecemasan sosial, dan materialisme memberikan sumbangan efeketif sebesar 36,5% pada smartphone addiction